• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

1. Karakteristik Responden

Penelitian menguraikan mengenai pengaruh pemberian punishment terhadap prestasi kerja guru pada SMP Negeri 3 Camba Kabupaten Maros. Hal ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pemberian punishment berpengaruh terhadap prestasi kerja guru pada SMP Negeri 3 Camba Kabupaten Maros. Dalam penelitian ini, diambil sebanyak 35 orang guru sebagai sampel penelitian. Karakteristik responden yaitu menguraikan deskripsi identitas responden menurut sampel penelitian yang telah ditetapkan. Salah satu tujuan dengan deskripsi karakteristik responden adalah memberikan gambaran yang

46

menjadi sampel dalam penelitian ini. Dalam penelitian sampel, karakteristik responden dikelompokkan menurut jenis kelamin, usia, dan masa kerja.

1. Jenis Kelamin

Jenis Kelamin secara umum dapat memberikan perbedaan pada perilaku seseorang. Dalam suatu bidang kerja jenis kelamin seringkali dapat menjadi pembeda aktivitas yang dilakukan oleh individu. Karakteristik berdasarkan jenis kelamin guru pada SMP Negeri 3 Camba Kabupaten Maros dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.1 Karakteristik Responden Menurut Jenis Kelamin

No. Jenis Kelamin Jumlah Persentase %

1. Laki – Laki 13 37,14

2. Perempuan 22 62,85

Total 35 100

Sumber Data : Data Primer di Olah Tahun 2018

Berdasarkan tabel 4.1 menunjukkan bahwa 37,14% guru pada SMP Negeri 3 Camba Kabupaten Maros berjenis kelamin laki-laki dan 62,85% berjenis kelamin perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa guru pada SMP Negeri 3 Camba Kabupaten Maros lebih dominan perempuan sebanyak 22 orang atau 62,85%. Hal ini menunjukkan bahwa jenis kelamin perempuan sebagai proporsi yang lebih besar dibandingkan dengan guru laki-laki yang bekerja pada SMP Negeri 3 Camba Kabupaten Maros.

2. Karakteristik Usia

Karakteristik berdasarkan tingkat usia guru pada SMP Negeri 3 Camba Kabupaten Maros dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.2 Karakteristik Responden Menurut Usia

No. Usia Jumlah Persentase %

1. 20 - 30 Tahun 6 17,14

2. 31 - 40 Tahun 10 28,57

3. 41 – 50 Tahun 17 48,57

4. >50 Tahun 2 5,71

Total 35 100

Sumber Data : Data Primer di Olah Tahun 2018

Berdasarkan tabel 4.2 menunjukkan bahwa responden yang berumur 41-50 tahun merupakan yang paling banyak, yaitu terdiri dari 17 orang atau 48,57% dan yang paling sedikit yang berumur >50 tahun, yaitu terdiri dari 2 orang atau 5,71%, Sedangkan yang berumur 31-40 tahun sebanyak 10 orang atau 28,57%. Dan yang berumur >50 tahun berjumlah 2 orang atau 5,71%, jumlah yang sedikit ini dikarenakan pada usia tersebut seorang guru telah mempersiapkan diri untuk memasuki masa pensiun.

3. Karakteristik Masa Kerja

Karakteristik masa kerja guru pada SMP Negeri 3 Camba Kabupaten Maros dapat di lihat pada tabel berikut :

Tabel 4.3 Karakteristik Responden Menurut Masa Kerja

No. Masa Kerja Jumlah Persentase %

1. <11 Bulan 4 11,42

2. 1 - 10 Tahun 7 20

3. 11 - 20 Tahun 15 42,85

4. 21 - 30 Tahun 9 25,71

Total 35 100

Sumber Data : Data Primer di Olah Tahun 2018

Berdasarkan tabel 4.3 menunjukkan bahwa responden yang paling dominan adalah guru yang bekerja antara 11-20 tahun yang terdiri dari 15 orang atau 42,85% dan yang paling sedikit guru yang bekerja selama <11 bulan sebanyak 4 orang atau 11,42%, kemudian yang bekerja 21-30 tahun sebanyak 9 orang atau 25,71% diikuti dengan guru yang bekerja selama 1-10 tahun yaitu

48

sebanyak 7 orang atau 20%. Hal ini menunjukkan bahwa guru pada SMP Negeri 3 Camba Kabupaten Maros diduga memiliki tingkat Komitmen Organisasi yang cukup tinggi karena mampu bertahan selama tiga puluh tahun bekerja sehingga membuktikan bahwa mereka memiliki keterikatan emosional terhadap pekerjaan maupun pada pegawai lainnya.

2. Deskripsi Variabel

Variabel penelitian terdiri dari 2 (dua) yang terdiri dari variabel independent yaitu punishment (X) dan Prestasi Kerja (Y). Survey ini menggunakan skala pengukuran dengan Skala Likert dengan bobot tertinggi disetiap pertanyaan adalah 5 (lima) dan bobot terendah adalah 1 (satu) dengan jumlah responden sebanyak 35 orang.

1. Deskripsi Variabel punishment

Variabel (X) punishment merupakan sanksi pada pegawai yang mempunyai pelanggaran yang tidak taat terhadap kedisiplinan kerja, yaitu dengan cara memberikan surat pemberian punishment agar lebih meningkatkan prestasi kerja. Diukur dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari item pernyataan dengan indikator hukuman ringan, hukuman sedang dan hukuman berat pada SMP Negeri 3 Camba Kabupaten Maros dapat dilihat pada beberapa tabel sebagai berikut :

a. Indikator Hukuman Ringan

Berdasarkan data yang terkumpul dari kuesioner tentang hukuman ringan terlihat bahwa distribusi frekuensi dari item-item variabel tersebut tampak pada tabel dibawah ini :

Tabel 4.4 Tanggapan Responden Mengenai Indikator Hukuman Ringan

Perny ataan

Tingkat Jawaban Responden

Skor Rata-rata SS (5) S (4) KS (3) TS (2) STS (1) F % F % F % F % F % P₁ 1 21 60 14 40 - - ₋ ₋ ₋ ₋ 161 4,6 P₁ 2 16 45,7 19 54,2 - - - - ₋ ₋ 156 4,45 Jumlah Rata-rata Indikator Hukuman Ringan 158,5 4,52 Sumber : Hasil Olah Data Primer,2018

Berdasarkan tabel 4.4 bahwa tanggapan responden mengenai variabel punishment pada indikator hukuman ringan, pernyataan P₁ 1 responden menjawab sangat setuju (SS) frekuensi 21, responden menjawab setuju (S) frekuensi 14, dengan total skor perolehan 161, yakni dengan rata-rata 4,6, pernyataan P₁ 2 responden menjawab sangat setuju (SS) frekuensi 16, responden menjawab setuju (S) frekuensi 19, dengan total skor perolehan 156, yakni dengan rata-rata 4,45.

b. Indikator Hukuman Sedang

Berdasarkan data yang terkumpul dari kuesioner tentang hukuman sedang terlihat bahwa distribusi frekuensi dari item-item variabel tersebut tampak pada tabel dibawah ini :

Tabel 4.5 Tanggapan Responden Mengenai Indikator Hukuman Sedang

Perny ataan

Tingkat Jawaban Responden

Skor Rata-rata SS (5) S (4) KS (3) TS (2) STS (1) F % F % F % F % F % P₂ 1 17 48,5 10 28,5 3 8,5 4 11,4 1 2,8 143 4,08 P₂ 2 19 54,2 16 45,7 ₋ ₋ ₋ ₋ ₋ ₋ 159 4,54 Jumlah Rata-rata Indikator Hukuman Sedang 151 4,31 Sumber : Hasil Olah Data Primer,2018

Berdasarkan tabel 4.5 bahwa tanggapan responden mengenai variabel punishment pada indikator hukuman sedang, pernyataan P₂ 1 responden

50

menjawab sangat setuju (SS) frekuensi 17, responden menjawab setuju (S) frekuensi 10, responden menjawab kurang setuju (KS) frekuensi 3, responden menjawab tidak setuju (TS) frekuensi 4, dan responden menjawab sangat tidak setuju (STS) frekuensi 1, dengan total skor perolehan 143, yakni dengan rata-rata 4,08, pernyataan P₂ 2 responden menjawab sangat setuju (SS) frekuensi 19, responden menjawab setuju (S) frekuensi 16, dengan total skor perolehan 159, yakni dengan rata-rata 4,54.

c. Indikator Hukuman Berat

Berdasarkan data yang terkumpul dari kuesioner tentang hukuman berat terlihat bahwa distribusi frekuensi dari item-item variabel tersebut tampak pada tabel dibawah ini :

Tabel 4.6 Tanggapan Responden Mengenai Indikator Hukuman Berat

Perny ataan

Tingkat Jawaban Responden

Skor Rata-rata SS (5) S (4) KS (3) TS (2) STS (1) F % F % F % F % F % P₃ 1 17 48,5 18 51,4 ₋ ₋ ₋ ₋ ₋ ₋ 157 4,48 P₃ 2 21 60 11 31,4 3 8,5 ₋ ₋ ₋ ₋ 158 4,51 Jumlah Rata-rata Indikator Hukuman Berat 157,5 4,49 Sumber : Hasil Olah Data Primer,2018

Berdasarkan tabel 4.6 bahwa tanggapan responden mengenai variabel punishment pada indikator hukuman berat, pernyataan P₃ 1 responden menjawab sangat setuju (SS) frekuensi 17, responden menjawab setuju (S) frekuensi 18, dengan total skor perolehan 157, yakni dengan rata-rata 4,48, pernyataan P₃ 2 responden menjawab sangat setuju (SS) frekuensi 21, responden menjawab setuju (S) frekuensi 11, responden menjawab kurang setuju (KS) frekuensi 3, dengan total skor perolehan 158, yakni dengan rata-rata 4,51.

2. Deskripsi Variabel Prestasi Kerja

Variabel (Y) prestasi kerja merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Diukur dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari item pernyataan dengan indikator kuantitas, kualitas, ketepatan waktu, efektivitas, dan kemampuan kerja sama pada SMP Negeri 3 Camba Kabupaten Maros dapat dilihat pada beberapa tabel sebagai berikut :

a. Indikator Kuantitas

Berdasarkan data yang terkumpul dari kuesioner tentang kuantitas terlihat bahwa distribusi frekuensi dari item-item variabel tersebut tampak pada tabel dibawah ini :

Tabel 4.7 Tanggapan Responden Mengenai Indikator Kuantitas

Perny ataan

Tingkat Jawaban Responden

Skor Rata-rata SS (5) S (4) KS (3) TS (2) STS (1) F % F % F % F % F % Y₁ 1 21 60 12 34,2 2 5,7 ₋ ₋ ₋ ₋ 159 4,54 Y₁ 2 4 11,4 21 60 4 11,4 6 17,1 ₋ ₋ 128 3,65 Jumlah Rata-rata Indikator Kuantitas 143,5 4,09 Sumber : Hasil Olah Data Primer,2018

Berdasarkan tabel 4.7 bahwa variabel prestasi kerja pada pernyataan Y₁ 1 responden menjawab sangat setuju (SS) frekuensi 21, responden menjawab setuju (S) frekuensi 12, responden menjawab kurang setuju (KS) frekuensi 2, dengan total skor perolehan 159, yakni dengan rata-rata 4,54, pernyataan Y₁ 2 responden menjawab sangat setuju (SS) frekuensi 4, responden menjawab setuju (S) frekuensi 21, responden menjawab kurang setuju (KS) frekuensi 4,

52

responden menjawab tidak setuju (TS) frekuensi 6, dengan total skor perolehan 128, yakni dengan rata-rata 3,65.

b. Indikator Kualitas

Berdasarkan data yang terkumpul dari kuesioner tentang kualitas terlihat bahwa distribusi frekuensi dari item-item variabel tersebut tampak pada tabel dibawah ini :

Tabel 4.8 Tanggapan Responden Mengenai Indikator Kualitas

Perny ataan

Tingkat Jawaban Responden

Skor Rata -rata SS (5) S (4) KS (3) TS (2) STS (1) F % F % F % F % F % Y₂ 1 2 5,7 22 62,8 5 14,2 6 17,1 ₋ ₋ 125 3,57 Y₂ 2 15 42,8 17 48,5 3 8,5 ₋ ₋ ₋ ₋ 152 4,34 Jumlah Rata-rata Indikator Kualitas 138,5 3,95 Sumber : Hasil Olah Data Primer,2018

Berdasarkan tabel 4.8 bahwa variabel prestasi kerja pada pernyataan Y₂ 1 responden menjawab sangat setuju (SS) frekuensi 2, responden menjawab setuju (S) frekuensi 22, responden menjawab kurang setuju (KS) frekuensi 5, responden menjawab tidak setuju (TS) frekuensi 6, dengan total skor perolehan 125, yakni dengan rata-rata 3,57, pernyataan Y₂ 2 responden menjawab sangat setuju (SS) frekuensi 15, responden menjawab setuju (S) frekuensi 17, responden menjawab kurang setuju (KS) frekuensi 3, dengan total skor perolehan 152, yakni dengan rata-rata 4,34.

c. Indikator Ketepatan Waktu

Berdasarkan data yang terkumpul dari kuesioner tentang ketepatan waktu terlihat bahwa distribusi frekuensi dari item-item variabel tersebut tampak pada tabel dibawah ini :

Tabel 4.9 Tanggapan Responden Mengenai Indikator Ketepatan Waktu

Perny ataan

Tingkat Jawaban Responden

Skor Rata-rata SS (5) S (4) KS (3) TS (2) STS (1) F % F % F % F % F % Y₃ 1 23 65,7 11 31,4 1 2,8 ₋ ₋ ₋ ₋ 162 4,62 Y₃ 2 21 60 12 34,2 2 5,7 ₋ ₋ ₋ ₋ 159 4,54 Jumlah Rata-rata Indikator Ketepatan Waktu 160,5 4,58 Sumber : Hasil Olah Data Primer,2018

Berdasarkan tabel 4.9 bahwa variabel prestasi kerja pada pernyataan Y₃ 1 responden menjawab sangat setuju (SS) frekuensi 23, responden menjawab setuju (S) frekuensi 11, responden menjawab kurang setuju (KS) frekuensi 1, dengan total skor perolehan 162, yakni dengan rata-rata 4,62, pernyataan Y₃ 2 responden menjawab sangat setuju (SS) frekuensi 21, responden menjawab setuju (S) frekuensi 12, responden menjawab kurang setuju (KS) frekuensi 2, dengan total skor perolehan 159, yakni dengan rata-rata 4,54

d. Indikator Efektivitas

Berdasarkan data yang terkumpul dari kuesioner tentang efektivitas terlihat bahwa distribusi frekuensi dari item-item variabel tersebut tampak pada tabel dibawah ini :

Tabel 4.10 Tanggapan Responden Mengenai Indikator Efektivitas

Perny ataan

Tingkat Jawaban Responden

Skor Rata-rata SS (5) S (4) KS (3) TS (2) STS (1) F % F % F % F % F % Y₄ 1 19 54,2 14 40 2 5,7 ₋ ₋ ₋ ₋ 157 4,48 Jumlah Rata-rata Indikator Efektivitas 157 4,48 Sumber : Hasil Olah Data Primer,2018

Berdasarkan tabel 4.10 bahwa variabel prestasi kerja pada pernyataan Y₄ 1 responden menjawab sangat setuju (SS) frekuensi 19, responden menjawab

54

setuju (S) frekuensi 14, responden menjawab kurang setuju (KS) frekuensi 2, dengan total skor perolehan 157, yakni dengan rata-rata 4,48.

e. Indikator Kemampuan Kerja Sama

Berdasarkan data yang terkumpul dari kuesioner tentang kemampuan kerja sama terlihat bahwa distribusi frekuensi dari item-item variabel tersebut tampak pada tabel dibawah ini :

Tabel 4.11 Tanggapan Responden Mengenai Indikator Kemampuan Kerja Sama

Perny ataan

Tingkat Jawaban Responden

Skor Rata-rata SS (5) S (4) KS (3) TS (2) STS (1) F % F % F % F % F % Y₅ 1 21 60 14 40 ₋ ₋ ₋ ₋ ₋ ₋ 161 4,6

Jumlah Rata-rata Indikator Kemampuan Kerja Sama 161 4,6 Sumber : Hasil Olah Data Primer,2018

Berdasarkan tabel 4.11 bahwa variabel prestasi kerja pada pernyataan Y₅ 1 responden menjawab sangat setuju (SS) frekuensi 21, responden menjawab setuju (S) frekuensi 14, dengan total skor perolehan 161, yakni dengan rata-rata 4,6.

3. Uji Kualitas Data

Tujuan dari uji kualitas data adalah untuk mengetahui konsistensi dan akurasi data yang dikumpulkan. Uji kualitas data yang dihasilkan dari penggunaan instrument penelitian dapat dianalisis dengan menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas.

1. Uji Validitas

Uji Validitas adalah prosedur untuk memastikan apakah kuesioner yang akan dipakai untuk mengukur variabel penelitian valid atau tidak. Kuesioner

dapat dikatakan valid jika pernyataan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang diukur oleh kuesioner tersebut. Untuk mengetahui item pernyataan itu valid dengan melihat nilai Corrected Item Total Corelation. Apabila item pernyataan mempunyai r hitung > dari r tabel maka dapat dikatakan valid. Pada penelitian ini terdapat jumlah sampel (n) = 35 dan besarnya df dapat dihitung 35–2 = 33 dengan df = 33 dan alpha = 0,05 didapat r tabel = 0,2826 Jadi, item pernyataan yang valid mempunyai r hitung lebih besar dari 0,2826. Adapun hasil uji validitas data dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.12 Hasil Uji Validitas

Variabel Item R Hitung R Tabel Keterangan

Punishment (X) X.1 0,788 0,2826 Valid X.2 0,603 0,2826 Valid X.3 0,840 0,2826 Valid X.4 0,722 0,2826 Valid X.5 0,787 0,2826 Valid X.6 0,719 0,2826 Valid Prestasi Kerja (Y) Y.1 0,762 0,2826 Valid Y.2 0,812 0,2826 Valid Y.3 0,770 0,2826 Valid Y.4 0,735 0,2826 Valid Y.5 0,728 0,2826 Valid Y.6 0,762 0,2826 Valid Y.7 0,817 0,2826 Valid Y.8 0,583 0,2826 Valid

56

Tabel tersebut memperlihatkan bahwa seluruh item pernyataan memiliki nilai koefisien korelasi positif dan lebih besar dari pada R-tabel. Hal ini berarti bahwa data yang diperoleh telah valid dan dapat dilakukan pengujian data lebih lanjut.

2. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuisioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Uji reliabilitas data dilakukan dengan menggunakan metode Alpha Cronbach yakni suatu instrumen dikatakan reliabel bila memiliki koefisien keandalan reabilitas sebesar 0,60 atau lebih. Hasil pengujian reliabilitas data dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.13 Hasil Uji Reliabilitas

No Variabel Cronbach’s Alpha Cronbach’s Alpha Standar Keterangan 1. Punishment (X) 0,779 0,60 Reliabel

2. Prestasi Kerja (Y) 0,779 0,60 Reliabel Sumber : Data Primer yang diolah (2018)

Tabel diatas menunjukkan bahwa nilai cronbach’s alpha dari semua variabel lebih besar dari 0,60, sehingga dapat disimpulkan bahwa instrumen dari kuesioner yang digunakan untuk menjelaskan variabel punishment dan prestasi kerja yaitu dinyatakan handal atau dapat dipercaya sebagai alat ukur variabel.

3. Hasil Regresi Sederhana

Untuk lebih jelasnya akan disajikan hasil olahan data mengenai persamaan regresi dibawah ini :

Tabel 4.14

Hasil Regresi Sederhana

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1.187 2.717 .437 .665 Punishment 1.244 .101 .906 12.282 .000

a. Dependent Variable: Prestasi Kerja Sumber: Hasil output SPSS (2018)

Berdasarkan tabel 4.14 diatas dapat dianalisis model estimasi sebagai berikut : Y = 1,187 + 1,244 + e Keterangan : Y = Prestasi Kerja X = Punishment a = Konstanta b = Koefisien Variabel X e = Nilai Kritis (Standar Error)

Dari persamaan di atas dapat dijelaskan bahwa :

a. Nilai konstanta sebesar 1,187 mengindikasikan bahwa, jika variabel independen Punishment adalah nol maka Prestasi Kerja akan terjadi sebesar 1,187.

b. Koefisien regresi variabel Punishment sebesar 1,244 mengindikasikan bahwa setiap kenaikan satu satuan variabel Punishment akan meningkatkan Prestasi Kerja sebesar 1,244.

58

4. Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi merupakan besaran yang menunjukkan variasi variabel bebas yang dapat dijelaskan oleh variabel independennya. Dengan kata lain, koefisien determinasi ini digunakan untuk mengukur seberapa jauh variabel bebas (punishment) dalam menerangkan variabel terikatnya (prestasi kerja). Nilai koefisien determinasi ditentukan dengan nilai R square sebagaimana dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 4.15 Hasil Uji

Model Summary

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .906a .820 .815 1.71098

a. Predictors: (Constant), Punishment Sumber: Hasil output SPSS (2018)

Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi diatas, nilai R2 (R Square) dari model regresi digunakan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variabel bebas dalam menerangkan variabel terikat. Dari tabel diatas diketahui bahwa nilai R2 sebesar 0,820, hal ini berarti bahwa 82,0% yang menunjukkan bahwa Prestasi Kerja dipengaruhi oleh variabel Punishment. Sisanya sebesar 18% dipengaruhi oleh variabel lain yang belum diteliti dalam penelitian ini.

Dokumen terkait