• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Hasil Penelitian

Responden dalam penelitian ini adalah Masyarakat Muslim domisili Petukangan Utara yang setelah menggunakan Teknik Pengumpulan Data dengan berjumlah 60 orang responden. Semua responden telah mengisi kuesioner yang diadaptasi dari penelitian Faber (2013).

3Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariete Dengan Program IBM SPSS 23, ..., h. 41

42

Kuesioner ini berisi 20 pernyataan yang disusun berdasarkan Skala Likert.

Terdapat lima pilihan jawaban, yaitu “Sangat Tidak Setuju (STS)”, “Tidak Setuju (TS)”, “Netral (N)”, “Setuju (S)”, dan “Sangat Setuju (SS)”. Data yang didapat yaitu data kuantitatif yang telah diberikan skor berdasarkan skor Skala Likert kemudian dihitung presentase dan frekuensi dari jawaban responden.

Setelah itu data disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Berikut hasil data penelitian :

1. Kualitas Produk

Produk yang dimaksud adalah produk yang dikeluarkan oleh perusahaan pembiayaan konvensional maupun perusahaan pembiayaan syariah. Pada perusahaan pembiayaan konvensional produk yang dimaksud yaitu kredit atau pinjaman. Dalam mengukur kualitas produk pada kredit atau pinjaman peneliti menyebarkan kuesioner kepada penggunanya untuk memperoleh ukuran kualitas produk pembiayaan.

Peneliti mengukur kualitas produk jenis pembiayaan dilihat dari variasi dan keragaman produk pembiayaan, keuntungan konsumen yang didapat dari produk tersebut, kemudahan dalam melakukan transaksi melalui produk tersebut, serta fitur-fitur yang menopang produk itu sendiri.

Demikian juga berlaku dalam mengukur produk yang dikeluarkan oleh perusahaan pembiayaan syariah yang mana menggunakan pembiayaan Murabahah. Dalam buku yang berjudul Strategi Pemasaran, Tjiptono menyatakan ada delapan dimensi kualitas produk yang dikembangkan dan dapat digunakan sebagai kerangka perencanaan strategis dan analisis.

Dimensi-dimensi yang dimaksud yaitu Kinerja (Performance), Keistimewaan Tambahan (Features), Kehandalan (Reliability), Kesesuaian (Conformance), Daya Tahan (Durability), Kemampuan Pelayanan (Serviceability), Estetika (Aestheties), dan Kualitas yang dipersepsikan (Perceived quality)4

4 Fandy Tjiptono, Strategi Pemasaran, (Yogyakarta: Andi OFFSET, 2008), h. 25

Gambar 4.1 Butir Pernyataan Kualitas Produk

Berdasarkan hasil Gambar 4.1 Butir Pernyataan Kualitas Produk menunjukan bahwa dari seluruh butir pernyataan dalam Kualitas Produk memiliki presentase 20% responden Sangat Setuju (SS), 50% responden Setuju (S), 22% responden Netral (N), 6% responden Tidak Setuju (TS), dan 1% responden Sangat Tidak Setuju (STS). Hasil presentase tersebut menyatakan bahwa pilihan responden yang paling dominan sebanyak 50%

Setuju.

Tabel 4.10 Butir Pernyataan Kualitas Produk

% % % % %

1. Lembaga Pembiayaan konvensional memiliki produk-produk yang beragam, menarik, dan inovatif daripada Lembaga Pembiayaan Syariah.

9 15% 33 55% 14 23% 3 5% 1 2%

2. Akad-akad yang terdapat pada Lembaga Pembiayaan Konvensional lebih baik daripada akad-akad yang terdapat pada Lembaga Pembiayaan Syariah.

12 20% 33 55% 10 17% 4 7% 1 2%

3. Produk dari Lembaga Pembiayaan Konvensional memberikan kemudahan dalam melakukan transaksi pembiayaan daripada produk yang diberikan oleh Lembaga Pembiayaan Syariah.

13 22% 24 40% 18 30% 5 8% 0 0%

4.Produk pembiayaan konvensional memiliki fitur pendukung atau keuntungan yang lebih baik daripada produk pembiayaan syariah.

15 25% 31 52% 11 18% 3 5% 0 0%

Pernyataan SS (5) S (4) N (3) TS (2) STS (1)

44

Berdasarkan Tabel 4.10 Butir Pernyataan Kualitas Produk menunjukan persepsi responden terhadap Kualitas Produk dilihat dari masing-masing butir pernyataan. Seperti yang ditunjukkan pada tabel di atas pernyataan nomor 1, 2, dan 4 adalah butir yang paling banyak responden menjawab Setuju, yaitu sekitar 60%. Sedangkan persentase butir 3 menunjukkan hanya 40% responden yang menjawab Setuju dan 30% responden yang menjawab Netral.

2. Kualitas Pelayanan

Kualitas Pelayanan yang dimaksud adalah kualitas dalam memberikan pelayanan kepada konsumen. Dalam mengukur kualitas pelayanan menurut Zeithaml, Bitner, dan Gremler ada 5 (lima) dimensi yang dapat digunakan dalam pengukurannya antara lain:5

a. Bukti Langsung (Tangible)

Yaitu berupa penampilan fasilitas fisik, peralatan, pegawai, dan material yang dipasang. Menggambarkan wujud secara fisik dan layanan yang akan diterima oleh konsumen. Contohnya seperti keadaan gedung, fasilitas gedung, desain gedung, dan kerapihan penampilan karyawan.

b. Keandalan (Reliability)

Yaitu kemampuan untuk memberikan jasa yang dijanjikan dengan handal dan akurat. Jika dilihat dalam bidang usaha jasa pembiayaan, maka sebuah layanan yang handal adalah ketika seorang karyawan mampu memberikan pelayanan sesuai yang dijanjikan dan membantu penyelesaian masalah yang dihadapi konsumen dengan cepat.

c. Daya Tanggap (Responsiveness)

Yaitu kemauan untuk membantu konsumen dan memberikan jasa dengan cepat. Jika dilihat lebih mendalam pada layanan yang cepat tanggap di sebuah perusahaan pembiayaan, bisa dilihat dari

5 Zeithaml, V.A., Bitner, M. J. dan Gremler, D. D. (2009). Service Marketing – integrating (customer focus across the firm (5th ed.) New York: McGraw-Hill

kemampuan karyawan yang cepat memberikam pelayanan kepada konsumen dan cepat menangani keluhan mereka.

d. Jaminan (Assurance)

Yaitu pengetahuan, sopan santun, dan kemampuan karyawan untuk menimbulkan keyakinan dan kepercayaan. Sebuah jasa perusahaan pembiayaan, kepastian menjadi hal yang penting untuk dapat diberikan kepada konsumennya, seperti jaminan keamanan dan keselamatan dalam bertransaksi dan kerahasiaan konsumen yang terjamin.

e. Kepedulian/Empati (Empathy)

Yaitu kepedulian dan perhatian secara pribadi yang diberikan kepada konsumen. Layanan yang diberikan oleh para karyawan harus dapat menunjukkan kepedulian mereka kepada konsumen.

Gambar 4.2 Butir Pernyataan Kualitas Pelayanan

Berdasarkan hasil Gambar 4.2 Butir Pernyataan Kualitas Pelayanan menunjukan bahwa dari seluruh butir pernyataan dalam Kualitas Pelayanan memiliki presentase 37% responden Sangat Setuju (SS), 44%

responden Setuju (S), 15% responden Netral (N), 4% responden Tidak Setuju (TS), dan 1% responden Sangat Tidak Setuju (STS). Hasil presentase tersebut menyatakan bahwa pilihan responden yang paling dominan sebanyak 44% Setuju.

46

Tabel 4.11 Butir Pernyataan Kualitas Pelayanan

Tabel 4.11 Butir Pernyataan Kualitas Pelayanan menunjukan persepsi responden terhadap Kualitas Pelayanan dilihat dari masing-masing butir pernyataan. Seperti yang ditunjukkan pada tabel di atas pernyataan nomor 5, 6, dan 7 adalah butir yang paling banyak responden menjawab Setuju, yaitu sekitar 50%. Sedangkan, persentase butir 8 menunjukkan 40% responden yang menjawab Sangat Setuju dan 22%

responden yang menjawab Netral.

3. Agama

Variabel agama yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu tingkat religiusitas konsumen. Menurut Glock & Stark seperti yang ditulis dalam buku Djamaluddin Ancok yang berjudul Psikologi Islam: Solusi Islam Atas Problema-Problema Psikologi, konsep religiusitas adalah rumusan brilian. Keberagamaan dalam Islam bukan hanya diwujudkan dalam bentuk ibadah ritual saja, namun juga dalam aktivitas-aktivitas lainnya.

% % % % %

5. Pelayanan yang diberikan oleh Lembaga Pembiayaan Konvensional lebih baik daripada Lembaga Pembiayaan Syariah dalam hal memenuhi pelayanan yang dijanjikan.

22 37% 28 47% 8 13% 2 3% 0 0%

6. Pelayanan yang diberikan oleh Lembaga Pembiayaan Konvensional lebih baik daripada Lembaga Pembiayaan Syariah dalam hal memenuhi pelayanan yang dijanjikan.

21 35% 30 50% 6 10% 2 3% 1 2%

7. Pelayanan yang diberikan oleh Lembaga Pembiayaan Konvensional lebih baik daripada Lembaga Pembiayaan Syariah dalam hal bersikap profesional, ramah dan mampu menumbuhkan rasa percaya konsumen.

21 35% 27 45% 9 15% 3 5% 0 0%

8. Pelayanan yang diberikan oleh Lembaga Pembiayaan Konvensional lebih baik

Sebagai suatu sistem yang menyeluruh, Islam mendorong pemeluknya untuk beragama secara menyeluruh. Ada lima dimensi keberagamaan sesorang yang dapat diukur untuk mengetahui apakah seseorang tersebut religius atau tidak.

Dalam konteks agama Islam sebagai agama yang dianut oleh mayoritas masyarakat Indoneisa, lima dimensi tersebut dapat dijelaskan sebagi berikut:

a. Dimensi Ritual

Dimensi ini mengukur sejauh mana seseorang melakukan kewajiban ritualnya dalam agama yang dianut. Contohnya seperti pergi ke tempat ibadah, berdoa pribadi, berpuasa, dan lain-lain.

Dimensi ritual ini merupakan perilaku keberagamaan yang berupa peribadatan yang berbentuk upacara keagamaan.

b. Dimensi Ideologis

Dimensi ini mengukur tingkatan sejauh mana seseorang menerima hal-hal yang bersifat dogmatis dalam agamanya. Contohnya seperti menerima keberadaan Tuhan, malaikat dan setan, surga dan neraka, dan lain-lain.

Dalam konteks ajaran Islam, dimensi ideologis ini menyangkut kepercayaan seseorang terhadap kebenaran agama-agamanya. Semua ajaran yang berasal dari Al-Qur’an dan hadits harus menjadi pedoman bagi segala bidang kehidupan.

Keberagaman ditinjau dari segi ini misalnya mendarma baktikan diri terhadap masyarakat yang menyampaikan amar ma‟ruf nahi mungkar dan amaliah lainnya dilakukan dengan ikhlas berdasarkan keimanan yang tinggi.

c. Dimensi Intelektual

Dimensi ini mengukur tentang seberapa jauh seseorang mengetahui, mengerti, dan paham tentang ajaran agamanya, dan sejauh mana seseorang itu mau melakukan aktivitas untuk semakin

48

menambah pemahamannya dalam hal keagamaan yang berkaitan dengan agamanya.

Secara lebih luas, dimensi intelektual ini menunjukkan tingkat pemahaman seseorang terhadap doktrin-doktrin agama tentang kedalaman ajaran agama yang dipeluknya. Ilmu yang dimiliki seseorang akan menjadikan wawasan berfikirnya lebih luas sehingga perilaku keberagamaan akan lebih terarah.

d. Dimensi Pengalaman

Dimensi ini mengukur seberapa jauh tingkat Muslim dalam merasakan dan mengalami perasaan-perasaan dan pengalaman religius. Dalam Islam dimensi ini terwujud dalam perasaan dekat dengan Allah, perasaan doa-doanya sering terkabul, perasaan tentram bahagia karena menuhankan Allah, perasaan bertawakal, perasaan khusuk ketika melaksanakan sholat, perasaan tergetar ketika mendengar adzan atau ayat-ayat Al-Qur’an, perasaan syukur kepada Allah, perasaan mendapat peringatan atau pertolongan dari Allah.

e. Dimensi Konsekuensi

Dimensi ini mengukur sejauh mana seseorang itu mau berkomitmen dengan ajaran agamanya dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya seperti menolong orang lain, bersikap jujur, mau berbagi, tidak mencuri, dan lain-lain.

Aspek ini berbeda dengan aspek ritual. Aspek ritual lebih pada perilaku keagamaan yang bersifat penyembahan/adorasi, sedangkan aspek komitmen lebih mengarah pada hubungan manusia tersebut dengan sesamanya dalam kerangka agama yang dianut.

Pada hakekatnya, dimensi konsekuensi ini lebih dekat dengan aspek sosial. Dimensi sosial adalah mengaplikasikan suatu ajaran agama dalam kehidupan masyarakat, meliputi semua perilaku yang didefinisikan oleh agama.6

6 Jalaludin Rahmat, Islam Aletrnatif, (Bandung: Mizan, 1986), h.37

50

Tabel 4.12 Butir Pernyataan Agama

Tabel 4.12 menunjukan persepsi responden terhadap Agama dilihat dari masing-masing butir pernyataan. Seperti yang ditunjukkan pada tabel di atas pernyataan nomor 10, 11, dan 12 adalah butir yang paling banyak responden menjawab Setuju, yaitu sekitar 60%. Sedangkan, persentase butir 9 menunjukkan 2% responden yang menjawab Setuju dan 68%

responden yang menjawab Tidak Setuju.

4. Pemasaran

Variabel Pemasaran yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pemasaran yang digunakan oleh Perusahaan Pembiayaan dalam memasarkan produk pembiayaan yang dikeluarkan oleh Perusahaan Pembiayaan itu sendiri. Dalam mengukur variabel pemasaran pada kredit atau pinjaman peneliti menyebarkan kuesioner kepada penggunanya untuk memperoleh ukuran kualitas pemasaran.

Peneliti mengukur kualitas produk jenis pembiayaan dilihat dari variasi dan keragaman produk pembiayaan, keuntungan konsumen yang didapat dari produk tersebut, kemudahan dalam melakukan transaksi melalui produk tersebut, serta fitur-fitur yang menopang produk itu sendiri.

10. Kredit bukanlah sesuatu yang dilarang

oleh agama. 10 17% 36 60% 12 20% 2 3% 0 0%

Gambar 4.4 Butir Pernyataan Pemasaran

Berdasarkan hasil Gambar 4.4 Butir Pernyataan Pemasaran menunjukan bahwa dari seluruh butir pernyataan dalam Kualitas Produk memiliki presentase 36% responden Sangat Setuju (SS), 44% responden Setuju (S), 16% responden Netral (N), 2% responden Tidak Setuju (TS), dan 2% responden Sangat Tidak Setuju (STS). Hasil presentase tersebut menyatakan bahwa pilihan responden yang paling dominan sebanyak 44%

Setuju. produk yang dilakukan dengan baik dan gencar.

52

Pada Tabel 4.13 Butir Pernyataan Pemasaran menunjukan persepsi responden terhadap Pemasaran dilihat dari masing-masing butir pernyataan. Seperti yang ditunjukkan pada tabel di atas pernyataan nomor 13, 14, 15, dan 16 adalah butir yang paling banyak responden menjawab Setuju, yaitu sekitar 50%. Sedangkan persentase Sangat Tidak Setuju menunjukkan sekitar 3% terdapat pada butir 13, 14, 15, dan 16.

5. Preferensi Masyarakat Muslim Dalam Memilih Jenis Pembiayaan Motor

Preferensi merupakan pilihan seseorang yang didasari atas persepsinya pada suatu produk. Seseorang yang dimaksud pada penelitian peneliti adalah masyarakat Muslim yang memilih untuk menggunakan jenis pembiayaan konvensional. Untuk menentukan preferensi masyarakat Muslim tersebut maka peneliti menggunakan kuesioner yang sasarannya adalah pengguna kreditor motor. Hal ini bertujuan untuk mengukur dan menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi masyarakat Muslim itu sendiri dalam memilih jenis pembiayaan motor.

Gambar 4.5 Preferensi Masyarakat Muslim Dalam Memilih Jenis Pembiayaan Motor

Berdasarkan hasil Gambar 4.5 Preferensi Masyarakat Muslim Dalam Memilih Jenis Pembiayaan Motor menunjukan bahwa dari seluruh butir pernyataan dalam Preferensi Masyarakat Muslim Dalam Memilih Jenis Pembiayaan Kredit Motor memiliki presentase 23% responden Sangat Setuju (SS), 54% responden Setuju (S), 20% responden Netral (N), 3% responden Tidak Setuju (TS), dan 1% responden Sangat Tidak Setuju (STS). Hasil presentase tersebut menyatakan bahwa pilihan responden yang paling dominan sebanyak 54 % Setuju.

Tabel 4.14 Preferensi Masyarakat Muslim Dalam Memilih Jenis Pembiayaan Motor

Tabel 4.14 Preferensi Masyarakat Muslim Dalam Memilih Jenis Pembiayaan Motor menunjukan persepsi responden terhadap Preferensi Masyarakat Muslim Dalam Memilih Jenis Pembiayaan Kredit Motor dilihat dari masing-masing butir pernyataan. Seperti yang ditunjukkan pada tabel di atas pernyataan nomor 17, 18, dan 19 adalah butir yang

19. Saya yakin memilih jenis pembiayaan kendaraan bermotor dengan

54

paling banyak responden menjawab Setuju, yaitu sekitar 65%. Sedangkan persentasepada butir 20 menunjukkan sekitar 40% Setuju.

Dokumen terkait