• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Penelitian ini dilakukan di RSUP Haji Adam Malik Medan yang berlokasi di Jalan Bunga Lau No. 17 Km.12, Kecamatan Medan Tuntungan, Kotamadya Medan, Provinsi Sumatera Utara. RSUP Haji Adam Malik merupakan Rumah Sakit kelas A, sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan No.

335/Menkes/SK/VII/1990 dan juga sebagai Rumah Sakit Pendidikan sesuai dengan Surat Keputusan Menteri KesehatanNo. 502/Menkes/SK/IX/1991.

Penelitian ini dilakukan di Instalasi Rekam Medis dengan membaca rekam medis melalui komputer dengan populasi pasien kanker payudara rawat inap yang terdaftar pada tanggal 1 Januari 2016 sampai dengan 31 Desember 2018. Proses pengambilan data dimulai pada tanggal 10 Agustus 2018 sampai dengan 12 Agustus 2018. Data yang diperoleh selama penelitian dimasukkan ke dalam SPSS untuk mengetahui distribusi frekuensi dan hubungan variabel-variabel yang dicantumkan dalam penelitian.

Angka kejadian kanker payudara di RSUP Haji Adam Malik Medan periode Januari 2016 sampai Desember 2018 sebanyak 1003 kasus. Pada tahun 2016 terdapat 275 kasus, pada tahun 2017 terjadi 348 kasus dengan 2 diantaranya terjadi pada pria dan 2018 berjumlah 380 kasus dengan 5 kasus terjadi pada pria.

Dalam penelitian ini hanya 279 kasus yg memenuhi kriteria inklusi yaitu pasien kanker payudara periode 2016 hingga 2018 dan tidak memenuhi kriteria eksklusi yaitu memiliki data imunohistokimia yang tidak lengkap.

Gambar 4.1 Angka kejadian kanker payudara di RSUP Haji Adam Malik Medan

0 100 200 300 400

2016 2018

Angka kejadian kanker payudara di RSUP Haji Adam …

Angka kejadian kanker payudara di RSUP Haji Adam Malik Medan

Berdasarkan data yang telah dikumpulkan insiden kanker payudara yang termuda terjadi pada usia 21 tahun dan insiden tertua terjadi pada usia 90 tahun.

Insiden kanker payudara tertinggi terjadi pada kelompok usia 40-49 tahun sebanyak 90 kejadian (32,25%) dan diikuti kelompok usia 50-59 tahun sebanyak 88 kejadian (31,54%) dan angka ini mengalami penurunan pada kelompok usia diatas 60 tahun dan dibawah 40 tahun (Tabel 4.2). Sama halnya dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan di RSUP Haji Adam Malik Medan 2014-2016 dari 95 sampel yg diperoleh kelompok usia di bawah 30 tahun ada 2 orang (2,1%), kemudian 30-39 tahun berjumlah 27 orang (28,4%), 40-49 tahun berjumlah 33 orang (34,7%), 50-59 tahun berjumlah 22 orang (23,2%), 60-69 orang berjumlah 8 orang (8,4%), 70-79 tahun berjumlah 2 orang (2,1%), dan yang berusia di atas atau sama dengan 80 hanya 1 orang (1,1%)(Margaretha, 2018).

Sebuah penelitian di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada tahun 2012, dari 46 sampel yg memenuhi kriteria didapatkan usia terbanyak penderita kanker payudara pada rentang usia 40-49 tahun dengan usia termuda 32 tahun dan usia tertua 67 tahun (Rahmatya, Khambri dan Mulyani, 2015).Berbeda halnya bila dibandingkan dengan kejadian kanker payudara di Amerika, kelompok usia 60-69 tahun memiliki insiden yang tertinggi dibanding kelompok usia lainnya (American Cancer Society, 2017). Hasil penelitian dengan uji statistik yang dilakukan di RSUD dr. H Abdul Moeloek Bandar Lampung menunjukkan wanita berusia > 50 tahun mempunyai risiko sebesar 13.600 kali mengalami kanker payudara dibandingkan dengan responden yang berusia ≤ 50 tahun (Suryani, Subdanriyo dan Yanti, 2015). Sebuah penelitian di RSUP DR. Wahidin Sudirohusodo kanker payudara banyak didapatkan pada pasien yang berusia≥ 40 tahun yaitu215(83.0%) kasusdibandingkan pasien yang berusia < 40 tahun yaitu44(17.0%) kasus(Meylani, 2017).

Tabel 4.1 Klasifikasi kanker payudara berdasarkan usia

20-29 tahun 30-39 tahun 40-49 tahun 50-59 tahun

2016 1 21 35 43

2017 0 19 32 27

2018 2 7 23 18

31

Total 3 47 90 88

Hasil sebuah penelitian menunjukkan peningkatan risiko kanker payudara pada usia reproduktif diduga berhubungan dengan paparan hormon estrogen dan progesteron yang berpengaruh pada payudara (Yulianti, Setyawam dan Sutiningsih, 2016).Dari hasilpenelitian di Indonesia melaporkan bahwa penderita kanker payudara terbanyak pada umur 40-49 tahun sedang di negara barat biasanya pada usia pasca menopause. Bertambahnya umur merupakan salah satu faktor risiko tumor/kanker payudara, diduga karena pengaruh pajanan hormonal dalam waktu lama terutama hormon estrogen dan juga ada pengaruhdarifaktor risiko lain yang memerlukan waktu untuk menginduksi terjadinya kanker(Sihombing dan Sapardin, 2014). Risiko terjadinya kanker payudara pada wanita berumur kurang dari 30 tahun cenderung lebih rendah daripada usia 30 tahun keatas (Faida, 2016).

Berdasarkan hasil pemeriksaan imunohistokimia, didapatkan subtipe kanker payudara dengan insiden paling tinggi adalah subtipe Luminal A sebanyak 86 (30,82%), diikuti HER-2 enrichedsebanyak 81 (29,03%), Luminal B dengan HER-2 negatif sebanyak 34 (12,18%), dan subtipe yang paling sedikit adalah luminal B dengan HER-2 positif sebanyak 21 (7,52%). Bila dibandingkan dengan Negara lain, menurut American Cancer Society subtipe kanker payudara terbanyak adalah luminal A (71%), diikuti Triple negative (12%), luminal B (12%) dan insidensi paling rendah adalah HER-2 enriched (5%) (American Cancer Society, 2017). Berbeda dengan sebuah penelitian kohort yang mengungkapkan bahwa triple negativeadalah subtipe paling umum pada wanita Afrika-Amerika hampir 47% (Lund et al., 2009).Penelitian di RSUP Dr. Wahidin

60-69 tahun 70-79 tahun 80-89 tahun 90-99 tahun

2016 11 3 1 1

2017 22 3 0 0

2018 8 2 0 0

Total 41 8 1 1

Sudirohusodo tipe Luminal B paling banyak didapati dan Triple negative dengan jumlah yang paling sedikit (Meylani, 2017)

Tabel 4.2 Klasifikasi kanker payudara berdasarkan subtipe imunohistokimia

2016 2017 2018 Total

Dilihat dari kelompok usia, persebaran subtipe imunohistokimia mempunyai insidensi tertinggi pada kelompok usia berbeda-beda. Seperti halnya kanker payudara subtipe luminal A dan Luminal B dengan HER-2 positif, mempunyai insiden tertinggi pada kelompok usia 40 sampai dengan 49 tahun, Luminal B dengan HER-2 negatif, HER-2 enricheddan TNC mempunyai insiden tertinggi pada kelompok usia 50 sampai dengan 59 tahun. Hasil yang berbeda didapat dari penelitian di RSUP Sanglah yang menunjukkan kelompok usia 35 sampai dengan 39 tahun memiliki insidensi tertinggi Luminal B dibanding kelompok usia lainnya (Ciptadi dan Manuaba, 2017). Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Carey Daners menyatakan bahwa kanker subtipe TNC memiliki prevalensi yang tinggi terjadi pada wanita muda dan wanita ras Afrika.

Tabel 4.3 Karakteristik subtipe imunohistokimia berdasarkan kelompok usia

Tipe Total

33

Di antara sekitar 500 wanita yang dievaluasi dalamCarolina Breast Cancer Study, Para peneliti ini mengamati prevalensi tumor basal-like yang sangat tinggi di antara wanita premenopause, Afrika-Amerika dibandingkan dengan wanita Afrika-Amerika postmenopause dan wanita non-Afrika-Amerika dari segala usia (masing-masing 39% vs 14% dan 16%; P <. 001)(Dent et al., 2007). Pemeriksaan lebih lanjut dari sekitar 1.400 kasus kanker payudara di the Carolina Breast Cancer Study menggambarkan bahwa dibandingkan dengan tumor luminal A ,tumor payudara seperti basal lebih mungkin timbul di antara wanita dengan wanita yang lebih muda. usia saat menarche, paritas yang lebih tinggi, usia yang lebih muda pada kehamilan jangka penuh, durasi menyusui yang lebih pendek, dan indeks massa tubuh (BMI) yang lebih tinggi dan rasio pinggang-tohip (WHR), terutama di antara pasien pramenopause(Millikan et al., 2008).

Pada penelitian yang dilakukan di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo didapatkan pasien yangberusia≥ 40 tahunpaling banyak beradapadatipeLuminal B yaitu26(28.6%) pasien sedangkan pasien yangberusia <40 tahun terbanyak padatipe HER-2-enrichedyaitu8(8.8%) pasien(Meylani, 2017).Subtipe kanker payudara yang lebih agresif adalah tipe HER-2-enricheddantriple-negativedan kedua subtipe ini lebih umum terjadi pada wanitadengan usiamuda (Alzaman et al,2016). Secara umum luminal A merupakansubtipe yang lebih sering terjadi pada usia tua, sedangkan subtipe basal-like danHER-2positif sering pada usiamuda (Wiguna dan Manuaba,2013). Transisi menopause diprediksi mempengaruhi tingkat kejadiandari positif lebih dari kanker payudara ER-negatif, mengingatdiduga berperan lebih besar dari hormon seks-steroid dalam

50-59 22 6 11 28 21 88

patogenesishormone sensitive cancers. Tingkat insiden Luminal A naik terus menerus,meski lebih lambat setelah usia 50 tahun tingkat basal like meningkat dengan cepat di awal kehidupan kemudian rata atau menurun (mirip dengan kanker ER negatif)(Rosenberg et al., 2014).

Tabel 4.4 Hubungan subtipe imunohistokimia dengan kelompok usia di RSUP Haji Adam Malik Medan

≤ 40 tahun >40 tahun Total

Luminal A 21 65 86

Luminal B dengan HER-2 positif 6 17 23

Luminal B dengan HER-2 negatif 6 26 32

HER-2 enriched 17 64 81

TNC 18 39 57

Total 68 211 279

Hasil analisis menggunakan metode chi-square, tidak didapatkan hasil yang signifikan antara subtipe imunohistokimia dengan usia pada pasien kanker payudara di RSUP Haji Adam Malik Medan (p=0,610). Sama halnya dengan sebuah penelitian di RSUP Sanglah Bali 2010 sampai 2014 dengan jumlah sampel 116 dari 553 populasi tidak ditemukan adanya hubungan bermakna antara subtipe imnunohistokimia dengan usia pada pasien kanker payudara (p=0,742) (Ciptadi dan Manuaba, 2017).

Sebuah penelitian retrospektif di Rumah Sakit Onkologi Surabaya tahun 2007 hingga 2010dengan 844 sampel dari 1426 populasi juga menyatakan tidak ada hubungan yang signifikan antara usia dengan faktor biologi tumor (p>0,01) (Octovianus, Sindrawati dan Djatmiko, 2012). Pada penelitianyang dilakukan di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo tahun 2016-2017 dengan 256 sampel menyatakan terdapat korelasi bermakna antara usia ≥ 40 tahun dengan ekspresi ER,PR,HER-2 dikarenakan p=0,002 (Meylani, 2017).

Sebuah penelitian cross-sectional di RSUP M.Djamil Padang tahun 2012 dengan 46 sampel dari 112 populasi menyatakan bahwa usia merupakan faktor risiko yang berhubungan secara statistik terhadap gambaran subtipe biomolekuler

35

kanker payudara dengan nilai signifikasi p=0,045, usia < 40 tahun paling banyak menderita kanker payudara subtipe HER-2 enriched, usia > 40 tahun paling banyak menderita kanker payudara subtipe luminal A, diikuti luminal B, TNC dan HER-2enriched(Mailia dan Ulfa, 2013). Sebuah penelitian di Swiss tahun 2003-2007 dengan 1214 sampel dari 1339 populasi dengan nilai p sebesar 0,0084 yang menunjukkan hasil yang juga signifikan antara subtipe imunohistokimia dengan usia pada pasien kanker (Spitale et al., 2009).

Perbedaan temuan ini, salah satunya dikarenakan adanya perbedaan persebaran insiden kanker payudara berdasarkan kelompok usia antara masing-masing rumah sakit, maka gambaran insiden berdasarkan kelompok usia yang terjadi pada masing-masing subtipe imunohistokimia akan berbeda juga.Perbedaan ras antara Asia dengan Amerika juga menjadi penyebab perbedaan temuan seperti triple negative adalah subtipe paling umum pada wanita Afrika-Amerika hampir 47% dibandingkan wanita non Afrika Amerika (Lund et al., 2009).Perbedaan juga ditemukan dari jumlah sampel dan cakupan waktu sampel data yang berbeda di setiap penelitian, hal ini juga dapat menjadi salah satu faktor yang membedakan hasil dari setiap penelitian.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Dokumen terkait