• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas ini tidak berdasarkan jumlah pertemuan atau tatap muka dalam pembelajaran, tetapi lebih mengutamakan perkembangan dan kemajuan siswa setelah siswa mendapatkan tindakan, dalam hal ini pembelajaran pendidikan jasmani dengan materi hasil belajar tolak peluru gaya orthodox melalui penerapan media bantu pembelajaran yang dimodifikasi. Hasil pembelajaran tolak peluru gaya orthodox melalui penerapan media bantu pembelajaran yang dimodifikasi ini sistematikanya secara umum terdiri dari pendahuluan yang meliputi membariskan siswa, apersepsi, menyampaikan materi dan memimpin pemanasan. Berikutnya adalah kegiatan inti, kegiatan inti dalam penelitian ini terdiri dari permainan dan teknik tolakan. Terakhir adalah penutup, yang terdiri dari membariskan siswa, evaluasi pembelajaran, doa, dan pembubaran.

Penyampaian materi hasil belajar tolak peluru gaya orthodox melalui penerapan media bantu pembelajaran yang dimodifikasi dengan cara guru menyampaikan atau menjelaskan materi sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran, siswa mendengarkan, memahami dan kemudian mempraktekkan. Koreksi atas kesalahan siswa dilaksanakan pada saat proses pembelajaran berlangsung. Pemberian materi dilakukan oleh peneliti, guru bertugas sebagai pengamat (observer) pembelajaran dan dibantu oleh critical friend. Data observasi digunakan sebagai evaluasi kegiatan belajar mengajar antara peneliti, guru, dan teman yang tidak berkepentingan dengan peneliti. Kekurangan di siklus pertama akan lebih dicermati sehingga tidak akan muncul lagi.

1. Siklus I a. Perencanaan

Perencanaan diawali dengan berkonsultasi dengan guru penjas. Konsultasi ini meliputi penentuan waktu tindakan, kelas yang digunakan untuk penelitian, perencanaan tindakan (games dan materi) dan pembuatan RPP. Penentuan waktu tindakan ini kaitannya dengan pelaksanaan tindakan, diperoleh kesepakatan pelaksanaan tindakan pada hari Kamis, tanggal 6 Januari 2011. Langkah selanjutnya menentukan kelas yang diberi tindakan, diperoleh kesepakatan dengan guru, kelas

commit to user

yang digunakan kelas VI. Dipilihnya kelas VI ini kaitannya dengan jadwal pembelajaran.

Langkah selanjutnya adalah penentuan permainan yang akan digunakan dan materi pembelajaran. Pemilihan permainan yang digunakan disesuaikan dengan alat dan fasilitas sekolah. Penentuan materi bersumber pada buku referensi. Setelah itu pembuatan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), yang memuat perencanaan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Persiapan yang terakhir mempersiapkan alat-alat yang akan digunakan dalam pembelajaran, menyiapkan peluru, atau memilih peluru yang tidak rusak, menyiapkan bola tennis, bola kertas, batu kali, dus bekas, tiang lompat tinggi, bambu, serbuk kapur, kertas bernomor.

b. Tindakan

Siswa dibariskan dengan formasi dua bersaf, guru memimpin berdoa, setelah itu dilakukan prsensi dengan menanyakan pada ketua kelas siapa yang tidak masuk, dari jumlah siswa sebanyak 16 ternyata semua dapat mengikuti pembelajaran. Setelah presensi guru menjelaskan materi. Penjelasan materi tolak peluru gaya orthodox berawal dari cara memegang peluru. Siswa sebagian besar mempersiapkan guru, tetapi ada siswa yang berbincang-bincang dengan siswa lain.

Kegiatan berikutnya adalah pemanasan, pemanasan dipimpin oleh guru, guru memberi contoh dan membenarkan siswa yang gerakannya salah, menegur siswa yang tidak serius dalam melakukan pemanasan. Pemanasan berupa gerakan-gerakan statis dan diakhiri gerakan dinamis. Waktu yang digunakan dari membariskan siswa sampai pemanasan kurang lebih selama 10 menit.

Setelah selesai melakukan pemanasan, kemudian memasuki kegiatan inti selama 50 menit. Kegiatan inti terdiri games, pengenalan peluru, dan teknik awalan, tolakan, dan sikap akhir. Bermain selama 10 menit, diawali dengan guru menjelaskan cara bermain dan memberi contoh. Permainannya berupa menolak bola kertas ke sasaran dus yang disusun di atas meja jaraknya kira-kira 5 m. Siswa dibagi dalam empat kelompok menghadap ke sasaran dus yang disusun di atas meja. Jarak antara siswa dengan sasaran kuran lebih 6 meter. Cara bermain siswa menolak ke sasaran (tolakannya yang paling banyak menumbangkan/menjatuhkan dus yang disusun. Cara tolakannya menyerupai gerakan menolak pada peluru. Sikap awal siswa menghadap ke

commit to user

kanan, sasaran di sebelah kiri. Tangan kanan memegang bola kertas di atas bahu lengan lurus agak jongkok, lompat kaki kanan ke arah kiri bersamaan dengan tolakan.

Siswa yang akan menolak harus selalu menunggu aba-aba dari guru, setelah melakukan siswa pindah ke baris belakang. Dalam jarak 6 meter ini, banyak siswa yang kesulitan menumbangkan dus yang tersusun. Di sela-sela proses pembelajaran, guru mengoreksi dan memberikan contoh cara melakukan yang benar. Kebanyakan siswa putri yang melakukan kesalahan, lima menit kemudian, jarak antar siswa dengan sasaran ditambah, jaraknya menjadi 9-10 meter.

Setelah games (bermain), selanjutnya gerakan teknik, gerakan teknik terdiri dari teknik pertama cara memegang peluru, teknik kedua persiapan awalan, dan teknik ketiga awalan dilanjutkan tolakan dan sikap akhir. Teknik yang pertama guru menjelaskan kembali cara memegang peluru, cara membawa dan tindakan keamanan.

Tindakan keamanan ini guru menekankan kepada sikap siswa agar tidak bercanda ketika membawa peluru. Selanjutnya guru meminta para siswa mempraktekkan cara memegang peluru, persiapan awalan, dan tolakan.sasaran tolakkan ke arah depan dengan jarak 5-6 meter, setelah itu jraknya ditambah 7-8 meter. Siswa terbagi dalam dua saf, dalam melakukan gerakan bergantian antra baris pertama dan kedua.

Teknik kedua adalah tolakan dari posisi berdiri, salah satu kaki jingjit dan kaki kanan lompat bersamaan tangan menolak sekuat tenaga ke arah kiri lemparan.

Mayoritas siswa belum kesulitan dalam melakukan gerakan atau teknik pertama dan kedua. Di sela-sela proses pembelajaran, guru memberikan koreksi pada siswa yang belum benar dalam melakukan. Teknik pertama dan kedua memakan waktu kurang lebih 15 menit. Selanjutnya siswa dikumpulkan, guru menjelaskan dan memberi contoh teknik ke tiga, setelah guru meminta siswa mempraktekkan gerakan yang di contohkan guru. Dalam mempraktekkan, pertama-tama siswa tidak membawa atau menggunakan peluru, guru kembali memberikan contoh gerakan, setelah ada aba-aba dari guru (melalui peluit) siswa melakukan tolakkan kearah saaran. Dalam melakukan gerakan ini, siswa terbagi dalam dua saf, yang pertama melakukan baris depan diikuti baris berikutnya.

Guru langsung menegur siswa yang salah , dengan memberikan contoh gerakkan, siswa yang bersangkutan mengikuti. Setelah semua siswa dianggap bisa, Dilanjutkan dengan menggunakan batu. Dalam menggunakan batu, guru kembali

commit to user

memberikan contoh gerakan, setelah itu para siswa diminta mempraktekkan gerakan yang dicontohkan guru. Dalam mempraktekkan gerakan pada awalnya kebanyakan siswa agak kesulitan, setelah dilakukan berulang-ulang, kesalahan-kesalahan siswa dalam melakukan gerakan mulai berkurang dan kebanyakan siswa sudah dianggap bisa. Siswa yang sudah bisa melakukan dengan benar salah satunya dipanggil oleh guru untuk memberikan contoh. Waktu yang digunakan untuk mempelajari teknik ke tiga ini kurang lebih 15 menit. Setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan penutup, dalam kegiatan penutup, siswa dibariskan dalam empat saf. Guru memberikan koreksi atas kesalahan-kesalahan siswa, serta memuji siswa yang telah melakukan tolakan dengan benar, bertanya pada siswa tentang cara memegang peluru dan diakhiri dengan doa dan pembubaran.

c. Observasi

Hasil dari pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung, siswa dalam mengikuti pembelajaran tolak peluru gaya orthodox cukup antusias, memahami cara memegang peluru, persiapan awalan, awalan tolakan, sikap akhir, dan melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Secara umum, suasana di halaman sekolah aktif, ini terlihat dari antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran, dari pemanasan sampai dengan rangkaian gerakan tolak peluru, siswa melaksanakan apa yang diperintahkan oleh guru.

1) Aktivitas Siswa

Hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa dalam proses pembelajaran pada siklus I sebagai berikut :

Tabel 6. Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus I

No ASPEK YANG DIAMATI Catatan

I Pra Pembelajaran

1. Siswa dibariskan di lapangan ya

2. Kesiapan menerima pelajaran tidak

II Kegiatan Membuka Pelajaran

1. Siswa mampu menjawab pertanyaan apersepsi tidak 2. Mendengarkan secara seksama saat dijelaskan kompetensi

yang hendak dicapai ya

commit to user III Kegiatan Inti Pembelajaran

Dokumen terkait