• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian

1. Sejarah Terbentuknya Desa Kampung Beru

Desa Kampung Beru kabupaten Takalar merupakan Desa dengan tata letak di Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar, Desa Kampung Beru ialah Pada tahun 1992, dusun tersebut terbentuk dari penggabungan Desa Lassang dan Desa Towata di Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar.

Berawal dari keinginan masyarakat yang menginginkan pelayanan pemerintah yang lebih dekat, maka pada awal Tahun 1992 dibentuklah panitia pemekaran Desa pada waktu itu juga langsung mengajukan permohonan pemekaran Desa kepada pemerintah kabupaten Takalar. Sebagai tatanan hukum yang berlaku hukum yang berlaku dari mulai menentukan nama Desa, pembagian wilayah, pembagian kekayaan Desa, dll akhirnya 4 (empat) dusun yaitu Dusun Lauwa, Dusun Kampung Beru, Dusun Bontonompo dan Dusun Romang Lompoa menjadi Desa Kampung Beru. Luas wilayah keseluruhan 479,82 Ha, jadi batas wilayah admidrasi sebagai berikut: (1) sebelah utara, berbatasan dengan Desa Towata, (2) sebelah timur, berbatasan dengan Desa Parang Baddo, (3) sebelah selatan, berbatasan dengan Desa barugaya, (4) sebelah barat, berbatasan dengan Desa Lassang. Secara administrasi pemerintah Desa Kampung Beru terdiri dari lima dusun yaitu, Dusun lauwa, Dusun Kampung Beru, Dusun Bontonompo, Dusun Romang Lompoa dan Dusun

Kampung Raja. Jumlah penduduk keseluruhan pada Desa Kampung Beru Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar sebanyak 2570 jiwa.

a. Jumlah Penduduk

Jumlah warga daerah sejak tahun 2019 di desa Kampung Beru sebanyak 2570 jiwa. Untuk lebih jelasnya jumlah penduduk dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 4.1

Jumlah Penduduk, Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk Tahun 2019

Tahun Penduduk Rumah Tanga

(Sumber: kantor Desa Kampung Beru Kabupaten Takalar).

Berdasarkan hasil informasi profil Desa Tahun 2019 penduduk Desa Kampung Beru berjumlah 2570 pendudk, dari hasil penduduk berjenis kelamin laki-laki atau 1254 jiwa perempuan berjumlah 1316 jiwa. Perbedaan jumlah penduduk laki-laki dan perempuan dapat di lihat dari tabel berikut ini:

Tabel 4.2

Komposisi Penduduk Desa Kampung Beru Perdusun dan Jenis Kelamin

(Sumber: Data Profil Desa Kampung Beru Kabupaten Takalar).

32

Tabel 4.3

Jumlah Penduduk Desa Kampung Beru Tahun 2019 Berdasarkan Pekerjaan:

No. Jenis Pekerjaan Persentase

1 Petani 55,87%

(Sumber: kantor Desa Kampung Beru Kabupaten Takalar).

a. Letak dan Luas Wilayah

Desa Kampung Beru, dengan luas 479,82 hektar dan lima dusun dari satu desa di Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, terletak di ujung timur Kecamatan Polongbangkeng Utara. Berikut ini adalah batas wilayah:

Tabel 4.4

Batas Wilayah Desa Kampung Beru

Batas Desa / Lurah Kecamatan

Sebelah Utara Desa Towata Polongbangkeng Utara Sebelah Selatan Desa Barugaya Polongbangkeng Utara Sebelah Timur Desa Parang Baddo Polongbangkeng Utara Sebelah Barat Desa Lassang Polongbangkeng Utara

(Sumber: Kantor Desa Kampung Beru Kabupaten Takalar).

Gambar 4. 1

Susunan Organisasi Tata Kerja Pemerintah Desa Kampung Beru Kecamatan Polongbangkeng Utara

(Sumber: Profil kantor Desa Kampung Beru Kabupaten Takalar).

2. Sejarah singkat Desa Kampung Beru dalam bidang peternakan

Desa Kampung Beru melakukan kegiatan produktif, hal ini menunjukkan bahwa di Desa Kampung Beru memiliki sumber daya alam yang memadai dan siap digunakan. Terdapat berbagai macam pencaharian/penghasilan penduduk Desa Kampung Beru berdasarkan pekerjaan dari petani, peternak, pedagan

KEPALA DESA

34

PNS, Tukang dan buruh. Mayoritas pekerjaan penduduk Desa Kampung Beru terdiri dari petani berjumlah 55,87% peternak berjumlah 25,50% pedagang berjumlah 1,85% PNS berjumlah 1,12% tukang berjumlah 2,70% buruh untuk membudidayakan ayam petelur. Bapak Arung sebelumnya pada tahun 2019 memiliki usaha ayam kampung dan jenis ayam kate, namun berdasarkan saran dari parther kerjanya untuk mendirikan usaha ayam petelur sehingga pada Tahun 2020 Bapak Arung membeli ayam ras sebanyak 200 ekor. Pada awal usaha ayam petelur Bapak Arung banyak melakukan uji coba salah satunya yaitu Bapak Arung tidak melakukan vaksinasi pada ayamnya yang dimana vaksin terhadap ayam sangatlah penting untuk mencegah agar ayam tidak mudah terjangkit penyakit atau virus.

Dari usaha yang didirikan Bapak Arung tersebut membuat motivasi kepada masyarakat untuk mendirikan usaha yang serupa tujuannya adalah untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan penghasilan tambahan dalam bidang peternakan pada Desa Kampung Beru Kabupaten Takalar.

B. Hasil Penelitian

1. Peluang UMKM ayam petelur dimasa wabah Covid-19

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap pelaku UMKM ayam petelur dimasa pandemi Covid-19 bahwa harga telur sebelum pandemi Covid-19 lebih tinggi dibandingkan dengan harga telur saat

pandemi covid-19 hal ini disebabkan rendahnya tingkat konsumsi masyarakat terhadap telur selama masa pandemi Covid-19 sehingga pelaku usaha ayam petelur mengalami kesulitan dalam memenuhi biaya perawatan seperti pakan ayam, vitamin dan vaksin.

Dengan adanya peternakan ayam petelur di Desa Kampung Beru Kabupaten Takalar sangatlah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan maupun dalam memperbaiki perekonomian sekitar dan para petani juga terbantu dalam penyediaan pupuk organik yang diambil dari kotoran ayam petelur.

Dalam proses distribusi ayam petelur terdapat hak atas pelanggan kepada pemilik dan hak pemilik terhadap pelanggan yaitu:

a. Hak pelanggan, yaitu mendapatkan telur dengan sejumlah yang dibayar, hak pelanggan terhadap pemilik yaitu pelanggan berhak mendapatkan telur sejumlah dengan yang dibayarkan.

b. Hak dan kewajiban pemilik usaha ayam petelur terhadap pelanggan yaitu memastikan telur yang disalurkan kepada pelanggan adalah jenis telur yang berkualitas.

2. Tantangan UMKM ayam petelur dimasa pandemi Covid-19

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti terhadap pelaku UMKM ayam petelur dimasa pandemi Covid-19 ditemukan bahwa:

a. Kurangnya pendapatan yang didapatkan oleh pelaku usaha ayam petelur yang disebabkan oleh tingginya biaya perawatan ayam yang tidak sebanding dengan penjualan tersebut sehingga pelaku usaha mengalami kerugian.

36

b. Pada lokasi peternakan ayam petelur tidak terdapat akses jalan yang memadai dan sulit dijangkau oleh roda empat sehingga menyebabkan kesulitan dalam mendistribusikan telur yang dihasilkan.

c. Harga telur sebelum pandemi Covid-19 Rp. 45.000/ rak sedangkan selama pandemi Covid-19 harga telur menjadi Rp. 35.000/ rak semakin menurun di karnakan produksi telur lebih tinggi dari pada permintaan konsumen

Jadi hasil wawancara dengan para pemilik peternakan ayam petelur di Desa Kampung Beru Kabupaten Takalar dapat disimpulkan bahwa usaha yang mereka jalankan terdapat tantangan yang sangat besar dimana pada saat ini harga pakan ayam sangat mahal sementara harga telur di pasaran sangat menurun hal ini yang membuat peternak kurang mendapatkan keuntungan.

Berdasarkan hasil wawancara dengan masyarakat sekitar lokasi kandang ayam petelur maka dapat disimpulkan bahwa keberadaan kandang ayam petelur di Desa Kampung Beru sangat membantu masyarakat yang membutuhkan telur dimasa pandemi Covid-19 dimana hasil panen telur yang dihasilkan kandang ayam milik Bapak Arung dan Bapak Dahlan kualitasnya sudah bagus dan besar sehingga tidak perluh lagi keluar kampung untuk membeli, sementara untuk petani yang membutuhkan pupuk organik dapat langsung ke kandang ayam untuk memesan. Adapun perubahan lingkungan yang paling dirasakan masyarakat dengan adanya bau kotoran kandang ayam dan banyaknya lalat yang disebabkan oleh kandang ayam.

Berdasarkan hasil wawancara bersama pemerintah setempat dapat disimpulkan bahwa semua kandang ayam yang didirikan di Desa Kampung Beru sebelumnya tidak memiliki izin mendirikan usaha. Akan tetapi dengan adanya peternakan banyak yang terbantu diantaranya masyarakat yang membutuhkan telur, pemilik warung tidak perluh lagi pesan di luar, dan petani sangat terbantu sekali dengan adanya pupuk organik yang dihasilkan dari peternakan ayam di Desa kampung Beru.

C. Pembahasan

Berdasarkan hasil yang diperoleh dari lapangan dapat dianalisis bahwa Dampak Covid-19 terhadap UMKM Ayam Petelur di Desa Kampung Beru yang ditimbulkan selama masa pandemi Covid-19 terhadap dampak yang sangat besar, dikarenakan usaha ayam petelur mengalami kerugian besar dikarenakan harga telur di pasaran sangat menurun sementara harga pakan sangat tinggi sehingga peternak mengalami kerugian yang sangat besar sehingga salah satu peternak menjual kembali ayam petelurnya untuk menghentikan pengeluaran pakan.

Faharuddin menyebutkan bahwa peternak ayam saat ini di Daerah Sidrap juga mengalami kerugian selama masa pandemi Covid-19 hal serupa pun terjadi di Daerah lain. Penyebab harga pakan naik dikarenakan barang yang diproduksi tidak bisa di ekspor yang mengakibatkan harga pakan di Indonesia mahal sementara harga telur menurun dari harga Rp. 35.000/ rak telur turun menjadi Rp. 29.000/ rak telur’.

Banyak budaya di masyarakat Indonesia yang menggunakan telur sebagai simbol, seperti perayaan Maulid, Paskah, dan hari-hari besar

38

lainnya, sehingga telur selalu dibutuhkan. Telur telah menjadi barang yang harus dimiliki saat perayaan masyarakat.

Hal serupa juga dikemukakan oleh kartini selaku pedagang telur di Daerah Bulukumba mengatakan bahwa menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru harga telur ayam ras memang kerap naik seperti yang terjadi sekarang di pasar induk Bulukumba harga telur menjadi Rp. 45.000/ rak sebelumnya pedagang menjual Rp. 38.000/ rak.

Hasil penelitian yang diperoleh dilapangan mengatakan bahwa ayam ras yang baru dimasukkan dalam kandang akan mengalami proses terlebih dahulu sebelum berproduksi selama 1 bulan 2 minggu dengan bahan pakan yang dihabiskan berkisaran sampai 47 sak dengan harga 425.000 perkarung biaya kurang lebih 12 juta yang dihabiskan sebelum bertelur.

Dimasa pandemi Covid-19 adapun peluang yang dirasakan pelaku usaha ayam petelur walaupun peluang yang ditimbulkan sedikit tetapi setidaknya mampu mengurangi stok telur di kandang setiap harinya dimana hasil panen yang didapat bisa langsung laku terjual dipasaran dikarenakan harga yang terjangkau dan kebutuhan masyarakat untuk menambah protein pada tubuh dimasa pandemi saat ini yang mengharuskan masyarakat tetap di rumah, menjauhi kerumunan dan menjaga kesehatan tubuhnya.

Ayam petelur memiliki dampak negatif terhadap lingkungan sekitar, yang dapat dilihat dari limbah kandang ayam dan lalat yang dapat menyebarkan berbagai penyakit. Saat menentukan lokasi peternakan, pemilik harus mengingat bahwa lokasinya harus jauh dari pemukiman masyarakat, dengan jarak minimal sekitar 100 meter antara kandang dan

komunitas.Selain kandang yang harus jauh dari pemukiman masyarakat, kerapian kandang harus dilakukan secara rutin sehingga mengurangi bau yang dapat mengganggu masyarakat.

Peternakan ayam di Sentral peternakan Desa Srikayangan, sentosa, Kulon Proga, Yogyakarta mengeluhkan harga pakan ternak yang meninggi. Sanrdi mengaku, berada di kondisi saat ini membuat dirinya sulit untuk berternak. Sebab untuk menutupi biaya operasional sehari-hari pun sulit karna pendapatan yang minim.

Dampak dari pandemic Covid-19 membuat peternak ayam berada dalam tekanan dikarenakan harga jual ayam jatuh. Sebelum terjadi wabah peternak masih sempat menjual Rp. 12.000 sampai Rp. 13.000/ kilogram (kg) begitu terjadi wabah turun menjadi Rp. 8.000 sampai Rp.4.000/

kilogram (kg).

Hal serupa dikemukakan oleh Siska Maulina Saputri dalam penelitiannya mengatakan bahwa dampak negative yang ditimbulkan peternakan tersebut berupa bau limbah ayam yang dapat merubah lingkungan dan banyaknya lalat yang dapat menimbulkan penyakit.

Kekurangan yang terdapat pada kandang ayam petelur milik Bapak Arung seperti kandang yang digunakan masih tradisional menggunakan dinding dari bambu, tempat air yang manual menggunakan bak air dari ember besar, dan akses jalan masuk ke peternakan belum ada untuk roda empat. Sementara kelebihan yang terdapat pada kandang ayam milik Bapak Arung seperti sanitasi kandang dan tempat yang strategis.

Adapun ancaman yang dapat menimbulkan penyakit terhadap ayam bahkan meninggal dikarenakan aroma parfum yang digunakan pengunjung,

40

aksesoris yang dipakai, suara yang sangat besar, dan makanan tidak bisa habis di tempat makannya.

Adapun tantangan yang dirasakan oleh Bapak Dahlan selaku pemilik salah satu kandang ayam petelur yang memulai usaha peternakan dari dua tahun lalu mengalami kesulitan terhadap kebutuhan pakan ayam yang harus dikeluarkan setiap harinya sementara harga telur yang semakin hari mengalami penurunan. Hal ini mengakibatkan pemilik usaha mengalami kesulitan hingga akhirnya ayam yang diternakkan harus dikurangi untuk menekan pengeluaran. Sementara harga pakan yang semakin tinggi banyak ayam yang mengalami penyakitan dan tidak bertelur lagi sampai akhirnya Bapak Dahlan harus menjual semua ayam-ayamnya untuk menghentikan pengeluaran, sementara peluang yang dirasakan hanya pada saat ayam bertelur karena pada saat itu penjualan telur sangat laku dipasaran.

Peningkatan nilai setiap item akan berdampak luas pada kelangsungan hidup perusahaan. Karena harga adalah salah satu variabel yang menghasilkan pendapatan sementara yang lain mewakili biaya, itu adalah komponen penting. Penetapan harga ditentukan oleh pasar.

Table 4.5

Opportunity (Peluang)

Penelitian yang dilakukan Nyak Ilham dan Gito Haryanto dalam jurnalnya mengatakan bahwa bergesernya Ketika pendapatan naik, kurva permintaan bergeser ke kiri, menurunkan harga produk secara hipotetis. Sebelum dan selama wabah Covid-19, harga barang ternak berfluktuasi. Di Indonesia, pengaruh pandemi terhadap pendapatan hanya menurunkan harga telur dan daging ayam di konsumen, bukan harga produsen. Harga daging sapi tidak mengalami penurunan, baik di tingkat produsen maupun konsumen.

Penelitian yang dilakukan Yupi Mengatakan bahwa peternakan Abadi Jaya Farm, biaya perolehan dan pengeluaran yang dikeluarkan untuk biaya rasio

42

adalah sebesar 2,00. Berdasarkan biaya yang diterima sebesar 2,00, maka usaha peternakan ayam petelur Jaya Abadi Farm menghasilkan pendapatan sebesar Rp. 200.000 untuk setiap Rp. 100.000 dihabiskan. Peternakan ayam petelur di Jaya Abadi Farm sangat menguntungkan, dengan rasio pendapatan terhadap biaya sebesar 2,00.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Camal Adi Maskul, besaran penurunan pendapatan petani selama pandemi saat ini bervariasi; Namun, satu kecamatan khususnya, Kecamatan Pajarakan, mengalami penurunan terbesar yaitu 68 persen jika dibandingkan dengan kecamatan lainnya. Hal ini bisa terjadi jika pendekatan penjualan petani tidak menyesuaikan dengan kondisi saat ini.

Peternak menyukai pengumpul, sedangkan pengumpul mengandalkan pasar tradisional untuk menjual hewan mereka. Selama pandemi, sebagian besar pasar mengalami penurunan jumlah pembeli. Pasar yang ada saat ini belum seaktif pasar di Kecamatan Maron, dan penjualan secara online belum dilakukan secara maksimal.

Penelitian yang dilakukan Harmen mengatakan bahwa harga bahan makanan untuk ayam petelur naik kemungkinan disebabkan naiknya harga bahan pakan impor seperti kedele. Sehingga ini terjadi diduga akibat terganggu transportasi dan lalu lintas barang, karena seluruh daerah mengalami lockdown wilayahnya. Biaya jual hasil produksi peternakan (ayam hidup, telur kecuali daging) terus anjlok akibat dampak Covid-19.

Berdasarkan pendapat dan hasil penelitian yang diperoleh dari lapangan dapat disimpulkan bahwa selama masa pandemi Covid-19 peternakan ayam petelur mengalami tantangan yang sangat besar dimana harga pakan dipasaran sangat tinggi sementara harga jual telur mengalami penurunan yang sangat

signifikan sehingga mengakibatkan para pelaku usaha ayam petelur mengalami kerugian.

44

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil peneltian yang di lakukan dari peneliti, diporoleh kesimpulan bahwa bisnis peternakan di daerah kampung Beru milik bapak Arung dan bapak Dahlan.

1. Tantangan yang paling dirasakan dalam menjalankan usaha ayam petelur ditengah masa pandemi Covid-19 yaitu harga telur yang semakin menurun sementara harga pakan yang semakin melonjak sehingga membut peternak mengalami kerugian.

2. Peluang yang dirasakan oleh peternak selama masa pandemi Covid-19 seperti tingginya permintaan pasar apalagi dimasa pandemi Covid-19 dimana masyarakat membutuhkan tambahan protein untuk meningkatkan imun tubuhnya.

B. Saran

Dari berjalannya waktu dan selesainya penelitian ini serta berdasarkan kesimpulan di atas, maka peneliti ingin menyampaikan saran dan dapat memberikan manfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan:

1. Untuk pemerintah Kabupaten Takalar, diharapkan memeberikan perhatiaan kepada masyarakat seperti memberikan edukasi tentang bagaimana membudidayakan agar menghasilkan telur yang berkualitas dan memberikan layanan khusus untuk para pengusaha ayam petelur atau memberikan bantuan pokok seperti pakan, rak atau vitamin untuk menekan biaya pengeluaran.

2. Untuk Dinas Peternakan di Kabupaten Takalar, diharapkan agar selalu memperhatikan kesehatan hewan dengan diberikan himbauan atau memberi pembinaan kepada para peternak yang ada di Daerah Takalar bagaimana cara menjaga agar hewan-hewan ternak tetap sehat.

3. Kepada penulis selanjutnya, diharapkan agar penelitian selanjutnya disarankan agar bisa meneliti lebih dalam tentang usaha ayam petelur sampai produksi awal sampai disalurkan ke masyarakat.

46

Dokumen terkait