• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terhadap puisi siswa SMP Negeri Kelas VIII di Kabupaten Sleman, hasil yang diperoleh adalah 60 puisi siswa. Daftar judul puisi dan pengkodean puisi yang digunakan sebagai data tercantum dalam tabel. Tabel tersebut merupakan tabel data terpilih yang akan digunakan sebagai data penelitian. Penyajian dalam bentuk tabel bertujuan untuk memudahkan peneliti menganalisis data. Selain itu, tabel juga bertujuan untuk memudahkan pembaca dalam memahami pembahasan yang akan diuraikan pada bagian selanjutnya. Pemberian kode pada setiap puisi bertujuan untuk memudahkan dalam menemukan data selama menganalisis setiap puisi.

Menurut Waluyo (1987: 102-134), puisi memiliki struktur fisik yang dibagi menjadi enam, yaitu diksi, pengimajian, kata konkret, majas, versifikasi, dan tata wajah (tipografi), sedangkan struktur batin dibagi menjadi empat, yaitu tema, nada dan suasana, perasaan, dan amanat. Adapun tabel struktur fisik dan batin puisi sebagai berikut.

1. Struktur Fisik

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, struktur fisik yang diteliti yaitu versifikasi, majas, dan pengimajian. Tabel penelitian struktur fisik sebagai berikut.

Tabel 2.1:Jenis-jenis Penggunaan Versifikasi Rima Bentuk Internal Pola Bunyi dalam Puisi Siswa

No. Jenis Klasifikasi Contoh

(Kode Puisi dan Kode Judul)

Jumlah (%)

Total (%) 1. Aso UB /a/ Kau terang di bawah awan (A1/1)

Masa muda yang bahagia (B1/16) Aku tau kau ada di sana (C13/43) Bunga-bunga bermekaran (D15/60)

33 (55%)

60 (100%) UB /i/ Berwarna-warni bagaikan pelangi (A3/3)

Dirimu menghiasi taman ini (A5/5) Kau mengajariku arti hidup ini (B13/28) Orang sendiri membaca diri (D12/57)

16 (26,7%) UB /u/ Tubuh yang mulai tua itu (B5/20)

Engkaulah muara kasihku (B7/22)

Oh Ibu, kau yang telah melahirkanku (C8/38) Serasa alam ini tercipta untukku (D2/47)

11 (18,3%) 2. Ali UB /n/ Kicauan burung bermain di taman (A1/1)

Melengkapi kehidupan pertanian (A12/12) Walaupun aku pergi ke mana pun (B11/26) Saat itulah embun menetes dari daun ke daun (B15/30)

12 (20%)

52 (86,6%) UB /ng/ Engkau yang sekarang menjadi lebih kecil

(C2/32)

1 (1,7%) UB /m/ Membentuk lambang kesucian (A13/13)

Sinar mentari pagi menyinari semangatku (B6/21)

Seakan membuat harinya semakin sulit (C5/35) Miskin ilmu miskin harta (C15/45)

4 (6,7%) UB /k/ Raketku oh raketku (A9/9)

Kau bangkitkan semangatku (C3/47) Mengajariku untuk berakhlak mulia (C8/48) Ku buka tanganku sejenak (D2/32)

Kuhentakkan kaki ke luar rumah (D3/33)

19 (31,7%) UB /t/ Sederet buku tertata di sini (A7/7)

Tak segelintir rasa takut (C9/39) Batu karang indah terawat (C14/44) Kabut putih menyelimutimu (D7/52)

12 (20%) UB /l/ Lelah, lelah yang selalu kau hadapi (C6/36)

Lelah dan letih kau tinggalkan aku (D4/49) Kini tlah hilang berlalu (D6/51)

Lelehan lilin mengering (D15/60)

4 (6,7%) 3. Pers Awal UB kata Setiap, Sebagai, Negri, Terima kasih, Kaupada awal baris

Setiap hari kau ku gunakan Setiap hari kau ku mainkan Setiap kali aku latihan

Kau selalu ku ikut sertakan (A9/9) Ibu…

Terimakasih atas kasih sayangmu Terimakasih atas perjuanganmu

Terimakasih atas pengorbananmu (C8/38)

1 (1,7%)

5 (8,3%)

Keterangan:

UB : Ulangan Bunyi

Aso : Asonansi

Ali : Aliterasi

Pers Awal : Persamaan Awal

Tabel 2.2:Jenis-jenis Penggunaan Versifikasi Rima Bentuk Internal Pola Persamaan Bunyi Akhir Baris dalam Puisi Siswa

No. Jenis Klasifikasi Contoh

(Kode Puisi dan Kode Judul)

Jumlah (%) Total (%) 1. Sjk Blg

UB /ab, ab, cd, ef, ef/ pada akhir baris

Burung berkicau

Pohon melambai-lambai Angin mencubitku

Akan terasa sejuk di pagi hari (B9/24) Pagiku hilang sudah melayang Hari mudaku sudah pergi Kini petang datang membayang Batang usiaku sudah tinggi (C15/45)

5 (8,3%) 5 (8,3%) 2. Sjk Brk UB /aa, bb, cc, dd/ pada akhir baris

Dirimu menghiasi taman ini Daunmu tajam bagaikan duri Dirimu di kejauhan tampak indah

Seperti bunga mawar yang merekah (A5/5) Guru engkau bagaikan sang mentari Yang selalu menyinari

Setiap langkahku

Dalam menuntut ilmu (B3/18)

8 (13,3%) 8 (13,3%) 3. Sjk Bpk UB /abba, cddc, baab/ pada akhir baris

Aku yang pernah Engkau kuatkan Dan kau bangkitkan Disaatku tertatih (D6/51) Gemercik air sungai Begitu beningnya

Bagaikan zamrud katulistiwa

Itulah alam desaku yang permai (D9/54)

3 (5%) 3 (5%) Keterangan: Sjk Blg : Sajak Berselang Sjk Brk : Sajak Berangkai Sjk Bpk : Sajak Berpeluk UB : Ulangan Bunyi

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa versifikasi rima bentuk internal pola bunyi dibagi menjadi empat, yakni asonansi, aliterasi, persamaan awal, dan persamaan bunyi pada akhir baris (sajak berselang, sajak berangkai, dan sajak berpeluk). Asonansi dapat diklasifikasikan ulangan bunyi /a/ sebanyak 33 data atau 55%, ulangan bunyi/u/sebanyak 11 data atau 18,3%, dan ulangan bunyi /i/sebanyak 16 data atau 26,7%. Aliterasi dapat diklasifikasikan ulangan bunyi/k/ sebanyak 19 data atau 31,7%, ulangan bunyi /t/ sebanyak 12 data atau 20%, ulangan bunyi/n/ sebanyak 20 data atau 20%, ulangan bunyi/m/ sebanyak 4 data atau 6,7%, ulangan bunyi /l/ sebanyak 4 data atau 6,7%, dan ulangan bunyi /ng/ hanya terdapat 1 data atau 1,7%. Persamaan awal terdapat ulangan bunyi pada awal kata baris, yaitu Setiap, Sebagai, Negri, Terima kasih, dan Kau masing-masing terdapat 1 data atau 1,7%. Pada persamaan bunyi pada akhir baris terdapat sajak berangkai sebanyak 8 data atau 13,3%, sajak berselang sebanyak 5 data atau 8,3%, dan sajak berpeluk sebanyak 3 data atau 5%.

Diagram 1:Penggunaan Versifikasi Rima dalam Puisi Siswa

Pada diagram di atas terlihat bahwa ulangan bunyi asonansi dan aliterasi sangat menonjol jika dibandingkan dengan ulangan bunyi lainnya. Ulangan bunyi

0 10 20 30 40 50 60 70 Asonansi Aliterasi Persamaan Awal Sajak Berselang Sajak Berangkai Sajak Berpeluk

asonansi terdapat 60 data atau jika dipersentasekan 100% dan aliterasi sebanyak 52 data atau 86,6%. Adapun bunyi yang lainnya meliputi sajak berangkai sebanyak 8 data atau 13,3%, persamaan awal sebanyak 5 data atau 8,3%, sajak berselang sebanyak 5 data atau 8,3%, dan yang terakhir adalah sajak berpeluk sebanyak 3 data atau 5%.

Tabel 3:Jenis-jenis Penggunaan Majas dalam Puisi Siswa

No. Jenis Klasifikasi Contoh

(Kode Puisi dan Kode Judul)

Jumlah (%) 1. Perbandingan Personifikasi Berbagai bunga yang indah nancantik

menghiasimu(A3/3) Angin mencubitku(B9/24)

Sang surya telahbangun dari perpaduannya (B15/30)

Nyanyian burungterdengar merdu (D2/47)

12 (20%)

Simile Hidupku inisepertiterhempas tanpa daya (B1/16)

Guru engkaubagaikansang mentari (B3/18) Laksanasinar yang menyinari dunia ini (B12/27)

Bakmentari di pagi hari (C7/37) Engkau laksana lampu dalam kegelapan (D13/58)

14 (23,3%)

Metafora Kau tempat cahaya titik ilmu(A7/7) 1 (1,7%) 2. Pertentangan Hiperbola Kau menimpanberibupengetahuan (A7/7)

Bintang yang akanku gapai(D10/55) 2 (3,3%) Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa majas dibagi menjadi dua, yakni perbandingan dan pertentangan. Perbandingan terdapat personifikasi sebanyak 12 data atau 20%, simile sebanyak 14 data atau 23,3%, dan metafora hanya terdapat 1 data atau 1,7%, sedangkan pertentangan terdapat hiperbola yang muncul sebanyak 2 data atau 3,3%.

Diagram 2:Jenis-jenis Penggunaan Majas dalam Puisi Siswa

Pada diagram di atas terlihat bahwa penggunaan majas simile sangat menonjol jika dibandingkan dengan majas yang lainnya yaitu 14 data atau jika dipersentasekan 23,3%. Adapun majas yang lainnya, meliputi personifikasi sebanyak 12 data atau 20%, hiperbola sebanyak 2 data atau 3,3%, dan yang terakhir metafora hanya terdapat 1 data atau 1,7%.

Tabel 4:Jenis-jenis Penggunaan Imaji dalam Puisi Siswa

No. Imaji Contoh

(Kode Puisi dan Kode Judul)

Jumlah (%) 1. Visual Pohon tinggi indah menjulang (A2/2)

Gunung-gunung yang indah (B11/26) Pasirmu seputih salju (C14/44) Hamparan hijau nan luas (D2/47)

46 (76,7%) 2. Auditif Suara gemercik air yang mengalir (A10/10)

Seekor burung yang berkicau (B15/30) Ayam berkokok bersahutan (D9/54)

10 (16,7%) 3. Taktil (cita rasa) Terasa sejuk saat mendekatinya (A10/10)

Dinginnya angin memberi kesejukan (B9/24) Berjalan menuju tempatku menimba ilmu (B14/29)

Pakaian dengan seribu wangian (C9/39) Senang rasanya aku lari ke hutan (C10/40) Angin pantai terasa sejuk semilir (C14/44) Ku buka tanganku sejenak (D2/47)

21 (35%) 0 2 4 6 8 10 12 14 16 Personifikasi Simile Hiperbola Metafora

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa pengimajian dibagi menjadi tiga, yakni visual, auditif, dan taktil (cita rasa). Imaji visual sebanyak 46 data atau 76,7%, imaji auditif sebanyak 10 data atau 16,7%, dan imaji taktil (cita rasa) sebanyak 21 data atau 35%).

Diagram 3:Jenis-jenis Penggunaan Imaji dalam Puisi Siswa

Pada diagram di atas terlihat bahwa penggunaan imaji visual sangat menonjol jika dibandingkan dengan imaji yang lainnya yaitu 46 data atau jika dipersentasekan 76,7%. Adapun imaji lainnya meliputi imaji taktil (cita rasa) sebanyak 21 data atau 35% dan imaji auditif sebanyak 10 data atau 16,7%.

2. Struktur Batin

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, struktur batin yang diteliti yaitu tema, nada dan suasana, perasaan, dan amanat. Tabel penelitian struktur batin sebagai berikut.

0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 Visual Auditif

Tabel 5:Jenis-jenis Penggunaan Tema dalam Puisi Siswa

No. Tema Contoh

(Kode Puisi dan Kode Judul)

Jumlah (%) 1. Alam Begitu indah saat aku lihat pelangi

Aku ingin seperti pelangi Meskipun berbeda warna-warna

Mereka begitu indah bila bersama (B8/23) Nyanyian burung terdengar merdu Menyambut lahirnya hari baru

Hamparan sawah nan hijau membuatku terpakau Serasa ala mini tercipta untukku (D2/47)

23 (38,3%)

2. Tumbuhan Oh pohon….

Daunmu sangat lebat sekali Batangmu menjulang tinggi Tinggi ke atas langit biru

Kau adalah ciptaaan Tuhan terindah bagiku (A11/11)

Oh rumput

Keindahanmu sungguh mempesona Warnamu hijau sangat indah

Butiran-butiran embun membasahimu Menghiasi taman-taman

Melengkapi kehidupan pertanian (A12/12)

3 (5%)

3. Pendidikan Kau guru yang hanya diam membisu Namun kau memberikan jutaan ilmu Untuk kelak bekal hidupku (B13/28) Engkau laksana lampu dalam kegelapan Yang menerangi alam kalbuku

Engkau bagaikan angin

Yang selalu berbisik tentang kebaikan (D13/58)

7 (11,7%)

4. Patriotisme Pahlawan…

Kau pahlawan bangsa

Semangatmu menggentarkan musuh-musuhmu Bambu runcing bagaikan pluru tanpa kendali (B4/19)

Tekadmu membela negeri

Dengan gagah berani engkau berdiri Tak pedulikan hidup ataupun mati Demi sang saka merah putih ini (C1/31)

7 (11,7%)

5. Kritik Sosial Masa muda yang bahagia

Di mana aku belum mengenal narkoba Yang ingin bergembira dengan dunia Sebagai manusia yang terlahir mulia (B1/16)

1 (1,7%)

No. Tema Contoh

(Kode Puisi dan Kode Judul)

Jumlah (%) 6. Kemanusiaan Sahabatku….

Kau adalah bagian hidupku Dan aku pun tak kan

Pernah sanggup hidup tanpamu (B10/25) Aku adalah hati yang selalu melekat di dirimu Aku adalah cerminan darimu selamanya Kau bawa aku ke mana pun aku bisa merasakannya

Kau terlahir begitu sempurna (D7/52)

11 (18,3%)

7. Penyesalan Akh, apa guna ku sesalkan Menyesal tua tiada guna Hanya menambah luka sukma Kepada muda ku harapkan Atur barisan di hari pagi

Menuju ke arah padang bakti (C15/45)

1 (1,7%)

8. Cinta Kasih Pria dan Wanita

Saat badai memisahkan kau dan aku Kau tidak pernah akan meninggalkanku Aku sangat bahagia bersamamu

Aku sedih kau slalu menenangkanku (D5/50) Cintamu yang dulu kuat bagai petir

Kini tak seindah namamu Yang slalu terukir (D6/51)

2 (3,3%)

9. Kehidupan Ku hentakkan kaki ke luar rumah Bergandeng tangan pergi berlibur Bersama keluarga tercinta

Penuh canda dan juga tawa (D3/48) Aku merenung dalam kesunyian Merenung dalam keeningan…. Dan kesepian

Yang sungguh aku rindukan (D15/60)

5 (8,3%)

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa tema diklasifikasikan menjadi sembilan, yakni alam, tumbuhan, pendidikan, patriotisme, kritik sosial, kemanusiaan, cinta kasih pria dan wanita, penyesalan, dan kehidupan. Penggunaan tema alam sebanyak 23 data atau 38,3%, tema tumbuhan sebanyak 3 data atau 5%, tema pendidikan sebanyak 7 data atau 11,7%, tema patriotisme sebanyak 7 data atau 11,7%, tema kemanusiaan sebanyak 11 data atau 18,3%,

tema kehidupan sebanyak 5 data atau 8,3%, tema cinta kasih pria dan wanita sebanyak 2 data atau 3,3%, serta tema kritik sosial dan penyesalan masing-masing hanya terdapat 1 data atau 1,7%.

Diagram 4:Jenis-jenis Penggunaan Tema dalam Puisi Siswa

Pada diagram di atas terlihat bahwa penggunaan tema alam sangat menonjol jika dibandingkan dengan tema yang lainnya yaitu 23 data atau jika dipersentasekan 38,3% dan diikuti tema kemanusiaan sebanyak 11 data atau 18,3%. Adapun tema yang lainnya meliputi tema pendidikan dan patriotisme sebanyak 11 data atau 11,7%, tema kehidupan sebanyak 5 data atau 8,3%, tema tumbuhan sebanyak 3 data atau 5%, tema cinta kasih pria dan wanita sebanyak 2 data atau 3,3%, dan yang terakhir tema kritik sosial dan penyesalan hanya terdapat 1 data atau 1,7%. Alam Tumbuhan Pendidikan Patriotisme Kritik Sosial Kemanusiaan Penyesalan

Cinta Kasih Pria dan Wanita Kehidupan

Tabel 6:Jenis-jenis Penggunaan Nada dan Suasana dalam Puisi

No. Nada dan

Suasana

Contoh

(Kode Puisi dan Kode Judul)

Jumlah (%) 1. Santai Dirimu merangkai-rangkai

Yang panjang seperti rantai Kau bisa dibentuk sedemikian rupa

Rumput manila... kau sangat mempesona (A5/5) Cahaya mentari menghangatiku

Dinginnya angin memberi kesejukan Terima kasih Tuhan

Atas semua yang engkau berikan (B9/24)

31 (51,7%)

2. Protres Tuhan apa yang terjadi di lingkungan sekolah ini? Panas yang sangat membara

Bunga-bunga mendaki layu

Dan pepohonan menjadi kering (A4/4) Aku semakin terjerumus

Dalam janji-janji kelabu Dunia seperti memburu

Yang tak tau arah akan petunjukmu (B1/16)

2 (3,3%)

3. Belas Kasih Bunda….

Kadang tak sengaja ku membuat Relung hatimu terluka…. Engkaulah yang selalu ada di Dalam hatiku…. (B7/22)

Saat badai memisahkan kau dan aku Kau tidak pernah akan meninggalkanku Aku sangat bahagia bersamamu

Aku sedih kau slalu menenangkanku (D5/50)

10 (16,7%)

4. Patriotik Hiduplah Merah Putih

Jangan takut menghadapi mereka Kami di sini dan akan slalu di sini Berkibarlah slama-lamanya (A13/13) Indonesiaku, Indonesia kalian Jangan hanay tinggal diam kawan Mari bersatu ambil peranan

Sebagai pemudi untuk perubahan (C4/34)

6 (10%)

5. Tenang Desaku….

Keindahanmu mengagumkanku Kedamaianmu menenangkan hatiku

Kebersihanmu yang menentrankan hati (B11/26) Hembus angin yang terasa sejuk

Ku buka tanganku sejenak Semilir angin ku rasakan

Membuatku serasa melayang kegirangan (D2/47)

11 (18,3%)

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa terdapat lima penggunaan nada dan suasana, yakni santai, protes, belas kasih, patriotik, dan tenang. Penggunaan nada dan suasana santai sebanyak 31 data atau 51,7%, nada dan suasana tenang sebanyak 11 data atau 18,3%, nada dan suasana belas kasih sebanyak 10 data atau 16,7%, nada dan suasana patriotik sebanyak 6 data atau 10%, serta nada dan suasana protes hanya terdapat 2 data atau 3,3%.

Diagram 5:Jenis-jenis Penggunaan Nada dan Suasana dalam Puisi Siswa

Pada diagram di atas terlihat bahwa penggunaan jenis nada dan suasana santai sangat menonjol jika dibandingkan dengan yang lainnya yaitu 31 data atau jika dipersentasekan 51,7% diikuti nada dan suasana tenang sebanyak 11 data atau 18,3%. Adapun nada dan suasana yang lainnya meliputi nada dan suasana belas kasih sebanyak 10 data atau 16,7%, nada dan suasana patriotik sebanyak 6 data atau 10%, dan yang terakhir nada dan suasana protes terdapat 2 data atau 3,3%.

Santai Protres Belas Kasih Patriotik Tenang

Tabel 7:Jenis-jenis Perasaan dalam Puisi Siswa

No. Perasaan Contoh

(Kode Puisi dan Kode Judul)

Jumlah (%) 1. Kagum Memandangmu hati terasa nyaman

Pohon tinggi indah menjulang

Kamboja mekar, pucuk merah merona Rerumputan seraya ikut menghiasi (A2/2) Oh mentari…

Ku ingin setiap hariku kau sapa Dengan kemilau sinarmu (C3/33)

14 (23,3%)

2. Gembira Sungai….

Airmu jernih mengalir dengan tenang Enak hati setelah memandangnya Terasa sejuk saat mendekatinya (A10/10) Pagi hari yang cerah

Penuh arti dan juga makna Hari baru telah tiba

Ku mulai hari ini dengan kebersamaan (D3/48)

21 (35%)

3. Menyesal Tuhan izinkanlah kami untuk menjagamu Dari kerusakan yang dibuat oleh manusia… Bagiku bumi ini tak lengkap tanpamu (A4/4) Aku semakin terjerumus

Dalam janji-janji kelabu Dunia seperti memburu

Yang tak tau arah akan petunjukmu (B1/16)

2 (3,3%)

4. Terharu Perdamaian buat semua tampak indah Tampak indah seperti pelangi

Dan keindahan itu mengingatkan perdamaian Seperti pelangi yang selalu tampak indah (B8/23) Suci dan ikhlas pemberianmu

Dari kami buta menjadi tau Suci dan ikhlas pengorbananmu Tiada ternilai jasa baikmu (D13/58)

16 (26,7%)

5. Sedih Rumput... Kau sangat kuat

Telah banyak manusia yang merusakmu

Kau tetap berdiri kokoh dengan tubuh mungilmu Rumput... Manusia telah menyesal karena telah merusakmu (A12/12)

Saat badai memisahkan kau dan aku Kau tidak pernah akan meninggalkanku Aku sangat bahagia bersamamu

Aku sedih kau slalu menenangkanku (D5/50)

7 (11,7%)

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa terdapat lima penggunaan perasaan, yakni kagum, gembira, menyesal, terharu, dan sedih.

Penggunaan perasaan kagum sebanyak 14 data atau 23,3%, perasaan gembira sebanyak 21 data atau 35%, perasaan terharu sebanyak 16 data atau 26,7%, perasaan sedih sebanyak 7 data atau 11,7%, dan perasaan menyesal hanya terdapat 2 data atau 3,3%.

Diagram 6:Jenis-jenis Penggunaan Perasaan dalam Puisi Siswa

Pada diagram di atas terlihat bahwa penggunaan jenis perasaan gembira sangat menonjol jika dibandingkan dengan yang lainnya yaitu 21 data atau jika dipersentasekan 35%, diikuti perasaan terharu sebanyak 16 data atau 26,7%. Adapun perasaan yang lainnya meliputi perasaan kagum sebanyak 14 data atau 23,3%, perasaan sedih sebanyak 7 data atau 11,7%, dan yang terakhir perasaan menyesal terdapat 2 data atau 3,3%.

Amanat yang terdapat dalam puisi karya siswa SMP Negeri Kelas VIII di Kabupaten Sleman dapat dilihat dari tabel berikut ini.

Kagum Gembira Menyesal Terharu Sedih

Tabel 8:Penggunaan Amanat dalam Puisi Siswa

No. Amanat Contoh

(Kode Puisi dan Kode Judul)

Jumlah (%) 1. Menjaga

lingkungan alam

Tuhan izinkanlah kami untuk menjagamu Dari kerusakan yang dibuat oleh manusia…. Bagiku bumi ini tak lengkap tanpamu (A4/4) Oh indahnya alam semestaku

Sungguh hijaunya negriku Aku akan selalu menjagamu

Sampai hayat menjemputku (B12/27)

26 (43,3%)

2. Menghormati orang tua dan guru

Terima kasih guruku Aku bangga padamu Engkau adalah pahlawanku Di sekolah ini (B3/18)

Kau mengajariku apa yang belum ku tau Tanpa kau apa jadinya aku

Terima kasih ku ucapkan padamu Jasamu akan ku kenang slalu (B14/29)

11 (18,3%)

3. Menghargai jasa pahlawan

Kau diperjuangkan

Membentuk lambing kesucian Walau telah menumpahkan darah

Dirimu tetap menjadi kebanggaan (A13/13) Indonesiaku, Indonesia kalian

Jangan hanya tinggal diam kawan Mari bersatu ambil peranan

Sebagai pemudi untuk perubahan (C4/34)

6 (10%)

4. Menjaga hubungan sesama manusia

Kau yang bisa membuatku senang Kau juga yang bisa membuatku Tersenyum bahagia

Di saat ku terpurung sedih (B10/25) Daun jati meranggas tanpa sisa Tanah kering retak tak tentu arah

Menjadi saksi bisu persahabatan ini (C10/40)

4 (6,7%) 5. Meningkatkan kepercayaan pada diri sendiri

Akh, apaguna kusesalkan Menyesal tua tiada guna Hanya menambah luka sukma Kepada muda kuharapkan Atur barisan di hari pagi

Menuju kearah padang bakti (C15/45) Ku tak henti berusaha

Tuk meraih semuanya

Mengharap tercapainya keinginan Ku berusaha dengan ketekunan (D10/55)

13 (21,7%)

Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa amanat dapat diklasifikasikan menjadi lima, yakni menjaga lingkungan alam, menghormati orang tua dan guru,

menghargai jasa pahlawan, menjaga hubungan sesama manusia, dan meningkatkan kepercayaan pada diri sendiri. Penggunaan tema menjaga lingkungan alam sebanyak 26 data atau 43,3%, tema menghormati orang tua dan guru sebanyak 11 data atau 18,3%, tema menghargai jasa pahlawan sebanyak 6 data atau 10%, tema menjaga hubungan sesama manusia sebanyak 4 data atau 6,7%, dan tema meningkatkan kepercayaan pada diri sendiri sebanyak 13 data atau 21,7%.

Diagram 7:Penggunaan Amanat dalam Puisi Siswa

Pada diagram di atas terlihat bahwa penggunaan amanat menjaga lingkungan alam sangat menonjol jika dibandingkan dengan yang lainnya yaitu 26 data atau jika dipersentasekan 43,3% diikuti amanat meningkatkan kepercayaan pada diri sendiri sebanyak 13 data atau 21,7%. Adapun amanat yang lainnya meliputi amanat menghormati orang tua dan guru sebanyak 11 data atau 18,3%, amanat menghargai jasa pahlawan sebanyak 6 data atau 10%, dan yang terakhir amanat menjaga hubungan sesama manusia terdapat 4 data atau 6,7%.

Menjaga lingkungan alam

Menghormati orang tua dan guru Menghargai jasa pahlawan Menjaga hubungan sesama manusia Meningkatkan kepercayaan pada diri sendiri

Dokumen terkait