• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN HASIL

A. Hasil Penelitian

1. Gambaran Umum Perusahaan a Sejarah Singkat

Mebel Indra Banjarmasin merupakan salah satu perusahaan bergerak dibidang mebel yang beroperasi di wilayah Banjarmasin didirikan oleh Bapak Alpianor sejak Bulan April 2012 dan dipimpin langsung oleh Bapak tersebut. Mebel tersebut beralamat di Jalan Pangeran Hidayatullah Banua Anyar Kel.Sungai Jingah No.101 Rt.15 Banjarmasin. Pemilik menggunakan nama anak beliau yang bernama Indra dalam menentukan nama perusahaannya. Adapun omset yang dihasilkan pada Mebel Indra Banjarmasin berkisar antara Rp 150.000.000 hingga Rp 400.000.000 per bulan.

Barang yang ditawarkan pada mebel tersebut beberapa diantaranya adalah meja makan, tempat tidur, lemari, dan berbagai aksesoris rumah tangga lainnya. Pemasaran yang dilakukan oleh Mebel Indra telah mencakup hampir diseluruh daerah Kalimantan Selatan seperti Banjarbaru, Binuang, Rantau, Kandangan, Barabai, Tanjung, Kotabaru, dan lain-lain. Mebel ini mempunyai misi menjual furniture yang berkualitas tinggi sehingga pelanggan merasa puas dan tingkat penjualan dapat meningkat.

b Struktur Organisasi

Perlu adanya pemisahan tanggung jawab dan wewenang antar anggota dalam suatu organisasi/perusahaan. Hal tersebut dapat dibentuk dengan dibuatnya struktur organisasi dimana didalamnya terdapat garis wewenang yang menghubungkan langsung secara vertikal antara atasan/pemilik dan bawahan. Sehingga kinerja suatu perusahaan dapat berjalan dengan baik.

Bagan 4

Struktur Organisasi Mebel Indra Banjarmasin

Sumber : Mebel Indra Banjarmasin, 2016

Berdasarkan struktur organisasi di atas dapat menunjukan bahwa struktur organisasi yang diterapkan oleh Mebel Indra Banjarmasin adalah struktur organisasi garis, hal tersebut dikarenakan struktur organisasi yang diterapkan oleh Mebel Indra memiliki sistem yang berjalan dari atas ke bawah sedangkan tanggung jawab berjalan dari bawah ke atas. Berikut merupakan wewenang dan tanggung jawab masing-masing bagian pada Mebel Indra Banjarmasin:

Pimpinan

Bag. Pengiriman Bag. Kasir

1) Pimpinan/Pemilik

Pimpinan/pemilik merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam jalannya bisnis Mebel Indra Banjarmasin yang memiliki tugas dan wewenang seperti:

a) Mengkoordinir bagian yang berada dibawah wewenangnya. b) Bertanggung jawab terhadap perkembangan dan kelancaran

usaha yang dijalankan. 2) Bagian Penjualan

Bagian penjualan memiliki fungsi, yaitu fungsi penjualan. Tugas dan tanggung jawab fungsi penjualan sebagai berikut:

a) Melayani pelanggan yang datang. b) Menawarkan barang pada pelanggan. c) Mencatat pesanan barang dari pelanggan.

d) Bertanggung jawab atas barang yang terdapat pada Mebel Indra Banjarmasin.

3) Bagian Kasir

Bagian kasir memiliki fungsi, yaitu fungsi kasir. Tugas dan tanggung jawab fungsi kasir sebagai berikut:

a) Mencatat nota penjualan.

b) Membuat laporan penjualan (kas masuk) harian.

c) Memberi perintah kepada bagian pengiriman untuk menyiapkan dan mengirim barang kepada pelanggan.

d) Bertanggung jawab atas pengeluaran dan pemasukan uang kas atas transaksi yang terjadi pada Mebel Indra Banjarmasin. 4) Bagian Pengiriman

Bagian pengiriman memiliki 3 (tiga) fungsi, yaitu fungsi gudang, fungsi pengiriman, dan fungsi penagihan.

a) Fungsi gudang

Fungsi gudang memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:

(1) Mengecek persediaan barang.

(2) Menyiapkan barang pesanan pelanggan.

(3) Bertanggung jawab atas barang yang terdapat pada Mebel Indra Banjarmasin.

b) Fungsi pengiriman

Fungsi pengiriman memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:

(1) Bertanggung jawab atas pengiriman barang;

(2) mengisikan pelunasan pembayaran oleh pelanggan saat barang dikirimkan;

(3) bertugas dalam pengambilan barang kepada pemasok yang berada dalam wilayah Kalimantan Selatan; dan

(4) bertugas dalam pengambilan barang kepada pemasok yang berada di wilayah Kalimantan Selatan.

c) Fungsi Penagihan

Fungsi penagihan memiliki tanggung jawab untuk menagih pelunasan piutang oleh pelanggan.

2. Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Kas pada Mebel Indra Banjarmasin

Mebel Indra Banjarmasin merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan. Hal tersebut dikarenakan sebagian besar barang furniture yang dijual tidak mengalami proses produksi, pemilik perusahaan membeli barang jadi langsung kepada pemasok. Namun beberapa dari furniture yang terdapat pada mebel tersebut terjadi proses finishing sebelum siap dijual. Oleh karena itu, Mebel Indra Banjarmasin dapat dikatakan sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan dan industri.

Sistem informasi akuntansi penerimaan kas yang berjalan pada Mebel Indra Banjarmasin yaitu sistem penerimaan kas dari penjualan tunai dan piutang.

a. Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Kas dari Penjualan Tunai pada Mebel Indra Banjarmasin

Prosedur SIA penerimaan kas dari penjualan tunai yang terjadi pada Mebel Indra Banjarmasin yaitu prosedur penerimaan kas dari over-the-counter sales dan prosedur penerimaan kas dari cash-on-delivery sales (COD sales). Penerapan sistem informasi penerimaan kas dari penjualan tunai terdiri dari deskripsi pokok, informasi yang diperlukan manajemen, fungsi yang terkait, jaringan prosedur yang membentuk

sistem, dokumen yang digunakan, catatan akuntansi yang digunakan, bagan alir dokumen, dan unsur pengendalian intern.

1) Prosedur Penerimaan Kas dari Over-The-Counter Sales a) Deskripsi Pokok

Penerimaan kas dari penjualan tunai menggunakan

prosedur Over-The-Counter Sales pada Mebel Indra

Banjarmasin dimulai saat pelanggan datang secara langsung ke Mebel untuk membeli barang dan melakukan pelunasan pada barang yang dibeli. Saat pelanggan datang dan menentukan pilihan, fungsi penjualan mencatat barang yang dipesan yang kemudian perlu dilakukan pelunasan oleh pelanggan. Setelah uang diterima oleh fungsi kasir, fungsi kasir menyerahkan nota rangkap pertama kepada pelanggan dan barang yang telah dipilih kemudian disiapkan oleh fungsi gudang dan dikirimkan oleh fungsi pengiriman bersamaan dengan nota rangkap ke-2 dan 3 yang difungsikan sebagai surat jalan. Nota rangkap ke-2 diserahkan kepada pelanggan sebagai tanda terima dari pelanggan sedangkan rangkap ke-3 diserahkan pada fungsi kasir. Selanjutnya fungsi penjualan mencatat transaksi ke dalam laporan penjualan harian.

b) Informasi yang Diperlukan Manajemen

Informasi yang diperlukan oleh manajemen dalam sistem penerimaan kas dari penjualan tunai menggunakan prosedur Over-The-Counter Sales pada Mebel Indra Banjarmasin yaitu: (1) Informasi data barang berupa nama barang dan jumlah

barang.

(2) Data pelanggan.

(3) Laporan penjualan harian. c) Fungsi yang Terkait

Fungsi yang terkait dalam sistem penerimaan kas dari penjualan tunai menggunakan prosedur Over-The-Counter Sales pada Mebel Indra Banjarmasin sebagai berikut:

(1) Bagian Penjualan (a) Fungsi penjualan

Tugas dan tanggung jawab dari fungsi penjualan yaitu: (i) Menerima pesanan dari pelanggan; dan

(ii) mengisi buku pesanan. (2) Bagian Kasir

(a) Fungsi kasir

Tugas dan tanggung jawab dari fungsi kasir yaitu:

(i) Menerima kas sebagai pembayaran dari

pelanggan;

(iii) membuat pencatatan laporan penjualan harian berdasarkan nota; dan

(iv) memberi perintah kepada bagian pengiriman untuk menyiapkan dan mengirim barang kepada pelanggan.

(3) Bagian Pengirimaan

Pada bagian pengiriman terbagi menjadi dua fungsi: (a) Fungsi gudang

Tanggung jawab dari fungsi gudang yaitu

mempersiapkan barang yang dipesan oleh pelanggan. (b) Fungsi pengiriman

Tanggung jawab dari fungsi pengiriman yaitu mengantarkan barang yang dibeli oleh pelanggan dan menyerahkan nota rangkap kedua kepada pelanggan. d) Jaringan Prosedur yang Membentuk Sistem

Jaringan prosedur yang membentuk sistem informasi penerimaan kas penjualan tunai menggunakan prosedur Over-The-Counter Sales yang berjalan pada Mebel Indra Banjarmasin adalah sebagai berikut:

(1) Prosedur order penjualan

Prosedur order penjualan dijalankan oleh fungsi penjualan dan fungsi kasir. Fungsi penjualan menerima pesanan dari pelanggan kemudian fungsi kasir membuat

nota yang terdiri dari tiga rangkap, rangkap pertama berwarna putih diserahkan kepada pelanggan, rangkap kedua diserahkan kepada fungsi pengiriman, dan rangkap ketiga sebagai arsip. Prosedur order penjualan dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepada pelanggan yang akan membeli barang.

(2) Prosedur penerimaan kas

Prosedur penerimaan kas pada Mebel Indra Banjarmasin dijalankan oleh fungsi kasir. Prosedur penerimaan kas terjadi setelah adanya kesepakatan antara pelanggan dan fungsi penjualan serta dilakukannya pelunasan atas pembelian barang sebesar jumlah yang tertera pada nota oleh pelanggan. Seperti penjelasan pada (d).1), nota rangkap ketiga digunakan sebagai rekap untuk membuat laporan penjualan harian dan pengarsipan. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kecurangan dalam hasil penjualan yang ada pada Mebel Indra Banjarmasin. Namun fungsi penjualan dan fungsi kasir masih dijalankan oleh orang yang sama.

(3) Prosedur pencatatan penerimaan kas

Prosedur pencatatan penerimaan kas dijalankan oleh fungsi kasir. Prosedur ini digunakan untuk melakukan

pencatatan transaksi penjualan tunai ke dalam laporan penjualan harian berdasarkan nota.

(4) Prosedur penyerahan barang

Prosedur penyerahan barang dijalankan oleh fungsi gudang dan fungsi pengiriman. Penyerahan barang dilakukan oleh fungsi gudang langsung jika pelanggan

memutuskan untuk tidak menggunakan jasa

pengiriman/pengantaran dan dilakukan oleh fungsi

pengiriman jika pelanggan memutuskan untuk

menggunakan jasa pengantaran oleh Mebel Indra Banjarmasin. Pada saat itu, fungsi pejualan mengarahkan kepada fungsi gudang untuk menyiapkan barang dan fungsi pengiriman untuk mengantarkan barang dengan membawa nota rangkap kedua dan ketiga ke tempat tujuan.

(5) Prosedur penyetoran kas

Prosedur penyetoran kas kepada pemilik dilakukan setiap harinya oleh fungsi kasir. Penyetoran kas dilakukan secara bersamaan dengan penyerahan laporan penjualan harian dan nota rangkap ketiga sebagi bukti pencatatan jumlah kas yang diterima dari hasil penjualan.

e) Dokumen yang digunakan

Dokumen yang digunakan pada Mebel Indra Banjarmasin pada sistem penerimaan kas dari penjualan tunai menggunakan prosedur Over-The-Counter Sales adalah sebagai berikut: (1) Nota

Nota merupakan dokumen yang digunakan untuk merekam berbagai transaksi penjualan tunai. Nota pada Mebel Indra Banjarmasin terdiri dari tiga rangkap, rangkap pertama berwarna putih diserahkan kepada pelanggan yang telah melakukan pembayaran, rangkap kedua berwarna kuning diserahkan kepada bagian pengiriman yang difungsikan sebagai surat jalan, dan rangkap ketiga diserahkan kepada fungsi kasir. Nota yang digunakan pada Mebel Indra Banjarmasin terdapat pada gambar 19 halaman 94:

Gambar 19 Nota

Sumber: Mebel Indra Banjarmasin, 2016 (2) Laporan Penjualan Harian (LPH)

Laporan Penjualan Harian (LPH) merupakan dokumen yang digunakan sebagai laporan hasil penjualan harian pada Mebel Indra Banjarmasin. Dokumen ini berisikan tanggal terjadinya transaksi penjualan, nama barang terjual, jumlah barang yang dijual secara tunai, dan data pelanggan. LPH dibuat oleh fungsi kasir secara manual setiap harinya dan sebagai lampiran ketika menyerahkan uang hasil penjualan kepada pimpinan.

Berikut ini adalah laporan penjualan harian yang digunakan pada Mebel Indra Banjarmasin pada gambar 20 halaman 95:

Gambar 20

Laporan Penjualan Harian

Sumber: Mebel Indra Banjarmasin, 2016 f) Catatan Akuntansi yang Digunakan

Pada prosedur sistem informasi penerimaan kas penjualan tunai menggunakan prosedur Over-The-Counter Sales pada Mebel Indra Banjarmasin, fungsi kasir mencatat transaksi pada buku laporan penjualan harian. Namun belum terdapat pencatatan akuntansi seperti jurnal.

g) Bagan Alir Dokumen

Bagan alir dokumen sistem penerimaan kas dari penjualan tunai menggunakan prosedur Over-The-Counter Sales yang berjalan pada Mebel Indra Banjarmasin terdapat pada bagan 4 halaman 96:

Bagan 5

Bagan Alir Dokumen Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Kas menggunakan prosedur Over-The-Counter Sales dari Penjualan Tunai yang berjalan jika Pelanggan Menggunakan Jasa Pengiriman pada Mebel Indra Banjarmasin

Fungsi Penjualan Fungsi kasir

Mulai Menerima Order dari Pelanggan 1 1 Menerima pembayaran dari pelanggan Membuat Nota 3 2 Nota 1 Pelanggan 2 8 Nota 3 LPH (telah dicocokkan) T T Selesai 5 Nota 3 Membuat LPH Nota 3 LPH Uang 6

Lanjutan

Sumber: Mebel Indra Banjarmasin, 2016 Keterangan:

LPH : Laporan Penjualan Harian

Fungsi Gudang Fungsi Pengiriman Pimpinan

Menyiapkan Barang yang Dipesan Pelanggan 2 3 Nota 2 3 Nota 2 Barang 3 3 3 Nota 2 Barang Mengantarka n barang kepada pelanggan 3 Nota 2 Meminta tanda tangan pelanggan sebagai tanda terima 3 Nota 2

(beserta tanda tangan)

Pelanggan 4 6 Nota 3 LPH Uang Mencocokkan nota dengan LPH Nota 3 LPH (telah dicocokkan) 7

Berdasarkan bagan alir dokumen sistem informasi akuntansi penerimaan kas menggunakan prosedur Over-The-Counter Sales dari penjualan tunai jika pelanggan menggunakan jasa pengiriman pada Mebel Indra Banjarmasin dapat dijelaskan sebagai berikut:

(1) Pemilik/Pimpinan berwenang untuk menerima dan mencocokkan nota rangkap ke-3 (ketiga), Laporan Hasil Penjualan (LPH) beserta uang hasil penjualan barang mebel yang diserahkan oleh fungsi kasir.

(2) Bagian Penjualan

(a) Fungsi Penjualan, yaitu menerima order dari pelanggan. (3) Bagian Kasir

(a) Fungsi kasir

(i) Menerima pembayaran dari pelanggan;

(ii) mengisi nota penjualan yang terdiri dari tiga rangkap. Rangkap ke-1 (pertama) diserahkan kepada pelanggan, rangkap ke-2 (kedua) diserahkan pada fungsi pengiriman, rangkap ke-3 (ketiga) diserahakan kepada pimpinan;

(iii) menerima nota penjualan setelah barang diantar dari fungsi pengiriman;

(iv) membuat Laporan Penjualan Harian (LPH) berdasarkan nota;

(v) menyerahkan LPH, nota rangkap ke-3 (ketiga) serta uang hasil penjualan kepada pimpinan; dan

(vi) mengarsipkan nota rangkap ketiga. (4) Bagian Pengiriman

(a) Fungsi Gudang

(i) Menerima nota rangkap ke-2 (kedua) dan ke-3 (ketiga) yang telah dibuat oleh fungsi kasir; dan (ii) menyiapkan barang pesanan pelanggan.

(b) Fungsi Pengiriman

(i) Menerima nota rangkap ke-2 (kedua) dan ke-3 (ketiga) yang telah dibuat oleh fungsi kasir;

(ii) Menyerahkan nota rangkap ke-2 (kedua) beserta barang kepada pelanggan saat mengantar barang dan nota rangkap ke-3 (ketiga) kepada fungsi kasir setelah barang diantar.

Pelanggan yang memutuskan tidak menggunakan jasa pengiriman dari Mebel Indra Banjarmasin dijelaskan pada bagan alir dokumen pada bagan 5 halaman 100.

Bagan 6

Bagan Alir Dokumen Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Kas menggunakan prosedur Over-The-Counter Sales dari Penjualan Tunai yang berjalan jika Pelanggan Tidak Menggunakan Jasa Pengiriman pada Mebel Indra Banjarmasin

Fungsi Penjualan Fungsi kasir

Mulai Menerima Order dari Pelanggan 1 3 Nota 3 LPH (telah dicocokkan) T T Selesai 1 Menerima pembayaran dari pelanggan 3 2 Nota 1 Membuat Nota Pelanggan Membuat LPH Nota 3 LPH Uang 2 T

Lanjutan

Pimpinan

Sumber: Mebel Indra Banjarmasin, 2016 Keterangan:

LPH : Laporan Penjualan Harian

Berdasarkan bagan alir dokumen sistem informasi akuntansi penerimaan kas menggunakan prosedur Over-The-Counter Sales dari penjualan tunai jika pelanggan tidak menggunakan jasa pengiriman pada Mebel Indra Banjarmasin dapat dijelaskan sebagai berikut:

2 Nota 3 LPH Uang Mencocokkan nota dengan LPH Nota 3 LPH (telah dicocokkan) 3

(1) Pemilik/Pimpinan berwenang untuk menerima dan mencocokkan nota rangkap ke-3 (ketiga), Laporan Hasil Penjualan (LPH) beserta uang hasil penjualan barang mebel yang diserahkan oleh fungsi kasir.

(2) Bagian Penjualan

(a) Fungsi Penjualan, yaitu menerima order dari pelanggan. (3) Bagian Kasir

(a) Fungsi kasir

(i) Menerima pembayaran dari pelanggan;

(ii) mengisi nota penjualan yang terdiri dari tiga rangkap. Rangkap ke-1 (pertama) diserahkan pada pelanggan, rangkap ke-2 (kedua) dijadikan arsip sementara, dan rangkap ke-3 (ketiga) diserahakan kepada pimpinan;

(iii) membuat Laporan Penjualan Harian (LPH) berdasarkan nota;

(iv) menyerahkan LPH, nota rangkap ke-3 (ketiga) serta uang hasil penjualan kepada pimpinan; dan

(v) mengarsipkan nota lembar ketiga. h) Sistem Pengendalian Intern

Sistem pengendalian intern dalam sistem penerimaan kas dari penjualan tunai dengan prosedur Over-The-Counter Sales yaitu sebagai berikut:

(1) Organisasi yang memisahkan tanggung jawab tiap bidang Organisasi yang terdapat pada Mebel Indra Banjarmasin terdapat pemisahan tanggung jawab antara bagian penjualan dan bagian pengiriman, namun belum adanya pemisahan fungsi antara fungsi penjualan dan fungsi kasir sehingga rentan terjadi penyelewengan.

(2) Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan

Pencatatan penerimaan kas dari penjualan ke Laporan Penjualan Harian (LPH) berdasarkan dokumen sumber yaitu nota penjualan.

(3) Praktik yang sehat dalam menjalankan tugas dan fungsi setiap unit organisasi

Uang hasil penjualan harian disetorkan setiap harinya kepada pimpinan oleh fungsi kasir.

(4) Karyawan yang mutunya sesuai dengan fungsinya

Karyawan yang bekerja pada Mebel Indra Banjarmasin fungsi dan tanggung jawab masing – masing berdasarkan kemampuan yang mereka miliki.

2) Prosedur Penerimaan Kas dari Cash-On-Delivery Sales (COD Sales)

a) Deskripsi Pokok

Penerimaan kas dari penjualan tunai menggunakan prosedur cash-on-delivery sales (COD sales) pada Mebel Indra

Banjarmasin dimulai saat pelanggan menelepon atau datang langsung ke Mebel untuk memesan barang dan memutuskan untuk melakukan pelunasan pada saat barang yang dipesan diantar ke tempat pelanggan. Kemudian fungsi penjualan mencatat pesanan pelanggan pada buku pesanan. Setelah melakukan pemesanan, pelanggan menyerahkan uang muka kepada fungsi kasir dan bagi pelanggan tetap dapat melakukan pelunasan pada saat barang diantar tanpa menyerahkan uang muka terlebih dahulu. Saat menerima uang muka dari pelanggan, fungsi kasir mengisikan dan menyerahkan nota rangkap pertama serta mengarahkan pada fungsi gudang untuk menyiapkan barang yang telah dipilih oleh pelanggan kemudian dikirimkan oleh fungsi pengiriman bersamaan dengan nota rangkap ke-2 dan ke-3 yang difungsikan sebagai surat jalan. Setelah tiba di tempat tujuan, pelanggan melakukan pembayaran atas barang yang telah dipesan kemudian fungsi pengiriman mencatatkan pelunasan oleh pelanggan pada nota dan menyerahkan rangkap ke-2 kepada pelanggan sebagai tanda bukti pelunasan sedangkan rangkap ke-3 diserahkan pada fungsi kasir. Selanjutnya fungsi kasir mencatat transaksi ke dalam laporan penjualan harian.

b) Informasi yang Diperlukan Manajemen

Informasi yang diperlukan oleh manajemen dalam sistem penerimaan kas dari penjualan tunai menggunakan prosedur cash-on-delivery sales (COD sales) pada Mebel Indra Banjarmasin yaitu:

(1) Informasi data barang berupa nama barang dan jumlah barang;

(2) data pelanggan; (3) daftar pesanan; dan (4) laporan penjualan harian.

c) Fungsi yang Terkait

Fungsi yang terkait dalam sistem penerimaan kas dari penjualan tunai menggunakan prosedur cash-on-delivery sales (COD sales) pada Mebel Indra Banjarmasin sebagai berikut:

(1) Bagian Penjualan

(a) Fungsi penjualan, tanggung jawab dari fungsi penjualan yaitu:

(i) Menerima pesanan dari pelanggan dan (ii) mengisi buku pesanan.

(2) Bagian Kasir

(a) Fungsi kasir, tanggung jawab dari fungsi kasir yaitu:

(i) Menerima kas sebagai pembayaran dari

(ii) mengisi dan menyerahkan nota kepada pelanggan, fungsi gudang, dan fungsi pengiriman;

(iii) menerima nota beserta uang pembayaran oleh pelanggan dari fungsi pengiriman setelah barang telah diantar;

(iv) membuat pencatatan Laporan Penjualan Harian (LPH) berdasarkan nota;

(v) menyerahkan LPH beserta nota kepada pimpinan; dan

(vi) mengarsipkan nota. (3) Bagian Pengirimaan

Bagian pengiriman terbagi menjadi dua fungsi:

(a) Fungsi gudang, tanggung jawab dari fungsi gudang yaitu menyiapkan barang yang dipesan oleh pelanggan. (b) Fungsi pengiriman, tanggung jawab dari fungsi

pengiriman yaitu:

(iii) mengantarkan barang yang dipesan oleh

pelanggan dan menyerahkan nota rangkap kedua yang diserahkan oleh fungsi kasir kepada pelanggan;

(iv) menerima uang pembayaran tunai dari pelanggan; dan

(v) bertanggung jawab menyerahkan uang dari pelanggan kepada fungsi kasir.

d) Jaringan Prosedur yang Membentuk Sistem

Jaringan prosedur yang membentuk sistem informasi penerimaan kas penjualan tunai menggunakan prosedur cash-on-delivery sales (COD sales) yang berjalan pada Mebel Indra Banjarmasin adalah sebagai berikut:

(1) Prosedur order penjualan

Prosedur order penjualan dijalankan oleh fungsi penjualan dan fungsi kasir. Fungsi penjualan menerima dan mencatatkan pesanan dari pelanggan melalui telepon maupun pelanggan datang langsung ke mebel namun pembayaran dilakukan pada saat barang telah diantar ke tempat pelanggan, kemudian fungsi kasir membuat nota yang terdiri dari tiga rangkap, rangkap pertama berwarna putih diserahkan kepada pelanggan bagi pelanggan yang datang langsung ke perusahaan, rangkap ke-2 dan ke-3 diserahkan kepada fungsi pengiriman sebagai surat jalan sekaligus pencatatan pelunasan oleh pelanggan. Setelah fungsi pengiriman menerima pelunasan oleh pelanggan, nota rangkap ke-3 kemudian diserahkan pada fungsi kasir. Prosedur order penjualan dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepada pelanggan yang akan membeli barang.

(2) Prosedur penerimaan kas

Prosedur penerimaan kas pada Mebel Indra Banjarmasin dijalankan oleh fungsi kasir. Prosedur penerimaan kas terjadi saat pelanggan membayar uang muka dan setelah pelanggan melunasi pembayaran kepada fungsi pengiriman dimana uang pembayaran tersebut diserahkan ke fungsi kasir. Seperti penjelasan pada (d).1), nota rangkap ketiga diserahkan ke bagian penjulan yaitu pada fungsi kasir yang digunakan sebagai media pembantu untuk membuat laporan penjualan harian dan pengarsipan. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kecurangan dalam hasil penjualan yang ada pada Mebel Indra Banjarmasin. Namun fungsi penjualan dan fungsi kasir masih dijalankan oleh orang yang sama.

(3) Prosedur pencatatan penerimaan kas

Prosedur pencatatan penerimaan kas dijalankan oleh fungsi kasir. Prosedur ini digunakan untuk melakukan pencatatan transaksi penjualan tunai ke dalam Laporan Penjualan Harian (LPH) berdasarkan nota.

(4) Prosedur pengiriman barang

Prosedur pengiriman barang dijalankan oleh fungsi pengiriman. Prosedur ini terjadi apabila pelanggan meminta pada pihak Mebel untuk mengantarkan barang yang

dibelinya. Pada saat itu, fungsi kasir mengarahkan fungsi gudang untuk menyiapkan barang dan fungsi pengiriman mengantarkan barang dengan membawa nota rangkap kedua dan ketiga ke tempat tujuan serta menerima pelunasan pembayaran dari pelanggan.

(5) Prosedur penyetoran kas

Prosedur penyetoran kas kepada pemilik dilakukan setiap harinya oleh fungsi kasir. Penyetoran kas dilakukan secara bersamaan dengan penyerahan Laporan Penjualan Harian (LPH) dan nota rangkap ke-3 yang selanjutnya akan menjadi arsip sebagi bukti pencatatan jumlah kas yang diterima dari hasil penjualan.

e) Dokumen yang digunakan

Dokumen yang digunakan pada Mebel Indra Banjarmasin pada sistem penerimaan kas dengan dari penjualan tunai prosedur cash-on-delivery sales (COD sales) adalah sebagai berikut:

(1) Nota

Nota merupakan dokumen yang digunakan untuk merekam berbagai transaksi penjualan tunai. Nota pada Mebel Indra Banjarmasin terdiri dari tiga rangkap, rangkap pertama berwarna putih diserahkan kepada pelanggan yang telah membayar DP, rangkap ke-2 berwarna kuning

diserahkan kepada bagian pengiriman yang difungsikan sebagai surat jalan, dan rangkap ke-3 diserahkan kepada fungsi kasir. Berikut merupakan nota yang digunakan terdapat pada Mebel Indra Banjarmasin.

Gambar 20 Nota

Sumber: Mebel Indra Banjarmasin, 2016 (2) Laporan Penjualan Harian (LPH)

Laporan penjualan harian merupakan dokumen yang digunakan sebagai laporan hasil penjualan harian pada Mebel Indra Banjarmasin. Dokumen ini berisikan tanggal terjadinya transaksi penjualan, nama barang terjual, jumlah barang yang dijual secara tunai, dan data pelanggan. Laporan Penjualan Harian dibuat oleh fungsi kasir secara

Dokumen terkait