BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
Setelah mengumpulkan semua informasi yang berpengaruh terhadap penjualan AC Daikin pada Kantor Aircon Solution Indonesia adalah dengan memanfaatkan semua informasi tersebut ke dalam model-model kuantitatif perumusan strategi dan sebaiknya menggunakan beberapa model sekaligus, agar dapat memperoleh analisis yang lengkap dan akurat. Model yang dipergunakan adalah Analisis Dekriptif, Matriks Internal / Eksternal, Matriks SWOT.
1. Analisis Deskriptif
Setiap perusahaan, baik yang bergerak di bidang produk ataupun jasa, mempunyai tujuan untuk tetap hidup dan berkembang, tujuan tersebut dapat dicapai melalui upaya untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan tingkat keuntungan atau laba operasional perusahaan. Hal ini dapat dilakukan, jika perusahaan dapat mempertahankan dan meningkatkan penjualan produk atau jasa yang mereka produksi. Dengan melakukan penerapan strategi pemasaran yang akurat melalui pemanfaatan peluang dalam meningkatkan penjualan, sehingga posisi atau kedudukan perusahaan di pasar dapat ditingkatkan atau dipertahankan Seperti diketahui strategi pemasaran adalah rencana yang menyeluruh terpadu dan menyatu di bidang pemasaran yang memberikan paduan tentang kepentingan yang akan dijalankan untuk mencapai tujuan pemasaran
Untuk menganalisa strategi pemasaran AC Daikin pada kantor Aircon Solution Indonesia konsep yang dianggap efektif adalah dengan menggunakan konsep Marketing Product, Price, Place dan Promotion.
Berikut uraian unsur-unsur dari Marketing kantor Aircon Solution Indonesia sebagai berikut:
b. Analisa Produk (product)
Produk yang ada baik berupa barang dan jasa sampai saat ini pada kantor Aircon Solution Indonesia yaitu:
3) AC Daikin urusara 7 Freon R32 (FTXZ-NVM4 Series) Made in JAPAN. AC ini termasuk AC paling canggih dan hemat listrik di Indonesia, AC ini juga memiliki keunggulan seperti dibawah ini: a) Tipe AC Daikin Usara 7 tersedia mulai dari 1PK sampai 2PK 1 PK
hanya butuh daya 110 – 880 watt dan 1,5 PK hanya butuh daya 110 – 1.330 watt dan 2 PK hanya butuh daya 110 – 1.600 watt. b) Bisa membersihkan filter AC sendiri.
c) Aliran udara yang bisa berputar mengelilingi ruangan dengan 2 air intake bisa sedot udara bagian atas dan bawah AC dan arah semburan angin yang tidak mengenai tubuh karena sirip kedua AC Urusara 7 membuat hembusan angin langsung keatas. Plus semburan angin AC bisa mencapai 12 meter ke depan.
d) Memiliki plasma electric discharge di Titanium Apatite Photocatalytic Filter-nya sehingga kemampuan membunuh bakterinya jauh lebih kuat dan efektif.
e) Dan terakhir AC tipe ini bisa mengatur kelembapan dalam ruangan.
4) AC Daikin European Design Freon R32 (FTKJ-GVM4 Series) Indoor Made in Czech Republic (Republik Ceko), Outdoor Made in Thailand. AC ini memiliki keunggulan sebagai berikut:
a) Penggunaan Watt yang lebih kecil dibanding tipe Inverter Smile dan Premium Inverter sekalipun.
b) AC ini di design di Eropa dan dibuat di Ceko dan sudah memenangi award Red Dot Design Award 2013.
c) Tersedia dari kapasitas 1 sampai 2 PK dan memiliki design yang elegan, menarik, sehingga ketika AC menyala body depan AC terbuka keatas menunjukkan sirip udara dan konsumsi listriknya cukup rendah.
5) AC Daikin Premium Inverter / Baby Urusara 7 Freon R32 (FKTM Series) Made In Thailand, keunggulannya:
a) Tersedia mulai 1 PK sampai 3 PK.
b) Memiliki sensor mata keberadaan manusia.
c) Memiliki konsumsi listrik terbaik di rentang harga jualnya
6) AC Daikin Inverter Star Freon R32 (FTCK-TVM4) made in Thailand, keunggulannya:
a) Tersedia mulai ½ PK sampai 3 PK dan sudah menggunakan freon R32 yang ramah lingkungan dan lebih dingin dari R22.
b) Memiliki sensor mata seperti yang terdapat di tipe premium Inverter FTKM-SVM4 series dan memiliki filter anti bakteri.
c) Memiliki operasi anti jamur alias MOLD
7) AC Daikin Inverter Flash Freon R32 (FTKQ-SVM Series ) Made in Tahiland, keunggulannya :
a) Memiliki harga 20% lebih murah dari pada Daikin Inverter Smile. b) Tersedia mulai kapasitas ½ PK dengan efisiensi listrik nyaris
c) Memiliki super PCB dimana AC dapat bekerja normal di rentang Voltase 150 volt sampai 264 volt bahkan tahan kejut sampai 440 volt.
d) Memiliki bentuk yang manis seperti indoor CTKM Multi NX-nya Daikin.
8) AC Daikin Standar Thailand Freon R32 (FTC-NV Series) made in Thailand, keunggulannya:
a) Konsumsi listriknya sangat rendah terutama yang ukuran 1.5 PK. b) Modelnya seperti Inverter Smile dan Lis krom.
c. Analisis Harga (price)
Daftar harga penjualan AC Daikin pada kantor Aircon Solution Indonesia dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.1. Daftar Harga Penjualan
Sumber: Kantor Aircon Solution Indonesia
Nama Tipe Harga
Split Inverter (Flash) 1.FTKQ/RKQ155VM ½ PK 2.FTKQ/RKQ205VM ¾ PK 3.FTKQ/RKQ255VM 1PK 4.FTKQ/RKQ335VM 1,5 PK 5.FTKQ/RKQ505VM 2 PK 1. Rp 4.510.000 2. Rp 4.675.000 3. Rp 4.880.000 4. Rp 6.100.000 5. Rp.8.900.000 Split SMS (Thailand) 1.STC15NV ½ PK 2.STC20NV ¾ PK 3.STC25NV 1 PK 4.STC35NV 1,5 PK 5.STC50NV 2 PK 1. Rp 3.750.000 2. Rp 3.900.00 3. Rp 4.070.000 4. Rp 5.075.000 5. Rp 6.750.000 Split Lite (Malaysia) 1.STV15CXV ½ PK
2.STV20CXV ¾ PK 3.STV25CXV 1 PK 4.STV35CXV 1,5 PK 5.STV50CXV 2 PK 6.STV60CXV 2,5 PK 1. Rp 3.350.000 2. Rp 3.450.000 3. Rp 3.600.000 4. Rp 4.500.000 5. Rp 5.960.000 6. Rp 8.470.000
Daftar volume penjualan AC Daikin pada kantor Aircon Solution Indonesia dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.2 Volume Penjualan Tahun 2017-2019
Bulan Volume Penjuala (Dalam Unit) Tahun 2017 Tahun 2018 Tahun 2019
Januari 35 37 40 Februari 39 40 45 Maret 40 45 47 April 33 35 42 Mei 32 33 37 Juni 30 30 39 Juli 36 46 43 Agustus 38 39 49 September 41 35 38 Oktober 45 40 48 November 42 50 52 Desember 43 47 50 Jumlah 454 477 530
Sumber: Kantor Aircon Solution Indonesia
d. Analisa Tempat (Place)
Kantor Aircon Solution Indonesia terletak di jalan Gotong Royong No.6, Tamamaung, Kec. Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90232. Dari lokasi tempat ini dapat diketahui bahwa letak Kantor Aircon Solution Indonesia mudah untuk dijangkau.
e. Analisa Promosi (Promotion)
Bentuk-bentuk promosi pemasaran yang dilakukan oleh kantor Aircon Solution Indonesia dalam meningkatkan jumlah penjualannya, yaitu:
1) Periklanan
Iklan adalah bentuk komunikasi tidak langsung yang didasari pada informasi tentang keunggulan AC Daikin pada kantor Aircon Solution Indonesia yang disusun rangkaian kata-katanya sedemikian
rupa dengan mengubah pikiran seseorang untuk datang ke kantor Aircon Solution Indonesia untuk membeli produk-produk yang di jual oleh kantor Aircon Solution Indonesia.
Adapun kegiatan periklanan yang dilakukan oleh kantor Aircon Solution Indonesia dengan berbagai macam cara di antaranya melalui media cetak seperti surat kabar, maupun media luar ruangan seperti baliho dan spanduk.
2) Sponsorship
Kegiatan sponsorship yang dilaksanakan oleh kantor Aircon Solution Indonesia bertujuan untuk lebih mensosialisasikan produk kepada masyarakat luas melalui berbagai kegiatan seperti, sponsor kegiatan amal, festival musik dan lain sebagainya dengan demikian masyarakat luas akan lebih banyak mengenal dan mengetahui AC Daikin pada kantor Aircon Solution Indonesia.
2. Analisa Strategi SWOT
Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi pemasaran AC Daikin pada kantor Aircon Solution Indonesia. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strength) dan peluang (Opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weakness) dan ancaman (Threat). Berikut ini adalah rincian mengenai kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman.
a. Faktor Internal
Faktor internal disusun untuk merumuskan faktor;faktor strategi internal perusahaan dalam kerangka kekuatan dan kelemahan.
1) Kekuatan, terdiri dari:
a)
Model dan Desail yang lebih menarik.b)
Harga yang cukup bervariasi.c)
Lokasi yang Mudah di jangkau.d)
Penggunaan media periklanan yang baik.e)
Ada kartu Garansi.2) Kelemahan, terdiri dari:
a)
Daya tahan yang tidak begitu kuat.b)
Harga produk yang mahal.c)
Cara promosi yang kurang bervariasi.d)
Pelayanan kurang cepate)
Kurang perawatan service secara berkala.Tabel 4.3 Nilai IFAS (Internal Factor Analys Summary)
Faktor-faktor internal Bobot Peringkat Skor Kekuatan:
Model dan Desain yang lebih menarik. 0,10 3 0,31
Harga yang cukup bervariasi. 0,07 3 0,21
Lokasi yang Mudah di jangkau. 0,10 3 0,31
Penggunaan media periklanan yang baik 0,12 4 0,48
Ada kartu Garansi 0,12 4 0,48
Total 0,52 1,79
Kelemahan:
Daya tahan yang tidak begitu kuat 0,08 2 0,16
Cara promosi yang kurang bervariasi 0,08 3 0,24
Pelayanan kurang cepat 0,12 2 0,24
Kurang perawatan service secara berkala 0,08 2 0,16
Total 0,48 1,04
Total Internal 1.00 2,83 Sumber: Pengolahan Data Internal kantor Aircon Solution Indonesia
Dari hasil analisis pada tabel diatas faktor Strength mempunyai total nilai skor 1,79 sedang Weakness mempunyai total nilai skor 1,04. b. Faktor Eksternal
Faktor Eksternal disusun untuk merumuskan peluang dan ancaman yang ada, sehingga dapat mengoptimalkan peluang yang dan menghindari ancaman yang ada.
1) Peluang, terdiri dari:
a) Mempunyai daya tarik tersendiri. b) Pangsa pasar yang luas.
c) Hubungan yang baik dengan konsumen. d) Kota Makassar suhunya lumayan panas. e) Banyak pembangunan gedung baru. 2) Ancaman terdiri dari:
Banyaknya pesaing AC bermunculan. Harga bahan baku naik.
Harga untuk promosi meningkat.
Tidak inovasi untuk membuat AC yang minimalis. Lokasi pesaing lebih strategis.
Tabel 4.4 Nilai EFAS (Eksternal Factor Analys Summary) Faktor-faktor Eksternal Bobot Peringkat Skor
Peluang:
Mempunyai daya tarik tersendiri. 0,08 4 0,33
Pangsa pasar yang luas. 0,13 3 0,38
Hubungan yang baik dengan konsumen 0,08 4 0,33 Kota Makassar suhunya lumayan panas 0,13 3 0,38
Banyak pembangunan gedung baru 0,08 4 0,33
Total 0,50 1,75
Ancaman:
Banyaknya pesaing AC bermunculan 0,13 2 0,25
Harga bahan baku naik 0,08 2 0,17
Harga untuk promosi meningkat
0,08 2 0,17Tidak inovasi untuk membuat AC yang
minimalis
0,08 2 0,17
Lokasi pesaing lebih strategis
0,13 2 0,25Total 0,50 1,00
Total Internal 1.00 2,75 Sumber: Pengolahan Data Internal kantor Aircon Solution
Analisis Tabel diatas menunjukkan bahwa untuk faktor-faktor Opportunity nilai skornya 1.75 dan faktor Threat 1.00. Selanjutnya nilai total skor dari masing-masing faktor dapat dirinci, Strength: 1,79, Weakness: 1.04, Opportunity: 1.75 dan Threat: 1.00. Maka diketahui nilai Strength diatas nilai Weakness selisih (+) 0,75 dan nilai Opportunity diatas nilai Threat selisih (+) 0.75. Dari hasil identifikasi faktor–faktor tersebut maka dapat digambarkan dalam Diagram SWOT, dapat dilihat pada gambar berikut
Gambar 4.2 Diagram Swot
Sumber :Diagram Cartesisus Hasil Pengolahan Data Internal dan Eksternal
kantor Aircon Solution
Dari gambar diagram diatas, sangat jelas menunjukkan bahwa AC Daikin pada kantor Aircon Solution Indonesia berada pada kuadran I, artinya meskipun perusahaa, menghadapi berbagai ancaman, perusahaan masih memiliki kekuatan dari segi internal. Strategi yang harus digunakan yaitu menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang dengan cara strategi Growth.
Ancaman (1.00) Kekuatan (1,79) Kelemahan(1,04) Peluang (1,75) Kuadran I Kuadran III Kuadran IV Kuadran II 0 0,75
Tabel 4.5 Hasil Analisis SWOT EFAS IFAS Strengths (S) Tentukan 1-10 Faktor-Faktor Kekuatan Internal
1.Model dan Desail yang lebih menarik. 2.Harga yang cukup bervariasi.
3.Lokasi yang Mudah di jangkau.
4.Penggunaan media periklanan yang baik. 5.Ada kartu Garansi
Weaknesses (W) tentukan 1-10 Faktor-faktor
Kelemahan Internal
1. Daya tahan yang tidak begitu kuat. 2. Harga produk yang mahal
3. Cara promosi yang kurang bervariasi. 4. Pelayanan kurang cepat
5. Kurang perawatan service secara berkala
Opportunities (O) Tentukan 1-10 Faktor-Faktor Peluang Eksternal
1.Mempunyai daya tarik tersendiri.
2.Pangsa pasar yang luas.
3.Hubungan yang baik dengan konsumen. 4.Kota Makassar suhunya lumayan panas. 5.Banyak pembangunan gedung baru. Strategi SO
1.Pembuatan Model dan Desain yang lebih menarik.
2.Harga yang cukup bervariasi.
3.Lokasi yang Mudah di jangkau.
4.Penggunaan media periklanan yang baik 5.Penambaha Garansi yang lebih lama dan perawatan service secara berkala
Strategi WO
1.Banyaknya pesaing AC bermunculan. 2.Harga bahan baku naik Treaths (T) Tentukan 1-10 Faktor-Faktor Ancaman Eksternal Banyaknya pesaing AC bermunculan.
Harga bahan baku naik. Harga untuk promosi meningkat.
Tidak inovasi untuk membuat AC yang minimalis.
Lokasi pesaing lebih strategis.
Strategi ST
1.Mempunyai daya tarik tersendiri.
2.Pangsa pasar yang luas.
3.Hubungan yang baik dengan konsumen.
Strategi WT
1.Banyaknya pesaing AC bermunculan. 2.Harga bahan baku naik
Berdasarkan analisis tersebut di atas menunjukkan bahwa kinerja perusahaan dapat ditentukan oleh kombinasi faktor internal dan eksternal. Kombinasi kedua faktor tersebut ditunjukkan dalam diagram hasil analisis SWOT sebagai berikut:
1) Strategi SO ( Mendukung Strategi Grwoth)
Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan, yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya. Strategi SO yang ditempuh oleh
kantor
Aircon Solution Indonesia adalah Strategi memanfaatkan seluruh kekuatan kantor Aircon Solution Indonesia yaitu, mempertahankan Model dan Desain yang lebih menarik, Harga yang cukup bervariasi, Lokasi yang Mudah di jangkau, Penggunaan media periklanan yang baik dan Garansi yang lebih lama2) Strategi ST (Mendukung Strategi Diversifikasi)
Adalah Strategi dalam menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk mengatasi ancaman. Strategi ST ditempuh oleh
kantor
Aircon Solution Indonesia yaitu Strategi menggunakan kekuatan iklan, yaitu mengencarkan pemasaran dan promosi melalui sponsorship dan menambah pameran.3) Strategi WO (Mendukung Strategi Turn-Around)
Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada. Strategi WO yang ditempuh oleh kantor Aircon SolutionIndonesia antara lain:
a. Meningkatkan daya tahan produk b. Meminimalisir harga produk
4) Strategi WT (Mendukung Strategi Defensif)
Strategi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defensif dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman. Strategi WT ditempuh oleh kantor Aircon Solution Indonesia yaitu menghindari adanya kekurangan dalam produk sehingga dapat mengimbangi munculnya pesaing perusahaan AC yang baru.