• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Hasil Penelitian

2. Hasil Penelitian di SDN Wonosari I

Hasil wawancara kepada siswa OM pada tanggal 8 April 2016 terkait pandangan siswa tentang disiplin yaitu disiplin mematuhi peraturan. Hal senada juga disampaikan dalam wawancara kepada siswa IS dan ND pada tanggal 8 April 2016 terkait pandangan siswa tentang disiplin yaitu disiplin mematuhi peraturan. Berdasarkan

triangulasi sumber, maka pandangan siswa tentang disiplin yaitu disiplin mematuhi peraturan.

b. Penanaman Sikap Disiplin melalui Proses Pembelajaran 1) Perencanaan Pembelajaran

Hasil wawancara kepada kepala sekolah pada tanggal 9 Februari 2016 bahwa sikap disiplin dikembangkan melalui silabus dengan cara memodifikasi penanaman disiplin pada indikator dari KD yang relevan menjadi langkah pembelajaran dalam RPP. Pernyataan tersebut diperkuat dengan hasil wawancara kepada guru IM pada tanggal 21 Januari 2016 yaitu guru mengembangkan silabus dan RPP yaitu memodifikasi penanaman disiplin pada indikator dari kompetensi dasar yang relevan pada setiap muatan. Selain itu, guru M melalui pada tanggal 29 Januari 2016 menyebutkan bahwa penanaman sikap disiplin dalam perencanaan pembelajaran yaitu melalui penyesuaian dengan materi ajar.

Hasil wawancara tersebut didukung dengan hasil dokumentasi yaitu RPP yang disusun oleh guru kelas IC SDN Wonosari I. Hasil dokumentasi menunjukkan termuatnya penanaman sikap disiplin yaitu dalam kompetensi inti (KI), kompetensi dasar (KD), dan indikator. RPP kelas I semester 2 tema “Pengalamanku” subtema “Pengalaman di Sekolah” pembelajaran ke-2 memuat penanaman sikap disiplin yang disajikan dalam tabel berikut.

Tabel 3. Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, dan Indikator dalam RPP Kelas I Semester 2 Tema “Pengalamanku” Subtema “Pengalaman di Sekolah” Pembelajaran ke-2 yang Memuat Penanaman Sikap Disiplin

Kompetensi Inti

2 Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman dan guru.

Kompetensi Dasar Indikator

PPKn

2.1 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru sebagai perwujudan nilai dan moral Pancasila. PPKn 2.1.1 Saling menyayangi, mau berbagi, disiplin, dan bertanggung jawab. Matematika

2.1 Menunjukkan sikap cermat dan teliti, tertib dan mengikuti aturan, peduli, disiplin waktu, serta tidak mudah menyerah dalam

mengerjakan tugas.

Matematika

2.1.1 Cermat, disiplin, dan tidak mudah menyerah.

Berdasarkan triangulasi sumber terhadap hasil wawancara dan didukung dengan hasil dokumentasi, dapat diketahui bahwa penanaman sikap disiplin telah direncanakan dalam pembelajaran yaitu termuat di RPP. Penanaman sikap disiplin ditunjukkan pada KI 2 (sikap sosial), KD 2 (sikap sosial) muatan Matematika dan PPKn, serta indikator-indikatornya. KI, KD, dan indikatora yang dicantumkan secara eksplisit memuat sikap disiplin.

2) Pelaksanaan Pembelajaran

Hasil wawancara kepada kepala sekolah pada tanggal 9 Februari 2016, penanaman sikap disiplin terintegrasi dalam proses pembelajaran. Guru melakukan pengamatan sikap disiplin pada

siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Adapun fokus pengamatan guru yaitu bergantian dengan sikap yang lain dengan menggunakan instrumen berupa checklist. Walaupun demikian, penanaman sikap disiplin tetap dilaksanakan setiap saat.

Hal senada juga disampaikan oleh guru IM melalui wawancara pada tanggal 21 Januari 2016 bahwa penanaman sikap disiplin dilakukan dalam pelaksanaan langkah-langkah pembelajaran. Pernyataan kepala sekolah bahwa penanaman sikap disiplin dilakukan setiap saat didukung dengan hasil wawancara kepada guru M pada tanggal 29 Januari 2016. Guru membiasakan siswa untuk disiplin masuk kelas sebelum bel berbunyi. Selain itu, siswa dibiasakan untuk melaksanakan tata urutan presentasi di kelas.

Hasil wawancara tersebut diperiksa dengan hasil dokumentasi terhadap RPP yang disusun guru. Hasil dokumentasi menunjukkan bahwa penanaman sikap disiplin dalam pelaksanaan pembelajaran termuat dalam langkah-langkah pembelajaran. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu siswa dapat mengenallambang sila kedua Pancasila, menyimak bacaan dan menceritakan kembali isi bacaan, dan melakukan operasi pengurangan bilangan. Adapun langkah-langkah pembelajaran yang tercantum di dalam RPP secara garis besar adalah siswa dan guru membaca teks bacaan tentang berbagi dan mempelajari pengurangan

dengan menghitung mundur dan konsep nilai tempat dengan bantuan lidi.

Hasil wawancara dan dokumentasi tersebut diperiksan dengan hasil observasi. Hasil observasi pelaksanaan pembelajaran pada tanggal 19 Januari 2016 di kelas IC yaitu guru dan siswa telah bersiap di dalam kelas pukul 07.35 WIB setelah melaksanakan kegiatan jam ke-0. Guru IM menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu pengurangan dan sikap berbagi. Siswa mempelajari pengurangan dengan berhitung mundur (40, ..., 30). Siswa yang akan mempraktikkan pengurangan dengan berhitung mundur diminta untuk berbaris ke belakang papan. Siswa lalu mempelajari pengurangan dengan menggunakan lidi.

Hasil observasi ke-3 (19 Januari 2016) menunjukkan penanaman sikap disiplin di kelas VIC yaitu guru dan siswa masuk kelas kembali pukul 09.40 setelah beristirahat. Siswa melakukan presentasi tugas kelompok dengan dimoderatori oleh guru. Siswa melaksanakan presentasi dengan tertib sesuai tata urutan presentasi dan tata urutan memberikan tanggapan. Tata urutan presentasi meliputi pembukaan, pengenalan nama kelompok, pengenalan anggota kelompok, penyajian materi, dan penutup. Tata urutan memberikan tanggapan meliputi mengangkat tangan terlebih dahulu dan menunggu hingga dipersilahkan oleh guru.

Hasil wawancara kepada siswa OM pada tanggal 8 April 2016 terkait perasaan siswa ketika mengikuti pembelajaran dengan disiplin adalah senang. Hal senada juga diungkapkan oleh siswa IS dan ND pada tanggal 8 April 2016 yang menyatakan bahwa siswa merasa senang mengikuti kegiatan pembelajaran.

Penanaman sikap disiplin dalam pelaksanaan pembelajaran terkait dengan pelaksanaan unsur-unsur disiplin yaitu peraturan, hukuman, dan penghargaan. Hasil wawancara kepada kepala sekolah pada tanggal 9 Februari 2016 yaitu setiap kelas mempunyai peraturan yang berbeda-beda sesuai kesepakatan yang dibuat pada awal tahun ajaran. Peraturan tersebut disosialisasikan dan ditempel di kelas. Hal senada juga disampaikan oleh guru M melalui wawancara pada tanggal 29 Januari 2016. Setiap awal tahun ajaran, guru dan siswa membuat kesepakatan tata tertib kelas yang mengatur hal-hal yang belum diatur dalam tata tertib sekolah atau penjabaran dari tata tertib sekolah. Pernyataan tersebut didukung dengan hasil wawancara kepada guru IM pada tanggal 21 Januari 2016 bahwa orang tua siswa terlibat dalam pembuatan tata tertib di kelas IC yaitu ketika forum kelas di awal tahun ajaran. Adapun hasil wawancara kepada siswa OM pada tanggal 21 Januari 2016 menunjukkan contoh dari peraturan kelas yaitu jika siswa membeli jajanan makanan maka diminta memakannya di luar kelas. Peraturan di kelas menurut siswa IS melalui wawancara pada tanggal 19 Januari 2016

yaitu jika siswa tidak piket maka didenda Rp5.000,00 dan jika siswa tidak mengerjakan PR, maka PRnya ditambah.

Hasil wawancara tersebut dibuktikan dengan hasil observasi ke-2 (19 Januari 2016) yang menunjukkan peraturan kelas IC tertempel di dinding kelas. Selain itu, bukti penguat didapatkan melalui dokumentasi terhadap peraturan kelas IC. Hasil dokumentasi menunjukkan peraturan di kelas IC mengatur kewajiban dan larangan bagi siswa.

Pemberian hukuman disampaikan oleh kepala sekolah melalui wawancara pada tanggal 9 Februari 2016 yaitu hukuman yang diberikan jika membuang sampah sembarangan adalah dikenakan denda atau masuk pada poin pelanggaran, dan siswa yang terlambat harus mengisi daftar siswa yang datang terlambat. Pernyataan tersebut didukung dengan hasil wawancara kepada guru IM pada tanggal 21 Januari 2016 yaitu guru akan menegur siswa yang tidak disiplin. Apabila teguran sudah berulang kali dan diabaikan, guru akan memanggil orang tua siswa untuk sharing.

Hasil wawancara tersebut didukung dengan hasil observasi ke-2 (19 Januari 2016) dan ke-7 (4 Februari 2016) yaitu guru mengingatkan siswa dan membimbing siswa yang tidak disiplin. Pada observasi ke-2, siswa-siswa kelas IC diminta untuk membaca nyaring teks bacaan yang terdapat di buku siswa. Terdapat seorang siswa yang tidak ikut membaca. Guru lalu mendekati siswa tersebut

dan mengingatkan untuk ikut membaca. Pada observasi ke-7, siswa- siswa kelas IC diminta untuk membuat prakarya secara berkelompok. Terdapat seorang siswa yang berdiam dan tidak ikut membuat prakarya. Guru mendekati siswa tersebut dan mengingatkannya untuk ikut mengerjakan tugas. Hal tersebut menunjukkan bentuk peringatan yang diberikan seara verbal.

Hasil wawancara kepada siswa OM pada tanggal 8 April 2016 terkait perasaan siswa ketika mendapat hukuman karena bersikap tidak disiplin dalam kegiatan pembelajaran adalah tidak suka. Hal senada juga disampaikan oleh siswa IS pada tanggal 8 April 2016 bahwa siswa merasa malu jika dihukum. Selain itu, siswa ND pada tanggal 8 April 2016 menyampaikan bahwa siswa merasa menyesal jika mendapatkan hukuman.

Penghargaan yang diberikan menurut guru IM melalui wawancara pada tanggal 21 Januari 2016 yaitu berupa bintang. Pemberian penghargaan juga disampaikan oleh guru M melalui wawancara pada tanggal 29 Januari 2016 yaitu penghargaan yang diberikan dalam proses pembelajaran adalah tepuk salut dan hadiah kepada siswa yang nilainya maksimal. Pemberian hadiah tersebut merupakan kesepakatan guru dan siswa di kelas VIC. Kepala sekolah melalui wawancara pada tanggal 9 Februari 2016 menyebutkan bahwa penghargaan yang diberikan berupa nilai sikap kedisiplinan.

Pemberian penghargaan dibuktikan dengan hasil observasi ke-3 (19 Januari 2016) siswa kelas VIC memberikan tepuk salut bagi siswa yang melakukan presentasi dengan tertib. Bentuk penghargaan diberikan di kelas IC nampak dalam hasil observasi ke-7 (4 Februari 2016) yaitu siswa diberikan kesempatan untuk menyanyi di depan kelas sebagai hadiah karena telah berhasil menyelesaikan tugas sesuai instruksi guru.

Hasil wawancara kepada siswa OM terkait pada tanggal 8 April 2016 perasaan siswa ketika mendapat penghargaan karena bersikap disiplin adalah gembira. Hal senada juga disampaikan oleh siswa IS pada tanggal 8 April 2016 bahwa siswa merasa bangga jika mendapatkan penghargaan. Selain itu, siswa VN pada tanggal 8 April 2016 menyampaikan bahwa siswa merasa senang jika mendapatkan penghargaan karena bersikap disiplin dalam kegiatan pembelajaran.

Berdasarkan data-data yang disajikan, dapat diketahui bahwa penanaman sikap disiplin dalam pelaksanaan pembelajaran yaitu pembiasaan masuk kelas tepat waktu, melaksanakan tata urutan presentasi, dan pelaksanaan langkah-langkah pembelajaran dan materi ajar yang memuat penanaman sikap disiplin yaitu aturan melakukan operasi pengurangan bilangan. Siswa merasa senang mengikuti pembelajaran dengan disiplin. Penanaman sikap disiplin dilakukan dengan penerapan peraturan kelas dalam pelaksanaan

pembelajaran yang disusun berdasarkan kesepakatan warga kelas. Peraturan kelas dipasang di dinding kelas. Penerapan peraturan terkait dengan pemberian hukuman dan penghargaan. Hukuman yang diberikan berupa peringatan verbal, pemberian denda, penambahan PR, pemberian poin pelanggaran, atau pemanggilan orang tua siswa untuk sharing. Siswa merasa sedih, malu, dan menyesal ketika mendapatkan hukuman. Adapun penghargaan yang diberikan untuk siswa yang bersikap disiplin adalah tepuk salut, hadiah kepada siswa yang mendapat nilai maksimal, dan kesempatan untuk bernyanyi di depan kelas. Siswa merasa senang dan bangga ketika mendapatkan penghargaan.

3) Evaluasi Pembelajaran

Berdasarkan hasil wawancara kepada guru IM tanggal 21 Januari 2016, guru melakukan pengamatan dengan instrumen checklist sesuai nilai sikap pada pembelajaran dan dirangkum dalam jurnal harian. Guru M melalui wawancara pada tanggal 29 Januari 2016 menyampaikan bahwa penanaman sikap disiplin dalam pembelajaran berkaitan dengan waktu pengerjaan soal. Pernyataan tersebut didukung dengan hasil wawancara kepada kepala sekolah pada tanggal 9 Februari 2016 yaitu adanya pakta integritas dan instruksi dalam evaluasi pembelajaran. Contohnya “Kerjakan selama 2 jam atau 120 menit!” maka siswa harus berhenti mengerjakan soal sesuai waktu yang tertera.

Hasil wawancara tersebut diperiksa dengan hasil dokumentasi terhadap RPP yang disusun guru. Hasil dokumentasi menunjukkan bahwa evaluasi pembelajaran yang dicantumkan dalam RPP yaitu penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penilaian sikap yang dimuat meliputi percaya diri, santun, bekerja sama. Penilaian sikap tidak memuat sikap disiplin. Penilaian pengetahuan yang dimuat meliputi mengidentifikasi simbol kedua sila Pancasila (PPKn KD 3.1), dan menjawab pertanyaan berdasarkan teks bahasa lisan (Bahasa Indonesia KD 3.4). Penilaian keterampilan yang dimuat adalah menceritakan pengalaman berbagi.

Hasil wawancara dan dokumentasi tersebut diperiksa dengan hasil observasi ke-2 (19 Januari 2016). Hasil observasi menunjukkan bahwa siswa mengerjakan soal evaluasi dengan tertib. Guru dan siswa lalu membahas jawaban soal evaluasi dengan presentasi dari perwakilan siswa. Setelah itu, siswa mengumpulkan hasil pengerjaan soal dengan tertib. Hasil observasi ke-2 (19 Januari 2016) dan ke-7 (4 Februari 2016) menunjukkan bahwa guru memberitahu siswa jumlah minimal produk yang harus dibuat dan mengisntruksikan waktu untuk mengerjakan tugas.

Berdasarkan triangulasi teknik terhadap hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi, dapat diketahui bahwa pelaksanaan evaluasi pembelajaran tidak mengakomodasi penilaian sikap disiplin.

Penanaman sikap disiplin dikaitkan dengan ketepatan waktu dan instruksi ketika mengerjakan soal.

c. Penanaman Sikap Disiplin melalui Budaya Sekolah 1) Kegiatan Rutin

Hasil wawancara kepada kepala sekolah pada tanggal 9 Februari 2016, SDN Wonosari I melakukan penanaman sikap disiplin dalam budaya sekolah, yaitu Sepuluh Menit untuk Lingkungan dan Taman Sekolah (Semutlis) pukul 06.50 dan kegiatan jam ke-0. Kegiatan jam ke-0 dilaksanakan pukul 07.00 hingga 07.35, meliputi menyanyikan lagu Indonesia Raya, kegiatan keagamaan, dan budaya baca. Kepala sekolah menjelaskan bahwa waktu kedatangan di sekolah dan sikap sempurna dalam menyanyikan lagu Indonesia termasuk kedisiplinan. Kegiatan keagamaan dilaksanakan terpisah yaitu siswa yang beragama Islam tinggal di dalam kelas dan berdoa serta membaca surat-surat Al- Qur’an. Sedangkan siswa yang tidak beragama Islam berdo’a di ruang agama Kristiani. Budaya baca merupakan kegiatan membaca bacaan selain teks bacaan pembelajaran selama 15 menit terakhir pada jam ke-0. Pernyataan tersebut juga disampaikan oleh guru IM dan siswa OM melalui wawancara pada tanggal 21 Januari 2016, siswa IS melalui wawancara pada tanggal 22 Januari 2016, serta guru M melalui wawancara pada tanggal 29 Januari 2016. Guru M

menambahkan bahwa upacara bendera termasuk kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap hari Senin.

Hasil wawancara tersebut didukung dengan hasil dokumentasi terhadap jadwal sekolah. Jadwal sekolah menunjukkan kegiatan Semutlis dilaksanakan pada pukul 06.50-07.00 setiap hari Senin sampai dengan Jumat. Upacara bendera dilaksanakan pukul 07.00-07.35 pada hari Senin. Menyanyikan lagu Indonesia Raya, kegiatan keagamaan, dan membaca buku dilaksanakan pukul 07.00- 07.35 setiap hari Selasa sampai dengan Jumat. Menyanyikan lagu Indonesia Raya pukul 06.50-07.00 pada hari Sabtu.

Hasil wawancara dan dokumentasi tersebut diperkuat dengan hasil observasi observasi ke-1 (19 Januari 2016) dan ke-4 (29 Januari 2016) yang menunjukkan bahwa siswa dan guru melakukan kegiatan jam ke-0, menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan berdiri dan sikap siap dan melakukan kegiatan keagamaan, membaca buku, dan dilanjutkan refleksi. Hasil observasi pada tanggal 1 Februari 2016 menunjukkan bahwa upacara bendera dilaksanakan pukul 07.00 hingga 07.35.

Hasil wawancara kepada siswa OM pada tanggal 8 April 2016 terkait perasaan siswa ketika mengikuti kegiatan rutin untuk menanamkan sikap disiplin adalah senang. Hal senada juga disampaikan oleh siswa IS dan ND pada tanggal 8 April 2016 bahwa siswa merasa senang mengikuti kegiatan rutin Semutlis dan jam ke-

0. Siswa ND juga menyampaikan bahwa siswa mengikuti kegiatan tanpa rasa terpaksa.

Berdasarkan hasil wawancara, dokumentasi, dan observasi, dapat diketahui bahwa penanaman sikap disiplin melalui kegiatan rutin yaitu Semutlis pukul 06.50-07.00, kegiatan jam ke-0 pukul 07.00-07.35 pada hari Selasa sampai dengan Jumat, dan upacara bendera pada hari Senin. Kegiatan jam ke-0 yaitu menyanyikan lagu Indonesia Raya, kegiatan keagamaan, dan membaca buku. Siswa merasa senang mengikuti kegiatan rutin untuk menanamkan sikap disiplin.

2) Kegiatan Spontan

Hasil wawancara kepada guru M pada tanggal 29 Januari 2016 menunjukkan bahwa kegiatan spontan yang dilakukan guru yaitu menegur siswa yang tidak mematuhi aturan, seperti makan sambil berjalan, makan memakai tangan kiri, dan membuang sampah tidak di tempat sampah. Hal senada juga terdapat dalam hasil wawancara kepada kepala sekolah pada tanggal 9 Februari 2016 yaitu kegiatan spontan seperti membuang sampah pada tempat sampah. Pernyataan tersebut juga didukung dengan hasil wawancara kepada siswa OM pada tanggal 21 Januari 2016 yaitu guru mengingatkan siswa yang makan sambil berjalan. Hasil wawancara tersebut sesuai dengan pernyataan dari siswa IS melalui wawancara

pada tanggal 22 Januari 2016 yaitu guru menegur siswa yang tidak disiplin.

Hasil wawancara tersebut didukung dengan hasil dokumentasi terhadap peraturan sekolah. Hasil dokumentasi menunjukkan bahwa terdapat kewajiban bagi siswa untuk bersikap sopan, santun, jujur, disiplin, kreatif, serta selalu meningkatkan kualitas pribadinya. Selain itu terdapat aturan yang menyatakan bahwa siswa wajib melaksanakan 7K (Keamanan, Ketertiban, Kebersihan, Keindahan, Kekeluargaan, Kerindangan, dan Kesehatan).

Hasil wawancara dan dokumentasi tersebut diperiksa dengan hasil observasi ke-7 (4 Februari 2016) menunjukkan bahwa kepala sekolah dan guru memberikan informasi terkait adanya berita siswa SD keracunan makanan. Guru dan kepala sekolah mengingatkan siswa agar memilih jajanan makanan sehat. Hasil observasi ke-3 (19 Januari 2016) menunjukkan penanaman sikap disiplin yaitu guru mengingatkan siswa yang ingin menjawab agar mengangkat tangan kanannya.

Hasil wawancara kepada siswa OM pada tanggal 8 April 2016 terkait perasaan siswa ketika mendapat teguran karena bersikap tidak disiplin adalah tidak suka. Hal senada juga disampaikan oleh siswa IS pada tanggal 8 April 2016 bahwa siswa merasa malu jika

dihukum. Siswa ND pada tanggal 8 April 2016 juga menyampaikan bahwa siswa merasa menyesal jika mendapatkan hukuman.

Berdasarkan hasil wawancara, dokumentasi, dan observasi, dapat diketahui bahwa kegiatan spontan di SDN Wonosari I untuk menanamkan sikap disiplin yaitu guru menegur siswa yang tidak mematuhi peraturan sekolah misalnya mengangkat tangan kiri ketika akan memberikan tanggapan. Selain itu kegiatan spontan juga dilakukan guru dengan mengingatkan siswa sebagai respon terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi. Siswa merasa malu dan menyesal ketika mendapat teguran dari guru.

3) Keteladanan

Hasil wawancara kepada kepala sekolah pada tanggal 9 Februari 2016 yaitu guru berkewajiban untuk bersikap yang dapat diteladani oleh siswa. Keteladanan kepala sekolah dan guru dapat diperiksa dari waktu kedatangan dan pulang yang tertera dalam daftar hadir dan penggunaan seragam sesuai aturan. Hasil wawancara kepada guru M pada tanggal 29 Januari 2016 yaitu guru terlibat aktif dalam kegiatan sekolah. Pernyataan tersebut didukung dengan hasil wawancara kepada guru IM dan siswa OM pada tanggal 21 Januari 2016 yaitu guru terlibat dalam kegiatan Semutlis dan jam ke-0.

Hasil dokumentasi terhadap presensi kepala sekolah menguatkan keteladanan dari kepala sekolah dan guru untuk hadir

tepat waktu di sekolah. Berikut ini dokumentasi presensi kepala sekolah dan guru.

Gambar 6. Presensi Kepala Sekolah dan Guru (sumber: dokumentasi penelitian)

Keteladanan guru dan kepala sekolah diperkuat dengan hasil observasi ke-1 (19 Januari 2016), ke-6 (1 Februari 2016), dan ke-9 (9 Februari 2016) yang menunjukkan bahwa guru dan kepala sekolah terlibat dalam Semutlis, menyanyikan Indonesia Raya, kegiatan keagamaan, membaca buku, dan upacara bendera.

Berdasarkan hasil wawancara, dokumentasi, dan observasi, dapat diketahui bahwa keteladanan di SDN Wonosari I untuk menanamkan sikap disiplin melalui keterlibatan guru dan kepala sekolah dalam Semutlis, menyanyikan lagu Indonesia Raya, kegiatan keagamaan, membaca buku, dan upacara bendera. Keteladanan juga nampak dalam kehadiran kepala sekolah dan guru tepat waktu di sekolah.

4) Pengondisian Lingkungan Sekolah

Pengondisian lingkungan sekolah berdasarkan hasil wawancara kepada kepala sekolah pada tanggal 9 Februari 2016 yaitu sekolah menggunakan jalur satu pintu dan bantuan satpam untuk memantau kehadiran siswa. Hasil wawancara kepada guru IM pada tanggal 21 Januari 2016 menyebutkan bahwa pintu gerbang langsung ditutup setelah bel masuk berbunyi dengan penjagaan satpam. Hasil wawancara kepada guru M pada tanggal 29 Januari 2016 yaitu pengondisian lingkungan sekolah melalui Semutlis agar lingkungan sekolah bersih. Siswa IS melalui wawancara pada tanggal 22 Januari 2016 juga menyebutkan bahwa pengondisian lingkungan sekolah dibantu oleh siswa yang bertugas sebagai PKS.

Hasil wawancara tersebut diperkuat dengan hasil observasi ke-6 (1 Februari 2016) yang menunjukkan pengondisian lingkungan sekolah dengan bantuan satpam dan siswa yang bertugas sebagai PKS. Satpam dan PKS mengatur lalu lintas di depan sekolah sebelum bel tanda masuk kelas berbunyi. Selanjutnya pintu gerbang dikunci selama upacara bendera berlangsung. Siswa yang datang terlambat menuliskan nama dan alasan keterlambatan di daftar siswa yang terlambat. Menurut kepala sekolah, daftar tersebut selanjutnya akan digunakan sebagai rekomendasi teguran lisan atau tertulis, untuk mengisi poin pelanggaran, dan dipertimbangkan dalam penentuan kelulusan.

Hasil wawancara dan observasi tersebut juga didukung dengan hasil dokumentasi yang menunjukkan adanya daftar siswa terlambat yang dipegang oleh satpam. Berikut ini dokumentasi daftar siswa yang terlambat.

Gambar 7. Daftar Siswa yang Datang Terlambat (sumber: dokumentasi penelitian)

Hasil dokumentasi juga menunjukkan adanya plakat tentang kedisiplinan di lingkungan SDN Wonosari I. Berikut ini dokumentasi terhadap plakat yang ditempel di dinding sekolah.

Gambar 8. Plakat tentang Disiplin di SDN Wonosari I (sumber: dokumentasi penelitian)

Hasil wawancara kepada siswa OM pada tanggal 8 April 2016 terkait perasaan siswa terhadap pengondisian sekolah untuk menanamkan sikap disiplin adalah suka. Hal senada juga disampaikan oleh siswa IS dan ND pada tanggal 8 April 2016 bahwa siswa menyukai pengondisian yang dilakukan oleh sekolah untuk menanamkan sikap disiplin.

Berdasarkan hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi, dapat diketahui bahwa pengondisian lingkungan SDN Wonosari I untuk menanamkan sikap disiplin yaitu penggunaan jalur satu pintu dan bantuan satpam untuk memantau kehadiran siswa,bantuan siswa yang bertugas sebagai PKS, dan pintu gerbang yang ditutup selama upacara bendera berlangsung. Sekolah memasang plakat tentang disiplin di dinding sekolah. Selain itu, siswa yang datang terlambat di sekolah harus mengisi daftar siswa yang datang terlambat. Siswa merasa suka terhadap pengondisian yang dilakukan oleh sekolah untuk menanamkan sikap disiplin.

5) Peraturan

Peraturan di SDN Wonosari I menurut kepala sekolah melalui wawancara pada tanggal 9 Februari 2016 yaitu berupa tata

Dokumen terkait