• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berjudul “Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Mengenai Operasi Bilangan Dengan Menggunakan Metode Permainan Pada Siswa Kelas I SD Marsudirini Muntilan Telah dilaksanakan pada bulan Mei 2012. Penelitian ini

terbagi menjadi 2 (dua) siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi.

a. Perencanaan

Peneliti mempersiapkan:

1) Kertas lipat dua warna, dipotong kecil-kecil berbentuk persegi untuk membedakan puluhan dan satuan dan setiap siswa membawa kertas minimal 20 potongan untuk setiap warna. 2) Kertas lipat dipotong persegi panjang untuk permainan domino,

setiap siswa mempunyai minimal lima kartu.

43 – 17 62

81 – 19 26

3) Perangkat Rencana Pembelajaran meliputi silabus, RPP, LKS,

bahan ajar, soal evaluasi, lembar pengamatan, dan lembar penilaian.

b. Tindakan/Pelaksanaan

1) Siklus I diadakan dalam dua kali pertemuan (@ 2 jam pelajaran) yaitu tanggal 14 Mei 2012 dan 10 Mei 2012.

2) Pertemuan pertama membahas tentang cara mengurangkan bilangan dengan menukar kertas puluhan menjadi satuan. 3) Siswa mengerjakan LKS dengan cara menukar kertas seperti

4) Siswa mengerjakan LKS yang kedua dengan cara memasangkan soal dengan memasangkan jawaban dengan

menarik garis.

5) Dalam pertemuan kedua diawali dengan bermain domino, dalam kelompok, setiap kelompok empat siswa.

6) Mengerjakan lembar evaluasi dan diperoleh data sebagai

berikut:

Tabel 4:2

Perbandingan Pencapaian Prestasi Kondisi Awal dan Siklus I

No Pembelajaran

Rata-rata

Hasil Belajar Siswa

Tuntas Tidak Tuntas

Jumlah presen Jumlah presen

1 Awal 48,33 5 18,51% 22 81,49%

2 Siklus I 67,77 15 55,55% 12 44,45%

Tabel 4:3

Perbandingan Prosentase Ketuntasan Kondisi Awal dan Siklus I

No Pembelajaran

Hasil Belajar Siswa

Tuntas Tidak Tuntas

Jumlah presen Jumlah presen

1. Studi Awal 5 18,51% 22 81,49%

2. Siklus 1 15 55,55% 12 44,45%

Grafik 3

Perbandingan Prosentase Ketuntasan Kondisi Awal dan Siklus I 48.33 18.51 81.49 67.77 55.55 44.45 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90

Nilai rata-rata Tuntas (%) Tidak Tuntas (%)

awal siklus I

c. Observasi

Guru mengamati selama proses pembelajaran

berlangsung dengan mengamati keaktifan siswa, pada waktu diskusi, bermain menukar kertas, kerja kelompok, bermain domino dan mengerjakan lembar evaluasi, untuk menilai aspek afektif, psikomotorik dan kognitif.

d. Refleksi

1) Selama pembelajaran siklus pertama ini siswa Nampak antusias, ada kenaikan ketuntasan, tetapi belum mencapai standar. Seperti terlihat dalam tabel di atas.

2) Saat bermain dominopun masih menggunakan waktu yang relatif lama, maksudnya waktu yang tersedia 18.51 81.49 55.55 44.45 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90

Tuntas (%) Tidak Tuntas (%)

awal siklus I

dalam jam pelajaran tersebut kurang, banyak siswa yang masih membawa sisa kartu.

3) Guru memberikan PR agar siswa membuat 3 soal pengurangan untuk ditanyakan kepada teman-teman di kelas.

Dari hasil analisis refleksi pada siklus pertama ternyata tingkat

ketuntasan belum sampai pada batas kriteria yang ditetapkan (90%). Hanya 15 siswa dari 27 siswa yang mencapai tingkat ketuntasan dan hanya 10 siswa yang menunjukkan motivasi dalam belajar (37%).

Dari hasil diskusi dengan teman sejawat diketahui, gejala yang

paling umum terjadi pada siswa yang belum tuntas karena mereka kesulitas dalam memahami konsep pengurangan dan ini umumnya terjadi pada kelompok siswa yang duduk di barisan depan, karena pada umumnya siswa yang duduk pada barisan paling depan adalah

siswa yang perlu bantuan dalam memahami konsep baru. Dan juga siswa yang sering usil kurang memperhatikan. Biasanya siswa yang sering usil (bermain sendiri saat guru menerangkan) juga kurang minat dalam belajar. Kelompok inilah yang diindentifikasi termasuk

kelompok yang tidak sungguh-sungguh dalam belajar.

Untuk mengantifikasi hal tersebut, upaya yang dilakukan pada siklus kedua dengan mengatur posisi tempat duduk (pindah tempat) untuk bekerjasama dengan teman, dan setiap siswa diberi kesempatan

untuk melakukan permainan domino. Usaha guru yang lain untuk menambah kecermatan, ketelitian dan kecepatan menghitung adalah

dengan bermain peran sebagai guru kecil. Guru kecil mengajukan 3 pertanyaan (3 soal) kepada teman-temanya.

1. Siklus II a. Perencanaan

Peneliti mempersiapkan:

1) Kertas lipat dua warna, dipotong kecil-kecil berbentuk persegi untuk membedakan puluhan dan satuan dan setiap siswa membawa kertas minimal 20 potongan untuk setiap

warna.

2) Kertas lipat dipotong persegi panjang untuk permainan domino, setiap siswa mempunyai minimal lima kartu.

65 - 29 49

94 - 45 36

3) Perangkat Rencana Pembelajaran (silabus, RPP, LKS, bahan ajar, soal evaluasi, lembar pengamatan, dan lembar penilaian).

b. Tindakan

1)Siklus kedua diadakan dalam dua kali pertemuan (@ 2 jam pelajaran) yaitu tanggal 15 Mei 2012 dan 18 Mei 2012.

2)Pertemuan pertama membahas tentang cara mengurangkan bilangan dengan menukar kertas puluhan menjadi satuan.

3)Siswa mengerjakan LKS dengan cara menukar kertas seperti yang telah diajarkan

4)Siswa mengerjakan LKS yang kedua dengan cara memasangkan soal dengan memasangkan jawaban dengan

menarik garis.

5)Dalam pertemuan kedua diawali dengan bermain domino, dalam kelompok, setiap kelompok empat siswa.

6)Mengerjakan lembar evaluasi dan diperoleh data sebagai

berikut:

a. Pada studi awal, siswa yang tuntas belajar hanya ada 5 siswa dari 27 siswa (18,51%) dengan nilai rata-rata 48,33.

b. Pada siklus I, siswa yang tuntas belajar ada 12 siswa dari 27 siswa (55,55%) dengan nilai rata-rata 67,77. c. Pada Siklus II, siswa yang tuntas belajar sudah

mencapai 26 siswa (96,29%) dengan nilai rata-rata

88,88.

Sedang siswa yang belum tuntas dalam belajar sebagai berikut: 1. Pada studi awal siswa yang belum tuntas sebanyak 22

2. pada siklus I siswa yang belum tuntas sebanyak 15 siswa dari 27 siswa (44,45 %)

3. Pada siklus II siswa yang belum tuntas sebanyak 1 siswa dari 27 siswa (3,71%)

Setelah dilakukan analisis terhadap tabel di atas, bahwa tingkat pemahaman siswa terhadap operasi bilangan khususnya pengurangan

sampai dengan bilangan 100, setelah menggunakan media permainan dalam pembelajaran menunjukkan kenaikan angka ketuntasan yang sangat signifikan.

Tabel 4:5

Perbandingan Pencapaian Prestasi Kondisi Awal dan Siklus Akhir

No Pembelajaran Rata-rata

Hasil Belajar Siswa

Tuntas Tidak Tuntas Jumlah presen Jumlah presen

1 Awal 48,33 5 18,51% 22 81,49%

2 Siklus I 67,77 15 55,55% 12 44,45%

3 Siklus II 88,88 26 96,29% 1 3,71%

Grafik 4:5

Tabel 4:6

Perbandingan Prosentase Ketuntasan Kondisi Awal dan Siklus Akhir

No Pembelajaran

Hasil Belajar Siswa

Tuntas Presen Tidak Tuntas Presen 1. Studi Awal 5 18,51% 22 81,49% 2. Siklus I 15 55,55% 12 44,45% 3. Siklus II 26 96,29% 1 3,71% Grafik 4:6

Perbandingan Prosentase Ketuntasan Kondisi Awal dan Siklus Akhir 48.33 18.51 81.49 67.77 55.55 44.45 88.88 96.29 3.71 0 20 40 60 80 100 120

Nilai rata-rata Tuntas (%) Tidak Tuntas (%)

awal siklus I siklus II

b. Observasi

Guru mengamati selama proses pembelajaran berlangsung dengan mengamati keaktifan siswa, pada waktu

diskusi, bermain menukar kertas, kerja kelompok, bermain domino dan mengerjakan lembar evaluasi, untuk menilai aspek afektif, psikomotorik dan kognitif.

c. Refleksi 18.51 55.55 96.29 81.49 44.45 3.71 0 20 40 60 80 100 120

awal siklus I siklus II

Tuntas (%) Tidak Tuntas (%)

1)Selama pembelajaran siklus II ini siswa tampak lebih antusias, dan kenaikan ketuntasan sudah melebihi standar.

2)Pada waktu bermain domino dapat menyelesaikan dengan cepat sesuai standar waktu yang ditentukan.

3)Guru memberikan tugas di rumah untuk memperlancar cara mengoperasikan bilangan.

Pada siklus II, setelah dilaksanakan perbaikan pembelajaran siswa yang tuntas belajar menjadi 26 siswa dari 27 siswa (96,29%) dengan nilai rata-rata 88,88. Sedangkan siswa yang menunjukkan motivasi dalam belajar

naik dari 15 siswa menjadi 26 siswa berarti naik 11 siswa lagi, ini berarti ada kenaikan ketuntasan belajar sebesar 40,74%, kenaikan motivasi belajar sebesar 40,74% dan kenaikan rata-rata sebesar 21,11.

Perubahan jumlah anggota kelompok dari 2 siswa menjadi 4 siswa dan penambahan waktu untuk bermain domino, serta pekerjaan rumah dari hasil siklus pertama, juga penambahan alokasi waktu untuk mengerjakan tes

dengan cara memberikan lembar soal kepada setiap siswa (pengerjaan tes pada siklus pertama dengan menyalin soal dari papan tulis) hasilnya 26 siswa tuntas dalam belajar dan jumlah siswa yang menunjukkan motivasi belajar sebanyak

26 siswa dari 27 siswa. Ini berarti perbaikan pembelajaran sudah berhasil, bahkan sudah melampaui kriteria yang telah

ditentukan, maka upaya perbaikan berakhir pada siklus II.

C. Pembahasan

Pembahasan didasarkan hasil penelitian tampak pada tabel di bawah ini

Rekapitulasi Nilai Evaluasi dari Studi Awal sampai Siklus Akhir

No Nama Siswa KKM Studi Awal Siklus I Siklus II 1. Abi Prasetya 65 65 70 100

2. Abigael Eudia Basuki 65 65 70 100

3. Albert Sebastian S 65 60 60 80

4. Cosmas Seto Adi 65 50 70 100

5. Denzel Christhoper R 65 75 80 100

6. Devon benedict Ch 65 60 80 100

7. Eko Yudiantoro 65 50 60 80

8. Eliana hartono 65 40 70 100

9. Harry Mahardika S 65 65 60 80

10. Joanna Elysia Ardina 65 50 90 100

11. Kiara May Hanjaya 65 30 50 80

13. Marcella Claresta W 65 60 60 80

14. Margaretha Fiorenza 65 50 70 100

15. Maria Alvina Putri T 65 50 60 80

16. Maria Angela Yuventa 65 30 60 80

17. Maria Veronika Ivana 65 30 50 60

18. Michael Efren K 65 50 60 80

19. Pande made Sabda B 65 50 80 100

20. Raymundus Ade H 65 30 70 100 21. Rena Octavia 65 60 90 100 22. Ridho Sonatha 65 30 50 80 23. Stefano Candra W 65 30 60 100 24. Steven Andrew W 65 30 80 100 25. Thomas Andhanu 65 40 70 80 26. Victoria Audrey P 65 60 80 100

27. Yasinta Mary Aryanti 65 30 50 80

Jumlah 1305 1830 2400 Rata - rata 48,33 67,77 88,88 Tuntas 5 15 26 % 18,51% 55,55% 96,29% Tidak tuntas 22 12 1 % 81,49% 44,45% 3,71%

d. Pada sudi awal, siswa yang tuntas belajar hanya ada 5 siswa dari 27 siswa (18,51%) dengan nilai rata-rata 48,33.

e. Pada siklus I, siswa yang tuntas belajar ada 12 siswa dari 27 siswa (55,55%) dengan nilai rata-rata 67,77.

f. Pada Siklus II, siswa yang tuntas belajar sudah mencapai 26 siswa (96,29%) dengan nilai rata-rata 88,88.

Sedang siswa yang belum tuntas dalam belajar sebagai berikut:

4. Pada studi awal siswa yang belum tuntas sebanyak 22 siswa dari 27 siswa (81,49%)

5. pada siklus I siswa yang belum tuntas sebanyak 15 siswa dari 27

siswa (44,45 %)

6. Pada siklus II siswa yang belum tuntas sebanyak 1 siswa dari 27 siswa (3,71%)

Setelah dilakukan analisis terhadap tabel di atas, bahwa tingkat

pemahaman siswa terhadap operasi bilangan khususnya pengurangan sampai dengan bilangan 100, setelah menggunakan metode permainan dalam pembelajaran menunjukkan kenaikan angka ketuntasan yang sangat signifikan.

51

B A B V

Dokumen terkait