• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian

SHOLAT BAGI ANAK TUNAGRAHITA DI SLB SUKOHARJO

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian

Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang telah dilakukan di SLB Negeri Sukoharjo, SLB B-C YPALB Langenharjo, SLB ABC Tawangsari, SLB BC YSD Polokarto, dan SLB B-C Hamongputro Jombor diketahui bahwa di kelima SLB tersebut guru agama Islam ketika mengajarkan materi sholat yakni gerakan dan bacaan sholat menggunakan metode ceramah dan demonstrasi, sedangkan untuk bacaanya guru menggunakan pendekatan meniru bacaan dengan harapan semakin sering anak mengucapkan bacaan maka anak mampu menghafal bacaan sedikit demi sedikit. Adapun media pembelajaran yang digunakan adalah media sederhana seperti buku cetak dan visualisasi gambar. Buku yang digunakan adalah buku pedoman pembelajaran dan media visualisasi gambar biasanya berupa gambar diam. Deskripsi mengenai fokus penelitian dijabarkan sebagai berikut:

2016. Vol. 1 No. 1

50 1. Metode dan media yang digunakan oleh guru agama Islam

Guru agama Islam ketika mengajarkan materi pelajaran agama Islam materi sholat menggunakan metode ceramah dan demonstrasi. Guru menjelaskan nama gerakan dan mendemonstrasikannya di hadapan para siswa, kemudian siswa diminta satu persatu untuk mempraktekkan seperti yang telah didemonstrasikan guru, untuk bacaan sholat biasanya siswa menirukan atau mengikuti bacaan yang dilafalkan guru secara perlahan dengan harapan bisa mengingat bacaan tersebut sedikit demi sedikit. Adapun untuk penggunaan media pembelajaran cenderung menggunakan media pembelajaran sederhana seperti buku pelajaran, visualisasi gambar melalui gambar yang ditempel di atas karton atau menggambar langsung di papan tulis. Sedangkan untuk media pembelajaran yang kreatif dan modern seperti media audio visual, media yang berbasis IT, dan sebagainya masih belum sering digunakan.

2. Alasan penggunaan metode dan media pembelajaran

Pemilihan metode ceramah dan demonstrasi dalam mengajarkan materi sholat yang mencakup gerakan dan bacaan sholat bertujuan agar dengan mempraktekkan langsung kegiatan atau urutan sholat siswa bisa menghafal sedikit demi sedikit gerakan dan menyelaraskannya dengan bacaan yang seharusnya. Adapun untuk menghafal bacaan sholat guru membimbing siswa untuk mengikuti bacaan yang telah diucapkan guru sedikit demi sedikit secara perlahan, dengan harapan agar siswa bisa mengingat bacaan setelah mengulangnya berkali-kali. Adapun penggunaan beberapa media pembelajaran sederhana seperti buku cetak/ buku pedoman pembelajaran dikarenakan medianya mudah diperoleh dan bisa disesuaikan dengan tema atau tujuan pembelajaran yang sedang dilaksanakan. Sedangkan tidak dipilihnya media yang modern atau canggih seperti media audio visual atau media yang berbasis IT disebabkan oleh beberapa hal seperti minimnya fasilitas yang disediakan sekolah, kurangnya pengetahuan guru mengenai penggunaan media pembelajaran yang berbasis IT, dan kurangnya materi ajar yang mendukung tujuan pembelajaran agama Islam. Sehingga apabila guru hendak menggunakan media pembelajaran yang lebih modern atau canggih maka guru harus mencari referensi

2016. Vol. 1 No. 1

51 terlebih dahulu, dan tak jarang beberapa materi tersebut belum tersedia di pasaran dan guru harus membuat atau memproduksinya sendiri. Oleh karena itu, para guru agama islam cenderung cendrung memilih untuk menggunakan buku cetak pelajaran agama Islam anak regular yang disesuaikan dengan materi atau tujuan pembelajaran yang dilaksanakan, menggambarkan suatu materi atau memberi gambaran dengan cara menjelaskan secara langsung dan disertai tulisan atau gambar yang telah di cetak dan ditempelkan di atas karton atau yang digambar langsung di papan tulis. 3. Respon siswa terhadap metode dan media pembelajaran yang digunakan.

Penggunaan metode ceramah ataupun demonstrasi sudah bisa membuat anak untuk lebih aktif ketika tiba giliran mereka untuk mendemonstrasikan gerakan dan menirukan bacaan. Namun ketika menunggu giliran praktek siswa terkadang merasa sedikit jenuh karena guru lebih berfokus pada satu siswa. sedangkan untuk penggunaan media pembelajaran yang masih bersifat konvensional tersebut juga berpengaruh terhadap keberlangsungan kegiatan pembelajaran bagi siswa tunagrahita. Beberapa siswa yang telah diwawancarai mengatakan mereka cenderung jenuh dan kurang bersemangat mengikuti pembelajaran ketika guru hanya menggunakan buku cetak atau buku pedoman pembelajaran sahaja, namum ketika menggunakan gambar mereka merasa bersemangat dan suka melihat gambar yang ditampilkan. Namun tidak semua gambar yang disediakan guru bisa menarik minat dan perhatian siswa, terkadang apabila gambar yang disediakan kurang bagus dan tidak menarik dari sudut pandang siswa maka ketika mengikuti kegiatan pembelajaran mereka memilih untuk diam dan ada juga siswa yang memilih untuk keluar dengan alasan hendak ke kamar mandi, dan hal ini dilakukan tidak hanya sekali, namun berkali – kali.

Pembahasan

Pada dasarnya anak tunagrahita memiliki tingkat inteligensi yang rendah/ dibawah normal dan memerlukan bantuan atau layanan yang berbeda dalam meniti tugas kesehariannya, termasuk dalam hal mengikuti kegiatan pembelajaran. Somantri

2016. Vol. 1 No. 1

52 (2006:105) menjelaskan “tunagrahita merupakan kondisi dimana perkembangan kecerdasannya mengalami hambatan sehingga tidak mencapai tahap perkembangan yang optimal”. Wijaya (2013:21) juga mengemukakan tunagrahita sebagai individu yang memiliki intelegensi yang signifikan berada di bawah rata-rata dan disertai dengan ketidakmampuan dalam adaptasi perilaku yang muncul dalam masa perkembangan.

Effendi (2006:98) menjelaskan bahwa anak tunagrahita cenderung memiliki kemampuan berfikir konkrit/ nyata dan sukar berfikir abstrak, mengalami kesulitan dalam konsentrasi, kemampuan sosialnya terbatas, tidak mampu menyimpan instruksi yang sulit, kurang mampu menganalisis dan menilai kejadian yang dihadapi, dan prestasi tertinggi bidang baca, tulis, hitung tidak lebih dari anak normal setingkat kelas III-IV SD. Rendahnya tingkat inteligensi yang dimiliki oleh anak tunagrahita tidak hanya berdampak pada aspek kehidupannya dalan hal sosial, adaptasi perilaku, pemahaman terhadap situasi, berkomunikasi, dan memahami keadaan sekitarnya, tetapi juga berdampak pada kegiatan pembelajaran yang diikutinya di sekolah luar biasa.

Pembelajaran yang dilakukan bagi siswa tunagrahita disajikan melalui metode dan cara belajar yang disesuaikan dengan kemampuan yang mereka miliki. Selain itu, guru juga bisa menggunakan media pembelajaran yang kreatif dan bisa menarik minat dan perhatian siswa untuk memperhatikan materi pelajaran dengan seksama.

Metode pembelajaran menurut Sutikno (2009: 88) adalah cara-cara menyajikan materi pelajaran yang dilakukan oleh pendidik agar terjadi proses pembelajaran pada diri siswa dalam upaya untuk mencapai tujuan. Metode pembelajaran terbagi menjadi beberapa macam diantaranya adalah metode ceramah, demonstrasi, diskusi, tanya jawab, eksperimen, latihan, penyelesaian masalah, dan sebagainya.

Media pembelajaran merupakan perantara yang berfungsi untuk menyampaikan pesan berupa meteri pembelajaran agar tujuan pembelajaran yang ditentukan bisa tercapai dengan optimal (Susilana dan Riyana, 2009: 7). Pemilihan

2016. Vol. 1 No. 1

53 media pembelajaran hendaknya disesuaikan dengan karakteristik siswa yang akan menerima materi pelajaran, efektif, efisien, relevan, dan produktif dalam menyampaikan pesan atau materi pembelajaran. Media pembelajaran terbagi menjadi beberapa macam, yakni media visual, media audio, dan media audio-visual.

Pemilihan dan penggunaan metode dan media pembelajaran oleh guru agama Islam di kelima SLB di kabupaten Sukoharjo masih sederhana. Para guru cenderung memilih media berupa media visual seperti buku cetak pelajaran agama Islam, gambar diam yang berkaitan dengan materi pelajaran, atau menggambar langsung di papan tulis. Pemilihan media tersebut dikarenakan mudah diperoleh dan tidak membutuhkan alat bantu atau alat proyeksi untuk menampilkan media tersebut.

Metode dan media pembelajaran yang digunakan oleh guru agama Islam di masing-masing sekolah bertujuan untuk membuat pembelajaran menjadi lebih menarik, efisien, hemat tenaga, dan bisa meningkatkan kualitas belajar siswa. Namun tidak semua tema atau materi pelajaran bisa disajikan melalui metode dan media pembelajaran yang sama, beberapa materi membutuhkan metode yang diintegrasikan dan media pembelajaran yang lebih inovatif dan tentunya membutuhkan alat bantu proyektor, penguasaan terhadap penggunaan alat tersebut. Selain itu, guru juga harus menyiapkan atau mencari materi ajar berupa video, slide, film, dan sebagainya karena pihak sekolah belum memfasilitasi hal tersebut. Kondisi dilapangan menunjukkan tidak semua kelas memuliki LCD atau alat bantu proyektor, sehingga apabila guru hendak menggunakan media berbasis IT tersebut mereka harus bergantian dengan guru yang lainnya, dan juga sebagian guru masih belum terampil dalam mencari dan membuat materi ajar yang sesuai dengan materi pelajaran yang akan dipelajari. Oleh karena itu mereka lebih memilih menggunakan buku cetak dan gambar diam sebagai media pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran.

Penggunaan metode dan media pembelajaran yang beragam juga berdampak pada pemahaman dan minat siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Siswa cenderung lebih tertarik ketika mengikuti kegiatan pembelajaran menggunakan

2016. Vol. 1 No. 1

54 tampilan gambar dibandingkan bila hanya menggunakan buku cetak saja. Gambar yang disajikan dengan kreatif dan sesuai materi pelajaran bisa membuat siswa fokus dan mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik.

Berdasarkan pada hasil analisis data penelitian dan pembahasan diketahui bahwa penggunaan metode pembelajaran oleh guru dalam mengajarkan materi sholat sudah cukup bagus, namun media pembelajaran yang digunakan masih belum bervariasi dan belum optimal.