BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
1. Deskripsi Data Subjek
Subjek dalam penelitian ini merupakan istri tentara di Batalyon X. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data yang diperoleh dari 135 orang. Data yang telah terkumpul kemudian dikelompokkan dan dideskripsikan berdasarkan data demografisnya. Berikut ini merupakan deskripsi data subjek menurut data demografis subjek dalam penelitian ini :
Tabel 4. 1. Jenis Kelamin Subjek
Jenis Kelamin Jumlah Persentase
Wanita 135 100%
Total 135 100%
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa seluruh subjek dalam penelitian ini merupakan subjek wanita dengan persentase sebesar 100% dari total subjek sebesar 135 orang.
Tabel 4. 2. Rentang Usia Subjek
Usia Jumlah Persentase
23 tahun 3 2,2% 24 tahun 8 6,0% 25 tahun 11 8,2% 26 tahun 7 5,2% 27 tahun 11 8,2% 28 tahun 12 9,0% 29 tahun 13 9,7% 30 tahun 17 12,7% 31 tahun 12 9,0% 32 tahun 12 9,0% 33 tahun 9 6,7% 34 tahun 8 6,0% 35 tahun 7 5,2% 36 tahun 1 1,5% 37 tahun 1 0,7% 38 tahun 1 0,7% 40 tahun 1 0,7% Total 135 100%
Subjek dalam penelitian ini merupakan dewasa awal dengan rentang usia 18 tahun hingga 40 tahun (Hurlock, 1980). Sesuai dengan rentangan tersebut, mayoritas subjek dalam penelitian ini berusia 30 tahun dengan persentase sebesar 12,7% dari total subjek 135 orang.
2. Deskripsi Data Penelitian
Peneliti melakukan analisis deskripsi data penelitian dengan tujuan untuk mengetahui tinggi rendahnya tingkat kepercayaan terhadap pasangan dan kepuasan perkawinan yang dimiliki oleh subjek. Deskripsi data tersebut dilakukan dengan cara mencari mean empiris dan mean teoritis. Mean teoritis merupakan hasil perhitungan manual yang dilakukan oleh peneliti berdasarkan skor terendah dan skor tertinggi yang diraih dalam sebuah skala penelitian. Dalam hal ini, skor mean teoritis dapat dirumuskan sebagai berikut:
Mean teoritis (MT) = ( ) ( )
Sedangkan, mean empiris merupakan rata-rata dari skor subjek penelitian. Mean empiris yang lebih tinggi dari mean teoritis menunjukkan arti bahwa subjek memiliki tinggkat kepercayaan terhadap pasangan dan kepuasan perkawinan yang cukup tinggi. Sebaliknya, apabila mean empiris lebih rendah dari mean teoritis hal tersebut menunjukkan bahwa subjek memiliki tingkat kepercayaan terhadap pasangan dan kepuasan perkawinan yang cukup rendah. Peneliti menggunakan One-Sample Test untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan antara mean teoritis dan mean empiris. Skor
mean empiris dan uji One-Sample Test diperoleh dengan menggunakan IBM SPSS versi 20.
Berdasarkan skala penelitian yang digunakan, maka didapatkan hasil perhitungan mean teoritik kepercayaan terhadap pasangan dan kepuasan perkawinan sebagai berikut :
= ( ) ( ) = = 45
= ( ) ( )
Tabel 4. 3. Data Empiris Skala Kepuasan Perkawinan
One-Sample Statistics
N Mean Std. Deviation Std. Error Mean
Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000. Hal ini berarti ada perbedaan yang signifikan antara mean empiris dan mean teoritis. Mean teoritis skala kepuasan perkawinan sebesar 45 sedangkan mean empiris sebesar 50,69. Dengan demikian. Mean empiris secara signifikan lebih besar dari mean teoritisnya. Hal ini berarti bahwa subjek dalam penelitian ini memiliki tingkat kepuasan perkawinan yang cenderung tinggi
Tabel 4. 4. Data Empiris Skala Kepercayaan terhadap Pasangan One-Sample Statistics
N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Kepercayaan 135 21,03 12,918 1,112 One-Sample Test Test Value = 45 T df Sig. (2-tailed) Mean Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper kepuasan 7,527 134 ,000 5,689 4,19 7,18
Berdasarkan tabel di atas, menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap pasangan memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000. Hal ini berarti bahwa ada perbedaan signifikan antara mean empiris dan mean teoritis. Mean teoritis pada kepercayaan terhadap pasangan memperoleh hasil sebesar 0 sedangkan mean empiris sebesar 21,03. Berdasarkan hal tersebut, subjek dalam penelitian ini memiliki tingkat kepercayaan terhadap pasangan yang cenderung tinggi.
3. Uji Normalitas
Penelitian ini menggunakan uji normalitas untuk mengetahui apakah sebaran data pada penelitian ini terdistribusi secara normal atau tidak. Data dapat dikatakan memiliki sebaran data normal apabila nilai signifikansinya bernilai lebih dari 0,05 (> 0,05). Sebaliknya, data yang memiliki sebaran data yang tidak normal apabila nilai signifikansinya bernilai kurang dari 0,05 (< 0,05) (Santoso, 2010). Uji normalitas dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik Kolmogorov-Smirnov dengan bantuan IBM SPSS versi 20. Hasil uji normalitas dapat dilihat pada tabel berikut :
One-Sample Test Test Value = 0 t df Sig. (2-tailed) Mean Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Kepercayaan 18,915 134 ,000 21,030 18,83 23,23
Tabel 4. 5. Hasil Uji Normalitas
Kolmogorov-Smirnova
Statistic Df Sig.
Kepuasan ,066 135 ,200*
Kepercayaan ,054 135 ,200*
Berdasarkan tabel di atas, hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov
menunjukkan bahwa variabel kepercayaan terhadap pasangan (p = 0,200) dan kepuasan perkawinan (p = 0,200) memiliki nilai p < 0,05. Artinya, kedua variabel dalam penelitian ini memiliki persebaran data yang normal. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa distribusi data pada penelitian ini memenuhi uji normalitas dan menggunakan uji statistik jenis parametrik.
4. Uji Linearitas
Dalam penelitian ini, uji linearitas dilakukan dengan menggunakan uji Test for Linearity yang terdapat dalam IBM SPSS versi 20. Uji linearitas dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan linear antara variabel independen dengan varibel dependen yang bersifat linear dan berada dalam satu garis lurus (Siregar, 2013). Data dapat dikatakan memiliki hubungan yang linear apabila kedua variabel yang diteliti memiliki signifikansi kurang dari 0,05 (p<0,05). Hasil dari uji linearitas dapat dilihat sebagai berikut :
Tabel 4. 6. Hasil Uji Linearitas
Berdasarkan tabel di atas, hasil uji asumsi linearitas menunjukkan bahwa antara variabel kepercayaan terhadap pasangan dan kepuasan perkawinan memiliki nilai signifikansi p = 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa variabel kepercayaan terhadap pasangan dan kepuasan perkawinan berada dalam satu garis lurus atau linear dan signifikan. Oleh sebab itu, peneliti dapat melanjutkan ke tahap uji hipotesis yang akan dibahas pada subab selanjutnya.
5. Uji Hipotesis
Berdasarkan hasil uji asumsi yang telah dijelaskan di atas, dapat dilihat bahwa persebaran data dari kedua variabel dalam penelitian ini terdistribusi secara normal dan memiliki hubungan yang linear antara variabel kepercayaan terhadap pasangan dan kepuasan perkawinan. Penelitian ini kemudian dapat dilanjutkan dengan menggunakan metode korelasional yang bersifat parametrik untuk menguji hipotesis. Uji hipotesis dilakukan untuk melihat hubungan antara variabel kepercayaan terhadap pasangan dan kepuasan perkawinan. Pengujian tersebut dilakukan dengan uji korelasi menggunakan teknik analisis Pearson Product moment pada IBM SPSS versi 20 karena data yang diperoleh terdistribusi secara normal. Kedua variabel
dikatakan memiliki hubungan yang signifikan apabila hasil uji korelasi menunjukkan taraf signifikansi kurang dari 0,05 (p<0,05) (Santoso, 2010).
Hubungan dua variabel terlihat dalam nilai signifikansi (p). Nilai signifikansi p < 0,01 menyatakan bahwa kedua variabel memiliki hubungan yang signifikan. Nilai koefisien korelasi (r) bergerak dari angka 0 – 1,00 dan dapat bersifat negatif. Artinya, semakin mendekati angka 1, maka korelasi akan semakin kuat. Pembagian kategori koefisien korelasi menurut Sarwono (2006) dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4. 7. Kategori Tingkat Korelasi dan Kekuatan Hubungan
Nilai Korelasi Tingkat Hubungan
0,00 – 0,25 Sangat Lemah >0,25 – 0,5 Cukup >0,50 – 0,75 Kuat
0,75 – 0,99 Sangat Kuat
1 Sempurna
Tabel 4. 8. Hasil Uji Korelasi
Kepercayaan Kepuasaan Kepercayaan Pearson Correlation 1 ,631**
Sig. (1-tailed) ,000
N 135 135
Kepuasaan Pearson Correlation ,631** 1 Sig. (1-tailed) ,000
N 135 135
Berdasarkan data pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa nilai dari koefisien kolerasi adalah 0,631 dan nilai signifikansinya sejumlah 0,00. Hal ini menunjukkan bahwa ada korelasi yang positif dan signifikan antara kepercayaan terhadap pasangan dan kepuasan perkawinan. Nilai koefisian korelasi (r = 0,631) juga menunjukkan korelasi yang kuat.