• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini peneliti akan menguraikan: hasil penelitaian yang berisi tentang: (1) langkah-langkah pengembangan prototipe buku cerita bergambar tentang tradisi nglarung dalam konteks pendidikan karakter kebangsaan, (2) deskripsi kualaitas prototipe buku cerita bergambar tentang tradisi nglarung dalam konteks pendidikan karakter kebangsaan. Pembahasan dari hasil berkaitan dengan hasil penelitian dan pengembangan diurikan sebagai berikut.

4.1. HASIL PENELITIAN

4.1.1 Langkah-langkah Pengembangan Prototipe Buku Cerita Bergambar Tentang Tradisi Nglarung dalam Konteks Pendidikan Karakter Kebangsaan

Prototipe buku cerita yang berjudul “Ayo Mengenal Tradisi Nglarung” disusun berdasarkan enam tahapan dari 10 langkah penelitian Sugiyono. Langkah-langkah yang dilakukan peneliti adalah sebagai berikut:

5.1.1.1Potensi dan Masalah

Potensi yang peneliti soroti adalah tradisi nglarung. Tradisi nglarung adalah kegiata budaya yang dilakukan setahun sekali yaitu pada bulan sura, dengan tujuan untuk mengucap syukur kepada Tuhan atas rejeki dan keselamatan yang diberikan, mencintai kebersamaan, kebersihan, gotong royong, dan kegigihan.

Masalah yang peneliti dapatkan dari hasil wawancara kepada tujuh anak di daerah Prambanan, Sleman, seorang anak di Pekalongan, dan seorang anak di

Purworejo usia 9-11 tahun, peneliti mendapatkan data anak-anak tersebut tidak memahami tentang makna dari tradisi nglarung. Padahal tradisi tersebut memiliki beberapa nilai yang berkaitan dengan pendidikan karakter kebangsaan. Selanjutnya, peneliti mendapatkan data dari analisis kebutuhan anak di SD Kanisius Gowongan, Yogyakarta sejumlah 17 anak.

Analisis kebutuhan dilakukan dengan membagikan lembar kuesioner. Hal ini mendorong peneliti sebagai calon guru SD untuk membuat buku cerita bergambar tentang tradisi nglarung dengan tujuan menanamkan pendidikan karakter sejak dini dengan tujuan menananmkan pendidikan karakter dan anak-anak memahami tradisi nglarung.

5.1.1.2Pengumpulan Data

Peneliti mendapatkan data dari wawancara kepada tujuh anak di daerah Prambanan, Sleman, seorang anak di Pekalongan, dan seorang anak di Purworejo dan pengumpulan kuesioner yang diberikan kepada 17 anak umur 9-11 tahun di SD Kanisius Gowongan pada tanggal 26 November 2015. Data yang peneliti dapatkan adalah (1) 24% anak tidak mengetahui bahwa para nelayan melarung sesaji di tengah laut dan memperebutkan sesaji, (2) 29% anak tidak mengetahui bahwa setelah membersihkan lingkungan, nelayan bergotong-royong memasang tenda di tepi pantai, (3) kemudian 76% anak memerlukan buku yang berisi penjelasan tentang tradisi nglarung. Berikut hasil data kuesioner prapenelitian untuk anak yang disajikan dalam bentuk table 7.

Tabel 7. Hasil Rekapitulasi Data Kuesioner Prapenelitian untuk Anak

Pernyataan

Jawaban

Probandus Persentase

No. Ya Tidak Ya Tidak

1.

Tradisi nglarung adalah kegiatan budaya yang dilakukan masyarakat nelayan setiap satu tahun sekali pada bulan Sura dengan menghanyutkan sesuatu/ sesaji ke dalam laut.

16 1 94% 6%

2.

Tujuan dari tradisi nglarung adalah untuk mengucap syukur kepada Tuhan atas hasil laut yang didapat para nelayan.

11 6 65% 35%

3.

Sebelum melaksanakan tradisi nglarung para nelayan menghias perahu

9 8 53% 47%

4.

Setelah menghias perahu, para nelayan membersihkan lingkungan pantai.

8 9 47% 53%

5.

Setelah membersihkan

lingkungan, nelayan bergotong royong memasang tenda di tepi pantai.

5 12 29% 71%

6.

Menjelang pelaksanaan tradisi nglarung para nelayan bersama-sama membuat tempat sesaji.

16 1 94% 6%

7.

Para nelayan menyiapkan kelengkapan sesaji di mana segala macam sesaji tidak boleh basi dan harus baru.

11 6 65% 35%

8.

Para nelayan mendoakan sesaji yang akan dilarung yang dipimpin oleh pemuka agama.

9 8 53% 47%

9. para nelayan dengan gigih mendorong perahu yang akan

digunakan melarung.

10.

Para nelayan melarung sesaji di tengah laut dan memperebutkan sesaji.

4 13 24% 76%

11.

Pada tradisi nglarung, para nelayan merefleksikan diri untuk menambah motivasi nelayan dalam mengarungi kehidupan.

7 10 41% 59%

12.

Saya perlu buku yang berisi penjelasan tentang tradisi nglarung

13 4 76% 24%

13.

Buku tentang tradisi nglarung sebaiknya berupa buku cerita bergambar

11 6 65% 35%

Peneliti memilih aitem nomor 5, 10, 12, dan 13 untuk menunjukkan bahwa penelitian ini relevan untuk diteliti. Data tersebut menjadi acuan bagi peneliti untuk melakukan penelitian dan pengembangan dalam menyusun buku cerita bergambar tentang tradisi nglarung. Buku cerita bergambar tradisi nglarung diharapkan dapat membantu anak-anak di Yogyakarta supaya menyadari tentang pentingnya melestarikan tradisi nglarung sedini mungkin.

5.1.1.3Desain Prototipe

Desain prototipe diawali dengan membuat cerita sederhana berbahasa Indonesia supaya mudah dipahami anak-anak. Peneliti mebuat cerita yang menonjolkan nilai-nilai karakter kebangsaan. Kemudian membuat sketsa yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan dalam tradesi nglarung dan menentukan judul buku, yaitu “Ayo Mengenal Tradisi Nglarung”. Peneliti bekerjasama dengan desain grafis untuk membantu memperbaiki sketsa yang nantinya menjadi prototipe buku cerita bergambar tentang tradisi nglarung.

Gambar (1) Gambar (2)

Gambar 1. Sketsa Awal

Prototipe buku cerita bergambar ini terdapat cover buku dengan dominan warna yang cerah dan terdapat judul “Ayo Mengenal Tradisi Nglarung”. Cover depan berisi gambar yang berkaitan dengan tradisi nglarung, yaitu gambar Candra mengetahui makna dari tradisi nglarung. Peneliti membuat cover dengan warna yang cerah supaya anak-anak tertarik untuk menggunakan buku cerita bergambar tradisi nglarung. Kemudian buku diberi kata pengantar mengenai isi cerita dalam buku tersebut, dan juga diberi sembilan gambar yang dalam setiap gambar ada cerita sederhana mengenai kegiatan-kegiatan tradisi nglarung. Tentu saja gambar

yang dibuat mudah untuk diwarnai oleh anak usia 9-11 tahun. Kemudian peneliti menambahkan refleksi, daftar pustaka serta biografi penelis.

Gambar halaman 1 menggambarkan seorang anak bernama Candra berlibur ke Bantul bersama kedua orang tuanya. Gambar halaman 2 menggambarkan percakapan ayah dan Candra yang menjelaskan arti tradisi nglarung. Gambar halaman 3 menggambarkan kegiatan awal nglarung, yaitu para nelayan menghiasi perahu semenarik mungkin. Gambar halaman 4 menggambarkan kegiatan para nelayan yang bekerjasama membersihkan lingkungan pantai dan mendirikan tenda. Gambar halaman 5 menggambarkan para nelayan berkerjasama unyuk menyiapkan sesaji berupa sayur-sayuran, buah-buahan, kepala kerbau, dan bunga untuk dilarung.

Gambar halaman 6 menggambarkan sesaji yang didoakan bersama-sama, mengucap syukur kepada Tuhan atas rejeki yang diberikan, dan mohon keselamatan. Pada gambar halaman 7 menggambarkan para nelayan bergotong-royong memanggul sesaji yang sudah didoakan ke atas perahu dan siap dilarung ke tengah laut. Kemudian gambar halaman 8 menggambarkan para nelayan dengan gigih menghanyutkan sesaji ke tengah laut dan para nelayan dan masyarakat memperebutkan sesaji yang sudah dilarung di tengah laut yang kemudian para nelayan membawa pulang beberapa sesaji yang telah diperebutkan.

Para nelayan dan masyarakat sekitar percaya bahwa dengan membawa pulang beberapa sesaji yang telah diperebutkan akan mendapat berkat yang lebih. Buku cerita dan mewarnai diakhiri dengan gambar halaman 9 yang berisi tentang Candra yang akhirnya mengetahui makna dari tradisi nglarung. Peneliti juga

mencantumkan kepustakaan yang terkait pada buku “Buku Cerita Bergambar Tradisi Nglarung”. Bagian akhir buku terdapat daftar pustaka yang berkaitan dengan tradisi nglarung. Berikut adalah urutan isi dari buku cerita dan mewarnai yang dibantu oleh ahli desain grafis.

(Cover)

(2) Halaman 3 (4) Halaman 4

(5) Halaman 5 (6) Halaman 6

(9) Halaman 9

Gambar 2. Urutan Isi Protitipe Buku Cerita Bergambar Tentang Tradisi Nglarung

5.1.1.4Validasi Prototipe

Validasi prototipe dilakukan satu kali oleh dosen bahasa dan sastra. Berikut ini hasil validasi prototipe oleh dosen.

Tabel 8. Hasil Validasi Prototipe

No Item yang dinilai Skor Saran

1 2 4 5

1. Bahasa

2.2 Sesuai dengan kaidah penulisan EYD Perhatikan SPOK dan tanda baca, bedakan kata depan dan imbuhan, kalimat langsung dan tak langsung.

2.3 Dapat dipahami oleh anak-anak. Baik

2. Format penulisan

a. Sesuai dengan kaidah penulisan buku cerita dan mewarnai.

Baik

b. Menggunakan kepustakaan yang sesuai dengan teori kebudayaan Jawa, yaitu nglarung yang

diintegrasikan dengan pendidikan karakter kebangsaan.

3. Isi

a. Memuat cerita tentang salah satu tradisi Jawa.

Baik

b. Memuat nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam cerita tentang tradisi nglarung.

Baik

c. Memuat gambar-gambar yang berkaitan dengan alur cerita tentang tradisi nglarung.

Beberapa gambar pecah, posisi gambar dan cover perlu konsisten supaya enak dibaca. d. Memuat sembilan gambar tentang

tradisi nglarung

Baik

Total Skor 34

Nilai 34 : 8 = 4.5

Hasil validasi prototipe dari validator adalah 4.5 (sangat baik). Berdasarkan tabel klasifikasi, prototipe yang dikembangkan peneliti “sangat baik” sehingga layak diujicobakan.

5.1.1.5Revisi Prototipe

Peneliti melakukan revisi desain sesuai saran validator yang pertama, yaitu mengubah beberapa gambar yang pecah. Kedua, peneliti menambahkan ejaan sesuai EYD. Selain itu, peneliti juga mempertajam warna cover buku, awalnya cover berwarna biru muda dipertajam menjadi warna biru tua. Kemudian judul buku cerita, dari “Buku Cerita Tradisi Nglarung” berubah menjadi “Ayo Mengenal Tradisi Nglarung”. Peneliti juga menambahkan nama penyusun buku

pada bagian bawah cover depan buku, nama Universitas Sanata Dharma di cover bagian belakang. Berikut adalah gambar desain cover dengan judul buku setelah revisi.

Gambar 3. Perubahan cover sebelum dan setelah Direvisi

5.1.1.6Uji Coba Prototipe

Uji coba prototipe dilakukan oleh peneliti sebanyak dua kali di SD Kanisius Gowongan Yogyakarta diikuti 18 anak.

5.1.1.6.1 Uji Coba Prototipe di SD Kanisius Gowongan

Uji coba prototipe pertama dilakukan pada tanggal 21 Januari 2016 di SD Kanisius Gowongan Yogyakrta. Uji coba prototipe pertama diikuti oleh 9 anak yang berusia 9-11 tahun. Sebelum melakukan uji coba prototipe, peneliti mengundang anak-anak untuk berkumpul di perpustakaan. Mereka sangat antusias untuk mengikuti arahan dan mengikuti kegiatan hingga akhir. Kegiatan berlangsung selama 1 jam, mulai pukul 11.00 WIB-12.00 WIB. Kegiatan diawali dengan tanya–jawab tentang tradisi nglarung. Ternyata semua anak tidak mengetahui tentang tradisi nglarung dan mereka sangat antusias untuk

Buku Cerita Tradisi Nglarung

mendengarkan cerita dan penjelasan peneliti. Kegiatan ditutup dengan memberikan lembar refleksi kepada semua anak.

Gambar 4. Kegiatan uji coba prototipe di SD Kanisius Gowongan

Uji coba prototipe hari kedua dilakukan pada tanggal 25 Januari 2015, diikuti 9 anak. Tempat uji coba prototipe, yaitu di SD Kanisius Gowongan. Kegiatan tersebut dimulai pukul 12.30 WIB. Anak-anak yang mengikuti uji coba pada hari kedua berbeda dengan anak-anak yang uji coba pada hari pertama. Kegiatan diawali dengan tanya–jawab tentang tradisi nglarung. Ternyata semua anak tidak mengetahui tentang tradisi nglarung dan mereka sangat antusias untuk mendengarkan cerita dan penjelasan peneliti. Kegiatan ditutup dengan memberikan lembar refleksi kepada semua anak.

4.1.2 Deskripsi Kualitas Prototipe Buku Cerita Bergambar tentang Tradisi Nglarung dalam Konteks Pendididkan Karakter Kebangsaan

Deskripsi kualitas prototipe buku cerita bergambar “Ayo Mengenal Tradisi Nglarung” peneliti dapatkan setelah mengolah kuesioner berupa refleksi yang

dibagikan kepada 18 anak usia 9-11 tahun di SD Kanisius Gowongan, Daerah Istimewa Yogyakarta. Berikut merupakan hasil rekapitulasi refleksi anak.

Tabel 9. Hasil Rekapitulasi Refleksi Anak

Pernyataan

Jawaban

Probandus Persentase

Ya Tidak Ya Tidak

Setelah membaca buku “Ayo Mengenal Tradisi Nglarung”, saya memahami:

1. Tujuan nglarung untuk mengucap syukur nelayan atas hasil tangkapan ikan.

18 0 100% 0%

2. Mankna nglarung untuk memberikan

sesaji kepada penguasa laut. 1 17

6% 94%

3. Perlunya para nelayan bekerjasama dengan cara menghias perahu yang akan digunakan untuk melarung

16 2 89% 11%

4. Para nelayan bergotong royong membersihkan lingkungan pantai sebelum mereka melakukan upacara nglarung.

18 0 100% 0%

5. Para nelayan bersama-saman membuat sesaji yang akan mereka letakkan di dalam perahu yang digunakan untuk melarung.

16 2 89% 11%

6. Sebelum sesaji dilarung, para nelayan berdoa bersama untuk memohon keselamatan.

15 3 83% 17%

7. Para nelayan bersama-sama mendorong perahu ke laut untuk melarung sesaji dan masyarakat berebut sesaji tersebut.

16 2 89% 11%

8. Sesaji yang didapat nelayan dengan cara berebut dibawa pulang untuk memotivasi mereka bekerja dengan penuh semangat.

16 2 89% 11%

9. Buku cerita bergambar tradisi nglarung membantu saya mengerti arti dari tradisi nglarung.

18 0 100% 0%

10.Buku cerita bergambar nglarung mendorong saya untuk mengormati tradisi nglarung.

Dilihat dari tabel hasil rekapitulasi tersebut, peneliti mendapatkan data bahwa: (1) 100% anak telah memahami tujuan nglarung untuk mengucap syukur nelayan atas hasil tangkapan ikan, (2) 100% anak mengerti bahwa para nelayan bergotong royong membersihkan lingkungan pantai sebelum mereka melakukan upacara nglarung, (3) 100% anak menyatakan bahwa buku cerita bergambar membantu anak untuk mengerti arti dari tradisi nglarung. Berdasarkan data tersebut, prototipe buku cerita bergambar tradisi nglarung membantu anak terhadap pemahaman tentang tradisi nglarung yang berkaitan dengan pendidikan karakter melalui cerita dan gambar-gambar kegiatan tradisi nglarung.

Dokumen terkait