Web Server Apache
HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil Pengujian Fatigue
V. HASIL PENELITIAN
5.1 Layanan 4G Di Kota Malang
Per September 2016, Indosat mengklaim memiliki jumlah pelanggan sebanyak 81,6 juta dan merupakan jumlah pelanggan seluler terbanyak kedua di Indonesia. Selain layanan 2G dan 3G yang telah lama hadir, Indosat juga telah meluncurkan layanan 4G sejak tahun 2015. Saat ini sudah lebih dari 50 kota di Indonesia yang sudah terlayani jaringan 4G Indosat. Salah satunya adalah Kota Malang. Sebagai kota pendidikan, layanan 4G tentu saja berdampak positif pada pertumbuhan pelanggan seluler. Dalam implementasi layanan 4G ini, ada 3 hal yang harus ada yaitu jaringan 4G, simcard 4G dan handphone yang sudah mendukung layanan 4G.
Untuk jaringan dan simcard 4G merupakan kewajiban dari penyelanggara jaringan, sedangkan untuk ketersediaan handphone 4G merupakan pilihan pelanggan. Beberapa pelanggan masih belum merespon / antusias untuk menggunakan layanan 4G tersebut. Hal-hal yang mendasari hal tersebut antara lain : jaringan saat ini 2G/3G masih memadai, pelanggan harus mengganti (membeli baru) handphone yang belum support 4G, dan ada persepsi bahwa penggunaan data 4G lebih boros daripada 2G/3G.
Tujuan Indosat menghadirkan layanan 4G adalah memberikan ruang bagi pelanggan untuk melakukan akses yang lebih cepat dan beragam dalam komunikasi data. Namun kehadiran layanan akan dinilai berhasil jika masyarakat atau pelanggan tersebut dapat menggunakan layanan tersebut dengan baik. Tidak seperti perpindahan jaringan 2G ke 3G sebelumnya yang tidak memerlukan perubahan dari sisi pelanggan, maka kehadiran layanan 4G ini mengharuskan
Indosat melakukan custumer education melalui berbagai media. Salah satu metode yang
145 | Prosiding Semnas FPTVI Bali 2017 4.2 Pertumbuhan Trafik Data
Dibawah ini merupakan tabel perkembangan jumlah trafik data untuk jaringan 2G, 3G dan 4G (dalam satuan Giga Bite (GB).
Tabel 2. Jumlah Trafik Data di Malang
Sistem Mar-16 Apr-16
May- 16 Jun-16 2G 53,518 51,949 56,102 63,019 3G 318,629 334,246 378,862 431,406 4G - - 53,291 70,789
Sistem Jul-16 Aug-16 Sep-16 Oct-16
2G 71,025 66,630 64,850 67,876 3G 521,131 546,211 581,606 657,135 4G 77,615 90,222 159,899 274,392
Dari tabel tersebut menujukkan bahwa perkembangan trafik 4G sangat siginifikan dan pada bulan kedua sudah melampaui jumlah trafik data 2G.
Data tersebut juga menunjukkan bahwa kehadiran layanan 4G di kota Malang memberikan dampak yang positif terhadap pertumbuhan trafik data kota Malang. Pelanggan sudah bergeser dalam penggunaan datanya, namun penggunaan data di jaringan 3G masih menduduki peringkat pertama.
Grafik 1. Perbandingan data trafik 2G, 3G,4G di Kota Malang
5.2 Survey dan Karakteristik Responden
- 200.000 400.000 600.000 800.000 Jan -1 6 A p r- 1 6 Ju l- 1 6 O ct- 1 6 2G 3G 4G
146 | Prosiding Semnas FPTVI Bali 2017
Grafik1 pertumbuhan pengguna layanan data 4G indosat menunjukkan trend yang sangat positif namun persentasenya masih sangat rendah apabila dibandingkan dengan keseluruhan trafik. Padahal jaringan 4G menjanjikan kecepatan yang jauh lebih cepat daripada jaringan 2G ataupun 3G. Pelanggan Indosat tidak serta merta beralih untuk menggunakan layanan jaringan 4G.Faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat sehingga belum beralih ke 4G secara signifikan ini yang akan dilihat dari survei yang dilakukan.
Kuisioner survei dibuat untuk memperoleh data sehingga bisa memberikan penjelasan deskriptif tentang persepsi masyarakat terhadap teknologi 4G.Selain itu juga mempelajari faktor- faktor yang mempengaruhi tingkat penerimaan masyarakat terhadap layanan teknologi 4G dengan mengacu pada Technology Aceeptance Model (TAM).Total kuisioner yang disebar sebanyak 200 buah.
Responden merupakan pengguna layanan data telepon seluler Indosat. Usia responden dikategorikan antara 10-14 tahun, 14-24 tahun, 25-34 tahun, 35-44 tahun, 45-44 tahun, dan 55 tahun keatas. Kategori tersebut dibuat berdasarkan kecenderungan kebutuhan penggunaan layanan telepon seluler.
Usia responden akan berpengaruh pada rata-rata penggunaan paket data. Usia 10-14 tahun merupakan usia anak-anak dan remaja, mereka cenderung menggunakan layanan ini hanya sekedar bermain-main ataupun bersosialisasi dengan teman-temannya sehingga kebutuhannya sebenarnya tidak terlalu tinggi. Responden dengan usia 14-24 tahun sudah mulai banyak berinteraksi dengan lingkungan yang lebih luar. Memanfaatkan jaringan seluler untuk belajar ataupun entertain.
5.3 Hasil Survey
Berdaasarkan gender, hasil survey ditunjukkan pada Gambar 4.
Gambar 4. Hasil survey berdasarkan gender
Dari hasil survey yang dilakukan menunjukkan hasil bahwa 60% pelanggan Indosat sudah beralih atau menggunakan layanan 4G. Dari 40% yang belum menggunakan layanan 4G, Tabel menunjukkan alasan pelanggan belum beralih ke 4G.
55%
45%
Laki-laki147 | Prosiding Semnas FPTVI Bali 2017
Tabel 3. Alasan Belum Pindah ke 4G
N o. Alasan Juml ah 1. Harga handphone terlalu mahal 30%
2. Harga paket data 4G Mahal 50% 3. Area layanan 4G belum merata 70% 4. Kecepatan data 3G masih cukup 45%
5. Harus ganti kartu 25%
6. Lainnya 20%
VI. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan dalam bab sebelumnya, dapat disimpukan bahwa pengaruh implementasi layanan 4G terhadapat pertumbuhan trafik data di Kota Malang sbb:
Trafik data 4G menunjukkan pertumbuhan yang positif, namun jika dilihat secara keseluruhan trafik data masih sangat rendah (dibawah 30%)
Pengguna 4G lebih banyak menggunakan paket data daripada pengguna 3G, sedangkan kondisi real trafik data 4G di jaringan masih jauh dibawah 3G. Hal ini menunjukkan bahwa pengguna 3G masih banyak yang belum beralih ke 4G.
Belum meratanya area layanan 4G menjadi alasan utama pengguna untuk belum beralih ke 4G
DAFTAR PUSTAKA
1. Biro Pusat Statistik, 2014. Statistik Telekomunikasi Indonesia 2014: Download data : //http. Bps.go.id.
2. Chuttur M.Y. 2009. Overview of the Technology Acceptance Model: Origins, Developments
and Future Directions, Indiana University, USA .Sprouts: Working Paperson Information
Systems, 9(37). http://sprouts.aisnet.org/9-37
3. Davis, F. D. (1986). A Technology Acceptance Model for Empirically Testing New End-user
148 | Prosiding Semnas FPTVI Bali 2017
4. Davis, F. D., P. Gabozzi, R., & R. Warshaw, P. 1989. User Acceptance of Computer
Technology: A Comparison of Two Theoretical Models. Management Science vol 35 No 8
Tahun 1989, halaman 982-1003.
5. Gunawan Wibisono, Gunadi Dwi Hantoro. 2008. Mobile Broadband, Tren Teknologi Wireless
Saat ini dan Masa Datang. Informatika, Bandung.
6. Qiantori, A., Sutiono, A. B., Suwa, H., & Ohta, T. 2010. 3G Mobile TV Acceptance in
Indonesia. 2010 Sixth International Conference on Wireless and Mobile Communications,
(pp. 526-531). Valencia.
149 | Prosiding Semnas FPTVI Bali 2017
Sistem Informasi Pemetaan Jalan & Jembatan Provinsi Sulawesi Tenggara Berbasis
Geographic Information System
Try Sugiyarto Soeparyanto*1, Statiswaty2
1Program Studi D3 Teknik Sipil, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Halu Oleo
2Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Halu Oleo
ABSTRAK
Provinsi Sulawesi Tenggara telah mempunyai database jalan Provinsi sepanjang 1.009,28 km. Namun, seiring dengan adanya kegiatan pembangunan, terdapat perubahan-perubahan pada data kuantitas dan kualitas yang seringkali belum tercatat dengan baik sehingga data yang tersimpan belum up to date. Persebaran jalan disetiap kabupaten yang beragam juga menjadi kendala dalam pengumpulan dan penyesuaian data dilapangan.
Berdasarkan masalah diatas, dibutuhkan sebuah sistem yang mampu melaksanakan updating data jalan dan jembatan di Provinsi Sulawesi Tenggara yang relevan, up to date, akurat dan lengkap. Selain itu, diperlukan juga sebuah platform yang memberikan gambaran secara langsung mengenai letak kordinat objek jalan dan jembatan serta update gambaran kondisi terbaru dari setiap objek jalan dan jembatan yang tersebar diseluruh wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara.
Kata Kunci : system informasi pemetaan,GIS
1. PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Untuk mengetahui informasi ketersediaan jalan yang menghubungkan pusat – pusat kegiatan lokal dalam wilayah kabupaten/kota, jalan yang memudahkan masyarakat per-individu melakukan perjalanan, jalan yang menjamin pengguna jalan berkendara dengan selamat, jalan yang menjamin kendaraan dapat berjalan dengan nyaman dan selamat, jalan yang menjamin perjalanan kendaraan dapat dilakukan sesuai dengan kecepatan rencana sejalan dengan dinamika kebutuhan terhadap aksesiblitas, mobilitas, keselamatan, kondisi jalan dan kecepatan maka dibutuhkan suatu database jalan. Dalam hal ini Provinsi Sulawesi Tenggara telah mempunyai data base jalan Provinsi sepanjang 1.009,28 km. Namun seiring dengan adanya kegiatan pembangunan terdapat perubahan – perubahan pada data kuantitas dan kualitasnya, sehingga diperlukan suatu sistem yang mampu melaksanakan updating data jalan dan jembatan di Provinsi Sulawesi Tenggara yang relevan, up to date, akurat dan lengkap. Selain itu, diperlukan juga sebuah platform yang memberikan gambaran secara langsung mengenai letak kordinat objek jalan dan jembatan serta update gambaran kondisi terbaru dari setiap objek jalan dan jembatan yang tersebar diseluruh wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara.
150 | Prosiding Semnas FPTVI Bali 2017
SIG telah dimanfaatkan diberbagai instansi pemerintah Pusat maupun Daerah. Teknologi SIG ini mendukung keperluan penyebaran berbagai informasi, termasuk informasi lokasi jaringan termasuk dalam digitasi jalan dan jembatan.
Berdasarkan uraian diatas, maka penulis menganggap perlu melakukan penelitian dengan tema “Sistem Informasi Pemetaan Jalan dan Jembatan Provinsi Sulawesi Tenggara Berbasis Geographic Information System”. Diharapkan dengan dilaksanakannya penelitian ini
dapat memberikan suatu informasi yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya bagi masyarakat Sulawesi Tenggara
1.2Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang sudah disebutkan sebelumnya, maka permasalahan yang dapat timbul yaitu :
Bagaimana membangun sistem yang dapat
Memetakan data jalan dan jebatan yang tersebar diwilayah Provinsi Sulawesi Tenggara
Bagaimana mengelola data kondisi terbaru jalan dan jembatan yang tersebar di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara
Bagaimana mengimplementasikan teknologi API Google Maps untuk menampilkan data persebaran jalan dan jembatan
1.3Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah membangun sistem informasi pemetaan Jalan dan Jembatan Provinsi Sulawesi Tenggara berbasis GIS untuk mengelola dan mendigitasi data jalan dan jembatan yang tersebar diseluruh wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara, sehingga dapat digunakan dalam pengambilan keputusan oleh pemerintah maupun oleh masyarakat yang ingin mengetahui mengenai kondisi jalan dan jembatan di Sulawesi Tenggara
2. LANDASAN TEORI
2.1Sistem
sistem dapat didefinisikan sebagai sekumpulan objek, ide, berikut saling keterkaitannya (inter-relasi) di dalam (usaha) mencapai suatu tujuan (atau sasaran bersama tertentu). Atau dengan kata lain, sistem dapat disebutkan sebagai kumpulan komponen (subsistem fisik maupun non-fisik/logika) yang saling berhubungan satu sama lainnya dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai suatu tujuan
2.2Data dan Informasi
Data adalah hal yang merujuk pada fakta-fakta baik berupa angka-angka, teks, dokumen, gambar, bagan, suara yang mewakili deskriptif verbal atau kode tertentu dan semacamnya. Jadi data merupakan bentuk yang masih mentah yang belum dapat bercerita banyak sehingga perlu diolah lebih lanjut.
151 | Prosiding Semnas FPTVI Bali 2017
Informasi dapat berguna bagi pemakainya atau bisa juga tidak berguna sama sekali. Hal ini tergantung kepada kualitas informasi yang dihasilkan, informasi akan berguna apabila kualitasnya baik. Baik buruknya kualitas informasi dipengaruhi oleh tiga faktor penentu, yaitu isi informasi, waktu penyajian dan bentuk informasi.
2.3Sistem
Sistem informasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem terintegrasi yang mampu menyediakan informasi yang bermanfaat bagi penggunanya. Atau sebuah sistem terintegrasi atau sistem manusia-mesin, untuk menyediakan informasi untuk mendukung operasi, manajemen dalam suatu organisasi. Sistem ini memanfaatkan perangkat keras dan perangkat lunak komputer, prosedur manual, model manajemen dan basis data
2.4Sistem Informasi Geografis
Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah sistem yang berbasiskan komputer (CBIS) yang digunakan untuk menyimpan dan memanipulasi informasi-informasi geografis. SIG dirancang untuk mengumpulkan, menyimpan, dan menganalisis objek-objek dan fenomena di mana lokasi geografis merupakan karakteristik yang penting atau kritis untuk dianalisis.
2.5Google Maps
Google Maps adalah layanan pemetaan desktop yang web yang dikembangkan oleh Google. Menawarkan citra satelit, peta jalan, 360 ° panorama jalan-jalan (Street View), kondisi lalu lintas real-time (Google Traffic), dan perencanaan rute untuk bepergian dengan berjalan kaki, mobil, sepeda (dalam versi beta), atau angkutan umum.
3. METODOLOGI PENELITIAN
3.1Metode Pengumpulan Data
Beberapa metode yang diambil dalam pengumpulan data ini antara lain : 1. Metode Studi Pustaka
Dalam metode studi pustaka yaitu dengan mengambil/meminjam data dari instansi terkait maupun dari berbagai bahan bacaan sebagai landasan permasalahan yang ada. Untuk mengetahui data-data yang dibutuhkan mengenai Informasi Jalan dan Jembatan Provinsi Sulawesi Tenggara.
2. Metode Survey
Metode survei yaitu dengan mengadakan pengamatan langsung keadaan lapangan sesungguhnya. Untuk memperoleh data-data yang dibutuhkan mengenai kondisi jalan dan jembatan di Provinsi Sulawesi Tenggara penulis turun langsung ke lapangan dengan mengamati titik lokasi jalan dan jembatan yang tersebar di Sulawesi Tenggara.
152 | Prosiding Semnas FPTVI Bali 2017
Model yang digunakan dalam perancangan perangkat lunak ini adalah proses Unified
Process (UP) karena cocok digunakan untuk mengembangkan perangkat lunak berbasis
Unified Modeling Language (UML). Saat ini UML adalah salah satu tool yang sangat
bermanfaat untuk melakukan analisis dan perancangan sistem dalam konteks pemrograman berorientasi objek.
4. ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
4.1Use Case Diagram
Use Case Diagram merupakan diagram yang menggambarkan interaksi antara pengguna sistem
(actor) dengan kasus (use case) yang disesuaikan dengan langkah-langkah yang telah ditentukan.
Gambar 4.1 Use Case Diagram
4.2Activity Diagram
Activity Diagram adalah diagram yang menggambarkan worlflow (aliran kerja) atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa diagram aktivitas menggambarkan aktivitas sistem bukan apa yang dilakukan aktor, jadi aktivitas yang dapat dilakukan oleh sistem.
Sistem Informasi Pemetaan Jaringan Jalan & Jembatan
Admin
Login
Kelola Data Jalan & Jembatan
Kelola Kordinat Jalan & Jembatan
Rekap Inventarisasi Jalan & Jembatan StreetView
153 | Prosiding Semnas FPTVI Bali 2017
Gambar 4.2 Activity Diagram
5. IMPLEMENTASI & PEMBAHASAN 5.1Kebutuhan Sistem
Berikut Kebutuhan Sistem yang diperlukan dalam pembuatan system : 1. Sistem Operasi Linux Debian
2. Webserver XAMPP 3. Database MySQL
5.2Tampilan Aplikasi
Gambar 5.1 adalah tampilan halaman login dari Sistem Informasi Pemetaan Jalan & Jembatan Provinsi Sulawesi Tenggara
154 | Prosiding Semnas FPTVI Bali 2017
Gambar 5.1 Halaman Depan SISTEM INFORMASI PEMETAAN JALAN & JEMBATAN PROVINSI SULAWESI TENGGARA
Gambar 5.2 adalah tampilan halaman dashboard dari SISTEM INFORMASI PEMETAAN JALAN & JEMBATAN PROVINSI SULAWESI TENGGARA, terdapat beberapa informasi diantara nya informasi diantarnya data jumlah jaringan jalan dan jembatan di Provinsi Sulawesi Tenggara.
Gambar 5.2 Halaman Beranda SISTEM INFORMASI PEMETAAN JALAN & JEMBATAN PROVINSI SULAWESI TENGGARA
155 | Prosiding Semnas FPTVI Bali 2017
Gambar 5.3 adalah tampilan halaman untuk mengelola data jalan dan jembatan pengguna dapat menambah, mengubah maupun menghapus data jalan dan jembatan
Gambar 5.3 Halaman Data Jalan
Gambar 5.4 adalah tampilan halaman untuk menginput data kordinat jalan dan jembatan
156 | Prosiding Semnas FPTVI Bali 2017
Gambar 5.5 adalah tampilan halaman untuk melihat hasil inventarisasi jalan
5.5 Gambar Halaman Hasil Inventarisasi Jalan
Gambar 5.6 adalah tampilan halaman untuk melihat Peta Jaringan Jalan
157 | Prosiding Semnas FPTVI Bali 2017
6. PENUTUP
6.1Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan pengembangan SISTEM INFORMASI PEMETAAN JALAN & JEMBATAN PROVINSI SULAWESI TENGGARA yang telah dilaksanakan antara lain :
1. Sistem Informasi Pemetaan Jalan dan Jembatana Provinsi Sulawesi Tenggara Berbasbi GIS dapat digunakan sebagai penunjang dalam pengelolaan data jalan dan jembatan secara akurat, relevan, up to date dan lengkap untuk menunjang pengambilan keputusan pemerintah dalam hal pembangunan jalan dan jembatan, khususnya di Provinsi Sulawesi Tenggara
2. Sistem dapat memberikan kemudahan dalam mengelola informasi kondisi terbaru jalan dan jembatan dengan menggunakan foto / gambar terbaru hasil dari survey lapangan 3. SISTEM INFORMASI PEMETAAN JALAN & JEMBATAN PROVINSI SULAWESI
TENGGARA menggunakan Google Maps sebagai API penyedia layanan peta secara online.
4. Penggunaan Google Maps dalam menampilkan data lokasi secara detail memberikan kemudahan bagi pengguna dalam mengelola data
6.2Saran
Saran yang diberikan untuk pengembangan sistem ini selanjutnya
1. Jaringan Jalan dan Jembatan yang didigitasi belum mencakup semua data Jaringan jalan dan jembatan di Provinsi Sulawesi Tenggara.
2. Pengembangan berbasis mobile sangat diharapkan mengingat mobilitas dan efisiensi pengakesesan melalui smartphone saat ini sangat tinggi
DAFTAR PUSTAKA
Bentley, Lonnie D, dan JeffreyL Whitten. 2007. Systems Analysis and Designe for the Global
Enterprise Sevent Edition, New York: McGraaw-Hill.
Dean, Jeffrey. 2004. MapReduce: Simplified Data Processing On Large Cluster
http://research.google.com/archive/mapred uce.html Fathansyah. 2004. Basis Data. Bandung: Informatika
Hamidi, Sistem Informasi Geografis Berbasis Web Penyebaran Dana Bantuan Operasional
Sekolah, Tesis Program Pasca Sarjana Ilmu Komputer, UGM, Yogyakarta
Prahasta, E. 2009. Konsep-Konsep Dasar Sistem Informasi Geografis (Perspektif Geodesi & Geomatika). Bandung: Penerbit Informatika.
158 | Prosiding Semnas FPTVI Bali 2017