• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2 Hasil Penelitian

4.2.1 Karakteristik Responden

Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap 60 responden di Desa Empat Lima yang dianalisis secara regresi dan uji statistik untuk membuktikan hipotesis yang diajukan oleh peneliti. Variabel yang diteliti adalah kondisi sosial dan kondisi ekonomi keluarga sebagai variabel bebas dan tingkat pendidikan anak sebagai variabel terikatnya. Lebih rinci hasil penelitian terhadap ketiga variabel akan dipaparkan dibawah ini.

Ketika responden mengisi angket, responden tersebut didampingi oleh peneliti supaya ketika responden ingin bertanya dan ada yang kurang jelas terhadap pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam angket yang telah disediakan, responden dapat bertanya kepada peneliti dan sebaliknya peneliti dapat tanya jawab dengan responden. Proses penelitian berlangsung selama 5 hari dengan menggunakan bantuan 2 orang ketika terjun kelapangan. Satu hari mendapatkan 5-10 responden. Responden dalam mengisi angket membutuhkan waktu sekitar kurang lebih 10 menit.

4.2.1.1 Karakteristik Responden Berdasarkan pendidikan Suami

Gambaran tentang pendidikan suami berdasarkan hasil penelitian sebagai berikut:

Tabel 4.5

Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Suami

No Pendidikan Frekuensi Persen

1 SMA 27 45

2 SMP 19 31,7

3 SD 11 18,3

4 Tidak Sekolah 3 5,0

Jumlah 60 100

Sumber: Diolah oleh penulis

Berdasarkan tabel 4.5 di atas, dapat diketahui tingkat pendidikan suami buruh tani di Desa Empat Lima. Terlihat bahwa, responden yang berpendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 27 orang responden atau sebesar 45% hal tersebut yang mendominasi pendidikan suami buruh tani yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMA). Selanjutnya, Suami yang berpendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 19 orang responden atau sebesar 31,7%. Diikuti dengan suami yang berpendidikan Sekolah Dasar (SD) sebanyak 11 orang

responden atau sebesar 18,3% dan responden suami buruh tani yang tidak sekolah atau tidak tamat SD sebanyak 3 orang responden atau sebesar 5%.

4.2.1.2 Karakeristik Responden Berdasarkan Pendidikan Istri

Gambaran tentang pendidikan istri berdasarkan hasil penelitian sebagai berikut:

Tabel 4.6

Karakteristik Responden Berdasarkan pendidikan Istri

No Pendidikan Frekuensi Persen

1 SMA 21 35

2 SMP 20 33,3

3 SD 13 21,7

4 Tidak Sekolah 6 10

Jumlah 60 100

Sumber: Diolah oleh Penulis

Berdasarkan tabel 4.6 di atas, dapat diketahui tingkat pendidikan istri buruh tani di Desa Empat Lima. Terlihat bahwa, responden yang berpendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 21 orang responden atau sebesar 35% hal tersebut yang mendominasi pendidikan istri buruh tani yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMA). Selanjutnya, istri yang berpendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 20 orang responden atau sebesar 33,3%. Diikuti dengan istri yang berpendidikan Sekolah Dasar (SD) sebanyak 13 orang responden atau sebesar 21,7% dan responden istri buruh tani yang tidak sekolah atau tidak tamat SD sebanyak 6 orang responden atau sebesar 10%.

4.2.1.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Suami

Usia responden yang menjadi responden dalam penelitian ini berkisar antara < 45 sampai >64 tahun. Adapun usia dari suami buruh tani yang ada di Desa Empat Lima. Berdasarkan hasil wawancara peneliti adalah sebagai berikut:

Tabel 4.7

Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Suami

No Usia (Tahun) Frekuensi Persen

1 > 64 3 5

2 55-64 15 25

3 45-54 8 13,3

4 < 45 34 56,7

Jumlah 60 100

Sumber: Diolah oleh penulis

Berdasarkan tabel 4.7 di atas, dapat diketahui 60 orang responden, usia suami buruh tani yang paling dominan adalah antara <45 tahun sebanyak 34 orang responden atau sebesar 56,7%, untuk usia 45-54 tahun sebanyak 8 orang responden atau sebesar 13,3%, begitu juga dengan usia 55-64 tahun sebanyak 15 orang responden atau sebesar 25%. Selanjutnya untuk usia >64 tahun sebanyak 3 orang responden atau sebesar 5%.

4.2.1.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Istri

Gambaran tentang usia istri berdasarkan hasil observasi adalah sebagai berikut:

Tabel 4.8

Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Istri

No Usia (Tahun) Frekuensi Persen

1 >64 1 1,7

2 55-64 5 8,3

3 46-54 18 30

4 <45 36 60

Jumlah 60 100

Sumber: Diolah oleh penulis

Berdasarkan tabel 4.8 di atas, dapat diketahui 60 orang responden, usia istri buruh tani yang paling dominan adalah antara <45 tahun sebanyak 36 orang responden atau sebesar 60%, untuk usia 46-54 tahun sebanyak 18 orang responden atau sebesar 30%, begitu juga dengan usia 55-64 tahun sebanyak 5

orang responden atau sebesar 8,3%. Selanjutnya untuk usia >64tahun sebanyak 1 orang responden atau sebesar 1,7%.

4.2.1.5 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendapatan

Gambaran tentang pendapatan keluarga buruh tani di Desa Empat Lima berdasarkan hasil observasi sebagai berikut:

Tabel 4.9

Karakteristik Responden Berdasarkan Pendapatan

No Kriteria Frekuensi Persentase

1 2.400.000 - 3.000.000 2 3,3

2 1.700.000 - 2.399.000 6 10

3 1.000.000 - 1.699.000 21 35

4 < 1.000.000 31 51,7

Jumlah 60 100

Sumber: Diolah oleh penulis

Berdasarkan tabel 4.9 di atas, dapat diketahui dari 60 responden diperoleh keterangan tentang tingkat pendapatan keluarga buruh tani sebagai berikut: 2 keluarga (3,3%) memiliki tingkat pendapatan keluarga antara Rp. 2.400.000- 3.000.000 dalam satu bulan, 6 keluarga (10%) memiliki tingkat pendapatan antara Rp. 1.700.000-Rp. 2.399.000 dalam satu bulan, 21 keluarga (35%) memiliki pendapatan antara Rp. 1.000.000-Rp. 1.699.000 dan 31 keluarga (51,7%) memiliki tingkat pendapatan kurang dari Rp. 1.000.000.

4.2.1.6 Karakteristik Responden Berdasarkan Pengeluaran

Gambaran tentang pengeluaran keluarga buruh tani di Desa Empat Lima berdasarkan hasil observasi sebagai berikut

Tabel 4.10

Karakteristik Responden Berdasarkan Pengeluaran

No Kriteria Frekuensi Persentase

1 2.400.000 - 3.000.000 2 3,3

2 1.700.000 - 2.399.000 6 10

3 1.000.000 - 1.699.000 20 33,3

4 < 1.000.000 32 53,3

Jumlah 60 100

Sumber: Diolah oleh penulis

Berdasarkan tabel 4.10 di atas, dapat diketahui dari 60 responden maka diperoleh hasil yaitu 2 orang responden atau sebesar 3,3% memiliki tingkat pengeluaran antara Rp. 2.400.000-Rp. 3.000.000, selanjutnya 6 orang responden atau sebesar 10% memiliki tingkat pengeluaran antara Rp. 1.700.000-Rp. 2.399.000, 20 orang atau sebesar 33,3% memiliki tingkat pengeluaran antara Rp. 1.000.000-Rp 1.699.000 dan 32 orang responden atau sebesar 53,3% memiliki tingkat pendapatan < Rp. 1.000.000

4.2.1.7 Karakteristik Responden Berdasarkan Status Rumah

Keluarga buruh tani mayoritas memiliki rumah dengan status menyewa, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.11

Karakteristik Responden Berdasarkan Status Rumah

No Status Rumah Frekuensi Persen

1 Rumah Sendiri 10 16,7

2 Menyewa 34 56,7

3 Menumpang Pada Orang Laim 1 1,7

4 Menumpang Pada saudara 15 25

Jumlah 60 100

Sumber: Diolah Oleh Penulis

Berdasarkan tabel 4.11 di atas, dapat dijelaskan bahwa persentase tertinggi status rumah yang dimiliki keluarga buruh tani di Desa Empat Lima sebesar

56,7% mereka menyewa rumah yang ditempati, sedangkan persentase terendah sebanyak 1,7% yaitu dengan status menumpang pada orang lain.

4.2.1.8 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Rumah

keluarga buruh tani mayoritas memiliki rumah dengan jenis kayu atau papan, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 4.12

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Rumah

No Jenis Rumah Frekuensi Persen

1 Permanen 2 3,3

2 Semi Permanen 14 23,3

3 Kayu/Papan 43 71,7

4 Bambu 1 1,7

Jumlah 60 100

Sumber: Diolah oleh penulis

Berdasarkan tabel di atas, persentase tertinggi jenis rumah yang ditempati keluarga buruh tani sebesar 71,7% yaitu dari kayu atau papan, persentase terendah sebesar 1,7% yaitu dengan jenis rumah bambu.

4.2.1.9 Karakteristik Responden Berdasarkan Lantai Dasar Rumah

Keluarga buruh tani mayoritas memiliki rumah dengan lantai dasar plaster, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 4.13

Karakteristik Responden Berdasarkan Lantai Dasar Rumah

No Lantai Dasar Frekuensi Persen

1 Keramik 1 1,7

2 Ubin 2 3,3

3 Plaster 49 81,7

4 Tanah 8 13,3

Jumlah 60 100

Sumber: Diolah oleh penulis

Berdasarkan tabel 4.13 di atas, bahwa persentase tertinggi dari lantai dasar rumah yang dimiliki keluarga buruh tani sebesar 81,7% yaitu dari plaster,

sedangkan persentase terendah sebesar 1,7% yaitu dengan jenis lantai dasar keramik.

4.2.1.10 Karakteristik Responden Berdasarkan Ukuran Rumah

Keluarga buruh tani mayoritas memiliki rumah dengan tipe atau ukuran kurang dari 50 , untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.14

Karakteristik Responden Berdasarkan Ukuran Rumah

No Tipe/Ukuran Rumah Frekuensi Persentase

1 >149 0 0

2 100-149 2 3,3

3 50-99 6 10

4 <50 52 86,7

Jumlah 60 100

Sumber: Diolah oleh penulis

Berdasarkan tabel 4.14 di atas, bahwa persentase tertinggi tipe atau ukuran rumah yang dimiliki keluarga buruh tani sebesar 86,7% yaitu dengan tipe atau ukuran <50 , persentase terendah sebesar 0% yaitu dengan tipe atau ukuran >149 .

4.2.1.11 Karakteristik Responden Berdasarkan Tabungan

Keluarga buruh tani mayoritas menabung dalam satu bulan kurang dari 100.000 rupiah, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 4.15

Karakteristik Responden berdasarkan Tabungan

No Tabungan Dalam 1 bulan Frekuensi Persen

1 >300.000 4 6,7

2 200.000-300.000 2 3,3

3 100.000-199.000 5 8,3

4 <100.000 49 81,7

Jumlah 60 100

Berdasarkan tabel 4.15 di atas, dapat dijelaskan bahwa persentase tertinggi untuk tabungan yang dimiliki sebesar 81,7 mereka menyisihkan uangnya untuk ditabung kurang dari Rp. 100.000 dalam satu bulan. Sedangkan persentase terendag adalah sebesar 3,3% mereka menyisihkan uangnya untuk ditabung antara Rp. 200.000-Rp. 300.00 dalam satu bulan.

4.2.1.12 Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Anak

Pada karakteristik responden tingkat pendidikan anaknya, penilaian dilakukan dengan tingkat pendidikan yang tertinggi yang telah ditempu atau masih di tempuh oleh salah satu anak dari suatu keluarga. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 4.16

Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Anaknya

No Kriteria Frekuensi Persen

1 Perguruan Tinggi 9 15

2 SMA 22 36,7

3 SMP 13 21,7

4 SD 16 26,7

Jumlah 60 100

Sumber: Diolah oleh penulis

Berdasarkan tabel 4.16 di atas, dapat diketahui dari 60 responden diperoleh tentang tingkat pendidikan anak sebagai berikut: 9 keluarga (15%) memiliki tingkat pendidikan anak sampai perguruan tinggi, 22 keluarga (36,7%) memiliki tingkat pendidikan anak sampai SMA, 13 keluarga (21,7%) memiliki tingkat pendidikan anak sampai SMP, 16 keluarga (26,7%) memiliki tingkat pendidikan anak hanya pada jenjang SD.

4.2.2 Analisis Korelasi Tau Kendall

Analisis Korelasi Tau Kendall bertujuan untuk mencari hubungan dan menguji hipotesis terhadap variabel-variabel penelitian, yaitu kondisi sosial, kondisi ekonomi terhadap tingkat pendidikan anak. Pada analisis korelasi tau kendall, penilaian dilakukan dengan 2 indikator, diantaranya adalah Variabel kondisi sosial dan Kondisi Ekonomi Keluarga. Berikut adalah hasil analisis korelasi tau kendall berdasarkan pada hasil penelitian mengenai kondisi sosial dan Ekonomi keluarga.

Tabel 4.17

Hasil Korelasi Tau Kendall Correlations Variabel Sosial (X1) Ekonomi (X2) pendidikan anak (Y) Kendall's tau_b Variabel Sosial (X1) Correlation Coefficient 1,000 ,111 ,082 Sig. (2-tailed) . ,280 ,004 N 61 61 60 Ekonomi (X2) Correlation Coefficient ,111 1,000 ,310 Sig. (2-tailed) ,280 . ,006 N 61 61 60 pendidikan anak (Y) Correlation Coefficient ,082 ,310 1,000 Sig. (2-tailed) ,004 ,006 . N 60 60 60

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

a. Analisis: 1. Hipotesis

a. H0: Tidak ada pengaruh antara kondisi sosial terhada tingkat pendidikan anak keluarga buruh tani di Desa Empat Lima Kecamatan Bukit Tusam Kabupaten Aceh Tenggara.

Ha: Ada pengaruh antara kondisi sosial terhadap tingkat pendidikan anak keluarga buruh tani di Desa Empat Lima Kecamatan Bukit Tusam Kabupaten Aceh Tenggara.

b. H0: Tidak ada pengaruh antara kondisi ekonomi terhadap tingkat pendidikan anak keluarga buruh tani di Desa Empat Lima Kecamatan Bukit Tusam Kabupaten Aceh Tenggara.

Ha: Ada pengaruh antara kondisi ekonomi terhadap tingkat pendidikan anak keluarga buruh tani di Desa Empat Lima Kecamatan Bukit Tusam Kabupaten Aceh Tenggara.

2. Dasar penarik Kesimpulan

 Jika probabilitas (P-value/Sig.) > ɑ (0,05%), maka H0 diterima

 Jika probabilitas (P-value/sig.) < ɑ (0,05%), maka H0 ditolak 3. Kesimpulan

Dari uraian dan perhitungan diatas didapatkan hasil sebagai berikut:

1. Koefisien korelasi tau kendall untuk variabel kondisi sosial (X1) τ = 0,082 bahwa koefisien korelasi variabel kondisi sosial (X1) dengan tingkat pendidikan anak (Y) memiliki korelasi yang kuat dan nilai Probabilitas sebesar 0,004 jauh lebih kecil dari pada 0,05 atau pengaruh variabel tersebut signifikan yang berarti H0 ditolak dengan demikian, Ha diterima yang berarti terdapat pengaruh antara kondisi sosial terhadap tingkat pendidikan anak di Desa Empat Lima Kecamatan Bukit Tusam Kabupaten Aceh Tenggara.

2. Koefisien korelasi tau kendall untuk variabel kondisi ekonomi (X2) τ = 0,31 bahwa koefisien korelasi variabel kondisi ekonomi (X2) dengan tingkat pendidikan anak (Y) memiliki korelasi yang kuat dan nilai probabilitas sebesar 0,006 jauh lebih kecil dari pada 0,05 dan pengaruh variabel tersebut signifikan yang berarti H0 ditolak dengan demikian, Ha diterima. Jadi, terdapat pengaruh antara kondisi ekonomi terhadap tingkat pendidikan anak keluarga buruh tani di Desa Empat Lima Kecamatan Bukit Tusam Kabupaten Aceh Tenggara.

4.2.3 Analisis Regresi Berganda

Analisis Regresi Berganda bertujuan untuk mengetahui bagaimana variabel dependen dapat diprediksikan melalui variabel independen atau variabel prediktor. Penilaian yang dilakukan pada analisis regresi berganda yaitu 2 indikator diantaranya variabel kondisi sosial, dan variabel kondisi ekonomi keluarga. Berikut adalah hasil analisis pada variabel kondisi sosial dan kondisi ekonomi keluarga.

Tabel 4.18

Hasil Analisis Regresi Berganda

Model regresi untuk persamaan ini dapat dilihat dari tabel coefficients pada kolom B, yaitu:

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) ,054 ,133 ,411 ,683 Variabel Sosial (X1) ,246 ,090 ,495 2,727 ,008 Ekonomi (X2) ,315 ,038 ,504 2,772 ,008 a. Dependent Variable: pendidikan anak (Y)

Y = 0,54 + 0,246 + 0,315 Dimana :

Y = Tingkat pendidikan anak X1 = Kondisi sosial keluarga X2 = Kondisi Ekonomi Keluarga

Persamaan di atas dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Konstanta sebesar 0,054 menyatakan bahwa jika tidak ada faktor kondisi sosial dan kondisi ekonomi keluarga maka tingkat pendidikan anak tetap ada 0,054.

2. Koefisien regresi sebesar 0,246 menyatakan setiap peningkatan variabel kondisi sosial keluarga, akan meningkatkan tingkat pendidikan anak sebesar 0,246. Ini menunjukkan berbanding lurus antara kondisi sosial keluarga dengan tingkat pendidikan anak (pola hubungan Positif). 3. Koefisien regresi sebesar 0,315 menyatakan setiap peningkatan

variabel kondisi ekonomi keluarga, akan meningkatkan tingkat pendidikan anak sebesar 0,315. Ini menunjukkan berbanding lurus antara kondisi ekonomi keluarga dengan tingkat pendidikan anak (pola hubungan positif).

4.2.4 Uji Signifikansi Parsial (Uji T)

Uji T untuk mengetahui apakah secara individual (parsial) kondisi sosial ekonomi mempengaruhi tingkat pendidikan anak secara signifikan atau tidak. Berdasarkan pada tabel 4.18 Hasil Analisis regresi berganda, didapat variabel

kondisi sosial (X1) dengan sebesar 2,727, selanjutnya untuk variabel kondisi ekonomi (X2) dengan 2,772.

. Hipotesis :

1. H0: Tidak ada pengaruh antara kondisi sosial terhadap tingkat pendidikan anak keluarga buruh tani di Desa Empat Lima Kecamatan Bukit Tusam Kabupaten Aceh Tenggara.

Ha: Ada pengaruh anatara kondisi sosial terhadap tingkat pendidikan anak keluarga buruh tani di Desa Empat Lima Kecamatan Bukit Tusam Kabupaten Aceh tenggara.

2. H0: Tidak ada pengaruh antara kondisi ekonomi terhadap tingkat pendidikan anak keluarga buruh tani di Desa Empat Lima Kecamatan Bukit Tusam Kabupaten Aceh Tenggara.

Ha: Ada pengaruh antara kondisi ekonomi terhadap tingkat pendidikan anak keluarga buruh tani di Desa Empat Lima Kecamatan Bukit Tusam Kabupaten Aceh Tenggara.

Kriteria pengambil keputusan:

Maka dengan tingkat kepercayaan = 95% atau (ɑ) = 0,05. Derajat kebebasan (df)= n-k-1 = 60-3-1 = 56, serta pengujian dua sisi diperoleh dari nilai

= 2.003.

Jika > ; maka Ho ditolak dan Ha diterima Jika < ; maka Ho dierima dan Ha ditolak

Hasil pengujian statistik dengan SPSS pada variabel (Kondisi Sosial ) diperoleh nilai = 2.727 > 2.003= , jadi Ho ditolak. Dengan demikian,

Ha diterima yang berarti ada pengaruh antara kondisi sosial terhadap tingkat pendidikan anak di Desa Empat Lima Kecamatan Bukit Tusam Kabupaten Aceh Tenggara.

Pada variabel ( Kondisi Ekonomi) diperoleh nilai = 2.772 >2.003 = , jadi Ho ditolak. Dengan demikian, Ha diterima yang berarti terdapat pengaruh antara kondisi ekonomi terhadap tingkat pendidikan anak di Desa Empat Lima Kecamatan Bukit Tusam Kabupaten Aceh Tenggara.

4.2.5 Uji Signifikansi Simultan (Uji F)

Uji F dilakukan untuk melihat keberartian pengaruh kondisi sosial dan ekonomi secara simultan terhadap tingkat pendidikan anak atau sering disebut uji kelinieran persamaan regresi.

Hipotesis :

1. H0: Kondisi sosial secara simultan tidak berpengaruh terhadap tingkat pendidikan anak keluarga buruh tani di Desa Empat Lima Kecamatan Bukit Tusam Kabupaten Aceh Tenggara.

Ha: Kondisi sosial secara simultan berpengaruh terhadap tingkat pendidikan anak keluarga buruh tani di Desa Empat Lima Kecamatan Bukit Tusam Kabupaten Aceh Tenggara.

2. H0: Kondisi ekonomi secara simultan tidak berpengaruh terhadap tingkat pendidikan anak keluarga buruh tani di Desa Empat Lima Kecamatan Bukit Tusam Kabupaten Aceh Tenggara.

Ha: Kondisi ekonomi secara simultan berpengaruh terhadap tingkat pendidikan anak keluarga buruh tani di Desa Empat Lima Kecamatan Bukit Tusam Kabupaten Aceh Tenggara.

Pengambil keputusan

Ho diterima jika Ha diterima jika ≥

Untuk melakukan uji F dapat dilihat pada tabel anova dibawah ini :

Tabel 4.19

Hasil Uji Signifikansi Simultan (Uji F)

ANOVA

Sum of

Squares df Mean Square F Sig. Variabel Sosial (X1) Between

Groups ,056 3 ,019 8,577 1,003 Within Groups 57,672 55 1,049 Total 57,729 58 Variabel Ekonomi (X2) Between

Groups 1,530 3 ,510 8.534 2.246 Within Groups 35,690 55 ,649 Total 37,220 58 a. Predictors : (Constant), X2, X1 b. Dependent Variabel: Y Menentukan F tabel :

Dengan menggunakan tingkat keyakinan 95%, a = 5%, df 1 ( jumlah variabel -1) = 3-1 = 2 dan df 2 = ( n-k) = 60 - 3 = 57 dan hasil diperoleh untuk F tabel sebesar 3,17.

Keputusan :

Hasil pengujian statistik dengan SPSS pada variabel (Kondisi Sosial ) diperoleh nilai = 8,577 > 3,17= , jadi Ho ditolak. Dengan demikian, Ha diterima yang berarti ada pengaruh antara kondisi sosial terhadap tingkat

pendidikan anak di Desa Empat Lima Kecamatan Bukit Tusam Kabupaten Aceh Tenggara.

Pada variabel ( Kondisi Ekonomi) diperoleh nilai = 8.534>3,17 = , jadi Ho ditolak.. Dengan demikian, Ha diterima yang berarti terdapat pengaruh antara kondisi ekonomi terhadap tingkat pendidikan anak di Desa Empat Lima Kecamatan Bukit Tusam Kabupaten Aceh Tenggara.

Dokumen terkait