• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

1. Deskripsi Subjek Penelitian

Data keseluruhan berasal dari 80 responden dan semuanya layak untuk dilakukan analisis.Dari data responden tersebut diketahui data karakteristik usia dari responden. Data ini dapat dijadikan bahan analisis dalam pembahasan. Berikut merupakan diskripsi responden disajikan pada tabel 1 di bawah ini:

Tabel 5. Data Karakteristik Usia Responden

Usia (tahun) Laki-laki Perempuan

21 2 12

22 8 20

23 13 6

24 10 2

25 7 0

Responden yang diambil dalam penelitian ini terdiri dari 40 laki-laki dan 40 perempuan. Semua responden sedang menyusun skripsi. Adapun data mahasiswa laki-laki yang sedang menyusun skripsi dan berusia 21 tahun ada 2 orang sedangkan yang perempuan ada 12 orang. Mahasiswa laki-laki yang berusia 22 tahun ada sebanyak 8 orang sedangkan yang perempuan ada sebanyak 20 orang.

Untuk mahasiswa laki-laki berusia 23 tahun saat menyusun skripsi ada sebanyak 13 orang sedangkan yang perempuan ada sebanyak 6 orang. Usia 24 tahun saat penyusunan skripsi pada responden yang berjenis kelamin laki-laki ada sebanyak 10 orang sedangkan yang perempuan ada sebanyak 2 orang. Terakhir data responden yang berusia 25 tahun saat penyusunan skripsi ada 7 orang laki-laki dan yang perempuan tidak ada.

2. Uji Asumsi

Dalam penelitian ini uji statistik yang digunakan adalah uji t sampel saling bebas.Untuk itu perlu untuk dilakukan uji asumsi sebagai syarat menggunakan analisis statistik parametrik dan untuk memperoleh hasilyang

tidak menyimpang dari yang seharusnya (Hadi, 1991). Berikut akan dipaparkan hasil uji asumsi dan hasil dari uji hipotesis penelitian.

a. Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui data variabel penelitian berdistribusi normal atau tidak. Pengujian normalitas menggunakan teknik analisis Kolmogorov-Smirnov dan untuk perhitungannya menggunakan program SPSS 16for windows.Hasil uji normalitas untuk masing-masing variabel penelitian disajikan berikut ini.

Tabel 6. Hasil Uji Normalitas

Variabel Sig. Keterangan

Efikasi diri pada laki-laki 0,133 Normal Efikasi diri pada perempuan 0,849 Normal

Hasil uji normalitas variabel penelitian dapat diketahui bahwa semua variabel penelitian mempunyai nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 (p>0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa semua variabel penelitian berdistribusi normal. Variabel yang berdistribusi normal berarti variabel tersebut mempunyai sebaran data yang polanya mengikuti kurva normal. Data yang terdistribusi normal dapat digunakan untuk proses analisis selanjutnya, karena hal tersebut merupakan salah satu uji prasyarat analisa.

b. Uji Homogenitas

Uji homogenitas bertujuan untuk mengetahui apakah data saling homogen atau tidak. Dalam uji beda homogenitas dapat dilihat dari nilai levene’s test for equality variance. Berikut hasil uji homogenitas disajikan pada tabel 7 di bawah ini:

Tabel 7. Hasil Uji Homogenitas Antara Mahasiswa Laki-laki dan Perempuan

Variabel F Signifikansi

Mahasiswa laki-laki dengan mahasiswa perempuan

1,326 0,253

Pada penelitian ini, nilai F pada uji levene’s sebesar 1,326 dengan nilai signifikansi sebesar 0,253.Oleh karena nilai signifikansi yang lebih besar dari tingkat kesalahan 5% maka data tersebut bersifat homogen.

3. Uji Hipotesis Penelitian

Setelah uji prasyarat normalitas dan homogenitas terpenuhi maka uji

independent samples test untuk statistika parametrik dapat digunakan. Berikut hasil dari uji independent samples test disajikan pada tabel 8 berikut ini:

Tabel 8. Hasil dari Independent Samples t Test T df Sig Mean Difference 95% confidence interval Lower Upper -5,928 78 0,000 -0,33603 -0,44889 -0,22317

Hasil dari independent sample t tesyang di sajikan pada tabel di atas terlihat bahwa nilai t hitung sebesar -5,928 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05). Perbedaan ratarata sebesar 0,33603dengan batas bawah -0,44889 dan batas atas sebesar -0,22317. Ho ditolak karena signifikasi kurang dari taraf kesalahan 5% sehingga ada perbedaan efikasi diri terhadap mahasiswa laki-laki dengan perempuan dalam penyusunan skripsi.

Oleh karena nilai signifikansi dalam penelitian ini (0,000) yang kurang dari taraf kesalahan 5% maka didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan yang signifikan efikasi diri antara mahasiswa laki-laki dengan perempuan dalam menyusun skripsi. Berikut ini disajikan pada tabel 9 mengenai hasil penelitian skala efikasi diri mahasiswa laki-laki dan mahasiswa perempuan dalam penyusunan skripsi:

Tabel 9. Hasil Deskripsi Statistik Skala Efikasi Diri Responden

Kelompok N Xmin Xmak Rata-rata Standar deviasi Rata-rata std eror Mahasiswa laki-laki 40 80 112 89,73 8,45 1,34 Mahasiswa perempuan 40 84 120 101,15 8,78 1,39

Berdasarkan tabel 9 terlihat bahwa rata-rata skor skala efikasi diri untuk mahasiswa laki-laki sebesar 89,73 ada dibawah rata-rata skor efikasi diri mahasiswa perempuan sebesar 101,15. Nilai standar deviasi mahasiswa laki-laki sebesar 8,45 dan untuk mahasiswa perempuan sebesar 8,78. Untuk rata-rata standar eror mahasiswa laki-laki tidak jauh berbeda dengan mahasiswa perempuan yaitu 1,34 dan 1,39.

Untuk mengetahui kecenderungan jawaban responden atas skala efikasi diri, data yang diperoleh dapat dianalisis melalui pengkategorian skor. Kategori yang digunakan adalah kategori lima. Dengan kategori lima ini dapat diketahui mayoritas jawaban responden berada pada tingkatan efikasi pada sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah atau sangat rendah. Kategori tingkat efikasi diri menggunakan norma kategori yang disajikan pada tabel 10 berikut ini:

Tabel 10. Norma Kategorisasi

Kategori Keterangan X ≥ (M + 1,5SD) Sangat tinggi (M + 0,5SD) ≤ X < (M + 1,5SD) Tinggi (M - 0,5SD) ≤ X < (M + 1,5SD) Sedang (M - 1,5SD) ≤ X < (M - 0,5SD) Rendah X ≤ (M - 1,5SD) Sangat rendah Dimana: M : Mean teoristik SD : Standar Deviasi

Skala efikasi diri mahasiswa laki-laki dan perempuan berjumlah 34 item dengan skor minimal dan maksimal 4. Rentang minimumnya adalah 1 x 34 = 34 dan skor maksimal 4 x 34 =136. Untuk memperoleh nilai mean teoristik dan standar deviasi maka digunakan rumus dibawah ini

Skor Mean teoristik (M) = ½ (nilai maksimal + nilai minimal) = ½ x (136 + 34) = ½ x 170 = 85 Standar Deviasi (SD) =1/6 (nilai maksimal - nilai minimal)

= 1/6 x (136 – 34) = 1/6 x 102 = 17

Setelah ditemukan skor rerata (M) ideal dan simpangan baku (SD) ideal, maka dapat dilakukan kategorisasi dengan penggolongan tingkat efikasi diri. Dari hasil kategori lima dengan rumus di atas maka didapatkan hasil yang tercantum pada tabel 11 di bawah ini:

Tabel 11. Kategori Efikasi Diri Mahasiswa Laki-laki yang Sedang Menyusun Skripsi

Kategori Jumlah Presentase (%)

Sangat tinggi 3 7,5

Tinggi 8 20

Sedang 29 72,5

Tabel 12. Kategori Efikasi Diri Mahasiswa Perempuan yang Sedang Menyusun Skripsi

Kategori Jumlah Presentase (%)

Sangat tinggi 8 10

Tinggi 23 28,8

Dari hasil kategori di atas dapat dilihat efikasi diri mahasiswa laki-laki yang sedang menyusun skripsi masuk dalam kategori tinggi dari 40 respnden ada sebanyak 3 orang atau sebesar 4,5%. Untuk kategori tinggi ada sebanyak 8 orang atau sekitar 20% dan sisanya ada 29 orang atau sebesar 72,5%.

Kategori efikasi diri mahasiswa perempuan yang masuk dalam kategori sangat tinggi dari 40 responden ada sebanyak 8 orang atau sekitar 10%. Kategori tinggi ada sebanyak 23 orang atau sebesar 28,8% dan sisanya ada 9 orang sekitar 11,3%.

Berdasarkan hasil kategori dapat menggambarkan tanggapan subyek secara keseluruhan mengenai efikasi diri responden yang cenderung tinggi atau rendah, dengan cara membandingkan Mean Teoritik dan Mean Empiris. Selain dengan membandingkan nilai rata-rata Mean Teoritik dan Empiris juga diperkuat dari hasil perbandingan one sampel t test. Berikut hasil dari perbandingan Mean Teoritik dan Mean Empiris dapat dilihat pada tabel 13 berikut ini:

Tabel 13. Mean Empiris dan Mean Teoritis Jenis Penelitian N Mean

Empiris Mean Teoritik t Sig Efikasi mahasiswa laki-laki 40 89,73 85 67,14 0,000 Efikasi mahasiswa perempuan 40 101,15 85 72,83 0,000

Pada tabel 13 menunjukkan bahwa hasil uji t menghasilkan nilai signifikansi baik laki-laki maupun perempuan sebesar 0,000 sehingga dikatakan terdapat perbedaan. Perbedaan yang dihasilkan menunjukkan bahwa rata-rata subyek penelitian memiliki tingkat efikasi yang cenderung tinggi. Hal tersebut dilihat dari nilai rata-rata empiris mahasiswa laki-laki lebih besar dari nilai rata-rata teoritik (89,73> 85). Begitu juga pada mahasiswa perempuan mempunyai nilai empiris yang lebih besar daripada nilai rata-rata teoritik (101,15> 85).

Di dalam penelitian ini skala efikasi diri terdiri atas tiga aspek yaitu

level, strength, dan generality. Masing-masing aspek diuji t untuk membandingkan efikasi diri mahasiswa laki-laki dan perempuan berdasarkan aspek tersebut. Hasil uji t disajikan pada tabel 14 di bawah ini:

Tabel 14. Hasil Uji-t Tiap Aspek

Aspek Kelompok Mean t Sig. (2-tailed) Level laki-laki 2,657 -6,451 0,000 perempuan 3,017 strength laki-laki 2,694 -1,602 0,113 perempuan 2,844 generality laki-laki 2,570 -7,353 0,000 perempuan 3,027

Hasil yang diperoleh pada tiap-tiap aspek didapat nilai rata-rata efikasi diri mahasiswa perempuan lebih tinggi dari mahasiswa laki-laki. Hasil uji t menunjukan hasil yang berbeda antara aspek strength dengan

level dan generality. Nilai signifikansi untuk aspek strength sebesar 0.113 yang lebih besar dari taraf kesalahan 0,05 sehingga dapat dikatakan tidak ada perbedaan efikasi diri pada aspek strength antara laki-laki dan perempuan. Sedangkan untuk aspek level dan generality mempunyai nilai signifikansi sebesar 0,000 yang kurang dari 0,05 sehingga Ho ditolak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan pada aspek level dan generality.

Dokumen terkait