• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2 Hasil Penelitian

4.2 Hasil Penelitian

4.2.1 Uji Validitas dan Reliabilitas 4.2.1.1 Uji Validitas

Valid artinya data-data yang diperoleh dengan penggunaan instrumen dapat menjawab tujuan penelitian. Reliabel artinya konsisten atau stabil. Agar data yang diperoleh valid dan reliabel maka dilakukan uji

reliability. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan terhadap alat penelitian, yakni kuesioner. Penyebaran kuesioner khusus uji validitas dan reliabilitas diberikan kepada 30 orang diluar sampel pada Mahasiswa Manajemen Ekstensi Fakultas Ekonomi USU.

Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 15.0 dengan kriteria sebagai berikut:

a.Jika rhitung positif dan rhitung > rtabel maka pernyataan dinyatakan valid. b.Jika rhitung negatif atau rhitung < rtabel maka pernyataan tersebut dinyatakan

tidak valid.

c.rhitung dapat dilihat pada kolom corrected item-total correlation.

Dalam penelitian ini disebarkan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang berisi 21 pertanyaan yang menyangkut brand equity kalkulator Karce pada Mahasiswa Manajemen Ekstensi Fakultas Ekonomi USU yang terdiri dari enam variabel bebas yaitu: kesadaran merek (brand awareness)

quality) (X3), loyalitas merek (brand loyalty) (X4), serta variabel terikat yaitu keputusan pembelian (Y).

Tabel 4.1 Uji Validitas 1 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted Pernyataan_1 92.9000 29.955 .434 .906 Pernyataan_2 93.1000 28.162 .735 .898 Pernyataan_3 93.0333 29.620 .458 .905 Pernyataan_4 93.0667 29.789 .423 .906 Pernyataan_5 92.8000 30.303 .428 .906 Pernyataan_6 92.9667 28.171 .764 .897 Pernyataan_7 93.0000 28.276 .729 .898 Pernyataan_8 92.7667 30.254 .477 .905 Pernyataan_9 92.9333 29.926 .425 .906 Pernyataan_10 93.1000 28.162 .735 .898 Pernyataan_11 93.1333 28.189 .731 .898 Pernyataan_12 93.2000 28.924 .600 .902 Pernyataan_13 92.8333 31.040 .242 .910 Pernyataan_14 92.9000 29.334 .561 .903 Pernyataan_15 92.8667 28.878 .684 .900 Pernyataan_16 93.1667 29.316 .516 .904 Pernyataan_17 93.2333 29.082 .499 .905 Pernyataan_18 92.7000 30.907 .409 .906 Pernyataan_19 92.7333 30.961 .339 .907 Pernyataan_20 92.6000 32.386 .000 .910 Pernyataan_21 92.9667 28.102 .778 .897

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS versi 15.00 (Agustus 2011)

Terlihat pada variabel 13, 19, 20 data tidak valid karena tabel R untuk sample 30 sebesar 0.361, sedangkan nilai corrected item total correlation variabel 13, 19 dan 20 dibawah 0.361. berarti data variabel 13, 19, dan 20 harus dibuang. Setelah itu dilakukan pengujian kembali.

Tabel 4.2 Uji Validitas 2 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted Pernyataan_1 78.2667 27.444 .415 .912 Pernyataan_2 78.4667 25.568 .751 .903 Pernyataan_3 78.4000 26.869 .491 .911 Pernyataan_4 78.4333 27.426 .377 .914 Pernyataan_5 78.1667 27.523 .469 .911 Pernyataan_6 78.3333 25.678 .759 .903 Pernyataan_7 78.3667 25.757 .728 .904 Pernyataan_8 78.1333 27.499 .515 .910 Pernyataan_9 78.3000 27.459 .398 .913 Pernyataan_10 78.4667 25.568 .751 .903 Pernyataan_11 78.5000 25.569 .753 .903 Pernyataan_12 78.5667 26.254 .624 .907 Pernyataan_14 78.2667 26.823 .549 .909 Pernyataan_15 78.2333 26.323 .685 .905 Pernyataan_16 78.5333 26.740 .517 .910 Pernyataan_17 78.6000 26.593 .486 .911 Pernyataan_18 78.0667 28.409 .365 .913 Pernyataan_21 78.3333 25.609 .774 .903

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS versi 15.00 (Agustus 2011)

Pada Tabel diatas terlihat seluruh butir pertanyaan valid selanjutnya dilakukan uji reliabilitas. Menurut Ghozali, 2005 dan Kuncoro, 2003, suatu konstruk atau variabel dikatakan reliable jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0.60 atau nilai Cronbach Alpha > 0.80. berdasarkan data diatas maka seluruh butir dinyatakan reliabel.

4.2.1.2 Uji Reliabilitas

Menurut Ghozali dan Koncoro (dalam Ginting dan Situmorang, 2008:179) butir pertanyaan yang sudah dinyatakan valid dalam uji validitas akan ditentukan reliabilitasnya dengan kriteria sebagai berikut:

1. Menurut Ghozali jika nilai Cronbach's Alpha > 0.60 maka pertanyaan reliabel.

2. Menurut Kuncoro jika nilai Cronbach's Alpha > 0.80 maka pertanyaan reliabel.

Tabel 4.3 Uji Reliabilitas

Cronbach’s Alpha Jumlah Pertanyaan

0,913 18 Sumber : Hasil Pengolahan SPSS versi 15.00 (Agustus 2011)

Pertanyaan 18 dengan tingkat signifikansi 5% diketahui bahwa koefisien alpha (Cronbach's Alpha) adalah sebesar 0,913. ini berarti 0,913 > 0.60 dan 0,913 > 0.80 sehingga dapat dinyatakan bahwa kuesioner tersebut telah reliabel dan dapat disebarkan kepada responden untuk dijadikan sebagai instrumen penelitian.

4.2.2 Analisis Deskriptif

4.2.2.1 Deskriptif Responden

Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah daftar pernyataan (kuesioner). Jumlah pernyataan seluruhnya adalah 18 butir pernyataan, yakni empat butir pernyataan untuk variabel kesadaran merek

(brand awareness) (X1), empat butir pernyataan untuk variabel asosiasi merek (brand asociation) (X2), empat butir pernyataan untuk variabel

persepsi kualitas (perceived quality) (X3), tiga butir pernyataan untuk variabel loyalitas merek (brand loyalty) (X4), dan tiga butir pernyataan untuk variabel keputusan pembelian (Y), jadi jumlah seluruh pertanyaan adalah 18 butir pernyataan.

Kuesioner disebarkan kepada Mahasiswa Manajemen Ekstensi Fakultas Ekonomi USU yang dijadikan sebagai responden. Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Manajemen Ekstensi Fakultas Ekonomi USU yang menggunakan kalkulator Karce. Karakteristik responden dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Pembagian Responden Berdasarkan Umur

Berikut ini adalah tabulasi karakteristik responden berdasarkan umur:

Tabel 4.4

Karakteristik Responden Berdasarkan Umur

Umur Frekuensi Persentase 22 27 19,6 23 15 10,9 24 73 52,9 25 23 16,7

Total 138 100 %

Sumber: Hasil Penelitian (Agustus 2011) diolah

Berdasarkan Tabel 4.4 Dapat dilihat bahwa dari 138 responden jika dilihat dari umurnya, maka responden yang berusia 22 tahun adalah sebanyak 19,6%, berumur 23 tahun sebanyak 10,9%, berumur 24 tahun sebanyak 52,9%, berumur 25 tahun sebanyak 16,7%.

b. Pembagian Responden Berdasarkan Stambuk

Berikut ini adalah tabulasi karakteristik responden berdasarkan stambuk:

Tabel 4.5

Karakteristik Responden Berdasarkan Stambuk

Stambuk Frekuensi Persentase 2008 25 18,1 2009 48 34,8 2010 65 47,1 Total 138 100%

Sumber: Hasil Penelitian (Agustus 2011) diolah

Berdasarkan Tabel 4.5 Dapat dilihat bahwa dari 138 responden jika dilihat berdasarkan stambuknya, maka responden stambuk 2008 adalah sebanyak 25 orang atau 18,1%, responden stambuk 2009 adalah sebanyak 48 orang atau 34,8% dan responden stambuk 2010 adalah sebanyak 65 orang atau 47,1%. Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa mahasiswa stambuk 2010 adalah responden yang paling banyak dalam penelitian ini.

c. Pembagian Responden Berdasarkan frekuensi Membeli kalkulator Karce

Berikut ini adalah tabulasi karakteristik responden berdasarkan Frekuensi Membeli kalkulator:

Tabel 4.6

Karakteristik Responden Berdasarkan Frekuensi Membeli kalkulator Karce

Umur Frekuensi Persentase Sekali 67 48,6%

Lebih dari sekali 71 51,4%

Total 138 100 %

Sumber: Hasil Penelitian (Agustus 2011) diolah

Berdasarkan Tabel 4.6 Dapat dilihat bahwa dari 138 responden jika dilihat dari frekuensi membeli kalkulator Karce, maka responden yang membeli sekali adalah sebanyak 48,6%, responden yang membeli kalkulator

lebih dari sekali sebanyak 51,4%. Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa mahasiswa yang membeli kalkulator lebih dari sekali adalah responden yang paling banyak dalam penelitian ini yaitu sebesar 51,4%.

4.2.2.2 Analisis Deskriptif Variabel

Pada penelitian ini akan dijelaskan secara deskriptif persentase hasil penelitian setiap variabel yang mempengaruhi keputusan pembelian kalkulator Karce. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Jumlah pernyataan seluruhnya adalah empat butir pernyataan untuk variabel kesadaran merek (brand awareness) (X1), empat butir pernyataan untuk variabel asosiasi merek (brand asociation) (X2), empat butir pernyataan untuk variabel persepsi kualitas (perceived quality) (X3), tiga butir pernyataan untuk variabel loyalitas merek (brand loyalty) (X4), dan tiga butir pernyataan untuk variable keputusan pembelian (Y), jadi jumlah seluruh pertanyaan adalah 18 butir pernyataan.

Kuesioner yang disebarkan dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan skala likert dengan tanggapan responden sebagai berikut:

Sangat Setuju (SS) : diberi skor 5 Setuju (S) : diberi skor 4 Kurang Setuju (KS) : diberi skor 3 Tidak Setuju (TS) : diberi skor 2 Sangat Tidak Setuju (STS) : diberi skor 1

a. Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Kesadaran Merek

(Brand Awareness) (X1)

Tabel 4.7

Distribusi Jawaban Responden

Terhadap Variabel Kesadaran Merek (Brand Awareness) (X1) Ite m No. Sangat Tidak Setuju (STS) Tidak Setuju (TS) Kurang Setuju (KS) Setuju (S) Sangat Setuju (SS) Total F % F % F % F % F % F % 1 0 0 0 0 2 1,4 50 36,2 86 62,3 138 100 2 0 0 0 0 7 5,1 43 31,2 88 63,8 138 100 3 0 0 1 0,7 7 5,1 44 31,9 86 62,3 138 100 4 0 0 1 0,7 9 6,5 42 30,4 86 62,3 138 100

Sumber : Pengelolahan Kuesioner Penelitian (Agustus 2011)

Berdasarkan Tabel 4.7 dapat dilihat bahwa:

1. Pada pertanyaan pertama, dari 138 responden terdapat 62,3% menyatakan sangat setuju bahwa responden membeli kalkulator Karce karena sudah dikenal dikalangan umum, 36,2% menyatakan setuju, 1,4% menyatakan kurang setuju 2,4% menyatakan tidak setuju dan menyatakan sangat tidak setuju 0%.

2. Pada pertanyaan kedua, dari 138 responden, 63,8% menyatakan sangat setuju bahwa responden membeli kalkulator Karce karena mengenal logo atau simbol dari Karce, 31,2% menyatakan setuju, 5,1% menyatakan kurang setuju, menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju 0 %.

3. Pada pertanyaan ketiga, dari 138 responden, 62,3% responden menyatakan sangat setuju bahwa responden membeli kalkulator Karce karena berbeda dengan kalkulator merek lain, sedangkan 31,9% menyatakan setuju, 5,1% menyatakan kurang setuju, 0,7% menyatakan tidak setuju, dan 0% menyatakan sangat tidak setuju.

4. Pada pertanyaan keempat, dari 138 responden, 62,3% responden menyatakan sangat setuju bahwa responden membeli kalkulator Karce karena memiliki karekteristik yang gampang diingat, sedangkan 30,4% menyatakan setuju, 6,5% menyatakan kurang setuju, 0,7% menyatakan tidak setuju, dan 0% menyatakan sangat tidak setuju.

b. Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Asosiasi Merek (Brand

Asociation) (X2)

Tabel 4.8

Distribusi Jawaban Responden

Terhadap Variabel Asosiasi Merek (Brand Asociation) (X2) Item No. Sangat Tidak Setuju (STS) Tidak Setuju (TS) Kurang Setuju (KS) Setuju (S) Sangat Setuju (SS) Total F % F % F % F % F % F % 1 0 0 0 0 7 5,1 46 33,3 85 61,6 138 100 2 0 0 1 0,7 13 9,4 58 42,0 66 47,8 138 100 3 0 0 1 0,7 12 8,7 54 39,1 71 51,4 138 100 4 0 0 2 1,4 26 18,8 55 39,9 55 39,9 138 100

Sumber : Pengelolahan Kuesioner Penelitian (Agustus 2011)

Berdasarkan Tabel 4.8 dapat dilihat bahwa:

1. Pada pertanyaan pertama, dari 138 responden terdapat 61,6% menyatakan sangat setuju bahwa responden membeli kalkulator Karce karena memiliki fitur yang lengkap, 33,3% menyatakan setuju, 5,1% menyatakan kurang setuju, 0% menyatakan tidak setuju dan menyatakan sangat tidak setuju 0%. 2. Pada pertanyaan kedua, dari 138 responden, 47,8% menyatakan sangat setuju

bahwa responden membeli kalkulator karena harga yang relatif murah 42,0% menyatakan setuju, 8,7% menyatakan kurang setuju, 0,7%menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju 0 %.

3. Pada pertanyaan ketiga, dari 138 responden, 51,4% responden menyatakan sangat setuju bahwa responden membeli kalkulator Karce karena adanya dorongan kebutuhan akan manfaatnya, sedangkan 39,1% menyatakan setuju, 8,7% menyatakan kurang setuju, 0,7% menyatakan tidak setuju, dan 0% menyatakan sangat tidak setuju.

4. Pada pertanyaan keempat, dari 138 responden, 39,9% responden menyatakan sangat setuju dan setuju bahwa responden membeli kalkulator Karce karena dapat bersaing dengan merek lain, sedangkan 18,8% menyatakan kurang setuju, 1,4% menyatakan tidak setuju, dan 0% menyatakan sangat tidak setuju.

c. Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Persepsi Kualitas

(Perceived Quality) (X3)

Tabel 4.9

Distribusi Jawaban Responden

Terhadap Variabel Persepsi Kualitas (Perceived Quality) (X3) Item No. Sangat Tidak Setuju (STS) Tidak Setuju (TS) Kurang Setuju (KS) Setuju (S) Sangat Setuju (SS) Total F % F % F % F % F % F % 1 0 0 0 0 2 1,4 45 32,6 91 65,9 138 100 2 0 0 0 0 5 3,6 73 52,9 60 43,5 138 100 3 0 0 0 0 2 1,4 50 36,2 86 62,3 138 100 4 0 0 0 0 12 8,7 54 39,1 72 52,2 138 100

Sumber : Pengelolahan Kuesioner Penelitian (Agustus 2011)

Berdasarkan Tabel 4.9 dapat dilihat bahwa:

1. Pada pertanyaan pertama, dari 138 responden terdapat 65,9% menyatakan sangat setuju bahwa responden membeli kalkulator Karce karena kinerjanya yang cepat, akurat, dan terpercaya, 32,6% menyatakan setuju, 1,4% menyatakan kurang setuju, 0% menyatakan tidak setuju dan menyatakan sangat tidak setuju 0%.

2. Pada pertanyaan kedua, dari 138 responden, 43,5% menyatakan sangat setuju bahwa responden membeli kalkulator karena kualitas yang baik, 52,9% menyatakan setuju, 3,6% menyatakan kurang setuju, 0%menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju 0 %.

3. Pada pertanyaan ketiga, dari 138 responden, 62,3% responden menyatakan sangat setuju bahwa responden membeli kalkulator Karce karena adanya dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama, sedangkan 36,2% menyatakan setuju, 1,4% menyatakan kurang setuju, 0% menyatakan tidak setuju, dan 0% menyatakan sangat tidak setuju.

4. Pada pertanyaan keempat, dari 138 responden, 52,2% responden menyatakan sangat setuju bahwa responden membeli kalkulator Karce karena tidak mudah rusak, sedangkan 39,1% menyatakan setuju 1,4% sedangkan 8,7% menyatakan kurang setuju, 0% menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju.

d. Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Loyalitas Merek

(Brand Loyalty) (X4)

Tabel 4.10

Distribusi Jawaban Responden

Terhadap Variabel Loyalitas Merek (Brand Loyalty) (X4) Item No. Sangat Tidak Setuju (STS) Tidak Setuju (TS) Kurang Setuju (KS) Setuju (S) Sangat Setuju (SS) Total F % F % F % F % F % F % 1 0 0 0 0 4 2,9 56 40,6 78 56,5 138 100 2 0 0 1 0,7 1 0,7 59 42,8 77 55,8 138 100 3 0 0 1 0,7 8 5,8 63 45,7 66 47,8 138 100

Berdasarkan Tabel 4.10 dapat dilihat bahwa:

1. Pada pertanyaan pertama, dari 138 responden terdapat 56,5% menyatakan sangat setuju bahwa responden membeli kalkulator Karce karena loyal pada merek Karce, 40,6% menyatakan setuju, 2,9% menyatakan kurang setuju, 0% menyatakan tidak setuju dan menyatakan sangat tidak setuju 0%.

2. Pada pertanyaan kedua, dari 138 responden, 55,8% menyatakan sangat setuju bahwa responden membeli kalkulator karena merupakan pilihan pertama dalam memilih merek kalkulator, 42,8% menyatakan setuju, 0,7% menyatakan kurang setuju, 0,7%menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju 0 %. 3. Pada pertanyaan ketiga, dari 138 responden, 47,8% responden menyatakan

sangat setuju bahwa responden membeli kalkulator Karce karena hasilnya memuaskan pembeli, sedangkan 45,7% menyatakan setuju, 5,8% menyatakan kurang setuju, 0,7% menyatakan tidak setuju, dan 0% menyatakan sangat tidak setuju.

e. Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Keputusan Pembelian (Y)

Tabel 4.11

Distribusi Jawaban Responden

Terhadap Variabel Keputusan Pembelian (Y) Item No. Sangat Tidak Setuju (STS) Tidak Setuju (TS) Kurang Setuju (KS) Setuju (S) Sangat Setuju (SS) Total F % F % F % F % F % F % 1 0 0 0 0 5 3,6 65 47,1 68 49,3 138 100 2 0 0 0 0 4 2,9 31 22,5 103 74,6 138 100 3 0 0 0 0 5 3,6 41 29,7 92 66,7 138 100

Berdasarkan Tabel 4.11 dapat dilihat bahwa:

1. Pada pertanyaan pertama, dari 138 responden terdapat 49,3% menyatakan sangat setuju bahwa responden membeli kalkulator Karce karena mendukung kegiatan belajar, 47,1% menyatakan setuju, 3,6% menyatakan kurang setuju, 0% menyatakan tidak setuju dan menyatakan sangat tidak setuju 0%.

2. Pada pertanyaan kedua, dari 138 responden, 74,6% menyatakan sangat setuju bahwa responden membeli kalkulator karena harganya yang terjangkau, 22,5% menyatakan setuju, 2,9% menyatakan kurang setuju, 0%menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju 0 %.

3. Pada pertanyaan ketiga, dari 138 responden, 66,7% responden menyatakan sangat setuju bahwa responden membeli kalkulator Karce kembali karena yakin akan keputusannya, sedangkan 29,7% menyatakan setuju, 3,6% menyatakan kurang setuju, 0% menyatakan tidak setuju, dan 0% menyatakan sangat tidak setuju.

4.2.3 Analisis Regresi Linier Berganda

Analisis regresi linier berganda dilakukan dengan bantuan SPSS 15.0 dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas yang terdiri dari variabel kesadaran merek (brand awareness) (X1), variabel asosiasi merek (brand asociation) (X2), variabel persepsi kualitas (perceived quality) (X3), variabel loyalitas merek (brand loyalty) (X4), terhadap variabel terikat yaitu variabel keputusan pembelian (Y), dari Tabel coefficient maka dihasilkan output sebagai berikut:

Tabel 4.12

Analisis Regresi Linier Berganda

Coefficientsa Mode l Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta B Std. Error 1 (Constant) 2.483 2.028 1.224 .223 kesadaran_merek .092 .063 .098 1.467 .145 asosiasi_merek -.019 .053 -.024 -.355 .723 persepsi_kualitas .052 .051 .068 1.031 .304 loyalitas_merek .669 .070 .639 9.588 .000

a Dependent Variable: keputusan_pembelian

Sumber: Hasil Pengolahan SPSS 15.0 (Agustus 2011)

Berdasarkan hasil pengolahan data yang ditunjukkan dalam Tabel 4.12, maka diperoleh persamaan hasil regresi linier berganda sebagai berikut :

Y = 2,483 + 0,092X1 - 0,019X2 + 0,052X3 + 0,669X4

Berdasarkan persamaan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :

a. Konstanta (a) = 2,483, ini menunjukkan harga constant, dimana jika variabel kesadaran merek (brand awareness) (X1), asosiasi merek (brand association) (X2), persepsi kualitas (perceived quality) (X3), loyalitas merek (brand loyalty) (X4) = 0, maka keputusan pembelian (Y) = 2,483. b. Koefisien X1 (b1) 0,092, ini berarti bahwa variabel kesadaran merek (brand

awareness) (X1) berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian sebesar 0,092. Artinya, setiap terjadi peningkatan variabel kesadaran merek (brand awareness) (X1) sebesar 1 satuan, maka keputusan pembelian akan bertambah sebesar 0,092.

c. Koefisien X2 (b2) -0,019, ini berarti bahwa variabelasosiasi merek (brand association) (X ) berpengaruh negatif terhadap keputusan pembelian

sebesar -0,019. Artinya, setiap terjadi peningkatan variabel asosiasi merek

(brand association) (X2) sebesar 1 satuan, maka keputusan pembelian akan berkurang sebesar -0,019.

d. Koefisien X3 (b3) 0,052, ini berarti bahwa variabel persepsi kualitas

(perceived quality) (X3) berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian sebesar 0,052. Artinya, setiap terjadi peningkatan variabel persepsi kualitas (perceived quality) (X3) sebesar 1 satuan, maka keputusan pembelian akan bertambah sebesar 0,052.

e. Koefisien X4 (b4) 0,669, ini berarti bahwa variabel loyalitas merek (brand loyalty) (X4) berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian sebesar 0,669. Artinya, setiap terjadi peningkatan variabel loyalitas merek (brand loyalty) (X4) sebesar 1 satuan, maka keputusan pembelian akan bertambah sebesar 0,669.

4.2.4 Pengujian Koefisien Determinasi (R²)

Pengujian koefisien determinasi (R²) digunakan untuk mengukur proporsi atau persentase kemampuan model dalam menerangkan variabel terikat. Koefisien determinasi berkisar antara nol sampai satu (0 ≤ R² ≥ 1). Jika R² semakin besar (mendekati satu), maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas (X) adalah besar terhadap variabel terikat (Y). Hal ini berarti model yang digunakan semakin kuat untuk menerangkan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dan demikian sebaliknya.

Tabel 4.13 Koefisien Determinasi Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .646(a) .417 .399 .81553

a Predictors: (Constant), loyalitas_merek, persepsi_kualitas, asosiasi_merek, kesadaran_merek

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 15.0 (Agustus 2011)

Berdasarkan Tabel 4.13 dapat dilihat bahwa :

a. R = 0,646 berarti hubungan antara variabel kesadaran merek (brand awareness) (X1), asosiasi merek (brand association) (X2), persepsi kualitas (perceived quality) (X3), loyalitas merek (brand loyalty) (X4), terhadap keputusan pembelian (Y) sebesar 64,60%. Artinya hubungannya erat.

b. Adjusted R Square sebesar 0,399 berarti 39,90% variabel keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh variabel kesadaran merek (brand awareness) (X1), asosiasi merek (brand association) (X2), persepsi kualitas (perceived quality) (X3), loyalitas merek (brand loyalty) (X4) , Sedangkan sisanya 60,10% dapat dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti oleh penelitian ini.

c. Standard Error of Estimated (Standar Deviasi) artinya mengukur variasi dari nilai yang diprediksi. Dalam penelitian ini standar deviasinya sebesar 0,81533. Semakin kecil standar deviasi berarti model semakin baik.

4.2.5 Pengujian Hipotesis

4.2.5.1 Uji Signifikansi Simultan (Uji-F)

Uji-F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel bebas yang dimasukan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat. Kriteria pengujiannya sebagai berikut:

H0 : b1 = b2 = b3 = b4 = 0 Artinya, secara simultan tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel-variabel bebas (X) seperti brand equity yang terdiri dari kesadaran merek (brand awareness) (X1), asosiasi merek (brand asosiation) (X2), persepsi kualitas (perceived quality) (X3), loyalitas merek (brand loyalty) (X4) terhadap variabel terikat yaitu keputusan pembelian (Y).

Ha : b1 ≠ b2 ≠ b3 ≠ b4 ≠ 0, Artinya secara simultan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel-varibel bebas (X) seperti brand equity

yang terdiri dari kesadaran merek (brand awareness) (X1), asosiasi merek

(brand asosiation) (X2), persepsi kualitas (perceived quality) (X3), loyalitas merek (brand loyalty) (X4) terhadap variabel terikat yaitu keputusan pembelian (Y).

Adapun Kriteria pengambilan keputusan: H0 diterima jika F hitung < F tabel pada α =5% Ha diterima jika F hitung > F tabel pada α =5%.

Untuk menentukan nilai F, maka diperlukan adanya derajat bebas pembilang dan derajat bebas penyebut, dengan rumus sebagai berikut:

df (Pembilang) = k – 1 df (Penyebut) = n – k

Keterangan :

n = jumlah sampel penelitian

k = jumlah variabel bebas dan terikat

Pada penelitian ini diketahui jumlah sampel (n) 138 dan jumlah keseluruhan variabel (k) adalah 5, sehingga diperoleh :

1. df (pembilang) = 5 – 1 = 4 2. df (penyebut) = 138 – 5 = 133

Nilai Fhitung akan diperoleh dengan menggunakan bantuan SPSS 15.0 for windows, kemudian akan dibandingkan dengan Ftabel pada tingkat α = 5%,

Tabel 4.14

Hasil Uji Signifikansi Simultan (Uji-F) ANOVAb Mode l Sum of Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regressio n 63.260 4 15.815 23.779 .000(a) Residual 88.457 133 .665 Total 151.717 137

a Predictors: (Constant), loyalitas_merek, persepsi_kualitas, asosiasi_merek, kesadaran_merek b Dependent Variable: keputusan_pembelian

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 15.0 (Agustus 2011)

Pada Tabel 4.14 dapat dilihat bahwa hasil perolehan Fhitung pada kolom F yakni sebesar 23,779 dengan tingkat signifikansi = 0.000 lebih besar dari nilai Ftabel yakni , dengan tingkat kesalahan α = 5%, atau dengan kata lain F hitung > F tabel (23,779 > 2.44).

Berdasarkan kriteria pengujian hipotesis jika Fhitung > Ftabel dan tingkat signifikansinya (0.000) < 0.05, menunjukkan bahwa pengaruh variabel independen kesadaran merek (brand awareness) (X1), asosiasi merek (brand asosiation) (X ), persepsi kualitas (perceived quality) (X ),

loyalitas merek (brand loyalty) (X4) secara serempak adalah signifikan terhadap Keputusan Pembelian (Y) kalkulator Karce pada mahasiswa Manajemen Ekstensi Fakultas Ekonomi USU.

4.2.5.2 Uji Signifikansi Parsial (Uji-t)

Uji-t menunjukan seberapa besar pengaruh variabel bebas secara individual terhadap varibel terikat.

Adapun kriteria pengujiannya sebagai berikut:

H0: b1 = 0, Artinya variabel bebas (X) seperti brand equity yang terdiri dari kesadaran merek (brand awareness) (X1), asosiasi merek (brand asosiation)

(X2), persepsi kualitas (perceived quality) (X3), loyalitas merek (brand loyalty) (X4) secara parsial tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel terikat yaitu keputusan pembelian (Y).

Ha : b1 ≠ 0, Artinya variabel bebas (X) seperti brand equity yang terdiri dari kesadaran merek (brand awareness) (X1), asosiasi merek (brand asosiation)

(X2), persepsi kualitas (perceived quality) (X3), loyalitas merek (brand loyalty) (X4) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel terikat yaitu keputusan pembelian (Y).

Adapun kriteria pengambilan keputusan: H0 diterima jika t-hitung < t-tabel pada α =5% Ha diterima jika t-hitung > t-tabel pada α =5%

Tabel 4.15

Hasil Uji Signifikansi Parsial (Uji-t) Coefficients(a) Mode l Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta B Std. Error 1 (Constant) 2.483 2.028 1.224 .223 kesadaran_merek .092 .063 .098 1.467 .145 asosiasi_merek -.019 .053 -.024 -.355 .723 persepsi_kualitas .052 .051 .068 1.031 .304 loyalitas_merek .669 .070 .639 9.588 .000

a Dependent Variable: keputusan_pembelian

Sumber: Hasil Pengolahan SPSS 15.0 (Agustus 2011)

Berdasarkan Tabel 4.15 dapat dilihat bahwa:

1. Variabel kesadaran merek (brand awareness) (X1)

Nilai thitung variabel kesadaran merek (brand awareness) (X1) adalah 1,467 dan nilai ttabel 1.656 maka thitung < ttabel (1,467 < 1,656) sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel kesadaran merek (brand awareness)

(X1) berpengaruh positif dan tidak signifikan (0,145 > 0,05) secara parsial terhadap keputusan pembelian kalkulator Karce pada Mahasiswa Manajemen Ekstensi Fakultas Ekonomi USU.

2. Variabel asosiasi merek (brand asosiation) (X2)

Nilai thitung variabel asosiasi merek (brand asosiation) (X2) adalah -0,355 dan nilai ttabel 1.656 maka thitung < ttabel (-0,355 < 1.656) sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel asosiasi merek (brand asosiation) (X2) berpengaruh negatif dan tidak signifikan (0,723 > 0,05) secara parsial terhadap keputusan pembelian kalkulator Karce pada Mahasiswa Manajemen Ekstensi Fakultas Ekonomi USU.

3. Variabel persepsi kualitas (perceived quality) (X3)

Nilai thitung variabel persepsi kualitas (perceived quality) (X3) adalah 1,031 dan nilai ttabel 1.656 maka thitung > ttabel (1,031 < 1.656) sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel persepsi kualitas (perceived quality)

(X3) berpengaruh positif dan tidak signifikan (0,304 > 0,05) secara parsial terhadap keputusan pembelian kalkulator Karce pada Mahasiswa Manajemen Ekstensi Fakultas Ekonomi USU.

4. Variabel loyalitas merek (brand loyalty) (X4)

Nilai thitung variabel loyalitas merek (brand loyalty) (X4) adalah 9,588 dan nilai ttabel 1.656 maka thitung > ttabel (9,588 > 1.656) sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel loyalitas merek (brand loyalty) (X4) berpengaruh positif dan signifikan (0,000 < 0,05) secara parsial terhadap keputusan pembelian air kalkulator Karce pada Mahasiswa Manajemen Ekstensi Fakultas Ekonomi USU.

Dokumen terkait