BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Sejarah Singkat PT. Bank Sulselbar Syariah
Didirikan dengan nama PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan Tenggara, berkedudukan di Makassar, berdasarkan Akte Notaris Raden Kadiman di Jakarta No. 95 tanggal 23 Januari 1961. Setelah mengalami beberapa kali perubahan Anggaran Dasar dan penambahan modal disetor dan setelah perubahan status dari Perusahaan Daerah (PD) menjadi Perseroan Terbatas (PT) lahirlah Perda No,13 tahun 2003 tanggal 20 Agustus tentang Perubahan Bentuk Badan Hukum Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dari Perusahaan Daerah (PD) menjadi Perseroan Terbatas (PT) Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan, dengan modal dasar Rp.650 Milyar. Akta pendirian PT berdasarkan Akta Notaris Mestariani Habie, SH No.19 tanggal 27 Mei tahun 2004 dengan nama PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan (disingkat PT Bank Sul-Sel) telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No. 13 tertanggal 15 Februari 2005. Perubahan status Bank Sul-Sel dari PD Menjadi PT juga diikuti dengan perubahan logo pada tanggal 22 Desember 2005.
Sejak saat itu dimulailah lembaran baru perjalanan Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan yang menampilkan wajah baru dengan call name Bank Sul-Sel beserta logo baru berupa imajinatif layar terkembang yang sarat makna dan dinamis dalam mengiringi setiap langkah Bank Sul-Sel untuk senantiasa menjadi Bank kebanggaan seluruh masyarakat Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Bank Sul-Sel memiliki 1 kantor Pusat, 3 Kantor Cabang Utama, 24 Kantor Cabang, 2 Kantor Cabang Pembantu, 3 Kantor Cabang Syariah yaitu :
a. Cabang Syariah Sengkang yang didirikan pada bulan April 2006
b. Cabang Syariah Maros yang didirikan pada tanggal 27 November 2007
c. Cabang Syariah Makassar yang didirikan pada tanggal 30 Desember 2008
d. Office Chanelling Syariah pada PT. Bank Sulsel Cabang Utama Bone, PT. Bank Sulsel Cabang Bulukumba, dan PT. Bank Sulsel Cabang Palopo, didirikan pada awal tahun 2010.
Kantor Kas 27 unit, serta Payment Point / Kas Keliling 6 unit. Dan di tahun 2011 ini direncanakan untuk menambah beberapa lagi jaringan kantor yaitu pembukaan Cabang Jakarta. Dan dari 65 kantor termasuk cabang syariah dengan di dukung oleh 100 orang karyawan yang terdiri dari level pendidikan S2, S1,
Sarjana, SMP, SMA, Dan SD yang tersebar di Kantor Pusat dan seluruh cabang.
Pada tanggal 26 Mei 2011, Bank Sulsel resmi berganti nama menjadi Bank Sulselbar sehingga Bank SulSel Cab. Syariah Makassar ikut berganti nama menjadi Bank Sulselbar Cab. Syariah Makassar. Perubahan nama ini melalui keputusan Kementerian Hukum dan HAM. Persetujuan perubahan Anggaran Dasar (AD) Bank Sulsel menjadi Sulselbar ditandatangani Dirjen Administrasi Umum Aidir Amin Daud. Keputusan itu dituangkan dalam surat bernomor AHU-11765. A.A.01.02 Tahun 2011 tertanggal 8 Maret 2011. Penerbitan surat keputusan itu dikeluarkan berdasarkan akta notaris yang disampaikan notaris Rakhmawati Laica Marzuki pada 2 Mei 2009. Dengan terbitnya SK tersebut, bank milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel resmi menjadi Sulselbar dengan masuknya Pemprov Sulbar sebagai pemilik saham.
2. Motto Perusahaan
Dalam rangka mengantisipasi perkembangan dunia perbankan saat ini dan akan datang serta persaingan global, Bank Sulsel Syariah memiliki motto “MAJU BERSAMA MERAIH BERKAH” artinya Bank Sulsel memiliki tekad untuk secara terus menerus meningkatkan kinerja dan memiliki kemampuan dalam
melaksanakan tugas yang diamanatkan stakeholder dengan penuh rasa tanggung jawab dan dedikasi yang tinggi dalam upaya mencapai keberhasilan bersama-sama.
3. Visi dan Misi Perusahaan
Visi dan Misi Perusahaan, yaitu : a. Visi
“Menjadi bank yang terbaik di Kawasan Indonesia Timur dengan dukungan manajemen yang professional serta memberikan nilai tambah kepada Pemda dan masyarakat.” b. Misi
1) Penggerak dan pendorong laju pembangunan ekonomi daerah
2) Pemegang Kas Daerah dan atau melaksanakan penyimpanan uang daerah.
3) Salah satu sumber pendapatan asli daerah.
4. Produk-Produk PT. Bank Sulselbar Syariah
Dalam kesempatan ini penulis hanya menggambarkan sekilas tentang produk-produk bank sulselbar syariah cabang Makassar
Mekanisme jual beli adalah upaya yang dilakukan untuk
transfer of property dan tingkat keuntungan bank ditentukan di
depan dan menjadi harga jual barang. Prinsip jual beli ini dikembangkan menjadi bentuk-bentuk pembiayaan sebagai berikut :
1) Pembiayaan Murabahah (dari kata ribbu yang berarti keutungan); bank syariah sebagai penjual dan nasabah sebagai pembeli. Barang diserahkan segera dan pembayaran dilakukan secara tangguh.
2) Istishna; jual beli seperti akad salam namun pembayarannya dilakukan oleh bank dalam beberapa kali pembayaran. Ketentuan umum istishna’ yaitu spesifikaksi barangan pesanan harus jelas seperti jenis, macam, ukuran, mutu dan jumlahnya; harga jual yang telah disepakati dicantumkan dalam akad dan tidak boleh berubah selama berlakunya akad; jika terjadi perubahan kriteria pesanan dan terjadi perubahan harga setelah akad ditandatangani, maka seluruh biaya tambahan tetap ditanggung nasabah.
3) Salam (jual beli barang belum ada). Pembayaran tunai, barang diserahkan tangguh. Bank sebagai pembeli, dan nasabah sebagai penjual. Dalam transaksi ini ada kepastian tentang kuantitas, kualitas, harga dan waktu
penyerahan.. Ketentuan umum dalam bai salam diantaranya pembelian hasil produksi harus diketahui spesifikasinya secara jelas seperti jenis, macam, ukuran, mutu dan jumlahnya; apabila hasil produksi yang diterima cacat atau atau tidak sesuai dangan akad, nasabah harus bertanggungjawab; dan mengingat bank tidak menjadikan barang yang dibeli atau dipesanya sebagai persediaan, maka bank dimungkinkan melakukan akad salam pada pihak ketiga atau pembeli kedua.
b. Pembiayaan dengan prinsip sewa-beli (Ijarah)
Transaksi ijarah dilandasi adanya pemindahan manfaat. Jadi, pada dasarnya prinsip ijarah sama dengan prinsip jual beli, namun perbedaanya terletak pada objek transaksinya. Jika pada jual beli objek transaksinya adalah barang, maka pada ijarah objek transaksinya jasa atau manfaat barang.
c. Pembiayaan dengan prinsip bagi hasil (Syirkah):
Prinsip syirkah dengan basis pola kemitraan untuk produk pembiayaan dibank syariah di operasionalkan dengan pola musyarakah dan mudharabah. Untuk lebih jelasnya : 1) Musyarakah adalah Kerjasama dalam suatu usaha oleh
dua pihak dengan ketentuan umum diantaranya : Semua modal disatukan untuk dijadikan modal proyek
musyarakah dan dikelolah bersama-sama, Setiap pemilik
modal berhak turut serta dalam menentukan kebijakan usaha yang dijalankan oleh pelaksana proyek, Pemilik modal dipercaya untuk menjalan proyek musyarakah tidak boleh melakukan tindakan, seperti : menggabungkan dana proyek dengan harta pribadi, menjalankan proyek musyarakah dengan pihak lain tanpa ijin pemilik modal lainnya, biaya yang timbul dalam pelaksanaan proyek dan jangka waktu proyek harus diketahui bersama, proyek yang akan dijalankan harus disebutkan dalam akad.
2) Mudharabah Mutlaqah
Yang dimaksud dengan transaksi mudharabah
mutlaqah adalah bentuk kerjasama antara shahibul maal
dan mudharib yang cakupannya sangat luas dan tidak dibatasi oleh spesifikasi jenis usaha, waktu, dan daerah bisnis. Dalam pembahasan fiqih ulama Salafus Saleh seringkali dicontohkan dengan ungkapan if”al ma syi’ta (lakukanlah sesukamu) dari shahibul maal ke mudharib yang memberikan kekuasaan sangat besar.
3) Mudharabah Muqayyadah
Mudharabah Muqayyadah atau disebut juga
dengan istilah restricted mudharabah atau specific
yaitu si mudharib dibatasi dengan batasan jenis usaha, waktu, atautempat usaha. Adanya pembatasan ini seringkali mencerminkankecenderungan umum si
shabibul maal dalam memasuki jenis usaha
d. Jasa Pembiayaan lainnya
Produk jasa dikembangkan dengan akad al-hiwalah,
ar-rahn ,al-qard, al-wakalah, dan al-kafalah. Akad ini
dioperasionalkan dengan pola sebagai berikut :
1) Al-Hiwalah (alih utang-piutang), Transaksi pengalihan utang piutang. Dalam praktek perbankan fasilitas hiwalah lazimnya digunakan untuk membantu supplier
mendapatkan modal tunai agar dapat melanjutkan produksinya.
2) Rahn (gadai), Digunakan untuk memberikan jaminan pembayaran kembali kepada bank dalam memberikan pembiayaan.Barang yang digadaikan wajib memenuhi kriteria, diantaranya milik nasabah sendiri; jelas ukuran, sifat dan nilainya ditentukan berdasarkan nilai riil pasar; dan dapat dikuasai namun tidak boleh dimanfaatkan oleh bank.
3) Al-Qardh (pinjaman kebaikan), Al-Qardh digunakan untuk membantu keuangan nasabah secara cepat dan berjangka pendek (short time). Produk ini digunakan untuk
membantu usaha kecil dan keperluan sosial. Dana qard yang diberikan kepada nasabah diperoleh dari dana zakat, infak dan shadaqah.
4) Wakalah. Nasabah memberi kuasa kepada bank syariah untuk mewakili dirinya melakukan pekerjaan jasa tertentu, seperti jasa transfer.
Gambar 4.1 Struktur Organisasi PT. Bank Sulselbar Kantor Cabang Syariah Makassar
PEMIMPIN CABANG FAISAL RIZA BASALAMAH
A.ISMA NURLAELI PANANRANGI
Customer Service
AFFANDY DARWIS
Junior Analis
A.TENRIABA AMBARALA
Teller
RIZKI GEMALA RABIAH
Petugas Gadai
RINALDY ANZHARI
Pimpinan Seksi
SAMURIA FIRMANSYAH
Pimpinan Seksi
SEKSI AKUNTANSI & PELAPORAN SEKSI PEMASARAN & TREASURY
A.ISMA NURLAELI P
Customer Service
ZUHRA ABD.RASYID
Pimpinan Seksi SEKSI PELAYANAN
CHANDRA NILAWATI PERTIWI
Staff Umum
A.JUSTI COKANA
Pimpinan Seksi
SEKSI UMUM DAN PERSONALIA
GITA WAHYUNI OG SUPARDI OB MUSTAMIR KIFLI Driver ERVIN ASOKAWATY Junior Analis AHYANI Junior Analis AGUS FITRAWAN
Petugas Kliring & ATM
SHELYA SAFITRI N Adm. Keuangan SAIFUL ANWAR Adm. Keuangan SHELYA SAFITRI N Adm. Keuangan
RAHMAT Driver Driver Driver SYAHRIR Driver Driver Driver ARFAN Security Driver Driver ZAIN BATOLA Security Driver Driver SUARDI Security Driver Driver HERMAWAN Security Driver MUH KAFRAWI Junior Analis SUTRISNO Staf Pemasaran M. RASYIDI TASRIF Staf Pemasaran IRFAN HIDAYAT Ass. Adminstrasi MUH.RIFQI ERDIANSYAH Ass. Adminstrasi ADITYA PRADIPTA Ass. Adminstrasi A. KURNIATI
Koor. Kantor Kas
SAIFUL ANWAR
Adm. Keuangan
AYU KARTINI
Adm. Keuangan
VEBY ERIDA IRIYANI
Teller Kas
MUNIR
Customer Service Kas
SAIFUL ANWAR
Adm. Keuangan
A. KURNIATI
Koor. Kantor Kas
AYU KARTINI
Adm. Keuangan
AYU KARTINI
Adm. Keuangan
VEBY ERIDA IRIYANI
Teller Kas
MUNIR