• Tidak ada hasil yang ditemukan

dan Menengah )

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

Wawancara dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan hanya satu narasumber yang merupakan Pedagang yang dilakukan di desa aji kuning. Wawancara yang dilakukan secara insentif bersama narasumber telah memenuhi protocol kesehatan yaitu ibu Hufra. Ibu Aji Marwah dan ibu Pati sebagai pedagang.

Pertama peneliti melakukan wawancara pada hari Senin 7 Desember 2020 langsung dengan pedagang dari ibu ufra sebagai informan kunci dan melakukan wawancara dengan pedagang lainnya pada hari Selasa 8 Desember 2020 sebagai informan nonkunci.

Data yang terungkap melalui wawancara dilengkapi dengan data dari hasil observasi dan wawancara secara langsung di lokasi penelitian yaitu pelaku usaha dagang di desa aji kuning. Untuk memperkuat subtansi dari hasil observasi dan wawancara, maka penelitian juga melakukan dokumentasi bersama narasumber.

Peneliti melakukan wawancara pertama senin 7 Desember 2020 jam 19.25 am kepada pedagang ibu Hupra:

Bagaimana pendapatan ibu ketika barang jualan hasil tani di Eksport ke negara Malaysia?

Narasumber ibu hupra menjawab: “Alhamdulillah”.

Kemudian peneliti menanyakan:

Mengapa ibu lebih memilih menjual barang hasil tani ke negara Malaysia dibanding di negara sendiri misalnya ke tarakan ataupun Nunukan?

Narasumber ibu hupra menjawab:

“Karena pasarannya di Malaysia lebih dekat dari Indonesia sedangkan ke tarakan melalui kapal besar di bandingkan ke Malaysia hanya menggunakan perahu kecil”.

Kemudian peneliti menanyakan:

Dimana saja ibu mengirim hasil tani yang ibu dapatkan? Narasumber ibu hupra menjawab:

Saya hanya mengirim barang hasil tani saya Malaysia”. Kemudian peneliti menanyakan:

Apa saja yang biasanya ibu jual ke Malaysia? Naramsumber ibu hupra menjawab:

Seperti pisang, petai, dan buah-buahan lainnya”. Kemudian peneliti menanyakan:

Siapa saja yang membeli hasil tani yang ibu dapatkan selain di Eksport kenegara Malaysia?

Narasumber ibu hupra menjawab: Ibu haji tija dan pedagang lainnya”.

Kapan ibu mulai bekerja sebagai pedagang? Narasumber ibu hupra menjawab:

Pada tahun 2004”.

Kemudian peneliti menanyakan:

Menurut ibu manakah pendapatan yang lebih banyak ketika barang di Eksport ke Malaysia atau di negara sendiri?

Narasumber ibu hupra menjawab:

“Alhamdulillah lebih banyak pendapatan di Malaysia bandingkan negara sendiri”. Penelitian melakukan wawancara pertama sealasa 8 Desember 2020 jam 17.00 PM kepada pedagang ibu pati:

Bagaimana pendapatan ibu ketika barang jualan hasil tani di Eksport ke negara Malaysia?

Narasumber ibu pati menjawab:

Alhamdulillah pendapatan saya cukup buat makan sehari-hari”. Kemudian peneliti menanyakan:

Mengapa ibu lebih memilih menjual barang hasil tani ke negara Malaysia di banding di negara sendiri misalnya ke tarakan ataupun nunukan?

Narasumber ibu pati menjawab: Karena pendapatannya lebih banyak”. Kemudian peneliti menanyakan:

Dimana saja ibu mengirim hasil tani yang ibu dapatkan? Narasumber ibu pati menjawab:

Ke negara Malaysia ataupun Tarakan. Kemudian peneliti menanyakan:

Apa-apa saja yang biasanya ibu jual ke Malaysia? Narasumber ibu pati menjawab:

Kemudian peneliti menanyakan:

Siapa saja yang membeli hasil tani yang ibu dapatkan selain di Eksport ke negara malasyia?

Narasumber ibu pati menjawab:

Haji sanatang, bapak fire dan ibu haji tija dan kalau di negara sendiri yaitu bapak bambang”.

Kemudian peneliti menanyakan:

Kapan ibu mulai bekerja sebagai pedagang? Narasumber ibu pati menjawab:

“Pada tahun 2002”.

Kemudian peneliti menanyakan:

Menurut ibu manakah pendapatan yang lebih banyak ketika barang di Eksport ke Malaysia atau di negara sendiri?

Narasumber ibu pati menjawab:

“Lebih banyak di Eksport ke Malaysia di bandingkan negara sendiri untuk kebutuhan sehari-hari”.

Peneliti melakukan wawancara pertama rabu 9 Desember 2020 jam 17.55 PM kepada pedagang ibu haji marwah:

Bagaimana pendapatan ibu ketika barang jualan hasil tani di Eksport ke negara Malaysia?

Narasumber ibu haji marwah menjawab: “Alhamdulillah”,

Kemudian peneliti menanyakan:

Mengapa ibu lebih memilih menjual barang hasil tani ke negara Malaysia di banding di negara sendiri misalnya ke tarakan ataupun nunukan?

Narasumber ibu haji marwah menjawab:

“Karena lebih cepat dan menggunakan kapal kecil untuk menjualkan hasil tani di bandingkan ke tarakan”.

Dimana saja ibu mengirim hasil tani yang ibu dapatkan? Narasumber ibu haji marwah menjawab:

“Malaysia”

Kemudian peneliti menanyakan:

Apa-apa saja yang biasanya ibu jual ke Malaysia? Narasumber menjawab:

“Buah pisang, nangka, daun pisang, kelapa dan buah-buahan lainnya”. Kemudian peneliti menanyakan:

Siapa saja yang membeli hasil tani yang ibu dapatkan selain di import ke Malaysia?

Narasumber ibu haji marwah menjawab:

“Kalau di negara sendiri tidak ada yang membeli hasil tani selain di negara Malaysia”.

Kemudian peneliti menanyakan, kapan ibu mulai bekerja sebagai pedagang? Narasumber ibu haji marwah menjawab:

“Sudah lama sekali”.

Kemudian peneliti menanyakan:

Menurut ibu manakah pendapatan yang lebih banyak ketika barang di import ke Malaysia atau di negara sendiri?

Narasumber ibu haji marwah menjawab:

“Lebih banyak di negara Malaysia di bandingkan ke tarakan lebih sedikit pendapatan yang saya dapatkan”.

C. Pembahasan

Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa Usaha Mikro Kecil menengah (UMKM) adalah salah satu jenis usaha yang banyak di kembangkangkan di Indonesia saat ini.Usaha ini membutuhkan modal yang kecil namun bisa berkembang besar.Secara umum UMKM di artikan sebagai usaha perdagangan yang di bentuk perorangan maupun badan usaha.

Hasil penelitian secara deskriktif menunjukkan bahwa Perilaku Ekonomi Usaha Mikro Kecil Menengah Terhadap Peningkatan Pendapatan Petani Di Desa Aji Kuining Kecamatan Sebatik Tengah Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara berpengaruh terhadap pengembangan dan keberhasilan pada UMKM.

Dari hasil wawancara informan mempengaruhi apa itu Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Namun dari pernyataan ibu haji marwah dimana dialah yang mengatur planning, organizing, actuating, dancontrolling yang ada pada hasil tani yang menandakan bahwa ia memenuhi dari manajemen itu sendiri, karena dalam mencapai tujuan kita membutuhkan orang lain untuk menggapainya agar terstruktur dan lebih efisien.

Penambahan tenaga kerja pada usaha ibu haji marwah dapat menjadi salah satu harus di lakukan terlebih dahulu karena dalam manajemen kita membutuhkan orang lain untuk mencapai tujuan. Dengan adanya penambahan tenaga kerja dapat membuat UMKM tersebut lebih terarah dan efisien.

Adapun manfaat bagi UMKM adalah a). membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas bagi masyarakat. Hal ini dapat menjadi solusi untuk mengurangi pengangguran, sehingga dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah sosial. Hal ini membuat kesempatan kerja bagi masyarakat kecil juga semakin mudah. b). menjadi penyumbang terbesar nilai produk dosmetik bruto. Saat ini Indonesia telah menjadi salah satu anggota negara-negara G20 yang merupakan kumpulan 20 negara penghasil produk dosmetik bruto terbesar didunia. c). salah satu solusi efektif bagi permasalahan ekonomi masyarakat kelas kecil dan menengah. Banyak masyarakat golongan menengah ke bawah untuk bisa berfikir secara kreatif dalam membangun usaha tanpa harus memegang modal besar terlebih dahulu.

Dengan adanya variabel intervening(keunggulan bersaing) maka pengaruh UMKM dan karakteristrik wirausaha, iklim bisnis, perilaku kewirausahaan dan kinerja usaha akan semakin kuat.

Dalam rangka meningkatkan UMKM dan karakteristrik wirausaha, iklim bisnis,perilaku kewirausahaan dan kinerja usaha terhadap pendapatan petani, maka diperlukan untuk mengevalusai indikator yang memiliki penialian yang rendah dari responden seperti indikator penggunaan pengetahuan, dan mengembangkan rencana bisnis sehingga peningkatan kualitas indikator tersebut dapat menggunakan pengaruh antara perilaku sosial ekonomi usaha mikro kecil dan menengah dan karakterstrik wirausaha, iklim bisnis, perilaku kewirausahaan dan kinerja usaha terhadap kinerja UMKM.

Maka kesimpulan dari penelitian adalah perilaku sosial ekonomi usaha mikro kecil dan menengah terhadap peningkatan pendapatan petani berpengaruh langsun, signifikan dan positif terhadap tingkat pendapatan petani di desa aji kuning.

Implikasi hasil kajian dapat memberikan manfaat dan kegunaan para pelaku usaha dagang yang ada di desa aji kuning. Sehingga dapat meningkatkan kualitas dan daya saing di tengah maraknya UMKM saat ini.

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan Didesa Aji Kuning tentang Perilaku Sosial Ekonomi Usaha Mikro Kecil Menengah Terhadap Peningkatan Pendapatan Petani. Maka peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa UMKM didesa aji kuning berperan penting terhadap peningkatan pendapatan petani karena mereka sudah mampu mencukupi kebutuhan hidupnya seperti terpenuhinya kebutuhan pokok, dan terbebas dari pengangguran serta mengurangi beban keluarga meskipun pendapatan diproleh belum terlalu banyak.

B. Saran

1. Sebaiknya untuk besarnya modal sendiri lebih ditingkatkan sehingga barang dagangan yang dimiliki pedagang akan jauh lebih banyak sehingga dapat meningkatkan pendapatan.

2. Penelitian selanjutnya dapat di kembangkan oleh faktor-faktor lain yang menyebabkan pendapatan pedagang itu meningkat.

45

Dokumen terkait