• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

relevan.

Ari Trisnawati

Dalam penelitian yang berjudul ”Peningkatan Prestasi Belajar Menggunakan

Model Cooperative Learning teknik Jigsaw Dalam Mata Pelajaran IPS siswa

kelas IV B SDN Denggung Sleman Tahun Pelajaran 2009/2010”

mendeskripsikan hasil sebagai berikut :

Pada siklus I penulis membagi siswa dalam kelompok setiap

kelompok terdiri dari 6 orang. Kemudian guru menerapkan model

pembelajaran cooperative learning dengan teknik jigsaw. Dari hasil ulangan

mencapai 58,62% dari 29 siswa. Sebanyak 12 siswa masih memperoleh nilai

ulangan di bawah KKM atau 41,37%. Hal ini disebabkan karena beberapa

siswa masih kurang antusias dan bersemangat mengikuti diskusi. Tetapi hasil

tes pada akhir siklus I nilai rata-rata ulangan siswa mencapai 67,93.

Pada siklus II telah dilaksanakan cooperative learning teknik

jigsaw dengan pembagian setiap kelompok terdiri dari 4 siswa. Pada akhir

siklus II siswa yang memperoleh nilai ulangan di atas KKM sebanyak 19

siswa atau mencapai 65,51% dari 29 siswa. Sebanyak 10 siswa masih

memperoleh nilai ulangan di bawah KKM atau 34,48%. Jadi peningkatan

untuk siswa yang tuntas dari akhir siklus I ke siklus II mencapai 6,89%.

Sedangkan nilai rata-rata ulangan yang diperoleh pada akhir siklus II telah

mencapai indikator keberhasilan keberhasilan akhir siklus kedua maka siklus

tidak dilanjutkan.

Dari hasil penelitian di atas dapat dilihat terjadi peningkatan

prestasi siswa yang ditandai dengan naiknya nilai rata-rata ulangan siswa dari

kondisi awal 58,00 ke siklus I mecapai 67,93 dan dari siklus I ke siklus II

mencapai 75,86. Dengan demikian, hasil penelitian di atas membuktikan

hipotesis bahwa penggunaan cooperative learning teknik jigsaw dapat

meningkatkan prestasi belajar dalam mata pelajaran IPS.

Agung Priyono, St. Suwarsono, dan Th. Sugiarto dalam

penelitian yang berjudul “Peningkatan Keaktifan Belajar Matematika Melalui

Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Jigsaw I pada siswa kelas VI A SDN

Memaparkan hasil penelitian bahwa perbandingan kondisi awal

dengan siklus I ada peningkatan 52,4%. Perbandingan siklus I dengan siklus

II ada peningkatan 19,2%. Sedangkan perbandingan siklus awal dengan

siklus II ada peningkatan 76%. Peningkatan keaktifan siswa dari kondisi awal

siklus II mencapai 76% sedangkan target yang dipatok 75%, maka peneliti

tidak melanjutkan ke siklus selanjutnya karena peneliti menganggap bahwa

dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif teknik jigsaw dapat

meningkatkan keaktifan belajar siswa.

Berdasarkan dua hasil penelitian terdahulu yang relevan di atas, model

pembelajaran kooperatif teknik jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar.

Oleh karena itu peneliti ingin mencoba menerapkan model pembelajaran

kooperatif teknik jigsaw dalam mata pelajaran Matematika mengenai

bilangan.

C. Kerangka Pikir

Masih banyak siswa yang kurang meningkatkan prestasi belajar,

khususnya mata pelajaran matematika yang disebabkan beberapa faktor

antara lain : siswa kurang aktif pada waktu mengikuti pelajaran sehingga

prestasi rendah, kreatifitasnya kurang, guru belum menggunakan model yang

tepat sehingga siswa pasif dan bosan.

Untuk meningkatkan prestasi siswa, guru dapat menciptakan

pembelajaran yang menarik dengan menggunakan model yang tepat dan

D. Hipotesis Tindakan

Berdasarkan kajian teori, penelitian yang relevan dan kerangka

berpikir, maka diajukan hipotesis penelitian sebagai berikut: Model

pembelajaran cooperative learning teknik jigsaw dapat meningkatkan prestasi

belajar pada siswa kelas I SD Negeri Giriwarno semester genap Tahun

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini termasuk penelitian tindakan (action research),

karena penelitian ini digunakan untuk memperbaiki keadaan yang kurang

memuaskan dan untuk meningkatkan mutu pembelajaran yang ada di kelas.

Menurut Lewin (dalam Kasbolah 2001:10) penelitian tindakan adalah

penelitian yang merupakan suatu lingkaran atau langkah-langkah (a spiral of

steps) yang satu dengan yang lain saling berhubungan. Langkah-langkah yang

ada dalam rangkaian ini adalah : perencanaan, tindakan, observasi, dan

refleksi.

Gambar 1. Siklus Model Kurt Lewin

Rencana Tindakan Observasi Refleksi Siklus 1 Rencana Tindakan Observasi Refleksi Siklus 2 21

B. Seting Penelitian

1. Tempat penelitian : SD Negeri Giriwarno Kecamatan Kaliangkrik,

Kabupaten Magelang

2. Subjek penelitian : Siswa kelas I (satu) dengan jumlah siswa 16 orang,

L = 9 orang P = 7 orang

3. Obyek penelitian : Peningkatan prestasi belajar pada mata pelajaran

matematika tentang penjumlahan dan pengurangan

bilangan dua angka dengan model pembelajaran

cooperative learning teknik jigsaw

4. Waktu penelitian : Bulan Januari - Agustus Tahun Pelajaran 2011 /

2012

Jadwal Kegiatan dalam Penelitian adalah sebagai berikut :

Tabel 1. Jadwal Kegiatan Penelitian

No Kegiatan

Bulan

Jan Feb Mar Apr Mei Juni Juli Agustus

1 Pengumpulan data kondisi awal √ √

2 Penyusunan proposal √ √ √

3 Ijin pengambilan data √

4 Pengambilan data √ √

5 Analisa data √

6 Penyusunan laporan √ √

7 Ujian skripsi √

5. Sasaran Penelitian

Dalam penelitian ini peneliti dapat mengetahui seberapa jauh

hasil belajar siswa SD N Giriwarno Kaliangkrik Magelang Tahun

pelajaran 2011/2012 dalam memahami dan dapat menyelesaikan soal

bilangan dengan benar melalui model pembelajaran cooperative learning

teknik jigsaw.

Berdasarkan indikator di atas peneliti mengumpulkan data

tentang kemampuan siswa dalam memahami dan menyelesaikan soal

bilangan pada siswa kelas I SD N Giriwarno. Diperoleh data pada pra

siklus bahwa untuk nilai rata-rata ulangan 58,0.

C. Rencana Tindakan

1. Persiapan

1) Permintaan ijin Kepala Sekolah Dasar Negeri Giriwarno

Permintaan ijin disini dimaksudkan agar kegiatan penelitian dapat

berjalan lancar oleh persetujuan pihak sekolah dan mendapatkan data

yang sesuai.

2) Melakukan observasi pada siswa kelas I untuk mengetahui kemampuan

siswa

3) Identifikasi masalah

4) Perumusan masalah

5) Penyusunan rencana penelitian dalam siklus-siklus

2. Rencana Tindakan Setiap Siklus

1) Siklus I

a. Kegiatan Awal

- Berdoa, dilanjutkan mengabsen siswa

- Menyiapkan buku, bahan dan media pembelajaran

- Apersepsi, tanya jawab

- Memotivasi

b. Kegiatan Inti

- Peneliti melaksanakan pembelajaran menggunakan cooperative

learning teknik jigsaw dan membagi siswa dalam kelompok yang

berjumlah 6 orang

- Guru membagi soal

- Siswa dengan materi atau soal sama tentang penjumlahan dan

pengurangan bilangan dua angka bergabung dalam kelompok ahli

dan berusaha menguasai materi sesuai dengan dengan materi dan

soal yang diterima

- Setiap siswa kembali ke kelompok asalnya

- Tiap siswa dalam kelompok saling menularkan dan menerima

materi dari siswa lain

- Terjadi diskusi antar siswa dalam kelompok asal

- Dari diskusi, siswa memperoleh jawaban soal

- Siswa mempresentasikan hasil diskusi yang mereka lakukan

- Guru memberikan penguatan dengan memberikan jawaban yang

- Guru memberikan penghargaan bagi siswa yang dapat

menyelesaikan tugas sebelum waktu selesai

- Guru membuat ringkasan materi dan melaksanakan tes hasil belajar

akhir siklus I

c. Kegiatan Akhir

- Melakukan penilaian dan refleksi terhadap kegiatan yang sudah

dilaksanakan secara konsisten dan terprogram.

- Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk layanan

konseling baik secara individu maupun kelompok

d. Observasi

a) Mencatat hasil tes anak

Selama pembelajaran berlangsung ada anak yang kurang

memperhatikan, ada anak yang berbicara dengan temannya

b) Memeriksa lembar kerja siswa

e. Refleksi

a) Dengan menggunakan model cooperative learning teknik jigsaw

pada pembelajaran siklus I siswa sudah dapat memahami konsep

bilangan sehingga hasilnya meningkat

b) Berdasarkan hasil penelitian pembelajaran siklus I dengan model

cooperative learning teknik jigsaw pada waktu mengerjakan soal

masih terdapat siswa dalam kelompok yang mengobrol dan

bermain hal ini dikarenakan jumlah siswa dalam kelompok yang

c) Hasil tes evaluasi pada siklus I belum memenuhi target 75,0 maka

akan diperbaiki pada siklus selanjutnya

2) Siklus II

a. Kegiatan Awal

- Berdoa, dilanjutkan mengabsen siswa

- Menyiapkan buku, bahan dan media pembelajaran

- Apersepsi, tanya jawab

- Memotivasi

b. Kegiatan Inti

- Peneliti melaksanakan pembelajaran menggunakan cooperative

learning teknik jigsaw dan membagi siswa dalam kelompok yang

berjumlah 4 orang

- Guru membagi soal

- Siswa dengan materi atau soal sama tentang penjumlahan dan

pengurangan bilangan dua angka bergabung dalam kelompok ahli

dan berusaha menguasai materi sesuai dengan materi dan soal yang

diterima

- Setiap siswa kembali ke kelompok asalnya

- Tiap siswa dalam kelompok saling menularkan dan menerima

materi dari siswa lain

- Terjadi diskusi antar siswa dalam kelompok asal

- Dari diskusi, siswa memperoleh jawaban soal

- Guru memberikan penguatan dengan memberikan jawaban yang

benar

- Guru memberikan penghargaan bagi siswa yang dapat

menyelesaikan tugas sebelum waktu selesai

- Guru membuat ringkasan materi dan melaksanakan tes hasil belajar

akhir siklus I

c. Kegiatan Akhir

- Melakukan penilaian dan refleksi terhadap kegiatan yang sudah

dilaksanakan secara konsisten dan terprogram.

- Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk layanan

konseling baik secara individu maupun kelompok

d. Observasi

Mencatat hasil tes anak

e. Refleksi

1. Peneliti mengidentifikasi kesulitan, hambatan dan kejadian

khusus yang terjadi selama proses pembelajaran berlangsung

2. Membandingkan analisis siklus I dan siklus II dan menarik

kesimpulan tentang peningkatan prestasi belajar penggunaan

cooperative learning teknik jigsaw

D. Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian 1. Teknik Pengumpulan Data

Data adalah nilai-nilai variabel yang diperoleh dari hasil

dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu data primer dan data skunder. Data primer

yaitu data yang diperoleh dari sumber aslinya, sedangakan data sekunder

yaitu data yang diperoleh melalui perantara. Data yang digunakan adalah

data primer yaitu data yang diperoleh dari sumber aslinya yaitu dengan

melakukan tes akhir (post test)

1. Peubah

Dalam penelitian ini, peubahnya adalah prestasi belajar siswa dalam

suatu pelajaran matematika khususnya operasi bilangan campuran

2. Indikator

Peningkatan prestasi belajar siswa dalam operasi hitung campuran

3. Jenis data

Data yang diperoleh dari skor ulangan

4. Cara pengumpulan data

Data dikumpulkan dengan melakukan ulangan pada setiap akhir siklus

2. Instrumen Penelitian

Dalam penelitian hasil seorang guru menggunakan alat

pengukur yang disebut tes. Berdasarkan masalah penelitian, jenis

penelitian yang dilakukan peneliti merupakan penelitian deskriptif

kuantitatif. Bentuk instrumen yang digunakan berupa bentuk tes yaitu

bentuk tes pilihan ganda.

Tes yaitu suatu alat pengukur untuk yang berupa serangkaian

pertanyaan yang harus dijawab secara sengaja dalam suatu yang

distandarisasikan, dan yang dimaksudkan untuk mengukur kemampuan

mengukur kemampuan siswa adalah jenis tes prestasi belajar dan tes

kemampuan belajar (Ign. Masidjo,1995:38-39). Tes pilihan ganda adalah

bentuk penilaian yang terdiri atas suatu pernyataan atau pertanyaan dan

sejumlah pilihan atau alternatif jawaban. Sedangkan tes melengkapi

berupa suatu pernyataan yang belum lengkap, di mana siswa diminta untuk

melengkapi pernyataan tersebut dengan satu kata, satu formula kalimat

singkat atau satu angka (Ign. Marsidjo,1995:53).

Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah soal-soal

ulangan tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka.

Jumlah soal adalah 10 soal yang berupa pilihan ganda/PG untuk

masing-masing siklus, dan dideskripsikan dalam kisi-kisi soal yang telah dibuat.

Tabel 2: Peubah dan Instrumen Penelitian

Peubah Indikator Data Pengumpulan Instrumen

Prestasi belajar matematika tentang bilangan a. Nilai rata-rata ulangan Skor tes

tes tertulis Lembar

evaluasi

Menghitung nilai rata-rata kemampuan siswa diperoleh dengan

membagikan jumlah nilai seluruh siswa dengan jumlah siswa. Nilai

rata-rata dihitung dengan rumus :

n

Rata-rata (mean) = N

Keterangan : ∑n = jumlah nilai yang diperoleh seluruh siswa N = jumlah seluruh siswa

3. Validitas dan Reliabilitas

a. Validitas

Validitas berhubungan dengan sejauh mana suatu alat mampu

mengukur apa yang dianggap orang seharusnya diukur oleh alat

tersebut. Alat-alat pengujian di bidang pendidikan dan ilmu jiwa

dirancang untuk menaksir bangunan pengertian (construct) seperti

prestasi belajar, kecerdasan, kreativitas, bakat, sikap, motivasi dan

sebagainya (Arief Urchan, 2007:293)

Sedangkan Masidjo (2010:242) menyatakan validitas suatu tes

adalah taraf sampai di mana suatu tes mampu mengukur apa yang

seharusnya diukur. Suatu tes dikatakan valid dapat dilihat dari keadaan

dirinya dan setelah diperbandingkan dengan suatu tes lain yang telah

valid. Apabila setelah diperbandingkan menunjukkan kesesuaian

mengenai hal atau apa yang mau diukur, dikatakan tes tersebut

memiliki taraf validitas tertentu.

Sebuah instrumen dapat dikatakan valid apabila mampu

mengukur apa yang diinginkan dan apabila dapat mengungkap data dari

variabel yang diteliti secara tepat (Arikunto, 2006:168). Azwar (2009:5)

suatu tes atau instrumen pengukur dapat dikatakan mempunyai validitas

memberikan hasil ukur yang sesuai maksud dilakukannya pengukuran

tersebut.

Rumus korelasi yang dapat digunakan untuk menghitung

validitas instrumen adalah rumus Korelasi Product Moment yang

dikemukakan oleh Pearson, dengan rumus angka kasar yaitu :

= .∑ −(∑ ) (∑ ) ∑ −(∑ ) ( ∑ −(∑ )

Keterangan :

rxy : Koefisien validitas

x : Jumlah skor dalam sebaran x y : Jumlah skor dalam sebaran y

xy : Jumlah hasil kali skor x dan skor y berpasangan x2 : Jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran x y2 : Jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran y N : Banyaknya subyek

Uji coba validitas soal tes tiap siklus dilaksanakan di SD Negeri

Giriwarno kelas II yang berjumlah 20 siswa pada taraf signifikan

5%=0,444 (dilihat pada tabel harga kritis r product moment).

Sedangkan jumlah soal yang digunakan adalah 30 soal berbentuk

pilihan ganda untuk masing-masing siklus. Setelah diujikan guru

melakukan uji validitas terhadap soal-soal tersebut dan diperoleh 10

soal yang valid. Soal yang valid akan digunakan sebagai soal evaluasi

b. Reliabilitas

Menurut Masidjo (2010:310), reliabilitas suatu tes adalah taraf

dimana suatu tes mampu menunjukkan konsistensi hasil pengukurannya

yang diperlihatkan dalam taraf ketepatan dan ketelitian hasil.

Reliabilitas pada dasarnya menunjukkan pada konsep sejauh mana

suatu pengukuran dapat dipercaya dan tetap.

Uji reliabilitas tes akan menggunakan teknik belah dua atau

gasal genap. Hasil suatu tes dibagi menjadi dua bagian, bagian pertama

adalah gasal dan bagian kedua adalah genap.

= 2 × atau 1− atau Keterangan :

rtt : Koefisien reliabilitas

rgg : Koefisien gasal – genap

rbb : Koefisien belahan I dan II

Tabel 3. Tabel Kualifikasi Reliabilitas

Koofisien Korelasi (x) Kualifikasi

0,91 – 1,00 0,71 – 0,90 0,41 – 0,70 0,21 – 0,40 0,00 – 0,20 Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah

Hasil perhitungan reliabilitas soal tes dapat dilihat pada

E. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data penelitian tindakan kelas ini adalah analisis

kuantitatif. Data tersebut diperoleh dari hasil post tes pada siklus I dan siklus

II dari hasil siswa menyusun bilangan secara urut serta hasil tes evaluasi yang

diberikan peneliti.

Sebelum membuat soal evaluasi dibuat peneliti membuat

kisi-kisi soal terlebih dahulu dengan cakupan beberapa indikator yang ingin

dicapai oleh peneliti. Kisi-kisi dibuat sebagai panduan untuk mempermudah

dalam membuat soal evaluasi yang tepat dan sesuai dengan indikator dan

tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Peneliti menggunakan 10 soal mencakup beberapa indikator

yang ingin dicapai dalam penelitian. untuk memastikan bahwa item-item soal

sahih dan andal, maka dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas

instrumen. Soal yang telah dibuat sebelum digunakan penelitian diujicobakan

terlebih dahulu di kelas yang tingkatnya di atas kelas yang akan menjadi

obyek dalam penelitian, yang dalam hal ini adalah kelas II

Tabel 4. Kriteria Keberhasilan

No Peubah Indikator Kriteria Keberhasilan Kondisi awal Taget Akhir siklus I Target Akhir siklus II 1 Prestasi belajar siswa -Rata-rata nilai ulangan -Persentase jumlah siswa yang mencapai KKM 58,75 31,25% 70 70% 69,38 69% 80 85% 80 87,5%

 Cara menghitung peningkatan prestasi belajar a. Penyekoran

Benar : 1

Salah : 0

b. Menghitung jumlah skor setiap siswa

c. Menghitung nilai setiap siswa dengan rumus:

d. Menghitung Nilai Rata-rata

Ket : ∑N = Jumlah nilai yang diperoleh seluruh siswa n = Jumlah seluruh siswa

e. Menghitung persentase siswa yang telah mencapai KKM, dengan

rumus:

Uji normalitas K-S dengan SPSS 16.0 Nilai Akhir = jumlah skor setiap siswa x 10

Nilai rata-rata (N) =

n N

Persentase = Jumlah siswa yang mencapai KKM x 100% Jumlah Siswa

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berjudul “Peningkatan

Prestasi Belajar Matematika Tentang Bilangan Dengan Menggunakan Model

Pembelajaran Cooperative Learning teknik jigsaw pada Siswa Kelas I SDN

Giriwarno Kaliangkrik, Magelang Tahun Pelajaran 2011/2012” dilaksanakan

selama dua minggu. Dimulai pada tanggal 28 Mei 2012 sampai dengan 1 Juni

2012.

1. Siklus I

a. Perencanaan

Untuk menilai prestasi belajar siswa dalam pembelajaran

matematika, peneliti menyusun silabus, RPP, LKS, kisi-kisi soal tes ,

soal-soal tes. Peneliti juga menyiapkan metode, tempat duduk dan

pembagian kelompok yang digunakan pada pertemuan pertama.

b. Pelaksanaan Penelitian

Pelaksanaan tindakan kelas siklus yang pertama dilaksanakan

pada tanggal 28 Mei 2012 di kelas I dengan jumlah siswa 16 orang.

Pembelajaran berlangsung dengan model cooperative learning teknik

jigsaw dan berpedoman dengan rencana pelaksanaan pembelajaran

yang telah dibuat. Dan pada siklus pertama diadakan tes kepada siswa

untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa setelah menerima

pembelajaran.

c. Pengamatan

Pengamatan dilakukan dengan bantuan satu orang guru yang

telah ditunjuk. Pelaksanaan pengamatan dilakukan bersamaan dengan

berlangsungnya pembelajaran. Adapun tugas guru pengamat adalah

mengamati berlangsungnya pembelajaran dari kegiatan awal, kegiatan

inti, dan penutup yang menghasilkan data apakah guru telah

melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rencana (RPP). Hal yang

masih kurang dalam siklus ini adalah guru kurang memberikan

penjelasan yang lebih rinci tentang metode cooperative learning teknik

jigsaw sehingga masih ada siswa yang bingung. Guru telah

melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rencana pelaksanaan

pembelajaran namun perlu ditingkatkan dalam membimbing siswa.

Pada akhir pertemuan siklus I dilaksanakan tes untuk mengetahui

tingkat pemahaman siswa setelah menerima pembelajaran.

d. Hasil Pengamatan

Setelah dilakukan selama dua minggu, hasil yang didapat dari

penelitian siklus pertama adalah nilai ulangan siswa sebagai berikut :

Tabel 5. Hasil Nilai Ulangan Matematika Siswa Kelas I Siklus I

No Nama Siswa Nilai

Ketuntasan Ya Tidak 1 IAZ 80 2 LI 60 3 MR 70 4 MF 50

5 MIW 60 6 MS 80 7 NO 70 8 NH 40 9 NHD 70 10 NHL 70 11 PWA 80 12 RS 60 13 SAP 80 14 SKM 90 15 SM 80 16 TY 70 Jumlah 1110 11 5 Nilai Rata-rata 69,38 69% 31% Prosentase Ketuntasan 69% e. Refleksi

Dari hasil tes yang telah dikerjakan siswa pada tabel 5 di atas

diperoleh nilai rata kelas mencapai 69,38 meningkat dari nilai

rata-rata kondisi awal yaitu 58,75. Karena rata-rata-rata-rata nilai tes belum

memenuhi indikator keberhasilan siklus II yaitu 70,0 maka penelitian

2. Siklus II

a. Perencanaan

Untuk menilai prestasi belajar siswa dalam pembelajaran

matematika, peneliti menyusun silabus, RPP, LKS, kisi-kisi soal tes,

soal-soal tes, dan kunci jawaban. Dengan melihat proses pembelajaran

pada pertemuan pertama peneliti lebih menyiapkan model pembelajaran

yang akan dipakai, tempat duduk dan pembagian kelompok yang

digunakan pada pertemuan kedua.

Pelajaran diawali dengan salam dan doa bersama, dilanjutkan

presensi siswa. Peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.

Peneliti memberikan motivasi kepada siswa agar senang dan semangat

mengikuti pelajaran. Peneliti menyiapkan pembelajaran menggunakan

model cooperative learning teknik jigsaw.

b. Pelaksanaan Penelitian

Pelaksanaan tindakan kelas siklus II dilaksanakan pada 1 Juni

2012 di kelas I dengan jumlah siswa 16 orang. Pembelajaran

berlangsung dengan model cooperative learning teknik jigsaw dan

berpedoman dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah

dibuat.

c. Pengamatan

Pengamatan dilakukan dengan bantuan satu orang guru yang

telah ditunjuk. Pelaksanaan pengamatan dilakukan bersamaan dengan

berlangsungnya pembelajaran. Guru telah melaksanakan pembelajaran

siswa lebih aktif dan bersemangat dalam menerapkan model

cooperative learning yang dilakukan bersama temannya karena mereka

telah memahami model bermain peran. Pada akhir pertemuan siklus II

dilaksanakan tes untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa setelah

menerima pelajaran.

d. Hasil Pengamatan

Setelah dilakukan penelitian selama dua minggu, hasil yang

didapat dari penelitian siklus II adalah nilai tes siswa sebagai berikut :

Tabel 6. Hasil Nilai Ulangan Matematika Siswa Kelas I Siklus II

No Nama Siswa Nilai

Ketuntasan Ya Tidak 1 IAZ 80 2 LI 70 3 MR 80 4 MF 70 5 MIW 80 6 MS 80 7 NO 80 8 NH 60 9 NHD 80 10 NHL 80 11 PWA 90 12 RS 50 13 SAP 100

14 SKM 100 15 SM 90 16 TY 90 Jumlah 1280 14 2 Nilai Rata-rata 80,00 87,5% 12,5% Prosentase ketuntasan 87,5% e. Refleksi

Dari hasil tes siswa siklus II pada tabel 6 di atas diperoleh nilai

rata-rata kelas mencapai 80,0 meningkat dari nilai rata – rata pada

siklus I yaitu 69,38. Karena rata-rata nilai tes telah memenuhi indikator

keberhasilan siklus II yaitu 80,0 maka penelitian sudah dikatakan

berhasil sehingga penelitian tidak dilanjutkan.

Dokumen terkait