• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Deskripsi Lokasi Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMA Negeri 8 Bulukumba, yang beralamat di Jl. KH. Mukhtar Lutfi No. 32 Bulukumba. Kegiatan pembelajaran dimulai pukul 07.00-14.00. sedangkan untuk hari jumat dimulai dumulai dari pukul 07.00-11.45. lokasi sekolah tersebut sangat strategis dari pusat kota Bulukumba. Terdapat sarana dan prasarana yang sudah cukup memadai dan dapat mendukung kegiatan pembelajaran.

Penelitian mulai dilaksanakan pada kamis 19 september 2019. Penelitian ini dilaksanakan setiap hari kamis dalam sepekan sesuai dengan jadwal mata pelajaran PPKn di kelas XI MIA 2, agar penelitian ini tercapai sesuai harapan, peneliti sangat memperhatikan setiap proses pelaksanaan penelitian.

2. Deskripsi Data Sebelum Tindakan

Sebelum melakukan tindakan penelitian, terlebih dahulu penelitian melakukan tahap pra tindakan berupa observasi mengenai kegiatan pembelajaran PPKn di kelas XI MIA 2 SMA Negeri 8 Bulukumba. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengatahui gamabaran awal mengenai kegiatan siswa saat pembelajaran PPKn disampaikan. Dari hasil observasi diketahui bahwa kegiatan pembelajaran masih berpusat pada guru hal

tersebut dibuktikan dengan kegiatan guru yang lebih dominan pada saat pembelajaran PPKn.

Dalam penyampaian materi PPKn guru cenderung sering melakukan ceramah, hal tersebut menjadikan siswa pasif dalam kegiatan belajar karena kegiatan belajar berpusat pada guru. Kegiatan tersebut menyebabkan siswa kurang aktif mengikuti pelajaran. Terdapat siswa yang tidak memperhatikan penjelasan guru, siswa jenuh dengan aktivitas mendengarkan sehingga pembelajaran PPKn kurang menyenangkan. Seyogyanya dalam pembelajaran seharusnya siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan dari guru dan mencatat materi pembelajaran, namun juga ikut aktif dalam kegiatan pembelajaran.

Motivasi siswa kelas XI MIA 2 SMA Negeri 8 Bulukumba, dalam mengikuti pembelajaran PPKn rendah terlihat saat berlangsung kegiatan belajar terdapat beberapa siswa yang membuat gaduh. Guru berulang kali mengkondisikan siswa yang gaduh untuk diam dan memperhatikan pembelajaran, namun hal tersebut tidak dihiraukan. Ketika guru selesai menjelaskan pembelajaran guru memberikan tugas kepada siswa untuk diselesaikan, namun banyak siswa yang tidak serius mengerjakan tugas, karena mereka malas membaca buku untuk menyelesaikan tugas tersebut. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan terhadap proses pembelajaran PPKn, maka disusunlah rencana perbaikan terhadap proses pembelajaran dengan menggunakan penerapan metode debat sehingga

diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar PPKn pada siswa kelas XI MIA 2 SMA Negeri 8 Bulukumba.

3. Pelaksanaan Penelitian Tindakan Siklus I

Pada pertemuan pertama, fokus pada penyampaian materi dan pengenalan metode debat. Pertemuan selanjutnya, pelaksanaan metode debat sekaligus penilaian. Berikut tahap-tahap pada siklus pertama ini : a. Planning ( Perencanaan)

Pada tahap ini peneliti menetapkan seluruh rencana tindakan yang akan dilakukan untuk meningkatakan kemampuan analitis siswa dalam penerapan metode debat. Perencanaan tindakan siklus I, peneliti merancang tindakan yang akan dilaksanakan antara lain :

1) Peneliti dan guru menetapkan waktu pelaksanaan penelitian tindakan kelas. Penelitian diadakan setiap hari Kamis dengan waktu 2 x 45 menit, sesuai dengan jadwal mata pelajaran PPKn di Kelas XI MIA 2 SMA Negeri 8 Bulukumba. Penelitian dimulai dari Hari kamis tanggal 26 September 2019.

2) Menetukan topik bahasan yang akan dilaksanakan pada proses pembelajaran mata pelajaran PPKn, dan menetukan tema yang akan diperdebatkan serta membagi siswa kedalam dua tim yakni tim pro dan kontra.

3) Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) tentang tujuan pembelajaran yang akan dicapai dengan menggunakan model pembelajaran penerapan metode debat. Rencana pelaksanaan

pembelajaran (RPP) disusun oleh peneliti dengan pertimbangan dari guru yang bersangkutan.

4) Mempersiapkan sumber, media maupun alat pembelajaran yang digunakan yang akan digunakan dalam setiap kali pelaksanaan tindakan.

5) Peneliti melakukan latihan simulasi pembelajaran dengan melakukan kegiatan debat sebelum pelaksanaan tindakan.

6) Menyiapkan instrument penelitian seperti lembar pengamatan siswa.

7) Melaksanakan pembelajaran PPKn dengan penerapan metode debat.

a. Pelaksanaan tindakan

Siklus I dilaksanakan dengan tema “wacana pemindahan ibu kota ke kalimantan”. Penelitian tindakan kelas pada siklus I terdiri dari 2 pertemuan yang dilaksanakan pada hari kamis tanggal 26 September 2019 pukul 12.30-14.00. berikut uraian pelaksanaan tindakan dan hasil pengamatan siklus I.

1) Pelaksanaan tindakan siklus I Pertemuan 1

Pelaksanaan tindakan siklus I pada pertemuan pertama peneliti masih pada tahap pengenalan kepada peserta didik sekaligus sebagai pendekan untuk mengetahui karakter siswa dan memahami situasi dalam kelas, sekaligus menyampaikan tujuan peneliti dalam pelaksanaan penelitian. Dalam tahap ini peneliti

fokus menyampaikan langkah-langkah pembelajaran yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya, hingga tercapainya tujuan peneliti nantinya. Peneliti menyampaikan kepada peserta didik metode yang akan digunakan selama proses pembelajaran berlangsung.

Setelah penyampaian segala langkah-langkah yang akan dipelajari, dipertemuan tersebut peneliti mengarahkan peserta didik untuk mengadakan simulasi debat, dengan menunjuk beberapa siswa yang akan bertugas berdebat pada kesempatan simulasi tersebut. Tujuan diadakan simulasi pada tahap awal ini adalah untuk melatih siswa terlebih dahulu untuk berdebat sebelum proses debat betul-betul dilaksanakan dalam proses pembelajaran. Selain itu agar siswa juga diharapkan tidak canggung dan memiliki rasa percaya diri dalam mengikuti sistem debat pada proses pembelajaran, dalam hal ini peneliti juga bisa melihat sejauh mana kemampuan berpikir analitis siswa dalam pembelajaran PPKn sebelum diterapkannya sistem pembelajaran debat.

2) Pelaksanaan tindakan siklus I Pertemuan 2

Pelaksanaan tindakan siklus II pertemuan 2 dilaksanakan pada hari Kamis 03 oktober 2019 pukul 12.30-14.00. deskripsi pelaksanaannya sebagai berikut. Deskripsi pelaksanaannya sebagai berikut :

a) Kegiatan Awal

Pada kegiatan awal pembelajaran guru melakukan pembukaan dengan salam pembuka, memanjatkan syukur kepada Tuhan YME dan berdoa untuk memulai pembelajaran, dan selanjutnya guru memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin, menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran. Guru memberikan apersepsi dengan memberikan beberapa pertanyaan terkait dengan tema yang akan diperdebatkan.

b) Kegiatan Inti

Kegiatan inti diawali dengan guru membagi siswa ke dalam 2 tim yakni tim pro dan kontra, masing-masing kedua tim ini terdiri dari 3 orang siswa yakni ada yang berperan sebagai pembicara pertama, kedua dan ketiga. Kemudian guru juga memberi tugas kepada siswa lain untuk menjadi dewan juri dan moderator dalam kegiatan debat.

Setelah siswa dibagi berdasarkan tugasnya masing-masing, guru memberikan penjelasan singkat mengenai tema yang akan dibahas yakni “Wacana pemindahan ibu kota ke kalimantan”, serta menyampaikan aturan debat. Aturan dalam kegiatan debat yang akan dilaksanakan yakni 5.6.6 artinya pada pembicara pertama diberi kesempatan untuk menyampaikan stetmentnya dengan waktu 5 menit, dan untuk pembicara kedua dan ketiga diberi waktu 6

menit untuk menyampaikan stetmentnya, kemudian untuk menyampaikan interupsi argumen dari lawan pembicara diberi waktu sebanyak 20 detik, dan selanjutnya closing stetment diberi waktu yakni 5 menit untuk menyampaikan pendapatnya.

Setelah selesai sesi perdebatan maka dewan juri diberi kesempatan untuk memberikan komentarnya terhadap kedua tim yang berdebat, memberikan saran dan masukan positif pada kedua tim yang beradu argumen. Guru juga memberikan kesempatan kepada audiens untuk mengajukan beberapa pertanyaan kepada kedua tim yang berdebat, hal ini dilakukan tentunya agar siswa lain dituntut untuk aktif dalam proses pembelajaran serta dapat dilihat bahwa siswa tersebut juga mampu memahami tema yang sedang di bahas oleh tim yang berdebat saat itu.

Di akhir pembelajaran guru mengarahkan dewan juri yang bertugas untuk memberikan keputusan akhir dari debat tersebut, berdasarkan komentar-komentar yang diberikan kepada kedua tim yakni untuk mengetahui sesi debat dimenangkan oleh tim yang mana, baik itu kepada tim kontra maupun tim pro. Dari proses debat tersebut dapat dilihat siswa yang mampu berargumen dengan baik serta cara menemukan atau menyelesaikan suatu permasalah, dengan adanya proses debat ini maka guru dapat melihat bagaimana kemampuan berpikir analitis siswa sebelum dan setelah diterapkannya metode debat dalam kegiatan pembelajaran.

c) Kegiatan Akhir

Pada kegiatan akhir pertemuan pertama guru menyampaikan mosi debat untuk pertemuan selanjutnya, serta menentukan siswa yang bertugas untuk menjadi peserta debat di pertemuan berikutnya. Siswa di bimbing guru untuk memberikan kesimpulan terkait materi debat hari itu sebagai penutup dari proses pembelajaran. Tak lupa pula guru memberikan motivasi kepada siswa untuk mengembangkan bakat dan kemampuannya pada pelajaran PPKn termasuk dalam kegiatan berdebat, guru mengarahkan siswa untuk banyak membaca agar dapat menambah wawasan dan pengetahuan siswa.

3) Pelaksanaan tindakan siklus I Pertemuan 3

Pelaksanaan tindakan siklus I pertemuan 3 dilaksanakan pada hari kamis tanggal 10 oktober 2019 pukul 12.30-14.00. deskripsi pelaksanaannya sebagai berikut :

a) Kegiatan Awal

Pada kegiatan awal pembelajaran guru melakukan pembukaan dengan salam pembuka, memanjatkan syukur kepada Tuhan YME dan berdoa untuk memulai pembelajaran, dan selanjutnya guru memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin, menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran. Guru memberikan apersepsi dengan memberikan motivasi serta contoh-contoh yang terkait dengan

tema yang akan di bahas guna untuk membangkitkan minat belajar siswa.

b) Kegiatan Inti

Sebelum memulai kegiatan debat guru memberikan penjelasan singkat terkait tema yang akan diperdebatkan, menanyakan kesiapan siswa terutama yang menjadi pembicara dalam proses debat. Pada pertemuan kedua ini siswa yang bertugas untuk melakukan debat harus mengikuti aturan berdasarkan proses debat pada pertemuan sebelumnya. Guru mengarahkan siswa untuk mengatur posisi tim masing-masing untuk memulai pembelajaran, selanjutnya dipandu oleh moderator hingga berakhirnya kegiatan debat.

Pada kegiatan debat kali ini dilakukan kurang lebih sama dengan pertemuan sebelumnya, hanya saja di pertemuan ini membahas tema yang berbeda yakni “tata tertib sekolah, larangan membawa HP kesekolah”. Waktu dalam sesi debat ini 5-7 menit yaitu pembicara pertama diberi kesempatan untuk menyampaikan steatmenya dengan waktu 5 menit dan pembicara kedua dan ketiga masing-masing memiliki waktu 7 menit. Pada pertemuan ini dalam kegiatan debat siswa memiliki peningkatan, siswa semakin aktif dalam beradu argumen serta masing-masing mampu mempertahankan argumenya. Di samping siswa sedang berdebat guru melakukan pengamatan kepada siswa yakni untuk melihat

sejauh mana peningkatan yang diperoleh siswa dari pertemuan sebelumnya, serta melakukan beberapa observasi terkait aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dengan menggunakan metode debat.

Di akhir pembelajaran sama halnya pada pertemuan pertama yakni dewan juri diarahkan untuk memberikan komentarnya terhadap peserta debat serta menentukan tim mana yang mampu memenangka debat. Pada pertemuan kedua ini semua kegiatan sama pada pertemuan pertama hanya saja sudah ada peningkatan dari siswa tersebut.

c) Kegiatan Akhir

Pada kegiatan akhir pertemuan kedua sebelum guru menutup proses pembelajaran terlebih guru menyampaikan kembali untuk tema pada pertemuan berikutnya, maka guru dan siswa bersama-sama menentukan siswa yang bertugas untuk melakukan kegiatan debat dipertemuan berikutnya. Sebagai penutup kegiatan pembelajaran guru dan siswa bersama-sama memberikan kesimpulan terkait dengan tema yang telah dipelajari.

b. Pengamatan Siklus I

Pelaksanaan observasi dilakukan selama kegiatan pembelajaran berlangsung dengan menggunakan lembar observasi yang sudah dipersiapkan peneliti sebelumnya. Pada observasi kegiatan siswa, peneliti sendiri yang melakukan pengamatan secara langsung dan

mengisi lembar observasi yang telah peneliti persiapkan sebelumnya. Sedangkan untuk lembar observasi kegiatan guru, dilakukan oleh peneliti pada saat guru sedang mengajar dengan mengisi lembar observasi yang di persiapkan sebelumnya. Hasil pengamatan kegiatan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.1 Hasil pengamatan aktivitas belajar siswa kelas XI MIA 2 SMAN 8 Bulukumba, siklus I.

Pertemuan

Jumlah Jumlah Aspek

penilaian Persentase

I II

38 47 85 16 18,82%

Berdasarkan hasil hitungan data observasi siswa ada 16 aspek kegiatan yang muncul dari banyaknya aktivitas siswa maka diperoleh jumlah skor yaitu 85, dengan dua kali pertemuan. Pertemuan pertama diperoleh skor 38, dan pertemuan kedua diperoleh skor 47. Jumlah skor ini yang diperoleh peneliti berdasarkan dari hasil pengamatan secara langsung saat berada dilapangan. Berdasarkan penjelasan diatas maka persentase aktivitas siswa diperoleh 18,82%. Pengamatan siklus pertama dapat diketahui kemampuan aktivitas belajar siswa dalam menggunakan metode debat belum sesuai harapan peneliti, hal ini dipengaruhi karena siswa masih canggung dalam metode pembelajaran debat. Tentunya pada tahap siklus selanjutnya sebagai tindakan perbaikan diharapkan lebih baik dan efektif.

Tabel 4.2 Hasil pengamatan aktivitas mengajar guru dikelas XI MIA 2 SMAN 8 Bulukumba.

Banyaknya Aktivitas

Guru Jumlah Aktivitas Guru Persentase

18 58 31,03%

Berdasarkan tabel 4.2 ada 18 aspek penilaian yang diamati dalam lembar observasi aktivitas guru, dari banyaknya aktivitas guru maka diperoleh jumlah skor yaitu 58, jumlah persentase yang diperoleh yakni 31,03%. Dari hasil pengamatan tersebut dapat dilihat secara langsung kendala yang dihadapi siswa dalam proses belajar dikelas, seperti pada poin kedua dalam kegiatan inti dalam pelaksanaan mengajar guru dikelas yakni menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi dalam kategori kurang. hal ini membuat siswa masih terpaku pada metode ceramah sehingga siswa kurang maksimal dalam mengikuti proses belajar mengajar. Maka dengan ini peneliti melakukan tindakan dengam menggunakan penerapan metode debat dalam meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa. Pada penelitian ini berikut adalah deskriptor dan matriks penilaian yang digunakan selama kegiatan debat berlangsung sebagai rujukan untuk mendapatkan hasil dari kegiatan siswa.

MATRIKS PENILAIAN Keterangan : A= Kelancaran berbicara B= kejelasan berargumentasi C= memberikan sanggahan D= mempertahankan argumentasi

Tabel 4.3 Deskriptor dan skor penilaian pengamatan kegiatan berdebat siswa SKALA dan SKOR DESKRIPTOR Lancar Berbicara Jelas berargumentasi Aktif Memberikan sanggahan Mempertahan kan argumentasi Sangat baik (25) Sama sekali tidak ada hambatan dalam mengomunikas ikan gagasan Setiap gagasan yang disampaikan tidsk menimbulkan pertanyaan Selalu mengambil kesempatan untuk menyangga saat waktu interupsi dibuka Menyampaika n gagasan disertai sumber dan alasan yang kuat No. Nama Siswa

Aspek Penilaian Skor maks. 100 Ket. A B Keaktifan C D 1 2 Dst.

Cukup baik (20)

Terdapat pengulangan kata yang tidak perlu Masih menimbulkan pertanyaan terhadap gagasan yang disampaikan Hanya sesekali mengambil kesempatan untuk menyangga Tidak terlalu kuat dalam menyampaikan gagasan dan sumber yang tidak jelas Kurang (15) Lama dalam mengomunikas ikan gagasan dan lebih banyak mengulang kata-kata yang tidak perlu Menimbulkan pertanyaan akan gagasan yang disampaikan Sama sekali tidak memberikan sanggahan Gagasan lemah apabila argumentasi dibantah oleh lawan debat

Tabel. 4.4 Hasil praktik debat siswa kelas XI MIA 2 SMAN 8 Bulukumba, siklus I .

Pertemuan

NA KB Rata-rata

I II

670 660 1,330 55,55% 47,22%

Berdasarkan tabel 4.4, dapat dilihat nilai siswa dalam praktik debat dari kedua tim masing-masing pada siklus pertama. Dijelaskan bahwa 12 siswa yang melakukan kegiatan praktik debat, 6 siswa yang bertugas sebagai moderator dan dewan juri, 1 siswa sebagai moderator dan 2 siswa sebagai dewan juri, jadi jumlah siswa yang melaksanakan debat yaitu 18 siswa dengan jumlah pertemuan 2 kali. Dalam setiap pertemuan masing-masing dari kedua tim bertugas berdebat dengan jumlah 3 siswa,

baik itu tim kontra maupun tim pro. Dalam kegiatan ini hanya 9 orang yang memperoleh nilai tuntas dari hasil debat tersebut.

Dari kedua tim yang memperoleh nilai yang berbeda-beda berdasarkan kemampuan setiap siswa pada siklsus pertama. Maka dalam siklus ini ketuntasan belajar siswa yakni 55,55%. Total nilai akhir siswa yaitu 1,330. Dan nilai rata-rata siswa adalah 73,88%. Dengan demikian tujuan pembelajaran belum tercapai sehingga dapat dilanjutkan pada siklus selanjutnya sebagai tindakan perbaikan dari siklus sebelumnya.

Tabel 4.5 Deskripsi ketuntasan hasil debat siswa kelas XI MIA 2 SMAN 8 Bulukumba, Siklus I.

Skor Kategorisasi Frekuensi Persentase %

Nilai ≥80 Tidak tuntas 8 44.44%

Nilai ≤80 Tuntas 10 55,55%

Jumlah 18 99,99%

Kriteria ketuntasan belajar siswa apabila memperoleh nilai minimal 80. Dari tabel 4.5 diatas dapat digambarkan bahwa jumlah siswa yang telah mencapai kriteria ketuntasan adalah sebanyak 10 siswa dari jumlah keseluruhan 18 siswa dengan persentase 55,55%.

Diagram 4.1 ketuntasan hasil praktik berdebat siswa kelas XI MIA 2 SMAN 8 Bulukumba, siklus I.

c. Refleksi

Refleksi dilakukan berdasarkan hasil observasi pada pembalajaran PPKn. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan analitis siswa, dalam penerapan metode debat pada proses pembelajaran PPKn di SMAN 8 Bulukumba kelas XI MIA 2. Dalam kegiatan ini peneliti mencermati hasil dari tindakan yang dilakukan, kemudian peneliti merefleksi hasil tindakan tersebut, apakah sudah sesuai tujuan yang akan dicapai atau belum. Jika tujuan tersebut belum tercapai, maka dilakukan tindakan penyempurnaan dan pengembangan pada siklus selanjutnya.

Untuk itu penelitian dilanjutkan ke siklus II guna melihat peningkatan kemampuan berpikir analitis siswa dalam penerapan metode debat serta melakukan perbaikan dari tindakan siklus I. Upaya yang perlu dilakukan sebagai perbaikan tindakan yaitu peneliti harus memberikan tema debat yang lebih menarik yang sedang ramai 0 2 4 6 8 10

diberitakan sehingga memacu kemampuan analitis siswa dalam melaksanakan proses debat.

4. Pelaksanaan Penelitian Tindakan Siklus II a. Perencanaan

Perencanaan pada siklus II sama dengan perencanaan pada siklus I. Pelaksanaan tindakan kelas siklus II mengacu pada hasil refleksi pada penelitian tindakan kelas siklus I. Kendala yang ditemui pada pelaksanaan tindakan kelas siklus I diupayakan untuk dapat antisipasi, agar tidak terjadi kendala yang sama pada siklus II. Berdasarkan refleksi pada siklus I peneliti merancang tindakan yang akan dilaksanakan pada siklus II, yang meliputi :

1) Peneliti menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) tentang pelaksanaan debat selanjutnya pada siklus II, dengan menggunakan penerapan metode debat dalam meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa pada mata pelajaran PPKn kelas XI SMAN 8 Bulukumba.

2) Mempersiapkan tema/mosi debat yang akan dibahas dalam proses pembelajaran, serta menentukan siswa yang akan berdebat kedalam 2 tim yakni tim pro dan kontra.

3) Menyiapkan beberapa instrument penelitian seperti lembar observasi siswa.

5) Memberikan penjelasan mengenai kegiatan pembelajaran sesuai dengan rencana yang dibuat peneliti sebelum kegaiatan debat. Peneliti membimbing dan mengarahkan siswa dalam kegiatan pembelajaran agar berjalan dengan baik.

6) Pada saat debat peneliti memberikan motivasi kepada siswa agar saling mempertahankan argumennya, juga mampu meyakinkan dewan juri agar dimenangkan dalam sesi debat.

b. Pelaksanaan tindakan

Siklus II dilaksanakan dengan tema debat “Penerapan Full Day School”. Berikut uraian pelaksanaan tindakan dan hasil pengamatan siklus II.

1) Pelaksanaan tindakan siklus II pertemuan 1

Pelaksanaan tindakan siklus II pertemuan 1, dilaksanakan pada hari kamis tanggal 17 oktober 2019 pukul 12.30-14.00. Deskripsi pelaksanaannya adalah sebagai berikut :

a) Kegiatan awal

Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam, kemudian mengkondisikan siswa untuk siap menerima pelajaran. Guru menugaskan siswa untuk mengatur posisi masing-masing sesuai dengan nama siswa yang telah di tentukan oleh guru untuk melaksanakan kegiatan debat berikutnya, setelah siswa dipersiapkan untuk mengikuti pembelajaran, guru menjelaskan kembali beberapa aturan dalam proses debat yakni menyampaikan

waktu yang digunakan dalam memberikan mosi steetment kepada kedua tim.

b) Kegiatan inti

Guru memberikan penjelasan kepada siswa mengenai kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dalam pembelajaran PPKn dengan melaksanakan proses debat. Proses debat pada pertemuan ini dilaksanakan dengan tema “penerapan full day school”. Maka guru mengarahkan siswa untuk bersiap-siap melaksanakan debat dengan mengikuti aturan-aturan dalam debat, pelaksanaan debat dilaksakan seperti biasanya yaitu siswa beradu argumen dalam 2 tim, yakni tim pro dan tim kontra, kemudian siswa juga diberi tugas untuk mengambil bagian dalam kegiatan debat ini dengan menjadi dewan juri dan moderator, moderator bertugas untuk mengatur jalannya sesi debat, dan dewan juri bertugas sebagai pengamat debat.

Motivasi selalu diberikan guru agar siswa berani dan percaya diri dalam mengikuti proses debat, siswa yang kurang aktif dalam proses pembelajaran juga akan diberikan kesempatan untuk tampil berdebat pada pertemuan berikutnya, sehingga kegiatan pembelajaran khususnya dalam metode debat ini tidak didominasi oleh siswa tertentu. Guru menghargai setiap usaha siswa dalam proses debat terutama dalam mencari informasi berdasarkan fakta atau menyampaikan argumennya kepada lawan timnya.

c) Kegiatan akhir

Pada akhir kegiatan pembelajaran, sebagai penutup berakhirnya pelaksanaan debat kedua tim diberi waktu 5 menit untuk menyampaikan masing-masing closing steetmennya sebagai akhir dari proses pembelajaran. Selanjutnya guru memberi arahan kepada juri untuk memberikan tanggapannya kepada kedua tim yang telah berdebat. Guru memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk menyimpulkan pembelajaran pada hari tersebut, di akhir guru juga menyampaikan kepada siswa tentang tema yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.

2) Pelaksanaan siklus II pertemuan 2

Pelaksanaan tindakan siklus II pertemuan 2 dilaksanakan pada hari Kamis 24 oktober 2019 pukul 12.30-14.00. deskripsi pelaksanaannya sebagai berikut.

a) Kegiatan awal

Pada awal kegiatan guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, kemudian dilanjutkan dengan mengkodisikan siswa untuk siap menerima pelajaran. Memberikan apersepsi menanyakan kembali materi yang telah dipelajari sebelumnya. Guru menyampaikan kembali tema yang akan diperdebatkan, dan mengarahkan siswa untuk mengatur kembali posisi masing-masing untuk bersiap-siap memulai debat.

b) Kegiatan inti

Guru menyampaikan kepada siswa tentang tema yang akan diperdebatkan serta memberikan penjelasan terkait materi debat. Sebelum debat dimulai guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca kembali materi debat,

Siswa kemudian dibagi beberapa kelompok, yaitu ada yang bertugas menjadi dewan juri, moderator dan terkhusus kedua tim pro dan kontra. Pada pertemuan ini siswa melaksanakan debat

Dokumen terkait