• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

Dalam dokumen SKRIPSI. Oleh NURWIDYA FITRIANTI (Halaman 46-54)

Hasil dan analisis data penelitian ini dibuat berdasarkan hasil observasi dari kegiatan proses percakapan antara pembeli dan penjual yang direkam menggunakan alat komunikasi yaitu gawai. Dari hasil rekaman video tersebut kemudian disusunlah dalam sebuah teks percakapan yang dapat dilihat pada lampiran 1.

Kemudian teks percakapan yang telah di susun selanjutnya di analisis yang merujuk pada fokus penelitian yaitu tindak tutur ilokusi. Menurut Searle (dalam Syafruddin, 2017:55) menggolongkan tindak tutur ke dalam lima kategori yaitu asertif, direktif, ekspresif, komisif dan deklaratif. Dalam penelitian ini yang akan dianalisis adalah tindak tutur direktif yaitu tindak tutur yang membuat pengaruh agar si mitra tutur melakukan tindakan misalnya memesan, memerintah, memohon, menasehati, merekomendasikan. Penelitian yang telah dilakukan di lapangan yaitu di pasar Sentral

Pangkep Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, dengan melakukan percakapan dengan penjual pakaian di pasar Sentral Pangkep Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Penuturan mengatakan bahawa bahasa yang digunakan oleh penjual dan pembeli menggunakan bahasa Bugis, bahasa Makassar, tetapi lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia adalah bahasa umum, dengan menggunakan bahasa Indonesia komunikasi antara pembeli dan penjual lebih mudah di pahami.

35

Adapun hasil analisis percakapan pembeli dan penjual di pasar sentral pangkep kabupaten pangkajene dan kepulauan yang dianalisis menggunakan beberapa teori untuk mendukung penguatan analisis berdasarkan fokus penelitian yaitu tindak tutur ilokusi direktif sebagai berikut.

1. Meminta

Pembeli : 60 mo kak

Penjual : Tidak bisa kak. ada ji kalau mauki iya tapi 80 beda ki bahannya sama yang 100

Berdasarkan kode data pada tabel analisis Dir/02/Neg percakapan di atas menunjukkan bahwa tindakan yang dilakukan oleh pembeli (pn) kepada penjual (mt) merupakan tindak meminta.

Pembeli : kalau 150?

Penjual : Tidak na sampai modalnya, 180 mo coba mi dulu pasangki Pembeli : Pas mi itu 180?

Penjual : Iye

Pembeli : (menyetujui penawaran penjual tadi)

Berdasarkan kode data Dir/04/Pasca menunjukkan bahwa percakapan di atas merupakan tindak meminta. Awalnya pembeli meminta agar harga baju tersebut Rp. 150.000 namun penjual tidak bisa memberikan harga tersebut karena tidak sesuai dengan modal dan disarankan untuk pasang

36

harga. Kemudian pembeli memperjelas lagi untuk diberikan harga baju Rp. 180.000 dan akhirnya disetujui oleh penjual.

2. Memohon

Pembeli : bisa 100 ?

Penjual : kalau yang ini bisa ji (Sambil menunjuk baju)

Berdasarkan kode data pada tabel analisis Dir/03/Neg menujukkan bahwa percakapan di atas merupakan tindak memohon. Karena penjual (mt) sudah mengatakan kepada pembeli (pn) bahwa harga baju tersebut Rp. 130.000 dan tidak bisa kurang karena baju tersebut merupakan pengeluaran terbaru. Namun pembeli masih mengingkan agar baju tersebut dapat dibeli dengan harga Rp. 100. 000 (didukung ekspresi pembeli) yang nampak memohon kepada penjual.

3. Bertanya

Pembeli: (memperhatikan baju) “warnana ini ?” Penjual : “iye ini ji pink sama biru”

Berdasarkan kode data pada tabel analisis Dir/01/Pra menunjukkan bahwa percakapan merupakan tindak bertanya yang awalnya dilontarkan oleh pembeli (pn) kepada penjual (mt) tentang sebuah baju yang dipegangnya kemudian penjual (mt) merespon sesuai dengan yang ditanyakan oleh pembeli.

37

Pembeli: Tidak ada warna lain na ini kak (Sambil memegang baju

tersebut)? “100 ini kak ”.

Penjual : Ini warna lainnya (Menunjukkan warna baju yang

ditanyakan)

Berdasarkan kode data pada tabel analisis Dir/02/Pra menunjukkan bahwa percakapan ini merupakan tindak bertanya yang awalnya pembeli (mt) mempertanyakan warna lain dari baju yang di pegangnya. Kemudian penjual (mt) menjawab sesuai keinginan pembeli bahwa ada warna lain dari baju yang dipegangnya.

Pembeli : tidak ada itu piama-piama yang sekarang yang bermotif, baju tidur yang warna ungu?

Penjual : adaji ini, 95 (Menunjukkan piama yang tergantung)

Berdasarkan kode data pada tabel analisis Dir/02/pasca percakapan di atas merupakan tindak bertanya. Pembeli yang mempertanyakan sebuah barang yang di carinya apakah kepada penjual (mt) menjual barang tersebut. Kemudian penjual (mt) merespon dengan menunjukan barang yang ditanyakan.

Pembeli : Satu warna ji ini? (Menunjuk baju tersebut) Penjual : Iye satu warna ji, belum pi banyak pake masih barui

Percakapan di atas merupakan tindak bertanya. Karena ketika pembeli (pn) menuturkan sebuah pertanyaan atau mengekspresikan keinginan kepada

38

penjual (mt) yang kemudia dijawabnya sesuai dengan yang ditanyakan oleh pembeli (pn).

Pembeli : Berapa baju gamis jeans ta yang ini ? (Menunjuk baju) Penjual : 195

Pembeli : bisa 140 ini ?

Penjual : ai tidak bisa, ada warna agak gelapnya ini

Berdasarkan kode data Dir/04/Neg pada tabel analisis menunjukkan bahwa percakapan tersebut merupakan tindak bertanya karena pembeli mempertanyakan sebuah baju dan penjual menjawab sesuai dengan apa yang ditanyakan oleh pembeli.

Pembeli : Berapa bleser ta ini? (Sambil menunjuk baju) Penjual : 160

Pembeli : Tidak 100 mi ini ?

Penjual : Tidak dapatki, 130 mi ambilkan ki menghabisan mi itu

Percakapan di atas merupakan tindak bertanya berdasarkan kode data Dir/05/ Neg pada tabel analisis. Dibuktikan dengan sebuah pertanyaan yang dilontarkan oleh pembeli tentang harga sebuah bleser kepada penjual yang kemudian dijawab sesuai keinginan pembeli. Kemudian pembeli bertanya ulang dan penjual masih menjawab sesuai dengan keinginan pembeli.

39 Pembeli : Tidak ada warna lain? Penjual : Ada! Mau kiliat ki ?

Percakapan di atas merupakan tindak bertanya berdasarkan kode data Dir/05/Neg pada tabel analisisi menunjukkan bahwa pembeli mempertanyakan warna lain dari baju yang diingingkan dengan model baju yang sama. Kemudian penjual merespon dengan mengatakan iya dan menunjukkan baju tersebut.

4. Memerintah

Pembeli: (memperhatikan baju yang seharga 80) “liat bede yang itu” Penjual : (menggambilkan barang yang ingin dilihat pembeli)

Berdasarkan kode data pada tabel analisis Dir/ 02/Neg percakapan diatas merupakan sebuah tindak memerintah. Pembeli (pn) memerintahkan penjual (mt) untuk menggambilkan sebuah baju yang ingin dilihatnya.

Pembeli : liat ki bedeng !

Penjual : Sini ki di depan bu ee, ada creamnya Pembeli : Sama harganya ini ?

Penjual : Iye (Pembeli berlalu menin-ggalkan stand baju tersebut)

Berdasarkan kode data Dir/05/Pasca percakapan di atas merupakan tindak memerintah. Pembeli ingin melihat baju yang ditanyakan

40

sebelumnya dengan warna lainya dan penjual merespon dengan meunjukkan baju tersebut dengan harga yang sama.

5. Menyarankan

Pembeli : “kalau itu kaftan ta yang pink itu”

Penjual : “250” “kalau ini 300, ada warnanya, ini warna warnanya”

Berdasarkan kode data pada tabel analisis Dir/01/Pra menunjukkan bahwa percakapan tersebut merupakan tindak menyarankan karena pembeli (pn) mempertanyakan tentang sebuah baju kaftan berwarna pink yang kemudian penjual (mt) merespon dengan menyarankan warna lain dari baju yang dipertanykan oleh pembeli.

Pembeli : Yang ini berapa? (Memegang baju tersebut)

Penjual : 100 bisa ji kurang atau mau ki itu 120 mo

Percakapan di atas merupakan tindak menyarankan. Karena penjual (mt) menyarankan untuk membeli baju yang lain saja dengan harga Rp. 120. 000 karena baju tersebut kainnya lebih bagus meskipun model yang lama dibandingkan baju yang harganya Rp. 100.000.

B. Pembahasan

Berdasarkan penyajian hasil analisis data dapat diuraikan hasil penelitian tentang tindak tutur yang digunakan pada transaksi jual beli pakaian di Pasar Sentral Pangkep Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Berdasarkan hasil

41

penelitian tindak tutur ilokusi yaitu direktif yang terbagi atas lima yaitu memintah, memohon, bertanya, menyarankan dan memerintah.

Data-data yang diperoleh dan dibahas merupakan tindak tutur yang digunakan dalam transaksi jual beli yang terjadi di pasar sentral Pangkep Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Pembagian jenis tindak tutur dalam penelitian ini berdasarkan klasifikasi yang dilakukan Ibrahim 1993 (dalam Ida bagus, 2015) bahwa direktif mengekspresikan sikap penutur terhadap tindakan yang akan dilakukan mitra tutur misalya meminta, memohon, bertanya, memerintah dan menyarankan.

Tuturan yang berwujud direktif bersifat meminta, memohon, bertanya, memerintah dan menyarankan.. Hampir semua penjual yang terdapat di pasar sentral pangkep ini menggunakan kelima tuturan yang berwujud direktif. Hal ini dilakukan untuk menarik minat pembeli untuk membeli barang dagangannya.

Adapun contoh hasil penelitian tindak tutur direktif pada penelitian ini yaitu sebagai berikut.

1. Tindak tutur meminta : Pembeli : 60 mo kak

Penjual : Tidak bisa kak. ada ji kalau mauki iya tapi 80 beda ki bahannya sama yang 100

2. Tindak tutur memohon :

3. Tindak tutu bertanya

PePembeli : bisa 100 ?

Penjual : kalau yang ini bisa ji (Sambil

menunjuk baju)

Pembeli: (memperhatikan baju) “warnana ini ?”

42

4. Tindak tutur memerintah Pembeli: (memperhatikan baju yang

Dalam dokumen SKRIPSI. Oleh NURWIDYA FITRIANTI (Halaman 46-54)

Dokumen terkait