UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA YOYAKARTA
PENGARUH PEMILIHAN STRUKTUR MODAL TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN: STUDI EMPIRIK PADA PERUSAHAAN-
IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian
1.1.
Penelitian ini mengenai pengaruh pemilihan struktur modal terhadap
kinerja perusahaan ini menggunakan data perusahaan-perusahaan manufaktur
yang terdaftar di BEI antara tahun 2005 sampai dengan 2009. Sebagaimana telah disebutkan dalam metode penelitian bahwa analisis yang digunakan dalam adalah analisis regresi berganda (multiple regression). Penelitian ini melibatkan dua variable dependen yaitu Return on Asset atau Return on Equity dan Hutang Jangka
Pendek, Hutang Jangka Panjang ataupun Total Hutang, Pertumbuhan Penjualan,
Ukuran Perusahaan dan Struktur Kepemilikan sebagai variable independen, yang dibentuk ke dalam 6 (enam) model regresi berganda.
Deskripsi Statistik Variabel Penelitian 1.1.1.
Untuk mengetahui secara menyeluruh dari variable-variabel yang dibentuk ke dalam model, dapat dilihat dari table 4.1. berikut ini:
Tabel 4.1.
Descriptive Statistics dari Variable Penelitian
Variabel Mean Std. Deviation N Data
ROE 6,1155 88,66955 562 ROA -13,5226 479,36091 562 SDA 55,0528 307,37153 562 LDA 20,8875 29,93087 562 DA 76,7902 307,77982 562 Sales Growth 27,6916 246,30482 562 Ukuran Persh 27,4515 1,62423 562 Kepemilikan 25,0128 17,31074 562
Dari table 4.1. tersebut dapat diketahui bahwa:
Nilai rerata ROE sebesar 6,1155 persen dengan standar deviasi sebesar 1.
88,66955 persen.
Nilai rerata ROA sebesar -13,5226 persen dengan standar deviasi sebesar 2.
Nilai rerata SDA sebesar 55,0528 persen dengan standar deviasi sebesar 3.
307,37153 persen.
Nilai rerata LDA sebesar 20,8875 persen dengan standar deviasi sebesar 4.
29,93087 persen.
Nilai rerata DA sebesar 76,7902 persen dengan standar deviasi sebesar 5.
307,77982 persen.
Nilai rerata Pertumbuhan Penjualan sebesar 27,6916 persen dengan standar
6.
deviasi sebesar 246,30482 persen.
Nilai rerata Ukuran Perusahaan sebesar 27,4515 (ln) dengan standar deviasi 7.
sebesar 1,62423 (ln).
Nilai rerata Proporsi Kepemilikan sebesar 25,0128 persen dengan standar 8.
deviasi sebesar 17,31074 persen.
Hasil Model Regresi 1.1.2.
Untuk mengetahui pengaruh pemilihan struktur modal terhadap kinerja
perusahaan-perusahaan yang terdaftar di BEI, dapat dilihat pada table 4.2. sampai dengan table 4.7. berikut ini:
Tabel.4.2.
Hasil Regresi SDA, Sales Growth, Size dan Owners terhadap ROE
Model-1
B Std Error Beta t Sig
Constant 18,978 64,762 0,293 0,770 SDA 0,020 0,013 0,071 1,632 0,103 Sales Growth 0,010 0,015 0,028 0,649 0,517 Size -0,452 2,357 -0,008 -0,192 0,848 Owners -0,074 0,219 -0,014 -0,336 0,737 F-hitung 0,814 Sign-F 0,517 R2 0,006 DW 1,948 Keterangan:
Dependent Variable: ROE
Berdasarkan tabel 4.2. di atas, dapat diketahui:
Konstanta sebesar 19,978, menunjukkan nilai rerata ROE sebesar 18,978
a.
persen, apabila tidak terjadi perubahan variabel bebas.
Koeisien SDA sebesar 0,020, menunjukkan perubahan ROE sebesar
b.
0,020 persen, apabila terjadi perubahan SDA sebesar 1 persen, dengan
asumsi variabel bebas yang lain konstan.
Koeisien
c. Sales Growth sebesar 0,010, menunjukkan perubahan ROE
sebesar 0,010 persen, apabila terjadi perubahan Sales Growth sebesar 1
persen, dengan asumsi variabel bebas yang lain konstan.
Koeisien Ukuran Perusahaan
d. (Size) sebesar -0,452, menunjukkan
perubahan ROE sebesar -0,452 persen, apabila terjadi perubahan Size
sebesar satu satuan (ln TA), dengan asumsi variabel bebas yang lain konstan.
Koeisien Kepemilikan Perusahaan
e. (Owners) sebesar -0,074,
menunjukkan perubahan ROE sebesar -0,074 persen, apabila terjadi
perubahan Kepemilikan Perusahaan sebesar 1 persen, dengan asumsi variabel bebas yang lain konstan.
Koeisien Determinasi (R
f. 2) sebesar 0,006, menunjukkan bahwa model
regresi hanya mampu menjelaskan perubahan ROE sebesar 0,6 persen, sedangkan 99,4 persen dijelaskan oleh variabel lain di luar model
regresi.
Tabel.4.3.
Hasil Regresi LDA, Sales Growth, Size dan Owners terhadap ROE
Model-2
B Std Error Beta t Sig
Constant 36,3333 63,903 0,569 0,576 LDA -0,098 0,126 -0,033 -0,783 0,434 Sales Growth 0,010 0,015 0,028 0,651 0,515 Size -1,019 2,329 -0,019 -0,438 0,662 Owners -0,018 0,217 -0,004 -0,085 0,932 F-hitung 0,301 Sign-F 0,877 R2 0,002 DW 1,955
Keterangan:
Dependent Variable: ROE
*) Signiikan 5%
Berdasarkan tabel 4.3. di atas, dapat diketahui:
Konstanta sebesar 36,333, menunjukkan nilai rerata ROE sebesar 36,333
a.
persen, apabila tidak terjadi perubahan variabel bebas.
Koeisien LDA sebesar -0,098, menunjukkan perubahan ROE sebesar
b.
-0,098 persen, apabila terjadi perubahan SDA sebesar 1 persen, dengan
asumsi variabel bebas yang lain konstan.
Koeisien
c. Sales Growth sebesar 0,010, menunjukkan perubahan ROE
sebesar 0,010 persen, apabila terjadi perubahan Sales Growth sebesar 1
persen, dengan asumsi variabel bebas yang lain konstan.
Koeisien Ukuran Perusahaan
d. (Size) sebesar -1,019, menunjukkan
perubahan ROE sebesar -1,019 persen, apabila terjadi perubahan Size
sebesar satu satuan (ln TA), dengan asumsi variabel bebas yang lain konstan.
Koeisien Kepemilikan Perusahaan
e. (Owners) sebesar -0,018,
menunjukkan perubahan ROE sebesar -0,018 persen, apabila terjadi
perubahan Kepemilikan Perusahaan sebesar 1 persen, dengan asumsi variabel bebas yang lain konstan.
Koeisien Determinasi (R
f. 2) sebesar 0,002, menunjukkan bahwa model
regresi hanya mampu menjelaskan perubahan ROE sebesar 0,2 persen, sedangkan 99,8 persen dijelaskan oleh variabel lain di luar model
regresi.
Tabel.4.4.
Hasil Regresi DA, Sales Growth, Size dan Owners terhadap ROE
Model-3
B Std Error Beta t Sig
Constant 20,732 64,760 0,320 0,749
DA 0,019 0,012 0,065 1,496 0,135
Sales Growth 0,010 0,015 0,027 0,644 0,520
Size -0,531 2,355 -0,010 -0,226 0,822
F-hitung 0,708
Sign-F 0,587
R2 0,005
DW 1,948
Keterangan:
Dependent Variable: ROE
*) Signiikan 5%
Berdasarkan tabel 4.4. di atas, dapat diketahui:
Konstanta sebesar 20,732, menunjukkan nilai rerata
a. ROE sebesar 20,732
persen, apabila tidak terjadi perubahan variabel bebas. Koeisien
b. DA sebesar 0,019, menunjukkan perubahan ROE sebesar
0,019 persen, apabila terjadi perubahan SDA sebesar 1 persen, dengan
asumsi variabel bebas yang lain konstan.
Koeisien
c. Sales Growth sebesar 0,010, menunjukkan perubahan ROE
sebesar 0,010 persen, apabila terjadi perubahan Sales Growth sebesar 1
persen, dengan asumsi variabel bebas yang lain konstan.
Koeisien Ukuran Perusahaan
d. (Size) sebesar -0,531, menunjukkan
perubahan ROE sebesar -0,531 persen, apabila terjadi perubahan Size sebesar satu satuan (ln TA), dengan asumsi variabel bebas yang lain konstan.
Koeisien Kepemilikan Perusahaan
e. (Owners) sebesar -0,069,
menunjukkan perubahan ROE sebesar -0,069 persen, apabila terjadi
perubahan Kepemilikan Perusahaan sebesar 1 persen, dengan asumsi variabel bebas yang lain konstan.
Koeisien Determinasi (R
f. 2) sebesar 0,005, menunjukkan bahwa model
regresi hanya mampu menjelaskan perubahan ROE sebesar 0,5 persen, sedangkan 99,5 persen dijelaskan oleh variabel lain di luar model
Tabel.4.5.
Hasil Regresi SDA, Sales Growth, Size dan Owners terhadap ROA
Model-4
B Std Error Beta t Sig
Constant 364,349 60,208 6,051 0,000 *) SDA -1,551 0,012 -0,994 -133,321 0,000 *) Sales Growth -0,005 0,014 -0,002 -0,332 0,740 Size -11,300 2,191 -0,38 -5,156 0,000 *) Owners 0,713 0,204 0,026 3,500 0,001 *) F-hitung 4596,940 Sign-F 0,000 *) R2 0,971 DW 1,832 Keterangan:
Dependent Variable: ROA
*) Signiikan 5%
Berdasarkan tabel 4.4. di atas, dapat diketahui:
Konstanta sebesar 364,349, menunjukkan nilai rerata
a. ROA sebesar
364,349 persen, apabila tidak terjadi perubahan variabel bebas. Koeisien
b. SDA sebesar -1,551, menunjukkan perubahan ROA sebesar
1,551 persen, apabila terjadi perubahan SDA sebesar 1 persen, dengan
asumsi variabel bebas yang lain konstan.
Koeisien
c. Sales Growth sebesar 0,005, menunjukkan perubahan ROA
sebesar 0,005 persen, apabila terjadi perubahan Sales Growth sebesar 1
persen, dengan asumsi variabel bebas yang lain konstan.
Koeisien Ukuran Perusahaan
d. (Size) sebesar -11,300, menunjukkan
perubahan ROA sebesar -11,300 persen, apabila terjadi perubahan Size sebesar satu satuan (ln TA), dengan asumsi variabel bebas yang lain konstan.
Koeisien Kepemilikan Perusahaan
e. (Owners) sebesar 0,713,
menunjukkan perubahan ROA sebesar 0,713 persen, apabila terjadi
perubahan Kepemilikan Perusahaan sebesar 1 persen, dengan asumsi variabel bebas yang lain konstan.
Koeisien Determinasi (R
f. 2) sebesar 0,971, menunjukkan bahwa model
regresi hanya mampu menjelaskan perubahan ROE sebesar 97,10
persen, sedangkan 2,90 persen dijelaskan oleh variabel lain di luar
model regresi.
Tabel.4.6.
Hasil Regresi LDA, Sales Growth, Size dan Owners terhadap ROA
Model-5
B Std Error Beta T Sig
Constant -1031,617 340,166 -3,033 0,003 *) LDA 0,216 0,669 0,013 0,322 0,747 Sales Growth 0,012 0,082 0,006 0,151 0,880 Size 39,997 12,397 0,136 3,226 0,001 *) Owners -3,388 1,155 -0,122 -2,933 0,003 *) F-hitung 4,685 Sign-F 0,001 *) R2 0,033 DW 1,998 Keterangan:
Dependent Variable: ROA
*) Signiikan 5%
Berdasarkan tabel 4.6. di atas, dapat diketahui:
Konstanta sebesar -1031,617, menunjukkan nilai rerata
a. ROA sebesar
-1031,617 persen, apabila tidak terjadi perubahan variabel bebas. Koeisien
b. LDA sebesar 0,216, menunjukkan perubahan ROA sebesar
0,216 persen, apabila terjadi perubahan LDA sebesar 1 persen, dengan
asumsi variabel bebas yang lain konstan.
Koeisien
c. Sales Growth sebesar 0,012, menunjukkan perubahan ROA
sebesar 0,012 persen, apabila terjadi perubahan Sales Growth sebesar 1
persen, dengan asumsi variabel bebas yang lain konstan.
Koeisien Ukuran Perusahaan
d. (Size) sebesar 39,997, menunjukkan
perubahan ROA sebesar 39,997 persen, apabila terjadi perubahan Size sebesar satu satuan (ln TA), dengan asumsi variabel bebas yang lain konstan.
Koeisien Kepemilikan Perusahaan
e. (Owners) sebesar -3,388,
perubahan Kepemilikan Perusahaan sebesar 1 persen, dengan asumsi variabel bebas yang lain konstan.
Koeisien Determinasi (R
f. 2) sebesar 0,033, menunjukkan bahwa model
regresi hanya mampu menjelaskan perubahan ROE sebesar 3,30 persen, sedangkan 96,70 persen dijelaskan oleh variabel lain di luar model
regresi.
Tabel.4.7.
Hasil Regresi DA, Sales Growth, Size dan Owners terhadap ROA
Model-6
B Std Error Beta T Sig
Constant 340,261 67,102 5,071 0,000 *) DA -1,541 0,013 -0,990 -119,120 0,000 *) Sales Growth -0,001 0,016 -0,001 -0,087 0,931 Size -9,220 2,441 -0,031 -3,777 0,000 *) Owners 0,708 0,227 0,026 3,115 0,002 *) F-hitung 3670,721 Sign-F 0,000 *) R2 0,963 DW 1,898 Keterangan:
Dependent Variable: ROA
*) Signiikan 5%
Berdasarkan tabel 4.7. di atas, dapat diketahui:
Konstanta sebesar 340,261, menunjukkan nilai rerata
a. ROA sebesar
340,261%, apabila tidak terjadi perubahan variabel bebas.
Koeisien DA sebesar -1,541, menunjukkan perubahan ROA sebesar
b.
1,541%, apabila terjadi perubahan DA sebesar 1%, dengan asumsi
variabel bebas yang lain konstan.
Koeisien Sales Growth sebesar -0,001, menunjukkan perubahan ROA
c.
sebesar -0,001%, apabila terjadi perubahan Sales Growth sebesar 1%,
dengan asumsi variabel bebas yang lain konstan.
Koeisien Ukuran Perusahaan (Size) sebesar -9,230, menunjukkan
d.
perubahan ROA sebesar -9,230%, apabila terjadi perubahan Size sebesar
Koeisien Kepemilikan Perusahaan (Owners) sebesar 0,708,
e.
menunjukkan perubahan ROA sebesar 0,708%, apabila terjadi perubahan
Kepemilikan Perusahaan sebesar 1%, dengan asumsi variabel bebas yang lain konstan.
Koeisien Determinasi (R
f. 2) sebesar 0,963, menunjukkan bahwa model
regresi hanya mampu menjelaskan perubahan ROE sebesar 96,30%, sedangkan 3,70% dijelaskan oleh variabel lain di luar model regresi.
Pembahasan 1.2.
Berdasarkan hasil penelitian yang diperlihatkan pada table 4.2. sampai dengan 4.4. dapat dievaluasi beberapa hal berikut ini:
Seluruh koeisien determinasi menunjukkan angka yang mendekati nol, hal
a.
ini menunjukkan bahwa seluruh variabel independen tidak menunjukkan sumbangan yang berarti dalam menentukan kinerja perusahaan terutama yang berkaitan dengan pemegang saham. Kondisi demikian juga menunjukkan bahwa variabel hutang jangka panjang (struktur modal), hutang jangka pendek dan total hutang tidak ikut menentukan kinerja
perusahaan terutama yang berkaitan dengan pemegang saham.
Demikian juga seluruh koeisien regresi dari model-1 sampai dengan
b.
model-3, tidak ada satupun yang menunjukkan angka signiikan. Situasi ini berarti menunjukkan tidak ada satupun variabel independen, termasuk variabel hutang jangka panjang yang mencerminkan struktur modal di dalam model, yang berarti dalam menentukan kinerja perusahaan yang
berkaitan dengan pemegang saham.
Dari temuan-temuan di atas dapat ditegaskan bahwa bagi pemegang saham, c.
ternyata penggunaan hutang tidak mempunyai arti dalam meningkatkan
kinerja perusahaan, dalam hal ini laba yang diperuntukkan bagi pemegang
saham. Padahal semestinya penggunaan hutang dapat meningkatkan
kemampuan pendanaan perusahaan (leverage), yang selanjutnya akan
meningkatkan kemampuan menghasikan laba, kendati disertai dengan meningkatnya risiko bagi pemegang saham.
Sedangkan dari hasil penelitian yang ditunjukkan pada table 4.5. sampai
dengan table 4.7 dapat dievaluasi beberapa hal berikut ini:
Koeisien determinasi untuk model-4 menunjukkan nilai 0,971 dan model-6
a.
menunjukkan nilai 0,963. Kondisi demikian dapat dikatakan bahwa pada
kedua model tersbut, variasi dari variabel independen lebih dari 90 persen
determinasi menunjukkan nilai 0,033, hal ini berarti pada model 5 di
atas variasi variabel independen tidak berarti dalam menentukan variabel dependen.
Untuk lebih memahami secara lebih mendalam keberartian masing- b.
masing variabel independen dalam menentukan variabel independen
dapat ditunjukkan dengan nilai koeisien regresi individualnya dan nilai signiikansinya. Dari model-4 dapat ditunjukkan bahwa besarnya hutang jangka pendek dan besarnya total asset berpengaruh negative terhadap kinerja perusahaan, sedangkan besarnya proporsi kepemilikan berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan. Kenyataan ini memperlihatkan bahwa penambahan hutang jangka pendek pada perusahaan-perusahaan manufaktur, ternyata dapat memperbu-ruk kinerja perusahaan. Sementara
ketika melihat besarnya total asset yang berpengaruh negative, mengindikasikan bahwa meningkatnya asset tidak diikuti oleh peningkatan
kemampuan memperoleh laba dari asset tersebut. Yang cukup mengejutkan adanya indikasi bahwa meningkatnya hutang jangka pendek bersamaan dengan meningkatnya asset menunjukkan bahwa kemungkinan besar peningkatan asset tersebut didanai dengan hutang jangka pendek. Situasi ini juga mengindikasikan adanya peningkatan risiko bagi perusahaan, karena penggunaan hutang jangka pendek untuk memperoleh asset yang mempunyai umur yang lebih panjang dari hutang.
Dari model-6 dapat ditunjukkan bahwa besarnya total hutang dan besarnya
c.
total asset berpengaruh negative terhadap kinerja perusahaan, sedangkan besarnya proporsi kepemilikan berpengaruh positif terhadap kinerja
perusahaan. Kenyataan ini memperlihatkan bahwa penambahan total hutang pada perusahaan-perusahaan manufaktur, ternyata dapat memperbu-
ruk kinerja perusahaan. Sementara ketika melihat besarnya total asset
yang berpengaruh negative, mengindikasikan bahwa meningkatnya asset tidak diikuti oleh peningkatan kemampuan memperoleh laba dari asset
tersebut. Yang cukup mengejutkan adanya indikasi bahwa meningkatnya total hutang bersamaan dengan meningkatnya hutang jangka pendek dan meningkatnya asset, menunjukkan bahwa kemungkinan besar peningkatan asset tersebut didanai dengan hutang jangka pendek.
Dari model-5, dapat diketahui bahwa besarnya total asset berpengaruh d.
negative, sedangkan besarnya proporsi kepemilikan berpengaruh positif
terhadap kinerja perusahaan. Kondisi demikian berarti bahwa peningkatan
asset yang digunakan oleh perusahaan tidak disertai dengan peningkatan laba dari penggunaan asset tersebut. Tetapi peningkatan modal saham yang diindikasikan dengan meningkatnya proporsi kepemilikan saham membawa pengaruh positif pada peningkatan laba bagi pemegang saham
itu sendiri. Dari model yang sama tidak ditemukan pengaruh hutang jangka panjang (struktur modal) terhadap kinerja perusahaan dan juga tidak
ditemukan pengaruh peningkatan penjualan terhadap kinerja perusahaan.
Keadaan ini semakin menegaskan bahwa struktur modal memang tidak
member dampak positif bagi kinerja, tetapi justru membawa risiko bagi
perusahaan.