• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Partisipasi siswa SMA BOPKRI I Yogyakarta kelas XI IPA tahun pelajaran

2008-2009 dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

Pada penelitian dapat diketahui bahwa sebagian besar siswa mengikuti

ekstrakurikuler, namun diitemukan juga sebagian kecil siswa tidak mengikuti

kegiatan ekstrakurikuler. Rincian siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler

disajikan pada tabel 5.

Tabel 5. Siswa SMA BOPKRI I Yogyakarta Kelas XI IPA

Tahun Pelajaran 2008-2009 yang Mengikuti Kegiatan Ekstrakurikuler

Siswa yang Mengikuti

kegiatan Ekstrakurikuler

Siswa yang Tidak

Mengikuti Kegiatan

Ekstrakurikuler

Populasi

Siswa % Siswa %

80 50 62,5 30 37,5

Dari tabel 5, diketahui bahwa para siswa yang mengikuti kegiatan

ekstrakurikuler di sekolah sebanyak 50 siswa, yaitu 62,5 % dari seluruh siswa

SMA BOPKRI I Yogyakarta Kelas XI IPA Tahun Pelajaran 2008-2009.

Rincian kegiatan ekstrakurikuler yang dikuti, disajikan pada tabel 6.

Tabel 6. Kegiatan Ekstrakurikuler yang Diikuti Siswa SMA BOPKRI I Yogyakarta

Kelas XI IPA Tahun Pelajaran 2008-2009*

No. Kegiatan Ekstrakurikuler SMA BOPKRI I Yogyakarta

Kegiatan Ekstrakurikuler yang diikuti

Banyaknya Siswa yang Mengikuti Kegiatan

Ekstrakurikuler

1. Pramuka Pramuka 7

2. Paduan Suara Paduan Suara 4

3. Musik Musik 3

4. Tari / Karawitan Tari / Karawitan 17

5. Bahasa Mandarin Bahasa Mandarin 16

6. Basket Basket 5

7. Volley Volley 3

8. Futsal Futsal 7

9. Tae Kwon Do Tae Kwon Do 5

10. Jurnalistik Jurnalistik 6 11. Fotografi Fotografi 9 12. PMR (Palang Merah Remaja) PMR (Palang Merah Remaja) 4

13. DMSC (Pecinta Alam) DMSC (Pecinta Alam) 7

14. Karya Ilmiah Remaja Karya Ilmiah Remaja 18

15. TOEIC TOEIC 17

16. Persekutuan Doa Anak BOSA

Persekutuan Doa Anak BOSA

4

17. Bahasa Jepang

-18. Katekisasi

-*Siswa dapat mengikuti lebih dari satu kegiatan ekstrakurikuler

Dari tabel diatas, dapat diketahui bahwa:

a. Dari 18 kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan di sekolah,

terdapat 16 kegiatan ekstrakurikuler yang dipilih dan diikuti oleh

siswa SMA BOPKRI I Yogyakarta kelas XI IPA tahun pelajaran

2008-2009.

b. Kegiatan ekstrakurikuler yang tidak diikuti oleh siswa SMA BOPKRI

I Yogyakarta kelas XI IPA tahun pelajaran 2008-2009 adalah

ekstrakurikuler bahasa Jepang dan katekisasi.

c. Pramuka sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib tetapi tidak diikuti

oleh semua siswa SMA BOPKRI I Yogyakarta kelas XI IPA tahun

pelajaran 2008-2009

2. Manfaat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di SMA BOPKRI I Yogyakarta,

yaitu:

a. Apabila siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pramuka, maka

perkembangan diri siswa sebagai remaja yang dikembangkan adalah:

1) Perkembangan intelektual, karena kegiatan pramuka berisi kegiatan

yang mengandung pendidikan. Dengan mengikuti kegiatan pramuka,

siswa dapat mengetahui kecakapan-kecakapan kepramukaan,

diantaranya berupa baris-berbaris, penggunaan tali-temali,

semaphore, dan mencari jejak.

2) Perkembangan hubungan sosial, karena dalam kegiatan pramuka,

siswa dididik dan dituntut agar mampu berkerjasama dalam sebuah

kelompok. Kelompok dalam kegiatan pramuka mengembangkan

sikap saling menghargai antara satu sama lain dan bergotong-royong

dengan tanggung jawab melaksanakan tujuan kelompok.

3) Perkembangan kemandirian, karena dengan mengikuti kegiatan

halang rintang dan mencari jejak dalam kepramukaan, siswa dituntut

untuk dapat berani dan berdasarkan kemampuan sendiri dapat

memecahkan permasalahan yang ada.

4) Perkembangan nilai, karena tujuan kegiatan pramuka berupaya

menciptakan semangat patriotisme dan memiliki nilai-nilai

Pancasila.

b. Apabila siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler paduan suara, maka

perkembangan diri siswa sebagai remaja yang dikembangkan adalah:

1) Perkembangan kreativitas, karena kegiatan paduan suara melatih

siswa untuk dapat mengembangkan keahlian dalam membaca not

lagu dan nada. Siswa juga dilatih untuk dapat berkreasi dengan

kemampuan olah vokal.

2) Perkembangan bakat khusus, karena bakat atau talenta siswa yang

berkaitan dengan olah vokal dapat dilatih dan dikembangkan.

3) Perkembangan hubungan sosial, karena pelatihan dalam kegiatan

paduan suara berbentuk latihan kelompok dan tentu saja kegiatan

paduan suara melatih kemampuan olah vokal dalam bentuk sebuah

kolaborasi dari kelompok vokal yang biasa disebut koor.

c. Apabila siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler musik atau band,

maka perkembangan diri siswa sebagai remaja yang dikembangkan

adalah:

1) Perkembangan kreativitas, karena kegiatan ekstrakurikuler musik

atau band melatih siswa untuk mampu berkreasi dengan alat-alat

musik yang ada dan mengembangkan aliran-aliran musik yang

sesuai dengan minat siswa.

2) Perkembangan bakat khusus, karena bakat maupun talenta,

khususnya bakat musik siswa dilatih dan dikembangkan dengan

mengikuti kegiatan musik atau band ini.

3) Perkembangan hubungan sosial, karena kegiatan ekstrakurikuler

musik atau band dilatih berdasarkan kelompok, berupa kolaborasi

dari penggunaan beberapa alat musik. Kelompok-kelompok musik

atau grup musik ini menuntut kerjasama dan adanya sikap saling

memahami.

d. Apabila siswa mengikuti kegiatan tari atau karawitan, maka

perkembangan diri siswa sebagai remaja yang dikembangkan adalah:

1) Perkembangan fisik, karena kegiatan ekstrakurikuler tari atau

karawitan merupakan kegiatan fisik dalam bentuk gerakan tari yang

melibatkan aktivitas anggota tubuh

2) Perkembangan emosi, karena kepuasan dalam mengikuti suatu

kegiatan seni dan keuletan dalam berlatih merupakan salah satu

pemenuhan dimensi emosional.

3) Perkembangan kreativitas, karena kegiatan ekstrakurikuler tari atau

karawitan melatih siswa dalam kemampuan menari dan menciptakan

kreasi gerakan untuk menciptakan bentuk-bentuk tarian yang baru

dan menarik.

4) Perkembangan bakat khusus, karena siswa yang memiliki bakat

menari semakin terdorong untuk melatih dan mengembangkan bakat

khusus tersebut.

5) Perkembangan hubungan sosial, karena kerjasama sangat dituntut

pada saat menari dan menciptakan paduan gerak dalam pelatihan tari

dan karawitan.

e. Apabila siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bahasa Mandarin,

maka perkembangan diri siswa sebagai remaja yang dikembangkan

adalah:

1) Perkembangan intelektual, karena kegiatan ekstrakurikuler bahasa

Mandarin memberikan pengetahuan baru bagi siswa mengenai

adat-istiadat, budaya, pola pikir, tatanan negara, teknologi dan segala hal

yang berkaitan dengan negara Cina.

2) Perkembangan bahasa, karena kegiatan ekstrakurikuler bahasa

Mandarin melatih siswa untuk dapat menggunakan dan

berkomunikasi dengan bahasa Mandarin.

f. Apabila siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bahasa Jepang, maka

perkembangan diri siswa sebagai remaja yang dikembangkan adalah:

1) Perkembangan intelektual, karena kegiatan ekstrakurikuler bahasa

adat-istiadat, budaya, pola pikir, tatanan negara, teknologi dan segala

hal yang berkaitan dengan negara Jepang.

2) Perkembangan bahasa, karena kegiatan ekstrakurikuler bahasa

Jepang melatih siswa untuk dapat menggunakan dan berkomunikasi

dengan bahasa Jepang.

g. Apabila siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler basket, maka

perkembangan diri siswa sebagai remaja yang dikembangkan adalah:

1) Perkembangan fisik, karena kegiatan ekstrakurikuler basket

merupakan kegiatan olahraga yang berbentuk kegiatan jasmani

untuk merangsang aktivitas organ-organ tubuh

2) Perkembangan emosi, karena kepuasan dalam mengikuti suatu

pertandingan adalah salah satu pemenuhan dimensi emosional.

3) Perkembangan bakat khusus, karena pelatihan kegiatan

ekstrakurikuler basket berupaya menyalurkan dan mengembangkan

bakat dan kemampuan bermain basket.

4) Perkembangan hubungan sosial, karena olahraga basket merupakan

kegiatan dalam bentuk kelompok atau tim. Kebersamaan,

kepedulian, dan solidaritas dalam sebuah tim sangat dituntut.

h. Apabila siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola volley, maka

perkembangan diri siswa sebagai remaja yang dikembangkan adalah:

1) Perkembangan fisik, karena kegiatan ekstrakurikuler bola volley

2) Perkembangan emosi, karena dengan melakukan suatu kegiatan

yang sesuai kebutuhan dan keinginan, menghadapi situasi kalah

ataupun menang dalam sebuah pertandingan memberikan kepuasan

tersendiri.

3) Perkembangan bakat khusus, karena pelatihan kegiatan

ekstrakurikuler volley berupaya menyalurkan dan mengembangkan

bakat dan kemampuan bermain bola volley.

4) Perkembangan hubungan sosial, karena volley merupakan olahraga

kelompok atau tim. kebersamaan, kepedulian, dan solidaritas dalam

sebuah tim.

i. Apabila siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler futsal, maka

perkembangan diri siswa sebagai remaja yang dikembangkan adalah:

1) Perkembangan fisik, karena kegiatan ekstrakurikuler futsal

merupakan kegiatan olahraga yang berbentuk kegiatan jasmani

untuk merangsang aktivitas organ-organ tubuh.

2) Perkembangan emosi, karena katarsis emosi melalui kegiatan

olahraga juga dapat membantu stabilitas emosi siswa.

3) Perkembangan bakat khusus, karena kegiatan ekstrakurikuler futsal

menyalurkan dan mengembangkan bakat dan kemampuan bermain

futsal.

4) Perkembangan hubungan sosial, karena kebersamaan, kepedulian,

dan solidaritas dalam sebuah tim dibutuhkan untuk memainkan pola

permainan futsal.

j. Apabila siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tae kwon do, maka

perkembangan diri siswa sebagai remaja yang dikembangkan adalah:

1) Perkembangan fisik, karena kegiatan ekstrakurikuler taekwondo

merupakan kegiatan yang berbentuk kegiatan olah fisik untuk

menciptakan gerakan beladiri.

2) Perkembangan emosi, karena pelatihan kegiatan tae kwon do tidak

hanya melatih kemampuan bertarung, melainkan juga membantu

siswa semakin mampu mengendalikan emosi.

3) Perkembangan bakat khusus, karena kegiatan ekstrakurikuler

taekwondo menyalurkan dan mengembangkan bakat dan

kemampuan tae kwon do.

4) Perkembangan hubungan sosial, karena pelatihan kegiatan tae kwon

do juga mengajarkan sikap hormat dan menghargai orang lain.

k. Apabila siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik, maka

perkembangan diri siswa sebagai remaja yang dikembangkan adalah:

1) Perkembangan intelektual, karena dengan mengikuti kegiatan

jurnalistik, siswa dapat mengetahui tata penulisan berdasarkan ejaan

yang tepat, metode menulis berita, dan kemampuan jurnalistik

lainnya.

2) Perkembangan kreativitas, karena kegiatan jurnalistik menuntut

kemampuan dan kreasi menulis dari para siswa yang menjadi

reporter.

3) Perkembangan bakat khusus, karena kegiatan ekstrakurikuler

jurnalistik menyalurkan dan mengembangkan bakat dan kemampuan

menulis siswa.

4) Perkembangan bahasa, karena pelatihan kegiatan jurnalistik

membuat siswa mampu menyusun hubungan kosakata maupun

kalimat secara teratur, membandingkan secara kritis, dan

mengkomunikasikan dalam sebuah informasi.

l. Apabila siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler fotografi, maka

perkembangan diri siswa sebagai remaja yang dikembangkan adalah:

1) Perkembangan intelektual, karena kegiatan fotografi melatih siswa

untuk bisa menggunakan kamera dan mengetahui tata foto yang

baik.

2) Perkembangan kreativitas, karena siswa dapat dengan leluasa

mengembangkan ide dan kemampuan diri dalam mencari sebuah

hasil foto yang baik.

3) Perkembangan bakat khusus, karena kegiatan ekstrakurikuler

fotografi menyalurkan dan mengembangkan bakat dan kemampuan

mendokumentasikan suatu hal, kejadian, dan kegiatan dalam bentuk

foto.

m. Apabila siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler PMR, maka

perkembangan diri siswa sebagai remaja yang dikembangkan adalah:

1) Perkembangan hubungan sosial, karena kegiatan PMR merupakan

pelaksanaan kegiatan sosial. Kegiatan yang menekankan kepedulian

terhadap sesama yang membutuhkan akan menumbuhkan rasa

solidaritas antarsesama dan menumbuhkan kepekaan siswa terhadap

sesama yang menderita.

2) Perkembangan nilai, karena kegiatan PMR membuat siswa memiliki

nilai empatisitas, tanggung jawab terhadap kewajiban, dan sikap rela

berkorban.

n. Apabila siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler DMSC (pecinta

alam), maka perkembangan diri remaja yang dikembangkan adalah:

1) Perkembangan fisik, karena kegiatan DMSC atau pecinta alam

merupakan kegiatan yang membutuhkan kekuatan dan ketahanan

fisik untuk dapat mempertahankan diri menghadapi situasi alam

ataupun perubahan cuaca.

2) Perkembangan hubungan sosial, karena kegiatan ini memberikan

kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dengan sesama melalui

aktivitas yang merangsang partisipasi dan kerjasama.

3) Perkembangan kemandirian, karena kegiatan DMSC atau pecinta

alam tidak hanya melatih siswa berkerjasama dan berkelompok, tapi

juga melatih siswa untuk tidak selalu bergantung pada orang lain.

Siswa dilatih untuk berani, percaya akan kemampuan diri, serta

menuntut keberanian mengambil keputusan dalam situasi apapun.

o. Apabila siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler karya ilmiah remaja,

maka perkembangan diri siswa sebagai remaja yang dikembangkan

adalah:

1) Perkembangan intelektual, karena dengan mengikuti kegiatan karya

ilmiah remaja, siswa dilatih untuk mengetahui, menilai, meneliti,

membandingkan dan mengevaluasi serta merepresentasikan suatu

ide atau situasi sosial dalam bentuk karangan ilmiah.

2) Perkembangan kreativitas, karena egiatan ini dirancang untuk

meningkatkan kreativitas siswa dalam menghasilkan komposisi,

produk, atau gagasan apa saja yang pada dasarnya baru melalui

karya tulis ilmiah mengenai hal yang berkembang di masyarakat.

3) Perkembangan bahasa, karena dalam pembuatan karya ilmiah, siswa

dituntut untuk mampu membuat tata bahasa formal dan ilmiah dalam

menganalisis maupun mempresentasikan suatu hal yang menjadi

topik penelitian siswa.

4) Perkembangan nilai, karena dalam membuat dan meracang sebuah

karya ilmiah, siswa selalu akan dituntut pada pedoman nilai-nilai

yang ada dalam masyarakat.

p. Apabila siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler TOEIC, maka

perkembangan diri siswa sebagai remaja yang dikembangkan adalah:

1) Perkembangan intelektual, karena kegiatan ekstrakurikuler TOEIC

memberikan pengetahuan baru bagi siswa mengenai negara Inggris.

Siswa juga menjadi tahu tentang adat-istiadat, budaya, pola pikir,

tatanan negara, teknologi dan segala hal yang berkaitan dengan

negara Inggris.

2) Perkembangan bahasa, karena kegiatan ekstrakurikuler TOEIC

melatih siswa untuk dapat menggunakan dan berkomunikasi dengan

bahasa Inggris.

q. Apabila siswa mengikuti kegiatan persekutuan doa anak BOSA, maka

perkembangan diri siswa sebagai remaja yang dikembangkan adalah:

1) Perkembangan hubungan sosial, karena kegiatan persekutuan doa

merupakan perkumpulan siswa yang bertugas mempersiapkan

kegiatan-kegiatan keagamaan di sekolah. Kerjasama siswa untuk

mempersiapkan setiap kegiatan agar berjalan dengan lancar dapat

mengembangkan kecakapan sosial siswa.

2) Perkembangan nilai, karena persekutuan doa merupakan kegiatan

yang didasari nilai-nilai kerohanian dan religiusitas.

r. Apabila siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler katekisasi, maka

perkembangan diri siswa sebagai remaja yang dikembangkan adalah:

1) Perkembangan intelektual, karena kegiatan katekisasi memberikan

mempersiapkan diri menuju pengalaman iman atau persiapan

sakramen.

2) Perkembangan nilai, karena pelatihan katekisasi melatih dasar-dasar

menuju pengalaman sakramen, sehingga nili-nilai yang

dikembangkan yaitu nilai keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan.

Dokumen terkait