HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berjudul “Peningkatan Prestasi Belajar pada Mata Pelajaran IPS dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tehnik Jigsaw pada Siswa Kelas V SD Pangudi Luhur III Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010” yang dilaksanakan selama tiga minggu. Dimulai tanggal 23 April 2010 – 7 Mei 2010.
1. Siklus I
a. Pelaksanaan penelitian
Pelaksanaan tindakan kelas siklus yang pertama dilaksanakan pada hari Jumat, 23 April 2010 dengan jumlah siswa 38 orang. Pembelajaran berlangsung sesuai dengan pedoman perencanaan pembelajaran yang telah direncanakan dan menggunakan pembelajaran kooperatif tehnik Jigsaw. Pada akhir siklus pertama ini dilakukan ulangan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa setelah melaksanakan pembelajaran.
b. Hasil Penelitian Siklus I
Setelah melakukan penelitian untuk siklus pertama, diperoleh nilai ulangan sebagai berikut :
Tabel 6 Nilai Ulangan IPS Siswa Kelas V SD Pangudi Luhur III Yogyakarta Siklus 1
NO NAMA SKOR NILAI
Ketuntasan Ya Tidak
1 Hosea Juan Danesh Kasih 11 55 - V
2 Fransiska Dian Larasati 13 65 V -
3 G. Baptista Rosi Ardi Ardian 9 45 - V
4 Alb. Bambang Dian 9 45 - V
5 Anastasya Prawesti Wuladari 14 70 V -
6 Andreas Adytia Pratama 13 65 V -
7 Bagas Yudanto 10 50 - V
8 Bernadea Narwesri 12 60 V -
9 Bernadus Ega Mahardika 12 60 V -
10 Brigita Chika N 13 65 V -
11 Dandy Bramantya 12 60 V -
12 Daniel Kurniawan 12 60 V -
13 Dewi Setya Swara 12 60 V -
14 Dionisius Arsa D 13 65 V -
15 Elisabeth Yodha 11 55 - V
16 Ellena Tifany 11 55 - V
17 Fransiska Rizkita 14 70 V -
18 Fransiscus Dwi Wahyu 11 55 - V
19 Gabriela Fortuna 11 55 - V
20 Hansen Wilbert Kusila 16 80 V -
21 Harkamaya Nursetya 15 75 V - 22 Ignatia Benna 15 75 V - 23 Leonila Yolanda 14 70 V - 24 Maerel Wandita 9 45 - V 25 Marcelinno Putra 11 55 - V 26 Margaaretha Vania 15 75 V -
27 Maria Angelina Kasih 12 60 V -
28 Natalia Eninda S. 13 65 V -
29 Priska Devi A 10 50 - V
30 Rahasade Avaloekitis 12 60 V -
31 Sekar Sari Dewi 13 65 V -
32 Sherina 12 60 V -
33 Wolfgang Panca Angga 13 65 V -
34 Yohanes Aruna Kertiyasa 10 50 - V
35 Alexander Moses B 13 65 V -
36 Michele Yosita - - - -
37 Budi Valendra 12 60 V -
38 Theofilus Risang Yogesvara 85 85 V -
39 Yosua D.E Kalempouw - - - -
Jumlah 523 2275 25 12
c. Refleksi
Hal-hal yang ditemukan selama proses pembelajaran berlangsung, antara lain :
1) Pada pelaksanaan siklus 1, hasil yang diperoleh berdasarkan hasil ulangan siswa, terdapat peningkatan prestasi dan sudah mencapai target yang diharapkan.
2) Siswa masih bingung dengan alur pembelajaran kooperatif tehnik
Jigsaw.
2. Siklus II
a. Pelaksanaan Penelitian Siklus II
Pelaksanaan tindakan kelas siklus yang kedua dilaksanakan pada hari Jumat, 7 Mei 2010 dengan jumlah siswa 36 orang. Pembelajaran berlangsung sesuai dengan pedoman perencanaan pembelajaran yang telah direncanakan dan menggunakan pembelajaran kooperatif tehnik
Jigsaw. Pada akhir siklus kedua ini dilakukan ulangan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa setelah melaksanakan pembelajaran.
b. Hasil Penelitian Siklus II
Setelah dilaksanakan penelitian pada siklus kedua ini, nilai yang diperoleh adalah sebagai berikut :
Tabel 7 Nilai Ulangan IPS Siswa Kelas V SD Pangudi Luhur III Yogyakarta Siklus 2
NO NAMA SKOR NILAI
Ketuntasan Ya Tidak 1 Hosea Juan Danesh Kasih - - - -
2 Fransiska Dian Larasati 16 80 V -
3 G. Baptista Rosi Ardi Ardian 14 70 V -
4 Alb. Bambang Dian 13 65 - V
5 Anastasya Prawesti Wuladari 14 70 V -
6 Andreas Adytia Pratama 10 50 - V
7 Bagas Yudanto 14 70 V -
8 Bernadea Narwesri 15 75 V -
9 Bernadus Ega Mahardika 13 65 - V
10 Brigita Chika N 14 70 V -
11 Dandy Bramantya 17 85 V -
12 Daniel Kurniawan - - - -
13 Dewi Setya Swara 16 80 V -
14 Dionisius Arsa D 14 70 V -
15 Elisabeth Yodha 17 85 V -
16 Ellena Tifany 14 70 V -
17 Fransiska Rizkita 17 85 V -
18 Fransiscus Dwi Wahyu 14 70 V -
19 Gabriela Fortuna 14 70 V -
20 Hansen Wilbert Kusila 16 80 V -
21 Harkamaya Nursetya - - - - 22 Ignatia Benna 17 85 V - 23 Leonila Yolanda 15 75 V - 24 Maerel Wandita 15 75 V - 25 Marcelinno Putra 11 55 - V 26 Margaaretha Vania 14 70 V -
27 Maria Angelina Kasih 16 80 V -
28 Natalia Eninda S. 15 75 V -
29 Priska Devi A 13 65 - V
30 Rahasade Avaloekitis 14 70 V -
31 Sekar Sari Dewi 15 75 V -
32 Sherina 13 65 - V
33 Wolfgang Panca Angga 15 75 V -
34 Yohanes Aruna Kertiyasa 15 75 V -
35 Alexander Moses B 14 70 V -
36 Michele Yosita 15 75 V -
37 Budi Valendra 11 55 - V
38 Theofilus Risang Yogesvara 17 85 V -
39 Yosua D.E Kalempouw 13 65 - V
Jumlah 520 260 26 8
3) Refleksi
Hal-hal yang ditemukan selama pelaksanaan siklus kedua, antara lain :
1) Siswa saling bekerja sama dengan siswa yang lain dalam satu kelompok untuk mendiskusikan materi yang menjadi tanggung-jawabnya sehingga prestasi yang diharapkan dapat tercapai karena siswa lebih aktif.
2) Terdapat perbedaan pendapat tentang cakupan materi yang dipelajari setiap kelompok karena menggunakan beberapa sumber (buku) yang berbeda.
B. Pembahasan
Peningkatan prestasi belajar siswa sebelum dilakukan penelitian sampai dengan hasil akhir pelaksanaan tindakan siklus kedua dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 10 Hasil ulangan siswa kelas V SD Pangudi Luhur III Yogyakarta sebelum dan sesudah tindakan.
NO NAMA
Sebelum tindakan Sesudah tindakan Nilai Nilai
siklus 1
Nilai siklus 2
1 Hosea Juan Danesh Kasih 25 55 - 2 Fransiska Dian Larasati 35 65 80 3 G. Baptista Rosi Ardi Ardian 25 45 70 4 Alb. Bambang Dian 30 45 65 5 Anastasya Prawesti Wuladari 50 70 70 6 Andreas Adytia Pratama 20 65 50
7 Bagas Yudanto 70 50 70
8 Bernadea Narwesri 65 60 75 9 Bernadus Ega Mahardika 45 60 65 10 Brigita Chika N 45 65 70 11 Dandy Bramantya 70 60 85 12 Daniel Kurniawan 95 60 - 13 Dewi Setya Swara 65 60 80 14 Dionisius Arsa D 45 65 70 15 Elisabeth Yodha 60 55 85
NO NAMA
Sebelum tindakan Sesudah tindakan Nilai Nilai
siklus 1
Nilai siklus 2
17 Fransiska Rizkita 70 70 85 18 Fransiscus Dwi Wahyu 55 55 70 19 Gabriela Fortuna 60 55 70 20 Hansen Wilbert Kusila 80 80 80 21 Harkamaya Nursetya 85 75 - 22 Ignatia Benna 100 75 85 23 Leonila Yolanda - 70 75 24 Maerel Wandita 50 45 75 25 Marcelinno Putra 30 55 55 26 Margaaretha Vania 80 75 70 27 Maria Angelina Kasih 55 60 80 28 Natalia Eninda S. - 65 75
29 Priska Devi A 50 50 65
30 Rahasade Avaloekitis 45 60 70 31 Sekar Sari Dewi 45 65 75
32 Sherina 65 60 65
33 Wolfgang Panca Angga 40 65 75 34 Yohanes Aruna Kertiyasa 70 50 75 35 Alexander Moses B 50 65 70
36 Michele Yosita - - 75
37 Budi Valendra 40 60 55
38 Theofilus Risang Yogesvara 15 85 85 39 Yosua D. E Kalempouw 50 - 65
Jumlah 1910 2275 2600
Rata – rata 53,05 61,48 72,22
Berdasarkan analisa data pada tabel di atas terdapat terdapat kenaikan rata-rata nilai ulangan sampai dengan siklus yang kedua. Data awal sebelum diadakannya tindakan, nilai rata-rata siswa adalah 53,05, pada siklus pertama mencapai 61,48 dan pada siklus kedua mencapai 72,22. Hal ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata yang diperoleh siswa mengalami peningkatan disetiap siklus. Dengan adanya peningkatan rata-rata nilai siswa yang telah melebihi indikator keberhasilan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa peningkatan prestasi belajar sudah tercapai. Ini berarti penelitian dapat dihentikan sampai siklus kedua dan tidak perlu dilanjutkan.
Hasil penelitan dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 11 : Hasil penelitian
N
o Nama
Ketuntasan
Sebelum Tindakan Siklus 1 Siklus 2
Ni lai Ketuntasan Nilai Ketuntasan Nilai Ketuntasan
Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak
1 Hosea Juan Danesh 25 - V 55 - V - - - 2 Fransiska Dian L 35 - V 65 V - 80 V - 3 G. Baptista Rosi A 25 - V 45 - V 70 V - 4 Alb. Bambang Dian 30 - V 45 - V 65 - V 5 Anastasya P W 50 - V 70 V - 70 V - 6 Andreas Adytia P 20 - V 65 V - 50 - V 7 Bagas Yudanto 70 V - 50 - V 70 V - 8 Bernadea Narwesri 65 - V 60 V - 75 V - 9 Bernadus Ega M 45 - V 60 V - 65 - V 10 Brigita Chika N 45 - V 65 V - 70 V - 11 Dandy Bramantya 70 V - 60 V - 85 V - 12 Daniel Kurniawan 95 V - 60 V - - - - 13 Dewi Setya Swara 65 - V 60 V - 80 V - 14 Dionisius Arsa D 45 - V 65 V - 70 V - 15 Elisabeth Yodha 60 - V 55 - V 85 V - 16 Ellena Tifany 30 - V 55 - V 70 V - 17 Fransiska Rizkita 70 V - 70 V - 85 V - 18 Fransiscus Dwi W 55 - V 55 - V 70 V - 19 Gabriela Fortuna 60 - V 55 - V 70 V - 20 Hansen Wilbert K 80 V - 80 V - 80 V - 21 Harkamaya N 85 V - 75 V - - - - 22 Ignatia Benna 100 V - 75 V - 85 V - 23 Leonila Yolanda - - - 70 V - 75 V - 24 Maerel Wandita 50 - V 45 - V 75 V - 25 Marcelinno Putra 30 - V 55 - V 55 - V 26 Margaaretha Vania 80 V - 75 V - 70 V - 27 Maria Angelina K 55 - V 60 V - 80 V - 28 Natalia Eninda S. - - - 65 V - 75 V - 29 Priska Devi A 50 - V 50 - V 65 - V 30 Rahasade A 45 - V 60 V - 70 V - 31 Sekar Sari Dewi 45 - V 65 V - 75 V - 32 Sherina 65 - V 60 V - 65 - V 33 Wolfgang Panca A 40 - - 65 V - 75 V - 34 Yohanes Aruna K 70 V - 50 - V 75 V - 35 Alexander Moses B 50 - - 65 V - 70 V - 36 Michele Yosita - - V - - V 75 V - 37 Budi Valendra 40 - V 60 V - 55 - V 38 Theofilus Risang Y 15 - V 85 V - 85 V - 39 Yosua D.E K 50 - V - - - 65 - V Jumlah 1910 9 27 2320 25 12 2600 28 8 Rata – rata 53,05 61,48 72,22 PROSENTASE 25,00 % 75,00 % 65,78 % 34,21 % 77,78 % 22,22 %
Berdasarkan perolehan nilai yang telah dipaparkan dalam tabel diatas, siklus pertama diikuti oleh 37 siswa dan pada siklus kedua diikuti 36 siswa. Perbedaan ini disebabkan karena setiap siklus pertama ada 1 siswa yang tidak hadir karena sakit, pada siklus kedua ada 3 orang yang tidak hadir karena sakit.
Pada siklus pertama yang memperoleh nilai 85 hanya satu orang, satu orang mendapat 80, tiga orang mendapat 75, tiga orang mendapat 70, delapan orang mendapat 65, sembilan orang mendapat 60, enam orang mendapat 55, tiga orang mendapat 50, tiga orang mendapat 45. Jadi siswa yang mendapat nilai di atas kriteria ketuntasan minimal pada siklus 1 sebanyak 25 orang atau mencapai 65,78% dari 37 siswa. Sebanyak 13 orang yang mendapat nilai dibawah kriteria ketuntasan minimal atau 34,21%. Siswa yang nilainya di bawah kriteria ketuntasan minimal disebabkan karena pada saat proses pembelajaran tidak memperhatikan penjelasan dari guru sehingga tidak mengetahui materi terlebih pada saat membahas materi di kelompok ahli. Berhubung karena pada siklus pertama nilai rata-rata hanya mencapai 61,48 dan belum mencapai target indikator keberhasilan, maka penelitian dilanjutkan pada siklus kedua.
Namun demikian terdapat 13 siswa atau 36% yang mengalami penurunan nilai setelah dilakukan tindakan siklus pertama dan 26 siswa atau 64% mengalami penaikan nilai. Siswa yang mengalami penurunan nilai tersebut dikarenakan, siswa belum bisa menyesuaikan cara belajarnya dengan model pembelajaran kooperatif tehnik Jigsaw.
Pada siklus kedua, siswa lebih aktif dibandingkan dengan siklus pertama hal ini dikarenakan siswa telah menguasai alur pembelajaran model kooperatif
tehnik Jigsaw terutama pada pembentukan kelompok sehingga berjalan lancar. Dengan motivasi dari guru, siswa lebih bersemangat dalam membahas materi yang menjadi tanggung jawabnya. Siswa saling berinteraksi dalam kelompok ahli dan mempertanggung jawabkan materinya dalam kelompok asal. Pada siklus pertama ini, lima orang mendapat 85, empat orang mendapat 80, delapan orang mendapat 75, sebelas orang mendapat 70, lima orang mendapat 65, dua orang mendapat 55, satu orang mendapat 50. Jadi pada siklus kedua ini terdapat 28 orang atau mencapai 77,78 % dari 36 siswa.
Dalam pelaksanaan siklus pertama dan kedua terdapat 3 orang atau 8,6% yang mengalami penurunan nilai sebanyak 0,5 dan. Hal ini dikarenakan pada saat pelaksanaan siklus 2 kurang memperhatikan penjelasan dari guru dan kurang bekerjasama dengan siswa lain saat berada di kelompok ahli sehingga kurang menguasai materi yang menjadi tanggung-jawabnya. Selain itu terdapat 3 orang yang tidak mengalami kenaikan dan penurunan nilai (stabil), hal ini dikarenakan pada siklus 2 siswa tersebut kurang aktif dibandingkan siklus kedua. Cara belajarnya pada siklus kedua masih sama dengan cara belajarnya pada siklus pertama. Dari ketiga siswa tersebut yang nilainya mencapai indikator keberhasilan sebanyak 2 orang yakni mencapai 70 dan 80, sedangkan yang di bawah indikator keberhasilan hanya mencapai 53,05.
Dari hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa hipotesis penggunaan pembelajaran model kooperatif dengan tehnik Jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar dalam mata pelajaran IPS. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada siklus satu dan
dua. Pada kondisi awal 53,05 menjadi 61,48 pada siklus satu dan 72,22 pada siklus dua.
Peningkatan prestasi belajar siswa dapat dilihat dari grafik di bawah ini :
0 20 40 60 80
Kondisi Awal Siklus 1 Siklus 2
Gambar 3: Peningkatan prestasi belajar siswa
Hasil penelitian ini sesuai dengan temuan hasil penelitian Djoko Prajitno (Universitas Negeri Malang, 2009 tentang Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Pada Siswa Kelas V SDN Panggungrejo 01 Kec.Panggungrejo Kab.Blitar Tahun Pelajaran 2009/2010 dengan hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran model Jigsaw ada peningkatan aktivitas belajar siswa. Dalam penelitiannya, pada siklus 1 menunjukkan kenaikkan yaitu pada pertemuan 1 siklus 1 mencapai 75 %, pertemuan 2 siklus 1 mencapai 81 %, pertemuan 3 siklus 2 mencapai 84 % dan pada pertemuan 4 siklus 2 mencapai 87 %, hal ini menunjukkan jumlah siswa yang belum tuntas belajarnya semakin berkurang (diunduh dari tanggal 27 Mei 2010 pukul 21.45 WIB).
Hasil penelitian ini juga sesuai dengan temuan hasil penelitian yang dilakukan oleh Candra Damayanti tentang Implementasi Model Pembelajaran
Kooperatif Tipe Jigsaw dalam Rangka meningkatkan Penguasaan Konsep Ekosistem Siswa kelas X di SMA Negeri 2 Karanganyar. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata prosentase peran serta siswa dalam kegiatan belajar mengajar di kelas siklus I = 73,97%; siklus II = 82,49% dan penguasaan konsep ekosistem siklus I = 60,92%; siklus II = 70,5% (diunduh dari tanggal 27 Mei 2010 pukul 22.15 WIB)
Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh
Dra. Mujinem Universitas Sanata Dharma, 2009) tentang “Peningkatan Prestasi Belajar IPS Materi Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia Melalu Pendekatan Cooperatif Learning Tehnik Jigsaw Kelas VB SD Srandakan 1 Tahun Pelpelajaran 2008/2009” dengan hasil rata-rata ulangan harian sebelum penelitian mencapai 54,90, setelah diadakan tindakan penelitian nilai rata-rata ulangan harian mencapai 61,93 pada siklus 1 dan 68,74 pada siklus 2. Hal ini menunjukkan jumlah siswa yang belum tuntas sebanyak 35,48% setelah diadakan tindakan terjadi peningkatan siswa yang tuntas mencapai 54,84% pada siklus 1 dan 77,92% pada siklus 2 (diunduh dari tanggal 27 Mei 2010)
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN