• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1. Hasil Penelitian

 

BAB 5

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1. Hasil Penelitian

5.1.1. Deskripsi Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di RSUP H. Adam Malik yang beralamat di Jalan Bunga Lau no. 17 Medan Kelurahan Kemenangan, Kecamatan Medan Tuntungan. RSUP H. Adam Malik merupakan Rumah Sakit kelas A sesuai dengan SK Menkes No.335/Menkes/SK/VII/1990. Di samping itu, RSUP H. Adam Malik adalah Rumah Sakit Rujukan untuk wilayah pembangunan A yang meliputi Provinsi Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat, dan Riau.

5.1.2. Deskripsi Karakteristik Responden

Data lengkap mengenai karakteristik responden dapat dilihat pada tabel-tabel berikut ini.

Tabel 5.1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Menurut Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Jumlah (n) Persentase (%)

Perempuan Laki-laki 23 17 57,5 42,5 Total 40 100

Pada Tabel 5.1. dapat dilihat bahwa mayoritas responden adalah berjenis kelamin perempuan sebanyak 23 orang (57,5%) diikuti dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 17 orang (42,5%).

Tabel 5.2. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Menurut Usia

Usia Jumlah (n) Persentase (%)

<45 tahun 45-59 tahun >59 tahun 7 19 14 17,5 47,5 35,0 Total 40 100

Pada Tabel 5.2. dapat dilihat bahwa mayoritas responden berusia 45-59 tahun sebanyak 19 (47,5%) diikuti dengan usia >59 tahun sebanyak 14 orang (35%) dan usia <45 tahun sebanyak 7 orang (17,5%).

Hasil analisis sederhana statistik deskriptif berdasarkan data usia yaitu rata-rata (mean) pasien memiliki usia 55 tahun dengan standar deviasi 11,9. Usia terendah adalah 28 tahun dan usia tertinggi adalah 86 tahun. Rentang (range) data nya yaitu 58 tahun. Sedangkan nilai varian masih cukup rendah yaitu 142.

Tabel 5.3. Distribusi Frekuensi Responden Menurut Pendidikan Terakhir

Pendidikan Jumlah (n) Persentase (%)

Tidak Sekolah SD SMP SMA S1 7 12 5 14 2 17,5 30,0 12,5 35,0 5,0 Total 40 100

Pada Tabel 5.3. dapat dilihat terdapat perbedaan tipis jumlah pasien dengan tingkat pendidikan SMA dan SD yaitu 14 orang (35%) dan 12 orang (30%). Lalu, disusul tidak sekolah sebanyak tujuh orang (17,5%), tingkat SMP sebanyak lima orang (12,5%), dan lulusan sarjana (S1) sebanyak dua orang (5%). Tabel 5.4. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Menurut Pekerjaan

Pekerjaan Jumlah (n) Persentase (%)

Ibu Rumah Tangga 16 40,0

Wiraswasta 11 27,5 Petani 8 20,0 PNS 4 10,0 Tidak Bekerja 1 2,5 Total 40 100

Pada tabel 5.4. menunjukkan bahwa jumlah responden paling banyak adalah sebagai ibu rumah tangga sebanyak 16 orang (40%). Selanjutnya memiliki pekerjaan wiraswasta sebanyak 11 orang (27,5%), petani sebanyak delapan orang

   

(20%), dan lainnya yaitu Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak empat orang (10%) dan tidak bekerja satu orang (2,5%).

Tabel 5.5. Distribusi Frekuensi Karakteristik Suku Responden

Suku Jumlah (n) Persentase (%)

Batak Jawa Melayu Aceh 27 8 3 2 67,5 20,0 7,5 5,0 Total 40 100

Pada tabel 5.5. dapat dilihat bahwa responden paling banyak adalah Suku Batak yaitu sebanyak 27 orang (67,5%). Selanjutnya diikuti Suku Jawa sebanyak delapan orang (20%), Suku Melayu tiga orang (7,5%), dan Suku Aceh sebanyak dua orang (5%).

Tabel 5.6. Distribusi Frekuensi Responden Menurut Diagnosis Klinis

Diagnosis Jumlah (n) Persentase (%)

SCC lidah SCC gingival SCC bibir SCC buccal SCC pallatum 20 10 4 3 3 50 25 10 7,5 7,5 Total 40 100

Pada tabel 5.6. dapat dilihat bahwa mayoritas responden terdiagnosis SCC lidah sebanyak 20 orang (50%). Selanjutnya, penderita SCC gingiva sebanyak 10 orang (7,5%), SCC bibir sebanyak empat orang, sedangkan SCC buccal dan pallatum memperoleh jumlah yang sama sebanyak tiga orang (7,5%). 5.1.3. Deskripsi Faktor Risiko Responden

Berdasarkan tujuan khusus penelitian ini yaitu mengetahui prevalensi masing-masing faktor risiko pada responden yang meliputi merokok, mengunyah tembakau, menyirih, dan kebiasaan minum alkohol yang dapat digambarkan pada tabel berikut

Tabel 5.7. Prevalensi Tiap Faktor Risiko Pasien Kanker Rongga Mulut

Faktor Risiko Pilihan Total

Ya Tidak

Riwayat Merokok 19 (47,5%) 21 (52,5%) 40 (100 %) Riwayat Mengunyah Tembakau 21 (52,5%) 19 (47,5%) 40 (100 %) Riwayat Menyirih 21 (52,5%) 19 (47,5%) 40 (100 %) Riwayat Kebiasaan Meminum

Alkohol

7 (17,5%) 33 (82,5%) 40 (100 %)

Pada tabel 5.7. memperlihatkan di antara sampel yang berjumlah 40 orang ini memiliki faktor risiko paling banyak yaitu mengunyah tembakau dan menyirih sebanyak 21 orang . Tabel ini menggambarkan prevalensi pada masing-masing faktor risiko. Tabel selanjutnya menggambarkan banyak responden yang memiliki beberapa faktor risiko.

Tabel 5.8. Distribusi Frekuensi Faktor Risiko pada Tiap Responden

Faktor Risiko Jumlah (n) Persentase(%)

Menyirih dan mengunyah tembakau 19 47,5

Merokok 10 25,0

Merokok dan minum alkohol 7 17,5

Merokok, menyirih, dan mengunyah tembakau

Tidak punya faktor risiko

2

2

5,0

5,0

Total 40 100

Pada tabel 5.8. dapat dilihat bahwa tiap responden tidak hanya memiliki satu faktor risiko. Faktor risiko menyirih dan mengunyah tembakau menduduki posisi pertama yang dimiliki oleh 19 orang (47,5%). Selanjutnya, diikuti oleh faktor merokok yang dimiliki oleh 10 orang responden (25%), merokok dan minum alkohol sebanyak tujuh orang (17,5%), Walaupun demikian, kelompok yang tidak memiliki faktor risiko ada sebanyak dua orang (5%). Begitu juga yang memiliki kebiasaan merokok, menyirih, dan mengunyah tembakau juga sebanyak dua orang.

   

Tabel 5.9. Deskripsi Riwayat Merokok pada Responden

Uraian n (%) Total (N)

Sejak kapan <5 tahun 5-10 tahun

0 (0) 1 (5,3)

19(100%)

>10 tahun 18 (94,7)

Jenis rokok Rokok biasa 16 (84,2) 19(100%) Rokok cerutu 3 (15,8)

Banyak per hari (batang) <10 batang 11(57,9) 19(100%) 10-20 batang 5 (26,3)

>20 batang 3 (15,8)

Pada tabel 5.9. dapat dilihat bahwa di antara 19 responden yang memiliki riwayat faktor risiko merokok, mayoritas responden memulai kebiasaan > 10 tahun yang lalu dan paling banyak memakai jenis rokok biasa. Banyak rokok yang dihabiskan perhari paling banyak responden itu hanya <10 batang sebanyak 11 responden.

Tabel 5.10. Deskripsi Riwayat Mengunyah Tembakau pada Responden

Uraian n(%) Total (N)

Sejak kapan <5 tahun 5-10 tahun >10 tahun 0 (0) 0 (0) 21(100) 21(100%)

Banyak mengunyah tembakau 1-3 kali/hari 4(19) 21(100%) >3 kali/hari 17 (81)

Lama mengunyah tembakau <5 menit/kali >5 menit/kali

0 (0) 21(100)

21(100%)

Pada tabel 5.10. dapat dilihat bahwa dari 21 responden yang memiliki riwayat mengunyah tembakau, seluruhnya telah memulai sejak > 10 tahun yang lalu. Hampir seluruh responden mengunyah > 3 kali per hari dan lama tiap kali melakukan kebiasaan ini > 5 menit.

Tabel 5.11. Deskripsi Riwayat Menyirih pada Responden

Uraian Hasil n(%) Total (N)

Sejak kapan <5 tahun 5-10 tahun >10 tahun 0 (0) 0 (0) 21(100) 21(100%)

Banyak mengunyah tembakau 1-3 kali/hari 4(19) 21(100%) >3 kali/hari 17 (81)

Lama mengunyah tembakau <5 menit/kali >5 menit/kali

0 (0) 21 (100)

21(100%)

Sama dengan hasil riwayat mengunyah tembakau pada tabel sebelumnya, pada tabel 5.10. menunjukkan hasil bahwa dari seluruh responden yang memiliki riwayat menyirih yaitu sebanyak 21 orang, seluruhnya telah memulai sejak > 10 tahun yang lalu. Hampir seluruh responden juga mengunyah > 3 kali per hari dan lama tiap kali melakukan kebiasaan ini > 5 menit.

Tabel 5.12. Deskripsi Riwayat Konsumsi Alkohol pada Responden

Uraian Hasil n(%) Total (N)

Sejak kapan <5 tahun

5-10 tahun

1(14,3) 0 (0)

7 (100%)

>10 tahun 6 (85,7)

Jenis alkohol Tuak

Bir

7 (100) 0 (0)

7 (100%)

Banyak gelas alkohol per hari <1 gelas 4 (57,1) 7 (100%) 1-3 gelas 2 (28,6)

> 3 gelas 1(14,3)

Tabel 5.12. menunjukkan bahwa pada di antara 7 pasien yang memiliki riwayat konsumsi alkohol paling banyak dimulai 10 tahun yang lalu . Jenis yang paling banyak digunakan adalah tuak. Banyak konsumsi per hari paling banyak masih tergolong ringan.

   

Dokumen terkait