BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
1. Analisis Karakteristik Responden
a) Karakteristik responden menurut jenis kelamin
Karakteristik dari jenis kelamin responden dapat di kelompokan menjadi 2 yaitu kelompok laki-laki dan perempuan, dan agar lebih jelasnya maka di sajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut:
Tabel 4.1 Jenis Kelamin Responden
No Jenis kelamin Frekuensi %
1 Laki-Laki 39 48,75%
2 Perempuan 41 51,25%
Jumlah
80 100%
Sumber: Hasil Olah Data Tahun 2022
Berdasarkan data di atas maka dapat di deskripsikan bahwa karakteristik responden jenis kelamin perempuan mendominasi, yang mana jenis kelamin perempuan berada pada angka 41 responden (48,75%), sedang jenis kelamin laki-laki berada di angka 39 responden (51,25%) atau berada pada posisi bawah dari jenis kelamin perempuan.
b) Karakteristik responden menurut umur
Sebagaimana penetapan karaktristik responden, maka peneliti menyajikan karakteristik ini dalam bentuk tabel sebagai berikut:
Tabel 4.2 Karakteristik Responden Menurut Umur
NO Umur responden Frekuensi responden
Frekuensi %
1 20- 25 tahun
6 7,5%
54
2 26 - 30 tahun
22 27,5%
3 31- 40 tahun 27 33,75%
4 >41 tahun 25 31,25%
Jumlah 80 responden 100%
Sumber: Hasil Olah Data Tahun 2022
Berdasarkan uraian tabel di atas maka di peroleh hasil dari karakteristik responden dari segi umur, maka dapat diasumsikan bahwa mayoritas pegawai pada perusahaan berumur 31 sampai 40 tahun dengan perolehan angka sebesar 27 responden, selanjutnya indikator pada umur kisaran >41 tahun dengan perolehan angka 25 responden, indikator pada umur 26 sampai 30 tahun dengan perolehan angka sebesar 22 sedang jumlah responden yang paling rendah dari segi umur yakni 20 sampai 25 tahun dengan perolehan angka sebesar 6 responden.
c) Karakteristik responden menurut jenis pendidikan
Jenis pendidikan responden menjelaskan latar belakang pendidikan responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini, sehingga dalam penelitian ini maka tingkat pendidikan responden dapat diklasifikasikan menurut jenjang pendidikan SMA/SMK, D3, S1, S2, dan S3. Oleh karena itulah dalam pengelompokkan pendidikan responden dapat dilihat pada tabel berikut ini:
55
Tabel 4.3 Karakteristik Responden menurut Pendidikan
No Pendidikan terakhir Jumlah (Orang) Frekuensi
%
Sumber: Hasil Olah Data Tahun 2022
Secara seksama, dari tabel 4.3 dapat di analisa di mana
karakteristik responden di tingkat pendidikan sarjana (S1) mendominasi di mana tingkat pendidikan ini berada pada angka 58 responden (72,5%), sedang dari tingkat pendidikan yang lain yakni S2 jumlah responden sebesar 17 (21,25%), sedang dari tingat pendidikan
SMA/SMK jumlah responden sebesar 4 (5%), sedang dari tingkat pendiidkan D3 jumlah responden sebesar 1 (1,25%), indikator yang paling rendah pada tingkat Pendidikan adalah S3, dengan perolehan angka hanya sebesar 0 responden (0%).
2. Analisis Deskriptif Penelitian Kuantitatif
Analisis deskriptif penelitian, merupakan sebuah eskpresi dari hasil pengumpulan data, terkait dengan topik penelitian, khususnya proses realisasi penerapan perencanaan sumber daya manusia terhadap kinerja pegawai.
Dimana hasil analisis deskriptif penelitian kuantitatif ini diperoleh dari hasil sumber data interpretasi dari responden, selanjutnya hasil data tersebut disajikan peneliti secara sistematis sebagai berikut:
56
a) Analisis Perencanaan Sumber Daya Manusia
Semua kegiatan pasti didasarkan kepada suatu perencanaan, termasuk dalam kegiatan organisasi dan manajemen. Perencanaan merupakan inti dari manajemen dan dalam memanfaatkan sumber daya manusia diperlukan perencanaan yang mampu memberikan pedoman mengenai persyaratan dalam pengadaan dan pengembangan sumber daya manusia yang seharusnya dipekerjakan di lingkungan sebuah organisasi/perusahaan.
Tabel 4.4 Analisis Perencanaan Sumber Daya Manusia
NO PERNYATAAN
Alternatif Jawaban STS TS RR S SS
1 2 3 4 5
1. Setiap pegawai memahami uraian pekerjaan yang telah di berikan dalam pelaksanaan kerja
0 1 2 47 30
2. Pegawai saling berkoordinasi dengan bagian lain dalam menentukan keberhasilan jabatan
0 1 4 52 23
3. Waktu kerja lembur berjalan secara efektif
0 1 16 48 15
4. Pegawai mendahulukan pekerjaan yang lebih mudah
0 3 19 50
8 5. Hasil evaluasi digunakan dalam pembuatan keputusan
0 1 24 39
16 6. Hasil evaluasi dapat menjadi umpan balik untuk
penyempurnaan perencanaan sumber daya manusia selanjutnya
0 2 23 42 13
7. Keterampilan yang dimiliki sudah sesuai dengan jabatannya 0 1 29 39 11
8. Pegawai sudah mampu melaksanakan jabatan dengan baik 0 3 23 45 9
Berdasarkan tabel di atas maka dapat diasumsikan bahwa mayoritas
responden menjawab setuju, dengan nilai pada indikator pertama 4
57
responden, 47 responden, 52 responden, 48 responden, 50 responden, 39 responden, 42 responden, 39 responden dan terakhir 45 responden, dengan perolehan nilai ini, responden memahami bahwa analisis untuk memberikan perencanaan sumber daya manusia sangat diperlukan dengan penilaian berdasar pada bagaimana analisis pekerjaan, penyederhanaan kerja, evaluasi pekerjaan, spesifikasi pekerjaan pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Makassar.
b) Analisis Kinerja Pegawai
Kinerja pegawai merupakan suatu hasil yang dicapai oleh pegawai tersebut dalam pekerjaanya menurut kriteria tertentu yang berlaku untuk suatu pekerjaan tertentu. Menurut Robbins (2003) bahwa kinerja pegawai adalah sebagai fungsi dari interaksi antara kemampuan dan motivasi.
Tabel 4.5 Analisis Kinerja Karyawan
NO PERNYATAAN Alternatif Jawaban
STS TS RR S SS
1 2 3 4 5
1. Kuantitas kerja saya sudah sesuai dengan standar kerja yang diharapkan oleh kantor
0 0 3 4 35
2. Saya mampu menyelesaikan jumlah pekerjaan seperti yang ditetapkan oleh kantor
0 0 1 45 34
3. Saya mengerjakan suatu pekerjaan dengan penuh perhitungan, cermat dan teliti
0 0 3 44 33
4. Standar kualitas kerja yang telah ditetapkan oleh kantor dapat saya capai dengan baik dan optimal
0 0 5 45 30
58
5. Saya menyelesaikan pekerjaan sesuai waktu yang ditentukan oleh pimpinan
0 1 4 46 29
6. Saya membuat target waktu untuk penyelesaian pekerjaan dan kegiatan
0 2 6 45 27
7. Saya selalu masuk dan pulang kerja tepat pada waktunya
0 1 8 47 24
8. Saya tidak pernah absen saat hari kerja
0 5 7 46
22 9. Kerja sama sangat penting dalam bekerja, saling
membantu ketika rekan kerja mengalami kesulitan dalam bekerja agar pekerjaan yang diberikan cepat selesai
0 0 0 12 68
10. Pekerjaan diselesaikan dengan tanggung jawab yang dilakukan secara bersama-sama
0 0 0 19 61
Sumber : Hasil Olah Data Tahun 2022
Berdasarkan data hasil intrepretasi diatas maka dapat diasumsikan bahwa mayoritas responden menjawab sangat setuju, dengan nilai pada indikator pertama 35 responden, 34 responden, 33 responden, 30 responden, 29 responden, 27 responden, 24 responden, 22 responden, 68 responden dan 61 responden dengan perolehan nilai ini, responden memahami bahwa analsisis untuk memperoleh kinerja pegawai sangat penting bagi keberlangsungan persahaan, serta jawaban responden memberi gambaran bahwa kinerja pegawai akan diperoleh apabila seluruh elemen dalam pekerjaan memiliki relevansi yang baik pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Makassar.
3. Uji Validitas
Uji validitas adalah uji yang digunakan untuk menunjukkan sejauh mana
alat ukur yang digunakan dalam suatu mengukur apa yang diukur. Sisi lain
dari pengertian validitas adalah aspek kecermatan pengukuran.
59
Suatu alat ukur yang valid dapat menjalankan fungsi ukurnya dengan tepat, juga memiliki kecermatan tinggi. Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu koesioner. Dalam penelitian ini dikatakan valid apabila nilai pada penelitian ini untuk 80 = 0,220. Jika maka pernyataan tersebut dinyatakan valid. Untuk lebih
jelasnya berikut ini adalah uji validitas :
Tabel 4.6 Hasil Uji Validitas
No Variabel
60
Sumber : Hasil Olah Data Dari SPSS Versi 26 Tahun 2022
Berdasarkan tabel 4.6 terkait hasil pengujian validitas dengan seluruh indikator pernyataan yang tertuang dalam kuesioner sebagai alat ukur Pengaruh Perencanaan Sumber Daya Manusia Terhadap Kinerja Pegawai Pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Makassar diperoleh hasil untuk keseluruhan nilai r_hitung lebih besar dari nilai r_tabel yaitu sebesar 0,296. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa seluruh item pernyataan yang terdapat pada kuesioner dinyatakan valid.
4. Uji Reliabilitas
Dalam analisis statistik pada penelitian, uji reliabilitas berfungsi untuk mengetahui tingkat konsistensi suatu angket yang digunakan oleh peneliti sehingga angket tersebut dapat diandalkan untuk mengukur variabel penelitian, walaupun penelitian ini dilakukan berulang-ulang dengan angket atau kuesioner yang sama.
Menurut Sugiyono (2017:130) menyatakan bahwa uji reliabilitas adalah
sejauh mana hasil pengukuran dengan menggunakan objek yang sama,
akan menghasilkan data yang sama. Uji reliabilitas dilakukan secara
bersama-sama terhadap seluruh pernyataan dan apabila skor total item
61
menyentuh lebih dari angka atau di atas dari 0,6 maka dapat dikatakan reliabel. Berikut ini penyajian data hasil uji reliabilitas :
Tabel 4.7 Hasil Uji Reliabilitas No Variabel Jumlah
Sumber : Hasil O ah Data Dari SPSS Versi 26 Tahun 2022
Dari tabel output diatas, diketahui bahwa nilai Alpha variabel X yaitu perencanaan sumber daya manusia sebesar 0,663 dan variabel Y yaitu kinerja pegawai sebesar 0,661, kemudian nilai alpha dibandingkan dengan nilai probabilitas dengan nilai N=80 dicari pada distribusi nilai probabilitas signifikan 5% diperoleh nilai probabilitas sebesar 0,60. Maka dapat disimpulkan Alpha variabel X yaitu perencanaan sumber daya manusia sebesar 0,663 dan variabel Y yaitu kinerja pegawai sebesar 0,661, lebih besar dari nilai probabilitas = 0,60 yang artinya item-item angket tersebut dapat dikatakan realibel atau terpercaya sebagai alat pengumpulan data dalam penelitian selanjutnya.
5. Analisis Linear Sederhana
Dari hasil analisis SPSS dapat diinterpretasikan dengan mengkaji nilai- nilai yang penting dalam regresi linear yakni koefisien determinasi. Analisis yang digunakan untuk membuktikan hipotesis yang diajukan
dengan menggunakan model analisis regresi linear sederhana yang
digunakan untuk menerangkan apakah berpengaruh variabel bebas
Perencanaan Sumber Daya Manusia (X) terhadap variabel terikat (Y) yaitu
62
Kinerja Pegawai dengan cara menguji kemaknaan dari koefisien regresinya.
Tabel 4.8 Hasil Analisis Regresi Sederhana
Coefficients
3a. Dependent Variable: Kinerja Pegawai (Y)
Sumber : Hasil Olah Data Dari SPSS Versi 26 Tahun 2022
Berdasarkan uji regresi linear berganda pada tabel di atas, maka hasil yang diperoleh dimasukkan kedalam persamaan sebagai berikut:
Y = a + bX+ e Keterangan :
Y = Kinerja Pegawai
a = Konstanta yaitu nilai Y jika X=0
b = Koefisien regresi yaitu nilai peningkatan atau penurunan variabel Y yang didasarkan variabel X
X = Perencanaan sumber daya manusia e= error
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 32.667 3.664 8.916 .000
Perencanaan Sumber Daya Manusia (X)
.355
.116 .328 3.063 .003
Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients
63
Sehingga diperoleh persamaan regresi linear sederhana adalah sebagai berikut:
Y = 32,667 + 0,335 (X)
a. Berdasarkan hasil uji persamaan linear di atas maka diperoleh nilai constanta sebesar 32,667, nilai tersebut memberi gambaran bahwa jika nilai constanta dinaikkan satu satuan, maka akan memberikan dampak positif terhadap kinerja pegawai sebesar 32,667.
b. Berdasarkan hasil persamaan regresi di atas maka diperoleh nilai koefisien regresi untuk variabel independen (perencanaan sumber daya manusia) sebesar 0,335, hal ini diindikasikan bahwa peningkatan satu-satuan perencanaan sumber daya manusia agar berdampak pada kinerja pegawai sebesar 0,335 pada Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah Kota Makassar.
6. Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji t)
Uji t merupakan analisis untuk mengetahui signifikan/keberartian koefisien regresi sekaligus menguji hipotesis yang diajukan. Uji t digunakan untuk menguji signifikan hubungan antara variabel Perencanaan Sumber Daya Manusia (X) dan variabel Kinerja Pegawai (Y). Hasil uji t dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.9 Hasil Uji T
Coefficients3
Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients
64
Model B Std. E
「「
o「
Beta t Sig.1 (Constant) 32.667 3.664 8.916 .000
Perencanaan Sumber .355 .116 .328 3.063 .003
Daya Manusia (X)
a. Dependent Variable: Kinerja Pegawai (Y)
Sumber: Hasil Olah Data Dari SPSS Versi 26 Tahun 2022
Uji signifikan variabel perencanaan sumber daya manusia terhadap kinerja pegawai, diperoleh hasil nilai pvalue = 0,003 lebih kecil dari nilai standar 0,05 sedang nilai t tabel = 0,220, dan nilai t hitung sebesar 3,063, dari hasil ini dapat diasumsikan bahwa variabel perencanaan sumber daya manusia berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Badan
Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Makassar.