BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
D. Hasil Penelitian
a. Uji Normalitas
Berdasarkan hasil analasis Kolmogorov-Smirnov menggunakan SPSS 16.0 pada variabel kecenderungan pembelian impulsif diperoleh nilai p sebesar 0,2 yang berarti bahwa data pada variabel kecenderungan pembelian impulsif berdistribusi normal karena nilai p 0,2 > 0,05. Pada variabel sikap proaktif diperoleh nilai p sebesar 0,00
yang berarti bahwa pada variabel sikap proaktif berdistribusi tidak normal karena nilai p 0,00 < 0,05.
Tabel 16
Hasil Uji Normalitas
b. Uji Linearitas
Uji Linearitas bertujuan untuk mengetahui apakah dua variabel mempunyai hubungan yang linear atau tidak. Dua variabel dapat dikatakan memiliki hubungan linear jika nilai signifikansi kurang dari 0,05 (p<0,05).
Hasil uji linearitas menunjukan nilai signifikansi pada Linearity sebesar 0.00. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0.05 (0.00<0.05) maka dapat disimpulkan bahwa antara variabel sikap proaktif dengan kecenderungan pembelian impulsif terdapat hubungan yang linear.
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic Df Sig. Statistic Df Sig. K.P Impulsif .065 150 .200 * .993 150 .675 Sikap proaktif .148 150 .000 .959 150 .000
Tabel 17
Hasil Uji Linearitas
F Sig. k.p.impulsif* sikap proaktif (Combined) 1.696 .021 Linearity 14.697 .000
Deviation from Linearity 1.302 .155
2. Uji Hipotesis
Pada penelitian ini pengujian hipotesis menggunakan pengujian korelasi Spearman rho. Koefisien Korelasi Spearman rho (rs) digunakan apabila data tidak berdistribusi normal sehingga diperlukan analisis koefisien korelasi dari statistik non-parametrik (Siregar, 2013). Karena salah satu variabel berdistribusi tidak normal maka uji hipotesis dilakukan menggunakan korelasi Spearman rho.
Berdasarkan hasil analisis Koefisien Korelasi Spearman rho menggunakan program SPSS 16.0 menunjukkan bahwa variabel sikap proaktif berkorelasi secara negatif, lemah, dan signifikan dengan kecenderungan pembelian impulsif (N= 150, r= - 0,265, p= 0,001<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi sikap proaktif maka semakin rendah kecenderungan pembelian impulsifnya. Sebaliknya, semakin rendah sikap proaktif yang berarti memiliki sikap reaktif, maka semakin tinggi kecenderungan pembelian impulsifnya.
Tabel 18
Hasil Uji Hipotesis
Pembelian Impulsif Sikap proaktif Spearman's rho K.P_Impulsif Correlation Coefficient 1.000 -.265 ** Sig. (1-tailed) . .001 N 150 150 sikap_proaktif Correlation Coefficient -.265 ** 1.000 Sig. (1-tailed) .001 . N 150 150 E. Pembahasan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap proaktif dengan kecenderungan pembelian impulsif pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma yang telah mengikuti PPKM. Berdasarkan hasil analisis menggunakan teknik Korelasi Spearman rho diperoleh korelasi sebesar -0,265 dengan nilai signifikansi 0,001. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan negatif, lemah, dan signifikan antara sikap proaktif dengan kecenderungan pembelian impulsif (N= 150, r= -0,265, p= 0,001<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi sikap proaktif, maka semakin rendah kecenderungan pembelian impulsifnya. Sebaliknya, semakin rendah sikap proaktif yang berarti memiliki sikap reaktif, maka semakin tinggi kecenderungan pembelian impulsifnya. Berdasarkan hasil tersebut maka hipotesis yang
diajukan dalam penelitian ini yaitu ada hubungan negatif antara sikap proaktif dengan kecenderungan pembelian impulsif pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma yang telah mengikuti PPKM diterima.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa subjek dalam penelitian ini memliki sikap proaktif yang relatif tinggi. Hal ini dapat dilihat dari tingginya nilai mean empiris jika dibandingkan dengan nilai mean teoritik (75,63>62,5). Selain itu, hasil kategori skor sikap proaktif menunjukkan bahwa terdapat 50,7% subjek termasuk dalam kategori sikap proaktif sedang dan 49,3% subjek termasuk dalam kategori sikap proaktif tinggi. Dapat disimpulkan bahwa mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma khususnya yang menjadi subjek penelitan memiliki sikap proaktif antara sedang-tinggi.
Sikap proaktif yang dimiliki mahasiswa Fakultas Psikologi yang menjadi subjek pada penelitian ini ternyata menunjukkan bahwa subjek tersebut memiliki kecenderungan pembelian impulsif yang relatif rendah. Hal ini terlihat dari nilai mean empiris pada kecenderungan pembelian impulsif lebih kecil dibandingkan nilai mean teoritik (59,45<70). Hasil temuan berdasarkan pengkategorian pada kecenderungan pembelian impulsif yaitu terdapat 30,7% subjek dengan kategori kecenderungan pembelian impulsif rendah, dan 69,3% subjek dengan kategori kecenderungan pembelian impulsif sedang. Dapat disimpulkan bahwa mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma khususnya yang
menjadi subjek penelitan memiliki kecenderungan pembelian impulsif antara rendah-sedang.
Berdasarkan beberapa teori yang telah dikemukakan sebelumnya pembelian impulsif (impulsive buying) adalah kecenderungan seseorang untuk melakukan pembelian tanpa perencanaan, membeli dengan spontan, kurangnya pertimbangan yang matang, adanya keinginan kuat untuk membeli dan tak tertahankan yang disertai dengan respon emosional (perasaan senang dan kegembiraan) yang sulit untuk dikontrol serta munculnya perasaan menyesal setelah melakukan pembelian.
Weinberg & Gottwald (1982) mengungkapkan bahwa pembelian impulsif merupakan perilaku reaktif, dimana konsumen menunjukkan respon tertentu bila terkena stimulus. Bila terkena stimulus konsumen merasa dorongan tak tertahankan untuk membeli produk yang menarik (Rook, 1987 dalam Parboteeah, 2005). Dapat dikatakan bahwa seseorang yang memiliki sikap proaktif yang rendah yang berarti memiliki sikap reaktif maka akan memiliki kecenderungan pembelian impulsif yang tinggi. Hal ini dikarenakan apabila seseorang memiliki sikap reaktif maka ia akan mudah dipengaruhi oleh lingkungan fisik, digerakan oleh perasaan, keadaan, kondisi, dan tidak memiliki kendali atas dirinya sendiri (Covey, 2001).
Mahasiswa Fakultas Psikologi yang menjadi subjek dalam penelitian ini memiliki sikap proaktif yang berarti bahwa subjek memiliki kendali atas dirinya, bertanggung jawab atas responnya yang didasari oleh
kesadaran, imajinasi, kata hati dan kehendak bebas sehingga keputusan yang dipilih tepat tanpa terpengaruh lingkungan sekitar. Sikap proaktif yang dimiliki mahasiswa Fakultas Psikologi khususnya yang menjadi subjek penelitian ini dapat disebabkan dari hasil PPKM dan hasil dari proses belajar selama perkuliahan. Sikap proaktif tersebut menjadikan subjek cenderung selektif dalam melakukan pembelian.
50
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh peneliti menggunakan uji korelasi Spearman rho dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif, lemah dan siginifikan antara sikap proaktif dengan kecenderungan pembelian impulsif pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma yang telah mengikuti PPKM (N=150, r = -0,265, p = 0,001<0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi sikap proaktif yang dimiliki mahasiswa Fakultas psikologi yang telah mengikuti PPKM khususnya yang menjadi subjek penelitian, maka semakin rendah kecenderungan pembelian impulsifnya. Sebaliknya, semakin rendah sikap proaktif yang dimiliki yang berarti memiliki sikap reaktif, maka semakin tinggi kecenderungan pembelian impulsifnya.
B. Saran
1. Bagi Subjek penelitian diharapkan dapat lebih mengenali diri sendiri dan meningkatkan sikap proaktif yang didukung dengan PPKM dan materi-materi pembelajaran di Fakultas Psikologi, sehingga dapat mengurangi tingkat kecenderungan pembelian impulsif.
2. Berdasarkan proses penelitian peneliti menurunkan batas korelasi aitem total sebesar 0,25 pada variabel sikap proaktif. Hal ini dikarenakan aitem yang lolos uji tidak mencukupi jumlah yang diinginkan, bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk memperbaiki aitem pada variabel sikap proaktif agar dapat meningkatkan batas korelasi aitem total sebesar 0,30.
52
DAFTAR PUSTAKA
Apriyani, D (2010). Perilaku Proaktif Seorang Mantan Pecandu Narkoba. (Studi Kasus Pada Seorang Mantan Pecandu Narkoba Yang Telah Menjalani Proses Rehabilitasi di Yayasan Insani Hamdani). Skripsi Jurusan Psikologi FIP UPI, Bandung: (tidak diterbitkan)
Azwar, S. (2007). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Azwar,S. (2012). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Belajar Azwar.S. (2013). Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Belajar
Buku Pedoman Program Studi Psikologi (2010). Yogyakarta : Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma
Covey, Sean. (2001). Tujuh Kebiasaan Remaja Yang Sangat Efektif. (Alih Bahasa : Arvin Saputra). Jakarta : Binarupa Aksara
Covey, Stephen R. (1994). 7 Kebiasaan Manusia Yang Sangat Efektif. Memulihkan Etika Karakter. Jakarta : Binarupa Aksara. Terjemahan dari : The 7 Habits of Highly Effective People
Covey, Stephen R. (1997). The 7 Habits of Highly Effective People (Tujuh Kebiasaan Manusia Yang Sangat Efektif). (Alih Bahasa : Budijanto). Jakarta : Binarupa Aksara
Decilya, Sutji. (2011, 21 Juni). Pembelanja Indonesia Makin Impulsif. Diunduh 4
Mei 2014 dari
http://www.tempo.com/read/news/2011/06/21/090342265/Pembelanja- Indonesia-Makin-Impulsif
Fitri, R. A (2006). Terlena dalam nikmatnya belanja. Diunduh 26 Mei 2014 dari
https://groups.google.com/forum/#!msg/alt.sci.tech.indonesian/CdBkuCG Ya7Y/qcVYi1-XYeAJ
Ghani, U., Imran M., & Jan, F. A. (2011). The Impact of Demographic Characteristics on Impulse Buying Behaviour of Urban Consumers in Peshawar. International Journal of Academic Research, Vol. 3. No. 5. II Part
Hapriyanita. Dian, U. (2012). Perbedaan kecemasan Komunikasi antara Mahasiswa yang Mengikuti Pendekatan Pembelajaran Student Centered Learning dengan Teacher Centered Learning. Skripsi. Universitas Sumatra Utara. (Tidak diterbitkan)
Herabadi, A. G., Verplanken, B., & Knippenberg, A. V.(2009). Consumption Experience of Impulse Buying in Indonesia: Emotional Arousal and Hedonistic Considerations. Asian Journal of Social Psychology, 12, 20–31 Hutomo, Pandji. 2008. Efektivitas Pelatihan Pengembangan Kepribadian Mahasiswa (PPKM) Tahap I Tahun 2008. Skripsi. Universitas Sanata Dharma
Irawan, Handi. (2011). 10 Perilaku (Konsumen) Indonesia. Diunduh 26 Mei 2014 dari http://forum.kompas.com/urban-life/34622-10-perilaku-konsumen- indonesia.html
Kacen J. J. & Lee J. A. (2002). The Influence of Culture on Consumer Impulsif Buying Behavior. Journal of Consumer Psychology, 12(2), 163-176
Kamus Besar Bahasa Indonesia Online. (2015, 1 mei). Pengertian Mahasiswa.
Diunduh dari :
http://kamusbahasaindonesia.org/mahasiswa#ixzz1n4ToIfX2
Kasmadi. Sunariah, N.S. (2013). Panduan Modern Penelitian Kuantitatif. Bandung : Alfabeta
Lin, C. H. & Chuang, S. C. (2005). The Effect of Individual Differences on Adolescents' Impulsif Buying Behavior. ADOLESCENCE, Vol. 40, No. 159
Lin, Chien-Huang & Lin, Hung-Ming.(2005). An Exploration of Taiwanese Adolescents' Impulsif Buying Tendency.Adolescence; 40, 157; ProQuest Sociology, pg. 215
Modul Pelatihan Pengembangan Kepribadian Mahasiswa. (2011). Tidak diterbitkan. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma
Mowen, J.c. Minor, M. (2002). Perilaku Konsumen Jilid 2. Jakarta : Salemba Empat
Mustafa, Z. 2009. Mengurai Variabel Hingga Instrumentasi. Yogyakarta: Graha Ilmu
Nugroho, Y.D. (2013). Perbedaan Perilaku Proaktif Antara Mahasiswa Fakultas Psikologi dan Teknik Mesin di Universitas Sanata Dharma. Skripsi. Universitas Sanata Dharma
Okezone. (2015, 5 Mei). Mahasiswa Baru Cenderung Lebih Konsumtif. Diiunduh dari http://news.okezone.com/read/2012/08/03/373/672787/mahasiswa- baru-cenderung-lebih-konsumtif
Parboteeah, D. V.(2005) A model of online impulse buying: An empirikal study. Doctoral dissertation Washington State University
Prasetyo, B Jannah, L.M. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada
Prawira, A.P. (2012). Psikologi Kepribadian dengan Perspektif Baru. Yogyakarta : A.R.Ruzz Media
Rook, D. W. (1987). The Buying Impulse. The Journal of Consumer Research, Vol. 14, No. 2, 189-199
Santoso, A. (2010). Statistik Untuk Psikologi. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma
Saragih, R. (2014). Hubungan Sikap, Norma Subjektif, dan Perceived Behavioral Control Dengan Intensi Melanjutkan Program Magister Psikologi Profesi di Fakultas Psikologi USU. Skripsi. Universitas Sumatera Utara
Siregar, Syofian. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Dilengkapi dengan Perbandingan Perhitungan Manual & SPSS. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D. Bandung : CV. Alfabeta
Taniredja, T. Mustafidah, H.(2011). Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta Verplanken, B. & Herabadi, A. (2001). Individual Differences in Impulse Buying
Tendency: Feeling and no Thinking. European Journal of Personality Eur. J. Pers. 15: S71-S83
Verplanken, B. & Sato, A. (2011). The Psychology of Impulse Buying: An Integrative Self-Regulation Approach. Springer Science + Business Media, LLC. 34:197–210
Walgito, B. (2004). Pengantar Psikologi Umum (Edisi keempat). Yogyakarta: ANDI
Winkel, W.S. Hastuti, M.M.S.(2004). Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan (Edisi Revisi).Yogyakarta : Media Abadi
55