• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

Gambaran pengetahuan responden

Tabel 4.1 Nilai Mean dan Standar Deviasi

Variabel Mean Standar Deviasi

Pengetahuan remaja tentang dampak Abortus Provokatus Kriminalis

19,98 4,69

Baik : Bila nilai responden yang diperoleh (x) > mean + 1 SD. Jadi pengetahuan baik jika nilai responden x > 24,67

Cukup : Bila nilai responden yang diperoleh mean – 1 SD ≤ x ≤ mean + 1 SD. Jadi pengetahuan cukup jika nilai responden 15,29-24,67 Kurang : Bila nilai responden (x) < mean – 1 SD. Jadi pengetahuan kurang

jika nilai responden x < 15,29

Tabel 4.2 Pengetahuan Remaja Tentang Dampak Abortus Provokatus Kriminalis Kelas XI di SMK Batik 2 Surakarta

No. Pengetahuan Jumlah Prosentase (%)

1 Baik 15 18,3 %

2 Cukup 56 68,3%

3 Kurang 11 13,4 %

Total 82 100 %

Sumber : data primer

Berdasarkan tabel 4.2 diperoleh pengetahuan remaja tentang dampak Abortus Provokatus Kriminalis.

Berdasarkan perhitungan dengan SPSS versi 16 diperoleh hasil tingkat pengetahuan remaja tentang dampak Abortus Provokatus Kriminalis di kelas XI SMK Batik 2 Surakarta dengan kategori baik sebanyak 15 responden (18,3%), dengan kategori cukup 56 responden (68,3%) dengan kategori kurang 11 responden (13,4%).

C. Pembahasan

Penelitian mengenai tingkat Pengetahuan remaja tentang dampak Abortus Provokatus Kriminalis di SMK Batik 2 Surakarta ini, dilakukan terhadap 82 responden. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini menunjukan tingkat pengetahuan siswa dan siswi SMK Batik 2 Surakarta tentang dampak Abortus Provokatus Kriminalis sebanyak 15 responden (18,3%) berpengetahuan baik, sebanyak 56 responden (68,3%)

berpengetahuan cukup, serta sebanyak 11 responden (13,4%) berpengetahuan kurang.

Responden dengan pengetahuan baik memiliki pengetahuan yang cukup luas tentang dampak Abortus Provokatus Kriminalis , dikarenakan akses yang mudah dalam memperoleh informasi tersebut baik yang berasal dari media cetak, televisi, dan Internet. Sedangkan responden dengan pengetahuan cukup bisa dikarenakan remaja belum sepenuhnya mengerti tentang dampak Abortus Provokatus Kriminalis serta kurangnya informasi dari media cetak maupun internet demikian juga dengan responden dengan pengetahuan kurang, hal ini bisa dikarenakan kurangnya informasi mengenai dampak Abortus Provokatus Kriminalis .

Menurut Notoatmodjo (2010) mengatakan Pengetahuan merupakan hasil “tahu” pengindraan manusia terhadap suatu objek tertentu. Proses pengindraan terjadi melalui panca indra manusia, yakni indra pengelihatan, pendengaran, penciuman, perasa dan peraba melalui kulit. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang (over behavior).

Faktor faktor yang mempengarui pengetahuan seseorang adalah tingkat pendidikan, informasi, sosial budaya, pengalaman, ekonomi dan kepribadian. Proses belajar mengajar yang berkualitas akan menimbulkan perubahan kearah yang lebih baik. Sumber informasi dari pengajar maupun media , sikap kepercayaan, budaya, masyarakat sangat dibutuhkan para siswi guna memperluas pengetahuan. Pengalaman pribadi serta perilaku seseorang

akan dijadikan sumber pengetahuan, begitu pula dengan tingkat kemampuan seseorang akan menambah pengetahuan (Soekanto, 2003).

1. Tingkat Pendidikan

Konsep pendidikan adalah suatu proses belajar yang berarti didalam pendidikan itu terjadi proses pertumbuhan, perkembangan, atau perubahan kearah yang lebih dewasa, lebih baik dan lebih matang dari individu , kelompok, atau masyarakat.

2. Informasi

Informasi merupakan seseorang yang mempunyai sumber informasi yang lebih banyak akan mempunyai pengetahuan yang lebih luas.Informasi yang diperoleh melalui kenyataan dengan melihat dan mendengar sendiri , serta melalui surat kabar, tv, radio juga dapat menambah pengetahuan agar lebih luas..

3. Pengalaman

Pengalaman merupakan pikiran kritis pengalaman yang disusun secara sistematis oleh otak , maka hasilnya adalah ilmu pengetahuan .

(Soekanto,2003)

Usia remaja sering kali menimbulkan berbagai persoalan dari berbagai sisi, karena pada masa ini remaja selalu ingin mencoba-coba apa yang diketahuinya. Salah satu diantaranya adalah sepert berhubungan seks sebelum menikah yang menyebabkan suatu kehamilan yang tidak diinginkan (Ali dan Asrori, 2010)

Dampak Abortus Provokatus Kriminalis dilihat dari kesehatan secara fisik antara lain : kematian mendadak karena perdarahan hebat, kematian mendadak karena pembiusan yang gagal, kematian secara lambat atas infeksi serius di sekitar kandungan disebabkan oleh alat medis tidak steril, rahim yang sobek (uterine perforation), kerusakan leher rahim (cervical lacerations), kanker payudara, aborsi yang gagal.

Selain itu ada resiko terhadap kesehatan terhadap kesehatan mental antara lain : menimbulkan kelainan pola makan, timbul rasa bersalah yang dapat memicu stres atau depresi serta kemungkinan disfungsi seksual, kehilangan harga diri.

Hal inilah yang menyebabkan berbagai dampak negative dari Abortus Provokatus Kriminalis. Dengan alasan diatas peneliti melakukan penelitian tentang pengetahuan remaja tentang dampak Abortus Provokatus Kriminalis pada siswa dan siswi kelas XI di SMK Batik 2 Surakarta.

D. Keterbatasan

Penulis menyadari banyak kendala dan keterbatasan dalam membuat Karya Tulis Ilmiah, variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel tunggal sehingga terbatas pada tingkat pengetahuan saja. Selain itu kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner tertutup sehingga responden hanya bisa menjawab ya / tidak dan jawaban responden belum bisa mengukur secara mendalam. Selain itu sumber pustaka yang masih

terbatas sehingga pembahasan mengenai tingkat pengetahuan remaja tentang dampak abortus provokatus kriminalis masih kurang.

44 PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari hasil pengolahan data dapat disimpulkan bahwa Tingkat Pengatuhan remaja tentang dampak Abortus provokatus Kriminalis dapat dikategorikan menjadi 3 kategori ;

1. Tingkat pengetahuan remaja tentang dampak Abortus Provokatus Kriminalis di SMK Batik 2 Surakarta dalam kategori baik sebanyak 15 siswa (18,3%)

2. Tingkat pengetahuan remaja tentang dampak Abortus Provokatus Kriminalis di SMK Batik 2 Surakarta dalam kategori cukup sebanyak 56 siswa (68,3%)

3. Tingkat pengetahuan remaja tentang dampak Abortus Provokatus Kriminalis di SMK Batik 2 Surakarta dalam kategori kurang sebanyak 11 siswa (13,4%)

B. Saran

1. Bagi institusi terkait

Sekolah bekerjasama dengan petugas kesehatan atau instansi kesehatan mengadakan penyuluhan tentang dampak Abortus Provokatus Kriminalis dan seksualitas atau memberikan penambahan pelajaran mulok kesehatan reproduksi dengan tujuan agar siswa siswi mendapat informasi serta pengetahuan yang lengkap seputar kesehatan reproduksi dan

seksualitas, sehingga siswa dan siswi tidak melakukan penyimpangan seksual.

2. Bagi Responden

Diharapkan agar para siswa dan siswi mempunyai pola pikir yang lebih baik tentang pandangan dampak Abortus Provokatus Kriminalis, Pengetahuan ini dapat dicari pada media cetak, elektronik, penyuluhan kesehatan.

3. Bagi Peneliti Selanjutnya

Bagi penelitian selanjutnya yang tertarik dan berminat untuk melakukan dan mengembangan penelitian yang lebih banyak lebih luas pembahasan materinya menggunakan metode dan teknik yang berbeda, serta memperluas ruang lingkup penelitian, mengembangkan variabel penelitian.

Dokumen terkait