BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
4.1.1 Perencanaan Tindakan Siklus I
Untuk melaksanakan tindakan diperlukan suatu persiapan skenario pembelajaran atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), media cerita bergambar, lembar observasi terhadap guru dan siswa, serta lembar penilaian terhadap kemampuan membaca nyaring siswa. Adapun untuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan media cerita bergambar disesuaikan dengan tema kelas II SD. Dalam penelitian ini, peneliti bekerjasama dengan guru kelas untuk membantu mengkondisikan siswa agar proses pembelajaran dapat berjalan sesuai rencana. Peneliti juga bekerjasama dengan teman sejawat untuk mendokumentasikan dan mengobservasi keaktifan siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
Penelitian dilakukan dalam dua siklus yang terdiri dari siklus I dan siklus II. Satu siklus terdiri dari 2 kali pertemuan, dengan alokasi waktu 2x35 menit (2 JP) dalam setiap pertemuan. Dalam penelitian ini peneliti berperan sebagai pelaksana. Hal ini berdasarkan kesepakatan antara peneliti dengan guru kelas II SDN Dukuh 2 Sleman. Guru berpendapat bahwa peneliti lebih paham dan mengerti tentang rencana pelaksanaan pembelajaran yang akan digunakan untuk mengajar. Guru kelas bertindak sebagai pengamat selama pembelajaran berlangsung.
1. Kondisi awal
Peneliti melakukan wawancara kepada guru kelas mata pelajaran Bahasa Indonesi sebelum melakukan tindakan menggunakan media cerita bergambar. Guru mengatakan bahwa siswa kurang memiliki kegemaran untuk membaca sendiri, di depan kelas. Kurang membiasakan diri dalam membaca. Berdasarkan kondisi awal membaca nyaring siswa masih di bawah KKM. Nilai rata-rata kemampuan membaca nyaring siswa kelas II SD dari perhitungan tersebut adalah 60. Skor kemampuan membaca nyaring siswa masih banyak di bawah KKM, maka nilai akan diperbaiki pada siklus I.
4.1.1.1 Pelaksanaan Tindakan Siklus I
Tindakan siklus I dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Pelaksanaan masing-masing pertemuan akan dijelaskan sebagai berikut.
1. Siklus I Pertemuan I
Pertemuan I siklus I ini dilaksanakan pada tanggal 12 April 2016 yang beralokasi waktu 2x35 menit. Pada kegiatan awal guru memulai dengan salam, doa, dan prenentasi siswa. Kemudian guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan yaitu “Anak-anak, siapakah yang sudah pernah membaca cerita?”, membagikan dan menunjukan media cerita bergambar yang berjudul “membersihkan lingungan rumah”.
Orentasi guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari. Guru memberikan motivasi kepada siswa agar semangat dalam mengikuti pembelajaran dengan mengikuti gerak dan lagu dalam video. Saat kegiatan inti dalam eksplorasi, guru bertanya jawab dengan siswa mengenai pelajaran pada minggu sebelumnya.
Pada elaborasi guru menjelaskan tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan pembelajaran membaca nyaring dengan lafal dan intonasi yang tepat, melalui media cerita bergambar, guru memberikan contoh cara membaca nyaring melalui media cerita bergambar, siswa menyimak guru saat membaca nyaring cerita bergambar, guru dan siswa membaca nyaring cerita bergambar yang berjudul “membersihkan lingkungan rumah”.
Guru meminta siswa untuk membaca nyaring cerita dengan lafal dan intonasi yang tepat secara klasikal, guru melakukan tanya jawab dengan siswa mengenai isi teks cerita bergambar, guru meminta siswa membaca nyaring cerita secara bergiliran di depan kelas, siswa lain memperhatikan temannya yang
mendapat giliran membaca, guru mengevaluasi siswa membaca cerita bergambar di depan kelas dengan memperhatikan aspek-aspek membaca nyaring.
Guru membimbing dan membenarkan jika siswa yang mengalami kesalahan dalam membaca nyaring, guru membagikan LKS, guru memberikan petunjuk atau intruksi yang harus dikerjakan siswa pada LKS, guru berkeliling untuk membimbing siswa yang sedang mengerjakan LKS, siswa mengumpulkan hasil pekerjaan, guru dan siswa membahas hasil LKS, guru memberikan penegasan kembali mengenai pelajaran yang telah dipelajari.
Dalam konfirmasi memberikan umpan balik positif atas keberhasilan siswa, memberikan motivasi kepada siswa yang kurang atau belum berpartisipasi aktif selama pembelajaran, memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya.
Kegiatan akhir guru dan siswa menyimpulkan kegiatan belajar dan mendiskusikan manfaat dari pembelajaran yang telah dilaksanakan, mengajak siswa merefleksikan kembali kegiatan yang sudah dilakukan selama pembelajaran, sebagai tindak lanjut siswa diberikan tugas untuk membaca apa saja di rumah, doa, dan salam penutup.
2. Siklus I Pertemuan II
Pertemuan I siklus II ini dilaksanakan pada tanggal 19 April 2016 yang bealokasi waktu 2x35 menit. Pada kegiatan awal guru memulai dengan salam, doa, dan prenentasi siswa. Kemudian guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan yaitu “Anak-anak, siapakah yang sudah pernah membaca cerita?”, membagikan dan menunjukan media cerita bergambar yang berjudul “Tolong menolong”.
Pada orentasi guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari. Guru memberikan motivasi kepada siswa agar semangat dalam mengikuti pembelajaran dengan mengikuti gerak dan lagu dalam video. Saat kegiatan inti dalam eksplorasi, guru bertanya jawab dengan siswa mengenai pelajaran pada minggu sebelumnya.
Elaborasi guru menjelaskan tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan pembelajaran membaca nyaring dengan lafal dan intonasi yang tepat, melalui media cerita bergambar, guru memberikan contoh cara membaca nyaring melalui media cerita bergambar, siswa menyimak guru saat membaca nyaring cerita bergambar, guru dan siswa membaca nyaring cerita bergambar yang berjudul “Tolong menolong”, guru meminta siswa untuk membaca nyaring cerita dengan lafal dan intonasi yang tepat secara klasikal, guru melakukan tanya jawab dengan siswa mengenai isi teks cerita bergambar, guru meminta siswa membaca nyaring cerita secara bergiliran di depan kelas, siswa lain memperhatikan temannya yang mendapat giliran membaca.
Guru mengevaluasi siswa membaca cerita bergambar di depan kelas dengan memperhatikan aspek-aspek membaca nyaring, guru membimbing dan membenarkan jika siswa yang mengalami kesalahan dalam membaca nyaring.
Guru membagikan LKS, guru memberikan petunjuk atau intruksi yang harus dikerjakan siswa pada LKS, guru berkeliling untuk membimbing siswa yang sedang mengerjakan LKS, siswa mengumpulkan hasil pekerjaan, guru dan siswa membahas hasil LKS.
Guru memberikan penegasan kembali mengenai pelajaran yang telah dipelajari. Dalam konfirmasi memberikan umpan balik positif atas keberhasilan siswa, memberikan motivasi kepada siswa yang kurang atau belum berpartisipasi aktif selama pembelajaran, memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. Kegiatan akhir guru dan siswa menyimpulkan kegiatan belajar dan mendiskusikan manfaat dari pembelajaran yang telah dilaksanakan, mengajak siswa merefleksikan kembali kegiatan yang sudah dilakukan selama pembelajaran, sebagai tindak lanjut siswa diberikan tugas untuk membaca apa saja di rumah, doa, dan salam penutup.
3. Observasi Tindakan siklus I
Kegiatan pengamatan (observasi) dilakukan saat pembelajaran berlangsung. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan dilakukan oleh peneliti dan guru pada pertemuan pertama, siswa terlihat tegang dan malu-malu. Hal ini terjadi karena saat proses belajar mengajar siswa merasa canggung dengan keberadaan peneliti. Hal tersebut terlihat ketika guru mengajukan pertanyaan pertama kali tidak ada yang mau mengangkat tangan untuk menjawab. Setelah guru mengajukan beberapa pertanyaan baru ada yang mau mengangkat tangan untuk menjawab. Selain hal itu, terdapat beberapa siswa yang kurang aktif dalam aktivitas belajar, terutama dalam hal bertanya, mengajukan pendapat, serta kurang berani dalam membaca cerita di depan kelas. Bererapa siswa juga ribut saat pembelajaran berlangsung, hal ini terbukti terdapat beberapa siswa yang tidak duduk pada tempatnya dan berjalan-jalan mengitari ruangan dalam kelas.
Berdasarkan pengamatan peneliti pada pertemuan I dan pertemuan II, masih banyak siswa yang membaca tidak begitu memperhatikan aspek-aspek membaca nyaring (ketepatan, lafal, intonasi, kelancaran, kenyaringan) atau dengan kata lain masih terdapat kesalahan dalam membaca. Semua siswa masih menunjukkan kekurangan pada setiap aspek membaca nyaring. Secara umum, sebagian besar kekurangan siswa terletak pada intonasi dan kenyaringan. Akan tetapi, pada setiap pertemuan sudah menunjukkan peningkatan apabila dibandingkan dengan pertemuan sebelumnya.
4. Refleksi
Peneliti melakukan refleksi berkaitan dengan proses pembelajaran dan refleksi hasil belajar yang terjadi pada siklus I. Pertemuan dilakukan pada tanggal 12 April 2016 dan tanggal 19 April 2016. Pada pertemuan pertama suasana kelas gaduh, hal ini terjadi karena guru kurang kontrol siswa, dan terbukti bahwa beberapa siswa yang tidak duduk pada tempatnya dan berjalan-jalan mengitari ruangan dalam kelas, terjadi juga beberapa siswa yang hiperaktif sehingga mengganggu siswa yang lain. Materi yang dibahas adalah membaca nyaring dengan menggunakan media cerita tergambar tentang membersihkan lingkungan rumah. Siswa kurang memperhatikan media yang sudah dijelaskan peneliti dan penelitipun sadar bahwa media yang disiapkan itu kurang menarik dan gambarnya kurang terang sehingga siswa kurang bersemangat dalam mengikuti pelajaran. Oleh karena itu, peneliti akan merencanakan dan merancang media
yang lebih menarik lagi sehingga proses kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik lagi.
Berdasarkan permasalahan di atas, untuk dapat memperbaiki kelemahan dan mempertahankan keberhasilan yang telah dicapai pada siklus I, maka pada siklus II dibuat perencanaan perbaikan sebagai berikut:
1. Guru mengubah tempat duduk siswa. Tempat duduk siswa yang semua hanya bisa menghadap ke satu arah, diubah membentuk huruf “U”. Hal ini untuk memudahkan guru dalam memantau kondisi kelas selama evaluasi membaca nyaring berlangsung.
2. Guru harus lebih berusaha lagi untuk bisa menarik perhatian siswa pada awal pembelajaran, sehingga setelah siswa tertarik, kegiatan dapat berjalan lebih tenang dan kondusif.
3. Agar siswa bisa lebih aktif, guru harus memberikan pertanyaan umpan agar siswa bisa termotivasi untuk bertanya, menjawab, dan berpendapat dalam berdiskusi, selain itu guru juga harus melatih siswa untuk unjuk diri agar mental dan keberanian siswa dapat meningkat khususnya pada aspek percaya diri dalam membaca cerita di depan kelas.
4. Guru harus menjelaskan teknik-teknik membaca nyaring yang benar. 5. Cerita dalam cerita bergambar harus dimodifikasi dengan menggunakan
hiasan yang menarik.
6. Guru harus lebih intensif untuk membimbing siswa yang terlihat pasif pada saat pembelajaran.
Di bawah ini adalah hasil transip membaca nyaring siswa pada kategori rendah, sedang, dan tinggi pada siklus I
Membersikan Lingkungan Rumah
Hari Minggu keluarga Arini kerja bakti. (berhenti) Arini menyapu halaman rumah. (berhenti sejenak, seharusnya berhenti) Ibu Arini membersihkan taman (kata taman pada teks dibaca tanah) dan kolam. (kata membersihkan pada teks semula dibaca mem, kemudian dikoreksi dibaca membersihkan) Ayah Arini menana...(akhiran-m dihilangkan) pohon (kata pohon pada teks dibaca polo) di halaman. Dimas, adik Arini mengumpulkan sampah. (kurang lancar)
Lingkungan (terputus-putus) rumah menjadi (menjadi dibaca nada berhenti sehausnya dilanjutkan membaca kata berikutnya) rapi. Rumah Arini … (kata bersih dihilangkan) dan sehat. Saluran airnya juga (kata juga pada teks semula dibaca ju, kemudian dikoreksi dibaca juga) lancar. Halaman … (kata rumah dihilangkan) kelihatan segar.
Bunga-bunga taman berwarna-…. (kata warni dihilangkan). Menambah keindahan (kata keindahan pada teks dibaca indah) rumah Arini.
Udara … (kata segar dihilangkan) membuat lingkungan nyaman. Seluruh keluarga nyaman (kurang lancar) tinggal di rumah. (berhenti sejenak pada kata rumah seharusnya berhenti) Selain itu, (tanpa
berhenti sejenak) rumah kelihatan (kurang lancar) indah.Arini merasa (dibaca me kemudian berhenti sejenak, dilanjutkan rasa) senang.
(Kategori rendah, nama A, hari Selasa 12 April 2016, judul cerita “Membersihkan Lingkungan Rumah ”.
Dari hasil transip membaca nyaring di atas, tampak siswa berinisial A masih kurang dalam aspek-aspek membaca nyaring, yaitu ketepatan, lafal, intonasi, kelancaran, kenyaringan, dan tanda baca. Dari aspek ketepatan, A masih kurang tepat pungtuasi (tanda baca) dalam membaca. Hal ini terlihat ketika kata menanam dibaca menana (akhiraan-m dihilangkan). Kata penyambung dan dihilangkan). Kata rumah, dihilangkan, kata warni , dan kata segar dihilangkan masih kurang tepat. Hal ini terlihat ketika kata menjadi dibaca dengan nada berhenti (jedah), seharusnya dilanjutkan
membaca kata berikutnya. Kata rumah dibaca dengan nada berhenti sejenak (tanda koma), seharusnya dibaca dengan nada berhenti (tanda titik). Kata selain itu dibaca dengan nada berhenti (tanda baca titik), seharusnya dibaca
dengan nada berhenti sejenak (tanda baca koma).
A juga kurang lancar pungtuasi ( tanda baca ) dalam membaca. Kata membersihkan pada teks semula dibaca mem, kemudian dikoreksi dibaca
membersihkan. Ketika membaca kata sampah, nyaman, kelihatan masih
terbatah-bata. Kata tanaman di teks dibaca tanah. Kata pohon di teks dibaca polo
Dari aspek kenyaringan, A ini masih membaca dengan suara yang kurang nyaring.
Membersikan Lingkungan Rumah
Hari Minggu keluarga Arini kerja bakti. (berhenti) Arini menyapu (dibaca menya kemudian berhenti sejenak, dilanjutkan pu) halaman rumah. Ibu Arini membersihkan (kata membersihkan dihilangkan) taman dan kolam. Ayah Arini menanam pohon (kata pohon berhenti, harusnya dilanjutkan membaca kata berikutnya) di halaman. Dimas, adik Arini mengumpulkan sampah.
Lingkungan (kata lingkungan pada teks semula dibaca lingkung kemudian dikoreksi dibaca lingkungan) rumah Arini menjadi rapi. Rumah Arini bersih dan sehat. Saluran airnya juga lancar. Halaman rumah kelihatan segar.
Bunga-bunga di taman (dibaca tam kemudian berhenti sejenak, dilanjutkan an) berwarna-warni. Menambah keindahan rumah Arini.
Udara segar (kata segar dihilangkan) membuat lingkungan nyaman. Seluruh keluarga nyaman (dibaca nya kemudian berhenti sejenak, dilanjutkan man) tinggal di rumah. Selain itu, rumah kelihatan indah. Arini merasa senang.
(Kategori rendah, nama T, hari Selasa 12 April 2016, judul cerita “Taman di sekitar rumahku”.
Dari hasil transip membaca nyaring di atas, tampak siswa berinisial T sudah cukup baik dalam aspek-aspek membaca nyaring, yaitu kecepatan, lafal, intonasi, dan kenyaringan. Dari aspek membaca sudah cukup tepat pungtuasi ( tanda baca ) dalam membaca. Namun, masih terdapat kata yang dibaca dengan kurang tepat. Kata lingkungan semula dibaca lingkung, kemudian dikoreksi dibaca lingkungan. T juga membaca tulisan dengan lafal yang cukup. Intonasi sudah cukup tepat. Namun, ada beberapa kalimat yang dibaca dengan intonasi yang kurang tepat. Kata pohon dibaca dingan nada berhenti sejenak (jeda) seharusnya dilanjutkan membaca kata berikutnya.
T sudah cukup lancar dalam membaca tulisan. Namun, masih terdapat beberapa kata yang kurang lancar dibaca. Kata menyapu dibaca menya kemudian berhenti sejenak, dilanjutkan pu.
Kata lingkungan pada teks semula dibaca lingkung, kemudian dikoreksi dibaca lingkungan. Kata segar dihilangkan. Kata taman dibaca tam kemudian berhenti sejenak, dilanjutkan an.
T sudah cukup nyaring dalam membaca.
Membersikan Lingkungan Rumah
Hari Minggu keluarga Arini kerja bakti. Arini menyapu halaman rumah. Ibu Arini membersihkan taman dan kolam.Ayah Arini menanam pohon di halaman.Dimas, adik Arini mengumpulkan sampah.
Lingkungan rumah Arini menjadi rapi. Rumah Arini bersih dan sehat. Saluran (kata saluran pada teks semula dibaca salu, kemudian dikoreksi dibaca saluran) airnya juga lancar. Halaman rumah kelihatan segar.
Bunga-bunga di taman berwarna-warni. Menambah keindahan rumah Arini.
Udara segar membuat lingkungan nyaman. Seluruh keluarga nyaman (kata nyaman pada teks semula dibaca aman, kemudian dikoreksi dibaca nyaman) tinggal di rumah. Selain itu, rumah kelihatan indah. Arini merasa senang.
(Kategori rendah, nama F, hari Selasa 12 April 2016, judul cerita “Taman di sekitar rumahku”.
Dari hasil transip membaca nyaring di atas, tampak siswa berinisial F sudah baik dalam aspek-aspek membaca nyaring, yaitu ketepatan, lafal, intonasi, kelancaran, dan tulisan. Namun, masih terdapat kata yang dibaca dengan kurang tepat. Kata saluran teks dibaca salu, kemudian dikoreksi dibaca saluran. F juga membaca dengan lafal yang kurang tepat. Intonasi sudah tepat.
F sudah lancar juga dalam membaca tulisan. Namun, masih terdapat satu kata yang kurang lancar dibaca. Kata nyaman pada teks semula dibaca aman, kemudian dikoreksi dibaca nyaman.
Dengan menggunakan media cerita bergambar, dapat dilihat bahwa nilai rerata kemampuan membaca nyaring siswa kelas II SD Negeri Dukuh 2 Sleman pada tingkat siklus I mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan nlai rerata pada kondisi awal. Peningkatan kemampuan membaca nyaring pada siklus I sebesar 66 kondisi awalnya 60 meningkat menjadi 66 Untuk lebih jelasnya lihat tabel berikut.
Tabel 4.1 Penilaian Kemampuan Membaca Nyaring Siklus I Pertemuan 1
Nomor Absen
Aspek yang Dinilai Jumlah Nilai
Skor Ketepatan Lafal Intonasi Kelancaran Kenyaringan
1 2 3 2 1 2 10 50 2 2 2 3 4 4 15 75 3 1 3 2 4 2 12 60 4 4 2 2 2 2 12 60 5 3 4 1 2 2 12 60 6 4 4 4 3 3 18 90 7 4 3 3 2 2 14 70 8 3 2 1 2 4 12 60 9 2 3 3 1 3 10 50 10 2 2 3 4 4 15 75 11 1 3 2 4 2 12 60 12 4 2 2 2 2 12 60 13 3 4 1 2 2 12 60
14 4 4 4 3 3 18 90 15 4 4 3 2 1 14 70 16 3 2 1 2 4 12 60 17 2 3 2 1 2 10 50 18 2 2 3 4 4 15 75 19 1 3 2 4 2 12 60 20 4 2 2 2 2 12 60 Jumlah 55 57 46 51 52 259 1295 Rerata 64
Tabel 4.2 Penilaian Kemampuan Membaca Nyaring Siklus I Pertemuan 2
Nomor Absen
Aspek yang Dinilai Jumlah Nilai
Skor Ketepatan Lafal Intonasi Kelancaran Kenyaringan
1 1 3 2 2 4 12 60 2 2 4 4 3 3 16 80 3 2 2 3 4 4 15 75 4 4 1 3 2 3 13 65 5 4 1 3 2 3 13 65 6 4 4 4 3 3 18 90 7 2 4 3 2 3 14 70 8 3 2 1 2 4 12 60 9 4 1 3 2 3 13 65 10 2 2 3 4 4 15 75 11 1 3 2 4 2 12 60 12 2 2 3 4 4 15 75 13 3 4 1 2 2 12 60 14 4 4 3 3 4 18 90 15 4 3 3 2 2 14 70 16 3 2 1 2 4 12 60
17 3 2 1 2 4 12 60 18 2 2 3 4 4 15 75 19 3 3 3 4 4 17 60 20 4 3 3 2 2 14 70 Jumlah 57 52 53 55 65 282 1385 Rerata 69
Tabel 4.3 Penilaian Membaca Nyaring Siklus I Pertemuan 1dan 2 Nomor Absen Nama Siswa Pertemuan I Peremuan II Rerata Keterangan 1 A 50 60 55 Tidak tuntas 2 B 75 80 77 Tuntas 3 C 60 75 67 Tuntas 4 D 60 65 62 Tidak tuntas 5 E 60 65 62 Tidak tuntas 6 F 90 90 90 Tuntas 7 G 70 70 70 Tuntas 8 H 60 60 60 Tidak tuntas 9 I 50 65 57 Tidak tuntas 10 J 75 75 75 Tuntas 11 K 60 60 60 Tidak tuntas 12 L 60 75 67 Tuntas 13 M 60 60 60 Tidak tuntas 14 N 90 90 90 Tuntas
15 O 70 70 80 Tuntas 16 P 60 60 60 Tidak tuntas 17 Q 50 60 55 Tidak tuntas 18 R 75 75 75 Tuntas 19 S 60 60 60 Tidak tuntas 20 T 60 70 65 Tuntas
Dari tabel penilaian membaca nyaring siklus I pertemuan 1 dan 2 di atas jumlah siswa yang tuntas dalam membaca nyaring ada 10 siswa dan yang tidak tuntas ada 10 siswa.
Tabel 4.4 Nilai Kemampuan Membaca Nyaring Siswa Pada kondisi Awal dan Siklus I
Kelas Nilai Rerata
Kondisi Awal Siklus I
Peningkatan kemampuan membaca nyaring siswa kelas II SD Negeri Dukuh 2 Sleman pada siklus I juga dapat dilihat pada diagram di bawah ini.
Gambar 4.1 Diagram Peningkatan Kemampuan Membaca Nyaring Siswa Pada Siklus I
Berdasarkan grafik peningkatan skor rata-rata kemampuan membaca nyaring siswa mengalami peningkatan dari kondisi awal nilai rata-rata kemampuan membaca nyaring kelas II adalah 60 termasuk dalam kategori cukup. Setelah dilakukan tindakan siklus I, terjadi peningkatan kemampuan membaca nyaring siswa yaitu rata-rata kemampuan membaca nyaring siswa kelas II sebesar 66. Termasuk kategori baik, kategori kurang ada 2 siswa kategori cukup ada 8 siswa, dan kategori baik ada 10 siswa. Nilai rata-rata kemampuan membaca nyaring belum mencapai target yang ditentukan peneliti yaitu 70. Berdasarkan dengan hasil
Peningkatan Kemampuan Membaca Nyaring Siklus I
60 66
Kondisi A wal Siklus I 0 1 0 2 0 3 0 4 0 5 0 6 0 7 0 8 0 9 0 10 0 Kondisi Awal Siklus I
hasil tersebut, peneliti ingin meningkatkan kemampuan membaca nyaring siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Untuk itu peneliti melanjutkan pada siklus II. Pada siklus II ini dilakukan pembelajaran yang sama yaitu menggunakan media cerita bergambar tetapi judul cerita bergambar itu berbeda-beda. Pada siklus ini terjadi peningkatan kemampuan membaca nyaring siswa kelas II sebesar 76. Nilai rata-rata kemampuan membaca pada siklus II sebesar 76 sudah mencapai target yang telah ditentukan sebelumnya adalah 76. Berdasarkan pencapaian kemampuan membaca siswa di atas, maka peneliti ini dihentikan sampai siklus II.
Untuk mengetahui keberhasilan siswa dalam membaca nyaring pada siklus I dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4.5 Keberhasilan Siswa dalam Membaca Nyaring Pada Siklus I
No Angka Kriteria Jumlah Siswa 1 80 – 100 Sangat baik 0
2 66 – 79 Baik 10
3 56 – 65 Cukup 8
4 40 – 55 Kurang 2
Berdasarkan permasalahan pada siklus I, maka dilakukan revisi guna memperbaiki tindakan, kekurangan-kekurangan atau kesalahan-kesalahan yang ada pada pelaksanaan siklus I. hal-hal yang dilakukan antara lain.
1. Guru menjelaskan teknik-teknik membaca nyaring yang benar sebelum memulai pembelajaran.
2. Guru mengoreksi dan mebenarkan kesalahan-kelasalahan siswa saat membaca nyaring.
3. Cerita dalam cerita bergambar lebih dimodifikasi, dengan menggunakan hiasan yang menarik.
4. Guru mengubah tempat duduk siswa. Tempat duduk siswa yang semua hanya bisa menghadap ke satu arah, diubah membentuk huruf “U”. Hal ini untuk memudahkan guru dalam memantau kondisi kelas selama evaluasi membaca nyaring berlangsung.
4.1.2 Perencanaan Tindakan Siklus II
Untuk melaksanakan tindakan diperlukan suatu persiapan skenario pembelajaran atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), media cerita bergambar, lembar observasi terhadap guru dan siswa, serta lembar penilaian terhadap kemampuan membaca nyaring siswa. Adapun untuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan media cerita bergambar disesuaikan dengan tema kelas II SD.
4.1.2.1 Pelaksanaan Tindakan Siklus II
Tindakan siklus II dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Pelaksanaan masing-masing pertemuan akan dijelaskan sebagai berikut.
1. Siklus II Pertemuan I
Pertemuan II siklus I ini dilaksanakan pada tanggal 26 April 2016 yang bealokasi waktu 2x35 menit.
Pada kegiatan awal guru memulai dengan salam, doa, dan prenentasi siswa. Kemudian guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan yaitu “Anak-anak, siapakah yang sudah pernah membaca cerita?”, membagikan dan menunjukan
media cerita bergambar yang berjudul “Gigiku Sayang Gigiku Malang”.
Orentasi guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari. Guru memberikan motivasi kepada siswa agar semangat dalam mengikuti pembelajaran dengan mengikuti gerak dan lagu dalam video.
Kegiatan inti dalam eksplorasi, guru bertanya jawab dengan siswa mengenai pelajaran pada minggu sebelumnya. Elaborasi guru menjelaskan tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan pembelajaran membaca nyaring dengan lafal dan intonasi yang tepat, melalui media cerita bergambar, guru memberikan contoh cara membaca nyaring melalui media cerita bergambar, siswa menyimak guru saat membaca nyaring cerita bergambar, guru dan siswa membaca nyaring cerita bergambar yang berjudul “Gigiku Sayang Gigiku Malang”, guru meminta siswa untuk membaca nyaring cerita dengan lafal dan intonasi yang tepat secara klasikal, guru melakukan tanya jawab dengan siswa mengenai isi teks cerita bergambar, guru meminta siswa membaca nyaring cerita secara bergiliran di depan kelas, siswa lain memperhatikan temannya yang mendapat giliran membaca, guru mengevaluasi siswa membaca cerita bergambar di depan kelas dengan memperhatikan aspek-aspek membaca nyaring.
Guru membimbing dan membenarkan jika siswa yang mengalami kesalahan dalam membaca nyaring, guru membagikan LKS, guru memberikan
petunjuk atau intruksi yang harus dikerjakan siswa pada LKS, guru berkeliling untuk membimbing siswa yang sedang mengerjakan LKS, siswa mengumpulkan hasil pekerjaan, guru dan siswa membahas hasil LKS, guru memberikan penegasan kembali mengenai pelajaran yang telah dipelajari.
Konfirmasi memberikan umpan balik positif atas keberhasilan siswa, memberikan motivasi kepada siswa yang kurang atau belum berpartisipasi aktif selama pembelajaran, memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. Kegiatan akhir guru dan siswa menyimpulkan kegiatan belajar dan mendiskusikan