• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

E. Keterbatasan Penelitian

Ekstrakurikuler yang diteliti di SDN Pujokusuman I hanya ekstrakurikuler TPA sedangkan di SDN Wonosari I hanya ekstrakurikuler TIK. Ekstrakurikuler tersebut adalah ekstrakurikuler yang telah berjalan selama penelitian dilaksanakan. Hal tersebut dikarenakan penelitian dilaksanakan di awal semester kedua. Selain itu, SDN Wonosari I sedang melaksanakan pembangunan dan renovasi gedung sekolah sehingga pelaksanaan ekstrakurikuler belum efektif.

BAB V PENUTUP A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, simpulan dalam penelitian ini disajikan sebagai berikut.

1. Penanaman sikap disiplin di SDN Pujokusuman I dan SDN Wonosari I terencana dalam RPP, dilaksanakan terintegrasi dalam langkah-langkah pembelajaran sesuai tema pembelajaran dan pembiasaan disiplin waktu tetapi tidak dilakukan melalui penilaian sikap disiplin. Siswa merasa senang bersikap disiplin dalam kegiatan pembelajaran. Peraturan kelas baik di SDN Pujokusuman I maupun SDN Wonosari I dibuat berdasarkan kesepakatan antara guru dan siswa secara demokratis. SDN Pujokusuman I menerapkan pemberian hukuman dengan cara deprivasi dan restitusi, sedangkan SDN Wonosari I menerapkan pemberian hukuman dengan restitusi. Siswa merasa malu dan menyesal ketika mendapatkan hukuman karena bersikap tidak disiplin sehingga siswa tidak ingin bersikap tidak disiplin. SDN Wonosari I menerapkan pemberian penghargaan untuk memotivasi siswa agar disiplin. Siswa merasa senang dan bangga ketika mendapatkan penghargaan karena bersikap disiplin sehingga siswa ingin bersikap disiplin.

2. Penanaman sikap disiplin di SDN Pujokusuman I dan SDN Wonosari I dilakukan melalui kegiatan rutin, kegiatan spontan, keteladanan, dan pengondisian lingkungan sekolah. Siswa mengikuti kegiatan-kegiatan sekolah untuk menanamkan sikap disiplin dengan perasaan senang.

Peraturan sekolah baik di SDN Pujokusuman I maupun SDN Wonosari I terdiri atas tata tertib dan sanksi dibuat oleh sekolah dengan cara otoriter. Penanaman sikap disiplin di SDN Pujokusuman I dan SDN Wonosari I juga dilaksanakan dengan menerapkan pemberian hukuman dengan cara restitusi. SDN Wonosari I menerapkan peraturan dan pemberian hukuman kepada semua bentuk ketidakdisiplinan, sedangkan penerapan peraturan dan hukuman di SDN Pujokusuman I masih perlu ditingkatkan. Siswa merasa malu dan menyesal ketika mendapatkan hukuman karena bersikap tidak disiplin sehingga siswa tidak ingin bersikap tidak disiplin. SDN Wonosari I memberikan penghargaan kepada siswa yang telah bersikap disiplin, sedangkan SDN Pujokusuman I tidak. Siswa merasa senang dan bangga ketika mendapatkan penghargaan karena bersikap disiplin sehingga siswa ingin bersikap disiplin.

3. Penanaman sikap disiplin melalui kegiatan ekstrakurikuler di SDN Pujokusuman I dan SDN Wonosari I yaitu disiplin waktu dalam penyelenggaraan ekstrakurikuler, pemberlakuan peraturan dan pemberian hukuman, serta tidak memuat pemberian penghargaan. Penanaman sikap disiplin dalam kegiatan ekstrakurikuler TIK di SDN Wonosari I yaitu dengan pembiasaan. Siswa dengan perasaan senang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dengan disiplin.

4. Manajemen sekolah di SDN Pujokusuman I dan SDN Wonosari I yaitu Manajemen Berbasis Sekolah mendukung penanaman sikap disiplin kepada siswa.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan, dan keterbatasan penelitian, peneliti mengajukan saran sebagai berikut.

1. Saran untuk kepala sekolah dan guru

a. Guru sebaiknya lebih mencermati kesesuaian RPP khususnya dalam pencantuman kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan materi ajar dengan silabus, buku guru, dan buku siswa serta keterlaksanaan RPP tersebut.

b. Kepala sekolah, guru, dan guru pembimbing ekstrakurikuler sebaiknya konsisten dalam menerapkan peraturan, hukuman, dan penghargaan baik dalam proses pembelajaran, budaya sekolah, maupun kegiatan ekstrakurikuler.

2. Saran untuk peneliti selanjutnya

Peneliti selanjutnya sebaiknya meneliti lebih dari satu ekstrakurikuler untuk mengetahui secara lebih detail penanaman sikap disiplin melalui penyelenggaraan ekstrakurikuler mengingat setiap esktrakurikuler mempunyai karakteristik yang berbeda.

DAFTAR PUSTAKA

Abu Ahmadi & Munawar Sholeh. (2005). Psikologi Perkembangan. Jakarta. Rineka Cipta.

Agus Wibowo. (2013). Manajemen Pendidikan Karakter di Sekolah (Konsep dan Praktik Implementasi). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Allen, K. Eileen & Marotz, Lynn R. (2010). Profil Perkembangan Anak: Prakelahiran hingga usia 12 tahun. edisi 5. (Alih bahasa: Valentino). Jakarta: Indeks.

Ali Imron. (2011). Manajemen Peserta Didik Berbasis Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara.

Anwar Khumaini. (2015). “Berkelahi dengan Teman, Siswa Kelas 2 SD di

Kebayoran Lama Tewas”. Diakses dari

http://www.merdeka.com/jakarta/berkelahi-dengan-teman-siswa-kelas-2- sd-di-kebayoran-lama-tewas.html pada 20 Oktober 2015 pukul 11.00 WIB. Arif Rohman. (2013). Pendidikan Komparatif Dasar-Dasar Teori Perbandingan

Pendidikan Antar Bangsa. Yogyakarta: Aswaja Pressindo.

Colvin, Geoff. (2008). 7 Langkah menyusun Rencana Disiplin Kelas Proaktif. (Alih bahasa: Lestari Henni). Jakarta: Indeks.

Dharma Kesuma, Cepi Triatna, & Johar Permana. (2013). Pendidikan Karakter Kajian Teori dan Praktik di Sekolah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Dinas Dikpora DIY. (2015). Data SD/MI DIY Tahun Ajaran 2014/2015 Kategori

SPM. Yogyakarta: Seksi Data dan TI Dikpora DIY. Dolet Unaradjan. (2003). Manajemen Disiplin. Jakarta: Grasindo. Dwi Siswoyo, dkk. (2011). Ilmu Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press.

Hadiwinarto. (2009). Psikologi: Teori dan Pengukuran. Bengkulu: Rahman Rahim.

H.E. Mulyasa. (2011). Manajemen Pendidikan Karakter. Jakarta: Bumi Aksara. Hurlock, Elizabeth B. (1978). Perkembangan Anak. edisi 6. jilid 2. (Alih bahasa:

Meitasari Tjandrasa). Jakarta: Erlangga.

Imam Gunawan. (2014). Metode Penelitian Kualitatif Teori dan Praktik. Jakarta: Bumi Aksara.

Joko Sadewo. (2015). “Derita Korban Bully SDN 02, dari Dihina Burik hingga

Dipukuli”. Diakses dari

http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-

nasional/15/10/25/nwrzjf318-derita-korban-bully-siswa-sdn-02-dari- dihina-burik-hingga-dipukuli pada 26 Oktober 2015 pukul 15.00 WIB. Kluytmans, Frits. (2006). Perilaku Manusia (Pengantar Singkat tentang

Psikologi). (Alih bahasa: Samsunuwiyati Mar’at dan Lieke Indieningsih Kartono). Bandung: Refika Aditama.

Maria J. Wantah. (2005). Pengembangan Disiplin dan Pembentukan Moral pada Anak Usia Dini. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2013). “Salinan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum”. Diakses dari http://sman78- jkt.sch.id/sumberbelajar/dokumen/SALINAN%20-

%20Permendikbud%20Nomor%2081A%20Tahun%202013%20tentang% 20Implementasi%20Kurikulum%20garuda.pdf pada tanggal 14 Maret 2016 pukul 20.09 WIB.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2014). “Salinan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 103 Tahun 2014 tentang Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah”. Diakses dari http://pgsd.uad.ac.id/wp-content/uploads/lampiran- permendikbud-no-103-tahun-2014.pdf pada 14 Maret 20.03 WIB.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2014). “Salinan Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 104 Tahun 2014 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah”. Diakses dari http://pgsd.uad.ac.id/wp-content/uploads/lampiran-permendikbud-no-104- tahun-2014.pdf pada 14 Maret 2016 pukul 20.00 WIB.

Moh. Shochib. (2000). Pola Asuh Orang Tua dalam Membantu Anak Mengembangkan Disiplin Diri. Jakarta: Rineka Cipta.

Mohamad Mustari. (2014). Nilai Karakter Refleksi untuk Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers.

Novan Ardy Wiyani. (2013). Konsep, Praktik, & Strategi Membumikan Pendidikan Karakter di SD. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Nurkolis. (2003). Manajemen Berbasis Sekolah Teori, Model, dan Aplikasi. Jakarta: Grasindo.

Presiden Republik Indonesia. (2003). “Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional”. Diakses dari kemenag.go.id/file/dokumen/UU2003.pdf pada 17 Juni 2015 pukul 16.34 WIB.

Sears, David O., Freedman, Jonathan L., & Peplau, L. Anne. (1985). Psikologi Sosial. edisi 5. (Alih bahasa: Michael Adryanto & Savitri Soekrisno). Jakarta: Erlangga.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualititatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Suharsimi Arikunto. (2010). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. rev. Jakarta: Rineka Cipta.

Woolfson, Richard C. (2005). Mengapa Anakku Begitu. jilid 1. (Alih bahasa: Ariavita Purnamasari). Jakarta: Erlangga.

Yudrik Jahja. (2013). Psikologi Perkembangan. edisi 1. Jakarta: Kencana.

Zaim Elmubarok. (2009). Membumikan Pendidikan Nilai Mengumpulkan yang Terserak, Menyambung yang Terputus, dan Menyatukan yang Tercerai. Bandung: Alfabeta.

Zainal Aqib dan Sujak. (2011). Panduan dan Aplikasi Pendidikan Karakter. Bandung: Yrama Widya.

Dokumen terkait