• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5.1 Hasil Penelitian

Proses pengambilan data daripada rekam medis telah dilakukan dari tanggal 1 September 2012 sampai tanggal 30 Oktober 2012 di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan. Total sampel yang diperolehi adalah seramai 219 orang yaitu yang memenuhi kriteria inklusi dan esklusi yang telah ditetapkan dari awal proses penelitian.

5.1.1 Deskripsi Lokasi Penelitian

Penelitian dilakukan di bagian RSUP H. Adam Malik, Medan.Data diambil dari ruangan rekam medis, yang terletak di lantai bawah rumah sakit, setelah mendapatkan izin dari Bagian Litbang. RSUP H. Adam Malik merupakan sebuah Rumah Sakit Kelas A sesuai SK Menkes No.335/Menkes/SK/VII/1990 dan juga sebagai Rumah Sakit Pendidikan sesuai SK Menkes No.502/Menkes/SK/IX/1991 yang memiliki visi sebagai pusat unggulan pelayanan kesehatan dan pendidikan, juga merupakan pusat rujukan kesehatan untuk wilayah pembangunan A yang meliputi Provinsi Sumatera Utara, D.I. Aceh, Sumatera Barat dan Riau. Lokasinya dibangun di atas tanah seluas ± 10Ha dan terletak di Jalan Bunga Lau No.17 Km.12, Kecamatan Medan Tuntungan, Kotamadya Medan, Provinsi Sumatera Utara.

RSUP H. Adam Malik, Medan memiliki fasilitas pelayanan yang terdiri dari pelayanan medis (instalasi rawat jalan, rawat inap, perawatan intensif, gawat darurat, bedah pusat, hemodialisa), pelayanan penunjang medis (instalasi diagnostik terpadu, patologi klinik, patologi anatomi, radiologi, rehabilitasi

medik, kardiovaskular, mikrobiologi, nefrologi, endokrinologi), pelayanan penunjang non medis (instalasi gizi, farmasi, Central Sterilization Supply Depart (CSSD), bioelektromedik, Penyuluh Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit (PKMRS), dan pelayanan non medis (instalasi tata usaha pasien, teknik sipil, pemulasaran jenazah).

5.1.2. Deskripsi Karakteristik Responden

Sampel penelitian adalah semua wanita yang didiagnosa menderita kanker payudara dan mendapatkan perawatan di RSUP H. Adam Malik, Medan dari tanggal 01 Januari 2010 sehingga 31 Desember 2010.Semua data sampel diambil dari data sekunder, yaitu rekam medis pasien. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian adalah total sampling dan dengan metode ini, peneliti telah mendapatkan sebanyak 219 orang wanita yang menderita kanker payudara.

Tabel 5.1 Distribusi Frekuensi Wanita Penderita Kanker Payudara Mengikut Umur.

Kelompok umur (tahun) (N) %

11-20 7 3.2 21-30 11 5.0 31-40 45 20.5 41-50 68 31.0 51-60 53 24.2 61-70 33 15.1 71-80 2 1.0 Total 219 100

Berdasarkan klasifikasi umur yang telah ditetapkan, wanita yang berumur diantara 41-50tahun merupakan kelompok yang paling banyak yaitu sebanyak 31.0%. Kemudian diikuti kelompok umur 51-60tahun yaitu 24.2% daripada jumlah total wanita yang menderita kanker payudara. Kelompok umur diantara 71-80 tahun merupakan kelompok yang ‘paling sedikit yaitu hanya 2 orang (1.0%) saja daripada total.

Tabel 5.2 Distribusi Frekuensi Jenis Tumor Penderita Kanker Payudara Jenis Tumor N % Invasive Ductal Carcinoma 176 80.4 Invasive Lobular Carcinoma 38 17.4 Phyllodes Malignant 2 0.9 Medullary Carcinoma 2 0.9 Paget Disease 1 0.4 Total 219 100.0

Berdasarkan tabel diatas mayoritas penderita kanker payudara menderita tumor jenis Invasive Ductal Carcinoma sebanyak 80.4%.Paget Disease menunjukkan distribusi jenis tumor yang paling sedikit yaitu 0.4%.

Tabel 5.3 Distribusi Status Perkahwinan Penderita Kanker Payudara

Status Perkahwinan N %

Sudah nikah 210 95.9

Belum nikah 9 4.1

Total 219 100

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan mayoritas penderita kanker payudara sudah nikah yaitu sebanyak 95.9%, diikuti dengan penderita yang belum nikah 4.1% daripada total.

Table 5.4 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Suku Penderita Kanker Payudara

Suku N %

Batak 147 67.2

Jawa 34 15.3

Aceh 15 7.0

Lain-Lain 13 6.0

Total 219 100

Berdasarkan tabel diatas mayoritas penderita kanker payudara terdiri daripada suku Batak yaitu 67.2%, diikuti suku Jawa yaitu 15.3%. Penderita kanker payudara paling sedikit adalah daripada suku Melayu 4.5%

5.2 Pembahasan

5.2.1 Analisis Distribusi Umur Penderita Kanker Payudara

Dalam penelitian penderita yang berumur 41-50 tahun merupakan

kelompok yang paling banyak yaitu sebanyak 31.0%. Kemudian diikuti kelompok umur 51-60 tahun yaitu 24.2% daripada jumlah total wanita yang menderita kanker payudara. Laporan ini bersesuaian dengan laporan penelitian yang

dilakukan oleh National Cancer Research (NCR), Malaysia pada tahun 2003-2005 yaitu wanita yang berumur 40-60 tahun merupakan kelompok umur yang paling tinggi insidensi kejadian kanker payudara. Data yang lain seperti penelitian Natioanal Cancer Institute (NCI), Malaysia bahawa kelompok wanita yang berumur 45-65 tahun mempunyai persentase paling tinngi yaitu sebesar 44.1%. Menurut Lester Susan S. didalam buku Pathologic Basis of Diseases edisi yang ke delapan, wanita yang berumur diatas 40 tahun merupakan penderita yang paling ramai dengan lebih tiga per empat.

5.2.2 Analisis Distribusi Frekuensi Jenis Tumor Kanker Payudara Pada tumor kanker payudara didapati frekuensi tertinggi di tahun 2010 masih berada pada tipe tumor dengan gambaran histopatologi Invasive Ductal Carcinoma sebanyak 176 orang (80.4%) disusul dengan jenis tumorInvasive Lobular Carcinoma yaitu sebanyak 38 orang (17.4%).

Pada suatu penelitian cross sectional di India oleh Saxena (2005) juga menyatakan bahwa prevalensi tertinggi tumor ganas payudara adalah Invasive Ductal Carcinoma sebanyak 88,2% dan seterusnya tipe Invasive Lobular

Carcinoma sebanyak 3,7 %. Begitu juga dengan penelitian Wahyuni (2006), yang menemukan tipe histopatologi kanker payudara terbanyak yang dilaporkan di RS

Kanker Dharmais adalah Invasive Ductal Carcinoma yaitu sebanyak 59 orang (76.6%), kemudian disusul oleh tipe Invasive Lobular Carcinoma sebanyak 10 orang (13%).Dimana hasilnya sejalan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan.

5.2.3 Analisis Distribusi Suku Penderita Kanker Payudara

Dalam penelitian ini didapatimayoritas penderita kanker payudara terdiri daripada suku Batak yaitu 67.2%, diikuti suku Jawa yaitu 15.3%. Batak lebih berisiko untuk menderita kanker payudara, namun hanya menunjukan penderita kanker payudara yang datang berobat di RSUP Haji Adam Malik Medan Tahun 2010 paling banyak adalah suku Batak. Hasil penelitian ini sesuai dengan

penelitian Nurmaya tahun 2008 di RS St. Elisabeth Medan yang menemukan 68% penderita kanker payudara suku Batak, diikuti suku Jawa sebanyak 17,5%.Hal ini sejalan dengan penelitian ini.

5.2.4 Analisa Status Perkawinan Penderita Kanker Payudara

Dalam penelitian ini didapatkan bahwa distribusi penderita kanker payudara berdasarkan status perkawinan tertinggi adalah kawin dengan proporsi 95.9% dan terendah belum kawin dengan proporsi 4.1%. Hal ini kemungkinan disebabkan umur penderita kanker payudara yang berobat di RSUP Haji Adam Malik Medan melebihi 19 tahun, yang merupakan usia yang sudah layak menikah. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Nurmaya tahun 2008 di RS St.

Elisabeth Medan yang menemukan 95,1% penderita kanker payudara berstatus kawin.

BAB 6

KESIMPULAN DAN SARAN

Dokumen terkait