HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.3. Hasil Penelitian Gambaran Responden
Gambaran umum responden penelitian dimaksudkan agar mengetahui secara umum bagaimana gambaran umur (usia) responden, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, jumlah kepemilikan ternak gaduhan yang mereka pelihara dan lamanya mereka telah memelihara ternak gaduhan.
Berdasarkan data yang diperoleh umur responden terentang mulai umur 21 tahun sampai dengan 60 tahun. Gambaran umur responden sebagaimana tercantum pada tabel 8.
Tabel 8. Gambaran Umur Responden
No Rentang Umur (Tahun) Jlh. Responden (org) Prosentase (%)
1. 21 – 25 2 2,70 2. 26 – 30 9 12,16 3. 31 – 35 8 10,81 4. 36 – 40 7 9,46 5. 41 – 45 18 24,32 6. 46 – 50 15 20,27 7. 51 – 55 7 9,46
8. 56 – 60 8 10,81
Jumlah 74 100
Sumber : Hasil Tabulasi Data
Dari tabel 8 terlihat bahwa sebaran umur petani/peternak yang terbanyak adalah pada umur antara 41 s/d 45 tahun yaitu 24,32% dan diikuti pada umur 46 s/d 50 tahun sebesar 20,27%. Jika dilihat dari sebaran umur responden, maka petani/peternak pemelihara ternak gaduhan adalah pada sebaran usia produktif.
Gambaran komposisi penduduk dalam suatu pembangunan berguna untuk pertimbangan ketersediaan sumberdaya manusia. Selain itu sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan program pembangunan yang akan direncanakan dan bagaimana metode penyampaian maupun pembinaan yang akan dilaksanakan. Usia muda akan lebih cepat menyerap inovasi yang akan diperkenalkan dan diajarkan.
Dari hasil pengumpulan data diperoleh bahwa tingkat pendidikan petani/peternak pemelihara ternak gaduhan sebagian besar adalah Sekolah Dasar (SD). Frekwensi Peternak Menurut Tingkat Pendidikannya digambarkan pada diagram lingkaran di bawah ini.
Gambar 3. Diagram Tingkat Pendidikan Responden
Dari diagram 3 terlihat bahwa 70,27% petani/peternak pemelihara berpendidikan Sekolah Dasar (SD), 18,92 % berpendidikan SLTP (setara SMP) dan 10,81 % yang berpendidikan SLTA (setara SMA).
Berdasarkan hasil tabulasi diperoleh bahwa jenis pekerjaan responden adalah sebagai petani/peternak, pegawai negeri sipil dan wiraswasta. Pekerjaan sebagai petani/peternak yaitu sebesar 95,95%, pegawai negeri sipil 2,7 % dan sebagai wiraswasta sebesar 1,35%.
Usaha peternakan secara umum adalah sebagai mata pencaharian sampingan atau sambilan, selain daripada petani tanaman pangan dan nelayan. Gambaran jenis pekerjaan responden sebagaimana tercantum pada tabel 9 di bawah ini.
No. Jenis Pekerjaan Jlh. Responden (Org) Prosentase (%)
1. Pegawai Negeri 2 2,70
2. Petani/Peternak 71 95,95
3. Wiraswasta 1 1,35
Jumlah 74 100
Sumber : Hasil Tabulasi Data
Hasil dari pengumpulan data diperoleh bahwa kepemilikan ternak dari responden (petani/peternak) terentang mulai dari 2 ekor sampai dengan 53 ekor. Data jumlah kepemilikan ternak gaduhan petani/peternak dapat dilihat pada tabel 10
.
Tabel 10. Jumlah Kepemilikan Ternak Responden No. Jumlah Ternak Frekwensi Responden (org) Prosentase (%) Jumlah Ternak (ekor) 1. 2 ekor 18 24.32 36 2. 3 ekor 18 24.32 54 3. 4 ekor 16 21.62 64 4. 5 ekor 5 6.76 25 5. 6 ekor 8 10.81 48 6. 7 ekor 3 4.05 21 7. 8 ekor 3 4.05 24 8. 10 ekor 1 1.35 10 9. 19 ekor 1 1.35 19 10. 53 ekor 1 1.35 53 JUMLAH 74 100 354
Sumber : Hasil Tabulasi Data
Dari data 10 diperoleh bahwa sebagian besar petani/peternak mempunyai ternak hanya 2 sampai 3 ekor. Prosentase kepemilikan ternak gaduhan sebanyak 2 ekor adalah 24,32% dan yang memiliki 3 ekor juga 24,32%. Namun dari
keseluruhan data ternak maka rata-rata jumlah kepemilikan ternak gaduhan oleh petani/peternak adalah 4 ekor. Dari tabel 4.3.3 juga terlihat bahwa ada yang memiliki ternak gaduhan sebanyak 53 ekor, responden ini menjalankan usaha ternak sapi sebagian untuk pembibitan dan sebagian lagi untuk penggemukan. Untuk penggemukan, setiap tahunnya sapi yang sudah digemukkan dijual dan kemudian diganti dengan sapi bakalan lagi untuk digemukkan.
Lama beternak berhubungan dengan pengalaman petani/peternak, semakin lama beternak akan memberikan pengalaman yang lebih baik pada petani/peternak. Menurut Soekartawi (1988), pengalaman ini mempengaruhi persepsi petani/peternak terhadap inovasi. Peternak yang berpengalaman akan lebih mudah diberi pengertian, artinya lebih cepat dalam menerima inovasi.
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa petani/peternak telah memelihara ternak gaduhan berkisar 2 tahun sampai dengan 14 tahun. Gambaran lamanya petani/peternak memelihara ternak gaduhan dapat dilihat pada tabel 11.
Tabel 11. Lama Memelihara Ternak Gaduhan
No.
Lama Beternak
Frekwensi
Responden (org) Prosentase (%)
1. 2 tahun 21 28.38
3. 3 tahun 24 32.43 4. 4 tahun 15 20.27 5. 5 ahun 4 5.41 6. 6 tahun 4 5.41 7. 8 tahun 2 2.70 8. 10 tahun 1 1.35 9. 11 tahun 1 1.35 10. 14 tahun 1 1.35 Jumlah 74 100
Sumber : Hasil Tabulasi Data
Dari tabel 11 dapat diketahui bahwa petani/peternak sebagian besar telah memelihara ternak gaduhan selama 3 tahun, dengan prosentase sebesar 32,42%. Dan jika dilihat rata-rata lama petani/peternak memelihara ternak gaduhan adalah 3,7 tahun. Namun walaupun rata-rata lama memelihara ternak gaduhan 3 tahun, bukan berarti pengalaman beternak mereka sama dengan lama memelihara ternak gaduhan. Karena pada umumnya sebelum memelihara ternak gaduhan, mereka juga sudah punya ternak sendiri.
Gambaran kepemilikan asset petani/peternak diperoleh dari hasil observasi terhadap 43 responden. Data observasi tersebut tercantum pada tabel 12 di bawah ini.
Tabel 12. Kepemilikan Aset Petani/Peternak
No. Uraian Observasi Jumlah Prosentase
Responden
1. Dinding Rumah Tepas 7 16
Papan 17 40
Batu 19 44
2. Lantai Rumah Tanah 2 5
Semen 38 88
Keramik 3 7
3. Atap Rumah Rumbia 7 16
Seng 36 84
Genteng 0 0
4. Lantai Kandang Tanah 10 23
Semen 33 77 Lainnya 0 0 5. Kepemilikan TV 38 88 Aset Radio 1 2 Kulkas 3 7 HP 33 77 Roda 2 4 9 6. Ketersediaan Sumur 41 95 Kakus 38 88
Sumber : Hasil Tabulasi Observasi
Salah satu indikator dalam mengukur kesejahteraan rumah tangga jangka panjang adalah melihat kepemilikan asset seperti kondisi rumah, fasilitas kakus (WC/kamar mandi). Hal ini sesuai dengan yang dikembangkan oleh Filmer dan Pritchett pada Sistem Pemantauan Kesejahteraan oleh Masyarakat (CBSM- Community Based Monitoring System).
Dari tabel 12 terlihat bahwa kondisi rumah petani/peternak sebagian besar sudah permanen, yaitu ditunjukkan dengan 44 % dinding terbuat dari batu, 88% berlantai semen dan 84 % beratap seng serta sebagian besar memiliki sumur (sumber air) dan kakus dimasing-masing rumah. Demikian pula dengan kepemilikan asset yaitu televisi (TV) meliputi 88% dan alat komunikasi (HP) sebesar 77%. Ditinjau dari kondisi kandang, bahwa rata-rata petani/peternak telah mempunyai kandang yang berlantai semen yaitu sebesar 77%. Hal ini mengindikasikan bahwa dalam usaha ternak para petani/peternak memperhatikan kesehatan ternak dan keseriusan dalam memelihara ternak. Walaupun hampir seluruh kandang ternak menempel dengan dapur ataupun rumah induk peternak. Namun hal ini disebabkan lebih kepada faktor keamanan ternak terhadap tindakan pencurian.
Sebagaimana menurut Filmer dan Pritchet, maka rata-rata petani/peternak
sudah memiliki kesejahteraan jangka panjang karena sebahagian besar mereka sudah memiliki rumah dan fasilitas yang cukup baik.