• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian

Dalam dokumen 121192928 Contoh PTK Penjasorkes 1 Bab I V (Halaman 29-48)

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Penelitian tindakan kelas yang dilakukan mengungkapkan penerapan metode drill dalam meningkatkan keterampilan siswa melakukan lempar tangkap bola lambung pada permainan rounders, dipaparkan berikut ini.

1. Refleksi awal

a. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Pekerjaan mengajar merupakan pekerjaan sistemik. Diantara bagian dari system dalam sebuah pekerjaan mengajar, antara lain: pembuatan rencana pembelajaran (RPP). RPP yang dibuat oleh sasaran penelitian berisi seperangkat rumusan program pengajaran yang diawali dengan penulisan yang berisi :

1. Identitas mata pelajaran, meliputi: satuan pendidikan, kelas, semester, program/program keahlian, mata pelajaran atau tema pelajaran, jumlah pertemuan.

2. Standar kompetensi merupakan kualifkasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran

3. Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi dalam suatu pelajaran.

4. Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan

dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan

5. Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar. 6. Materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan

ditulis dalam bentuk butirbutir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi.

7. Materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butirbutir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi.

8. Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk

9. mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran.

10. Kegiatan pembelajaran

a.Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam

Suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran

b.Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD.

1) Melakukan gerakan melambungkan/melempar bola tanpa bola dengan hitungan

2) Melakukan lempar tangkap bola lambung berpasangan

3) Melakukan lempar tangkap bola lambung dengan jarak 2 M, 3 M ,4 M dan 5 M

c. Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian dan refeksi, umpan balik, dan tindak lanjut.

11. Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu kepada Standar Penilaian. 12. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan

kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi

b. Pelaksanaan Pembelajaran

Hasil amatan peneliti, menunjukkan bahwa perilaku mengajar yang dilaksanakan oleh guru dimulai dari pemberian kegiatan awal sampai kegiatan akhir banyak sekali siswa yang kurang sekali mempunyai keterampilan lempar tangkap bola lambung .banyak lemparan dan tangakapan bola yang tidak diselesaikan dengan baik,terbukti dengan setiap lemparan bola dari 10 kali lemparan berhasil tertangkap 3kali .begitu juga teknik lemparan banyak yang tidak sesuai dengan kreteria untuk lempar tangkap bola lambung. (observasi, 17 September 2012)selengkapnya kegiatan pembelajaran dipaparkan sesuai dengan gambar dan penjelasannya sebagai berikut :

Gb. IV.I : guru member penjelasan tentang materi lempar tangkap bola.

Gambar IV .I menunjukkan bahwa pada kegiatan inti,pertama kali guru menjelaskan materi lempar tangkap bola.saat guru member penjelasan terlihat siswa tidak terkoordinasi dengan baik.hal itu dapat dinyatakan bahwa pengelolaan kelas tidak terkendali dengan baik.akibatnya dapat diduga bahwa penjelasan guru tidak bisa diterima dengan baik dan cenderung menimbulkan verbalisme .pada sisi lain pembelajaran tentang lempar tangkap bola merupakan pembelajaran yang menuntut aktivitas fisik,setidaknya bantuan fisualisasi gerakan .melalui visualisasi siswa lebih dapat mencerna yang selanjutnya dapat melakukan kegiatan keterampilan sesuai dengan tuntutan lempar tangkap bola.kegiatan berikutnyadapat dilihat pada Gambar IV.2 berikut

Gb

Gb.IV.2: jarak aktivitas lempar tangkap .

Gambar IV.2 Dapat dipahami sebagai aktivitas guru saat memberi penjelasan pada dua kelompok lempar tangkap.dalam penjelasannya kelompok pelempar yang berjarak 3 M (selebar bak papan lompat )dari kelompok penangkap bola

secara bergantian.menginggat jumlah pelempar dan penangkap bola relative banyak,sedangkan bola yang tersedia hanya 3 buah ,dapat diduga dalam kegiatan lempar tangkap bola tersebut banyak sisiwa yang dibiarkan pasif.aktifitas berikutnya dapat dilihat pada Gambar IV.3

Gb.IV.3 : Guru member perintah pada kelompok penangkap bola.

Gambar IV.3 dapat dipahami sebagai aktifitas guru yang sedang member petunjuk pada kelompok penangkap bola berdasarkan pengamatan peneliti saat

menangkap bola para anggota penangkap berebutan.hal terebut sempat membuat antar anggota penangkap bola berbenturan secara

fisik.tentu,dapat membahayakan keselamatan siswadari unsure unsure cidera fisik.

c. Hasil belajar

Kegiatan pembelajaran, lazimnya diakhiri dengan kegiatan evaluasi hasil belajar, untuk membidik tingkat keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan belajarnya. Berdasarkan hasil tes perbuatan yang mengukur keterampilan lempar tangkap bola lambung didapatkan skor rata-rata kelas sebesar 70 skore tersebut didapat dari hasil lempar tangkap bola dari 30 anak (data skor mentah terlampir, pada laampiran …).

Berdasarkan hasil penelitian awal sebagaimana dipaparkan di atas, dapat dinyatakan hal-hal berikut.

1) RPP tidak dibuat secara paradigmatic yang sesuai dengan kaidah pengunaan metode atau model pembelajara

2) Pelaksanaan tidak memiliki sistematika yang didasarkan kepada penerapan metode/model pembelajaran tertentu

3) Hasil belajar sebagaian besar siswa belum mencapai keterampilan lempar tangkap bola sebagaimana yang diharapkan.

Rekomendasi

Berdasarkan refleksi di atas, dapat disarankan hal-hal berikut.

Pembelajaran dilakukan dengan menerapkan metode drill, dengan tahapan-tahapan pembelajaran, a)Memberi model/contoh melempar dan menangkap bola lambung,b) Melatih setiap siswa untuk melempar bola, c) Melatih setiap siswa untuk menangkap bola ,

d) Mengoreksi gerakan menangkap dan melempar bola lambung,

e) Melatih siswa melempar dan menangkap bola sesuai hasil koreksi , dan f) Membiasakan gerakan gerakan lempar dan tangkap bola secara berulang terus menerus.Hendaknya dituangkan dalam

penulisan RPP khususnya dikegiatan inti dan dilaksanakan dalam pembelajaran drill. Siklus I

a. Perencanaan

Tahap perencanaan diawali dengan mengidentifikasi masalah berdasarkan hasil observasi dilapangan.kegiatan pada tahap ini dimulai dengan melakukan penelitian pendahuluan terhadap proses belajar mengajar disalahsatu kelas.Peneliti

juga mendiskusikan dengan guru yang bersangkutan tentang pelaksanaan penerapan metode drill sebagai bahan tindakan yang akan dilaksanakan pada penelitian ini. Pada perencanaan ini peneliti menetapkan proses pembelajaran sebanyak 2 kali pertemuan atau selama 4 jam pembelajaran (JP) dengan alokasi waktu 2 X 35 menit sebagai tahap awal dari PTK ini,selanjutnya peneliti menyusun RPP guna memperlancar pembelajaran proses pembelajaran dan juga sebagai perangkat pembelajaran.

Adapun perencanaan (Planing) pada pertemuan pertama ini dapat dijabarkan sebagai berikut :

a. Menentukan materi pembelajaran lempar tangkap bola lambung pada siswa kelas V semester I.

b. Membuat rencana pelaksanaan pemebelajaran (RPP) c. Menyusun strategi pembelajaran

d. Menentukan metode pembelajaran : metode pembelajaran drill

e. Menentukan media pembelajaran : media pembelajaran yang digunakan adalah bola tenes dan peragaan guru

f. Menentukan sumber belajar : (buku penjasOr BSE kelasV,pengalaman guru ) g. Menentukan instrument penelitian: ( format observasi dan hasil tes kerja siswa )

b. Pelaksanaan dan hasil observasi

Pelaksanaan kegiatan pembelajaran untuk siklus I dilaksanakan pada tanggal 22 September 2012 dengan jumlah 30 siswa .Adapun proses pembelajaran mengacu pada rencana pembelajaran yang sudah dipersiapkan Hasil pengamatan siswa melakukan lempar tangkap dengan jarak awal 2 meter,4 meter sampai 5

meter, dilaksanakan dengan per bagian secara berulang-ulang. (observasi ,19 September 2012 )

Foto Kegiatan .Gb.IV.4

Gb. IV.4 Gambar di atas mengambarkan kegiatan lempar tangkap dengan jarak 2 meter

Gb. IV.6 siswa melakukan lempar tangkap bola kecil jarak 6 meter c. Hasil belajar

Kegiatan pembelajaran, lazimnya diakhiri dengan kegiatan evaluasi hasil belajar, untuk membidik tingkat keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan belajarnya. Berdasarkan hasil tes perbuatan yang mengukur keterampilanlempar tangkap bola lambung didapatkan skor rata-rata kelas sebesar 70 skore tersebut diapat dari hasil lempar tangkap bola dari 30 anak

d. Refleksi

Berdasarkan hasil penelitian awal sebagaimana dipaparkan di atas, dapat dinyatakan hal-hal berikut.

1. RPP tidak dibuat secara paradigmatic yang sesuai dengan kaidah penggunaan metode atau model pembelajaran dengan menerapkan metode drill.

2. Pelaksanaan belum terlihat sistematika yang didasarkan kepada penerapan metode/model pembelajaran drill

3. Hasil belajar sebagian besar siswa belum mencapai keterampilan lempar tangkap bola sebagaimana yang diharapkan.

4. Berdasarkan keadaan terebut, perlu dilanjutkan ke siklus 2 dengan memperbaiki beberapan hal, yaitu: a) pembuatan RPP, terutama pada kegiatan ini, hendaknya disesuaikan dengan memuat langkah-langkah metode drill, dan b) prosedur mengajar hendaknya disesuaikan dengan tahapan-tahapan pelaksanaan metode drill.

Siklus II a. Perencanaan

Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pelajaran 2, Selain itu juga dipersiapkan lembar observasi pengelolaan pembelajaran metode drill dan lembar observasi siswa.

b. Pelaksanaan dan hasil observasi

Pelaksanaan kegiatan pembelajaran untuk siklus II dilaksanakan pada tanggal 29 September 2012 dengan jumlah 30 siswa .Adapun proses pembelajaran mengacu pada rencana pembelajaran yang sudah dipersiapkan. Hasil pengamatan siswa melakukan lempar tangkap dengan jarak awal 2 meter,4 meter sampai 6 meter, dilaksanakan dengan per bagian secara berulang-ulang. (observasi ,22 September 2012 )

Gb.IV.7 Memberi model/contoh melempar dan menangkap bola lambung Gb.IV.7 Dapat dipahami sebagai aktifitas guru membetikan contoh cara melempar dan

menagkap bola lambungsupaya siswa dapat lempar dan tangkap bola lambung dengan benar.

Gb.IV.8 Melatih setiap siswa untuk melempar bola

Gb.IV.8 Dapat dipahami sebagai aktivitas guru sedang melatih lempar dan tangkap bola pada setiap siswa agar dapat melakukan gerakan yang benar

Gb.IV.9 Melatih setiap siswa untuk menangkap bola

GambarIV.9 Dapat dipahami sebagai aktifitas guru sedang mengkoreksi kegiatan siswa agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan gerakan lempar tangkap bola lambung.

Gb.IV.10 Mengoreksi gerakan menangkap dan melempar bola lambung.

Gambar IV. Dapat dipahami aktifitas guru saat melatih siswa melakukan lempar tangkap bola sesuai dengan gerakan yang sudah dikoreksi / gerakan yang benar

Gb.IV.11 Melatih siswa melempar dan menangkap bola berulang–ulang berpasangan Gambar IV.11 Dapat dipahami sebagai aktivitas guru saat membiasakan geraken-gerakan lempar tangakp

bola lambung berpasangan yang dilaksanakan secara berulang ulangdan terus menerus dengan jaran 4 dan 5 M.

c. Hasil belajar

Kegiatan pembelajaran, lazimnya diakhiri dengan kegiatan evaluasi hasil belajar, untuk membidik tingkat keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan belajarnya. Berdasarkan hasil tes perbuatan yang mengukur keterampilanlempar tangkap bola lambung didapatkan skor rata-rata kelas sebesar 78 skore tersebut diapat dari hasil lempar tangkap bola dari 30 anak

Refleksi

Berdasarkan hasil penelitian awal sebagaimana dipaparkan di atas, dapat dinyatakan hal-hal berikut.

1. RPP telah dibuat secara paradigmatic yang sesuai dengan kaidah pengunaan metode atau model pembelajara

2. Pelaksanaan sudah terlihat sistematika yang didasarkan kepada penerapan metode/model pembelajaran drill

3. Hasil belajar sebagaian besar siswa telah menunjukkan peningkatan pencapaian keterampilan lempar tangkap bola sebagaimana yang diharapkan, dengan perkembangan peningkatan berikut: a) refleksi awal = 70, b) siklus I = 71, dan c) siklus II = 78. Sedangkan untuk ranah afektif siklus I sebesar 71,8 dan siklus II 78,2 4. Berdasarkan telah sesuainya perumusan RPP yang dibuat oleh guru, pelaksanaan

pembelajaran lempar tangkap bola lambung yang telah sesuai dengan tahapan-tahapan metode drill, dan hasil belajar yang terbukti meningkat, maka pelaksanaan PTK ini dinyatakan berakhir (tidak perlu berlanjut pada siklus berikutnya).

B. Pembahasan.

1. Penerapan metode drill

Hasil penelitian telah menunjukkan bahwa penerapan metode drill dilaksanakan dengan tahapan-tahapan: a) Memberi model/contoh melempar dan menangkap bola lambung,

b) Melatih setiap siswa untuk melempar bola,

c) Melatih setiap siswa untuk menangkap bola, d) Mengoreksi gerakan menangkap dan melempar bola lambung, e) Melatih siswa melempar dan menangkap bola sesuai hasil koreksi, dan f) Membiasakan gerakan gerakan lempar dan tangkap bola secara berulang terus menerus.

Hal itu, sesuai dengan yang dinyatakan oleh Surakhmad Winarno (1994 ), melalui hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran metode drill

memiliki dampak positif dalam meningkatkan keterampilan lempar tangkap bola lambung pada siswa. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan keterampilan siswa terhadap materi yang disampaikan guru (ketuntasan belajar meningkat dari siklus I, dan II) untuk ranah psikomotor yaitu 71 pada siklus I dan 78 Siklus II,sedangkan untuk ranah afektif yaitu 71,8 dan 78,2 pada siklus II. Pada siklus II ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai. Hasil tersebut dapat dibenarkan, karena penggunaan metode drill memiliki kelebihan-kelebihan, diantaranya: a) Bahan yang diberikan secara teratur, tidak loncat-loncat dan step by step akan lebih melekat pada diri anak dan benar-benar menjadi miliknya, b) Adanya pengawasan, bimbingan dan koreksi yang segera diberikan oleh guru memungkinkan murid untuk segera melakukan perbaikan terhadap kesalahan-kesalahannya. Dengan demikian juga akan menghemat waktu latihan, c) Pengetahuan atau keterampilan siap yang telah terbentuk sewaktu-waktu dapat dipergunakan dalam keperluan sehari-hari, baik untuk keperluan studi maupun untuk bekal hidup di masyarakat kelak, d) Untuk memperoleh kecakapan motoris, atau terampil menggunakan peralatan olah raga, d) Pembentukan kebiasaan yang dilakukan dan menambah ketepatan serta kecepatan pelaksanaan, e) Pemanfaatan kebiasaan-kebiasaan yang tidak memerlukan konsentrasi dalam pelaksanaannya.

f) Pembentukan kebiasaan-kebiasan membuat gerakan gerakan yang kompleks, rumit, menjadi lebih otomatis, g) Metode ini memungkinkan kesempatan untuk lebih memperdalam kemampuan secara spesifik, h) Dapat menambah minat siswa terhadap pelajaran mereka, i) Metode metode difokuskan kepada satu komponen yang spesifik sehingga siswa dapat konsentrasi pada suatu kemampuan dalam waktu singkat,

j) Dapat menambah kesiapan siswa dan meningkatkan kemampuan respon yang cepat. Misalnya, dapat menangkap bola dengan reflek/gerak cepat, k) Dapat mermbangkitkan perasaan sukses bagi siswa yang dapat menguasai lebih dari satu kemampuan yang spesifik, l) Memungkinkan tiap individu untuk

mengaplikasikan, mengembangkan, dan mengkaitkan beberapa situasi atau problema yang ada, m) Berbagai macam strategi dapat menambah dan meningkatkan kemampuan,

n) Kedua unsur guru dan siswa dapat mengena lebih jauh kegunaan dari keterampilan yang sedang dikembangkan itu,

o) Berlatih sudah merupakan teknik yang tidak asing lagi dan digunakan di berbagai lingkungan masyarakat sebagai strategi pembelajaran yang valid

2. Hasil belajar

a. Kemampuan Guru dalam Mengelola Pembelajaran

Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar dengan menerapkan metode drill dalam setiap siklus mengalami peningkatan. Hal ini berdampak positif terhadap prestasi belajar siswa yaitu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata siswa pada setiap siklus yang terus mengalami peningkatan.

b. Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran

Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dengan model pembelajaran metode drill paling dominan adalah belajar dengan dilakukan secara berulang-ulang akibatnya keterampilan siswa tentang lempar tangkap bola semakin meningkat. Jadi dapat dikatakan bahwa aktivitas siswa dapat dikategorikan aktif.

Sedangkan untuk aktivitas guru selama pembelajaran telah melaksanakan langkah-langkah metode drill dengan baik. Hal ini terlihat dari aktivitas guru yang muncul di antaranya aktivitas membimbing dan mengamati siswa dalam mempraktikkan hasil pembelajaran , menjelaskan/melatih menggunakan alat, memberi umpan balik dalam prosentase untuk aktivitas di atas cukup besar.

c. Tanggapan siswa terhadap model pembelajaran metode drill

Berdasarkan tanya jawab dengan siswa dapat diketahui bahwa tanggapan siswa termasuk positif. Ini ditunjukkan dengan rata-rata jawaban siswa yang menyatakan bahwa siswa tertarik dan berminat dengan model pembelajaran metode drill . Hal ini menunjukkan bahwa siswa memberikan respon positif terhadap model pembelajaran metode drill, sehingga siswa menjadi termotivasi untuk belajar lebih giat. Jadi dapat disimpulkan bahwa dengan diterapkannya metode drill dapat meningkatkan kertampilan siswa.

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas bagaimana dipaparkan sebelumnya, dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut :

1. Penerapan metode drill dilakukan dengan tahapan –tahapan :

a) Memberi model/contoh melempar dan menangkap bola lambung, b) Melatih setiap siswa untuk melempar bola,

c) Melatih setiap siswa untuk menangkap bola, d) Mengoreksi gerakan menangkap dan melempar bola lambung, e) Melatih siswa melempar dan menangkap bola sesuai hasil koreksi, dan f) Membiasakan gerakan gerakan lempar dan tangkap bola secara berulang terus menerus.

2. Melalui penerapan metode drill, hasil belajar yang dicapai siswa mengalami peningkatan dilukiskan dengan hasil capaian nilai pada refleksi awal = 67 ,siklus I = 70, dan siklus II = 78.

B. Saran

Berdasarkan simpulan hasil di atas,dapat disarankan beberapa hal sebagai berikut. 1. Bagi pengajar yang sedang membelajarkan lempar tangkap bola dalam permainan

rounders, hendaknya dalam melakukan pembentukan kelompok dilakukan dengan pengaturan tertentu, misalnya: anak yang tinggi dipasangkan dengan anak yang posturnya tinggi.

2. Untuk menanggulangi pasifnya sebagian besar siswa hendaknya disediakan jumlah bola yang cukup.Jika dimungkinkan disediakan bola sejumlah anak.

3. Bagi peneliti lain,hasil penelitian ini dapat digunakan pijakan untuk penelitian lebih lanjut,dengan mengembangkan wilayah populasinya,disain penelitiannya,maupun penerapan metode dan atau model pembelajaran yang lain.

Dalam dokumen 121192928 Contoh PTK Penjasorkes 1 Bab I V (Halaman 29-48)

Dokumen terkait