BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
4.1.1 Uji Coba Test
Uji coba perangkat tes dilakukan pada anak kelas IX SMP 2 Kaliwungu Kudus, hal ini mengambil pertimbangan bahwa anak kelas IX telah menerima materi pelajaran dengan proporsi yang sama. Jumlah soal yang diuji cobakan sebanyak 40 butir soal dalam bentuk soal tes obyektif selama 2 jam mata pelajaran. Setelah dianalisis yang meliputi reliabilitas tes, taraf kesukaran, dan daya pembeda serta validitas butir soal, maka dipilih 30 soal yang memenuhi kriteria sebagai alat ukur.
4.1.2 Pelaksanaan Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 28 Februari sampai dengan 19 Maret 2011 di SMP 2 Kaliwungu Kudus. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan pada dua kelas yaitu kelas VIII-B dan VIII-E. Kedua kelas ini diberikan materi dan media yang sama. Pada kelas VIII-B yang dijadikan kelas eksperimen diberi perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif bermetode demonstrasi, dan pada kelas VIII-E yang dijadikan kelas kontrol diberi perlakuan dengan menggunakan pembelajaran ceramah dan diskusi. Pada penelitian ini
kedua kelas mengalami 3 tahap kegiatan yaitu pre test, pembelajaran, dan post test. Pre test di sini digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa apakah dalam
keadaan awal yang sama sebelum diadakan pembelajaran dan post test digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran.
Pembelajaran dari kedua kelas hampir sama yaitu menggunakan metode ceramah dan diskusi untuk membuktikan sifat dan karakteristik cahaya. Perbedaannya pada kelas eksperimen diberikan metode demonstrasi sehingga siswa diberikan gambaran secara nyata sifat dan karakteristik cahaya.
4.1.2.1 Proses Pembelajaran Kelas Eksperimen
Pelaksanaan penelitian pada kelas eksperimen dibagi dalam enam kali pertemuan. Pertemuan pertama digunakan untuk pre test sedangkan pertemuan keenam digunakan untuk post test. Perangkat test untuk pre test dan post test yang digunakan adalah soal yang sudah diuji cobakan berupa soal obyektif berjumlah 30 butir dengan 4 pilihan jawaban.
Tahapan pelaksanaan penelitian untuk kelas eksperimen adalah sebagai berikut : (1) mengadakan tes awal sebelum pelajaran dimulai, (2) membahas soal tes awal bersama-sama, (3) guru memberikan demonstrasi sesuai pokok bahasan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari kepada siswa, (4) diskusi dan ceramah materi pelajaran, (5) memberi latihan soal, dan (6) memberikan tes akhir sebagai evaluasi tiap pertemuan.
4.1.2.2 Proses Pembelajaran Kelas Kontrol
Pelaksanaan penelitian pada kelas kontrol dibagi dalam enam kali pertemuan. Pertemuan pertama digunakan untuk pre test sedangkan pertemuan keenam digunakan untuk post test. Perangkat test yang digunakan adalah soal yang sudah diuji cobakan berupa soal obyektif berjumlah 30 butir dengan 4 pilihan jawaban, perangkat test untuk pre test dan post test yang digunakan pada kelas kontrol sama dengan kelas eksperimen.
Tahapan pelaksanaan penelitian untuk kelas kontrol berbeda dengan kelas eksperimen, untuk tahapan pada kelas kontrol adalah sebagai berikut : (1) ceramah dan diskusi materi pelajaran, dan (2) memberi latihan soal.
Ringkasan kegiatan kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada Lampiran 1 dan 2.
4.1.3 Analisis Data Kemampuan Awal Siswa Sebelum Pembelajaran
4.1.3.1 Deskriptif Data Kemampuan Awal Siswa
Kemampuan awal siswa sebelum diadakan pembelajaran dari kedua kelas dapat dilihat pada Tabel 4.1.
Tabel 4.1 Kemampuan Awal Siswa Sebelum Pembelajaran
Sumber Variasi Eksperimen Kontrol
n 38 38 Rata-rata 36,47 40,34 Varians 57,82 95,58 Standart deviasi 7,60 9,78 Maksimal 50 57 Minimal 23 23
Berdasarkan pada Tabel 4.1 dari 38 siswa kelas eksperimen rata-rata kemampuan awalnya mencapai nilai 36.47 sedangkan kelas kontrol rata-rata kemampuan awalnya mencapai nilai 40.34. Kemampuan awal tertinggi kelas eksperimen mencapai nilai 50 dengan nilai terendah mencapai 23 sedangkan untuk kelas kontrol kemampuan awal tertinggi mencapai nilai 57 dengan nilai terendah mencapai 23. Hal ini menunjukkan bahwa kedua kelas tersebut masih dibawah batas ketuntasannnya yaitu 72.
4.1.3.2 Uji Normalitas Data Pre Test
Hasil uji normalitas data pre test dari kedua kelas dapat dilihat pada Tabel 4.2.
Tabel 4.2 Hasil Uji Normalitas Data Pre test
Sumber Variasi Eksperimen Kontrol
x2hitung 7,6082 6,5412
Dk 3 3
x2 hitung 7,81 7,81
Kriteria Normal normal
Berdasarkan hasil analisis diperoleh x2 hitung untuk kelas eksperimen sebesar 7,6082 sedangkan untuk kelas kontrol sebesar 6,5412. Dari hasil perhitungan kedua nilai tersebut kurang dari x2 tabel pada taraf kesalahan 5% dengan dk = 3 yaitu 7.81, yang berarti bahwa kedua kelas tersebut berdistribusi secara normal. Berdasarkan hasil analisis ini dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam analisis selanjutnya yaitu menggunakan statistika parametrik.
Hasil uji kesamaan varians data pre test antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada Tabel 4.3.
Tabel 4.3 Hasil Uji Kesamaan Varians Data Pre Test
Kelas Varians dk F hitung F tabel
Eksperimen 57,82 37
1,653 1,92
Kontrol 7,60 37
Berdasarkan Tabel 4.3 diperoleh F hitung sebesar 1,653 < F tabelsebesar 1,92 dengan dk (37:37) yang berarti bahwa kelas eksperimen dan kelas kontrol mempunyai varians yang tidak berbeda.
4.1.3.4 Uji Kesamaan Dua Rata-rata Pre Test
Hasil uji kesamaan dua rata-rata data pre test antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada Tabel 4.4.
Tabel 4.4 Hasil Uji Kesamaan Dua Rata-rata Pre Test
Kelas Rata-rata dk t hitung t tabel
Eksperimen 36,47
74 -1,925 1,993
Kontrol 40,34
Berdasarkan Tabel 4.4 diperoleh t hitung sebesar -1,925 berada pada daerah penerimaan Ho, yaitu antara - 1,993 sampai 1,993 dengan dk 74 yang berarti bahwa tidak ada perbedaan rata-rata yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol sebelum diberikan pembelajaran.
4.1.4 Analisis Data Hasil Belajar Siswa Setelah Pembelajaran
4.1.4.1 Deskriptif Data Hasil Belajar Siswa
Kemampuan hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran dari kedua kelas dapat dilihat pada Tabel 4.5.
Tabel 4.5 Deskriptif Data Hasil Belajar Siswa Setelah Pembelajaran
Sumber Variasi Eksperimen Kontrol
N 38 38 Rata-rata 71,09 67,45 Varians 50,37 69,97 Standart deviasi 7,10 8,36 Maksimal 83 80 Minimal 53 47
Berdasarkan pada Tabel 4.5, dari 38 siswa kelas eksperimen rata-rata kemampuan siswa setelah pembelajaran mencapai nilai 71,09 sedangkan kelas kontrol rata-rata kemampuan setelah pembelajaran mencapai nilai 67,45. Kemampuan tertinggi kelas eksperimen setelah pembelajaran mencapai nilai 83 dengan nilai terendah mencapai 53 sedangkan untuk kelas kontrol kemampuan tertinggi setelah pembelajaran mencapai nilai 80 dengan nilai terendah mencapai 47. Hal ini menunjukkan bahwa kedua kelas mengalami peningkatan baik itu kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Data selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 14.
4.1.4.2 Uji Normalitas Data Post Test
Hasil uji normalitas data post test dari kedua kelas dapat dilihat pada Tabel 4.6.
Tabel 4.6 Hasil Uji Normalitas Data Post Test
Sumber Variasi Eksperimen Kontrol
x2hitung 5,04 5,84
Dk 3 3
x2 tabel 7,81 7,81
Kriteria Normal normal
Berdasarkan hasil analisis diperoleh x2 hitung untuk kelas eksperimen sebesar 5,04 sedangkan untuk kelas kontrol sebesar 5,84. Dari hasil perhitungan kedua nilai tersebut kurang dari x2 tabel pada taraf kesalahan 5% dengan dk = 3 yaitu 7.81, yang berarti bahwa kedua kelas tersebut berdistribusi secara normal. Berdasarkan hasil analisis ini dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam analisis selanjutnya yaitu menggunakan statistika parametrik.
4.1.4.3 Uji Perbedaan Dua Rata-rata Data Post Test
Hasil uji perbedaan dua rata-rata data post test antara kelas eksperimen dan kontrol dapat dilihat pada Tabel 4.7.
Tabel 4.7 Hasil Uji Perbedaan Dua Rata-rata Data Post Test
Kelas Rata-rata dk t hitung t tabel
Eksperimen 71,09
74 2,04 1,993
Berdasarkan Tabel 4.7 diperoleh t hitungsebesar 2,04 > t tabel sebesar 1,993 yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, dimana kelas eksperimen lebih besar daripada kelas kontrol.
4.1.4.4 Uji Peningkatan Hasil Belajar Kognitif
Untuk menguji adanya peningkatan hasil belajar setelah adanya pembelajaran dari kelompok eksperimen dan kontrol dapat dilihat dari hasil uji peningkatan yang menggunakan uji gain ternormalisasi seperti Tabel 4.8.
Tabel 4.8 Hasil Uji Peningkatan Hasil Belajar Kognitif
Kelas Faktor g
<g> Kriteria
Eksperimen 0,54 Sedang
Kontrol 0,45 Sedang
Berdasarkan Tabel 4.8 diperoleh besarnya faktor g untuk kelas eksperimen sebesar 0,54 dengan kriteria pengambilan keputusan sedang, untuk kelas kontrol sebesar 0,45 dengan kriteria pengambilan keputusan sedang. Namun apabila dilihat dari besarnya faktor g dapat disimpulkan bahwa peningkatan hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol.
4.1.4.5 Uji Signifikansi Gain Ternormalisasi
Hasil uji signifikansi antara kelas eksperimen dan kontrol dapat dilihat pada Tabel 4.9.
Tabel 4.9 Hasil Uji Signifikansi Gain Ternormalisasi
Kelas Rata-rata dk t hitung t tabel Kriteria Eksperimen 71,09
74 2,193 1,982 berbeda
Kontrol 67,45
Berdasarkan Tabel 4.9 diperoleh t hitung sebesar 2,192 > t tabel (1,982), yang berarti ada perbedaan yang signifikan, dimana peningkatan pemahaman konsep siswa kelas eksperimen lebih besar daripada kelas kontrol. Hal ini dapat disimpulkan bahwa kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol.
4.1.4.6 Uji Observasi Aktivitas Siswa
Hasil uji observasi siswa antara kelompok eksperimen dan kontrol dapat dilihat pada Tabel 4.10.
Tabel 4.10 Uji Observasi Aktivitas Siswa
Sumber variasi Eksperimen Kontrol
Nilai penskoran 2668,8 2350
Rata-rata aspek
penilaian 70,64% 61,84%
Kriteria Baik Cukup baik
Berdasarkan pada Tabel 4.10 dapat dilihat hasil uji observasi siswa yaitu kemampuan psikomotorik siswa pada kelas eksperimen mencapai 70,64% dalam kriteria baik sedangkan kemampuan psikomotorik siswa pada kelas kontrol mencapai 61,84% dalam kriteria cukup baik. Berarti kemampuan psikomotorik siswa pada kelas eksperimen lebih aktif daripada kelas kontrol.