• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

menunjukan bahwa sebagian besar (89,80%) siswa dikelompok yang popular dan (100%) siswa yang tidak popular mencapai hasil pendidikan karakter pada kategori cukup baik. Hanya sedkit sekali (10,20%) siswa yang popular berhasil berhasil mencapai hasil pendidikan karekter pada kategori baik.

b) Hasil penelitian menunjukan bahwa capaian skor item tes hasil pendidikan karekter siswa kelas VIII pada 3 SMP di DIY dan Bali secara umum menunjukan bahwa ada 57 (71,25%) item tes hasil pendidikan karekter berada pada kategori cukup baik.sedangkan item tes dengan skor yang berada dalam kategori baik sebanyak 23 (28,75%) item.

c) Hasil penelitian menunjukan bahwa ada perbedaan hasil pendidikan karekter pada siswa popular dan tidak popular (p-value 0.019<0.05). D. Kerangka Pikir

Pendidikan karakter merupakan hal positif berupa apa saja yang dilakukan guru dan berpengaruh kepada karakter siswa yang diajarnya. Pendidikan karakter adalah upaya sadar dan sungguh-sungguh dari seorang guru untuk mengajarkan nilai-nilai kepada para siswanya (Winton, 2010). Pendidikan karakter telah menjadi sebuah pergerakan pendidikan yang mendukung pengembangan sosial, pengembangan emosional, dan pengembangan etik para siswa. Selain kecerdasan intelektual, pendidikan karakter dilaksanakan bertujuan untuk menghasilkan pengaruh yang baik bagi orang-orang yang terlibat seperti keluarga, sekolah dan komunitas. Pelaksanaan pendidikan karakter menjadi usaha yang benar-benar dibutuhkan untuk membentuk individu menjadi lebih adil, peduli, terhormat dan bertindak sesuai dengan kebenaran yang diyakini. Artinya pendidikan karakter menjadi

bekal bagi individu dalam menanggapi persoalan yang terjadi di masyarakat dengan prinsip nilai-nilai yang diyakini kebenarannya.

Seperti yang telah diungkapkan sebelumnya, salah satu faktor yang mempengaruhi pendidikan karakter adalah pergaulan teman sebaya. Pergaulan teman sebaya merupakan kontak langsung yang terjadi antar individu maupun individu dengan kelompok. Dengan pergaulan teman sebaya, anak dapat mengembangkan kemampuan mengelola emosi diri dan berhubungan dengan orang lain.Terkait dengan pendidikan karakter, faktor lain yang akan dikaji adalah hasil pendidikan karakter pada siswa yang disukai dan kurang disukai. Pergaulan pada siswa yang disukai dan kurang disukai seperti gambaran diri yang meliputi persepsi individu mengenai diri, perasaan, keyakinan dan nilai-nilai yang berhubungan dengan dirinya.

Berdasarkan permasalah inilah peneliti mencoba melakukan penelitian tentang hasil pendidikan karakter pada siswa yang disukai dan yang kurang disukai teman pada enam belas smp di Indonesia. Skema kerangka berpikir penelitian ini digambarkan sebagai berikut:

Pendidikan Karakter

Tujuan

menghasilkan pengaruh yang baik bagi orang-orang yang terlibat seperti keluarga, sekolah dan komunitas.

Sejalan dengan nilai-nilai yang membentuk karakter bangsa yaitu Pancasila.

Diri Sendiri Keluarga Lingkungan Sekolah

Lingkungan Masyarakat

Disukai Kurang Disukai

Remaja popular digolongkan sebagai remaja yang mudah diterima dan disenangi oleh teman sebayanya dan remaja yang controversial

(kontroversial) adalah remaja yang disukai oleh banyak teman.

Status sosial teman sebaya yang kurang disukai yaitu remaja neglected (diabaikan) cenderung tidak

dipedulikan oleh teman sebayanya dan memiliki interaksi yang rendah dalam kelompok teman sebaya, remaja rejected (ditolak) yang cenderung mendapatkan penolakan dari teman- teman sebayanya, dan average

(sedang) adalah kelompok remaja yang tidak dapat dimasukkan dalam status ekstrim sebelumnya.

Poin Nilai-Nilai Karakter Siswa Yang Disukai dan Yang Kurang Disukai

1. Religius 2. Jujur 3. Toleransi 4. Disiplin 5. Kerja keras 6. Kreatif 7. Mandiri 8. Demokrasi 9. Rasa ingin tahu 10. Semangat kebangsaan 11. Cinta tanah air

12. Menghargai prestasi

13. Bersahabat atau komunikatif 14. Cinta damai 15. Gemar membaca 16. Peduli lingkungan 17. Peduli 18. Sosial dan 19. Tanggung jawab.

E. Hipotesis Penelitian

a. (Hi) : Ada perbedaan hasil pendidikan karakter siswa yang disukai dengan tidak disukai teman di sekolah pada 16 SMP di Indonesia.

b. (Ho) : Tidak terdapat perbedaan hasil pendidikan karakter pada siswa yang disukai dan tidak disukai teman pada 16 SMP di Indonesia.

Pada bab ini dipaparkan berbagai hal yang berkaitan dengan metode penelitian antara lain jenis penelitian dan desain penelitian, waktu dan tempat penelitian, subjek penelitian, teknik dan instrumen pengumpulan data, validitas dan reliabilitas, dan serta teknik analisis data.

A. JenisPenelitian

Jenis penelitian ini adalah deskriptif komparatif. Penelitian deskriptif komparatif merupakan metode yang menjelaskan dan melaksanakan perbandingan data dari hasil dua kelompok penelitian dengan perlakuan yang berbeda. Aswani (dalam Suharsimi, 2006:267) menjelaskan tujuan penelitian komparatif adalah untuk menemukan persamaan dan perbedaandari dua variabel atau membandingkan hasil suatu perlakuan pada dua atau lebih kelompok responden. Dalam penelitian deskriptif, peneliti menggunakan strategi kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner untuk mengumpulkan data.

Analisis komparatif atau analisis komparasi adalah bentuk analisis data yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan di antara dua kelompok data atau lebih. Sifat deskriptif komparatif dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui perbandingan hasil pendidikan karakter pada siswa ditinjau dari yang disukai dan yang kurang disukai terhadap teman sebayanya dikalangan siswa kelas VII dan VIII pada 16 SMP di beberapa kota Indonesia tahun ajaran 2018/2019.

Penelitian ini merupakan bagian tahun ketiga dari penelitian RnD yang dilaksanakan tim penelitian payung di bawah arahan Dr. Gendon Barus. Pada tahun pertama (2017) penelitian ini tim peneliti mengembangkan suatu produk berupa prototipe soal tes asesmen hasil pendidikan karakter berbasis media film. Pada tahun kedua (2018) penelitian ini tim peneliti menguji validitas dan efektifitas penggunaan soal tes asesmen hasil pendidikan karakter berbasis film karakter. Sedangkan pada tahun ketiga ini peneliti mengimplementasikan penggunaan soal tes asesmen untuk melihat hasil pendidikan karakter pada siswa SMP dalam kaitannya dengan berbagai faktor. Penelitian ini didesain untuk membandingkan hasil pendidikan karakter pada siswa yang disukai dan yang kurang disukai terhadap teman sebayanya di 16 SMP pada berbagai kota di Indonesia

SMP Swasta yang telah menjadi mitra Tim Peneliti PSHP (Barus, Widanarto, & Sinaga 2018). Sekolah-sekolah ini tersebar di beberapa wilayah baik di Pulau Jawa maupun di luar Pulau Jawa. Penelitian ini dilakukan mulai dari bulan Mei hingga Agustus 2019. Sebelum melakukan penelitian, tim peneliti yang dikoordinir oleh dosen pembimbing telah mengantongi MoU (Memorandum of Understanding), sebagai bukti kesepakatan dan kersediaan sekolah mitra menjadi tempat dilakukannya penelitian. Berikut tempat penelitian yang dilaksanakan oleh tim peneliti 2019:

Tabel 3.1

Tempat Penelitian dan Waktu Pengambilan Data

No Nama Sekolah Alamat Waktu Pendataan

1 SMPK Bhara Widya Jln. Alun-Alun Timur 5A, Lumajang, Jawa Timur

10 Juni 2019

2 SMPK ST Thomas Aquino

Jl. Padang Tawang, Canggu, Kec. Kuta Utara, Kabupaten Badung

23 Mei dan 12 Juni 2019 3 SMP SMP St. Theresia 1 Pangkalpinang, Bangka Belitung 31 Mei 2019

4 SMP N 1 Andong Jl. Raya Gemolong-

Karanggede KM.8 Andong

15 dan 20 Juni 2019

5 SMP N 3 Wates Jln. Purworejo KM 7, Sogan, Kec. Wates, Kab. Kulonprogo

17-18 Juni 2019

6 SMP N 1 Kuta Jln. Dewi Santikara, Kuta, Bali

31 Mei 2019

7 SMP N 2 Playen Gading, Playen, Gunungkidul, DIY

19 Juni 2019

8 SMP St. Aloysius Turi, Sleman

Desa Donokerto, Turi, Sleman, DIY

27-28 Mei 2019

9 SMP N 1 Klaten Jln. Dr. Wahidin

Sudirohusodo 20, Klaten

14-15 Juni 2019

10 SMPN 2 Makassar Jl. Amanagappa No.4, Baru, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan

Sleman 12 SMPK Fransiskus Tanjungkarang Jln. mangga no.1 tanjungkarang 11 Juni 2019

13 SMP N 1 Yogyakarta Jalan Cik Di Tiro no. 29. Yogyakarta

18 Juni 2019

14 SMP N 9 Ngabang Jln. Ngabang-Pontianak KM 6, kab. Landak Prov.

Kalimantan Barat 27-28 Mei 2019 15 SMP Pangudi Luhur St.vincentius Sedayu Jl. Wates km12 bantul, yogyakarta 28 Mei 2019

16 SMP N 5 Yogyakarta Jl. Wardani No. 1 Yogyakarta 19-20 uni 2019

C. Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini melibatkan peserta didik kelas VII dan VIII SMP semester genap tahun ajaran 2018/2019 yang berada di 16 SMP di beberapa kota Indonesia. Berikut rincian jumlah subjek penelitian yang diambil oleh peneliti:

Tabel 3.2 Subjek Penelitian

No Nama Sekolah Kelas VII Kelas VIII Jumlah

1 SMPK Bhara Widya 25 Siswa 33 Siswa 58 Siswa 2 SMPK ST Thomas Aquino 19 Siswa 27 Siswa 46 Siswa 3 SMP St. Theresia 1 32 Siswa 34 Siswa 66 Siswa 4 SMP N 1 Andong 32 Siswa 32 Siswa 64 Siswa 5 SMP N 3 Wates 35 Siswa 37 Siswa 72 Siswa 6 SMP N 1 Kuta 31 Siswa 31 Siswa 62 Siswa 7 SMP N 2 Playen 33 Siswa 32 Siswa 65 Siswa 8 SMP St. Aloysius Turi,

Sleman

30 Siswa 31 Siswa 61 Siswa

9 SMP N 1 Klaten 32 Siswa 30 Siswa 61 Siswa 10 SMPN 2 Makassar 31 Siswa 40 Siswa 71 Siswa 11 SMP N 1 Kalasan 32 Siswa 32 Siswa 64 Siswa

13 SMP N 1 Ngabang 30 Siswa 34 Siswa 64 Siswa 14 SMP N 9 Ngabang 32 Siswa 30 Siswa 62 Siswa 15 SMP Pangudi Luhur

St.Vincentius Sedayu

32 Siswa 33 Siswa 65 Siswa

16 SMP N 5 Yogyakarta 58 Siswa - Siswa 58 Siswa

Jumlah 1.005 siswa

D. Objek Penelitian

Objek penelitian ini adalah perbedaan hasil pendidikan karakter pada siswa kelas VII dan VIII SMP ditinjau dari yang disukai dan yang kurang disukai terhadap teman sebayanya. Hasil pendidikan karakter diukur berdasarkan hasil tes yang telah diisi oleh siswa, sedangkan yang disukai dan yang kurang disukai terhadap teman sebayanya ditentukan berdasarkan pilihan jawaban yang terdapat dalam lembar daftar isian biodata yang telah diisi siswa.

E. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data 1. Teknik Pengumpulan Data

Sugiyono (2015) mengungkapkan bahwa teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standart data yang ditetapkan.

Tes hasil pendidikan karakter ini diisi berdasarkan soal-soal tes yang menggambarkan dilema moral dengan menggunakan potongan-potangan film karakter berdurasi satu sampai dua menit. Tes pendidikan karakter ini diberikan kepada siswa kelas VII dan VIII, lalu diisi berdasarkan jawaban yang sesuai dengan hati nurani siswa setelah menonton potongan-potongan film yang ditampilkan. Disukai dan yang kurang disukai siswa terhadap teman sebayanya diketahui melalui lembar biodata yang diisi oleh siswa.

2. Instrumen Pengumpulan Data

Instrumen penelitian merupakan alat bantu bagi peneliti dalam mengumpulkan data hasil penelitian (Zuriah, 2007:168). Instrumen yang digunakan

digunakan :

a. Soal Tes Hasil Pendidikan Karakter Berbasis Media Film Karakter

Menurut Sudjana (2010:35) alat penilaian hasil belajar dapat digolongkan dalam dua jenis yaitu tes uraian dan tes objektif. Dalam penelitian ini tes yang digunakan adalah tes objektif. Tes objektif berupa pilihan berganda (multiple choice) dengan menggunakan skala jenjang.

Tes yang diberikan dalam bentuk cuplikan video yang menggambarkan perilaku karakter, dikemas dengan tampilan pertanyaan dan pilihan jawaban sehingga siswa tidak lagi membaca dalam bentuk lembaran. Tes yang diterapkan dalam penelitian ini bersifat tertutup karena hanya diberikan pernyataan dan pilihan jawaban yang sesuai dengan keadaan saat ini dan memiliki kebenaran alternatif jawaban berupa pilihan ganda yang bergradasi nilainya mulai dari 1 hingga 4 dan tidak ada nilai nol.

Soal tes berbasis film yang ditayangkan berjumlah 80 butir. Butir soal dikembangkan dari 20 nilai yang diintegrasikan dalam pembelajaran pendidikan karakter yang berbentuk pilihan ganda atau jawaban seluruhnya mengandung kebenaran tetapi ada yang paling benar diantara pilihan jawaban. Pertanyaan-pertayaan ditayangkan di akhir film yang berdurasi satu sampai dua menit dan siswa menjawab pertanyaan yang mengandung pendidikan karakter pada lembar jawab yang telah diberikan.

Pada penelitian ini instrumen yang digunakan yaitu berupa soal-soal ditayangkan dalam bentuk audio visual (video) yang terdiri dari:

1) Tayangan potongan film atau video yang menggambarkan dilema moral yang menggunakan potongan-potangan film karakter berdurasi satu sampai dua menit.

2) Butir soal berdasarkan potongan video tersebut.

3) Opsi pilihan tindakan yang dikonstruk memuat 4 pilihan tindakan dengan intensitas nilai karakter bergradasi.

4) Lembar jawab

Soal tes yang memuat 80 butir soal dikonstruk dari 5 faktor nilai karakter yang ditetapkan pemerintah dan sudah dikembangkan dalam

Tabel 3.3

Konstruk Soal Tes Asesmen Hasil Pendidikan Karakter Golongan Faktor Variabel Indikator

Variabel Karakter

Item Soal

Faktor 1: Nilai karakter dalam hubungannya denganTuhan.

Religius Faktor 1 Faktor 2 65, 68 66, 67 Faktor 2: Karakter dalam

hubungannya dengan diri sendiri.

Jujur 17, 18, 19, 20 Tanggungjawab 21, 22, 23, 24 Kreatif 25, 26, 27, 28 Inovatif 29, 30, 31, 32 Daya juang 37, 38, 40 Kerja keras 33, 35, 36 Disiplin 41, 42, 43, 44 Mandiri 45, 46, 47, 48 Rasa ingin tahu 1, 2, 3, 4 Faktor 3: Nilai karakter dalam

hubungannya dengan sesama.

Menghargai prestasi 5, 6, 7, 8 Demokratis 57, 58, 59, 60 Rendah hati 49, 50, 51, 52 Kepemimpinan 61, 62, 63, 64 Memaafkan 53, 54, 55, 56 Peduli sosial 9, 10, 12 Bersahabat 81, 82 Cinta damai 85, 86, 87, 88 Faktor 4: Nilai karakter dalam

hubungannya dengan lingkungan.

Peduli lingkungan Faktor 1 Faktor 2 13, 14 15, 16 Faktor 5: Nilai kebangsaan. Nasionalisme 77, 78, 80

Toleransi 69, 70, 71, 72 Cinta tanah air 73, 74, 76

Dalam penelitian ini lembar biodata siswa berisi pertanyaan terbuka maupun pertanyaan tertutup mengenai data diri siswa, minat siswa, keaktifan siswa dalam suatu hal, data orang tua, dan lain-lain. format lembar biodata dilampirkan di lampiran.

F. Validitas dan Reliabilitas 1. Validitas

Validitas berhubungan dengan sejauh mana suatu alat mampu mengukur apa yang seharusnya diukur oleh alat tersebut atau sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya (Sugiyono 2015). Validitas alat ukur dalam penelitian ini termasuk validitas konstruk yaitu suatu validitas yang menunjukkan sampai dimana isi suatu tes sesuai dengan suatu konsep yang seharusnya menjadi isi tes atau konstruksi teoritis yang mendasari disusunnya tes atau alat pengukur tersebut (Masidjo, 1995).

Azwar (2009: 45) menyebutkan bahwa, validitas isi tidak dapat dinyatakan dalam angka, namun pengesahannya perlu melalui berbagai tahap pengujian terhadap alat ukur tersebut dengan kesepakatan penilaian dari penilai yang berkompenten (expert judgement). Telaah validitas logik butir soal tes hasil pendidikan karakter di SMP dilakukan melalui expert judgement, yaitu Dr. Gendon Barus, M. Si., dan tim dosen Penelitian PSHP 2018.

Berdasarkan hasil pengujian tim penelitian tahun 2018, antara lain dalam skripsi yang berjudul β€œValidasi Efektifitas Penggunaan Soal Tes Asesmen Hasil Pendidikan Karakter Berbasis Film Karakter pada Siswa Berdasarkan Status Sosial Ekonomi Orang tuanya di 10 SMP di Indonesia” (Ginting, 2019) menyatakan bahwa hasil validitas soal tes hasil pendidikan karaketer sebagai berikut:

Tabel 3.4

Hasil Validitas Soal Tes Hasil Pendidikan Karakter

Faktor 1 Faktor 2 dan 3 Faktor 4 Faktor 5

Nilai KMO-MSA 0,502>0,50 dan signifikan Barlett 0,000<0,05 sehingga instrument inilayak digunakan. Nilai KMO-MSA 0,954>0,50 dan signifikan Barlett 0,000<0,05 sehingga instrument inilayak digunakan. Nilai KMO-MSA 0,502>0,50 dan signifikan Barlett 0,000<0,05 sehingga instrument inilayak digunakan. Nilai KMO-MSA 0,758>0,50 dan signifikan Barlett 0,000<0,05 sehingga instrument inilayak digunakan.

Jika perolehan nilai KMO-MSA >0,5 dan signifikansi Barlett’s 0,000 atau

atas semua faktor memiliki KMO-MSA >0,05 dan signifikansi Barlett’s 0,000

2. Reliabilitas

Patton (Budiastuti & Bandur, 2018) menegaskan bahwa reliabilitas merupakan faktor yang sangat penting untuk dipertimbangkan para peneliti kuantitatif dalam mendesain, menganalisis, dan melaporkan hasil penelitian kuantitatif. Dia juga menjelaskan bahwa reliabilitas tidak dapat dipisahkan dari validitas karena validitas penelitian akan melahirkanreliabilitas penelitian. Validitas yang baik dapat menghasilkan reliabilitas penelitian yang baik. Edy (2014) mengatakan bahwa uji reliabilitas adalah mengetahui konsisten atau keteraturan hasil pengukuran suatu instrumen apabila instrumen tersebut digunakan lagi sebagai alat ukur suatu objek atau responden.

Priyatno (2014) menegaskan uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui keajegan atau konsistensi alat ukur yang biasannya menggunakan kuesioner. Artinya alat ukur tersebut akan mendapatkan pengukuran yang tetap konsisten jika pengukuran diulangi kembali. Metode yang sering digunakan dalam penelitian untuk mengukur skala rentang adalah Cronbach Alpha. Uji reliabilitas merupakan kelanjutan dari validitas, dimana item yang valid saja yang diuji

reliabilitas kurang dari 0,6 adalah kurang baik, sedangkan 0,7 dapat diterima dan di atas 0,8 adalah baik. Guna melihat reliabilitas soal tes ini maka peneliti menggunakan rumus sebagai berikut:

Rumus 3.1

Rumus Cronbach Alpha 𝜢 = ( π’Œ

π’Œ βˆ’ 𝟏) (𝟏 βˆ’ βˆ‘ π’”π’πŸ

π’”π’™βˆ’π’•π’π’•) Keterangan:

k = jumlah item atau belahan

βˆ‘ 𝑠𝑛2 = jumlah varian belahan dalam tes 𝑠π‘₯βˆ’π‘‘π‘œπ‘‘ = varianskor total

Adapun kategori koefisien reliabilitas (Guilford, 1956 : 145) adalah sebagai berikut:

Tabel 3.5 Kriteria Kualifikasi

No KoefisienKorelasi Kualifikasi

1 0,80 < r11 1,00 Realibilitas sangat tinggi 2 0,60 < r11 0,80 Realibilitas Tinggi 3 0,40 < r11 0,60 Realibilitas cukup 4 0,20 < r11 0,40 Realibilitas rendah 5 -1,00 r11 0,20 Realibilitas sangat rendah

Berdasarkan uji reliabilitas soal tes hasil pendidikan karakter berbasis media film yang telah diuji oleh tim penelitian payung tahun 2018 (Ginting, 2018) dalam skripsinya menjelaskan bahwa hasil dari analisis reliabilitas dengan teknik Cronbach Alpha. Dapat diketahui nilaiCronbach Alpha adalah 0.933. Menurut Guilford (1956) reliabilitas kurang dari 0.6 adalah kurang baik, sedangkan 0.7 dapat diterima dan di atas 0.8 adalah baik. Dari hasil yang

G. Teknik Analisis Data

Sugiyono (2015) mengatakan bahwa analisis data merupakan kegiatan mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, serta melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah. Pada penelitian ini digunakan dua teknik analisis data untuk menjawab rumusan masalah pada bab I, yaitu kategorisasi jenjang dan uji t. Tujuan dari kategorisasi jenjang ini adalah menempatkan individu ke dalam kelompok terpisah secara berjenjang menurut suatu kontinum berdasarkan atribut yang diukur. Menurut Anzwar (2012) penentuan kategorisasi jenjang adalah berdasarkan standar deviasi dan mean teoritis.

1. Menentukan Kategorisasi

Perhitungan capaian skor dilakukan dengan mencari nilai maksimum teoritik, nilai minimum teoritik, standar deviasi, dan rata-rata. Hasil perhitungan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam norma kategorisasi yang terdiri dari lima golongan yaitu sangat baik, baik, cukup baik, tidak baik, dan sangat tidak baik.

Tabel 3.6 Norma Kategorisasi Kategori Norma Sangat baik Β΅+1,8(Οƒ) < x Baik Β΅+0,8(Οƒ)<x≀ Β΅+1,8(Οƒ) Cukup baik Β΅-0,8(Οƒ)<x≀ Β΅+0,8(Οƒ) Tidak baik Β΅-1,8(Οƒ)<x≀ Β΅-0,8(Οƒ) Sangat tidak baik x≀¡-1,8(Οƒ)

Keterangan: Γ— : Skor total

ΞΌ : mean teoritis, yaitu rata-rata dari skor maksimum dan minimum Οƒ : Standar deviasi, yaitu luas jarak sebaran yang dibagi dalam 6 satuan standar deviasi.

Skorma ksimum : 80 x 4 = 320 Skor minimum : 80 x 1 = 80 Luas jarak : 320–80 = 240 Standar deviasi(Ξ±) : 2406 = 40 Rata-rata teoritik(ΞΌ) :320+802 = 200

Hasil perhitungan data skor subjek disajikan dalam norma kategorisasi hasil pendidikan karakter pada siswa yang disukai dan yang kurang disukai teman sebayanya pada 16 SMP di beberapa kota Indonesia dalam tabel berikut:

Tabel 3.7

Kategorisasi Capaian Hasil Pendidikan Karakter Siswa yang Disukai dan yang Kurang Disukai Teman Sebayanya pada 16 SMP di

Beberapa Kota Indonesia

Norma Interval Kategori

Β΅+1,8(Οƒ) < x 272 < x Sangat Baik Β΅+0,8(Οƒ)<x≀ Β΅+1,8(Οƒ) 232 < x ≀ 272 Baik

Β΅-0,8(Οƒ)<x≀ Β΅+0,8(Οƒ) 168 < x ≀ 232 Cukup Baik Β΅-1,8(Οƒ)<x≀ Β΅-0,8(Οƒ) 128 < x ≀ 168 Tidak Baik

x≀¡-1,8(Οƒ) x ≀128 Sangat Tidak Baik

Kategorisasi tersebut menjadi patokan dalam menentukan tinggi rendahnya hasil pendidikan karakter siswa yang disukai dan yang kurang disukai teman sebayanya pada 16 SMP di beberapa kota Indonesia.

Perhitungan capaian skor item soal tes hasil pendidikan karakter yang diperoleh dari 1.005 siswa pada 16 SMP di beberapa kota Indonesia, diketahui:

Skor Maksimum : 1.005 x 4 = 4.020 Skor Minimum : 1.005 x 1 = 1.005 Luas Jarak : 4.020 – 1.005 = 3.015 Standar Deviasi (Ξ±) :30156 = 502,5 Rata-rata teoritik (Β΅) :4.020+1.005 2 = 2512,5

Hasil perhitungan data skor item disajikan dalam norma kategorisasi dalam tabel berikut:

Tabel 3.8

Kategorisasi Capaian Skor Item Soal Tes Hasil Pendidikan Karakter Siswa pada 16 SMP di Beberapa Kota Indonesia

Norma Interval Kategori

Β΅+1,8(Οƒ) < x 3417 < x Sangat Baik Β΅+0,8(Οƒ)<x≀ Β΅+1,8(Οƒ) 2914,5< x ≀ 3417 Baik

Β΅-0,8(Οƒ)<x≀ Β΅+0,8(Οƒ) 2110,5< x ≀ 2914,5 Cukup Baik Β΅-1,8(Οƒ)<x≀ Β΅-0,8(Οƒ) 1608 < x ≀ 2110,5 Tidak Baik

x≀¡-1,8(Οƒ) x ≀1608 Sangat Tidak Baik

Kategorisasi tersebut menjadi patokan dalam menentukan baik buruknya capaian skor item soal tes hasil pendidikan karakter siswa pada 16 SMP di beberapa kota Indonesia.

2. Uji Normalitas

Langkah awal yang ditempuh sebelum melakukan pengujian hipotesis adalah melakukan uji normalitas. Uji normalitas data dilakukan dengan tujuan agar dapat memperoleh informasi mengenai data tersebut berdistribusi normal atau tidak. Selain itu, uji normalitas data juga menentukan langkah yang harus ditempuh selanjutnya yaitu analisis data statistik yang harus digunakan, apakah statistik parametrik atau non-parametrik.

Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh dalam distribusi normal atau tidak. Jika ρ > 0,05 maka data skor dinyatakan normal dan sebaliknya jika ρ < 0,05 maka data skor dinyatakan tidak normal (Sugiyono dan Wibowo, 2002). Uji normalitas dilakukan dengan One Sample Kolmogorov Smirnov dengan bantuan program SPSS for window versi 21. Rumus uji normalitas tersebut adalah sebagai berikut:

𝐊

𝝑

=

βˆšπ‘΅πŸ+ π‘΅πŸ

π‘΅πŸ 𝒙 π‘΅πŸ

Keterangan:

π‘˜πœ— : Nilai Kolmogrov-Smirnov yang dicari 𝑁1 : sampel yang diharapkan

Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test HPK N Normal Mean π‘ƒπ‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘šπ‘’π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘Ž,𝑏Std. Deviation Most Absolute Extreme Positive Differences Negative Kolmogorov-Smirnov

Asymp. Sig. (2-tailed)

1005 236,05 15, 873 ,045 ,030 -,045 1,440 ,052

Berdasarkan tabel 3.10 dapat diketahui bahwa nilai Assymp. Significant hasil pendidikan karakter siswa yang disukai dan siswa yang kurang disukai teman sebayanya adalah 0,052. Dapat disimpulkan bahwa data hasil tes pendidikan karkater yang diperoleh pada 1.005 siswa yang disukai dan yang kurang disukai teman berdistribusi normal dikarenakan nilai Assymp. Significant >0,05.

3. Uji Homogenitas

Uji Homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah sampel yang dikomparasikan itu homogen atau tidak (Sugiyono dan Wibowo, 2002). Uji homogenitas dilakukan dengan menggunakan program SPSS for Window versi 21. Apabila nilai probabilitas ρ>0,05 maka kedua sampel mempunyai varian yang sama. Hasil uji homogenitas penelitian ini sebagai berikut:

Tabel 3.10 Hasil Uji Homogenitas

Levene Statistic df1 df2 Sig

disimpulkan bahwa ρ>0,05 sehingga dua kelompok subjek tersebut berasal dari varian yang sama.

4. Uji Beda

Langkah-langkah yang ditempuh untuk menganalisis perbedaan hasil pendidikan karakter siswa SMP ditinjau dari yang disukai atau yang kurang disukai adalah menganalisis data penelitian menggunakan uji beda untuk kedua kelompok sampel dengan menggunakan uji t. Teknik uji t digunakan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan dari dua kelompok subjek. Uji beda dilakukand engan meggunakan program SPSS for window versi 21.

Rumus 3.2 Rumus Uji T

t =

π’™πŸβˆ’π’™πŸ βˆšπ’”πŸπŸ π’πŸ+π’”πŸπŸ π’πŸ Keterangan:

π‘₯1 : mean sampel pertama π‘₯2 : mean sampel kedua 𝑠1 : varian sampel pertama 𝑠2 : varian sampel kedua 𝑛1 : jumlah sampel pertama 𝑛2 : jumlah sampel kedua

Nilai uji t digunakam sebagai patokan dalam menolak atau menerima hipotesis. Nilai uji t pada prinsipnya ingin menguji apakah suatu nilai tertentu

Dokumen terkait