HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
Dari penelitian yang dilakukan di PT. Gunanusa Utama Fabricators mengenai penerapan Safety and Hazard Observation Card (SHOC) didapat hasil sebagai berikut :
1. Uraian Singkat Perusahaan
Spesialisasi PT. Gunanusa Utama Fabricators adalah dalam bidang heavy steel construction yang memiliki fasilitas yard-fabrikasi yang cukup besar dengan kapasitas bongkar/muat sampai dengan 2x5000 ton metrik dan masih
dapat ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan di masa yang akan datang. Perusahaan ini memproduksi produk khusus seperti :
a. Anjungan Lepas Pantai (Offshore Platform)
PT. Gunanusa Utama Fabricators adalah perusahaan nasional yang mampu membuat offshore Platform, termasuk Engineering, Procurement, Fabrikasi dan Offshore Instalation. Selama 28 tahun PT. Gunanusa Utama Fabricators berdiri telah berhasil mengukir beberapa prestasi yaitu, sebagai perusahaan nasional pertama yang mampu membuat offshore Platform mencapai 5000 metric ton termasuk proses fabrikasi dan ereksi dalam proyek tersebut.
b. Peralatan Penanganan Material
PT. Gunanusa Utama Fabricators adalah perusahaan nasional pertama yang berhasil melakukan proyek construction container cranes dan transtrainer cranes. Hingga saat ini PT. Gunanusa Utama Fabricators telah berhasil menyelesaikan 12 container cranes untuk pelabuhan Tanjung Priuk dan 6 container cranes untuk diekspor ke pelabuhan Singapore. Salah satu prestasi yang cukup menonjol dari PT. Gunanusa Utama Fabricators adalah lisensi penuh dari PECIKO Inc. of San Fransisco, USA sebagai perusahaan ketujuh setelah MITSUI, HYUNDAI dan lain-lain untuk membangun Port Handling Crane yang ada di dunia.
PT. Gunanusa Utama Fabricators merupakan perusahaan nasional pertama yang dapat membuat terobosan dalam teknologi seperti :
1) Electric Dehydrator dan bejana tekan lainnya 2) Waste heat Expansion Recovery Boilers
3) Heavy Duty Filters untuk proyek Oil Steam Injection 4) Large Capacity Utility Boilers dan lain-lain
Setelah lebih dari 20 tahun beroperasi dengan sukses, PT. Gunanusa Utama Fabricators terkenal sebagai salah satu perusahaan minyak dan gas lepas pantai perusahaan fabrikasi di kawasan ASEAN dan satu-satunya perusahaan dari jenisnya didirikan dan dikembangkan oleh warga negara Indonesia. Perusahaan catatan yang sangat baik termasuk proyek-proyek putar kunci minyak dan gas lepas pantai terutama untuk platform untuk beberapa yang terkenal di dunia perusahaan-perusahaan minyak seperti Total, British Petroleum, Pertamina, Chevron, ConocoPhilips, Exxon Mobil, YPF Maxus, CNOOC, PetroChina, PTTEP, Hess, dan ONGC.
PT. Gunanusa Utama Fabricators telah melaksanakan lebih dari 100 kontrak sejak awal didirikan. Pada bulan Desember 2006, perusahaan telah menyelesaikan dua set platform BP Tangguh untuk lapangan lepas pantai Papua, dengan desain kehidupan selama 40 tahun. Ini berarti bahwa struktur itu harus direkayasa dengan perlindungan terhadap korosi dengan jangka ekstra panjang yang menimbulkan banyak kesulitan dan tantangan baru untuk fabrikasi platform lepas pantai.
Dalam menjalankan proses produksi dan sesuai dengan Visi dan Misi Perusahaan, PT. Gunanusa Utama Fabricators ingin menjadi perusahaan berkelas dunia dengan selalu berkomitmen dan mengutamakan masalah tentang kesehatan dan keselamatan kerja yang tertuang dalam Kebijakan PT. Gunanusa Utama Fabricators tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Pengelolaan Lingkungan Hidup (K3LH) guna mencegah terjadinya kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja dan kerusakan lingkungan. Visi dan misi dari PT. Gunanusa Utama Fabricators adalah sebagai berikut :
a. Visi
Visi dari PT. Gunanusa Utama Fabricators ialah menjadi Perusahaan rancang bangun kelas dunia dan terdepan di bidang minyak dan gas.
b. Misi
Misi dari PT. Gunanusa Utama Fabricators yaitu :
1) Menjadi perusahaan publik rancang bangun terkemuka
2) Menghasilkan produk kompetitif tanpa cacat dan pengiriman tepat waktu 3) Memenuhi standar internasional dengan memperhatikan keselamatan,
kesehatan dan lingkungan kerja.
Karyawan yang ada di PT. Gunanusa Utama Fabricators terdiri atas banyak tingkatan pendidikan sesuai dengan kapasitas pekerjaan yang akan dilakukan, dari tingkatan pelaksanaan, pengawasan, managerial dan direksi. Tingkat pendidikannya pun berlainan dari tingkatan SMU sampai Sarjana, jumlah keseluruhan karyawan yang ada saat ini yaitu 2608 orang. Adapun komposisi pembagiannya adalah sebagai berikut :
Tabel 1. Jumlah Karyawan PT. Gunanusa Utama Fabricators
No. Departemen Jumlah Karyawan
1 Human Resource & General Affair (HR & GA) 46 Orang 2 Health, Safety and Environment (HSE) 88 Orang
3 Fabrikasi 1768 Orang
4 Yard 330 Orang
5 Quality Ansurance (QA) 10 Orang 6 Quality Control (QC) 164 Orang 7 Production Engineering 104 Orang 8 Project Management Team (PMT) 39 Orang
9 Security 59 Orang
Jumlah Total Karyawan 2608 Orang Sumber : Data Sekunder, 2010
2. Pengertian dan Tujuan SHOC
Safety and Hazard Observation Card (SHOC) atau Kartu Observasi Keselamatan dan Bahaya adalah kartu yang digunakan untuk mengidentifikasi bahaya yang ada disekitar tempat kerja. Tujuan adanya SHOC ini adalah melatih karyawan untuk mengindentifikasi bahaya yang ada disekitar tempat kerja dengan mengisi kartu SHOC dan menyerahkan ke HSE Departemen untuk didata dan diteruskan ke Departemen terkait untuk melakukan langkah perbaikan. Penerapan identifikasi bahaya dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja, sakit akibat kerja, dan semua kejadian hampir celaka yang dapat menimbulkan cidera, kerusakan harta benda dan lingkungan sesuai dengan kebijakan manajemen terhadap keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan sesuai dengan kebijakan manajemen mengenai Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Pengelolaan Lingkungan.
Dengan adanya SHOC ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian para pekerja terhadap K3, sehingga keselamatan kerja bukan lagi menjadi tanggung jawab dan tugas petugas safety semata, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh
personil yang berada di lokasi kerja. Oleh karena itu, SHOC dapat digunakan sebagai indikator besarnya kepedulian pekerja terhadap K3, mengingat banyak dan kompleksnya potensi bahaya yang ada di PT. Gunanusa Utama Fabricators. Untuk meningkatkan kepedulian karyawan dalam melaksanakan program safety, maka setiap karyawan diwajibkan untuk membuat SHOC minimal 2 kartu setiap bulan. Kewajiban ini termuat dalam Key Performance Indicators (KPI) PT. Gunanusa Utama Fabricators.
3. Formulir SHOC dan Bagian-bagiannya
PT. Gunanusa Utama Fabricators selalu melakukan perubahan secara terus menerus untuk meningkatkan kinerja dalam bidang Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan, termasuk dalam hal format kolom SHOC. Kolom SHOC untuk Ujung Pangkah Development Offshore Phase II Project terdiri dari 2 bagian dan disajikan dalam 2 bahasa, yaitu bahasa indonesia di halaman pertama dan bahasa inggris di halaman kedua.
Form SHOC terdiri dari 2 bagian. Bagian A diisi oleh pelapor yang berisi nama pengamat, tanggal kejadian, jam kejadian, jabatan, keterangan mengenai bahaya/aspek yang memerlukan perbaikan dan akibat resiko/pengaruh, lokasi proyek, lokasi tempat observasi. Kemudian, Bagian B diisi oleh Supervisor dari pengamat. Setelah Supervisor mengisi kartu SHOC, serahkan SHOC ke HSE Departement untuk registrasi dan perhitungannya. Pada kolom terbawah SHOC terdapat kolom hazard type, safety department to Assign dengan system check list yang menginformasikan klasifikasi dari bahaya yang diidentifikasi. Format SHOC seperti pada gambar di bawah ini:
Gambar 2. Form SHOC dalam bahasa Inggris Sumber : PT. Gunanusa Utama Fabricators, 2009
4. Sosialisasi SHOC
Sosialisasi pertama kalinya mengenai SHOC kepada pekerja disampaikan melalui safety induction. Sosialisasi SHOC pada safety induction bersifat pengenalan dan himbauan. Hal-hal mengenai SHOC yang disampaikan di safety induction antara lain tentang :
a. Tujuan dan fungsi adanya SHOC
b. Cara memperoleh dan mengumpulkan SHOC c. Cara pengisian SHOC
d. Ketentuan pemenang dan hadiah SHOC
Sosialisasi SHOC lebih lanjut disampaikan dalam safety toolbox meeting yang dilakukan setiap pagi sebelum bekerja. Sosialisasi pada safety toolbox meeting bersifat himbauan dan mengingatkan kepada pekerja agar selalu menuliskan setiap keadaan/tindakan yang berpotensi menimbulkan kerugian di tempat kerja. Himbauan ini diharapkan dapat memacu semangat para pekerja untuk saling berlomba-lomba menulis dan mengumpulkan SHOC, sehingga antar pekerja dapat saling mengoreksi tindakan masing-masing jika terdapat tindakan atau keadaan yang tidak aman.
5. Distribusi dan Alur SHOC
Semua hal yang berkaitan dengan SHOC di PT. Gunanusa Utama Fabricators, termasuk distribusinya dilakukan oleh seorang petugas SHOC Analysis. Distribusi SHOC dari SHOC Analysis yang menangani SHOC kepada para pekerja dilakukan dengan 3 cara, yaitu :
a. Kotak SHOC
Pada setiap lokasi kerja di PT. Gunanusa Utama Fabricators telah disediakan sebuah kotak berisi SHOC kosong yang disebut kotak SHOC. Petugas SHOC Analysis setiap hari harus selalu memantau ketersediaan SHOC. Apabila persediaan SHOC kosong pada kotak telah habis, maka petugas SHOC Analysis harus mengisinya lagi dengan SHOC kosong. Apabila pekerja menemukan sebuah tindakan ataupun keadaan yang membahayakan kapanpun, pekerja dapat mengambil SHOC kosong di kotak tersebut. Akan tetapi, pada kenyataannya kotak SHOC yang berada dilapangan ada yang tidak terawat, tidak tersedia SHOC dan terdapatt beberapa kotak SHOC yang berisi sampah.
b. Melalui Supervisor atau orang yang ditunjuk
Distribusi SHOC dari Depertemen HSE kepada pekerja dilakukan melalui perantara Supervisor atau orang yang ditunjuk pada masing-masing departemen dengan catatan bahwa orang ditunjuk tersebut selalu berada di tempat kerjanya, misalnya sekretaris departemen. Distribusi melalui Supervisor dilakukan pada pekerja yang berlokasi di yard, sedangkan distribusi melalui orang yang ditunjuk pada masing-masing departemen dilakukan pada pekerja yang berada di office. Apabila pekerja menemukan tindakan atau keadaan yang membahayakan di tempat kerja dan mempunyai kesadaran untuk menuliskannya pada SHOC, mereka dapat meminta SHOC pada supervisor atau orang yang ditunjuk pada masing-masing departemen.
c. Melalui Safetyman atau petugas SHOC Analysis
Setiap safetyman yang mengawasi pekerjaan di lapangan selalu membawa sejumlah SHOC kosong ketika bertugas. Apabila di yard terdapat tindakan atau keadaan yang membahayakan dan orang yang mengetahuinya berkeinginan untuk menuliskannya di SHOC dapat langsung menemui Safetyman di lapangan untuk meminta SHOC kosong atau menuju safety office untuk meminta SHOC kosong kepada petugas SHOC Analysis.
Petugas SHOC Analysis mengumpulkan SHOC yang telah terkumpul dalam kotak SHOC untuk didata. SHOC Analysis melakukan penilaian resiko terhadap temuan SHOC dan menentukan tindakan korektif yang harus dilakukan agar kejadian yang sama tidak akan terulang. Apabila saran yang diberikan telah mendapat persetujuan dari Project HSE Manager, tindakan korektif dapat dilakukan dengan berkoordinasi dengan departemen terkait dan dengan dilakukan pengawasan dari HSE Departemen. Setelah semua tindakan korektif dilakukan, status temuan dalam SHOC menjadi close. Laporan pendataan dan status temuan semua SHOC setiap minggu disosialisasikan kepada pekerja melalui papan pemberitahuan yang telah tersedia. Secara ringkas, alur SHOC digambarkan pada diagram berikut :
Gambar 3. Alur SHOC
Pada HSE Departeman terdapat petugas SHOC Analysis. Tugas seorang SHOC Analysis secara lebih rinci adalah sebagai berikut:
a. Tanggungjawab :
1) Memastikan bahwa Key Performance Indicator (KPI) dengan 2 SHOC setiap bulan diimplementasikan.
2) Berkoordinasi dengan departemen lain untuk menindaklanjuti temuan SHOC.
b. Kewajiban Utama :
1) Mendata dan mengklasifikasikan SHOC yang masuk setiap hari. 2) Mendistribusikan SHOC kepada semua pekerja
3) Menganalisa SHOC dan menentukan tindakan korektif yang harus dilakukan dan melaporkannya kepada manajemen dan klien
4) Menyiapkan laporan SHOC secara keseluruhan setiap minggu.
5) Membantu staf HSE lainnya untuk menyiapkan dokumen yang berkaitan dengan SHOC.
c. Wewenang :
Menentukan pemenang SHOC terbanyak dan terbaik per minggu. 6. Pemenang dan Hadiah SHOC
Sebagai bentuk komitmen manajemen PT. Gunanusa Utama Fabricators terhadap program HSE, maka ada beberapa program pemberian hadiah bagi karyawan yang peduli tentang HSE yaitu pemenang pembuat SHOC terbanyak dan berkwalitas. Penentuan pemenang SHOC tidak hanya berdasarkan jumlah
kartu yang dikumpulkan, tetapi juga berdasarkan kualitas temuan yang diidentifikasi. SHOC berkualitas baik apabila :
a. Temuan merupakan hal-hal yang jarang sekali terjadi di tempat kerja. b. Temuan merupakan bahaya dengan resiko tinggi atau kejadian critical.
Setelah semua SHOC yang masuk setiap hari didata dalam satu laporan mingguan, SHOC Analysis menentukan kurang lebih 5 nama pengamat dengan jumlah pengumpulan kartu terbanyak. Kemudian SHOC Analysis melihat kualitas setiap temuan dari kelima pengamat. Setelah itu, SHOC Analysis menyimpulkan 2 pengamat terbaik sebagai pemenang SHOC mingguan.
Hadiah untuk 2 pemenang SHOC setiap minggu berupa voucher belanja senilai Rp 250.000 di kantin perusahaan. Pengumuman pemenang SHOC diumumkan dalam Mass Meeting setiap hari Selasa oleh HSE Project Manager atau Site/Yard HSE Coordinator. Pemberian hadiah kepada pemenang SHOC bertujuan untuk memotivasi pekerja agar menulis SHOC sebanyak-banyaknya, dengan demikian pekerja akan lebih peduli pada keselamatan semua pihak dan lebih waspada terhadap bahaya ketika bekerja.
7. Pendataan SHOC
Pendataan SHOC dilakukan oleh SHOC Analysis setiap hari sebagai dokumentasi perusahaan. Pembagian kolom pendataan SHOC di PT. Gunanusa Utama Fabricators didasarkan pada lokasi, nomor referensi, tanggal temuan, nama pengamat, deskripsi temuan, potensi bahaya, tindakan korektif, pelaksana tindakan korektif, target tanggal closing, status dan klasifikasi. Lokasi, tanggal temuan, nama pengamat, deskripsi temuan dan potensi bahaya didata berdasarkan
isi SHOC yang ditulis pengamat. Sedangkan untuk nomor referensi, tindakan korektif, pelaksana tindakan korektif, target tanggal closing, status dan klasifikasi ditentukan oleh SHOC Analysis. Berikut contoh kolom SHOC Register Status di PT. Gunanusa Utama Fabricators :
39 Tabel 2. Contoh SHOC Register Status
No Location Ref. No Date Report. By Description Of Finding Potential Hazard Corrective Action Taken Action By Target Date Close
Date Status Class.
1 Cellar deck 2691 30- 01-2010 Jahudi Di temukan sebuah koneksi kabel yang sudah dalam keadaan terkelupas isolasinya. High Di informasikan segera ke elektrik team untuk memperbaiki kondisi koneksi kabel. Yard Facility 30-01-2010 30-01-2010 Closed Electrical Discharge 2 Cellar deck 2692 30- 01-2010 Jahudi Masih di temukan pekerja yang melakukan aktifitas pekerjaan sambil merokok. Low Di sarankan kepada pekerja untuk merokok di tempat yang sudah di sediakan. HSE 30-01-2010 30-01-2010 Closed Fire 3 Tower Crane 2693 30- 01-2010 Jahudi Seorang pekerja di temukan buang air kecil di lokasi kerja. Low Di ingatkan kepada pekerja untuk buang air kecil di toilet terdekat. Fabricati on 30-01-2010 30-01-2010 Closed House keeping
xl Nomor referensi adalah nomor kartu sebagai tanda bahwa SHOC telah dimasukkan dalam SHOC Register Status. Besarnya potensi bahaya dihitung berdasarkan Risk Assessment dengan Risk Matrix. Pelaksana tindakan korektif adalah departemen yang bertanggungjawab untuk menindaklanjuti adanya bahaya di tempat kerja. Misalnya, pada SHOC mengidentifikasi adanya seorang pekerja yang melakukan aktifitas pekerjaan di atas lantai scaffolding yang masih berlabel merah dan belum diinspeksi. Tindakan korektif yang dapat dilakukan adalah segera menghentikan pekerjaan dan mengingatkan agar tidak menaiki scaffolding yang masih berlabel merah. Pihak pelaksana yang wajib melaksanakan tindakan korektif ini adalah HSE Departemen.
Sebagian besar SHOC pada waktu dikumpulkan telah berstatus close atau telah dilakukan tindakan korektif karena temuan-temuannya memungkinkan untuk dilakukan closing pada saat penemuan. Namun ada beberapa SHOC yang tidak memungkinkan untuk dilakukan tindakan korektif pada saat ditemukan. Pada waktu pendataan SHOC yang demikian, SHOC Analysis harus melakukan penilaian resiko, menentukan tindakan korektif dan menentukan waktu penyelesaian temuan. Klasifikasi jenis bahaya dalam SHOC dikelompokkan menjadi 13 macam, yaitu :
Tabel 3. Klasifikasi Bahaya pada SHOC No Klasifikasi
Bahaya
Penyebab Akibat
1 Pressure Tabung gas, air compressor, generator, Blasting, Painting, Cutting, Gougging
Ledakan, kebakaran
2 Driving Angkutan karyawan,
kendaraan karyawan, forklift, truck, overload, rambu-rambu lalu lintas
Tertabrak, tabrakan, terjepit, kerusakan
angkutan, kegiatan terhenti 40
3 Fire Rokok, gougging, cutting, welding, APAR tidak layak, tabung oksigen dan LPG
Kebakaran, ledakan
4 Housekeeping Sanitasi, kebersihan, higienitas, penempatan barang, sampah, fasilitas kerja, ventilasi udara, lingkungan kerja fisik
Sarang penyakit, daya tahan tubuh menurun,
pneumokoniosis, mengurangi estetika. 5 Lifting
equipment
Rigging, operator, crane, forklift, lifting gear, sling, chain block, tagline, color code, signalman, Safe Working Load (SWL).
Kejatuhan benda, kerusakan alat angkut, tertabrak benda.
6 Electrical Discharge
Koneksi kabel, welding, grinding, lampu penerangan, distribution panel
Tersengat listrik/ tersetrum
7 NDT/RT Welding test, uji keretakan, sinar X, sinar alfa, beta, gamma.
Gangguan kesehatan, kemandulan, kerusakan jaringan
8 PPE Helm, kacamata, sepatu, baju, masker, faceshield, full body harness tidak ada atau tidak layak
Kejatuhan benda, terjatuh, terjepit, terkena benda lain pada anggota tubuh
9 Scaffold Scaffolder, fitter, welder Terjatuh dari ketinggian, kejatuhan benda
10 Slips, Trips and Falls
Semua orang di tempat kerja, penataan kabel, peralatan kerja dan bahan-bahan yang tidak pada tempatnya dan tidak tertata
Tersandung, terjatuh, terpeleset
11 Restrictive Access
Akses jalan terhambat karena peralatan kerja yang tidak pada tempatnya
Tersandung, terjatuh, terpeleset
12 Confined Space
Welder dan fitter, kadar oksigen terbatas, gas beracun
Sesak napas, keracunan 13 Working at
Height
Scaffolder, welder, fitter Terjatuh dari ketinggian Sumber : Hasil Observasi, 2010
8. Follow Up SHOC
Tidak semua tindakan korektif yang diberikan SHOC Analysis dapat dilakukan oleh tim di departement HSE. Oleh karena itu, SHOC Analysis perlu bekerjasama dengan departemen lain untuk menindaklanjuti temuan di SHOC.
SHOC Analysis menginformasikan kepada departemen terkait tentang temuan bahaya pada SHOC dan memberikan solusi sebagai tindakan korektif. Kemudian departemen terkait melakukan persiapan pelaksanaan tindakan korektif yang disarankan. SHOC Analysis tetap melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tindakan korektif agar terlaksana sesuai dengan perencanaan hingga selesai. SHOC Analysis dapat melakukan pengkajian ulang (review) pelaksanaan tindakan korektif bila diperlukan.
9. Hambatan SHOC
Sampai saat ini, pelaksanaan penerapan SHOC di PT. Gunanusa Utama Fabricators telah terlaksana sesuai rencana. Akan tetapi masih terdapat beberapa hal yang menjadi hambatan dalam penerapan SHOC di PT. Gunanusa Utama Fabricators. Hambatan-hambatan tersebut antara lain :
a. Tidak adanya pengawasan kepada seluruh pekerja untuk pencapaian SHOC sesuai dengan Key Performance Indicators (KPI).
b. Tidak adanya verifikasi dari HSE Departemen terhadap kebenaran temuan-temuan dalam SHOC.
c. Tidak semua pekerja memahami istilah-istilah dalam SHOC dan cara melakukan identifikasi bahaya.
d. Kurang lengkapnya data yang diisikan pengamat dalam SHOC. e. Kurangnya motivasi pekerja untuk menuliskan SHOC.
C. Pembahasan
1. Pengertian dan Tujuan SHOC
Pelaksanaan identifikasi bahaya di PT. Gunanusa Utama Fabricators dilaksanakan oleh seluruh pekerja yang bersangkutan di tempat kerja. Sarana yang disediakan oleh perusahaan untuk melaksanakan identifikasi bahaya seluruh pekerja adalah dengan SHOC. Pekerja adalah orang yang paling mengetahui keadaaan lokasi kerjanya, karena mereka yang selalu berada di tempat kerja setiap saat ketika proses produksi berlangsung.
Identifikasi bahaya merupakan langkah awal pelaksanaan penilaian resiko dan pembuatan Job Safety Analysis (JSA). Perlunya diadakan identifikasi bahaya dalam analisa keselamatan pekerjaan dan penilaian resiko adalah :
a. Setiap peristiwa kecelakaan atau musibah selalu ada penyebabnya b. Setiap tahapan proses kerja akan dapat dikenali potensi bahayanya
c. Suatu potensi bahaya yang beresiko sebagai penyebab terjadinya kecelakaan atau kerugian pada setiap tahapan proses kerja akan dapat dicegah dan dikendalikan.
Tujuan utama dari penerapan SHOC adalah untuk memberikan pembinaan dan pelatihan kepada para pekerja untuk mengidentifikasi bahaya yang ada disekitar tempat kerja. Berdasarkan Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, pada Pasal 9 Ayat 3 yaitu pengurus diwajibkan menyelenggarakan pembinaan bagi semua tenaga kerja yang berada dibawah pimpinannya, dalam pencegahan kecelakaan dan pemberantasan kebakaran serta
peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja, pula dalam pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan.
Berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Per. 05/Men/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lampiran I bagian 3.3 bahwa sumber bahaya yang teridentifikasi harus dinilai untuk menentukan tingkat resiko yang merupakan tolok ukur kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Berdasarkan hasil penilaian resiko tersebut dapat ditentukan tindakan korektif yang dapat dilakukan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan resiko yang teridentifikasi. Identifikasi sumber bahaya dilakukan dengan mempertimbangkan:
a. Kondisi dan kejadian yang dapat menimbulkan potensi bahaya.
b. Jenis kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang mungkin dapat terjadi.
Temuan-temuan dalam SHOC yang diisi oleh pekerja PT. Gunanusa Utama Fabricators seluruhnya mencakup hal-hal tersebut diatas. Pelaksanaan identifikasi bahaya dilakukan oleh pekerja, penilaian resiko dilakukan oleh petugas SHOC Analysis dan eksekusi terhadap potensi bahaya dilakukan secara bersama-sama dengan departemen terkait.
2. Formulir SHOC dan Bagian-bagiannya
Bahasa dan bagian-bagian dalam SHOC harus mudah dimengerti oleh pekerja agar lebih komunikatif. Formulir SHOC yang ada di PT. Gunanusa Utama Fabricators terdiri dari 2 halaman berbahasa indonesia dan bahasa inggris. Format dengan dua bahasa dalam halaman yang terpisah pada SHOC, membuat penggunaan kartu tidak efisien karena terdapat unsur pemborosan. Pada formulir
SHOC dalam bahasa indonesia, tidak semua kolom diterjemahkan dalam bahasa indonesia. Pada kolom klasifikasi bahaya SHOC masih dalam bahasa inggris, sehingga banyak pengamat yang tidak mengisi kolom ini. Selain itu, letak kolom klasifikasi terletak pada posisi paling bawah formulir, sehingga sebagian besar pengamat mengabaikannya. Kolom klasifikasi merupakan salah satu kolom yang penting untuk diisikan oleh pengamat sebagai salah satu pokok pembelajaran identifikasi bahaya bagi pekerja. Agar penulisan SHOC lebih lengkap dan sesuai dengan tujuan, sebaiknya kolom klasifikasi bahaya diterjemahkan dalam bahasa