Berdasarkan penelitian pengembangan yang telah dilakukan, diperoleh hasil penelitian untuk setiap langkah sebagai berikut.
1. Analysis (Analisis)
Tahap analisis dalam penelitian pengembangan ini terdiri dari tiga kegiatan analisis, yaitu analisis kebutuhan, analisis karakteristik kurikulum, dan analisis karakteristik siswa.
a. Analisis Kebutuhan
Siswa SMP kelas VII menurut Piaget masih dalam tahap peralihan dari penggunaan operasi konkret ke penerapan operasi formal dalam penalaran. Menurut Piaget penggunaan operasi formal bergantung pada ketidakasingan siswa dengan suatu materi tertentu. Saat siswa tidak asing dengan suatu materi mereka lebih mungkin menggunakan operasi formal. Siswa dalam memahami pengetahuan yang bersifat formal masih sangat memerlukan konteks masalah- masalah nyata yang dekat dalam diri siswa. Oleh karena itu perangkat pembelajaran yang dikembangkan memuat materi yang berorientasi pada masalah-masalah nyata yang dekat dalam diri siswa sebagai konteks bagi siswa belajar. Masalah nyata dapat digunakan sebagai cara untuk menstimulasikan kemampuan pemecahan masalah siswa. Pembelajaran matematika yang menggunakan pemecahan masalah sebagai stimulasi di awal pembelajaran adalah pembelajaran berbasis masalah. Pembelajaran berbasis masalah memuat beberapa sintaks yaitu: orientasi siswa kepada masalah, mengorganisasikan siswa untuk
belajar, membimbing penyelidikan, menganalisis, mengevaluasi proses pemecahan masalah, dan menyajikan hasil karya.
Perangkat pembelajaran yang dikembangkan menggunakan langkah- langkah kegiatan pembelajaran berbasis masalah yang telah difasilitasi dengan pendekatan saintific, yaitu orientasi siswa kepada masalah, yang mana siswa dihadapkan pada permasalahan dengan kegiatan mengamati permasalahan dan bertanya terkait permasalahan. Kemudian mengorganisasikan siswa untuk belajar, yakni siswa menggali informasi untuk memahami permasalahan serta membuat rencana untuk menyelesaikan permasalahan. Kemudian membimbing penyelidikan, yakni siswa menalar untuk menyelesaikan masalah serta memeriksa kembali terkait pemecahan masalah yang didapatkan. Kemudian menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, yakni siswa melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan dan proses-proses yang siswa gunakan dengan kegiatan menyimpulkan.Kemudian menyajikan hasil karya, yakni siswa merencanakan dan menyajikan hasil penyelesaian masalah yang didapatkan dengan kegiatan mempresentasikan.
b. Analisis Kurikulum
Analisis Kurikulum dilakukan dengan menetapkan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) dari materi aritmetika sosial. Setelah itu, dirumuskan indikator pencapaian pembelajaran sesuai dengan cakupan materi yang akan disajikan dalam penelitian ini. Hasil analisis kurikulum tersebut adalah sebagai berikut:
Kompetensi Inti
53
K2: Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
K3: Memahami, menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
K4: Mengolah, menyaji dan menalar dalam ranah konkret (mengggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengurang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
Kompetensi Dasar
3.11 Menganalisis aritmetika sosial (penjualan, pembelian, potongan, keuntungan, kerugian, bunga tunggal, persentase, bruto, neto, tara)
4.11 Menyelesaikan masalah berkaitan dengan aritmetika sosial (penjualan, pembelian, potongan, keuntungan, kerugian, bunga tunggal, persentase, bruto, neto, tara).
Indikator Pencapaian Kompetensi
3.11.1 Mendapatkan informasi yang terkait dengan artimetika sosial
3.11.2 Menentukan hubungan antara penjualan, pembelian, untung, dan rugi 3.11.3 Menentukan bunga tunggal dan pajak
3.11.4 Menentukan hubungan antara, bruto, neto, dan tara
4.11.1 Memecahkan masalah terkait dengan aritmetika sosial baik melalui tanya jawab, diskusi, atau presentasi
Diketahui kurikulum yang berlaku saat ini adalah kurikulum 2013. Sehingga dalam menetapkan KI, KD berdasarkan permendukbud nomor 24 tahun 2016 serta merumuskan indikator pencapaian kompetensi yang berdasarkan KI dan KD yang telah ditetapkan yang mana telah dijabarkan pada hasil analisis kurikulum. Dalam mengembangkan RPP, komponen yang ada di dalam RPP adalah sesuai dengan yang tercantum dalam Permendikbud nomor 22 tahun 2016. Menurut Permendikbud nomor 58 tahun 2014 tentang kurikulum SMP, jumlah jam pelajaran dalam satu minggu untuk matematika di SMP adalah 5 jam pelajaran. Dalam satu minggu terdiri dari 2 kali pertemuan dengan pertemuan pertama 3 jam
pelajaran dan pertemuan kedua 2 jam pelajaran. Diketahui untuk 1 jam pelajaran pada pembelajaran di SMP memiliki alokasi waktu 40 menit. Oleh karena waktu yang dialokasikan pada RPP untuk pembelajaran materi aritmetika sosial adalah 10 jam pelajaran, maka waktu yang dialokasikan adalah 3, 2, 3, 2 jam pelajaran. c. Analisis Karakteristik Siswa
Analisis karakteristik siswa dilakukan dengan melakukan identifikasi karakter siswa pengguna LKS yang dikembangkan, yaitu siswa kelas VII. Analisis tersebut dilakukan dengan memperhatikan aspek bakat, kematangan, kecerdasan, motivasi belajar dan kemampuan awal yang telah dimiliki siswa. Berdasarkan tahap perkembangan kognitif, siswa SMP kelas VII pada umumnya berada pada tahap operasional formal. Pada tahap ini, anak-anak bisa menangani situasi hipotesis dan proses berpikir mereka tidak lagi tergantung. Menurut Piaget penggunaan operasi formal bergantung pada ketidakasingan siswa dengan suatu materi tertentu. Saat siswa merasa tidak asing dengan suatu materi mereka lebih mungkin menggunakan operasi formal. Sebaliknya apabila mereka asing terhadap suatu materi, siswa cenderung menggunakan pola penalaran konkret dan tidak sering menggunakan ide-ide mereka sendiri (Slavin, 2008: 113).
Berdasarkan hasil analisis karakteristik siswa yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa siswa sudah mampu untuk mengkonstruksi pengetahuannya sendiri berdasarkan informasi yang sudah diketahuinya terlebih dahulu melalui diskusi yang dilakukan selama proses pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut di atas, pembelajaran menggunakan perangkat pembelajaran berbasis masalah akan dapat diterapkan untuk siswa SMP kelas VII.
55
Berdasarkan karakteristik siswa SMP kelas VII dan berdasarkan hasil analisis sebelumnya, peneliti mengembangkan perangkat pembelajaran berupa RPP dan LKS. RPP dan LKS yang dikembangkan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah pada materi aritmetika sosial.
2. Design (Perancangan)
Berdasarkan hasil analisis, selanjutnya dilakukan rancangan pada RPP dan LKS. Rancangan-rancangan tersebut akan dijabarkan sebagai berikut.
a. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Penyusunan RPP dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut.
1) Menuliskan identitas
Identitas yang dimaksud meliputi: identitas sekolah, identitas mata pelajaran, tingkat kelas, semester, materi pokok, dan alokasi waktu. 2) Menuliskan kompetensi inti
3) Menuliskan kompetensi dasar
4) Merumuskan indikator pencapaian kompetensi
Merumuskan indikator pencapaian kompetensi yang mengacu pada kompetensi inti dan kompetensi dasar serta mampu mewakili semua kompetensi yang diharapkan.
5) Merumuskan tujuan pembelajaran
Merumuskan tujuan pembelajaran yang mengacu pada indikator pencapaian kompetensi serta mampu mewakili semua kompetensi yang diharapkan.
6) Menentukan materi pembelajaran
Materi pembelajaran yang dimaksud adalah yang dapat mencakup indikator dan tujuan pembelajaran serta memperhatikan karakteristik dan kebutuhan siswa.
7) Menentukan model/ metode pembelajaran
Model atau metode pembelajaran yang digunakan dapat mendorong tercapainya tujuan pembelajaran serta sesuai dengan materi pembelajaran yang telah ditentukan yaitu model pembelajaran berbasis masalah.
8) Menentukan sumber belajar
Sumber belajar yang digunakan ialah yang sesuai dengan kebutuhan guru dan siswa.
9) Menentukan media pembelajaran
Media pembelajaran yang digunakan adalah yang dapat menunjang pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai yakni berupa LKS yang dikembangkan oleh peneliti.
10) Menyusun langkah-langkah kegiatan pembelajaran
Kegiatan pembelajaran disusun sedemikian rupa sehingga sesuai dengan pendekatan PBL yang difasilitasi dengan pendekatan saintific yang terdiri dari: orientasi siswa kepada masalah yaitu kegiatan mengamati dan menanya. Kemudian mengorganisasikan siswa untuk belajar yaitu dalam kegiatan menggali infomasi. Kemudian membimbing penyelidikan dalam kegiatan menalar dan mengecek
57
jawaban kembali. Kemudian menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah dalam kegiatan menyimpulkan. Kemudian menyajikan hasil karya dalam kegiatan mempresentasikan.
11) Merumuskan penilaian
Mencantumkan prosedur penilaian serta kisi-kisi dan rubrik penilaian. 12) Menentukan program tindak lanjut
Merumuskan tindak lanjut mengenai hasil pembelajaran terkait penilaian yang diperoleh oleh siswa.
b. Peta kebutuhan LKS
Peta kebutuhan LKS memuat materi yang akan dibahas dalam LKS berdasarkan indikator pencapaian kompetensi yang dijabarkan dari KD. Peta kebutuhan LKS disajikan pada gambar 1 berikut ini.
Gambar 1. Bagan Peta Kebutuhan LKS Menyelesaikan masalah berkaitan
dengan aritmetika sosial (penjualan, pembelian, potongan, keuntungan, kerugian, bunga tunggal, persentase, bruto, neto, tara).
Menganalisis aritmetika sosial (penjualan, pembelian, potongan, keuntungan, kerugian, bunga tunggal, persentase, bruto, neto, tara).
LKS 1: Keuntungan, Kerugian dan Impas
LKS 5: Bruto, Netto dan Tara LKS 4: Pajak LKS 3: Diskon LKS 2: Bunga Tunggal
c. Penyusunan kerangka LKS
LKS yang disusun terbagi dalam tiga bagian yaitu bagian awal, isi, dan akhir. Bagian awal terdiri dari sampul, kata pengantar, petunjuk penggunaan LKS, kompetensi dan tujuan pembelajaran, peta konsep dan daftar isi. Bagian isi terdiri dari keseluruhan kegiatan yang ada dalam LKS. Sedangkan bagian akhir meliputi daftar pustaka. Berikut merupakan kerangka LKS yang dihasilkan.
d. Pengumpulan Referensi
Berikut ini merupakan buku yang dijadikan referensi dalam pengembangan LKS.
1) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2013). Matematika SMP/ MTs Kelas VII. Jakarta: Kemendikbud.
Sampul
Kata Pengantar Petunjuk Penggunaan Daftar Isi
Peta Konsep
Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran Lembar Kegiatan Siswa 1
Lembar Kegiatan Siswa 2 Lembar Kegiatan Siswa 3 Lembar Kegiatan Siswa 4 Lembar Kegiatan Siswa 5 Daftar Pustaka
59
2) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2016). Matematika SMP/ MTs Kelas VII. Jakarta: Kemendikbud.
3) Suswanto DTK, dkk. (2015). Detik-Detik Plus 2016. Surabaya: Pustaka Tanah Air.
e. Penyusunan Instrumen Penelitian
Instrumen yang disusun dalam penelitian pengembangan ini merupakan instrumen yang digunakan untuk mendapatkan data terkait dengan nilai kavalidan, kepraktisan, dan keefektifan dari RPP dan LKS yang dikembangkan. Adapun hasil tahap penyusunan instrumen penelitian adalah sebagai berikut.
1) Lembar Penilaian Kevalidan RPP dan LKS
Lembar penilaian RPP dan LKS berbentuk angket yang memuat beberapa butir pernyataan untuk lembar penilaian RPP dan memuat pernyataan untuk lembar penilaian LKS. Masing-masing butir
pernyataan memiliki lima alternatif pilihan, yaitu “sangat baik”, “baik”, “cukup”, “kurang”, dan “sangat kurang”. Sebelum digunakan, lembar penilaian kevalidan RPP dan LKS divalidasi terlebih dahulu oleh dosen ahli untuk memastikan bahwa lembar penilaian tersebut valid yakni dapat mengukur apa yang hendak diukur. Kisi-kisi lembar penilaian kevalidan RPP disajikan pada lampiran A.1, sedangkan kisi-kisi lembar penilaian kevalidan LKS disajikan pada lampiran B.1.
2) Angket Respon Guru dan Siswa terhadap Kepraktisan Perangkat Pembelajaran
Angket respon untuk guru berisi pernyataan-pernyataan. Sedangkan angket respon untuk siswa disusun dari beberapa pernyataan positif dan beberapa pernyataan negatif. Angket tersebut terdiri dari
butir pernyataan memiliki lima alternatif pilihan, yaitu “sangat setuju”, “setuju”, “ragu-ragu”, “tidak setuju”, dan “sangat tidak setuju”. Kisi-kisi angket respon guru disajikan pada lampiran C.1 dan C.3, sedangkan kisi-kisi angket respon siswa disajikan pada lampiran D.1. Sebelum digunakan, angket respon guru dan siswa terlebih dahulu divalidasi oleh dosen ahli untuk mengetahui apakah angket respon guru dan siswa yang disusun valid (mengukur apa yang hendak diukur) atau tidak.
3) Lembar Observasi Keteraksanaan Pembelajaran
Lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran digunakan sebagai panduan bagi observer (pengamat) untuk mengamati kegiatan pembelajaran yang terselenggara menggunakan perangkat berbasis masalah pada materi aritmetika sosial. Lembar observasi ini disusun dari beberapa pernyataan yang disajikan pada lampiran F.1.
4) Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika
Instrumen tes kemampuan pemecahan masalah matematika dibagi menjadi dua, yaitu pretest dan posttest. Masing-masing dirancang terdiri dari 7 soal uraian. Penyusunan instrumen pretest dan posttest didasarkan pada indikator pembelajaran yang telah disusun berdasarkan KI dan KD. Selain itu, instrumen disusun berdasarkan indikator kemampuan pemecahan masalah matematika, yaitu memahami masalah dan
61
merencanakan pemecahan masalah, membuat proses penyelesaian suatu masalah, menjelaskan atau menginterpretasikan hasil sesuai permasalahan asal, serta memerika kebenaran hasil atau jawabannya. Sebelum digunakan, instrumen pretest dan posttest divalidasi terlebih dahulu oleh dosen ahli untuk menentukan apakah instrumen tersebut valid atau tidak. Kisi-kisi instrumen pretest disajikan pada lampiran E.3, sedangkan kisi-kisi instrumen posttest disajikan pada lampiran E.6. 3. Development (Pengembangan)
Pengembangan perangkat pembelajaran ini dilakukan berdasarkan rancangan pada tahap sebelumnya. Berikut merupakan penjelasan dari hasil yang diperoleh pada tahap pengembangan.
a. Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Hasil penyusunan RPP dengan pendekatan berbasis masalah pada materi aritmetika sosial untuk siswa SMP kelas VII adalah sebagai berikut.
1) Identitas RPP
Tampilan identitas RPP disajikan pada gambar 2 berikut.
2) KI dan KD
Tampilan KI dan KD disajikan pada gambar 3 berikut.
Gambar 3. Tampilan KI dan KD 3) Indikator pencapaian kompetensi
Tampilan indikator pencapaian kompetemsi disajikan pada gambar 4 berikut.
63 4) Tujuan pembelajaran
Tampilan tujuan pembelajaran disajikan pada gambar 5 berikut.
Gambar 5. Tampilan Tujuan Pembelajaran 5) Materi pembelajaran
Tampilan materi pembelajaran disajikan pada gambar 6 berikut.
6) Metode pembelajaran
Tampilan metode pembelajaran disajikan pada gambar 7 berikut.
Gambar 7. Tampilan Metode Pembelajaran 7) Sumber belajar
Tampilan sumber belajar disajikan pada gambar 8 berikut.
Gambar 8. Tampilan Sumber Belajar 8) Media pembelajaran
Tampilan media pembelajaran disajikan pada gambar 9 berikut.
Gambar 9. Tampilan Media Pembelajaran 9) Langkah-langkah kegiatan pembelajaran
Tampilan langkah-langkah kegiatan pembelajaran disajikan pada gambar 10 berikut.
65
Gambar 10. Tampilan Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran 10) Penilaian
Tampilan penilaian disajikan pada gambar 11 berikut.
b. Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS)
Hasil penyusunan LKS dengan model pembelajaran berbasis masalah pada materi aritmetika sosial untuk siswa SMP kelas VII adalah sebagai berikut. 1) Sampul
Tampilan sampul LKS disajikan pada gambar 12 berikut.
Gambar 12. Tampilan Sampul LKS 2) Kata Pengantar
67
Gambar 13. Tampilan Kata Pengantar 3) Petunjuk Penggunaan
Tampilan petunjuk penggunaan disajikan pada gambar 14 berikut.
4) Daftar Isi
Tampilan daftar isi disajikan pada gambar 15 berikut.
Gambar 15. Tampilan Daftar Isi 5) Peta Konsep
Tampilan peta konsep disajikan pada gambar 16 berikut.
69
6) Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran
Tampilan kompetensi dan tujuan pembelajaran disajikan pada gambar 17 berikut.
Gambar 17. Tampilan Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran 7) Kegiatan Siswa
Kegiatan siswa dalam LKS dikembangkan sesuai dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah. Kegiatan siswa pada LKS yang dimaksud terdiri dari:
a. Ayo Kita Amati
Tampilan kegiatan “Ayo Kita Amati” disajikan pada gambar 18 berikut.
b. Ayo Kita Menanya
Tampilan kegiatan “Ayo Kita Menanya” disajikan pada gambar 19 berikut.
Gambar 19. Tampilan Kegiatan “Ayo Kita Menanya” c. Ayo Kita Menggali Informasi
Tampilan kegiatan “Ayo Kita Menggali Informasi” disajikan pada gambar 20 berikut.
Gambar 20. Tampilan Kegiatan “Ayo Kita Menggali Informasi” d. Ayo Kita Menalar
Tampilan kegiatan “Ayo Kita Menalar” disajikan pada gambar 21 berikut.
71 e. Ayo Cek Kembali
Tampilan kegiatan “Ayo Cek Kembali” disajikan pada gambar 22 berikut.
Gambar 22. Tampilan Kegiatan “Ayo Cek Kembali” f. Ayo Kita Simpulkan.
Tampilan kegiatan “Ayo Kita Simpulkan” disajikan pada gambar 23 berikut.
Gambar 23. Tampilan Kegiatan “Ayo Kita Simpulkan” g. Ayo Presentasikan
Tampilan kegiatan “Ayo Presentasikan” disajikan pada gambar 24 berikut.
Gambar 24. Tampilan Kegiatan “Ayo Presentasikan” 8) Bagian tambahan dalam LKS
Terdapat 1 bagian tambahan dalam LKS yang digunakan untuk membantu pengguna LKS dalam mempelajari materi aritmetika sosial yaitu “Sekilas Informasi”
Tampilan sekilas informasi disajikan pada gambar 25 berikut.
Gambar 25. Tampilan Sekilas Info 9) Lembar Kegiatan Siswa 1
Tampilan lembar kegiatan siswa 1 disajikan pada gambar 26 berikut.
Gambar 26. Tampilan Lembar Kegiatan Siswa 1 10) Lembar Kegiatan Siswa 2
73
Gambar 27. Tampilan Lembar Kegiatan Siswa 2 11) Lembar Kegiatan Siswa 3
Tampilan lembar kegiatan siswa 3 disajikan pada gambar 28 berikut.
Gambar 28. Tampilan Lembar Kegiatan Siswa 3
12) Lembar Kegiatan Siswa 4
Tampilan lembar kegiatan siswa 4 disajikan pada gambar 29 berikut.
Gambar 29. Tampilan Lembar Kegiatan Siswa 4 13) Lembar Kegiatan Siswa 5
Tampilan lembar kegiatan siswa 5 disajikan pada gambar 30 berikut.
Gambar 30. Tampilan Lembar Kegiatan Siswa 5
75 14) Daftar Pustaka
Tampilan daftar pustaka disajikan pada gambar 31 berikut.
Gambar 31. Tampilan Daftar Pustaka c. Pengembangan Instrumen
Hasil dari penyusunan instumen yang digunakan untuk mendapatkan data terkait dengan nilai kavalidan, kepraktisan, dan keefektifan dari RPP dan LKS yang dikembangkan adalah sebagai berikut.
1) Lembar Penilaian Kevalidan RPP dan LKS
Instrumen lembar penilaian kevalidan RPP terdiri dari kisi-kisi penilaian RPP, deskripsi penilaian RPP dan lembar penilaian RPP yang masing-masing disajikan pada lampiran A.1, A.2 dan A.3. Sedangkan untuk instrumen lembar penilaian kevalidan LKS terdiri dari kisi-kisi penilaian LKS, deskripsi penilaian LKS dan lembar penilaian LKS yang masing-masing disajikan pada lampiran B.1, B.2 dan B.3.
2) Angket Respon Guru dan Siswa terhadap Kepraktisan Perangkat Pembelajaran
Angket respon guru terdiri dari kisi-kisi instrumen angket respon RPP, angket respon RPP, kisi-kisi instrumen angket respon LKS dan angket
respon LKS yang masing-masing disajikan pada lampiran C.1, C.2, C.3 dan C.4.
3) Lembar Observasi Keteraksanaan Pembelajaran
Lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran disajikan pada lampiran F.1.
4) Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika
Tes kemampuan pemecahan masalah terdiri dari soal pretest dan soal posttest. Instrumen soal pretest terdiri dari kisi-kisi soal pretest, naskah soal pretest dan rubrik penilaian soal pretest yang masing-masing disajikan pada lampiran E.3, E.4, dan E.5. Sedangkan instrumen soal posttest terdiri dari kisi-kisi soal posttest, naskah soal posttest dan rubrik penilaian soal posttest yang masing-masing disajikan pada lampiran E.6, E.7, dan E.8.
d. Perbaikan Instrumen dan Produk
Sebelum produk di impelementasikan, terlebih dahulu dilakukan validasi oleh dosen ahli. Instrumen berupa lembar kevalidan RPP dan LKS, angket respon guru dan siswa, serta lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran divalidasi oleh Ibu Dr. R. Rosnawati. Beberapa hal yang perlu diperbaiki terhadap instrumen tersebut disajikan pada lampiran H.3. Produk berupa RPP, LKS, serta soal pretest dan posttest divalidasi oleh Bapak Musthofa S.Si., M.Sc. dan Bapak Ilham Rizkianto S.Pd., M.Sc. Penilaian RPP dan LKS oleh Bapak Musthofa disajikan pada lampiran H.4. Sedangkan Penilian RPP dan LKS oleh Bapak Ilham Rizkianto disajikan pada lampiran H.5. Beberapa hal
77
yang perlu diperbaiki pada LKS dan RPP berdasarkan saran dari dosen ahli disajikan pada lampiran H.6. Hasil validasi perangkat pembelajaran dianalisis berdasarkan pedoman yang ada. Berikut ini merupakan hasil analisis terhadap validasi perangkat pembelajaran tersebut.
Tabel 11. Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran No. Perangkat
Pembelajaran
Rata-Rata Nilai Klasifikasi Nilai Tiap
Butir
Tiap Aspek
Tiap Butir Tiap Aspek
1 RPP 3,80 3,87 Baik Baik
2 LKS 3,74 3,75 Baik Baik
Berdasarkan tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan oleh peneliti dikategorikan valid sehingga layak untuk diujicobakan dengan melakukan perbaikan.
Berikut ini merupakan perbaikan yang dilakukan peneliti berdasarkan saran yang diberikan oleh dosen ahli terhadap instrumen dan produk yang telah disusun oleh peneliti.
1) Instumen
a. Lembar Penilaian Kevalidan RPP dan LKS
Berikut ini merupakan perbaikan yang dilakukan oleh peneliti berdasarkan saran yang diberikan oleh dosen ahli.
1. Lembar penilaian kevalidan RPP
Pada instumen lembar penilaian kevalidan RPP ini, dosen ahli menyatakan bahwa ada beberapa poin yang harus diperbaiki. Berikut ini merupakan beberapa poin yang perlu diperbaiki yang mana merupakan saran dari dosen ahli beserta hasil perbaikan oleh peneliti.
a) Indikator penilaian terkait kejelasan identitas dan kelengkapan identitas pada butir 1 hingga butir 10 tidak dapat diukur dengan skala penilaian yang dibuat oleh peneliti karena hanya untuk menilai tentang kelengkapan dengan opsi penilaian ya atau tidak. Sehingga pada indikator kejelasan identitas butir 1 hingga butir 6 dijadikan 1 dengan kriteria penilaian kejelasan identitas (nama sekolah, identitas mata pelajaran, mencantumkan tingkat kelas, semester, materi pokok dan alokasi waktu). Sedangkan pada indikator kelengkapan identitas butir 7 hingga butir 10 dijadikan 1 dengan kriteria penilaian ke lengkapan identitas (kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran).
b) Indikator penilaian terkait kesesuaian rumusan indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran pada butir penggunaan kata kerja operasional yang dapat diamati/ diukur diganti menjadi penggunaan kata kerja operasional pada rumusan indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran yang dapat diamati/ diukur.
c) Indikator penilaian terkait kesesuaian pendekatan dan model pembelajaran berbasis masalah dengan tujuan pembelajaran dilengkapi dengan uraian aspek PBL yang digunakan oleh peneliti. d) Indikator penilaian terkait kesesuaian pendekatan dan model
79
dengan uraian aspek PBL yang digunakan oleh peneliti dan menghilangkan 2 butir penilaian yaitu menumbuhkan keaktifan siswa dalam pembelajaran dan menumbuhkan kemandirian siswa dalam belajar.
e) Indikator penilaian terkait kesesuaian kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah dilengkapi dengan uraian aspek PBL yang digunakan oleh peneliti.
f) Indikator penilaian terkait kesesuaian teknik penilaian pada butir penilaian kesesuaian butir penilaian instrumen dengan indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran diganti menjadi kesesuaian teknik penilaian dengan indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran.
2. Lembar penilaian kevalidan LKS
Pada instumen lembar penilaian kevalidan LKS, dosen ahli menyatakan bahwa instrumen ini dapat digunakan untuk menilai kevalidan LKS yang disusun oleh ahli tanpa ada perbaikan.
b. Angket Respon Guru dan Siswa terhadap Kepraktisan Perangkat