• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

K. Hasil Penelitian 1. Deskripsi per siklus

Pada awal proses belajar mengajar diadakan pre-test dan pada akhir proses belajar mengajar diadakan post-test, tujuannya adalah untuk mengetahui sejauhmana pemahaman siswa terhadap materi. Dari kegiatan pre test dan post test pada siklus I diperoleh tabel sebagai berikut:

Tabel:6

Hasil Pre-Test dan Post-Test Siklus I

No Nama Hasil

Rata-rata Ketuntasan Pretest Posttest

1 Ananda Ratna C. 60 80 75 Tuntas

2 Fani Tri Widodo 60 80 75 Tuntas

3 Galang Oki S. 60 60 60 Tidak Tuntas

4 Anugrah Sena P. 60 60 60 Tidak Tuntas

5 Reskhi Hayati 60 60 60 Tidak Tuntas

6 Bagas Sena P. 70 60 65 Tidak Tuntas

7 Zaky Kardino P. 60 60 60 Tidak Tuntas

JUMLAH 430 460 455

RATA-RATA 61,43 65,71 64

Berdasarkan data tersebut dapat diketahui prosentase ketuntasan belajar yaitu :

P = St/n x 100% P = 2/7 x 100%

lxxxvi P = 28,57 %

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa tingkat pemahaman siswa terhadap materi masih kurang. Hal ini tampak dari hasil yang diperoleh pada siklus I. Hasil yang di peroleh pada siklus I belum mencapai indikator yang di harapkan, maka perlu dilaksanakan siklus selanjutnya yaitu siklus II.

Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan dalam pelaksanaan siklus I terdapat beberapa hal yang harus direfleksikan, yaitu:

g. Dalam proses pembelajaran berlangsung sebagian besar siswa masih berbicara dengan temannya sehingga perhatian terhadap pembelajaran belum maksimal.

h. Selama proses pembelajaran berlangsung sebagian besar siswa belum aktif dalam mengikuti pembelajaran.

i. Selama proses pembelajaran berlangsung sebagian besar siswa belum dapat menyebutkan waktu sholat dengan benar.

j. Sebagian besar siswa belum mampu menghafalkan bacaan niat sholat beserta artinya.

k. Guru masih kurang efektif dalam mengelola kelas.

l. Guru belum maksimal dalam memberikan motivasi terhadap siswa ketika proses pembelajaran berlangsung.

Dari kegiatan pre-test dan post-test pada siklus II diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel:7

lxxxvii No Nama Hasil Rata-rata Ketuntasan Pretest Posttest

1 Ananda Ratna C. 60 70 65 Tidak Tuntas

2 Fani Tri Widodo 60 80 70 Tuntas

3 Galang Oki S. 70 80 75 Tuntas

4 Anugrah Sena P. 70 70 70 Tuntas

5 Reskhi Hayati 70 60 65 Tidak Tuntas

6 Bagas Sena P. 70 90 80 Tuntas

7 Zaky Kardino P. 70 60 65 Tidak Tuntas

JUMLAH 470 510 490

RATA-RATA 67,14 72,86 70

Berdasarkan data tersebut dapat diketahui prosentase ketuntasan belajar yaitu :

P = St / n x 100%

P = 4 / 7 x 100% = 57, 14 %

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa tingkat pemahaman siswa terhadap materi mengalami peningkatan. Hal ini tampak dari hasil yang diperoleh pada siklus II. Namun hasil yang dicapai pada siklus II belum mencapai indikator yang diharapkan, maka perlu dilaksanakan siklus selanjutnya yaitu siklus III .

Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan dalam pelaksanaan siklus II terdapat beberapa hal yang harus direfleksikan yaitu:

d. Selama proses pembelajaran melaksanakan sholat fardhu berlangsung belum semua siswa dapat menyebutkan gerakan dalam sholat secara urut.

lxxxviii

e. Kemampuan siswa menyebutkan secara urut gerakan dalam sholat yang di demonstrasikan dalam pembelajaran belum semuanya mencapai hasil yang memuaskan.

f. Selama proses pembelajaran sebagian besar siswa belum mampu menghafalkan bacaan dalam sholat dengan baik.

Meskipun demikian, pembelajaran ini telah menunjukkan peningkatan yaitu dalam hal:

d. Perhatian siswa dalam pembelajaran mengalami peningkatan e. Keaktifan dalam pembelajaran tampak meningkat

f. Sebagian besar siswa dapat membaca bacaan sholat dengan baik

Dari kegiatan pre-test dan post-test pada siklus III diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel:8

Hasil Pre-Test dan Post-Test Siklus III

No Nama Hasil

Rata-rata Ketuntasan Pretest Posttest

1 Ananda Ratna C. 70 80 75 Tuntas

2 Fani Tri Widodo 80 80 80 Tuntas

3 Galang Oki S. 80 80 80 Tuntas

4 Anugrah Sena P. 70 80 75 Tuntas

5 Reskhi Hayati 80 80 80 Tuntas

lxxxix

7 Zaky Kardino P. 60 70 65 Tidak Tuntas

JUMLAH 510 540 525

RATA-RATA 72,86 77,14 75

Berdasarkan data tersebut dapat diketahui prosentase ketuntasan belajar yaitu:

P = St / n x100% P = 6 / 7 x 100% P = 85, 71 %

Dari tabel di atas dapat diketahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi baik. Hal ini nampak dari hasil yang diperoleh pada siklus III. Pada siklus III hasil yang dicapai sudah mencapai indikator yang diharapkan maka tidak perlu dilaksanakan siklus selanjutnya.

Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan dalam pelaksanaan siklus III diperoleh:

f. Selama proses pembelajaran melaksanakan pembelajaran dengan mengacu pada RPP yang sudah disusun.

g. Guru berhasil dalam meningkatkan perhatian dan keaktifan siswa dalam belajar, hal ini terlihat dari antusias siswa dalam mengikuti kegiatan belajar dengan metode demonstrasi.

h. Kekurangan yang terjadi pada pembelajaran siklus berikutnya dapat diatasi.

i. Terjadinya peningkatan pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan dengan meningkatnya nilai yang diperoleh.

xc

j. Walaupun ketuntasan belajar secara klasikal belum tercapai 100%, peneliti tidak melanjutkan pada siklus selanjutnya karena ketuntasan belajar yang ditargetkan sudah tercapai. Sedangkan siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar akan diberikan pengayaan serta memberi solusi sendiri.

L. Pembahasan

Ketuntasan hasil belajar siswa dalam materi pembelajaran shalat fardhu dengan metode demonstrasi memiliki dampak positif terhadap peningkatan pemahaman siswa. Hal ini dapat dilihat dari semakin meningkatnya penguasaan terhadap materi yang disampaikan guruyaitu ketuntasan belajar meningkat dari siklus 1, siklus II dan siklus III.

1. Siklus I

Berdasarkan hasil analisis data pada siklus I, menunjukkan masih banyak kekurangan dimana guru belum mampu memotivasi siswa secara maksimal, sehingga perhatian dan keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar di kelas masih kurang.

Pengolahan data menunjukkan bahwa indikator yang diharapkan belum tercapai. Tingkat ketuntasan siswa hanya sebesar 28, 57 % atau baru 2 siswa dari 7 siswa kelas III yang mencapai nilai ketuntasan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakberhasilan pada siklus I antara lain masih banyak siswa yang berbicara dengan temannya saat guru menyampaikan materi sehingga perhatian siswa terhadap pembelajaran

xci

tidak maksimal. Akibatnya siswa mengalami kesulitan saat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Selain itu guru juga kurang efektif dalam mengelola kelas sehingga suasana belajar di kelas terkesan kurang menarik minat siswa. Faktor-faktor tersebut menyebabkan siswa kurang memahami materi yang disampaikan.

2. Siklus II

Pada pelaksanaan siklus II menunjukkan bahwa pengunaan metode demonstrasi pada proses belajar mengajar Pendidikan Agama Islam dapat meningkatkan pemahaman siswa. Hal ini terlihat dari hasil pengolahan data yang menunjukkan peningkatan prosentase ketuntasan belajar menjadi 57,14% atau sebanyak 4 siswa dari 7 siswa kelas III, meskipun belum mampu mencapai indikator yang diharapakan. Dalam pelaksanaan siklus II perhatian dan keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar di kelas meningkat. Hal ini berpengaruh terhadap penyerapan siswa terhadap materi yang disampaikan oleh guru.

3. Siklus III

Berdasarkan hasil analisis data pada siklus III aktivitas pembelajaran siswa sudah mengalami peningkatan baik kuantitas maupun kualitasnya. Hampir semua siswa dapat mengikuti dan terlibat dalam pembelajaran, hal ini berdampak pada peningkatan pemahaman siswa terhadap materi. Pada siklus III sebagian besar siswa sudah mencapai nilai ketuntasan belajar dengan KKM 70. Namun demikian ketuntasan belajar

xcii

belum mencapai 100%. Dari data yang ada ketuntasan belajar sebesar 85,71% yaitu sebanyak 6 siswa dari 7 siswa kelas III. Dengan demikian masih ada 1 siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar. Dengan hasil ini peneliti tidak perlu melanjutkan ke siklus berikutnya, karena pada pelaksanaan siklus III telah mencapai hasil yang diharapkan. Sedangkan siswa yang belum mencapai ketuntasan akan diberi tugas individu. Hal ini dikarenakan siswa tersebut adalah siswa baru sehingga masih dalam masa penyesuaian terhadap lingkungan yang masih baru.

xciii BAB V PENUTUP

M. Kesimpulan

Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan selama tiga siklus, dan berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan metode demonstrasi dapat mendukung peningkatan pemahaman siswa kelas III SD Negeri Wates 5, Wates, Kota Magelang . Pada siklus I presentase ketuntasan belajar siswa sebesar 28, 57 % dengan nilai rata-rata 65. Pada siklus II presentase ketuntasan belajar siswa sebesar 57, 14 % dengan nilai rata-rata 70. Terjadi peningkatan sebesar 26, 57 %. Dibandingkan siklus I dengan siklus II . Hal ini dikarenakan pada siklus II dari hasil observasi menunjukkan perhatian siswa dalam pembelajaran mengalami peningkatan serta mulai muncul keaktifan siswa dalam pembelajaran. Pada siklus III presentase ketuntasan belajar siswa sebesar 85, 71 % dengan nilai rata-rata 75. Terjadi peningkatan sebesar 28, 57 %. Hal ini dikarenakan pada siklus III dari hasil observasi menunjukkan aktivitas pembelajaran mengalami peningkatan, hampir semua siswa dapat mengikuti dan terlibat dalam pembelajaran dengan metode demonstrasi. Sehingga berdampak pada peningkatan pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan.

xciv

1. Hendaknya guru mempersiapkan diri sebelum mengajar, karena dengan persiapan yang matang akan memotivasi siswa untuk lebih memperhatikan terhadap materi yang disampaikan.

2. Kepada pihak sekolah untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran yang lebih berorientasi pada kegiatan siswa untuk aktif dengan menyediakan peralatan yang dibutuhkan (media yang di perlukan).

3. Kepada orang tua untuk ikut mengawasi dan memotivasi putra–putrinya sehingga dapat membantu dalam meningkatkan kemampuan belajar siswa.

xcv

Dokumen terkait