BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
1. Informasi Awal
Penelitian dilakukan mulai 25 November 2014 sampai dengan 06 Desember 2014. Penelitian meliputi observasi langsung terhadap madrasah untuk mendapatkan gambaran awal situasi dan kondisi lingkungan madrasah, sarana, dan prasarana yang tersedia untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar dan proses kegiatan
belajar mengajar, serta melakukan wawancara kepada guru bidang studi bahasa dan sastra Indonesia terkait pembelajaran dan kelas yang menjadi kelas penelitian. Selain itu, peneliti juga mewawancarai beberapa siswa mengenai pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia, khususnya pembelajaran dalam memahami cerita. Wawancara dengan guru bidang studi bahasa dan sastra Indonesia bertujuan untuk mengetahui kondisi pembelajaran di dalam kelas, khususnya keaktifan siswa terhadap pembelajaran memahami cerita. Sedangkan wawancara dengan beberapa siswa bertujuan untuk mengetahui bagaimana guru merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang berfokus kepada peningkatan pemahaman cerita. Hasil pengamatan menunjukkan, bahwa kemampuan siswa dalam memahami cerita itu rendah. Rendahnya kemampuan dalam memahami cerita disebabkan karena guru kurang memanfaatkan media pembelajaran di dalam proses kegiatan belajar mengajar.
Berdasarkan kendala tersebut, maka peneliti ingin menerapkan metode pembelajaran yang membuat siswa aktif dan terlibat langsung dalam proses pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, yaitu Peningkatan Kemampuan Pemahaman Cerita melalui Media Audio Visual di Kelas VII-B Madrasah Tsanawiyah Al-Alawiyah Kranji–Bekasi Barat.
2. Observasi Pra-Tindakan
Observasi pra-tindakan dilakukan pada Kamis, 27 November 2014. Waktu penelitian madrasah dilakukan pada saat pagi hari, pukul 08.00-12.00. Observasi ini dilakukan untuk sarana, dan prasarana yang tersedia untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar dan proses kegiatan belajar belajar-mengajar. Berdasarkan pengamatan di kelas VII-D, situasi kelas cukup kondusif, interaktif, dan penuh perhatian, namun guru harus selalu memberikan arahan supaya kelas tidak berisik dan gaduh.
Pada tahap Pra-Tindakan ini peneliti juga langsung melakukan penelitian dan kegiatan pembelajaran, dengan mengajar di kelas VII-D pada pukul 16.30-17.30. Kegiatan pembelajaran dilakukan untuk mempercepat proses pembelajaran di siklus 1 nanti pada pertemuan selanjutnya. Pada tahap pra-siklus ini peneliti sudah menyiapkan segala yang mencakup ke dalam empat aspek dalam penelitian tindakan kelas ini, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi.
a. Perencanaan tindakan
Perencanaan tindakan dilakukan dalam mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Adapun langkah-langkah yang dilakukan, yaitu: peneliti melaksanakan kegiatan rancangan pembelajaran sesuai dengan RPP, dan memberikan materi dalam memahami unsur-unsur cerita. Adapun langkah-langkah yang telah direncanakan, yaitu sebagai berikut.
a) Guru bertegur sapa dan mengabsensi siswa.
b) Guru mengondisikan kelas dan membuka pelajaran dengan berdoa terlebih dahulu.
c) Guru berkenalan dengan siswa supaya lebih terjalin komunikatif.
d) Guru menjelaskan kehadirannya di kelas VII-D.
e) Guru menyiapkan materi pembelajaran dan tujuan pembelajaran.
f) Guru memberikan langkah-langkah pembelajaran. g) Guru menjelaskan materi pembelajaran.
h) Guru memberikan arahan atau memberikan langkah-langkah cara mudah untuk memahami cerita dengan baik.
i) Guru meminta siswa untuk mengungkapkan apa-apa atau macam-macam cerita yang diketahui oleh siswa.
j) Secara interaktif, mengajak siswa untuk mengingat kembali pengetahuan yang mereka miliki, yaitu hal-hal apa saja yang ada di dalam suatu cerita (unsur yang membangun cerita.).
k) Guru menyempurnakan dari berbagai pendapat siswa terkait materi dalam memahami cerita.
b. Pelaksanaan tindakan
Pelaksanaan pra-tindakan dilakukan hari Kamis, 27 November 2014 pukul 16.30.-17.30. Pada pertemuan pertama kegiatan pembelajaran dilakukan sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah dibuat oleh peneliti. Pada pertemuan ini mencakup perkenalan dengan siwa-siswi kelas VII-D, dan masuk ke dalam materi tentang memahami unsur-unsur instrinsik cerita
Secara keseluruhan, siswa hadir di dalam kelas sebelum guru memasuki ruang kelas. Suasana kelas cukup ramai, tetapi setelah guru memasuki kelas, siswa tidak ribut lagi, dan duduk dengan rapi sesuai dengan tempat duduknya, sehingga kegiatan belajar-mengajar cukup kondusif. Setelah ketua kelas memimpin membaca doa, siswa mulai terlihat sudah siap untuk mulai belajar di hari ini, dengan sudah adanya buku mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia di mejanya masing-masing, namun ada beberapa siswa yang terlihat masih mengobrol di belakang. Setelah guru mengabsensikan dan mengondisikan kelas, guru menjelaskan kehadirannya di kelas VII-D, mulai dari hari ini dan beberapa hari ke depan tentang tindakan penelitiannya. Selanjutnya, guru berkenalan satu sama lain dengan para siswa sebagai perkenalan awal. Terlihat siswa begitu senang berkenalan sebagai bentuk relaksasi sebelum mulai belajar. Setelah terjalin perkenalan
dan komunikasi dengan para siswa, guru memberikan
penjelasan apersepsi kepada siswa dengan bertanya “apa
yang kalian ketahui tentang cerita?” hal ini bertujuan untuk menstimuli siswa dalam mengingatkan kembali materi dalam memahami cerita yang pernah dipelajari sebelumnya. Beberapa siswa menjawab pertanyaan guru, dan beberapa siswa hanya terdiam sambil mendengarkan jawaban dari siswa yang menjawab. Setelah prosesi tanya jawab dengan siswa terkait materi, siswa diberikan daya imajinasi tentang cerita-cerita apa yang diketahui. Beberapa siswa menjawab berdasarkan pada pengetahuan yang dimiliknya.
Kemudian, beranjak dari hal tersebut, siswa diajak kembali untuk mengetahui unsur-unsur yang perlu kita ketahui jika kita ingin mudah memahami suatu cerita. Dikarenakan pembelajaran ini bersifat interaktif dan komunikatif, guru melemparkan beberapa pertanyaan kepada siswa, dan sebelum guru melemparkan pertanyaan, ada beberapa siswa yang cepat bertanya karena rasa keingintahuannya yang tinggi. Setelah itu, ada beberapa siswa yang menjawab pertanyaan dari temannya, dan ada juga yang diam mendengarkan temannya sedang mengutarakan pendapatnya. Langkah demi langkah materi dijelaskan didasari dengan menggunakan pendekatan yang interaktif dan komunikatif, sehingga siswa lebih aktif dalam kegiatan belajarnya.
Ketika materi sudah dijelaskan, guru mengulang kembali tentang hal-hal yang baru saja siswa kembali, dalam hal ini siswa terlihat semangat dalam menyebutkan dan menjelaskan materi yang baru saja dipelajarinya. Karena keterbatasan waktu, akhirnya pembelajaran diakhiri dengan pemberian kesimpulan oleh siswa, dan
pembelajaran ditutup dengan mengucap lafadz Hamdalah
bersama-sama.
c. Observasi
Tahap observasi dilakukan pada pelaksanaan tindakan, yaitu saat kegiatan belajar-mengajar berlangsung. Pengamatan dilakukan oleh peneliti. Peneliti mengamati setiap kegiatan yang dilakukan oleh siswa saat kegiatan belajar-mengajar berlangsung. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, hasil yang dapat dilihat pada tabel 4.4 sebagai berikut.
Tabel 4.4
Data Kegiatan Guru dalam pembelajaran Pra Siklus
No Pertanyaan Alternatif Jawaban
Ya Tidak
1. Apakah seluruh siswa hadir pada saat KBM
(siswa sakit) 2. Apakah siswa hadir tepat waktu
3. Apakah guru kondisi kelas mendukung
KBM
4. Apakah guru memberitahukan hasil yang
dicapai setelah KBM
5. Apakah guru melakukan apersepsi terlebih
dahulu
6.
Apakah saat mengajar guru memberitahukan langkah-langkah pembelajaran
7. Apakah guru menggunakan media
pembelajaran saat KBM
8. Apakah guru memberikan kesempatan
9.
Apakah guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan temannya
Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan, bahwa peneliti telah melaksanakan kegiatan sesuai dengan RPP, walau belum menggunakan media pembelajaran saat kegiatan belajar-mengajar berlangsung.
Tabel 4.5
Hasil Persentase (%) Observasi Tingkah Laku Siswa dalam Pembelajaran Pra-Siklus
No Aspek yang diamati Kriteria Persentase
% Kurang Cukup Baik
1. Siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran memahami cerita.
60
2. Siswa memberi perhatian
terhadap penjelasan materi ajar. 60
3. Siswa mengajukan pertanyaan. 40
4. Siswa menjawab pertanyaan. 40
5. Siswa mengikuti
langkah-langkah pembelajaran. 60
6. Siswa terlihat antusias selama
KBM berlangsung. 65
7. Siswa mengikuti KBM sampai
akhir dengan tertib. 60
Jumlah Rata-rata 56
Keterangan: 10-64 = Kurang 80-100 = Baik 65-79 = Cukup
Berdasarkan tabel 4.5, hasil observasi yang dilakukan pada saat pembelajaran Pra-Siklus, dapat disimpulkan, bahwa tingkah laku siswa
secara umum saat KBM berlangsung ternilai kurang. Persentase siswa 56% menunjukkan, bahwa pada tindakan ini tingkah laku siswa termasuk ke dalam kategori kurang.
Pada pelaksanaan tindakan penelitian yaitu pemberian pertanyaan yang memberi kebebasan kepada siswa, kemudian meminta siswa untuk mengulang kembali atau mereview materi yang baru saja diajarkan, supaya lebih bermakna dan dapat diingat terus oleh siswa.
d. Refleksi
Setelah melihat proses pembelajaran di Pra-Siklus ini, lembar observasi pembelajaran siswa serta beberapa hal yang harus segera diperbaiki. Pada hasil observasi ditemukan beberapa hal yang belum sesuai dengan harapan. Terlihat dalam hal perhatian siswa terhadap penjelasan guru, keaktifan siswa dalam bertanya dan mengutarakan pendapat, serta ketertiban siswa belum sempurna sampai akhir pembelajaran.
Catatan Lapangan Penelitian Tindakan Kelas
Kelas : VII-D
Hari/Tanggal : Kamis, 27 November 2014 Waktu : 16.30-17.30 WIB
Deskripsi Hasil Observasi
Pada pembelajaran pra-siklus ini, dari awal guru masuk ke kelas, terlihat keadaan kelas masih ramai karena sehabis dari istirahat. Ketika bel berbunyi, guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia mengarahkan siswa-siswinya untuk masuk ke dalam kelas. Setelah semua siswa masuk, guru peneliti masuk ke dalam kelas. Penempatan tempat duduk siswa secara acak, namun siswa perempuan dengan perempuan, dan laki-laki dengan laki-laki serta tempat duduk siswa tidak bergerak vertikal atau horizontal. Pada pra-siklus ini siswa-siswi masih terkesan malu-malu karena belum
kenal dengan guru peneliti. Hal yang dilakukan untuk mencairkan suasana, guru peneliti pun mengecek kehadiran siswa dan sekaligus berkenalan dengan siswa secara singkat dan jelas. Kemudian, guru peneliti menjelaskan kehadirannya beberapa minggu ke depan tentang keberadaannya di kelas tersebut. Setelah berkenalan, siswa dihidupkan kembali skemata pengetahuan yang sudah dipelajarinya pada pembelajaran sebelumnya, khususnya pembelajaran memahami cerita. Pada tahap ini siswa masih terlihat percaya diri dalam mengungkapkan pendapat. Beberapa siswa masih terlihat bingung dalam menjawab pertanyaan guru. Setelah guru memberikan motivasi sedikit, siswa pun sudah mulai memberanikan diri untuk bersahabat dengan guru peneliti, dan siswa pun terlihat mulai aktif menjawab dan bertanya karena atas dasar rasa keingintahuan.
Kegiatan tanya jawab terus dilakukakn terhadap siswa supaya siswa terpancing untuk berpendapat dan bertanya. Terlihat siswa-siswinya masih belum paham tentang pelajaran yang sedang dipelajarinya. Pada saat guru menjelaskan materi sebagai penyempurnaan, terlihat siswa aktif mencatat dan mengingat kembali materi yang baru saja didengar dan ditulisnya. Pada akhir pembelajaran, siswa menyimpulkan kegiatan belajar dan ditutup dengan membaca lafadz hamdallah.
3. Pembelajaran Siklus 1 a. Perencanaan Tindakan
Perencanaan tindakan dilakukan dalam mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Adapun langkah-langkah yang dilakukan, yaitu: peneliti melaksanakan kegiatan rancangan pembelajaran sesuai dengan RPP, dan mengulas kembali materi cerita, dan memberikan tugas untuk menganalisis salah satu cerita tanpa media audio visual. Pada siklus ini RPP dibuat untuk satu kali pertemuan. Adapun langkah-langkah yang telah direncanakan, yaitu sebagai berikut.
b) Guru mengondisikan kelas dan membuka pelajaran dengan berdoa terlebih dahulu.
c) Guru menyiapkan materi pembelajaran dan tujuan pembelajaran.
d) Guru menginformasikan langkah-langkah dalam kegiatan pembelajaran.
e) Guru memberikan pertanyaan lisan (pretest) terkait materi. f) Guru memberikan arahan atau memberikan langkah-langkah
cara mudah memahami cerita dengan baik.
g) Guru meminta siswa untuk mengungkapkan apa-apa atau macam-macam cerita yang diketahui oleh siswa.
h) Guru mengulas sedikit materi pembelajaran sebagai pengingatan kembali pengetahuan yang dimiliki siswa.
i) Guru menugasi siswa dengan bahan bacaan cerita untuk dicaritahu mengenai unsur-unsur instrinsik dari cerita tersebut.
b. Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan siklus 1 dilakukan hari Sabtu, 29 November 2014 pukul 13.30.-14.30. Pada pertemuan ini, kegiatan pembelajaran dilakukan sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah dibuat oleh peneliti. Pada pertemuan ini mencakup pengulasan sedikit materi tentang memahami cerita, sedangkan tugas yang diberikan, yaitu berupa teks cerita tanpa menggunakan media audio visual. Lalu, siswa ditugasi mencari unsur-unsur instrinsik yang ada di dalam cerita tersebut secara individual setelah pada hari sebelumnya telah dijelaskan materinya.
Secara keseluruhan, siswa hadir di dalam kelas sebelum guru memasuki ruang kelas. Suasana kelas cukup ramai, tetapi setelah guru memasuki kelas, siswa tidak ribut lagi, dan duduk dengan rapi sesuai dengan tempat duduknya, sehingga kegiatan belajar-mengajar cukup kondusif. Setelah ketua kelas memimpin membaca doa, siswa
mulai terlihat sudah siap untuk mulai belajar di hari ini, dengan sudah adanya buku catatan dan buku mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia di mejanya masing-masing, namun ada beberapa siswa yang terlihat masih mengobrol.
Setelah guru mengecek daftar hadir siswa dan mengondisikan kelas, guru memberikan pertanyaan lisan (pretest) kepada siswa
dengan bertanya “apa yang kalian ketahui tentang cerita?” dan “hal
-hal apa saja yang harus kalian ketahui jika ingin mudah memahami
suatu cerita” hal ini bertujuan untuk menstimuli siswa dalam
meretensikan kembali materi cerita yang pernah dipelajari sebelumnya.
Lembar Pertanyaan Lisan Siswa (Pretest) Siklus 1
a) Apa yang kalian ketahui tentang cerita?
Cerita merupakan suatu suatu kisah yang di dalamnya terdapat suatu peristiwa, baik yang terjadi di waktu dahlu maupun akan datang.
b) Cerita apa saja yang pernah kalian ketahui?
Cerita timun emas, sangkuriang, putri salju, bawang merah bawang putih.
c) Bagaimana cara kita agar mudah memahami suatu cerita dengan baik?
Mengetahui ceritanya dan unsur yang terkandung.
Setelah pertanyaan-pertanyaan lisan ini diberikan kepada siswa, terlihat hanya beberapa siswa menjawab pertanyaan guru dan, pengetahuan siswa terlihat masih belum maksimal dan beberapa siswa hanya terdiam sambil mendengarkan jawaban dari siswa yang menjawab.
Sesudah memberikan pertanyaan lisan, selanjutnya guru menjelaskan kembali secara singkat materi tentang cerita, dan siswa
diajak kembali untuk mengingat kembali unsur-unsur yang ada di dalam cerita, yaitu unsur-unsur instrinsik.
Seusai guru menjelaskan materi secara singkat, selanjutnya, guru menugasi kepada seluruh siswa untuk membaca salah satu teks cerita yang berjudul Persahabatan yang Berawal dari Musuh. Setelah siswa membaca cerita tersebut, siswa ditugaskan untuk mencari tahu cerita apa yang ada di dalamnya, dan bagaimana unsur-unsur instrinsik yang ada di dalam cerita tersebut. Terlihat ada beberapa siswa dengan tekun mengerjakannya di Lembar Kerja Siswa, dan ada juga yang masih terlihat bingung dalam menjawab pertanyaan soal.
Pada saat siswa sudah selesai, lembar jawaban siswa dikumpulkan. Dikarenakan keterbatasan waktu, pembelajaran disudahi dengan menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang baru saja dilakukan, dan kegiatan pembelajaran diakhiri dengan membaca lafadz hamdalah bersama-sama.
c. Observasi
Tahap observasi dilakukan pada pelaksanaan tindakan, yaitu saat kegiatan belajar-mengajar berlangsung. Pengamatan dilakukan oleh peneliti. Peneliti menerapkan beberapa kegiatan, dan mengamati setiap kegiatan yang dilakukan oleh siswa saat kegiatan belajar-mengajar berlangsung. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, hasil yang dapat dilihat pada tabel 4.6 sebagai berikut.
Tabel 4.6
Data Kegiatan Guru dalam Pembelajaran Siklus 1
No Pertanyaan Alternatif Jawaban
Ya Tidak
1. Apakah seluruh siswa hadir pada saat KBM
2. Apakah siswa hadir tepat waktu
3. Apakah guru kondisi kelas mendukung KBM
4. Apakah guru memberitahukan hasil yang dicapai
setelah KBM
5. Apakah guru melakukan apersepsi terlebih
dahulu
6. Apakah saat mengajar guru memberitahukan
langkah-langkah pembelajaran
7. Apakah guru menggunakan media pembelajaran
8. Apakah guru memberikan kesempatan kepada
siswa untuk bertanya
9. Apakah guru memberikan kesempatan kepada
siswa untuk menjawab pertanyaan temannya
Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan, bahwa peneliti telah melaksanakan kegiatan sesuai dengan RPP, walau belum menggunakan media pembelajaran saat kegiatan belajar-mengajar berlangsung.
Tabel 4.7
Hasil Persentase (%) Observasi Tingkah Laku Siswa dalam Pembelajaran Siklus 1
No Aspek yang diamati Kriteria Persentase
% Kurang Cukup Baik
1. Siswa memberikan respon positif terhadap
pembelajaran cerita tulisan
65
2. Siswa memberi perhatian terhadap penjelasan materi ajar 65 3. Siswa mengajukan pertanyaan 63 4. Siswa mengajukan pendapat 65
5. Siswa mengerjakan tugas yang diberikan dengan guru secara baik
65
6. Siswa terlihat antusias
selama KBM berlangsung 65
7. Siswa mengikuti KBM
Jumlah Rata-rata 65
Keterangan: 10-64 = Kurang 65-79 = Cukup 80-100 = Baik
Berdasarkan tabel 4.7, hasil observasi yang dilakukan pada saat pembelajaran siklus 1, dapat disimpulkan, bahwa tingkah laku siswa secara umum saat KBM berlangsung ternilai cukup akan tetapi masih belum baik. Persentase siswa 65% menunjukkan, bahwa pada tindakan pertama tingkah laku siswa termasuk ke dalam kategori cukup.
Pada pelaksanaan tindakan penelitian yaitu pemberian pertanyaan yang memberi kebebasan kepada siswa, kemudian meminta siswa untuk mencari unsur-unsur instrinsik yang ada di dalam cerita yang berjudul Persahabatan yang Berawal dari Musuh karya Ahmad Taufik.
Lembar Kerja Siswa
Hari/Tanggal :... Nama :... Kelas :...
1. Bacalah secara baik cerita berjudul Persahabatan yang Berawal dari Musuh. Apa kisah yang ada di dalam cerita tersebut?
Jawaban: kisah yang ada di dalam cerita tersebut mengisahkan dua orang siswa yang bersahabat di sekolah, namun di pertengahan mereka bertengkar sebab teman yang satu itu mengejek temannya lagi dan menjadi salah paham. Setelah teman yang satu menyadari bahwa itu kesalahpahaman, akhirnya mereka kembali bersahabat kembali.
2. Sebutkanlah unsur-unsur Instrinsik yang ada di dalam cerita tersebut! a. Tokoh, Penokohan, dan Watak
Jawaban: tokoh yang ada di dalam cerita ini, yaitu Aku, Ibunya Aku, Sofi, Nia, Papa, dan Om Dahlan. Penokohannya yaitu, tokoh Aku merupakan tokoh yang dinamis, sedangkan tokoh Sofi, Nia,
Ibu, Papa, dan Om Dahlan merupakan tokoh statis. Watak Aku, Ibu, Sofi, Nia, Papa, dan Om Dahlan merupakan Protagonis. b. Latar
Jawaban: latar tempatnya yaitu di rumah, di jalan, di sekolah, di lapangan, di taman, dan di kolam. Suasananya yaitu ada sedih, kesal, terharu, dan bahagia. Waktunya, pagi hari, dan sore hari. c. Sudut Pandang
Jawaban:.Sudut pandang yang digunakan, yaitu persona pertama “Akuan.”
d. Alur
Jawaban: Campuran (maju dan mundur) e. Tema
Jawaban: Persahabatan f. Amanat atau Pesan
Jawab: jangan suka menuduh orang lain tanpa bukti yang benar, dan sahabat merupakan orang yang selalu ada buat kita.
3. Bagaimanakah akhir dari cerita tersebut?
Jawaban: Akhirnya mereka kembali bersahabat kembali, dan persahabatan mereka semakin erat.
Tabel 4.8 Nilai Siklus 1 No Nama Rincian Nilai KKM 75 1 2 3 1-15 1-75 1-10 Jumlah 1. Adela Septiani 12 46 9 67 2. Ahmad Sofyan 10 32 9 51 3. Ai Rohaeni 10 37 5 52
4. Anis Setya Septiana 12 63 10 85
6. Bagas Perdana 15 50 10 75 7. Bilal Ananda. P 15 52 8 75 8. Citra Oktavia 11 43 8 61 9. Dela Puspita 10 31 10 51 10. Dwi Ramanda 9 32 9 50 11. Linda Safitri 13 44 9 66 12 Lusi Presilia 12 47 8 67 13 M. Rafli 12 48 7 67 14 M. Ramdan 8 45 8 61 15 Mawarda Dwi. A 12 55 8 75 16 Muhammad Fiqodri 10 32 8 50
17 Nada Zahira Tanjung 10 40 8 58
18 Nurhamidah 15 51 8 74 19 Pipit Irmayanti 12 53 8 73 20 Rahmat Madani 8 35 8 51 21 Rani Halimatusya‟diah 10 55 10 75 22 Ratu Andini 10 55 10 75 23 Riski Nazari 10 55 10 75 24 Riswan Fauzi 8 34 8 50 25 Rossa Yuliana 9 34 7 50 26 Syarena Azzahra 10 60 10 80
27 Siska Arista Laitupa 10 58 10 78
28 Siswanto Adi. P 11 43 10 64 29 Siti Aisyah 8 44 8 60 30 Wiwi Indiyani 11 47 8 66 31 M. Nuriski 8 34 8 50 Jumlah 2016 Rata-rata 65,03 Nilai rata-rata
Berdasarkan hasil perolehan nilai Siklus 1, diketahui nilai tertinggi, terendah, dan nilai rata-rata, dapat dilihat pada tabel 4.9 berikut.
Tabel 4.9
Nilai Tertinggi dan Terendah Siswa Siklus 1
Tingkat Penguasaan Siklus 1 Nilai
Nilai tertinggi siswa 85
Nilai terendah siswa 50
Jumlah rata-rata 65,03
Berdasarkan tabel 4.9, terlihat nilai terendah siswa masih di bawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum), yaitu 50, sedangkan kriteria ketuntasan minimumnya adalah 75. Penyebabnya karena siswa kurang antusias dalam membaca dan kurangnya frekuensi guru dalam menggunakan media di dalam pembelajaran, sehingga siswa menjadi kurang aktif dan antusias. Oleh karena itu, perlu adanya tindak lanjut dari siklus 1 kemudian berlanjut ke siklus 2.
d. Refleksi
Setelah melihat siklus 1, lembar observasi guru dan siswa serta catatan lapangan masih banyak hal yang harus diperbaiki. Perencanaan kegiatan belajar mengajar harus lebih dipersiapkan agar hasil yang dicapai sesuai dengan yang diharapkan. Pada lembar observasi kegiatan guru sudah menunjukkan kebaikan, walaupun belum terlihat sempurna, yaitu guru belum menyediakan media yang kurang merangsang siswa untuk antusias, aktif dan dapat memahami materi cerita dengan baik.
Hasil observasi terhadap tingkah laku siswa selama pembelajaran dapat dikatakan cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari perhatian siswa terhadap penjelasan guru, akan tetapi keaktifan siswa untuk bertanya, dan keaktifan siswa dalam mengerjakan tugas masih tampak tidak serius, serta banyak siswa yang belum tertib saat kegiatan pembelajaran berlangsung di dalam kelas. Selain itu, di dalam catatan lapangan, teruraikan beberapa
catatan yang perlu solusi dan tanggapan untuk perbaikannya, dapat dilihat dalam tabel berikut ini:
Catatan Lapangan Penelitian Tindakan Kelas
Kelas : VII-D MTs. YPI Al-Alawiyah Hari/Tanggal : Sabtu, 29 November 2014 Waktu : 13.30-14.30 WIB
Deskripsi Hasil Observasi
Pada pembelajaran di siklus 1, dari saat mulai pembelajaran siswa terlihat siswa masih terlihat pasif, sedikit yang bertanya dan sedikit pula yang mengungkapkan pendapatnya. Kondisi kelas pun masih belum mendukung dalam pembelajaran. Di kursi bagian belakang terlihat beberapa siswa masih saja mengobrol dengan temannya, terlihat siswa tersebut tidak memperhatikan guru yang sedang ada di depan. Ketika materi sedang dijelaskan keaktifan lebih terlihat pada siswinya, sedangkan siswanya masih diam mendengarkan pendapat dan pertanyaan dari temannya yang perempuan. Ketika guru menjelaskan materi dengan teknik