• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

D. Hasil Penelitian

1. Analisis Non Performing Loan (NPL)

Non Performing Loan (NPL) merupakan salah satu kredit yang didalamnya memiliki masalah (hambatan) yang diakibatkan oleh dua faktor yang terdiri dari pihak perbankan dalam menganalisa pihak nasabah yang sengaja dan yang tidak sengaja melakukan pembayaran

kredit atau kewajibannya. Ketika Non Performing Loan (NPL) meningkat, maka tingkat penghasilan (laba) akan menurun dan tingkat bagi hasil juga menurun. Mengenai standar yang baik Non Perfofing Loan (NPL) yaitu kurang dari 5%.

Berikut jumlah kredit macet PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar periode empat tahun terakhir, sebagai berikut:

Tabel 4.1 Rincian Kredit Macet PT Bank Sulselbar Cabang Makassar

TAHUN TOTAL KREDIT ( Rp )

TOTAL KREDIT BERMASALAH ( Rp )

2017 953.723.422.206 4.909.356.192

2018 1.243.495.632.076 5.077.702.729

2019 184.411.048.547 4.283.320.644

2020 1.647.977.505.692 4.436.939.532

TOTAL 4.029.607.608.521 18.707.319.097

Sumber : PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar

Berdasarkan tabel diatas terkait kredit PT. Bank Sulselbar dalam empat tahun terakhir dimana pada tahun 2017 total jumlah penyaluran kredit sebesar Rp. 953.723.422.206,26 dimana total kredit non lancar pada tahun tersebut sebesar Rp. 4.909.356.192. Pada tahun 2018 jumlah kredit yang disalurkan sebesar Rp.1.243.495.632.076 dengan jumlah kredit non lancar sebesar Rp. 5.077.702.729. Pada tahun 2019 jumlah kredit yang disalurkan sebesar Rp.184.411.048.547 dengan jumlah kredit non lancar sebesar Rp.4.909.356.192. serta pada tahun 2020 jumlah kredit disalurkan sebesar Rp. 1.647.977.505.692 dengan jumlah kredit non lancar sebesar Rp. 4.436.939.532. Terjadinya lonjakan peningkatan kredit non lancar dimana pada tahun 2018 sebesar Rp. 5.077.702.729 dibanding pada tahun 2017. Sehingga total kredit yang tersalurkan pada empat tahun terakhir

sebesar Rp. 4.029.577.608.521 dimana total kredit non lancar sebesar Rp.

18.707.319.097.

Tabel 4. 2 Tingkat NPL PT Bank Sulselbar Cabang Makassar

TAHUN TOTAL KREDIT 2017 953.723.422.206 4.909.356.192 0,01%

2018 1.243.495.632.076 5.077.702.729 0,00%

2019 184.411.048.547 4.283.320.644 0,02%

2020 1.647.977.505.692 4.436.939.532 0%

TOTAL 4.029.607.608.521 18.707.319.097 0,3%

Sumber : Data Olahan Peneliti, 2021

Berdasarkan tabel diatas tingkat NPL (Non Performing Loan) yang terjadi selama empat tahun terakhir pada PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar bahwa pada tahun 2017 jumlah NPL sebesar 0,7% pada tahun 2018 sebesar 0,4% pada tahun 2019 sebesar 0,2% sedangkan pada tahun 2020 sebesar 0,0%. Jadi total keseluruhan selama empat tahun terakhir sebesar 1,3%. Sehingga dapat dilihat dari data tersebut jumlah NPL pada setiap tahunnya mengalami penurunan yang signifikan, yang berarti baik atau sehatnya perputaran kas perusahaan. Mengenai standar yang baik Non Performing Loan (NPL) yaitu kurang dari 5%. Hal tersebut membuktikan bahwa strategi penyelesain kredit macet yang dilakukan oleh PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar sangat baik untuk perusahaan. Berdasarkan hasil wawancara dibawah ini dapat dilihat strategi yang dilakukan oleh pihak bank.

2. Wawancara

Berdasarkan hasil wawancara dibawah ini dapat dilihat strategi yang dilakukan oleh pihak bank. Adapun responden yang terpilih sebagai

informan dalam penelitian ini yaitu dari pihak bank PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar yang berposisi bagian kredit.

A. Kendala dalam menyelesaikan kredit macet

Pertanyaan yang peneliti ajukan pertama yaitu berkaitan dengan kendala apa yang dihadapi PT Bank Sulselbar Cabang Makassar dalam menyelesaikan kredit macet, adapun jawaban informan dari pihak bank bagian kredit sebagai berikut :

“kendala yang biasa dihadapi dalam membayar kewajiban kredit pada perusahaan kontruksi ketika proyek yang dikerjakan tidak terselesaikan dengan tepat waktu sehingga pemerintah tidak memberikan bayaran kepada perusahaan tersebut, sehingga perusahaan tersebut tidak mampu melakukan pembayaran kreditnya”

(Informan 1)

Jawaban selanjutnya yang diberikan oleh informan yang berbeda menyatakan bahwa :

“Pihak debitur tidak bersikap baik, dimana ketika pihak bank menagih kepada debitur terkadang pihak debitur emosi (marah).

Hal ini dikarenakan usaha dijalankan oleh pihak debitur mengalami penurunan atau kerugian yang diakibatkan oleh situasi pandemi Covid-19 saat ini” (Informan 2)

Sejalan dengan jawaban informan sebelumnya, informan selanjutnya menyatakan bahwa :

“Adapun masalah yang dihadapi yaitu pihak debitur tidak mampu mengelola usahanya sehingga gagal atau sudah tidak berjalan (bangkrut) yang berakibat pihak debitur kesulitan membayarkan kreditnya” (Informan 3)

Kemudian jawaban dari wawancara yang disampaikan informan yaitu sebagai berikut :

“kendala yang biasa terjadi yaitu ketika debitur sudah tidak berada lagi ditempat atau sudah pindah domisili, namun orangnya tidak mengkonfirmasi sebelumnya dan memberitahu lakosinya saat ini sehingga pihak bank terhambat dalam menyelesaikan kredit macetnya” (Informan 4)

Berdasarkan data hasil wawancara yang telah dilakukan kepada seluruh informan pada PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar. Menjelaskan bahwa kendala yang dialami dalam penyelesaian kredit macet yaitu usaha yang dijalankan oleh nasabah mengalami penurunan bahkan kegagalan yang mengakibatkan kebangkrutan. Sehingga tidak mampu melakukan pembayaran kreditnya, dan juga nasabah telah pindah lokasi atau domisili tanpa ada pemberitahuan sebelumnya yang mengakibatkan sulitnya ditemukan lokasi baru nasabah tersebut sehingga bank terhambat melakukan penagihan kreditnya.

B. Strategi penyelesaian kredit macet

Pertanyaan kedua yang diajukan kepada informan berkaitan dengan strategi penyelesaian kredit macet PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar dalam menyelesaikan kredit macet, pernyataan informan sebagai berikut :

“melakukan penangihan dengan cara mendatangi langsung pihak debitur. Apabila dengan cara melakukan penagihan secara langsung belum berhasil maka pihak bank melakukan restrukturisasi (perbaikan) atau dengan perpanjangan kredit sesuai dengan aturan pemerintah yang baru” (Informan 1)

Sejalan dengan jawaban berikutnya yang diberikan oeleh informan yang berbeda menyatakan sebagai berikut :

“yang pertama dilakukan yaitu dengan melakukan pendekatan persuasif atau pendekatan secara kekeluargaan, apabila dengan persuasif tidak berhasil dengan alasan usaha yang dijalankan tidak berhasil atau kurangnya pemasukan, maka dilakukan kembali yang namanya restrukturisasi atau perpanjangan kredit” (Informan 2)

Jawaban selanjutnya diberikan oleh informan lain yang menyatakan bahwa :

“apabila debitur pindah lokasi maka dilakukan update data atau pembaharuan data baik kredit lancar maupun kredit macet, adapun penyelesaian ketika pihak bank tidak mampu menghubungi debitur tersebut maka dibayarkan oleh asuransi” (Informan 3)

Adapun wawancara yang dilakukan dari informan lain sebagai berikut :

“ketika seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengajukan kredit usaha kemudian usahanya mengalami penurunan yang mengakibatkan terjadinya kredit macet maka solusi yang dilakukan oleh pihak bank yaitu dengan cara melihat jumlah gaji debitur apabila jumlah gaji ASN tersebut mampu menutupi kredit macet maka gaji ASN tersebut yang di debitkan untuk melunasi kredit macet tersebut” (Informan 4)

Berdasarkan data hasil wawancara yang telah dilakukan kepada pihak PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar. Menjelaskan bahwa adapun strategi penyelesaian kredit macet yaitu dengan melakukan penagihan, pendekatan persuasif (kekeluargaan), restrukturisasi atau perpanjangan kredit dan juga dilakukan penyitaan jaminan. Sehingga, dengan melakukan cara tersebut dapat menyelesaikan kredit macet dari nasabah.

C. Pihak yang terkena dampak dari kredit macet.

Pertanyaan ketiga yang penulis sampaikan mengenai pihak yang terkena dampak kredit macet PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar dalam menyelesaikan kredit macet, jawaban dari informan sebagai berikut :

“yang terkena dampaknya yaitu nasabah itu sendiri, jika terdapat catatan kredit macet pada salah satu bank otomatis tidak dapat mengajukan kembali kredit di bank lain dikarenakan nama debitur telah cacat dimata seluruh bank dan telah tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan dampaknya juga dialami oleh bank dikarenakan target penghasilan atau laba yang telah ditentukan tidak memenuhi kriteria perusahaan” (Informan 1)

Jawaban selanjutnya diberikan oleh informan lain menyatakan bahwa :

“adapun dampak negatif yang diterima oleh pihak bank akibat adanya kredit macet yaitu tidak tersalurkannya modal untuk kredit usaha ataupun kredit lainnya serta tidak terjadinya perputaran arus kas sehingga tidak tercapainya target penyaluran kredit. Sedangkan dampak yang dialami oleh debitur yaitu tidak dapat lagi melakukan pengajuan kredit di bank manapun karena adanya catatan hitamnya di Bank Indonesia (BI)” (Informan 2)

Terkait jawaban informan sebelumnya,jawaban yang di berikan oleh informan selanjutnya juga menyatakan bahwa:

“pihak yang terkena dampak adalah pihak debitur itu sendiri karena telah menjadi asas dari pihak bank dan apabila terjadi peminjaman yang di lakukan oleh pihak debitur,kemudian tidak melakukan slip checking secara berkala, pihak tersebut akan di cap telah melakukan tindakan kurang baik dari bank dan apabila hal tersebut terjadi,maka pihak debitur tidak dapat melakukan proses pinjaman kepada bank lain.pihak yang terkena dampak dari kredit macet bukan hanya debitur itu sendiri melainkan dampak yang akan di peroleh juga dipastikan merambat pada pihak keluarga yang merupakan anggota rumah tangga, karna data yang wajib di input tak lain adalah KK (kartu keluarga).(informan 3)

Seiring hal tersebut,informan selanjutnya juga menyatakan bahwa:

“dampak yang di timbulkan kredit macet otomatis akan mempengaruhi statistik penghasilan perusahaan. apabila kredit macet tinggi maka hal tersebut akan mengurangi laba perusahaan dan jika kredit macet menurun maka terjadi sebaliknya yaitu peningkatan laba” (informan 4)

Berdasarkan hasil data wawancara yang dilakukan pada seluruh informan pihak PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar.

Menjelaskan bahwa pihak yang terkena dampak dari kredit macet yaitu yang pertama pihak debitur itu sendiri karena akan tercatat di BI (Bank Indonesia) yang terdaftar di catatan hitam yang

mengakibatkan tidak lagi mampu mengajukan kredit di bank manapun. Dampaknya juga terjadi pada bank karena ketika terjadi peningkatan kredit macet dapat mengakibatkan penurunan laba yang berpengaruh pada perputaran kas perusahaan.

D. Dampak yang ditimbulkan dari kredit macet terhadap kinerja keuangan.

Pertanyaan keempat yang diajukan kepada informan berkaitan dengan dampak yang ditumbulkan dari kredit macet PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar dalam menyelesaikan kredit macet kepada kreditur, berikut jawaban informan dari pihak PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar :

“Dampak dari kredit macet terhadap kinerja keuangan yaitu berpengaruh terhadap penyaluran kredit apabila tingkat NPL meningkat yang disebabkan dari kredit macet maka bank tidak dapat melakukan penyaluran kredit sehingga bank tidak mendapatkan laba, sedangkan laba terbentuk dari bunga yang dibayarkan oleh para kreditur” (Informan 1)

Sejalan dengan jawaban sebelumnya adapun jawaban diberikan oleh informan lain yang menyatakan bahwa :

“Sangat berpengaruh karena sumber pendapatan utama bank itu adalah bunga, jadi ketika modal yang diberikan kepada debitur tidak kembali maka pendapatan atau laba bank menurun sehingga berpengaruh pada komisi yang seharusnya diterima oleh karyawan lebih besar menjadi berkurang diakibatkan adanya kredit macet tersebut” (Informan 2)

Adapun jawaban yang diberikan oleh informan lain mengatakan bahwa :

“Adapun dampak yang ditimbulkan yaitu tidak tercapainya target penyaluran kredit sehingga mengalami penurunan laba atau pendapatan yang diikuti dengan menurunnya kinerja keuangan perusahaan” (Informan 3)

Jawaban selanjutnya yang diberikan oleh informan yang berbeda menyatakan bahwa :

“Akan mengakibatkan keuangan perusahaan mengalami gagal investasi dana karena banyak dana yang tidak tersalurkan yang disebabkan adanya kredit macet” (Infoman 4)

Berdasarkan dari hasil data wawancara yang telah dilakukan kepada seluruh informan pada PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar. Menjelaskan bahwa dampak kredit macet pada kinerja keuangan yaitu berpengaruh pada penyaluran kredit, pendapatan laba menurun, mengalami gagal investasi. Sehingga, dapat berdampak pada kas perusahan karena banyak dana yang tidak tersalurkan akibat adanya NPL tersebut menyebabkan kinerja keuangan menurun dan rugi.

Dokumen terkait