BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.1. Hasil Penelitian
5.1.1. Deskripsi Lokasi Penelitian
Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Fakultas Kedokteran USU berdiri tahun 1999 berdasarkan Surat Keputusan DIKTI Nomor. 02/Dikti/Kep/1999. Sebelum program ini dibuka dilakukan lokakarya pada tanggal 8-10 Maret 1999 dengan topik tentang Persiapan Penyelenggaraan Program Pendidikan Ners Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Lokakarya ini melibatkan berbagai pihak terkait yaitu: Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Utara, Organisasi Profesi Perawat (PPNI), RSUD dr. Pirngadi, RSUP H. Adam Malik, RS Jiwa Pemerintah Propinsi Sumatera Utara Medan, dan beberapa Sarjana Keperawatan yang ada di instansi negeri dan swasta.
Di tahun-tahun awal pendiriannya, pusat kegiatan perkantoran dan perkulihan dilaksanakan di Gedung Gizi milik Fakultas Kedokteran USU. Sekarang PSIK telah resmi berdiri sendiri sebagai Fakultas Keperawatan bertempat di Jalan Prof. Maas No.3 Kampus USU Medan 20155 dibawah pimpinan dekan dr. Dedi Ardinata, M.Kes.
Pelaksanaan Program Pendidikan Sarjana Keperawatan di FKep USU ada dua, yaitu. Reguler dan Ekstensi. Lama kuliah terjadwal untuk program reguler adalah empat tahun sedangkan ekstensi 1,5 tahun. Lulusannya mendapat gelar Sarjana Keperawatan yang disingkat S.Kep. Setelah itu, lulusan Program Pendidikan Sarjana Keperawatan baik dari Program Reguler ataupun Ekstensi untuk mendapatkan kewenangan keprofesiannya diharapkan melanjutkan ke tahap Program Pendidikan Profesi Ners yang lama pendidikan terjadwalnya satu tahun. Lulusan Program Pendidikan Profesi Ners mendapat gelar Ners atau disingkat Ns.
Visi Fkep adalah menjadikan FKep sebagai pusat pengembangan pendidikan keperawatan terbaik di wilayah regional sumatera dan menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di tataran global. Misi didirikannya FKep adalah:
- Menyediakan pendidikan keperawatan yang berkualitas melalui kegiatan pembelajaran dan aktivitas akademik bermutu.
- Menyediakan lingkungan belajar yang inovatif untuk penelaahan ilmiah keilmuan keperawatan sehingga menghasilkan lulusan yang mampu menjadi agen perubahan di lingkungan kerjanya.
- Mengembangkan kemitraan yang mengakomodasi penyediaan sarana belajar klinis dan lapangan yang kondusif bagi pembentukan praktisi keperawatan yang profesional dan mampu memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat.
- Mendukung pelaksanaan pengembangan ilmu dan teknologi keperawatan dalam berbagai konteks budaya melalui kegiatan-kegiatan penelitian-penelitian di bidang Ilmu Keperawatan
5.1.2. Deskripsi Karakteristik Responden
Penelitian dilakukan pada 80 orang responden yang merupakan mahasiswi S-1 Fakultas Keperawatan USU stambuk 2007-2009 jalur A. Karakteristik yang diamati terhadap responden adalah stambuk, usia, regularitas siklus menstruasi, dan sindrom pramenstruasi.
5.1.2.1. Usia
Berdasarkan karakteristik kelompok usia, dari tabel 5.1 dapat dilihat hasil penelitian ini memperoleh distribusi kelompok terbanyak adalah usia 19 tahun sebanyak 29 orang (36,3%). Distribusi kelompok paling sedikit adalah usia 18 tahun sebanyak 3 orang (3,8%) dan usia 22 tahun sebanyak 3 orang (3,8%).
Tabel 5.1 Distribusi Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Usia (tahun) Frekuensi Persentase
18 3 3,8 % 19 29 36,3% 20 25 31,3% 21 20 25,0% 22 3 3,8% Total 80 100% 5.1.2.2. Stambuk
Berdasarkan karakteristik stambuk, dari tabel 5.2 diperoleh hasil penelitian dengan distribusi kelompok stambuk 2007 adalah yang terbanyak yaitu sebanyak 24 orang (30%).
Tabel 5.2 Distribusi Karakteristik Responden Berdasarkan Stambuk
Stambuk Frekuensi Persentase
2007 24 30%
2008 30 37,5%
2009 26 32,5%
Total 80 100%
5.1.2.3. Regularitas Siklus
Dari keseluruhan mahasiswi yang memenuhi kriteria inklusi diperoleh mahasiswi lebih dominan mengalami siklus menstruasi regular yaitu dalam rentang 21-35 hari. Distribusi frekuensi mahasiswi yang mengalami siklus regular adalah sebanyak 64 orang (80%), sedangkan yang mengalami siklus irregular sebanyak 16 orang (20%).
Tabel 5.3 Distribusi Frekuensi Regularitas Siklus Menstruasi Regularitas (hari) Frekuensi Persentase
Irregular 16 20%
Regular 64 80%
Total 80 100%
5.1.2.4. Sindrom Pramenstruasi
Dari keseluruhan mahasiswi yang memenuhi kriteria inklusi dan dilakukan analisis diagnosis berdasarkan alat ukur diperoleh mahasiswi yang mengalami sindrom pramenstruasi lebih dominan. Distribusi frekuensi mahasiswi dengan sindrom pramenstruasi adalah sebanyak 48 orang (60%), sedangkan mahasiswi yang tidak mengalami sindrom sebanyak 32 orang (40%).
Tabel 5.4 Distribusi Frekuensi Mahasiswi yang Mengalami PMS
PMS Frekuensi Persentase
Negatif 32 40%
Positif 48 60%
Total 80 100%
5.1.3. Deskripsi Gejala-gejala Sindrom Pramenstruasi
Pada penelitian ini terdapat 15 gejala utama yang perlu dinilai untuk mendapatkan hasil ukur, dimana setiap mahasiswi mengalami gejala-gejala yang bervariasi baik gejala fisik maupun psikis. Berikut distribusi frekuensi tiap gejala yang terjadi pada responden yang dapat dilihat pada tabel 5.5.
Tabel 5.5 Distribusi Frekuensi Gejala-gajala Sindrom Pramenstruasi
Gejala-gejala PMS Positif Negatif
Freku ensi Persen tase Freku ensi Persen tase Berjerawat 44 55% 36 45%
Payudara bengkak dan nyeri tekan
39 48,8% 41 51,3%
Kelainan perut (kram, nyeri, merasa penuh atau kembung)
57 71,3% 23 28,8%
Badan atau ekstremitas membengkak
2 2,5% 78 97,5%
Konstipasi 3 3,8% 77 96,3%
Diare 3 3,8% 77 96,3%
Nyeri kepala atau nyeri punggung 18 22,5% 62 77,5% Nyeri pada sendi atau otot (akibat
muscle spasm)
5 6,3% 75 93,5%
Merasa lelah tanpa sebab 25 31,3% 55 68,8% Mempunyai masalah tidur 13 16,3% 67 83,8% Perubahan selera makan atau
keinginan makan tinggi
46 57,5% 34 42,5%
Susah konsentrasi atau kebingungan
29 36,3% 51 63,8%
Perubahan mood, mudah marah atau ingin menangis
59 73,8% 21 26,3%
Cemas, gelisah, panik 26 32,5% 54 67,5%
Depresi 4 5% 76 95%
Total 80 100% 80 100%
Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa sebagian besar responden mengalami gejala berupa perubahan mood, mudah marah atau ingin menangis yaitu sebanyak 73,8% (59 orang), kelainan perut (kram, nyeri,
merasa penuh atau kembung) yaitu sebanyak 71,3% (57 orang), dan perubahan selera makan atau keinginan makan tinggi yaitu sebanyak 46 orang (57,5%).
Sedangkan gejala yang paling sedikit terjadi adalah badan atau ekstremitas membengkak yang terjadi pada dua orang (2,5%). Selain itu gejala yang termasuk sangat jarang terjadi adalah diare yaitu sebanyak tiga orang (3,8%), konstipasi yaitu sebanyak tiga orang (3,8%), dan depresi yaitu sebanyak empat orang (5%).
5.1.4. Analisis Statistik
5.1.4.1. Hubungan Sindrom Pramenstruasi dengan Regularitas Siklus Menstruasi
Berdasarkan tabulasi silang sindrom pramenstruasi dengan regularitas siklus menstruasi diperoleh kelompok responden terbanyak adalah yang mengalami sindrom pramenstruasi dengan siklus menstruasi regular dan kelompok responden yang tidak mengalami sindrom pramenstruasi dengan siklus irregular yaitu sebanyak 32 orang. Kelompok responden yang paling sedikit adalah yang tidak mengalami sindrom pramenstruasi dengan siklus irregular, yaitu sebanyak satu orang.
Tabel 5.6 Tabulasi Silang sindrom Pramenstruasi dengan Regularitas Siklus Menstruasi
Regularitas Regular Irregular Total
PMS Freku ensi Persen tase Freku ensi Persen tase Freku ensi Persen tase Positif 1 6,3% 32 50,0% 33 41,3% Negatif 15 93,7% 32 50,0% 47 58,7% Total 16 100% 64 100% 80 100% x2: 10.110 df: 1 p: 0,001
Hasil analisis hubungan variabel sindrom pramenstruasi dengan regularitas siklus menstruasi diperoleh nilai chi square hitung dengan derajat kebebasan (df)=1 sebesar 10,110 (p=0,001 < p=0,05). Nilai chi square hitung ini lebih besar dibanding chi square tabel sebesar 7,779. Hal ini menunjukkan bahwa Ho ditolak dan terdapat hubungan yang bermakna secara statistik diantara kedua variabel tersebut.