HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Pelaksanaan tindakan a. Siklus I
1. Perencanaan
Pada tahap ini dibuat rencana pembelajaran yang merupakan awal dari proses untuk melaksanakan tindakan suatu penelitian, selanjutnya mneyiapkan bahan-bahan pertanyaan pada tengah-tengah pembelajaran berlangsung. Untuk menambah prestasi dan motivasi siswa pada materi ini pada tahap perencanaan ini, peneliti
menyiapkan hal-hal sebagai berikut :
a) Mensosilisasikan pengajaran dengan menggunakan tahap dimana peneliti membuat skenario penelitian
b) Membuat lembar observasi siklus I c) Mendesain alat evaluasi
d) Merencanakan hasil siklus I 2. Pelaksanaan Tindakan (impelementasi)
Berdasarkan rencana pembelajaran telah menunjukkan relevansi antara tindakan yang diinginkan dalam penelitian ini, siswa termotivasi danmenerima apa yang disampaikan oleh guru sehingga
dengan mudah serta aktif dalam meyelesaikan soal-soal yang
diberikan. Dalam pembelajaran dengan menggunakan pendekatan cara belajar siswa aktif (CBSA) dalam meningkatkan prestasi dan motivasi siswa, peserta didik sebagi subyek artinya peserta didik berperan aktif dalam setiap proses pembelajaran
Guru mengembangkan diskusi kelompok untuk memberikan penjelasan dan pemahaman mengenai materi yang diajarkan, setiap kelompok harus melaksanakan diskusi sesusai dengan materi yang telah diberikan. Setelah itu untuk lebih memahami materi
pembelajaran guru memberikan kesempatan untuk tanya jawab dan sama-sama menyimpulkan materi pembelajaran yang telah diberikan. 3. Hasil Observasi dan Evaluasi
a. Hasil observasi
Proses belajar-mengajar siklus pertama observasi yang
dilakukan dengan alokasi waktu 2 x 40 menit. Adapun hasil observasi aktivitas siswa dapat dilihat dalam tabel:
Tabel 5 Aktivitas Belajar siswa siklus 1
Jumlah siswa Rata-rata Total rata-rata kategori
1 2 3 4 23 2,9 6 2,5 2 2,7 2,5 7 14,73 Cukup aktif
Sumber : Data di peroleh peneliti
Hasil rata-rata persentase aktifitas belajar siswa sebesar 14,73 ini berarti kategori aktifitas siswa dalam pembelajaran siklus pertama terbilang cukup aktif dengan hasil observasi sebagai berikut :
1) Interaksi siswa dalam proses pembelajaran sudah cukup baik, namun masih banyak siswa yang belum bisa melakukan interaksi yang positif ketika melakukan diskusi kelompok dan bertanya pada guru. 2) Kemampuan siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan
pendekatan CBSA, belum menmpakkan adanya keberhasilan dikarenakan masih ada yang belum tuntas dalam evaluasi siklus I 3) Partisipasi siswa dalam mengumpulkan hasil belajar cukup
baik, siswa selalu melaksanakan interaksi dari guru dalam proses pembelajaran.
b. Hasil evaluasi siklus I
Berdasarkan hasil evaluasi siklus I, setelah dianlisis diperoleh data sebagai berikut :
Tabel 6 Hasil Evaluasi siklus I
Jumlah siswa Nilai tertinggi Nilai terendah Ketuntasan belajar 23 80 65 69,56 Sumber : Data diperoleh peneliti
Hasil ini belum mencapai 85,5% yang menunjukkan bahwa ketuntasan klasikal dengan standar nilai yang diperoleh oleh siswa secara individual minimal 70 belum tercapai.
c. Refleksi
melanjutkan pembelajaran pada siklus II dengan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada pada siklus I antara lain :
1) Meningkatkan kesiapan siswa dalam melakukan proses pembelajaran dengan mengingatkan kembali hasil evaluasi sebelumnya
2) Mengupayakan bimbingan optimal, kepada siswa yang mengalami kesulitan baik tanya jawab maupun dalam menyelesaikan soal-soal yang diberikan
3) Mengupayakan agar siswa lebih termotivasi untuk melakukan proses pembelajaran, maka guru memberikan pujian dan nilai lebih pada siswa yang aktif perlu diberikan.
b. Siklus II
1. Perencanaan
Sesuai dengan tindakan observasi dan evaluasi pada siklus I yang menunjukkan hasil tidak seperti yang diharapkan dari kriteria penilaian yang telah ditetapkan. Maka perencanaan yang dilakukan pada siklus ini lebih matang, yaitu melengkapi
kekurangan-kekurangan yang terjadi pada siklus I seperti yang telah dijelaskan pada tahap refleksi siklus I
2. Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan tindakan pada siklus II ini pada dasarnya sama seperti pada siklus I pelaksanaan proses pembelajaran di kelas sesuai dengan rencana pembelajaran dan dengan menggunakan pendekatan cara belajar siswa aktif (CBSA).
3. Hasil Observasi dan Evaluasi a. Hasil Observasi
Hasil observasi selama proses .pembelajaran pada siklus II secara umum proses pembelajaran sudah berjalan dengan baik, dimana kekurangan-kekurangan yang terjadi pada silus I sebagian besar dapat diperbaiki walaupun masih selalu ada kekurangan-kekurangan.
Tabel 7 Aktivitas siswa siklus II
Jumlah siswa Rata-rata Total rata-rata kategori
1 2 3 4 23 3,3 4 2,9 1 3 2,7 15,957 Cukup Aktif
Sumber : Data diperoleh peneliti
Hasil rata-rata persentase aktifitas belajar siswa sebesar 14,73 ini berarti kategori aktifitas siswa dalam pembelajaran siklus pertama terbilang cukup aktif dengan hasil observasi sebagai berikut :
1. Interaksi siswa dalam proses pembalajaran sudah baik karena didukung adanya interaksi positif disaat proses
2. Kemampuan siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan menggunakan CBSA, sudah muali menampakkan adanya keberhasilan.
3. Partisipasi siswa dalam mengumpulkan hasil belajar sudah mulai meningkat.
b. Hasil evaluasi siklus II
Berdasarkan hasil evaluasi pada siklus kedua setelah dianalisis diperoleh data sebagai berikut :
TabeL 8 Hasil Evaluasi Siklus II
Jumlah siswa Nilai tertinggi Nilai terendah Ketuntasan belajar 23 90 65 95,65% Sumber : Data diperoleh peneliti
Hasil ini sudah mencapai target yang diinginkan yaitu 85%, hasil lengkapnya dapat dilihat pada lampiran.
4. Refleksi
Setelah dilihat hasil observasi dan evaluasi yang diperoleh pada siklus ini kekurangan-kekurangan pada siklus I sudah teratasi dengan kata lain tujuan penelitian ini dinyatakan tercapai, sehingga hipotesis diterima penelitian dilaksanakan.
3. Statistik Deskriptif a. Variabel Motivasi
Tabel 9 Statistik Deskriptif Motivasi
MI + 1Sdi - Mi + 2SDi 75-87,5 22 Tinggi
MI -1Sdi - Mi + 1SDi 50-75 - Sedang
MI -2 Sdi - Mi -1SDi 37,5-50 - Rendah
MI -3Sdi - Mi – 2 SDi 25-37,5 - Sangat rendah Sumber : Data diperoleh peneliti
Dari hasil analisis data di atas dapat disimpulkan bahwa rata-rata tingkat motivasi siswa dalam proses pembelajaran adalah 82,17 ini berarti kategori motivasi siswa dikatakan baik,dimana 22 orang siswa memiliki motivasi dengan kategori yang tinggi .
Berdasarkan statistic deskriptif motivasi tersebut , kita dapat menarik kesimpulan bahwa penerapan CBSA dapat berpengaruh pada tingkat motivasi siswa, dimana pada saat proses pembelajaran siswa terdorong untuk
melaksanakannya dengan baik.
B. Pembahasan
Berdasarkan hasil analisis penerapan pendekatan cara belajar siswa aktif (CBSA) dalam meningkatkan prestasi dan motivasi belajar siswa,
menunjukkan adanya peningkatan terhadap prestasi dan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XA di MA NW Sakra. Hal ini dapat dilihat baik dari hasil analisis evaluasi maupun analisis data angket.
Analisis siklus I, menunjukkan bahwa rata-rata aktivitas siswa sebesar (14,73) ini artinya aktivitas belajar siswa cukup aktif, kemudian ketuntasan belajar siswa mencapai 69,56% dengan nilai rata-rata siswa sebesar 71,73 dari hasil analisis dapat dilihat adanya peningkatan aktivitas belajar dan
untuk lebih mencapai lagi aktivitas belajar dan kemampuan siswa seperti yang diharapkan.
Pada analisis data siklus II, rata-rata aktivitas siswa sebesar (15,96) yang berati cukup aktif dan ketuntasan belajar siswa mencapai 95,69% dengan nilai rata-rata sebesar 82,39. dari hasil analisis ini nilai dan persentase yang
ditargetkan sudah tercapai dan melakukan perbaikan-perbaikan seperti yang telah direncanakan.
Pada analisis data angket dapat berarti dapat diketahui bahwa rata-rata tingkat motivasi belajar siswa yaitu (82,17) kategori motivasi belajar siswa kelas XA sudah baik sesuai dengan kategori yang telah ditentukan.
Berdasarkan hasil penjelasan di atas telah menunjukkan adanya peningkatan prestasi dan motivasi belajar siswa dengan menerapkan cara belajar siswa aktif (CBSA) pada mata pelajaran ekonomi kelas XA di MA NW Sakra tahun pelajaran 2011/2012
Adanya peningkatan prestasi dan motivasi ini disebabkan karena penerapan pendekatan CBSA telah diusahakan terlaksana sesuai dengan rancangan pembelajaran yang telah dibuat sebelumnya. Dimana siswa diminta selalu aktif untuk melaksanakan diskusi, tanya jawab, baik siswa dengan siswa maupun guru dengan siswa. Oleh karena itu, dengan terjalinnya interaksi positif yang terjadi di dalam kelas maka prestasi mental dan motivasi siswa akan meningkat dikarenakan adanya kebebasan dan keberanian untuk bertanya ataupun menjawab.
Pemerolehan hasil belajar sangat tergantung pada tingkat penugasan siswa yang diukur jumlah jawaban benar pada setiap tes dalam proses pembelajaran
Secara teori hubungan antara prestasi belajar dan motivasi siswa serta menurut hasil penelitian terdahulu dengan penerapan CBSA :
a. Hubungan prestasi dengan penerapan CBSA
Aktivitas mental yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam prestasi seorang siswa yang mencakup indikator-indikator didalamnya yaitu pengetahuan, pemahaman. Keterampilan, nilai dan sikap, perolehan perubahan tingkah laku yang relatif mentap akibat latihan pengalamn dan proses memperoleh respon sebagai akibat adanya latihan khusus.
Pendekatan CBSA merupakan salah satu faktor yang mendukung keberhasilan siswa dalam meraih prestasi belajar, dimana siswa
diharapkan akan lebih mampu mengenal dan mengembangkan kapasitas belajar dan potensi belajar yang dimilikinya secara penuh menyadari dan dapat menggunakan potensi summber belajar yang terdapat disekitarnya (Dimyati dan Mudjiono, 2007 : 117)
b. Hubungan motivasi dengan penerapan CBSA
Motivasi belajar memegang peranan penting dalam memberikan gairah atau semangat belajar sehingga siswa yang termotivasi kuat memiliki kemauan yang kuat juga untuk melakukan kegiatan belajar
kegiatan belajar itu demi mencapai suatu tujuan belajar yaitu meningkatkan prestasi agar bisa lebih baik lagi.
Semakin tinggi motivasi balajar siswa itu akan meningkatkan prestasi belajar sehingga tercapai tujuan yang berupa cita-cita dalam pendidikan sesuai dengan yang diharapkan dan ditetapkan di dalam kurikulum sekolah (Ngalim Purwanto, 1990 :73)
Dalam rangka pengembangan peningkatan motivasi guru
hendaknya taktis dan kreatif dalam mengelola kelas. CBSA menekankan aktifitas siswa secara optimal, artinya CBSA menghendaki keseimbangan antara aktifitas fisik , mental termasuk emosional dan aktifitas intelektual yang berpengaruh pada prestasi dan motivasi belajar siswa, CBSA bertujuan membentuk siswa yang cerdas sekaligus siswa yang memiliki sikap positif dan secara motorik terampil (Wina Sanjaya, 2007 : 137)