Hotel Le Beringin Salatiga merupakan hotel yang berlokasi di jalan Jenderal Sudirman No. 160, Salatiga dan berdiri sejak tahun 1969. Hotel Le Beringin terletak di
13
jantung kota Salatiga, dimana disekitarnya terletak berbagai toko-toko, bank, stall makanan dan lain-lainnya. Usaha ini merupakan usaha perhotelan keluarga milik keluarga Handoko. Jenis hotel Le Beringin ini adalah hotel berbintang 3, hotel ini bergaya elegan dan berfokus pada penyediaan kenyamanan dan layanan yang berstandar tinggi. Hotel Le Beringin memiliki 73 kamar mulai ukuran standart sampai jenis kamar suite dengan layanan kamar 24 jam. Hotel ini biasanya digunakan untuk berbagai pertemuan termasuk untuk bisnis selain juga untuk menginap pribadi atau keluarga. Hotel Le Beringin selalu berusaha memberikan yang terbaik agar dapat memberikan kepuasan kepada pengunjungnya. Hotel Le Beringin merupakan angota asosiasi PHRI.
Berbagai tipe kamar yang disediakan oleh Hotel Le Beringin adalah Kamar Suite, Kamar Executive, Kamar Deluxe, Kamar Superior, dan Kamar Standar. Sementara itu fasilitas yang tersedia adalah (1) Nyonya King Restaurant. Restaurant ini menawarkan menu khusus makanan China (Chinese Food) seperti Shiang Hay Soup, Lu Fung, Udang-daging-ayam roll saus manis dan asam, Cap Cay, Potongan daging dan berbagai sayuran. (2) Senjoyo Pool Bar dan Restaurant. Tempat ini dapat digunakan untuk tempat pertemuan bagi mereka yang memiliki janji. Disini selain restoran juga terdapat bar dan kolam renang. Dari tempat ini pengunjung dapat menikmati keindahan alam karena area menghadap landmark alam Salatiga yaitu Gunung Merbabu dan Rawa Pening. (3). Khayangan Bar dan Restaurant. Restoran ini menawarkan menu khusus makanan Eropa seperti Barbequee. Disini pengunjung dapat menikmati keindahan Salatiga, karena restoran berada di lantai atas dengan udara terbuka. (4). Gong Lounge. Di tempat ini pengunjung dapat menikmati kenyamanan dengan bersantai bersama teman atau keluarga, sambil minum koktail dan kopi. (5). Ruang Rapat. Hotel Le Beringin memiliki 2 ruang rapat utama (Sriwedari I dan II) terletak di salah satu bangunan dengan kapasitas 100 sampai maksimal 200 orang. (6). Free Hot Spot Koneksi Internet. Di hotel ini akses internet bisa dilakukan di semua kamar tamu dan Wi-Fi di tempat umum. (7). Kolam Renang. Disini tersedia juga kolam renang untuk orang berolah raga. (8). Tania Florist. Terdapat juga toko bunga yang menjual dan menerima pesanan. Sekarang toko bunga floris hanya untuk internal yaitu yang digunakan untuk rapat.
Tingkat persaingan hotel di Salatiga boleh dikatakan moderat. Di kota ini terdapat kira-kira 18 hotel termasuk dalam kelompok hotel berbintang 1 sampai berbintang 4, maupun yang non bintang. Masing-masing hotel telah memiliki segmen pasar nya sendiri-sendiri sehingga tidak terjadi persaingan secara langsung. Data tentang hotel yang ada di Salatiga dapat dilihat pada tabel 3.
14
Tabel 3. Nama hotel, jenis dan kriterianya.
Nama Hotel Jenis Hotel Kriteria
1. Kayu Arum Resort Berbintang 3 Sangat bagus 7,8
2. Laras Asri Resort & Spa Berbintang 4 Bagus 7,5
3. Grand Wahid Hotel Berbintang 4 Cemerlang 8,1
4. Agrowisata Salatiga Eco Park Hotel & Convention-Managed By City One Hotels
Berbintang 3 Cemerlang 8,1
5. Le Beringin Berbintang 3 Bagus 7,0
6. Griya Tetirah Berbintang 1 Bagus 7,5
7. Wisma Tamu UKSW
Guest House
Berbintang 1 Menyenangkan 6,4
8. Pondok keluarga
Osamaliki
Berbintang 1 Sangat bagus 7,6
9. Villa Parikesit Berbintang 1 Bagus 7,3
10. Plaza Hotel Salatiga Berbintang 1 Menyenangkan 6,3
11. Villa Kampoeng Bali Salatiga
Berbintang 1 Menyenangkan 6,5
12. Tetirah Boutique Hotel Salatiga
Berbintang 2 -
13. Mutiara Hotel Berbintang 1 -
14. Hotel Permata Berbintang 1 -
15. Hotel Kalimang Berbintang 1 -
16. Oase Van Java Berbintang 2 -
17. deKopeng Homestay - -
18. Crow Guest House - -
Sumber : http://www.agoda.com/
Dilihat dari penilaian pelanggan, meskipun hotel Le Beringin termasuk pada hotel berbintang 3, namun mendapat penilaian yang tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan hotel-hotel yang lain . Itu berarti, Le Beringin harus meningkatkan pelayanannya agar meningkatkan kepuasan pengunjung.
Manajemen dan Organisasi Hotel Le Beringin
Sebagai perusahaan dengan sistem kekeluargaan, hotel Le Beringin dikelola langsung oleh pemiliknya yaitu keluarga Handoko. Pada tahun 1969 memulai awal usaha perhotelan tetapi masih dalam bentuk losmen yang merupakan tempat penginapan yang masih sederhana. Dari usaha losmen tersebut kemudian berubah menjadi hotel berbintang 3 semenjak dipegang oleh generasi kedua. Pemilik dari hotel yang merupakan generasi kedua tersebut yaitu Bapak Roy Handoko yang memiliki 5 orang anak yang bernama Gleen, Roy, Pepe, Sandy dan Ricky. Tetapi dari 5 anak Bapak Roy Handoko tersebut yang merupakan
15
pemilik hotel Le Beringin yaitu Sandy dan Pepe. Pada tahun 1982 pihak manajemen memutuskan untuk mengubah hotel Le Beringin menjadi hotel modern dan hotel ini melakukan renovasi mulai pada tahun 1984.
Hotel Le Beringin walaupun sudah berbentuk PT tetapi masih dimiliki keluarga dan masih dikelola dengan sistem manajemen kekeluargaan, nama hotelnya yaitu Beringin Hanjaya. Pada tahun 1969 awal berdiri hotel ini sebelumnya diberikan nama hotel Beringin, namun ada penambahan kata Le yang diputuskan oleh pihak manajemen hotel pada tahun 1994 yang pada saat itu juga nama hotel ini berubah menjadi Le Beringin. Hotel Le Beringin selalu melakukan renovasi terhadap bangunan hotel walaupun hotel ini baru mendapatkan sertifikat menjadi hotel berbintang 3 pada tahun 1990.
Struktur organisasi dari hotel Le Beringin dapat dilihat pada lampiran 1. Pada struktur organisasi hotel Le Beringin tersebut walaupun hotel ini sudah berbentuk PT tetapi hotel Le Beringin masih menggunakan sistem kekeluargaan. Bapak Roy Handoko sebagai pemilik hotel memiliki 5 orang anak, mereka membentuk satu dewan direksi, kemudian mereka menunjuk perwakilan untuk menjadi direktur dan direktur utama. Antara pemilik hotel dan manajemen hotel sekarang sudah terpisah secara jelas. Karena ada juga hotel yang masih merupakan perusahaan keluarga, walaupun sudah ada manager tetapi pemilik hotel masih ikut turun untuk bekerja membantu karyawannya. Di hotel Le Beringin ini sistem manajemen yang dikelola secara kekeluargaan pekerjaan sudah dapat dipisahkan berdasarkan divisi masing-masing.
Dibawah direksi terdapat manager hotel yang bertugas sebagai pimpinan hotel dan Executive Assistant Manager ( EAM ) sebagai wakil pimpinan perusahaan hotel. Perbedaan tugas antara manager hotel dan EAM terletak pada jenis pekerjaan. Manager hotel bertanggung jawab atas seluruh kegiatan operasional hotel termasuk sales sedangkan EAM lebih berkonsentrasi pada operasional hotel. EAM sangat dibutuhkan karena dapat membantu manager hotel untuk keluar menemui klien. Kemudian dibawah manager hotel dan EAM terbentuk 8 divisi, yang mana divisi ini sudah dapat menerapkan pola manajemen yang profesional untuk usaha perhotelan yaitu terdapat HRD, Acconting, Food & Feverage, House keeping, Engeneering, Marketing, Front office, dan Duty manager.
Tingkat keprofesionalan pada setiap divisi dapat dilihat juga dari kedalaman masing-masing divisi. Divisi hotel dibedakan menjadi 2 yaitu divisi tag office and guest contact, artinya yang divisi bertemu dengan tamu dan divisi melayani tamu. Jadi divisi guest contact meliputi Front office, Food & Beverage, House keeping dan Duty manager termasuk Sales
16
marketing. Kemudian tag office meliputi HRD, Acconting, dan Engeneering. Pekerjaan yang dilakukan masing-masing karyawan hotel masih merangkap jadi dapat dikatakan pekerjaan yang dikerjakan belum spesifik. Di hotel Le beringin masih bisa dijadikan satu pekerjaan rangkap karena pekerjaannya belum terlalu kompleks.
Pada Front office terdapat bell boy yang bertugas membantu mengangkat barang-barang para pengunjung. Kemudian House keeping yang dibagi menjadi 3 bagian yaitu bagian semua area hotel termasuk di dalamnya kolam renang, kamar dan loundry. Untuk setiap hotel pasti memiliki standar sama seperti terdapat Food & Beverage yang dimana dibagi menjadi 2 bagian yaitu Food & Beverage service dan Food & Beverage product. Pada F & B Service yang dimaksudkan adalah pelayanan dan F & B produk meliputi segala keperluan yang dibutuhkan pengunjung hotel. Pada bagian Accounting terdapat bagian Purchasing yang terdiri dari cost control yang mengatur semua anggaran yang masuk dan yang keluar untuk keperluan hotel. Bagian kedua Inventory yaitu yang bertugas mengontrol barang-barang yang ada di hotel. Yang terakhir bagian HRD dimana terdapat EDR yang memiliki fungsi untuk melakukan perijinan, training, rekrutmen, kemudian ada security yang bertugas untuk membantu melancarkan EDR untuk melaksanakan tugas hotel. Jenis pekerjaan, spesifikasi pekerjaan dan jumlah karyawan dapat dilihat di Tabel 4.
Tabel 4. Jenis-jenis pekerjaan dan spefikasi pekerjaan di Hotel Le Beringin
Jenis Pekerjaan Spesifikasi Pekerjaan Jumlah karyawan
House keeping Menyediakan kamar dan
menjaga kebersihan setiap kamar
17 orang
F & B Departemen Penyediaan dan pelayanan makanan minuman di dalam kamar
18 orang
Engeneering Departemen Mengoperasikan, merawat, dan memperbaiki semua peralatan dalam hotel
5 orang
Front Office Penerimaan dan pengaturan
alokasi kamar tamu
10 orang
Acconting Departemen Bertanggung jawab
mengendalikan segala operasional keuangan yang ada di dalam hotel
5 orang
General Marketing Mengatur semua urusan
yang berkaitan dengan berjalannya perusahaan baik di luar maupun di dalam
5 orang
17
jam perkantoran selesai
Sumber : Data primer, 2015 Sumber Daya Manusia Hotel Le Beringin
Hotel Le Beringin memiliki karyawan 68 orang terdiri dari karyawan tetap, karyawan kontrak dan karyawan harian. Jumlah karyawan tetap 33 orang, karyawan kontrak 25 orang dan karyawan harian 10 orang. Sistem kerja dari 3 jenis karyawan tersebut sama hanya fasilitasnya saja yang dibedakan oleh hotel. Khusus karyawan tetap mendapatkan jaminan kesehatan dari hotel di luar jaminan BPJS, namun jika karyawan tetap dalam melakukan pekerjaan tidak sesuai dengan peraturan dari hotel akan langsung dikeluarkan. Tetapi untuk karyawan kontrak jika pekerjaannya tidak maksimal maka akan ada kemungkinan antara di keluarkan atau tetap dipertahankan, tergantung dari pihak hotel. Jika karyawan kontrak akan dikeluarkan maka pemberian gaji berdasarkan atas selesai masa kontraknya. Pihak hotel banyak mempekerjakan karyawan kontrak dikarenakan karyawan kontrak pemberian gajinya berbeda dengan karyawan tetap sehingga dapat menguntungkan bagi perusahaan.
Dilihat dari usia, gambaran karyawan dapat dilihat pada Tabel 5.
Tabel 5. Distribusi karyawan Hotel Le Beringin menurut usia Tahun 2015
Range usia Persentase
21 – 30 tahun 28 %
30 – 40 tahun 27 %
40 – 50 tahun 21 %
>50 tahun 10 %
Sumber: Data primer, 2015
Sebagian besar karyawan Hotel Le Beringin berusia 50 tahun kebawah. Dari tabel diatas karyawan yang lebih banyak bekerja di hotel Le Beringin yang memiliki usia antara 21 sampai 40 tahun sebesar 55 persen. Pada usia tersebut, secara fisik kondisi karyawan sangat prima sehingga akan menjadi sangat produktif. Sejak hotel memutuskan untuk melakukan perubahan dari hotel melati menjadi hotel berbintang pada tahun 1990, standar pelayanan ditingkatkan oleh hotel Le Beringin sehingga menuntut setiap karyawan meningkatkan kinerjanya dalam melakukan pekerjaan pada masing-masing departemen. Saat ini jika dilihat dari cara kerja setiap karyawan sudah berusaha menyesuaikan dengan tuntutan standar yang diterapkan pihak hotel. Misalnya karyawan hotel berusaha melakukan pekerjaan rutin sesuai
18
dengan jadwal kerja masing-masing dengan waktu yang lebih cepat dengan hasil sesuai dengan yang diinginkan pihak hotel.
Pendidikan karyawan di hotel (lihat Tabel 6) meliputi lulusan jenjang pendidikan SMP sampai dengan Sarjana. Sebagian besar (60%) memiliki pendidikan SMA atau sederajat. Semua ditempatkan sesuai dengan bidang dan kemampuan yang dimiliki masing-masing karyawan. Saat ini hotel Le Beringin mewajibkan persyaratan untuk pendidikan yang dimiliki karyawan baru minimal SMA. Hal ini dikarenakan Hotel Le Beringin percaya bahwa dengan pendidikan SMA atau sederajat mereka memiliki potensi untuk dikembangkan. Karyawan yang belum mampunyai ijazah SMA diharuskan untuk mengambil ujian persamaan atau kejar paket. Kemudian karyawan yang mengikuti ujian persamaan tersebut diberikan pelatihan oleh pihak hotel supaya memiliki kemampuan dalam hal pemasaran, perawatan dan pembersihan hotel.
Tabel 6. Karyawan Hotel Le Beringin menurut Pendidikan Formal Tahun 2015
Pendidikan formal Persentase
SMP 10 %
SMA atau sederajat 60 %
DI 8 %
DIII 6 %
S1 8 %
Sumber: Data primer, 2015
Walaupun upaya pengembangan sudah dilakukan, namun kontribusi manager dan karyawan dalam pengambilan keputusan dan penyampaian pendapat masih kurang. Strategi dan kebijakan yang diambil oleh pihak hotel hendaknya mempertimbangkan atau melibatkan karyawan sehingga tujuan perusahaan dapat terwujud secara optimal. Pimpinan dan praktisi SDM hotel memiliki peran penting dalam mempersiapkan dan membangun SDM yang berkualitas, baik SDM yang ada dalam hotel maupun calon pekerja hotel (Humasskkmigas, 2014). Untuk bisa menjalankan peran tersebut, perlu ditetapkan standar kompetensi bagi pengelola SDM agar para pemimpin dan praktisi SDM menjadi mumpuni dalam mengemban tugas membina karyawan yang ada di Hotel Le Beringin.
Berkaitan dengan sertifikasi, dulu Hotel Le Beringin memiliki 4 karyawan di bagian resepsionis yang punya sertifikasi dimana masa berlaku sertifikasi itu 3 tahun, namun
19
sekarang tidak ada lagi karyawan yang bersertifikasi dikarenakan karyawan tersebut tidak melakukan perpanjangan atas sertifikasi yang dimiliki. Meskipun pemerintah melalui UU Pariwisata pasal 53 dan pasal 54 yang menetapkan bahwa karyawan hotel perlu memiliki sertifikasi, hotel Le Beringin belum mengikut sertakan karyawannya dalam sertifikasi karena merasa belum ada tuntutan dari pihak pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Kesiapan Hotel Le Beringin Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN
Seperti diketahui, sektor pariwisata telah menjadi salah satu sektor yang masuk dalam Mutual Recognation Arrangement (MRA) dalam kesepakatan Masyarakat Ekonomi ASEAN. Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan aturan tentang sertifikasi yang harus di miliki oleh karyawan hotel. Seperti diketahui, sampai saat ini hotel Le Beringin belum memiliki karyawan yang bersertifikasi. Sertifikasi profesi merupakan cerminan dari kualitas tenaga kerja yang diperkerjakan oleh hotel terutama ketika bersaing untuk menghadapi diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN pada akhir tahun 2015. Dengan perkataan lain, hotel Le Beringin belum siap menghadapi pemberlakuan MEA.
Sertifikasi merupakan persaingan usaha untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN agar mampu bersaing untuk meningkatkan mutu dan kualitas kemampuan karyawan hotel. Di hotel Le Beringin tidak ada karyawan yang bersertifikasi padahal Ibu Sinta selaku admin HRD beranggapan bahwa dengan memiliki sertifikasi pada setiap karyawan akan mendapatkan pengakuan dari pihak hotel Le Beringin apabila mereka sudah layak untuk bisa menjadi karyawan hotel dan dapat digunakan untuk bersaing dengan hotel-hotel lain. Hal ini sejalan dengan Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) bidang Luar Negeri Jon Masli. Menurutnya, sertifikasi dan uji kompetensi bagi SDM yang bergerak dalam bidang perhotelan penting dilakukan untuk meningkatkan daya saing di tengah ancaman masuknya SDM asing ketika Masyarakat Ekonomi ASEAN diberlakukan (Setyawan, 2014).
Pentingnya sertifikasi kompetensi untuk tenaga kerja yang bergerak dalam industri pariwisata telah diatur dalam UU Kepariwisataan Indonesia yaitu UU No. 10 Tahun 2009 yang menyebutkan Sertifikasi adalah proses pemberian sertifikasi kepada usaha dan pekerja pariwisata untuk mendukung peningkatan mutu produk pariwisata, pelayanan, dan pengelolaan kepariwisataan. Sementara itu narasumber di bagian HRD hotel Le Beringin belum memahami arti pentingnya kepemilikkan sertifikasi. Menurut Bapak Prana selaku Manager HRD dan Ibu Sinta selaku Admin HRD hotel Le Beringin, sertifikasi hanya dianggap sebagai formalitas saja dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Padahal
20
sertifikasi yang dilakukan oleh pemerintah dapat digunakan untuk mendukung eksistensi perhotelan menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN. Untuk setiap hotel yang memiliki sertifikasi misalnya hotel yang berbintang tiga maupun satu memiliki standar pelayanan yang berbeda. Sertifikasi juga bisa menjadi modal bagi hotel untuk mengubah klasifikasi tentang hotelnya. Selain sertifikasi profesi, klasifikasi hotel juga penting dalam menghadapi persaingan. Dikarenakan klasifikasi hotel dapat berfungsi agar pengunjung mengetahui kejelasan harga dan fasilitas yang dimiliki hotel. Sehingga hal tersebut dapat semakin meningkatkan kepercayaan pengunjung atas kompetensi dan pelayanan yang dimiliki setiap hotel.
Dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN, masyarakat harus menyiapkan diri untuk dapat bersaing karena fenomena yang nyata menunjukkan masih banyak karyawan yang belum tersertifikasi pada hotel Le Beringin. Persiapan yang harus dicapai seperti pengembangan sumber daya manusia dan pengakuan sertifikasi profesi. Penyiapan sumber daya manusia, hanya sesuai dengan keperluan pengembangan ekonomi dikawasan daerah Salatiga, yang saat ini masih banyak kualifikasi dan kebutuhan manusianya yang perlu ditangani secara serius. Salah satunya adalah dengan imbauan agar setiap hotel lulus sertifikasi. Hal ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah (PP) No.23 Tahun 2004, tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menjelaskan tentang sertifikasi kompetensi kerja sebagai suatu proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan objektif melalui uji kompetensi yang mengacu kepada standar kompetensi kerja nasional Indonesia atau Internasional. Sehingga upaya yang harus dilakukan Hotel Le Beringin adalah peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui sertifikasi, karena dapat digunakan untuk melihat hotel mana yang paling siap melayani setiap pengunjung agar bisa dijadikan sebagai pilihan utama para pengunjung.
Dalam menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN hotel Le Beringin meningkatkan kualitas kemampuan setiap karyawannya agar memiliki sertifikasi mulai dari pekerjaan Food & Beverage, House keeping, Front Office, dan Engineering karena berdasarkan pada Peraturan Pemerintah No.52 Tahun 2012 tentang Sertifikasi Kompetensi di Bidang Pariwisata, yang menyatakan setiap pengusaha pariwisata wajib mempekerjakan tenaga kerja yang telah memiliki Sertifikat Kompetensi di Bidang Pariwisata. Pihak pemerintah daerah akan membantu pemerintah pusat untuk melakukan sertifikasi terhadap karyawan pada hotel Le Beringin untuk meningkatkan produktivitas kerja pada setiap
21
karyawan dan dengan kepemilikan sertifikasi dari karyawan dapat meningkatkan peranan usaha perhotelan.
Strategi Hotel Meningkatkan Daya Saing
Meskipun di hotel Le Beringin belum siap menghadapi pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN, pihak hotel mendorong karyawan untuk meningkatkan daya saing dengan melakukan peningkatan pelayanan hotel dengan diberikan pelatihan dengan menggunakan metode On The Job Training yaitu mengajarkan kemampuan yang dapat dipelajari dalam beberapa hari atau minggu. Manfaat dari metode ini karyawan belajar dengan perlengkapan yang nyata dan dalam lingkungan pekerjaan atau job yang jelas. Food & Beverage menciptakan menu baru dan memiliki kreatifitas supaya menyediakan dan melayani sesuai keinginan pengunjung. House Keeping dilatih kompetensi kejujuran dan dapat mengelola serta mengatur SDM seperti menyediakan dan menjaga kebersihan kamar tamu. Front Office berbahasa dan komunikasi yang bagus agar dapat menjalin relasi dengan pengunjung seperti pengalokasian kamar tamu. Engineering ketelitian dalam mengoperasikan dan merawat semua peralatan hotel. Menghadapi persaingan dalam pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN keunggulan kualitas layanan hotel diharapkan mampu menarik pengunjung untuk kembali memiliki kecenderungan melakukan pembelian ulang terhadap pelayanan dari pihak hotel. Disamping kualitas pelayanan yang baik, fasilitas juga turut berperan dalam menjaring pengunjung. Fasilitas merupakan sarana yang sifatnya mempermudah pengunjung untuk melakukan suatu aktivitas. Para pengunjung biasanya mempertimbangkan banyak faktor untuk memilih jasa pelayanan perhotelan. Fasilitas menjadi salah satu pertimbangan pengunjung dalam menentukan pilihan. Pada tingkat harga yang sama, semakin lengkap fasilitas yang disediakan pihak hotel Le Beringin, maka akan semakin puas pengunjung dan akan terus memilih perusahaan tersebut sebagai prioritas berdasarkan persepsi yang mereka peroleh terhadap fasilitas yang tersedia.
Tingkat persaingan hotel di Salatiga yang dimana kota ini terdapat kira-kira 18 hotel baik kelompok hotel berbintang 1 sampai berbintang 4, mengenai penilaian kualitas fasilitas hotel, mutu pelayanan dan harga/tarif hotel dapat mempengaruhi tingkat kepuasaan tamu yang menginap di hotel. Pengusaha hotel pada dasarnya memperhatikan ketiga faktor tersebut apabila ingin agar usahanya dalam menyediakan jasa hotel tetap dapat bertahan dan berkembang. Penilaian tamu mengenai kualitas fasilitas hotel dari segi keadaan bangunan hotel secara keseluruhan, kelengkapan fasilitas kamar, kebersihan dan kerapian kamar,
22
kondisi kebaikan fasilitas kamar serta kemudahan dalam menggunakan fasilitas tambahan. Kondisi fisik hotel yang menarik dan baik dapat berpengaruh terhadap penilaian tamu akan keadaan hotel secara keseluruhan. Pendapat tamu hotel mengenai kualitas pelayanan Hotel Le Beringin Salatiga akan berpengaruh terhadap pembelian ulang jasa pelayanan hotel tersebut. Pelayanan merupakan pemberian jasa kepada pengunjung seseuai dengan kebutuhannya. Hotel Le Beringin lebih memilih harga bersaing daripada menetapkan harga yang tinggi dari hotel-hotel lain karena harga sangat mempengaruhi dalam menarik kedatangan pengunjung ke hotel.
Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN, kemampuan Sumber Daya Manusia dan daya saing Indonesia perlu diperkuat. Masyarakat Indonesia dituntut untuk mengembangkan keterampilan dan keahliannya agar siap menghadapi pasar bebas agar dapat bersaing di ASEAN. Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN menuntut perusahaan untuk mempersiapkan perusahaan dalam rangka meningkatkan daya saing yang mereka miliki agar mampu berkompetisi dengan negara ASEAN lainnya. Kualitas Sumber Daya Manusia saat ini memang masih belum bisa seperti yang diharapkan. Apalagi kualitas SDM sangat berkaitan erat dengan daya saing, khususnya dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Maka peningkatan kualitas SDM di Hotel Le Beringin terus dilakukan untuk karyawan agar semakin profesional dalam melayani tamu yang menginap di hotel.
Dapat dikatakan bahwa persaingan dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN tidak hanya