BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Tingkat Kemampuan Manajemen Waktu pada Mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma yang Lambat dalam Penulisan Skripsi angkatan 2012, 2013 dan 2014.
Salah satu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat tinggi rendahnya kemampuan manajemen waktu pada mahasiswa FKIP USD yang lambat dalam Penulisan Skripsi angkatan 2012, 2013 dan 2014. Maka untuk mengetahui tinggi rendahnya hal tersebut perlu melakukan kategorisasi berdasarkan skala kemampuan manajemen waktu. Kriteria kategorisasi yang digunakan adalah norma skala kategorisasi menurut Azwar (209:108). Berdasarkan kategorisasi ini, ada tiga tingkatan kemampuan manajemen waktu mahasiswa FKIP USD yang lambat dalam penulisan skripsi, yaitu: tinggi, sedang, dan rendah. Tingkatan kategorisasi tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut ini:
Tabel 4.1
Kategorisasi Skor Tingkat Kemampuan Manajemen Waktu pada Mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma
yang Lambat Dalam Penulisan Skrispi angkatan 2012, 2013, dan 2014 Norma/Kriteria Skor Rentang Skor Frekuensi Responden Persentase Frekuensi Kategori Tingkat Kemampuan Manajemen Waktu µ+0,5σ <X 64<X 18 42,85% Tinggi µ-0,5 σ <X≤ µ+0,5 σ 52<X≤64 22 52,38 % Sedang X≤ µ-0,5 σ X≤52 2 4,76 % Rendah Jumlah 42 100%
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma yang tergolong lambat dalam Penulisan Skripsi angkatan 2012, 2013 dan 2014 memiliki kemampuan manajemen waktu yang tergolong sedang. Ini dapat dilihat dari tabel bahwa terdapat 22 mahasiswa yang memiliki kemampuan manajemen waktu yang sedang dan terdapat 2 mahasiswa yang memiliki kemampuan manjemen waktu yang rendah. Pada tabel diatas dapat dilihat bahwa dari 42 mahasiswa yang menjadi responden dalam penelitian, terdapat 18 mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma yang memiliki kemampuan manajemen waktu yang tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan manajemen waktu pada mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma sedang atau dapat dikatakan cukup namun dapat menyebabkan tingginya kemampuan prokrastinasi pada penulisan skrispi.
Mahasiswa yang memiliki kemampuan manajemen waktu pada kategori sedang berjumlah 22 orang atau sekitar 52, 38 %. Jumlah dan prosentase ini
sangat besar dan menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa belum memiliki kemampuan untuk mengelola waktu dengan baik bagi dirinya sendiri atau memiliki kemampuan yang sedang-sedang saja. Jumlah ini juga menunjukkan bahwa mahasiswa tersebut belum mampu memanajemen waktu berdasarkan beberapa aspek antara lain; menetapkan tujuan dan prioritas, mekanisme manajemen waktu dan control terhadap waktu.
Dari 42 responden yakni Mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma, terdapat 2 orang (4, 76 %) yang memiliki tingkat kemampuan manajemen waktu yang rendah. Jumlah ini sangat sedikit, dan hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa kurang memiliki kesadaran akan tujuan yang akan dicapainya. Davidson (2002) mengatakan bahwa kurangnya kemampuan manajemen waktu pada mahasiswa desebabkan oleh beberapa hal antara lain sebagai berikut, mahasiswa mengalami kesulitan dalam memutuskan apa yang penting dan yang perlu dilakukan, mahasiswa kurang mampu mebuat jadwal tugas sehingga tugas yang dilaksanakan kurang teroganisir dengan baik, mahasiswa kurang mampu menginterupsi baik dari dalam diri maupun dari luar diri mahasiswa tersebut, mahasiswa juga kurang mampu mengelola stress dan mahasiswa kurang memiliki kesadaran akan tujuan yang harus dicapainya.
Sesuai dengan hasil penelitian yang terdapat pada tabel diatas menunjukkan bahwa terdapat 18 mahasiswa yang memiki kemampuan manajemen waktu yang tinggi (42, 85 %). Hal ini menunjukkan bahwa pada mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma angkatan 2012, 2013 dan 2014 sebagian besar mahasiswa memiliki kemampuan untuk memanajemen waktu
dengan baik. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan Macan, dkk (1990), yang berpendapat bahwa mahasiswa yang mampu memanajemen waktu dengan baik atau yang mampu mengelola waktu dengan baik adalah mahasiswa yang memiliki tujuan yang jelas dan mampu mengidentifikasi prioritas dari tugas-tugas dalam perkuliahannya, yang mampu menyusun rencana dan membuat jadwal dari tugas dan kegiatannya, mampu mengendalikan waktu dalam melaksanakan tugas sehingga waktu dapat dimanfaatkan dengan baik.
2. Penggolongan Skor Item Tingkat Kemampuan Manajemen Waktu pada Mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma yang Lambat dalam Penulisan Skripsi angkatan 2012, 2013 dan 2014
Penggolongan capaian skor Item Tingkat Kemampuan Manajemen Waktu pada Mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma yang lambat dalam Penulisan Skripsi angkatan 2012, 2013, dan 2014 menggunakan kategorisasi Azwar (2010). Pada proses kategorisasi ini peneliti menggunakan data empiris dimana kategorisasi tersebut menggunakan data lapangan. Hasil penggolongan item tampak pada tabel berikut ini:
Tabel 4.2 Penggolongan Skor
Item Pengukuran Kemampuan Manajemen Waktu Norma/Kriteria Skor Rentang Skor Frekuensi Persentase Skor Kategori Tingkat Kemampuan Manajemen Waktu No. item µ+0,5σ <X 116<X 10 43,5 % Tinggi 1,2,5,6,9,14,17 , 19,28,31 µ-0,5 σ <X≤ µ+0,5 σ 95 <X≤ 116 11 47,82 % Sedang 11,12,13,15,16 , 20,21,22,24,27 ,30 X≤ µ-0,5 σ X≤95 2 8,69 % Rendah 7,23 Total 23 100%
Dari rincian tabel di atas dapat dilhat bahwa total skor item manajemen waktu pada mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma yang lambat dalam penulisan skripsi angkatan 2012, 2013 dan 2014 adalah sebagai berikut. Terdapat 10 item dengan capaian skor termasuk dalam kategori tinggi atau sekitar 43,5 %, terdapat 11 item atau sekitar 47,82 % termasuk dalam kategori sedang, dan terdapat 2 item yang termasuk dalam kategori rendah atau sekitar 8,69 %. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setiap aspek kemampuan manajemen waktu memiliki pencapaian skor yang berbeda dalam 3 kategori yaitu Tinggi (43,5%), Sedang (47,82%) jumlah yang lebih besar dari kategori tinggi, dan Rendah (8,69)%. Dan pencapaian skor tertinggi masuk dalam kategori sedang sebesar 47,82% dengan jumlah item sebanyak 11 item. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa pencapaian skor ke 3 aspek kemampuan manajemen waktu berada pada kategori sedang, hal ini ditunjukkan melalui perolehan skor item dari aspek-aspek tersebut.
3. Tingkat Kebiasaan Prokrastinasi Penulisan Skripsi pada Mahasiswa FKIP yang Lambat dalam Penulisan Skripsi angkatan 2012, 2013, dan 2014.
Kategorisasi Tingkat Kebiasaan Prokrastinasi pada Mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma yang Lambat dalam Penulisan Skripsi angkatan 2012, 2013 dan 2014 terdiri atas tiga kategori yaitu: tinggi, sedang dan rendah. Untuk mengetahui tinggi rendahnya kebiasaan prokrastinasi subjek maka dilakukan kategorisasi pada skala prokrastinasi penulisan skripsi. Norma kategorisasi ini disusun berdasarkan norma kategorisasi yang disusun berdasarkan Azwar (209:108). Kategorisasi kebiasaan prokrastinasi ini dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.3
Kategorisasi Skor Tingkat Prokrastinasi pada Mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma yang Lambat dalam Penulisan Skripsi angkatan 2012, 2013 dan
2014
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa terdapat 6 (14,28 %) Mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma yang lambat dalam Penulisan Skripsi angkatan 2012, 2013 dan 2014 memiliki kebiasaan prokrastinasinya tergolong tinggi, terdapat 22 (52,38%) mahasiswa procrastinator yang tergolong sedang, jumlah ini merupakan sebagian dari jumlah responden,
Norma/Kriteria Skor Rentang Skor Frekuensi Responden Persentase Frekuensi Kategori Tingkat Kebiasaan Prokrastinasi Penulisan SKripsi) µ+0,5σ <X 92 <X 6 14,28 % Tinggi µ-0,5 σ <X≤ µ+0,5 σ 75<X≤92 22 52,38 % Sedang X≤ µ-0,5 σ X≤ 75 14 33,33 % Rendah Jumlah 42 100 %
dan terdapat 14 (33,33 %) mahasiswa yang prokrastinasinya tergolong rendah. Dari data di atas dapat dilihat bahwa sebagian besar mahasiswa yang terlambat dalam penulisan skripsi terjebak dalam kebiasaan prokrastinasi dengan kategori sedang dan tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa kebiasaan prokrastinasi di kalangan mahasiswa sungguh memprihatinkan.
Dari hasil penelitian kepada 42 mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma yang tergolong lambat dalam penulisan skripsi angkatan 2012, 2013, dan 2014, terdapat 6 orang (14,28%) mahasiswa yang memiliki kebiasaan prokrastinasi lambat dalam penulisan skripsi pada kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa tersebut memiliki kecenderungan prokrastinasi berdasarkan aspek mengerjakan tugas penyelesaian skripsi dengan selalu menunda-nunda waktu penyelesaiannya, tidak mampu memprediksikan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan Skripsi, serta menyelesaikan tugas tidak tepat waktu dan atau menyelesaikan pada saat deadline.
Sebanyak 22 orang (52,38%) mahasiswa yang memiliki tingkat prokrastinasi dalam kategori sedang. Jumlah ini lebih banyak dari jumlah mahasiswa dengan kategori tinggi yang memiliki 6 orang pelaku prokrastinasi dalam penulisan skripsi. Jumlah ini lebih banyak dari jumlah mahasiswa yang lambat dalam penulisan skripsi pada kategori rendah yang akan kita bahas berikutnya. Mahasiswa yang memiliki kecenderungan melakukann prokrastinasi dalam menyusun skripsi pada kategori sedang
disebabkan oleh kecemasan dan ketakutan mahasiswa pada hambatan– hambatan dalam menyususn skripsi, merasa kurang percaya diri dan selalu menyalahkan diri sendiri ketika terjadi kesalahan dalam mengerjakan skripsi, menganggap bahwa skripsi adalah tugas yang dapat membuatnya merasa tidak nyaman sehingga untuk keluar dari ketidaknyamanan itu ia mencari suatu hal yang dapat membuatnya senang, hal lain yang menjadi kecenderungan terjadinya prokrastinasi dalam kategori sedang ini adalah mahasiswa kurang mampu mengatur berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan skripsinya serta kurang mampu mengatakan tidak/menolak terhadap tugas-tugas diluar jadwal yang sudah dibuat, sebagaimana dikatakan oleh Bernad (Catrunada,2008).
Dari penelitian ini yang terbilang dalam kategori rendah, terdapat 14 orang (33,33%) mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma angkatan 2012, 2013 dan 2014 yang memiliki kebiasaan prokrastinasi dalam penulisan skripsi. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa tersebut memiliki kecenderungan untuk memulai dan menyelesaikan skripsi, melaksanakan tugas-tugasnya sesuai dengan jadwal dan target yang sudah ditentukan sehingga cepat dalam penyelesaian skripsi. Ferrari (dalam Kartadinata,2006) mengatakan bahwa mahasiswa yang memiliki kecenderungan prokrastinasi dalam penyelesaian skripsi yang tergolong dalam kategori rendah disebabkan oleh mahasiswa tersebut lebih memprioritaskan menyelesaikan skripsi daripada mengerjakan hal lain yang menyenangkan namun menghambat dalam menyelesaikan skripsi. Ini berarti mahasiswa yang
tergolong rendah dalam kategori rendah ini memiliki perhatian penuh terhadap skripsinya. Ferrari (dalam Kartadinata, 2006) juga mengatakan bahwa mahasiswa yang memiliki kebiasaan prokrastinasi dalam kategori rendah juga memiliki kemampuan untuk mengatasi kecemasan dan ketakutan sehingga mereka tetap mampu mengerjakan dan menyelesaikan skripsi meskipun mengalami hambatan dan mampu mempertanggungjawabkan didepan dosen penguji. Mahasiswa dalam kategori ini juga memiliki kesadaran bahwa tugas akhir yang diberikan oleh pihak Universitas merupakan suatu kewajiban yang harus diselesaikan oleh seorang mahasiswa untuk mendapat gelar sarjana strata satu (S1).
4. Penggolongan Skor Item Tingkat Kebiasaan Prokrastinasi pada Mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma yang Lambat dalam Penulisan Skripsi Angkatan 2012, 2013 dan 2014
Skor penggolongan item Kebiasaan Prokrastinasi pada mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma yang lambat dalam Penulisan Skripsi angakatan 2012, 2013 dan 2014 ditentukan dengan menggunakan kategori Azwar (2010). Pada proses Kategorisasi ini peneliti menggunakan data empiris, dimana kategorisasi tersebut menggunakan data lapangan. Hasil penggolongan item telah disajikan dalam tabel dibawah ini:
Tabel 4.4
Penggolongan Skor Item
Tingkat Kebiasaan Prokrastinasi Penulisan Skripsi Norma/Kriteria Skor Rentang Skor Frekuensi Persentase Skor Kategori Tingkat Kebiasaan Prokrastinasi Penulisan Skripsi No. item µ+0,5σ <X 116<X 5 15,15 % Tinggi 14,16,18,29,31 µ-0,5 σ <X≤ µ+0,5 σ 95<X≤116 17 51,51 % Sedang 1,2,3,4,5,6,7, 10,11,21,22,2 3,24,25,26,33 ,35 X≤ µ-0,5 σ X≤95 11 33,33% Rendah 8,13,15,17,19 ,28,30,32,34, 36,38 Total 33 100%
Pada tabel diatas dapat dilihat bahwa dari capaian skor item kebiasaan prokrastinasi pada mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma yang lambat dalam Penulisan Skripsi angkatan 2012, 2013, dan 2014 antara lain terdapat 5 nomor item atau 15,15% tergolong kategori tinggi, terdapat 17 (51,51%) nomor item yang tergolong dalam kategori sedang dan terdapat 11 nomor item atau sekitar 33,33 % nomor item yang tergolong rendah.
Berdasarkan hasil penelitian yang terdapat pada tabel 4.4, menunjukkan bahwa ke 4 aspek prokrstinasi pada mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma yang lambat dalam Penulisan skripsi angkatan 2012, 2013, dan 2014 berada pada kategori sedang yang mencapai 51,51% dengan 17 item yakni ada 7 item pada aspek Perceived Time, ada 5 item pada aspek Intention Action, ada 3 item pada aspek Emotional Distress 2 item pada aspek Perceived ability.
Selanjutnya, hasil kategorisasi tingkat kemampuan manajemen waktu dan kebiasaan prokrastinasi pada mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma yang lambat dalam penulisan Skripsi, diuji ketepatannya dengan membandingkan skor mean empiric dan skor mean teoritik data penelitian. Perincian data penelitian tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.5
Deskripsi Data Penelitian Kemampuan Manajemen Waktu dan
Kebiasaan Prokrastinasi pada Mahasiswa yang lambat dalam Penulisan Skripsi angkatan 2012, 2013 dan 2014
Tabel deskripsi data hasil diatas menunjukkan bahwa pada skor teoritik kemampuan manajemen waktu item berjumlah 23 dengan skor 1,2,3, dan 4 dengan nilai minimum 23 dan nilai maksimum 92. Rentang skor untuk skala ini adalah 92 – 23 = 69, sedangkan untuk Standar Deviasi/SD (α) = 69:6 = 11,5 yang dibulatkan menjadi 12, dan mean teoritik (µ)= (23+92):2 = 57,5 atau 58. Selanjutnya data empirik yang kita lihat pada tabel di atas menunjukkan bahwa skala kemampuan manajemen waktu memiliki skor mean empirik sebesar 63,36 dan skor mean teoritik sebesar 58. Hasil
Variabel N Data Teoritik Data Empirik
Mean Skor SD Mean Skor SD
Min Max Min Max
Kemampuan Manajemen Waktu 42 58 23 92 12 63,36 49 80 7,338 Kebiasaan Prokrastinasi Penulisan Skripsi 42 83 33 132 17 79,52 52 111 11,473
tersebut bila dibandingkan menunjukkan bahwa skor empirik lebih besar dari skor mean teoritik yaitu 63,36 > 58. Selisih antara standar deviasi (SD) teoritik dengan standar deviasi empirik menunjukkan bahwa standar deviasi teoritik yaitu 12 lebih besar dari standar deviasi (SD) empirik yaitu 7,338. Hasil ini menunjukkan bahwa rata-rata subjek yang adalah mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma yang lambat menulis Skripsi memiliki kemampuan manajemen waktu yang rendah.
Pada Kebiasaan Prokrastinasi penulisan Skripsi pada mahasiswa FKIP yang lambat menulis Skipsi angkatan 2012, 2013, dan 2014, menunjukkan bahwa skor teoritik kebiasaan Prokrastinasi penulisan Skripsi, dengan jumlah Item 33 dengan skor 1,2,3, dan 4, dengan nilai minimum 33 dan nilai maksimum 132. Rentang skor untuk skala ini adalah 132-33 = 99, sedangkan SD (σ) = 99:6 = 16,5 atau dibulatkan menjadi 17, dan mean teoritik (µ) = (33 + 132): 2 = 82,5 dan dibulatkan menjadi 83. Skala kebiasaan Prokrastinasi pada tabel diatas memiliki skor mean empirik sebesar 79,52 dan skor mean teoritik adalah 83. Hasil tersebut bila dibandingkan menunjukkan bahwa skor mean empirik lebih kecil dari skor mean teoritik sebesar yaitu 79,52< 83. Selisih antara itu adalah -3,48 yang lebih kecil dari standar Deviasi (SD) Empirik yaitu 11,473, dan hasil ini menunjukkan bahwa rata- rata subjek memiliki kebiasaan Prokrastinasi yang tinggi.
5. Uji Hipotesis
Dalam penelitian ini variabel yang diteliti adalah Analisis Kemampuan Manajemen Waktu dan Kebiasaan Prokrastinasi Pada Mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma yang Lambat Dalam Penulisan Skripsi, angkatan 2012, 2013, dan 2014.
Untuk menguji hipotesis dari penelitian ini maka digunakan uji korelasi r Pearson Product Moment (Sugiyono, 2013) dan menggunakan SPSS dalam program computer. Dengan formula seperti dibawah ini:
Formula;
∑ ∑ ∑
√ ∑ ∑ ∑ – ∑
Keterangan:
r
xy = Korelasi skor-skor total kuesioner dan total butir-butirN = jumlah subjek X = skor item kuesioner
Y = Skor total butir-butir kuesioner XY = Hasil perkalian antara skor X dan Y
Untuk mengetahui kuat lemahnya tingkat atau derajat keeratan hubungan antara variabel-variabel yang di teliti digunakan pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien korelasi (Sugiyono,2013:257)
Tabel 4.6
Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi
Uji signifikansi dapat diperoleh dengan cara:
Jika taraf signifikansi < α, maka Ho ditolak dan Hi diterima, Jika taraf signifikansi > α, maka Ho diterima dan Hi ditolak, Hipotesis terdiri dari:
Hipotesis Nol ( Ho:ρ = 0)
Yang menyatakan bahwa Kemampuan manajemen waktu tidak berhubungan secara signifikan dengan kebiasaan prokrastinasi pada mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma yang lambat dalam Penulisan Skripsi angkatan 2012, 2013 dan 2014.
Hipotesis Kerja (Hi: ρ ≠ 0)
Yang menyatakan bahwa Kemampuan Manajemen Waktu memiliki hubungan yang signifikan dengan kebiasaan Prokrastinasi pada Mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma yang Lambat dalam Penulisan Skripsi angkatan 2012, 2013 dan 2014.
Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0,00 – 0,199 Sangat rendah 0,20 – 0,399 Rendah 0,40 – 0,599 Sedang 0,60 – 0,799 Kuat
Tabel 4.7 Hasil Uji Korelasi
Variabel Kemampuan Manajemen Waktu dengan Variabel Prokrastinasi Mahasiswa FKIP yang Lambat
dalam Penulisan Skripsi
Dari tabel di atas dan berdasarkan analisis uji hipotesis ditunjukkan bahwa nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05, yaitu 0,000 < 0,05. Hasil ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan saling mempengaruhi antara Kemampuan Manajeman Waktu dan Kebiasaan Prokrastinasi pada Mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma yang Lambat dalam Penulisan Skripsi atau dapat disimpulkan terdapat hubungan yang negatif antara kemampuan manajemen waktu dan Kebiasaan Prokrastinasi pada mahasiswa FKIP Universitas Sanata dharma yang lambat daam Penulisan Skripsi angkatan 2012, 2013 dan 2014.
Maka, berdasarkan tabel tersebut di atas, koefisien korelasi yang ditemukan -0,703, dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa koefisien korelasi
Correlations
Kebiasaan_Prok rastinasi
Manajemen_Wa ktu
Kebiasaan_Prokrastinasi Pearson Correlation 1 -.703**
Sig. (2-tailed) .000
N 42 42
Manajemen_Waktu Pearson Correlation -.703** 1
Sig. (2-tailed) .000
N 42 42
antara variabel kemampuan manajemen waktu dan kebiasaan prokrastinasi pada mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma yang lambat dalam penulisan skripsi angkatan 2012, 2013, dan 2014 berada pada kategori kuat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan manajemen waktu sangat mempengaruhi dengan kuat kebiasaan prokrastinasi mahasiswa yang lambata dalam Penulisan Skripsi secara negative. Adanya hubungan yang negatif ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan manajemen waktu seorang mahasiswa maka semakin rendah kebiasaan prokrastinasinya. Demikian pun sebaliknya bahwa semakin rendah kemampuan manajemen waktu seorang mahasiswa maka semakin tinggi kebiasaan prokrastinasi dalam penulisan skripsi. Dari penelitian terhadap mahasiswa yang lambat dalam penulisan skripsi angkatan 2012, 2013, dan 2014, dapat dilihat bahwa kemampuan manajemen waktu yang sedang dimiliki oleh mahasiswa sehingga mempengaruhi kebiasaan prokrastinasi mahasiswa yang lambat dalam penulisan skripsi. Hubungan yang kuat ditunjukkan oleh kedua variabel ini. Hal ini bisa dilihat dari hasil koefisien korelasi yaitu 0,703.