BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
{ ∑ ∑
−∑ ∑}{ ∑∑
−( )∑ }
− 2 2 2 2 X N Y Y X N Y X XY N Keterangan : xyr : Koefisien validitas item N : Jumlah subyek
X : Skor-skor item Y : Skor total peraspek
Penentuan validitas dilakukan dengan memberi skor pada setiap item dan mentabulasi data uji coba. Selanjutnya proses perhitungan dilakukan dengan komputer program SPSS (Statistical Programme for Social Sciences) agar lebih efektif dan efisien.
Prosedur seleksi item berdasarkan data hasil penelitian item pada kelompok subyek yang karakteristiknya setara dengan subyek yang hendak dikenai skala dengan melakukan analisis kualitatif terhadap parameter-parameter item. Dalam penentuan layak tidaknya suatu item yang digunakan, biasanya dilakukan uji signifikansi koefisien korelasi pada taraf signifikan 0,05, artinya suatu item dianggap valid jika berkorelasi signifikan
terhadap skor total. Jadi semua item yang mencapai koefisien korelasi item total positif dan signifikan pada taraf signifikansi ≤
0,05 dianggap mempunyai konsitensi internal yang memuaskan. Hasil rekapitulasi penelitian yang di dapat bahwa semua kuesioner dinyatakan valid semua. Hasil valid tidaknya kuesioner ada pada tabel 4.
Tabel 4
Rekapitulasi Hasil Analisis Uji Validitas Item No. ASPEK (BIDANG BIMBINGAN) INDIKATOR Jumlah Item Jumlah Item Valid Jumlah Item Gugur 1. Bimbingan Pribadi Penyesuaian diri Bakat minat Pengambilan keputusan Pemecahan masalah Kesehatan Manajemen waktu Pengelolahan emosi (perasaan) 12 12 0
2. Bidang Sosial Pemecahan masalah dengan teman Menjalin relasi dengan teman sebaya Berempati Pergaulan dengan teman sebaya Menghargai teman 11 11 0
No. ASPEK (BIDANG BIMBINGAN) INDIKATOR Jumlah Item Jumlah Item Valid Jumlah Item Gugur 3. Bimbingan Belajar Manajemen waktu belajar Disiplin belajar Gaya belajar Cara belajar Motivasi belajar Kebiasaan belajar Daya tangkap materi / mata pelajaran 11 11 0 4. Bimbingan Karier Mengenal berbagai bidang pekerjaan Bakat minat Informasi SMA/SMK dan Jurusan 6 6 0 Jumlah item 40 b. Reliabilitas Instrumen
Reliabilitas instrumen adalah taraf sampai di mana suatu instrumen menunjukkan konsistensi hasil pengukurannya yang diperlihatkan dalam taraf ketepatan dan ketelitian hasil. Reliabilitas sebenarnya mengacu kepada konsistensi atau kepercayaan hasil ukur, yang mengandung makna kecermatan pengukuran (Azwar, 2003: 83). Tes yang reliabel akan menunjukkan ketepatan dan ketelitian hasil dalam suatu pengukuran. Metode yang dipakai untuk pengujian tingkat reliabilitas adalah metode crombach alpha. Alasan menggunakan metode crombach alpha karena dalam
penelitian ini menggunakan skala likert. Derajat reliabilitas ditentukan dengan pedoman daftar indeks korelasi reliabilitas tersebut ditentukan dengan pedoman daftar indeks korelasi reliabilitas dengan ancar-ancar sebagai berikut (Masidjo, 2006: 72):
Tabel 5
Pedoman daftar indeks korelasi reliabilitas
Koefisien korelasi Kualifikasi 0,91-1,00 0,71-0,90 0,41-0,70 0,21-0,40 Negatif-0,20 Sangat tinggi Tinggi cukup Rendah Sangat rendah c. Uji Realibilitas
Realibilitas adalah suatu nilai yang menunjukkan konsistensi suatu alat pengukur dalam mengukur gejala yang sama (Umar, 2003). Suatu kuesioner dikatakan konsisten apabila dalam pengambilan data secara berulang-ulang dapat memberikan hasil yang sama (konsisten) dengan catatan semua kondisi tidak berubah. Jadi, suatu kuesioner dikatakan realibel apabila jawaban seseorang atas pertanyaan adalah konsisten dari waktu ke waktu (Umar, 2003).
Untuk mencari reliabilitas instrument yang skornya bukan 1, tetap merupakan rintangan antara beberapa nilai, misalnya 0-10 atau bentuk skala 1-3, 1-5, atau 1-7 dan seterusnya dapat menggunakan teknik Cronbach (Umar, 2003). Rumus Cronbach adalah sebagai berikut:
⎟⎟ ⎠ ⎞ ⎜⎜ ⎝ ⎛ ∑ − ⎟ ⎠ ⎞ ⎜ ⎝ ⎛ − = 1 22 1 t b n k k r σ σ Keterangan: rn = Reliabilitas instrument k = Banyaknya butir pertanyaan
2
b
σ
Σ = Jumlah varian butir
2
t
σ
= Varians totalDengan ketentuan yang berlaku adalah apabila hasil uji reliabilitas akan dinyatakan benar-benar reliabel jika koefisien alpha yang dihasilkan > indeks reliabilitas yaitu sebesar 0,6 menurut kriteria Nunally dalam Ghozali (2001).
D. Prosedur Pengumpulan Data
Secara garis besar pengumpulan data dilaksanakan dalam tahap persiapan mencakup penyusunan kuesioner dan pelaksanaan pengumpulan data mencakup penyebaran dan pengisian kuesioner, serta pengumpulan kuesioner. 1. Tahap persiapan
adalah menentukan variabel penelitian yaitu permasalahan siswa. Selanjutnya merumuskan aspek-aspek bidang bimbingan yang meliputi 4 bidang bimbingan yaitu bimbingan pribadi, sosial, belajar dan karier, kemudian dijabarkan dalam indikator-indikator. Dari indikator-indikator tersebut dirumuskan menjadi butir-butir yang dapat mengungkapkan aspek yang ingin diukur. Butir-butir pernyataan yang tersusun sebanyak 40 butir. Setelah butir kuesioner tersusun, penulis mengkonsultasikannya kepada ahli dalam bidang yang bersangkutan yaitu:
a. A. Setyandari S. Pd, S. Psi, Psi, M.A (Dosen pembimbing skripsi)
b. Nyi Musi Giri Astuti, S.Pd. (Koordinator BK SMP Taman Dewasa Jetis Yogyakarta)
2. Tahap pelaksanaan pengumpulan data
Setelah mendapat persetujuan dari dosen pembimbing untuk melakukan penelitian, maka peneliti mengurus perijinan untuk melakukan penelitian kepada Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Surat ijin diberikan dengan nomor 009/Pen/BK/JIP/V/2011, tanggal 9 Mei 2011. Pengumpulan data dilakukan di SMP Taman Dewasa Jetis Yogyakarta.
Sebelum pengumpulan data dilakukan, peneliti menghubungi Koordinator BK di SMP Taman Dewasa Jetis Yogyakarta untuk menentukan waktu yang tepat. Setelah terjadi kesepakatan maka penelitian dilaksanakan dengan waktu dan hari yang berbeda sesuai dengan waktu
masing-masing kelas. Pelaksanaan pengisian kuesioner berlangsung selama 2 hari berturut-turut yakni dari tanggal 10 Mei sampai 11 Mei 2011. Waktu pengisian kuesioner berkisar antara 20 menit sampai 30 menit.
Dalam tahap pelaksanaan penelitian, penulis datang sendiri ke sekolah SMP Taman Dewasa Jetis Yogyakarta. Sebelum pengambilan data dimulai penulis menjelaskan tujuan penelitian serta menjelaskan petunjuk tentang cara pengisian kuesioner. Jumlah siswa dalam tiga kelas adalah 91 siswa, terdiri dari Kelas VIII B terdiri dari 28 siswa semua hadir, untuk kelas VIII C terdiri 32 siswa tetapi ada siswa yang tidak hadir 5, sedangkan untuk kelas VIII E terdiri dari 31 siswa tetapi ada siswa yang tidak hadir 2 sehingga jumlah subyek penelitian adalah 84 siswa.
Langkah-langkah pengumpulan data sebagai berikut:
a. Mempersiapkan diri 1 jam lebih awal dari waktu yang sudah ditentukan.
b. Membagikan kuesioner yang telah dipersiapkan
c. Memberi penjelasan mengenai cara mengisi kuesioner, dan responden di beri kesempatan untuk bertanya.
d. Memberi kesempatan kepada responden untuk mengisi kuesioner. e. Memeriksa kembali kuesioner yang telah dikumpulkan.
E. Teknik Analisis Data
Langkah-langkah analisis yang ditempuh yaitu:
1. Menentukan skor dari setiap alternatif jawaban. Skor untuk masing-masing alternatif jawaban tergantung dari bentuk pernyataan. Untuk pernyataan positif skor untuk jawaban Selalu (S): 4, Sering (SR): 3, Jarang (JR): 2, dan Tidak Pernah (TP): 1.
2. Menghitung jumlah skor dari masing-masing subyek. 3. Membuat tabulasi data.
4. Menghitung frekuensi berdasarkan skor untuk setiap item.
5. Menghitung prosentase berdasarkan frekuensi yang telah diperoleh untuk setiap item.
6. Menentukan penggolongan tingkat masing-masing aspek permasalahan siswa berdasarkan tiga kategori yaitu kategori tinggi, sedang, dan rendah (Azwar, 1999). penggolongan tingkat permasalahan siswa dilihat pada tabel 6.
Tabel 6
Penggolongan Tingkat Permasalahan Siswa- siswi kelas VIII SMP Taman Dewasa Jetis Yogyakarta Tahun Ajaran 2010/2011
Kategori Patokan
Tinggi > 75 %
Sedang 56% - 75 %
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Permasalahan yang dihadapi oleh siswa-siswi, dibagi dalam empat aspek bimbingan yaitu bimbingan pribadi, bimbingan social, bimbingan belajar, dan bimbingan karier. Permasalahan siswa-siswi tersebut dibagi menjadi empat alternative jawaban yaitu tidak pernah, jarang, sering, dan selalu.
Permasalahan siswa terdiri dari bidang bimbingan pribadi, bimbingan sosial, bimbingan belajar dan bimbingan karier. Permasalahan tersebut dikategorikan dalam tiga kategori yaitu kategori rendah, kategori sedang dan kategori tinggi.
a. Bimbingan Pribadi
Pada bidang bimbingan pribadi yang terdiri dari 12 item permasalahan siswa yang meliputi mengenal kelebihan dan kekurangan, percaya diri, minat dan bakat, tanggungjawab, mengambil keputusan sendiri, dapat memecahkan masalah, dapat membedakan antara hal-hal yang bermanfaat dan berbahaya bagi kesehatan, cara mengembangkan sikap yang positif, memahami perubahan yang terjadi yang terkait dengan pertumbuhan badan, pengungkapan perasaan secara jujur, menerima kelemahan diri dan pengisian waktu luang. Hasil data yang diperoleh dapat dilihat pada tabel 7.
Tabel 7
Permasalahan Siswa dalam Bidang Pribadi
No Item
Alternatif jawaban
Selalu Sering Jarang Tidak
pernah
1 Saya mengenal kelebihan dan kekurangan saya.
44,0% 26,2% 29,8% 0% 2 Saya adalah orang yang
percaya diri.
25,0% 29,8% 45,2% 0% 3 Saya mengetahui minat dan
bakat saya.
47,6% 26,2% 23,8% 2,4% 4 Saya mampu bertanggung
jawab dalam kehidupan saya sehari-hari.
31,0% 29,8% 38,1% 1,2%
5 Saya mampu mengambil keputusan sendiri
44,0% 22,6% 33,3% 0% 6 Saya dapat memecahkan
masalah yang sedang saya hadapi.
11,9% 46.4% 40,5% 1,2%
7 Saya mampu membedakan antara hal-hal yang bermanfaat dan berbahaya bagi kesehatan fisik saya.
42,9% 40,5% 16,7% 0%
8 Saya memahami cara-cara mengembangkan sikap yang positif
32,1% 38,1% 28,6% 1,2%
9 Saya memahami dengan baik perubahan-perubahan yang terjadi pada diri saya terkait dengan pertumbuhan badan saya.
32,1% 40,5% 26,2% 1,2%
10 Saya mampu
mengungkapkan perasaan saya dengan jujur.
22,6% 36,9% 38,1% 2,4%
11 Saya bisa menerima kelemahan-kelemahan
dalam diri saya.
39,3% 31,0% 28,6% 1,2%
12 Saya mengetahui cara-cara yang tepat untuk mengisi waktu luang sehingga waktu tersebut dapat digunakan dengan sebaik mungkin
21,4% 35,7% 39,3% 3,6%
Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa permasalahan siswa pada bimbingan pribadi yaitu meliputi kurang mengetahui cara-cara yang tepat untuk mengisi waktu luang, kurang mampu mengungkapkan perasaan secara jujur, dan kurang mengetahui minat dan bakat dirinya.
Tabel 8
Permasalahan siswa dalam keseluruhan aspek bimbingan Pribadi
Kategori Frekuensi % Rendah 3 3.6 Sedang 40 47.6 Tinggi 41 48.8 Total 84 100.0
Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa permasalahan siswa dalam aspek bimbingan pribadi memiliki tiga ketegori yaitu dengan kategori rendah ada 3 siswa (3,6%), kategori sedang ada 40 siswa (47,6 %) dan kategori tinggi ada 41 siswa (48,8%). Kategori rendah dan sedang diartikan bahwa siswa mengalami masalah sedangkan kategori tinggi siswa tidak mengalami masalah. Pada bidang bimbingan pribadi dapat disimpulkan bahwa dari 84 siswa skor tertinggi terdapat pada kategori tinggi dengan jumlah siswa 41 siswa.
a. Bimbingan Sosial
Pada bidang bimbingan sosial yang terdiri dari 11 item yang meliputi cara mengatasi bercerita kepada teman untuk mendapatkan
penuh perhatian pada teman yang berbicara, dapat bekerja sama, dapat berempati, mampu berbagi dengan teman ketika menghadapi masalah, berteman dengan lawan jenis, menghargai teman yang berbeda pendapat, berani mengungkapkan pendapat dan mampu berinteraksi dengan baik. Hasil data yang diperoleh dapat dilihat pada tabel 9.
Tabel 9
Permasalahan Siswa dalam Bidang Sosial
No. Item Alternatif Jawaban
Selalu Sering Jarang Tidak pernah
1. Saya mengetahui cara mengatasi permasalahan saya dengan teman
22,6% 36,9% 39,3% 1,2%
2. Saya bercerita kepada teman saya untuk mendapatkan solusi terhadap permasalahan yang saya alami
38,1% 29,8% 25,0% 7,1%
3. Saya bisa berteman dengan siapa saja
64,3% 23,8% 11,9% 0% 4. Saya mampu mendengarkan
dengan penuh perhatian pada teman yang berbicara dengan saya.
48,8% 36,9% 14,3% 0%
5. Saya mampu bekerjasama dengan teman
44,0% 39,3% 14,3% 2,4% 6. Saya mampu berempati
terhadap perasaan teman
33,3% 38,1% 27,4% 1,2% 7. Saya bercerita kepada teman
ketika saya mempunyai masalah
36,9% 22,6% 33,3% 7,1%
8. Saya mampu berteman dengan lawan jenis
44,0% 32,1% 22,6% 1,2% 9. Saya menghargai teman yang
berbeda pendapat dengan saya.
38,1% 42,9% 19,0% 0%
10. Saya berani mengungkapkan pendapat kepada teman
25,0% 44,0% 27,4% 3,6% 11. Saya mampu berinteraksi
dengan baik
Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa permasalahan siswa pada bimbingan sosial yaitu meliputi kurang bisa bercerita kepada teman saya untuk mendapatkan solusi terhadap permasalahan yang saya alami, kurang berani mengungkapkan pendapat kepada teman, kurang mampu bekerjasama dengan teman.
Tabel 10
Permasalahan siswa dalam keseluruhan aspek bimbingan Sosial
Kategori Frekuensi % Rendah 3 3.6 Sedang 33 39.3 Tinggi 48 57.1 Total 84 100.0
Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa permasalahan siswa dalam aspek bimbingan sosial memiliki tiga ketegori yaitu dengan kategori rendah ada 3 siswa dengan persentase 3,6%, kategori sedang ada 33 siswa dengan kategori 39,3 % dan kategori tinggi ada 48 siswa dengan persentase 57,1 %. Pada bidang bimbingan sosial dapat disimpulkan bahwa dari 84 siswa skor tertinggi terdapat pada kategori tinggi dengan jumlah siswa 48 siswa.
b. Bimbingan Belajar
Pada bidang bimbingan belajar yang terdiri dari 11 item yang meliputi mengetahui cara-cara yang tepat dan efektif untuk
menghadapi ujian, kedisiplinan waktu pada saat belajar, kebiasaan belajar yang baik, merasa tidak cemas pada saat menghadapi ujian, dapat menerima materi yang diberikan oleh guru, dapat mengikuti penjelasan guru sewaktu pelajaran berlangsung, membuat ringkasan atau catatan untuk membantu kegiatan belajar dan menggunakan tempat belajar yang nyaman dan mendukung. Hasil data yang diperoleh dapat dilihat pada tabel 11.
Tabel 11
Permasalahan Siswa dalam Bidang Belajar
No. Item
Alternatif Jawaban
Selalu Sering Jarang
Tidak Pernah
1. Saya mengetahui cara-cara yang tepat dan efektif untuk meningkatkan semangat belajar.
26,2% 35,7% 35,7% 2,4%
2. Saya mengetahui cara-cara yang tepat dan efektif dalam menghadapi ujian.
23,8% 42,9% 33,3% 0%
3. Saya termasuk orang yang disiplin waktu dalam belajar
10,7% 19,0% 61,9% 8,3%
4. Saya dapat berkonsentrasi dengan baik pada saat belajar.
14,3% 35,7% 50,0% 0%
5. Saya memiliki kebiasaan belajar yang baik
11,9% 22,6% 59,5% 6,0%
6. Saya mampu
menggunakan waktu belajar saya dengan baik.
10,7% 26,2% 59,5% 3,6%
7. Saya merasa siap dan tidak cemas pada saat menghadapi
ujian/ulangan.
No. Item Alternatif Jawaban Selal u Sering Jarang Tidak Pernah
8. Saya dapat menerima materi yang diberikan oleh guru
28,6 %
41,7% 29,8% 0%
9. Saya dapat mengikuti penjelasan dari guru sewaktu pelajaran berlangsung.
27,4 %
47,6% 25,0% 0%
10. Saya membuat catatan/
ringkasan untuk membantu kegiatan belajar 16,7 % 34,5% 44,0% 4,8% 11. Saya menggunakan tempat belajar yang nyaman dan mendukung
32,1 %
40,5% 26,2% 1,2%
Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa permasalahan siswa pada bimbingan belajar yaitu meliputi kurang disiplin waktu dalam belajar, kurang memiliki kebiasaan belajar yang baik, malas membuat catatan/ ringkasan untuk membantu kegiatan belajar.
Tabel 12
Permasalahan siswa dalam keseluruhan aspek bimbingan Belajar
Kategori Frekuensi % Rendah 12 14.3 Sedang 53 63.1 Tinggi 19 22.6 Total 84 100.0
ketegori yaitu dengan kategori rendah ada 12 siswa dengan persentase 14,3%, kategori sedang ada 53 siswa dengan kategori 63,1 % dan kategori tinggi ada 19 siswa dengan persentase 22,6 %. Pada bidang bimbingan belajar dapat disimpulkan bahwa dari 84 siswa skor tertinggi terdapat pada kategori sedang dengan jumlah siswa 53 siswa. c. Bimbingan Karier
Pada bidang bimbingan karier terdapat 6 item yang meliputi mencari informasi SMA/SMK, mencari informasi berbagai jurusan, dapat merencanakan masa depan dengan baik, menentukan sendiri jenis jurusan yang sesuai dengan bakat dan minatnya, mencari informasi mengenai berbagai jurusan yang diminati, mengetahui jenis khusus yang sesuai dengan bidang pekerjaan yang diinginkan. Hasil data yang diperoleh dapat dilihat pada tabel 13.
Tabel 13
Permasalahan Siswa dalam Bidang karier
No. Item Alternatif Jawaban
Selalu Sering Jarang Tidak pernah 1. Saya mencari informasi SMA/SMK 14,3% 15,5% 38,1% 32,1% 2. Saya mencari informasi berbagai jurusan yang ada di SMA/SMK
19,0% 14,3% 50,0% 16,7%
3. Saya dapat
merencanakan masa depan saya dengan baik.
No. Item Alternatif Jawaban
Selalu Sering Jarang Tidak
pernah
4. Saya menentukan sendiri jenis jurusan yang sesuai dengan bakat dan minat saya
53,6% 26,2% 19,0% 1,2%
5. Saya mencari informasi mengenai berbagai jurusan yang saya minati
31,0% 28,6% 31,0% 9,5%
6. Saya mengetahui berbagai jenis kursus yang sesuai dengan bidang pekerjaan yang saya inginkan
29,8% 11,9% 45,2% 13,1%
Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa permasalahan siswa pada bimbingan belajar yaitu meliputi kurangnya informasi SMA/SMK, kurangnya informasi berbagai jurusan yang ada di SMA/SMK, kurangnya pengetahuan berbagai jenis kursus yang sesuai dengan bidang pekerjaan.
Tabel 14
Permasalahan siswa dalam keseluruhan aspek bimbingan Karier
Kategori Frekuensi % Rendah 20 23.8 Sedang 38 45.2 Tinggi 26 31.0 Total 84 100.0
Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa permasalahan siswa dalam aspek bimbingan karier memiliki tiga ketegori yaitu dengan kategori rendah ada 20 siswa dengan persentase 23,8 %, kategori sedang ada 38 siswa dengan kategori 45,2 % dan kategori tinggi ada 26 siswa dengan persentase 31,0 %. Pada bidang bimbingan karier dapat disimpulkan bahwa dari 84 siswa skor tertinggi terdapat pada kategori sedang dengan jumlah siswa 38 siswa.
d. Keseluruhan Aspek di bidang Bimbingan
Dari keempat bidang bimbingan tersebut permasalah siswa dapat dilihat frekuensi dan persentase dari keseluruhan aspek di bidang bimbingan. Hasil keseluruahan aspek bidang bimbingan dapat dilihat pada tabel 15.
Tabel 15
Permasalahan siswa dalam keseluruhan aspek bimbingan
Kategori Frekuensi % Rendah 4 4.8 Sedang 46 54.8 Tinggi 34 40.5 Total 84 100.0
Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa permasalahan siswa dalam keseluruhan aspek di bidang bimbingan
4,8 %, kategori sedang 46 siswa dengan persentase 54,8 %, kategori tinggi ada 34 siswa dengan persentase 40,5 %. Sehingga dapat disimpulkan bahwa permasalahan siswa dengan keseluruhan aspek termasuk dalam kategori sedang karena jumlah siswa paling banyak berada dalam kategori sedang yaitu berjumlah 46 siswa.