Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan merupakan rumah sakit kelas A sesuai dengan SK Menkes No. 335/Menkes/SK/VII/1990 dan juga sebagai Rumah Sakit Pendidikan sesuai dengan SK Menkes No. 502/Menkes/SK/IX/1991 yang memiliki visi sebagai pusat unggulan pelayanan kesehatan dan pendidikan serta merupakan pusat rujukan kesehatan untuk wilayah pembangunan A yang meliputi Provinsi Sumatera Utara, D.I. Aceh, Sumatera Barat dan Riau. Lokasinya dibangun di atas tanah seluas ± 10 ha dan terletak di Jalan Bunga Lau No.17 km.12, Kecamatan Medan Tuntungan, Kotamadya Medan, Provinsi Sumatera Utara.Rumah Sakit H. Adam Malik mulai berfungsi sejak tanggal 17 Juni 1991 dengan pelayanan rawat jalan, sedangkan untuk pelayanan rawat inap baru dimulai tanggal 2 Mei 1992.
5.1.2 Karakteristik Individu
Berdasarkan data rekam medis, anak yang menderita pneumonia yang dirawat di RSUP Haji Adam Malik Medan untuk periode Januari 2011-Desember 2013 adalah sebanyak 83 orang. Karakteristik yang akan dinilai adalah usia, jenis kelamin, tempat tinggal, gejala klinis, derajat pneumonia, status gizi dan kondisi sewaktu pulang.
5.1.3 Distribusi Anak Penderita Pneumonia menurut Usia
Distribusi anak penderita pneumonia menurut usia di RSUP Haji Adam Malik Medan untuk periode Januari 2011-Desember 2013 dijelaskan pada tabel 5.1 berikut.
Tabel 5.1 Distribusi anak yang menderita pneumonia menurutusia untuk periode Januari 2011-Desember 2013
Usia Frekuensi (n) Persentase (%) <2 bulan 7 8.4
Berdasarkan tabel 5.1 didapatkan bahwa pneumonia lebih banyak terjadi pada anak-anak usia 160 bulan yaitu sebanyak 49 orang (59 %), diikuti kelompok usia 2-11 bulan sebanyak 27 orang (32.5 %), lalu kelompok usia kurang dari 2 bulan sebanyak 7 orang (8.4 %).
5.1.4 Distribusi Anak Penderita Pneumonia menurut Jenis Kelamin
Distribusi anak penderita pneumonia menurut jenis kelamin di RSUP Haji Adam Malik Medan untuk periode Januari 2011-Desember 2013 dijelaskan pada tabel 5.2 berikut.
Tabel 5.2 Distribusi anak yang menderita pneumonia menurutjenis kelamin untuk periode Januari 2011-Desember 2013
Berdasarkan tabel 5.2 didapatkan bahwa pneumonia lebih banyak terjadi pada anak laki-laki yaitu sebanyak 56 orang (67.5 %), sedangkan perempuan yaitu sebanyak 27 orang (32.5 %).
5.1.5 Distribusi Anak Penderita Pneumonia menurut Tempat Tinggal
2-11bulan 27 32.5
12-60 bulan 49 59.0
Total 83 100.0
Jenis Kelamin Frekuensi (n) Persentase (%)
laki 56 67.5
perempuan 27 32.5
Distribusi anak penderita pneumonia menurut tempat tinggal di RSUP Haji Adam Malik Medan untuk periode Januari 2011-Desember 2013 dijelaskan pada tabel 5.2 berikut.
Tabel 5.3 Distribusi anak yang menderita pneumonia menuruttempat tinggal untuk periode Januari 2011-Desember 2013
Berdasarkan tabel 5.3 didapatkan bahwa angka kejadian pneumonia lebih tinggi pada anak-anak yang tinggal di luar Kota Medan yaitu sebanyak 45 orang (42.2 %) diikuti dengan anak-anak yang tinggal di Kota Medan yaitu sebanyak 35 orang (54.2 %), sedangkan tempat tinggal untuk 3 orang (3.6 %) anak tidak dinyatakan di rekam medis.
5.1.6 Distribusi Anak Penderita Pneumonia menurut Gejala Klinis
Distribusi anak penderita pneumonia menurut gejala klinis di RSUP Haji Adam Malik Medan untuk periode Januari 2011-Desember 2013 dijelaskan pada tabel 5.4 berikut.
Tabel 5.4 Distribusi anak yang menderita pneumonia menurutgejala klinis untuk periode Januari 2011-Desember 2013
Tempat tinggal Frekuensi (n) Persentase (%)
kota medan 35 42.2
luar kota medan 45 54.2 tanpa keterangan 3 3.6
Total 83 100.0
Gejala Klinis Frekuensi (n) Persentase (%)
Tabel 5.4 menunjukkan bahwa dari 83 anak penderita pneumonia, paling banyak memiliki gejala demam yaitu sebanyak 19 orang (22.9%), diikuti dengan gejala-gejala lain yaitu sesak nafas sebanyak 18 orang (21.7%), batuk yaitu sebanyak 17 orang (20.5%), dahak kental yaitu sebanyak 10 orang (12.0%), retraksi interkostal yaitu sebanyak 7 orang (8.4%), frekuensi pernafasan meningkat dan suara nafas melemah masing-masing 2 orang (2.4%). Keluhan yang paling sedikit dialami pasien adalah ronkhi yaitu sebanyak 4 orang (4.8%) dan gejala klinis untuk 3 orang anak (4.8%) tidak dinyatakan di rekam medis.
5.1.7 Distribusi Anak Penderita Pneumonia menurut Derajat Pneumonia
• sesak nafas 18 21.7 • dahak kental 10 12.0 • frekuensi pernafasan meningkat 2 2.4 • retraksi interkostal 7 8.4 • demam 19 22.9 • suara nafas melemah 2 2.4 • ronkhi 4 4.8 • tanpa keterangan 4 4.8 Total 83 100.0
Distribusi anak penderita pneumonia menurut derajat pneumonia di RSUP Haji Adam Malik Medan untuk periode Januari 2011-Desember 2013 dijelaskan pada tabel 5.5 berikut.
Tabel 5.5 Distribusi anak yang menderita pneumonia menurutderajat pneumonia untuk periode Januari 2011-Desember 2013
Berdasarkan tabel 5.5 didapatkan bahwa kelompok anak yang penderita pneumonia terbanyak dengan derajat pneumonia yaitu sebanyak 58 orang (69.9%), diikuti dengan derajat pneumonia berat sebanyak 23 orang (27.7%) dan derajat bukan pneumonia sebanyak 2 orang (2.4%).
5.1.8 Distribusi Anak Penderita Pneumonia menurut Status Gizi
Distribusi anak penderita pneumonia menurut status gizi di RSUP Haji Adam Malik Medan untuk periode Januari 2011-Desember 2013 dijelaskan pada tabel 5.6 berikut. Tabel 5.6 Distribusi anak yang menderita pneumonia menurutstatus gizi untuk periode Januari 2011-Desember 2013
Derajat pneumonia Frekuensi (n) Persentase (%)
pneumonia berat 23 27.7
pneumonia 58 69.9
bukan pneumonia 2 2.4
Total 83 100.0
Status gizi Frekuensi (n) Persentase (%)
gizi buruk 17 20.5
gizi kurang 28 33.7
gizi baik 33 39.8
gizi lebih 5 6.0
Berdasarkan tabel 5.6 dapat dijelaskan bahwa proposi anak penderita pneumonia terbesar dengan status gizi baik yaitu sebanyak 33 orang (39.8%), kemudian 28 orang (33.7%) memiliki status gizi kurang, 17 orang (20.5%) memiliki status gizi buruk sedangkan 5 orang (6.0%) memiliki status gizi lebih.
5.1.9 Distribusi Anak Penderita Pneumonia menurut Kondisi Sewaktu Pulang Distribusi anak penderita pneumonia menurut kondisi sewaktu pulang di RSUP Haji Adam Malik Medan untuk periode Januari 2011-Desember 2013 dijelaskan pada tabel 5.7 berikut.
Tabel 5.7 Distribusi anak yang menderita pneumonia menurutkondisi sewaktu pulang untuk periode Januari 2011-Desember 2013
Berdasarkan tabel 5.7 dapat diketahui bahwa jumlah anak penderita pneumonia terbanyak sembuh yaitu 24 orang (28.9%), kemudian pulang berobat jalan 47 orang (56.6%), pulang atas permintaan sendiri 5 orang (6.0%) dan 7 orang (8.4%) meninggal.
Kondisi sewaktu pulang Frekuensi (n) Persentasi (%)
sembuh 24 28.9
pulang berobat jalan 47 56.6 pulang atas permintaan
sendiri
5 6.0
meninggal 7 8.4
5.2 Pembahasan
5.2.1 Distribusi Proporsi Penderita Menurut Usia
Gambar 5.2.1 Diagram Bar Distribusi Proporsi Anak Penderita Pneumonia Menurut Usia di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2011-2013
Dari gambar 5.2.1 dapat dilihat bahwa anak penderita pneumonia terbesar ada pada kelompok usia 12-60 bulan yaitu 49 orang (59.04%), 27 orang (32.53%)pada kelompok usia 2-11 bulan dan 7 orang (8.43%) pada kelompok usia < 2 bulan.
Hal ini sesuai dengan pernyataan Buletin Jendela Epidemiologi (2010) yang mengemukakan bahwa angka kejadian pneumonia pada anak balita yang berumur 1 sampai 4 tahun lebih tinggi dibandingkan dengan bayi yang berumur < 1 tahun pada tahun 2007-2009. Hal ini juga didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Rasa Izadnegahdar, dkk di USA pada tahun 2013 yang menyatakan bahwa mortalitas pneumonia tinggi pada anak yang berusia kurang dari 5 tahun.
5.2.2 Distribusi Proporsi Penderita Menurut Jenis Kelamin
Gambar 5.2.2 Diagram Pie Distribusi Proporsi Anak Penderita Pneumonia Menurut Jenis Kelamin di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2011-2013 Berdasarkan gambar 5.2.2 dapat diketahui bahwa anak yang paling banyak menderita pneumonia pada tahun 2011-2013 adalah anak laki- laki yaitu sebanyak 56 orang (67.47 %) sedangkan jumlah anak perempuan yang mengalami pneumonia adalah lebih rendah dari laki-laki yaitu sebanyak 27 orang (32.53%).
Hal ini sesuai dengan pernyataan Ida Bagus Subanada dan Ni Putu Siadi Purniti dalam Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pneumonia Bakteri pada Anak (Sari Pediatri, Vol.12, No. 3, Oktober 2010) yang mengemukakan bahwa proporsi penderita laki-laki lebih tinggi dari proporsi penderita perempuan.
5.2.3 Distribusi Proporsi Penderita Menurut Tempat Tinggal
Gambar 5.2.3 Diagram Pie Distribusi Proporsi Anak Penderita Pneumonia Menurut Tempat Tinggal di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2011-2013 Berdasarkan gambar 5.2.3 dapat diketahui bahwa distribusi proporsi anak penderita pneumonia pada anak menurut tempat tinggal tidak jauh bedanya yaitu 35 orang (42.17%) tinggal di Kota Medan sedangkan 45 orang (54.22%) tinggal di luar Kota Medan dan 3 orang (3.61%) tanpa keterangan. Hal ini adalah kerana RSUP Haji Adam Malik Medan merupakan rumah sakit rujukan yang menerima pasien dari luar Kota Medan.Fasilitas kesehatan pula cukup baik di Kota Medan yang memungkinkan proporsi penderita pneumonia lebih banyak yang dari luar Kota Medan.
Hal ini juga sedikit berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Marbun dan Diessy N.R (2011) di Rumah Sakit Umum Dr. Pirngadi Medan yang menemukan proporsi anak penderita pneumonia terbesar bertempat tinggal di dalam Kota Medan.
Gambar 5.2.4 Diagram Pie Distribusi Proporsi Anak Penderita Pneumonia Menurut Gejala Klinis di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2011-2013
Dari gambar 5.2.4 diatas dapat dilihat bahwa proporsi anak penderita pneumonia terbesar dengan gejala demam yaitu 19 orang (22.89%), diikuti dengan dengan sesak nafas yaitu 18 orang (21.69%), batuk yaitu 17 orang (20.48%), dahak kental 10 orang (12.05%), retraksi interkostal 7 orang (8.43%), frekuensi pernafasan meningkat dan suara nafas melemah masing-masing 2 orang (2.41%). Keluhan yang paling sedikit dialami pasien adalah ronkhi yaitu 4 orang (4.82%) dan gejala klinis untuk 3 orang anak (4.82%) tidak dinyatakan di rekam medis.
Hal ini tidak jauh berbeda dengan pernyataan Prof. Dr. H. Mardjanis, Sp.A(K), dalam buku Respirologi Anak, dimana gambaran klinis pneumonia pada bayi dan anak bergantung pada berat-ringannya infeksi, tetapi gejala infeksi umum adalah demam dan terdapat juga gejala gangguan respiratori, yaitu batuk, sesak nafas, dan retraksi dada. Pada pemeriksaan fisik juga dapat ditemukan suara nafas melemah
dan ronkhi.Akan tetapi pada neonatus dan bayi kecil, gejala dan tanda pneumonia lebih beragam dan tidak selalu jelas terlihat.
5.2.5 Distribusi Proporsi Penderita Menurut Derajat Pneumonia
Gambar 5.2.5 Diagram Bar Distribusi Proporsi Anak Penderita Pneumonia Menurut Derajat Pneumonia di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2011-2013
Dari gambar 5.2.5 dapat dilihat bahwa proporsi anak penderita pneumonia terbesar dengan derajat pneumonia yaitu sebanyak 58 orang (69.88%), diikuti dengan derajat pneumonia berat sebanyak 23 orang (27.71%) dan derajat bukan pneumonia sebanyak 2 orang (2.41%).
Hal ini tidak jauh berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Marbun dan Diessy N.R (2011) di Rumah Sakit Umum Dr. Pirngadi Medanyang menemukan proporsi anak penderita pneumonia terbesar dengan derajat pneumonia sedang (75.2%).
5.2.6 Distribusi Proporsi Penderita Menurut Status Gizi
Gambar 5.2.6 Diagram Bar Distribusi Proporsi Anak Penderita Pneumonia Menurut Status Gizi di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2011-2013
Dari gambar 5.2.6 dapat dilihat bahwa proporsi anak penderita pneumonia terbesar denganstatus gizi baik yaitu sebanyak 33 orang (39.76%), kemudian 28 orang (33.73%) memiliki status gizi kurang, 17 orang (20.48%) memiliki status gizi buruk sedangkan 5 orang (6.02%) memiliki status gizi lebih. Tetapi, ternyata proporsi penderita dengan gizi kurang dan gizi buruk lebih tinggi apabila dijumlahkan yaitu sebanyak 45 orang (54.21%) dibandingkan dengan proporsi penderita dengan gizi baik dan gizi lebih pula 38 orang (45.78%).
Hal diatas sesuai dengan hasil penelitian Marbun dan Diessy N.R di Rumah
Sakit Umum Dr. Pirngadi Medan (2011) yang menemukan balita penderita pneumonia lebih banyak dengan status gizi baik (56.2%) dibandingkan dengan status gizi kurang (23.8%) dan buruk (20%).
Gambar 5.2.7 Diagram Bar Distribusi Proporsi Anak Penderita Pneumonia Menurut Kondisi Sewaktu Pulang di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2011-2013
Dari gambar bahwa proporsi anak penderita pneumonia terbanyak yang pulang berobat jalan yaitu 47 orang (56.63%), kemudian pulang berobat jalan 24 orang (28.92%), pulang atas permintaan sendiri 5 orang (6.02%) dan 7 orang (8.43%) meninggal. Sebagian besar anak pulang berobat jalan adalah atas pertimbangan dokter dengan derajat pneumonia yang diderita anak karena penanganannya yang bisa dilanjutkan di rumah.Namun terdapat 7 orang anak yang meninggal dikarenakan anak penderita pneumonia dibawa berobat ketika penyakitnya sudah dalam keadaan parah.
Hal diatas sesuai dengan hasil penelitian Saragih dan Maafdi Hasiholan di Rumah Sakit Advent Medan tahun 2003-2004 yang menemukan anak penderita pneumonia lebih banyak yang pulang berobat jalan.
BAB 6
KESIMPULAN DAN SARAN