BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini akan membahas mengenai hasil perhitungan data yang
diperoleh dalam penelitian. Uji yang dilakukan dalam penelitian ini sesuai dengan
alur yang telah dijelaskan pada prosedur analisis data. Uji yang dilakukan dalam
penelitian ini dibantu oleh Microsoft Excel dan SPSS versi 20. Data yang
diperoleh pada penelitian merupakan skor pre-test dan skor post-test yang dapat
dilihat pada tabel 4.2.
Tabel 4.2
Statistik deskriptif data penelitian
prekon postkon preeks Posteks
N Valid 18 18 18 18 Missing 0 0 0 0 Mean 20,06 30,00 21,05 31,56 Std. Error of Mean 0,84 0,53 1,03 0,46 Median 20,50 30,50 21,50 31,50 Mode 20,00a 32,00 22,00 33,00 Std. Deviation 3,56 2,25 4,39 1,95 Minimum 12,00 25,00 13,00 28,00 Maximum 25,00 32,00 29,00 34,00 Sum 361,00 540,00 379,00 568,00
Tabel 4.2 menunjukkan data yanng diperoleh pada penelitian ini. Data yang
disajikan meliputi mean, median, mode, standar deviation, minimum dan
maximum. Rata-rata skor pre-test kelompok kontrol dan eksperimen hampir sama.
Rata-rata skor pre-test pada kelompok kontrol adalah 20,05 dan rata-rata skor
pre-test pada kelompok eksperimen adalah 21,22. Rata-rata skor post-test kelompok
eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata kelompok kontrol.
eksperimen mencapai 31,58. Data skor pre-test dan post-test yang lebih sederhana
dapat dilihat pada tabel 4.3.
Tabel 4.3
Skor pre-test dan post-test
Keterangan Kelas Kontrol Kelas Eksperimen Skor pre-test Skor post-test Skor pre-test Skor post-test
Rata-rata 20,06 30,00 21,05 31,56
Skor tertinggi 25 32 29 34
Skor terendah 12 25 13 28
Kenaikan skor 9,94 10,34
Persentase 49,55% 49,92%
Tabel 4.3 menunjukkan peningkatan yang terjadi pada kelas kontrol dan
eksperimen. Pada kelas kontrol peningkatan terjadi sebanyak 49,55% sedangkan
pada kelas eksperimen terjadi peningkatan sebesar 49,92%. Peningkatan yang
terjadi pada kelompok kontrol dan eksperimen dapat dilihat pada gambar 4.1.
Gambar 4.1
Diagram peningkatan pre-test dan post-test kelompok kontrol dan eksperimen.
Gambar 4.1 menunjukkan peningkatan yang dialami oleh kelompok kontrol
85
berwarna biru. Peningkatan pada kelompok eksperimen dapat dilihat pada garis
berwarna merah. Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen sama-sama
mengalami peningkatan. Peningkatan yang terjadi pada kelompok kontrol dan
eksperimen merupakan peningkatan yang positif.
Gambar 4.1 belum dapat menunjukkan adanya perbedaan prestasi belajar
siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori.
Perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis
metode Montessori dapat diketahui dengan analisis data. Analisis data yang akan
dilakukan meliputi pengujian skor pre-test (normalitas, homogenitas, dan
independent t-test), uji prasyarat analisis, uji hipotesis itu sendiri dan uji
signifikansi selisih. Uji prasyarat analisis yang digunakan adalah uji prasyarat
analisis parametrik yang meliputi uji normalitas skor post-test, uji homogenitas
skor post-test, dan independence. Uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian
ini bergantung pada hasil uji prasyarat analisis yang dilakukan.
1. Pengujian skor pre-test
Pengujian skor pre-test meliputi uji normalitas skor pre-test, uji homogenitas skor
pre-test dan uji independen t-test.
a. Uji normalitas skor pre-test
Uji normalitas skor pre-test dilakukan menggunakan Kolmogorov-smirnov.
Hipotesis statistik dalam penelitian ini adalah
H0 : Sebaran data tidak sesuai dengan kurve normal atau data tidak normal.
Kriteria normalitas suatu data adalah:
3) Jika harga sig. (2-tailed) ≥ 0.05; H0 ditolak atau Ha gagal ditolak, artinya sebaran data post-test sesuai dengan kurve normal.
4) Jika harga sig (2-tailed) < 0.05; H0 gagal ditolak atau Ha ditolak artinya
sebaran data post-test tidak sesuai dengan kurve normal.
Uji normalitas dilakukan pada data pre-test kelompok kontrol dan eksperimen.
Pengujian pertama kali dilakukan pada hasil pre-test kelompok kontrol. Hasil uji
normalitas pre-test kelompok kontrol dengan menggunakan Kolmogorov-smirnov
dapat dilihat pada tabel 4.4.
Tabel 4.4
Hasil uji normalitas skor pre-test kelompok kontrol
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
VAR00001
N 18
Normal Parametersa,b Mean 20,0556 Std. Deviation 3,55581
Most Extreme Differences
Absolute ,160 Positive ,082 Negative -,160 Kolmogorov-Smirnov Z ,681 Asymp. Sig. (2-tailed) ,743
a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.
Tabel 4.4 merupakan hasil pengujian normalitas menggunakan
kolmogorov-smirnov. Normalitas data dapat dilihat pada nilai sig (2-tailed) dan kemudian
dimasukan dalam kriteria yang telah ditentukan. Nilai sig (2-tailed) yang
diperoleh adalah 0,743. Nilai 0,743 > 0,05 hal itu berarti Ho ditolak atau data
87
skor pre-test kelompok kontrol, namun juga berlaku bagi skor pre-test kelompok
eksperimen. Kriteria yang digunakan pada uji normalitas skor pre-test kelompok
eksperimen sama dengan kriteria pada uji normalitas skor pre-test kelompok
kontrol. Hasil uji normalitas skor pre-test kelompok kontrol dapat dilihat pada
tabel 4.5.
Tabel 4.5
Hasil uji normalitas skor pre-test kelompok eksperimen
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
VAR00001
N 18
Normal Parametersa,b Mean 21,0556 Std. Deviation 4,39883
Most Extreme Differences
Absolute ,106 Positive ,085 Negative -,106 Kolmogorov-Smirnov Z ,450 Asymp. Sig. (2-tailed) ,987
a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.
Tabel 4.5 menunjukkan hasil sig (2-tailed) sebesar 0,987. Nilai 0,987 untuk
selanjutnya dimasukan kedalam kriteria yang telah ditentukan. Nilai 0,987 > 0,05
hal itu berarti bahwa Ho ditolak atau data normal. Pengujian normalitas data skor
pre-test menunjukkan bahwa kedua data terdistribusi sesuai dengan kurve normal.
Cara lain yang dapat digunakan untuk menguji normalitas data adalah p-p plot.
Kriteria pengambilan keputusan pada uji normalitas menggunakan p-p plot adalah
3) Jika titik-titik data berada atau mendekati garis diagonal ideal, hal itu berarti
4) Jika titik-titik data berada atau menjauhi garis diagonal ideal, hal itu berarti
data skor pre-test tidak terdistribusi secara normal.
Hasil dari uji normalitas menggunakan p-p plot dapat dilihat pada gambar 4.2.
Gambar 4.2
P-P plot (kiri) dan histogram (kanan) data kelompok kontrol
Gambar 4.2 menunjukkan sebaran data kelompok kontrol. Normalitas data
skor pre-test kelompok kontrol dapat dilihat pada bulatan-bulatan kecil di p-p plot
dan juga bentuk kurve yang terbentuk pada histogram. P-p plot menunjukkan
bahwa data tersebar mendekati diagonal ideal yang artinya data normal. Kurve
yang tampak pada histogram gambar 4.2 juga menunjukkan bahwa data normal.
Uji normalitas menggunakan p-p plot dan histogram juga diterapkan pada data
pre-test kelompok eksperimen. Gambar 4.3 menunjukkan p-p plot dan histogram
89
Gambar 4.3
P-P plot (kiri) dan histogram (kanan) data kelompok eksperimen
Gambar 4.3 merupakan uji normalitas menggunakan p-p plot dan juga
menggunakan histogram. Pengambilan keputusan pada p-p plot menggunakan
kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Gambar 4.3 menunjukkan bahwa data
tersebar mendekati garis diagonal ideal, hal itu berarti data skor pre-test
terdistribusi secara normal. Kurve pada histogram juga menunjukkan jika data
tersebar secara normal.
b. Uji homogenitas skor pre-test
Uji homogenitas skor pre-test dilakukan untuk mengetahui kedudukan
mula-mula kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Pada awal penelitian
kedudukan kelompok kontrol dan eksperimen diharapkan sama. Uji homogenitas
skor pre-test dilakukan dengan bantuan SPSS versi 20 dengan menggunakan
teknik lavene’s test. Hipotesis statistik pada uji homogenitas skor pre-test adalah H0 : Tidak ada perbedaan varian antara skor pre-test kelompok kontrol dan
kelompok eksperimen atau kedua data kelompok kontrol dan eksperimen
Ha : Ada perbedaan varian antara skor pre-test kelompok kontrol dan kelompok
eksperimen atau data atau kedua data kelompok kontrol dan eksperimen
adalah tidak homogen.
Pengambilan keputusan uji homogenitas skor pre-test didasarkan pada
kriteria:
3) Jika harga sig. (2-tailed) ≥ 0,05; maka H0 gagal ditolak atau Ha ditolak. Hal itu berarti tidak ada perbedaan varians antara skor pre-test kelompok kontrol
dan kelompok eksperimen atau data homogen.
4) Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05; maka H0 ditolak atau Ha gagal ditolak. Hal
itu berarti ada perbedaan varians antara skor pre-test kelompok eksperimen
dan kelompok kontrol atau data tidak homogen.
Statistik deskriptif data pre-test kelompok kontrol dan eksperimen dapat dilihat
pada tabel 4.6.
Tabel 4.6
Data statistik skor pre-test
Group Statistics kelompok N Mean Std. Deviation Std. Error Mean total kontrol 18 20,0556 3,55581 ,83811 eksperimen 18 21,0556 4,39883 1,03681
Tabel 4.6 berisi data statistik pre-test kelompok kontrol dan eksperimen.
Jumlah siswa pada kelompok kontrol dan eksperimen adalah 18. Rata-rata pre-test
pada kelompok kontrol adalah 20,05 dengan standar deviasi 3,5 dan pada
kelompok eksperimen memiliki rata-rata 21,05 dengan standar deviasi 4,3. Data
91
test. Hasil uji homogenitas skor pre-test kelompok kontrol dan eksperimen dapat
dilihat pada tabel 4.7.
Tabel 4.7
Hasil uji homogenitas pre-test
Levene's Test for Equality of Variances F Sig. total Equal variances assumed ,667 ,420 Equal variances not assumed
Tabel 4.7 menunjukkan hasil uji homogenitas pre-test menggunakan
lavene’s test. Harga sig yang diperoleh adalah 0,420. Harga sig untuk selanjutnya dimasukan kedalam kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Nilai 0,420 > 0,05
hal itu berarti H0 gagal ditolak atau tidak ada perbedaan yang signifikan antara
skor pre-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hasil uji homogenitas
menegaskan bahwa pada awal penelitian kedua kelompok (kontrol dan
eksperimen) berada pada kondisi yang sama dan tidak ada ketimpangan, oleh
karena itu pengujian dilanjutkan dengan uji independent t-test skor pre-test.
5) Uji independent t-test skor pre-test
Uji independent t-test skor pre-test dilakukan untuk mengetahui perbedaan
rata-rata skor pre-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hipotesis
statistik dalam penelitian ini adalah
H0 = Tidak ada perbedaan rata-rata skor pre-test antara kelompok kontrol dan
Ha = Ada perbedaan rata-rata skor pre-test antara kelompok kontrol dan kelompok
eksperimen. µ1≠ µ2
Kriteria pengujian independent t-test yang digunakan adalah
3) Jika harga sig ≥ 0,05; berarti H0 gagal ditolak atau Ha ditolak, artinya tidak ada perbedaan rata-rata skor pre-test antara kelompok kontrol dan kelompok
eksperimen.
4) Jika harga sig < 0,05; berarti H0 ditolak atau Ha gagal ditolak, artinya ada
perbedaan rata-rata skor pre-test antara kelompok kontrol dan kelompok
eksperimen.
Hasil uji independent t-test dapat dilihat pada tabel 4.8.
Tabel 4.8
Hasil uji independent t-test skor pre-test
Independent Samples Test
Levene's Test for Equality of Variances
t-test for Equality of Means
F Sig. t df Sig. (2-tailed) Mean Differen ce Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper total Equal variances assumed ,667 ,420 -,750 34 ,458 -1,00000 1,33320 -3,70938 1,70938 Equal variances not assumed -,750 32,5 69 ,459 -1,00000 1,33320 -3,71377 1,71377
Tabel 4.8 menunjukkan hasil uji independent t-test pada hasil pre-test
93
harga sig (2-tailed) dan kemudian membandingkannya dengan 0,05. Nilai 0,458
lebih besar dari 0,05 hal itu berarti bahwa H0 gagal ditolak atau tidak ada
perbedaan rata-rata antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hasil dari
uji homogenitas skor pre-test mengarahkan penelitian ini untuk melakukan uji
prasyarat analisis parametrik tes.
2. Uji Prasyarat Analisis
Penelitian ini menggunakan uji parametrik. Uji prasyarat untuk melakukan
uji parametrik meliputi uji normalitas, homogenitas dan independence.
a. Uji normalitas skor post-test
Uji normalitas skor post-test dilakukan untuk mengetahui sebaran datanya.
Hipotesis statistik yang digunakna dalam uji normalitas skor post-test adalah
H0 : Sebaran data tidak sesuai dengan kurve normal atau data tidak normal.
Ha : Sebaran data sesuai dengan kurve normal atau data normal.
Kriteria normalitas suatu data adalah:
1) Jika harga sig. (2-tailed) ≥ 0.05; H0 ditolak atau Ha gagal ditolak, artinya sebaran data post-test sesuai dengan kurve normal.
2) Jika harga sig (2-tailed) < 0.05; H0 gagal ditolak atau Ha ditolak, artinya
sebaran data post-test tidak sesuai dengan kurve normal.
Uji normalitas dilakukan pada masing-masing data post-test kelompok
eksperimen dan data post-test kelompok kontrol. Hasil pengujian skor post-test
Tabel 4.9
Hasil uji normalitas skor post-test eksperimen
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
VAR00001
N 18
Normal Parametersa,b Mean 31,5556 Std. Deviation 1,94701
Most Extreme Differences
Absolute ,215 Positive ,121 Negative -,215 Kolmogorov-Smirnov Z ,914 Asymp. Sig. (2-tailed) ,374
a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.
Tabel 4.9 menunjukkan hasil uji normalitas data skor post-test kelompok
eksperimen. Hasil uji normalitas ditunjukkan pada harga sig (2-tailed). Harga sig
(2-tailed) yang diperoleh sebesar 0,374. Harga sig (2-tailed) yang diperoleh untuk
selanjutnya dimasukan dalam kriteria yang telah ditentukan. Harga 0,374 > 0,05
hal itu berarti H0 ditolak atau sebaran data skor post-test kelompok eksperimen
sesuai dengan kurve normal. Pengujian dilanjutkan dengan melakukan uji
normalitas skor post-test kelompok kontrol. Hasil uji normalitas skor post-test
95
Tabel 4.10
Hasil uji normalitas skor post-test kelompok kontrol
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
VAR00001
N 18
Normal Parametersa,b Mean 30,0000 Std. Deviation 2,24918
Most Extreme Differences
Absolute ,257 Positive ,187 Negative -,257 Kolmogorov-Smirnov Z 1,092 Asymp. Sig. (2-tailed) ,184
a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.
Hasil uji normalitas post-test kelompok kontrol dinyatakan pada tabel 4.10
pada baris sig (2-tailed). Kriteria yang digunakan dalam pengujian normalitas
kelompok kontrol sama dengan yan digunakan pada kelompok eksperimen. Harga
sig (2-tailed) yang diperoleh pada uji normalitas skor post-test sebesar 0,184.
Harga 0,184 > 0,05 hal itu berarti H0 ditolak atau sebaran data post-test sesuai
dengan kurva normal. Normalitas data juga dapat dilihat pada visualisasi p-p plot
dan kurva pada histogram. Kriteria pengujian p-p plot adalah
1) Jika titik-titik data berada atau mendekati garis diagonal ideal, hal itu berarti
data skor pre-test terdistribusi secara normal.
2) Jika titik-titik data berada atau menjauhi garis diagonal ideal, hal itu berarti
Visualisasi p-p plot dan kurva histogram dapat dilihat pada gambar 4.4
Gambar 4.4
P-P plot (kiri) dan hitogram (kanan) data post-test kelompok eksperimen
Gambar 4.4 merupakan p-p plot yang menunjukkan persebaran data
post-test kelompok eksperimen. Hasil p-p plot menunjukkan bahwa data tersebar
mendekati garis diagonal ideal, hal itu berarti data post-test kelompok kontrol
adalah normal. Kurve yang terbentuk pada histogram menunjukkan kurve normal.
P-p plot dan histogram juga digunakan untuk menunjukkan normalitas suatu data.
97
Gambar 4.5 P-p plot (kiri)dan histogram (kanan) dari data kelompok kontrol
Gambar 4.5 menunjukkan persebaran data skor post-test kelompok kontrol.
P-p plot menunjukkan bahwa data tersebar mendekati garis diagonal ideal, hal itu
berarti data normal. Persebaran normalitas data juga dapat diketahui melalui kurve
yang terbentuk pada histogram. Kurve yang terbentuk pada histogram gambar 4.4
merupakan gambar kurve normal. Hasil uji normalitas akan mempengaruhi uji
hipotesis yang akan dilakukan. Uji hipotesis yang akan dilakukan ketika kedua
data sesuai dengan kurva normal adalah independent t-test.
b. Uji homogenitas skor post-test
Uji homogenitas skor post-test merupakan uji prasyarat kedua yang harus
dilakukan dalam uji parametrik. Data statistik yang digunakan dalam uji
homogenitas skor pre-test dapat dilihat pada tabel 4.11.
Tabel 4.11 Statistik group uji homogenitas post-test
Group Statistics
grup N Mean Std. Deviation Std. Error Mean
total
kontrol 18 30,0000 2,24918 ,53014
Tabel 4.11 menunjukkan statistik grup uji homogenitas post-test. Jumlah
siswa dari kedua kelompok adalah sama yaitu 18 orang siswa. Rata-rata kelompok
kontrol adalah 30 dan rata-rata kelompok eksperimen adalah 31,55. Standar
deviasi untuk kelompok kontrol sebesar 2,2 dan untuk kelompok eksperimen
sebesar 1,9. Data skor post-test kelompok kontrol dan eksperimen untuk
selanjutnya diuji homogenitasnya menggunakan lavene’s test. Hipotesis statistik dalam uji homogenitas skor post-test adalah
H0 : Tidak ada perbedaan varian antara skor post-test kelompok kontrol dan
kelompok eksperimen (µ1 = µ2).
Ha : Ada perbedaan varian antara skor post-test kelompok kontrol dan kelompok
eksperimen (µ1≠ µ2).
Kriteria pengambilan keputusan yang digunakan adalah
3) Harga sig. (2-tailed) ≥ 0,05; H0 gagal ditolak atau Ha ditolak, artinya tidak ada perbedaan antara post-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.
4) Harga sig. (2-tailed) < 0,05; H0 ditolak atau Ha gagal ditolak, artinya ada
perbedaan antara post-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.
Perhitungan uji homogenitas dilakukan menggunakan lavene’s test. Hasil uji homogenitas skor post-test dapat dilihat pada tabel 4.12.
99
Tabel 4.12 hasil uji homogenitas skor post-test
Levene's Test for Equality of Variances F Sig. total Equal variances assumed 0,417 0,523 Equal variances not assumed
Tabel 4.12 merupakan hasil uji homogenitas skor post-test yang telah
dilakukan. Harga sig yang diperoleh dalam pengujian diatas adalah 0,523. Harga
sig yang diperoleh untuk selanjutnya dimasukan ke dalam kriteria yang telah
ditentukan. Harga 0,523 > 0,05 hal itu berarti H0 gagal ditolak atau tidak ada
perbedaan antara skor post-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Data
hasil uji homogenitas menunjukkan bahwa data post-test kelompok kontrol dan
eksperimen homogen. Hasil uji homogenitas juga berarti bahwa data selanjutnya
yang digunakan adalah data pada kolom equal variance assumed.
c. Independence
Independence merupakan syarat ketiga yang harus dimiliki oleh uji
parametrik. Kelompok dan data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah
independence. Penelitian ini memiliki dua kelompok yang independence yaitu
kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Siswa pada kelompok kontrol tidak
akan ikut dalam kelompok eksperimen, dan demikian juga sebaliknya. Data yang
pada kelompok kontrol, demikian juga sebaliknya. Penjabaran diatas telah
menegaskan bahwa data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data
independence yang berasal dari kelompok yang independence pula.
3. Uji Hipotesis
Uji prasyarat analisi mempengaruhi uji hipotesis yang digunakan. Pengujian
sebelumnya menunjukkan bahwa data yang diperoleh dalam penelitian adalah
data yang normal, homogen dan independence oleh karena itu maka uji hipotesis
yang digunakan adalah uji independent t-test. Uji hipotesis menggunakan uji dua
pihak. Hipotesis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah
Ho = Tidak ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga
matematika berbasis metode Montessori (µ1 = µ2).
Ha = Ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga
matematika berbasis metode Montessori (µ1 ≠ µ2). Kriteria pengambilan keputusan yang digunakan adalah:
1) Jika harga Sig (2-tailed) ≥ 0,05 berarti Ho gagal ditolak atau Ha ditolak, artinya tidak ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat
peraga matematika berbasis metode Montessori.
2) Jika harga Sig (2-tailed) < 0,05 berarti Ho ditolak atau Ha gagal ditolak,
artinya ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga
matematika berbasis metode Montessori.
Hasil homogenitas skor post-test mempengaruhi penggunaan data dalam
101
digunakan dalam independent t-test adalah equal variances assumed. Hasil uji
hipotesis dapat dilihat pada tabel 4.13.
Tabel 4.13 Hasil uji hipotesis
Independent Samples Test
Levene's Test for Equality of Variances
t-test for Equality of Means
F Sig. T Df Sig. (2-tailed) Mean Difference Std. Error Differen ce 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper total Equal variances assumed ,417 ,523 -2,218 34 ,033 -1,55556 ,70118 -2,98052 -,13059 Equal variances not assumed -2,218 33,316 ,033 -1,55556 ,70118 -2,98160 -,12952
Tabel 4.13 menunjukkan hasil uji independent t-test. Pada uji homogenitas
sebelumnya dinyatakan bahwa data homogen maka data yang digunakan pada
independent t-test adalah data equal variances assumed. Harga sig (2-tailed) yang
diperoleh adalah 0,033. Harga 0,033 untuk selanjutnya dibandingkan dengan 0,05.
Harga 0,033 < 0,05 hal itu berarti H0 gagal ditolak atau ada perbedaan prestasi
belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode
Perhitungan diatas merupakan perhitungan uji hipotesis menggunakan cara
manual. Perhitungan manual dilakukan untuk mengecek kebenaran dari uji
hipotesis yang dilakukan. Hasil perhitungan manual menunjukkan jika t= -2, hal
tersebut senada dengan hasil perhitungan menggunakan SPSS yang menunjukkan
jika harga t adalah -2,218.
4. Uji Besar Effect Penggunaan alat peraga
Uji hipotesis menunjukkan bahwa ada perbedaan prestasi belajar siswa atas
penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Efek yang
diberikan oleh alat peraga dapat diketahui dengan uji besar efek. Data yang
digunakan dalam uji besar efek adalah data equal variances assumed karena pada
103
Pengujian besar effect menunjukkan bahwa r = 0,35. Hasil yang diperoleh
pada uji besar effect untuk selanjutnya dimasukan kedalam kriteria yang telah
digambarkan pada tabel 3.15. Nilai 0,35 dalam kriteria effect size yang
disampaikan oleh Field masuk dalam kategori sedang. Kelompok eksperimen
memiliki prestasi yang lebih tinggi (M=31,55;SE=0,45) dari pada kelompok
kontrol (M=30; SE=0,45). Perbedaan ini signifikan t(34)=-2,218, p>0.5 dimana
efeknya berada pada kategori sedang dengan r = 0,35
Uji besar effect tidak berhenti sampai pengategorian effect, tapi juga
berlanjut pada penentuan effect dalam persen. Effect dalam persen dapat dihitung
menggunakan koefisien determinasi. Perhitungan koefisien determinasi dilakukan
Hasil pengujian koefisien determinasi menunjukkan bahwa nilai R2 adalah
12,25%. Nilai 12,25% berarti alat peraga matematika berbasis metode Montessori
memberikan sumbangan untuk kenaikan prestasi belajar siswa sebesar 12,25 %
sedangkan sebesar 87,75 % merupakan sumbangan dari faktor yang lain.
5. Uji signifikansi
Uji signifikansi dilakukan untuk mengetahui signifikansi perbedaan hasil
skor pre-test dan post-test masing-masing kelompok (kontrol dan eksperimen).
Hipotesis statistik dalam paired t-test pada kelompok kontrol adalah