HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Kondisi Awal
Pada tahap ini, peneliti mengumpulkan data hasil berbicara siswa tanpa menggunakan metode sosiodrama, yaitu dengan bercerita di depan kelas mengenai liburan sekolah mereka, dengan pelaksanaan sebagai berikut:
a. Guru mengucapkan salam
b. Guru meminta salah satu siswa untuk memimpin doa c. Guru melakukan presensi siswa
d. Guru melakukan apersepsi
e. Guru menyampaikan materi yang akan diajarkan
f. Guru menjelaskan tentang unsur-unsur intrinsik dalam cerita g. Guru menyuruh siswa untuk membuat kerangka karangan
untuk bercerita tentang liburan sekolah mereka h. Siswa maju ke depan kelas untuk bercerita
i. Guru melakukan evaluasi tentang cerita-cerita yang telah siswa bawakan di depan kelas
j. Guru membagi kelas menjadi 2 kelompok untuk persiapan pertemuan selanjutnya, yaitu pelaksanaan metode sosiodrama
61
k. Dalam satu kelompok dibagikan satu naskah/skenario tentang cerita rakyat
l. Kelompok 1 mendapat naskah ―Malin Kundang‖ dan kelompok 2 mendapat naskah ―Cindelaras‖
m. Guru meminta siswa untuk membagi peran dan berlatih
n. Guru menjelaskan hal-hal yang perlu dilakukan dalam pertemuan selanjutnya
o. Guru dan siswa berdo‘a bersama
p. Guru mengucapkan salam
Dan dari pengamatan yaitu pada lembar observasi saat siswa bercerita di depan kelas, diperoleh data sebagai berikut:
Tabel 4.1 Hasil Keterampilan Berbicara Siswa
Pada tabel 4.1 di atas menunjukkan bahwa pada kondisi awal, siswa yang mendapatkan nilai sama dengan atau di atas nilai KKM, yaitu nilai 7,0 adalah 5 orang dari seluruh siswa yang
No Nama Nillai Keterangan
1 Bimo Dwi Cahyono 55 Belum Tuntas 2 Tri Wahyuningsih 65 Belum Tuntas 3 Noviatun 55 Belum Tuntas 4 Aulia Fitriyani 80 Tuntas
5 Devi Handayani 55 Belum Tuntas 6 Fahrudin 70 Tuntas
7 Isti Qomariyah 55 Belum Tuntas 8 Kiki Wildan
Dirgahayu
55 Belum Tuntas 9 Novitasari 70 Tuntas
10 Rizky Setyani 80 Tuntas 11 Rulia Widyawati 85 Tuntas
12 Erwanto 65 Belum Tuntas 13 Zitni Nur Aliyah 55 Belum Tuntas 14 Amjad Ainur Rifqi 65 Belum Tuntas
62
berjumlah 14 orang atau jika dipersentase adalah 35,71%. Persentase itu dapat diperoleh denngan cara sebagai berikut:
P=
Nfx 100%
Keterangan:
P = Persentase
f = Poin yang diperoleh
N = Jumlah Siswa
Melihat ketuntasan yang hanya 5 siswa, pada kondisi awal ini memang terdapat beberapa aspek yang harus dibenahi, diantaranya aspek keterampilan berbicara yang meliputi pemilihan kata, intonasi, maupun ekspresi.
Tabel 4.2 Persentase Pilihan Kata dalam Keterampilan Berbicara
No Kategori Jumlah Persentase
1 Sangat Baik 1 7,14
2 Baik 8 57,14
3 Cukup 4 28,58
4 Kurang 1 7,14
Jumlah Total 14 100
Tabel 4.3 Persentase Intonasi dalam Keterampilan Berbicara
T a b
No Kategori Jumlah Persentase
1 Sangat Baik 0 0
2 Baik 3 21,43
3 Cukup 2 14.285
4 Kurang 9 64,285
63
Tabel 4.4 Persentase Pelafalan dalam Keterampilan Berbicara
No Kategori Jumlah Persentase
1 Sangat Baik 5 35,71
2 Baik 4 28,58
3 Cukup 5 35,71
4 Kurang 0 0
Jumlah Total 14 100
Tabel 4.5 Persentase Ekspresi dalam Keterampilan Berbicara
No Kategori Jumlah Persentase
1 Sangat Baik 0 0
2 Baik 4 28,58
3 Cukup 7 50
4 Kurang 3 21,42
Jumlah Total 14 100
Tabel 4.6 Persentase Kelancaran dalam Keterampilan Berbicara
No Kategori Jumlah Persentase
1 Sangat Baik 1 7,14
2 Baik 8 57,14
3 Cukup 3 21,43
4 Kurang 2 14,29
Jumlah Total 14 100
Berdasarkan data hasil keterampilan berbicara, juga dalam kategori pilihan kata,intonasi, pelafalan, ekspresi, dan kelancaran dalam keterampilan berbicara, maka peneliti dapat menentukan kelemahan kegiatan belajar mengajar pada kondisi awal. Kelemahan tersebut dikarenakan metode yang digunakan dalam pembelajaran belum sesuai untuk mendukung peningkatan keterampilan berbicara siswa.
64
Dari masalah di atas, hal-hal yang perlu peneliti perhatikan dan melakukan perbaikan pada siklus I adalah:
a. Mencoba membuat kegiatan belajar mengajar lebih menyenangkan dan tidak membosankan dengan melakukan metode sosiodrama dalam menyampaikan materi selanjutnya. b. Mengaktifkan kegiatan pembelajaran, membuat kegiatan
belajar mengajar lebih santai sehingga siswa tidak akan merasa tertekan.
c. Menerapkan metode sosiodrama guna menunjang tercapainya peningkatan keterampilan berbicara.
2. Siklus 1
a. Tahapan, dan langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1) Penyiapan bahan atau materi pelajaran yang akan disampaikan dengan menggunakan metode sosiodrama. Materi yang akan disampaikan adalah materi tentang cerita rakyat, yang didalamnya memuat unsur-unsur intrinsik pembentuk cerita.
2) Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai dengan pokok bahasan atau materi dan instrumen pengumpulan data yaitu lembar pengamatan yang kedua selama kegiatan belajar berlangsung
65
b. Pelaksanaan:
Langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1) Guru mengucapkan salam
2) Salah satu siswa diminta untuk memimpin do‗a
3) Guru melakukan presensi siswa 4) Guru melakukan apersepsi
5) Guru menyampaikan materi yang akan diajarkan
6) Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk berlatih sesuai kelompoknya masing-masing
7) Setiap kelompok maju ke depan mementaskan naskah yang didapatnya
8) Guru dan siswa membahas bersama-sama unsur-unsur intrinsik yang terdapat dalam naskah yang sudah diperankan
9) Guru memberi satu cerita rakyat untuk setiap siswa
10)Penugasan, untuk pertemuan selanjutnya menceritakan kembali cerita rakyat yang didapatnya
11)Guru dan siswa berdo‘a bersama
12)Guru mengucapkan salam
Adapun hasil keterampilan berbicara pada siklus ini adalah sebagai berikut:
66
Tabel 4.7 Hasil Keterampilan Berbicara Siswa
No Nama Nilai Keterangan
1 Bimo Dwi Cahyono 65 Belum Tuntas 2 Tri Wahyuningsih 70 Tuntas
3 Noviatun 60 Belum Tuntas 4 Aulia Fitriyani 75 Tuntas
5 Devi Handayani 65 Belum Tuntas 6 Fahrudin 75 Tuntas
7 Isti Qomariyah 60 Belum Tuntas 8 Kiki Wildan Dirgahayu 60 Belum Tuntas 9 Novitasari 70 Tuntas
10 Rizky Setyani 85 Tuntas 11 Rulia Widyawati 85 Tuntas 12 Erwanto 75 Tuntas
13 Zitni Nur Aliyah 60 Belum Tuntas 14 Amjad Ainur Rifqi 70 Tuntas
Pada tabel 4.7 diatas diketahui bahwa hasilnya meningkat dibandingkan dengan hasil pada kondisi awal, yaitu dari seluruh siswa yang berjumlah 14 orang, siswa yang mencapai nilai sama dengan atau diatas nilai KKM adalah 8 siswa dan apabila dipersentase adalah 57,14%, sedangkan pada kondisi awal hanya 5 siswa atau 35,71%.
c. Observasi
Observasi ini dilakukan pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung yakni pada pilihan kata, intonasi, pelafalan, ekspresi, dan kelancaran dalam berbicara, disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yaitu meningkatkan keterampilan berbicara siswa melalui metode sosiodrama. Adapun hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut:
67
Tabel 4.8 Hasil Keterampilan Berbicara siswa
No Nama Kategori Di ksi Intona si Pelafal an Ekspre si Kelan caran 1 Bimo Dwi C 3 2 3 3 2 2 Tri W 3 3 4 2 2 3 Noviatun 2 2 3 3 2 4 Aulia F 3 3 2 4 3 5 Devi H 2 3 4 2 3 6 Fahrudin 3 3 2 4 3 7 Isti Qomariyah 2 2 3 3 2 8 Kiki Wildan D 2 2 3 2 3 9 Novitasari 3 2 2 3 4 10 Rizky Setyani 4 3 3 3 4 11 Rulia W 3 4 4 3 3 12 Erwanto 3 3 4 3 2 13 Zitni Nur A 2 2 3 3 2 14 Amjad A.R 3 3 3 1 4 Selanjutnya, dari data di atas akan dipaparkan lebih jelasnya pada tabel-tabel berikut ini.
Tabel 4.9 Persentase Pilihan Kata/Diksi dalam Keterampilan Berbicara
No Kategori Jumlah Persentase
1 Sangat Baik 1 7,145
2 Baik 8 57,145
3 Cukup 5 35,71
4 Kurang 0 0
Jumlah Total 14 100
Tabel 4.10 Persentase Intonasi dalam Keterampilan Berbicara
No Kategori Jumlah Persentase
1 Sangat Baik 1 7.14
2 Baik 7 50
3 Cukup 6 42,86
4 Kurang 0 0
68
Tabel 4.11 Persentase Pelafalan dalam Keterampilan Berbicara
No Kategori Jumlah Persentase
1 Sangat Baik 4 28,575 2 Baik 7 50 3 Cukup 3 21,425 4 Kurang 0 0 Jumlah Total 14 100
Tabel 4.12 Persentase Ekspresi dalam Keterampilan Berbicara
No Kategori Jumlah Persentase
1 Sangat Baik 2 14,285
2 Baik 8 57,14
3 Cukup 3 21,435 4 Kurang 1 7,14
Jumlah Total 14 100
Tabel 4.13 Persentase Kelancaran dalam Keterampilan Berbicara
No Kategori Jumlah Persentase
1 Sangat Baik 3 21,43
2 Baik 5 35,71
3 Cukup 6 42,86
4 Kurang 0 0
Jumlah Total 14 100
Berdasarkan tabel-tabel di atas, mengalami peningkatan
dalam kategori ―sangat baik―.
d. Refleksi
Pada siklus 1 yang telah dilaksanakan, menurut jasil yang diperoleh, terjadi api dalam penelitian ini, peneliti belum puas terhadap hasil yang sudah didapat.
69
3. Siklus 2
Tahapan dan langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: a. Perencanaan
1) Penyiapan bahan atau materi pelajaran, yaitu cerita rakyat 2) Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
sesuai dengan pokok bahasan. b. Pelaksanaan
Langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1) Guru mengucapkan salam
2) Guru meminta salah satu siswa memimpin do‘a
3) Guru melakukan presensi siswa 4) Guru melakukan apersepsi
5) Guru menyampaikan materi yang akan diajarkan
6) Guru menjelaskan bahwa siswa harus memiliki karakter tanggung jawab, jujur, dan percaya diri
7) Siswa satu persatu maju ke depan kelas menceritakan kembali (retelling)
8) Guru bertanya jawab dengan siswa tentang hal-hal yang belum diketahui
9) Guru meluruskan kesalahpahaman jika ada, kemudian memberikan penguatan dan penyimpulan
10)Berdoa bersama
70
Dari lembar pengamatan, peneliti memperoleh hasil yang cukup memuaskan dibandingkan dengan hasil dari siklus-siklus sebelumnya.
Adapun hasilnya pada siklus 2 ini adalah sebagai berikut:
Tabel 4.14 Hasil Keterampilan Berbicara Siswa
No Nama Nilai Keterangan 1 Bimo Dwi Cahyono 70 Tuntas 2 Tri Wahyuningsih 85 Tuntas
3 Noviatun 65 Belum Tuntas 4 Auia Fitriyani 80 Tuntas
5 Devi Handayani 70 Tuntas 6 Fahrudin 75 Tuntas
7 Isti Qomariyah 65 Belum Tuntas 8 Kiki Wildan D 70 Tuntas
9 Novitasari 75 Tuntas 10 Rizky Setyani 75 Tuntas 11 Rulia Widyawati 90 Tuntas 12 Erwanto 75 Tuntas 13 Zitni Nur A 80 Tuntas 14 Amjad Ainur R 75 Tuntas
Pada tabel 4.14 di atas, diketahui bahwa dari jumlah siswa yaitu 14 orang yang nilainya sama dengan atau lebih dari KKM berjumlah 12 orang, dan jika dipersentase adalah 85,71%. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan dari kondisi awal dan siklus 1 yakni dari jumlah siswa yang tuntas sebanyak 5 orang (35,71%) kemudian menjadi 8 orang (57,14%) dan meningkat lagi menjadi 12 orang (85,71%).
71
c. Observasi
Seperti pada siklus-siklus sebelumnya, observasi ini difokuskan pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Adapun hasilnya adalah sebagai berikut:
Tabel 4.15 Persentase Pilihan Kata/Diksi dalam Keterampilan Berbicara
No Kategori Jumlah Persentase
1 Sangat Baik 5 35,71
2 Baik 7 50
3 Cukup 2 14,29
4 Kurang 0 0
Jumlah Total 14 100
Tabel 4.16 Persentase Intonasi dalam Keterampilan Berbicara
No Kategori Jumlah Persentase
1 Sangat Baik 4 28,57
2 Baik 6 42,86
3 Cukup 4 28,57
4 Kurang 0 0
Jumlah Total 14 100
Tabel 4.17 Persentase Pelafalan dalam Keterampilan Berbicara
No Kategori Jumlah Persentase
1 Sangat Baik 6 42,86 2 Baik 7 50 3 Cukup 1 7,14 4 Kurang 0 0 Jumlah Total 14 100
72
Tabel 4.18 Persentase Ekspresi dalam Keterampilan Berbicara No Kategori Jumlah Persentase
1 Sangat Baik 3 21,43
2 Baik 7 50
3 Cukup 4 28,57
4 Kurang 0 0
Jumlah Total 14 100
Tabel 4.19 Persentase Kelancaran dalam Keterampilan Berbicara
No Kategori Jumlah Persentase
1 Sangat Baik 5 35.71
2 Baik 8 57,145
3 Cukup 1 7,145
4 Kurang 0 0
Jumlah Total 14 100
Berdasarkan tabel-tabel di atas, menyatakan peningkatan-peningkatan yang memuaskan.
d. Refleksi
Pelaksanaan siklus 2 ini merupakan siklus tambahan untuk mengupayakan perbaikan pembelajaran dari hasil yang diperoleh dari kondisi awal dan siklus 1.
Berdasarkan hasil yang diperoleh pada siklus 2 ini, peneliti masih menemukan kelemahan, yakniekspresi dalam keterampilan berbicara dimana ada beberapa siswa yang tingkat mimik muka atau ekspresinya masih datar.
Akan tetapi dalam pembelajaran siklus 2 ini menurut peneliti telah menunjukkan perubahan atau peningkatan yang lebih baik dari kondisi awal dan siklus 1, yakni:
73
1) Siswa mampu belajar dan menggunakan kata-kata yang tepat ketika berbicara
2) Siswa mengerti dan menggunakan intonasi seperti ketika mereka berbicara tanpa menggunakan script atau naskah 3) Dalam pelafalan, siswa mengetahui kata-kata sesuai dengan
Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) juga sesuai dengan fonetiknya mengalami peningkatan dalam kelancaran berbicara
B. Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka dapat diketahui bahwa penggunaan metode sosiodrama mampu meningkatkan keterampilan berbicara siswa.
Pembahasan mengenai hasil tindakan dari siklus-siklus yang telah dilaksanakan akan dipaparkan sebagai berikut:
Tabel 4.20 Perbandingan Hasil Keterampilan Berbicara Siswa
Siklus Kategori Jumlah Persentase
Kondisi Awal Tuntas 5 35,71 Belum Tuntas 9 64,29 Siklus 1 Tuntas 8 57,14 Belum Tuntas 6 42,86 Siklus 2 Tuntas 12 85,71 Belum Tuntas 2 14,29
Dari tabel 4.20 di atas dapat dijelaskan bahwa keterampilan berbicara siswa dalam penyampaian materi pelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan metode sosiodrama, mengalami peningkatan
74
pada tiap siklusnya. Pada tahap siklus 1 meningkat sebesar 21,43% dari persentase kondisi awal dan kemudian pada tahap siklus 2 mengalami peningkatan lagi sebesar 28,57% dari persentase pada siklus 1.
Tabel 4.21 Perbandingan Pilihan Kata dalam Keterampilan Berbicara Siswa
Siklus Kategori Jumlah Persentase
Kondisi Awal Sangat Baik 1 7,14 Baik 8 57,14 Cukup 4 28,58 Kurang 1 7,14 Siklus 1 Sangat Baik 1 7,145 Baik 8 57,145 Cukup 5 35,71 Kurang - - Siklus 2 Sangat Baik 5 35,71 Baik 7 50 Cukup 2 14,29 Kurang - -
Dari tabel 4.21 di atas dapat dilihat adanya peningkatan pilihan kata dalam setiap siklusnya, hal ini membuktikan adanya hasil yang diperoleh setelah menerapkan metode sosiodrama. Walaupun pada kondisi awal dan siklus 1 hanya 1 orang yang berada dalam kategori sangat baik, namun pada siklus 2 mengalami peningkatan menjadi 5 orang (28,57%).
75
Tabel 4.22 Perbandingan Intonasi dalam Keterampilan Berbicara
Dari tabel 4.22 di atas dapat diketahui terjadi peningkatan dalam tiap siklusnya. Pada siklus 1 terjadi peningkatan sebesar 7,14% dari kondisi awal. Dan pada siklus 2 terjadi peningkatan sebesar 21,43% dari siklus 1.
Tabel 4.23 Perbandingan Pelafalan dalam Keterampilan Berbicara
Siklus
Kategori Jumlah Persentase
Kondisi Awal Sangat Baik 5 35,71 Baik 4 28,58 Cukup 5 35,71 Kurang - - Siklus 1 Sangat Baik 4 28,58 Baik 7 50 Cukup 3 21,42 Kurang - - Siklus 2 Sangat baik 6 42,86 Baik 7 50 Cukup 1 7,14 Kurang - -
Siklus Kategori Jumlah Persentase
Kondisi awal Sangat baik - - Baik 3 21,43 Cukup 2 14,28 Kurang 9 64,29 Siklus 1 Sangat baik 1 7,14 Baik 7 50 Cukup 6 42,86 Kurang - - Siklus 2 Sangat baik 4 28,57 Baik 6 42,86 Cukup 4 28,57 Kurang - -
76
Dari tabel 4.23 di atas diketahui terjadi penurunan pada siklus 1 yaitu 7,13% dari kondisi awal. Namun, pada siklus 2 terjadi peningkatan sebesar 14,28% dari siklus 1.
Tabel 4.24 Perbandingan Ekspresi dalam Keterampilan Berbicara
Siklus Kategori Jumlah Persentase
Kondisi Awal Sangat Baik - - Baik 4 28,58 Cukup 7 50 Kurang 3 21,42 Siklus 1 Sangat Baik 2 14,29 Baik 8 57,14 Cukup 3 21,43 Kurang 1 7,14 Siklus 2 Sangat baik 3 21,43 Baik 7 50 Cukup 4 28,57 Kurang - -
Dari tabel 4.24 di atas diketahui terjadi peningkatan pada setiap siklusnya. Pada siklus 1 terjadi peningkatan sebesar 14,29% dari kondisi awal. Dan pada siklus 2 terjadi peningkatan sebesar 7,14%.
Tabel 4.25 Perbandingan Kelancaran dalam Keterampilan Berbicara
Siklus Kategori Jumlah Persentase
Kondisi Awal Sangat Baik 1 7,14 Baik 8 57,14 Cukup 3 21,43 Kurang 2 14,29 Siklus 1 Sangat Baik 3 21,43 Baik 5 35,71 Cukup 6 42,86 Kurang - - Siklus 2 Sangat baik 5 35,71 Baik 8 57,15 Cukup 1 7,14 Kurang - -
77
Dari tabel 4.25 di atas diketahui terjadi peningkatan pada setiap siklusnya. Pada siklus 1 terjadi peningkatan sebesar 14,29% dari kondisi awal, dan ada siklus 2 terjadi peningkatan sebesar 7,14%. Jadi, metode sosiodrama mampu meningkatkan keterampilan berbicara siswa.
78
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, peneliti akan memaparkan kesimpulan dari penelitian ini. Hasil keterampilan berbicara yang diperoleh sebelum menggunakan metode sosiodrama hanya 5 siswa yang tuntas atau 35,71%, dan setelah menggunakan metode sosiodrama dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada siklus I meningkat 21,43% atau 8 siswa dari kondisi awal, dan pada siklus II meningkat 28,57% atau 12 siswa. Pada pilihan kata dalam keterampilan berbicara pada siklus II meningkat 28,57% dari siklus I. Pada intonasi dalam keterampilan berbicara di siklus II meningkat 21,43% dari siklus I. Pada pelafalan dalam keterampilan berbicara, di siklus II meningkat 14,28% dari siklus I. Pada ekspresi dalam keterampilan berbicara, di siklus I meningkat 14,29% dari kondisi awal, dan pada siklus II meningkat 7,14% dari siklus I. Pada kelancaran dalam keterampilan berbicara, pada siklius I meningkat 14,29% dari kondisi awal, dan pada siklus II meningkat 14,28% dari siklus I. Penulis menyimpulkan bahwa penerapan metode sosiodrama dalam pebelajaran Bahasa Indonesia dapat meningkatkan penggunaan pilihan kata, intonasi, pelafalan, ekspresi, dan kelancaran dalam keterampilan berbicara siswa kelas V SDN Tegalrejo 02 Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang.
79 B. Saran
Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka peneliti memberikan beberapa saran sebagai berikut:
1. Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan, maka seyogyanya dalam penyampaian materi menggunakan metode yang relevan agar siswa aktif dan situasi kelas tidak monoton dan siswa dapat termotivasi.
2. Untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa, maka guru seyogyanya selalu memberikan kesempatan kepada siswa dalam penyampaian ide atau gagasannya, memberikan kesempatan berlatih kepada siswa dalam cara penyampaiannya secara baik dan benar.
3. Dalam penyampaian materi kaitannya dengan pembelajaran, seorang guru harus bisa mensiasati agar kegiatan belajar mengajar tidak membosankan.
80