BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
1. Analisis Rasio Likuiditas PT Aneka Gas Industri Tbk tahun 2013-2017
a. Rasio Lancar (Current Ratio)
Rasio lancar menunjukkan sejauh mana aktiva lancar menutupi hutang lancar. Dikemukan oleh (kasmir,2011:135) bahwa rasio current ratio adalah 200%. Semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan hutang lancar semakin tinggi kemampuan perusahaan menutupi kewajiban jangka pendeknya. Perhitungan rasio lancar dilakukan dengan cara membandingkan aktiva lancar dengan hutang lancar.
Current Ratio=
X 100% Tabel 4. 1
Analisis Current Ratio PT Aneka Gas Industri Tbk
Tahun 2013-2017 (ribuan rupiah)
Tahun Keterangan
Current Asset Current Liabilitas Current Ratio 2013 582.774.535 575.007.255 101,35% 2014 777.880.000 666.251.000 116,75% 2015 1.044.373.000 956.378.000 109,20% 2016 1.479.828.000 1.312.711.000 112,73% 2017 1.526.964.000 1.014.745.000 150,49% Sumber:Laporan Keuangan PT Aneka Gas Industri Tbk
Berdasarkan tabel 4.1 diatas dapat dilihat bahwa current ratio PT Aneka Gas Industri Tbk tahun 2013 sebesar 101,35% artinya Current Asset sanggup memenuhi Current Liabilitas sebesar 101,35%. Pada tahun 2014 Current ratio perusahaan sebesar 116,75%, mengalami peningkatan sebesar 15,4% dari tahun sebelumnya. Peningkatan nilai Current ratio disebabkan karena jumlah current asset yang meningkat dari Rp 582.774.535,- pada tahun 2013 menjadi Rp 777.880.000,- pada tahun 2014. Pada tahun 2015 PT Aneka Gas Industri Tbk
current ratio 109,20%, artinya current asset sanggup memenuhi current liabilities sebesar 109,20% mengalami penurunan sebesar 7,55%, penurunan nilai current ratio disebabkan karena jumlah aktiva lancar yang meningkat dari Rp 777.880.000,- pada tahun 2014 menjadi Rp 1.044.373.000,- pada tahun 2015 dan hutang lancar yang meningkat dari Rp 666.251.000,- pada tahun 2014 menjadi Rp 956.378.000,- pada tahun 2015.
Pada tahun 2016 nilai Current ratio perusahan sebesar 112,73% maka nilai current ratio meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 3,53%, peningkatan nilai current ratio disebabkan karena current asset sanggup memenuhi current liabilities sebesar 112,73%. Hal ini disebabkan karena current asset mengalami peningkatan pada tahun 2015 sebesar Rp 1.044.373.000,- menjadi Rp 1.479.828.000,- pada tahun 2016. Pada tahun 2017 nilai current ratio perusahaan sebesar 150,49%, maka current ratio meningkat sebesar 37,76% nilai current ratio disebabkan karena current asset sanggup memenuhi current liabilities sebesar 150,49%, hal ini disebabkan karena jumlah current asset juga mengalami peningkatan pada tahun 2016 Rp 1.479.828.000,- menjadi Rp 1.526.964.000,- pada tahun 2017.
Dari penjelasan current ratio pada tahun 2013 sampai tahun 2017 jika di lihat dari perbandingan current asset dengan current liabilities perusahaan dalam kondisi baik sedangkan dilihat dari standar rasio perusahaan berada dalam keadaan kurang baik karena berada di bawah standar rasio yaitu 200%.
b. Rasio Cepat (Quick Ratio)
Rasio ini menggambarkan kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh hutang jangka pendek melalui aktiva likuid. Aktiva likuid adalah aktiva yang cepat untuk dijadikan kas.
Aktiva likuid yang dimaksud adalah kas/bank, efek, dan piutang (nofrivul, 2008:12). Standar untuk Quick ratio adalah 100%.
Quick Ratio=
X 100%
Tabel 4. 2 Analisis quick ratio PT Aneka Gas Indutri Tbk
Tahun 2013-2017 (ribuan rupiah)
Tahun Keterangan Cash and equivalents Effect receivable Current labilites Quick Ratio 2013 80.171.441 - 128.230.886 575.007.255 36,24% 2014 222.045.000 - 137.325.000 666.251.000 53,94% 2015 181.524.000 - 206.192.000 956.378.000 40,54% 2016 390.381.000 - 241.414.000 1.312.711.000 48,13% 2017 344.351.000 - 307.738.000 1.014.745.000 64,26%
Sumber:Laporan Keuangan PT.Aneka Gas Industri Tbk Berdasarkan tabel 4.2 diatas dilihat bahwa perhitungan quick rasio PT Aneka Gas Industri Tbk tahun 2013 sampai tahun 2017 diatas dapat diketahui bahwa pada tahun 2013 PT Aneka Gas Industri Tbk memperoleh quick rasio sebesar 36,24%, artinya aktiva likuid hanya mampu untuk melunasi hutang jangka pendeknya sebesar 36,24%. Pada tahun 2014 nilai quick ratio perusahaan sebesar 53,94%artinya aktiva likuid hanya mampu untuk melunasi hutang jangka pendeknya sebesar 53,94%. Hal ini disebabkan karena peningkatan current liabilities pada tahun 2013 sebesar Rp 575.007.255,- menjadi Rp 666.251.000,-pada tahun 2014.
Pada tahun 2015 nilai quick ratio perusahaan sebesar 40,54% artinya aktiva likuid hanya mampu untuk melunasi hutang jangka pendeknya sebesar 40,54% . Hal ini disebabkan karena peningkatan current liabilities pada tahun 2014 sebesar Rp 666.251.000,- menjadi Rp 956.378.000,- pada tahun 2015.
Pada tahun 2016 nilai quick ratio perusahaan sebesar 48,13% artinya aktiva likuid hanya mampu untuk melunasi hutang jangka pendeknya sebesar 48,13%. Hal ini disebabkan karena peningkatan current liabilities pada tahun 2015 sebesar Rp 956.378.000,- menjadi Rp 1.312.711.000,- pada tahun 2016.
Sedangkan pada tahun 2017 PT Aneka Gas Industri Tbk memperoleh quick ratio perusahaan sebesar 64,26%. artinya aktiva likuid hanya mampu untuk melunasi hutang jangka pendeknya sebesar 64,26%. Hal ini disebabkan karena penurunan current liabilities pada tahun 2016 Rp 1.312.711.000,- menjadi Rp 1.014.745.000,- pada tahun 2017.
Dari penjelasan quick ratio pada tahun 2013 sampai tahun 2017 perusahaan berada dalam kondisi kurang baik karena berada di bawah standar rasio yaitu 100%.
c. Rasio Kas (Cash Ratio)
Rasio ini digunaan untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendeknya dengan modal yang tertanam dalam kas atau setara kas. Dikemukakan oleh (kasmir,2011:140) jika rasio lancar dengan standar 50% ini berarti kas dapat menutupi hutang lancar. Rasio lancar yang lebih aman adalah jika berada diatas 50%, artinya kas atau setara kas harus jauh di atas jumlah hutang lancar. Perhitungan rasio ini dilakukan dengan cara membandingkan kas atau setara kas dengan hutang lancar.
Cash Ratio=
Tabel 4. 3 Analisis Cash Ratio PT Aneka Gas Industri Tbk
Tahun 2013-2017 (ribuan rupiah)
Tahun Keterangan
Cash and equivalents
Effect Current liabilitas Cash ratio 2013 80.171.441 - 575.007.255 13,94% 2014 222.045.000 - 666.251.000 33,32% 2015 181.524.000 - 956.378.000 18,98% 2016 390.381.000 - 1.312.711.000 29,73% 2017 344.351.000 - 1.014.745.000 33,93% Sumber:Laporan Keuangan PT.Aneka Gas Industri Tbk.
Berdasarkan tabel 4.3 diatas dapat dilihat bahwa Cash ratio pada PT Aneka Gas Industri Tbk pada tahun 2013, ratio 13,94%, artinya current Liabilities dijamin oleh cash and equivalents sebesar 13,94%. Pada tahun 2014 nilai cash ratio perusahaan sebesar 33,32%, artinya current Liabilities dijamin oleh cash and equivalents sebesar 33,32%, hal ini disebabkan karena peningkatan current liabilities sebesar Rp 575.007.255,- pada tahun 2013 menjadi Rp 666.251.000,- pada tahun 2013. Pada tahun 2015 nilai cash ratio 18,98% artinya current Liabilities dijamin oleh cash and equivalents sebesar 18,98%. hal ini disebabkan karena peningkatan current liabilities sebesar Rp 666.251.000,- pada tahun 2014 menjadi Rp 956.378.000,- pada tahun 2015.
Sedangkan pada tahun 2016 nilai cash ratio 29,73% artinya current Liabilities dijamin oleh cash and equivalents sebesar 29,73%. hal ini disebabkan karena peningkatan current liabilities sebesar Rp 956.378.000,- pada tahun 2015 menjadi Rp 1.312.711.000,- pada tahun 2016. Pada tahun 2017 nilai cash ratio 33,93% artinya current Liabilities dijamin oleh cash and equivalents sebesar 29,73%. hal ini disebabkan karena peningkatan current liabilities sebesar 1.312.711.000,- pada tahun 2016 menjadi Rp 1.014.745.000,- pada tahun 2017. Dari
penjelasan cash ratio pada tahun 2013 sampai tahun 2017 PT Aneka Gas Industri Tbk kondisi berada dalam kondisi kurang baik karena berada di bawah standar rasio yaitu 50%.
d. Working capital to total asset ratio
Rasio ini digunakan untuk mengukur dan membandingkan antara jumlah persediaan yang ada dengan modal kerjaperusahaan. Jika rasio perusahaan tinggi, ini berarti perusahaan dalam keadaan baik. Dan sebaliknya apabila rasio perubahan rendah, maka keadaan perusahaan dalam keadaan buruk.
WCTA=
X 100%
Tabel 4. 4
Working capital to total asset ratio PT Aneka Gas Industri Tbk
Tahun 2013-2017 (ribuan rupiah)
Tahun Keterangan
Current asset Current liabilities
Total asset Working capital 2013 582.774.535 575.007.255 2.555.917.260 0,30% 2014 777.880.000 666.251.000 3.487.197.000 3,20% 2015 1.044.373.000 956.378.000 4.953.451.000 1,78% 2016 1.479.828.000 1.312.711.000 5.847.722.000 2,86% 2017 1.526.964.000 1.014.745.000 6.403.543.000 8,00% Sumber:Laporan Keuangan PT.Aneka Gas Industri Tbk.
Berdasarkan tabel 4.4 diatas dapat dilihat bahwa Cash ratio pada PT Aneka Gas Industri Tbk pada tahun 2013 sebesar 0,30% artinya, kemampuan PT Aneka Gas Industri Tbk untuk membayar Current liabilities pada saat jatuh tempo dengan menggunakan Current asset sebesar 0.30%. pada tahun 2014 nilai Working capital to total asset ratio perusahaan sebesar 3.20%, artinya PT Aneka Gas industri Tbk mengalami peningkatan sebesar 2,9% dari tahun sebelumnya. Pada tahun
2015 bisa dilihat dari Working capital to total asset ratio sebesar 1,78% dimana PT Aneka Gas Industri Tbk mengalami penurunan sebesar 1,42% dari tahun sebelumnya.
Pada tahun 2016 nilai Working capital to total asset ratio sebesar 2.86% dimana PT Aneka Gas Industri Tbk mengalami peningkatan sebesar 1,08% dari tahun sebelumnya. Tahun 2017 nilai Working capital to total asset ratio sebesar 8.00% artinya, kemampuan PT Aneka Gas Industri Tbk untuk membayar current liabilities pada saat jatuh tempo dengan menggunakan current asset sebesar 8,00% dimana 8,00% mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya tahun 2016.
Dari penjelasan Working capital to total asset ratio pada tahun 2013 sampai tahun 2017 PT Aneka Gas Industri Tbk berada dalam kondisi kurang baik karena berada di bawah standar rasio yaitu 12%.
2. Analisis rasio Solvabilitas PT Aneka Gas Industri Tbk tahun 2013-2017
a. Total Asset to Total Debt (TATD)
Rasio ini menggambarkan kemampuan perusahaan untuk melunasi seluruh kewajiban dengan menggunakan aktiva, atau dengan kata lain jaminan yang diberikan oleh aktiva terhadap total hutang. Semakin tinggi rasio ini semakin baik. Sebaliknya semakin rendah rasio perubahan, hal ini berarti perusahaaan dalam keadaan tidak baik.
TATD =
Tabel 4. 5 Total asset to total debt PT Aneka Gas Industri Tbk
Tahun 2013-2017 (ribuan rupiah)
Tahun Keterangan
Total Asset Total Debt Total asset to total debt ratio 2013 2.555.917.260 1.763.256.590 144,95% 2014 3.487.197.000 2.237.721.000 155,84% 2015 4.953.451.000 3.074.584.000 161,11% 2016 5.847.722.000 2.996.929.000 195,12% 2017 6.403.543.000 2.971.605.000 215,49% Sumber:Laporan Keuangan PT.Aneka Gas Industri Tbk.
Berdasarkan tabel 4.5 diatas dapat dilihat bahwa pada tahun 2013 Total asset to total debt PT Aneka Gas Industri Tbk adalah 144,95% artinya setiap Rp 1,- total hutang dijamin oleh total aktiva sebesar 1,4495 rupiah. Tahun 2014 nilai Total asset to total debt PT Aneka Gas Industri Tbk adalah 155,84% artinya Rp 1,- total hutang dijamin oleh total aktiva sebesar 1,5584 rupiah. Tahun 2015 nilai Total asset to total debt PT Aneka Gas Industri Tbk adalah 161,11% artinya Rp 1,- total hutang dijamin oleh total aktiva sebesar 1,6111 rupiah. Tahun 2016 nilai Total asset to total debt PT Aneka Gas Industri Tbk adalah 195,12% artinya Rp 1,- total hutang dijamin oleh total aktiva sebesar 1,9512 rupiah. Tahun 2017 nilai Total asset to total debt PT Aneka Gas Industri Tbk adalah 215,49% artinya Rp 1,- total hutang dijamin oleh total aktiva sebesar 2,1549 rupiah. Maka dapat disimpulkan bahwa rasio pada tahun 2013 sampai dengan 2017 berada dalam keadaan baik.
Dari penjelasan Total Asset to Total Debt pada tahun 2013 sampai tahun 2017 PT Aneka Gas Industri Tbk kondisi berada dalam kondisi baik karena berada di bawah standar rasio yaiu sebesar 40%.
b. Equity Debt Ratio (EDR)
Equity Debt Ratio menggambarkan kemampuan perusahaan dari modal sendiri untuk melunasi seluruh kewajiban, atau jaminan yang diberikan oleh modal sendiri terhadap utang.
EDR =
X 100%
Tabel 4. 6 Equity Debt Ratio PT Aneka Gas Industri Tbk
Tahun 2013-2017 (ribuan rupiah)
Tahun Keterangan
Total personal equity
Total debt Equity debt ratio 2013 792.660.670 1.763.256.590 44,95% 2014 1.103.734.000 2.237.721.000 49,32% 2015 1.714.769.000 3.074.584.000 55,77% 2016 2.760.840.000 2.996.929.000 92,12% 2017 3.358.010.000 2.971.605.000 113,00% Sumber:Laporan Keuangan PT.Aneka Gas Industri Tbk.
Berdasarkan tabel 4.5 di atas, pada tahun 2013 nilai Equity Debt Ratio PT Aneka Gas Industri adalah sebesar 44,95%. Artinya Total personal equity terhadap Total debt sebesar 44,95%.ada tahun Pada tahun 2014 nilai Equity Debt Ratio PT Aneka Gas Industri adalah sebesar 49,32%. Artinya terjadinya peningkatan dari tahun sebelumnya sebesar 4,37% hal ini disebabkan oleh jumlah Total personal equity dan Total debt yang meningkat dari tahun sebelumnya, maka Total personal equity dapat dijadikan jaminan terhadap Total debt sebesar 49,32% sedangkan pada tahun 2015 Equity Debt Ratio sebesar 55,77% juga mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sebesar 6,45%.
Pada tahun 2016 Equity Debt Ratio sebesar 92,12% artinya juga mengalami peningkatan dan pada tahun 2017 Equity Debt
Ratio sebesar 113%. Dapat disimpulkan bahwa perusahaan berada dalam keadaan baik, karena adanya peningkatan setiap tahunnya pada tahun 2013 sampai pada 2017.
c. Total Debt to Equity Ratio (TDER)
Rasio ini menggambarkan presentase dari hutang terhadap modal sendiri. Debt to Equity Ratio merupakan rasio yang digunakan untuk menilai hutang dengan ekuitas. Standar yang dikemukakan oleh (kasmir,2011:159) yaitu 80%. Rasio ini dicari dengan cara membandingkan antara seluruh hutang termasuk hutang lancar dengan seluruh ekuitas. Rasio ini berguna untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan peminjam (kreditur) dengan pemilik perusahan Bagi perusahan semakin besar rasio maka semakin baik. Sebaliknya jika rasio yang rendah, semakin tinggi tingkat pendanaan yang disediakan pemilik. Rasio ini juga memberikan petunjuk umum tentang kelayakan dan resiko keuangan perusahaan.
TDER=
X 100% Tabel 4. 7
Debt to Equity Ratio PT Aneka Gas Industri Tbk
Tahun 2013-2017 (ribuan rupiah)
Tahun Keterangan
Total debt Total equity Debt equity Ratio 2013 1.763.256.590 792.660.670 222,45% 2014 2.237.721.000 1.103.734.000 202,74% 2015 3.074.584.000 1.714.769.000 179,30% 2016 2.996.929.000 2.760.840.000 108,55% 2017 2.971.605.000 3.358.010.000 88,49% Sumber:Laporan Keuangan PT.Aneka Gas Industri Tbk.
Berdasarkan tabel 4.6 di atas, pada tahun 2013 nilai Debt to equity Ratio PT Aneka Gas Industri Tbk sebesar 222,45% artinya setiap Rp 1,- total hutang akan dijamin oleh 2,2245 rupiah modal sendiri. Pada tahun 2014 nilai Debt to equity Ratio PT Aneka Gas Industri Tbk sebesar 202,74% artinya setiap Rp 1,- hutang dijamin oleh 2,0274 rupiah modal sendiri. Pada tahun 2015 nilai Debt to equity Ratio PT Aneka Gas Industri Tbk sebesar 179,30% artinya setiap Rp 1,- hutang dijamin oleh 1,7930 rupiah modal sendiri. Pada tahun 2016 nilai Debt to equity Ratio PT Aneka Gas Industri Tbk sebesar 108,55% artinya setiap Rp 1,- hutang dijamin oleh 1,0855 rupiah modal sendiri. Pada tahun 2017 nilai Debt to equity Ratio PT Aneka Gas Industri Tbk sebesar 88,49% artinya setiap Rp 1,- hutang dijamin oleh 8,849 rupiah modal sendiri. Maka dapat disimpulkan bahwa perusahaan berada dalam keadaan baik karena berada di atas standar rasio.
Dari perhitungan Debt to equity Ratio pada tahun 2014 mengalami penurunan dari tahun 2013 sebesar 19,71%. Penurunan ini disebabkan oleh peningkatan total modal sendiri yang signifikan dan total hutang. Pada tahun 2015 mengalami penurunan dari tahun 2014 sebesar 23,44%. Penurunan ini disebabkan oleh peningkatan total modal sendiri yang signifikan dan total hutang. Pada tahun 2016 mengalami penurunan dari tahun 2014 sebesar 70,75% Penurunan ini disebabkan oleh peningkatan total modal sendiri yang signifikan dan total hutang. Pada tahun 2017 mengalami penurunan dari tahun 2014 sebesar 20,06% Penurunan ini disebabkan oleh peningkatan total modal sendiri yang signifikan dan total hutang.
Dari penjelasan Total Debt to Equity Ratio pada tahun 2013 sampai tahun 2017 PT Aneka Gas Industri Tbk kondisi berada dalam kondisi baik karena berada di bawah standar rasio yaitu sebesar 80%.
d. Total Debt to Total Asset (TDTA)
Total Debt to Total Asset menggambarkan jumlah pembiayaan atau pemenuhan aktiva modal yang dibelanjai oleh hutang. Dengan kata lain untuk melihat presentase hutang dalam perusahaan untuk pembiayaan aktiva. Caranya dengan membandingkan total hutang dengan total aktiva. Sehingga rasio ini menunjukkan sejauh mana hutang dapat ditutupi oleh aktiva. Standar rasio ini adalah 40%.
Jika perusahaan berada di atas standar rasio akan mempermudah perusahaan untuk memperoleh pinjaman. Sebaliknya jika kondisi perusahaan dibawah standar maka akan sulit bagi perusahaan untuk memperoleh pinjaman.
TDTA =
X 100%
Tabel 4. 8 Debt to Total Asset PT Aneka Gas Industri Tbk
Tahun 2013-2017 (ribuan rupiah)
Tahun Keterangan
Total debt Total Asset Debt to asset ratio 2013 1.763.256.590 2.555.917.260 68,99% 2014 2.237.721.000 3.487.197.000 64,17% 2015 3.074.584.000 4.953.451.000 62,07% 2016 2.996.929.000 5.847.722.000 51,25% 2017 2.971.605.000 6.403.543.000 46,41% Sumber:Laporan Keuangan PT.Aneka Gas Industri Tbk.
Berdasarkan tabel 4.7 di atas bisa dilihat bahwa pada tahun 2013 nilai Debt to Total Asset PT Aneka Gas Industri Tbk adalah 68,99% dari total aktiva dibelajai dengan hutang. Artinya setiap Rp 1- total aktiva di belanjai oleh hutang sebesar 0,6899 rupiah atau aktiva dibelanjai oleh hutang sebesar 68,99%. Sisanya
dibayarkan oleh modal sendiri. Pada tahun 2014 nilai Debt to Total Asset PT Aneka Gas Industri Tbk adalah 64,17% dari total aktiva dibelajai dengan hutang. Artinya setiap Rp 1- total aktiva di belanjai oleh hutang sebesar 0,6417 rupiah atau aktiva dibelanjai oleh hutang sebesar 64,17%. Sisanya dibayarkan oleh modal sendiri. Pada tahun 2015 nilai Debt to Total Asset PT Aneka Gas Industri Tbk adalah 62.07% dari total aktiva dibelajai dengan hutang. Artinya setiap Rp 1- total aktiva di belanjai oleh hutang sebesar 0,6207 rupiah atau aktiva dibelanjai oleh hutang sebesar 62.07%. Sisanya dibayarkan oleh modal sendiri. Pada tahun 2016 nilai Debt to Total Asset PT Aneka Gas Industri Tbk adalah 51,25% dari total aktiva dibelajai dengan hutang. Artinya setiap Rp 1- total aktiva di belanjai oleh hutang sebesar 0,5125 rupiah atau aktiva dibelanjai oleh hutang sebesar 51,25%. Sisanya dibayarkan oleh modal sendiri. Pada tahun 2017 nilai Debt to Total Asset PT Aneka Gas Industri Tbk adalah 46,41% dari total aktiva dibelajai dengan hutang. Artinya setiap Rp 1- total aktiva di belanjai oleh hutang sebesar 0,4641 rupiah atau aktiva dibelanjai oleh hutang sebesar 46,41%. Sisanya dibayarkan oleh modal sendiri. Dapat disimpulkan bahwa pada rasio Debt to Total Asset perusahaan dalam keadaan baik.
Dari penjelasan Total Debt to Total Asset pada tahun 2013 sampai tahun 2017 PT Aneka Gas Industri Tbk kondisi berada dalam kondisi baik karena berada di bawah standar rasio sebesar 40%.
e. Long-Term Debt To Equity Rasio (LTER)
Rasio ini menggambarkan kemampuan dari modal sendiri untu melunasi seluruh kewajiban atau jaminan yang diberikan oleh modal sendiri terhadap hutang jangka panjang, semakin tinggi rasio ini maka semakin baik karena sedikitnya jumlah
modal yang dijadikan jaminan untuk membayar hutang jangka panjang, sebaliknya semakin rendah rasio ini semakin buruk bagi perusahaan, karena banyaknya jumlah modal yang dijadikan jaminan untuk membayar hutang jangka panjang.
LTDER =
X 100%
Tabel 4. 9
Long-Term Debt To Equity Rasio PT Aneka Gas Industri Tbk
Tahun 2013-2017 (ribuan rupiah)
Tahun Keterangan
Long term debt Total Equity Long term Ratio 2013 1.188.249.335 792.660.670 149,90% 2014 1.571.470.000 1.103.734.000 142,37% 2015 2.118.206.000 1.714.769.000 123,52% 2016 1.684.218.000 2.760.840.000 61,00% 2017 1.956.860.000 3.358.010.000 58,27% Sumber:Laporan Keuangan PT.Aneka Gas Industri Tbk.
Berdasarkan tabel 4.8 diatas dapat dilihat bahwa pada tahun 2013 Long-Term Debt To Equity Rasio PT Aneka Gas Industri Tbk sebesar 149,90% berarti equity dapat dijadikan jaminan terhadap debt. Pada tahun 2014 Long-Term Debt To Equity Rasio adalah sebesar 142,37% berarti 1,4237 equity dapat dijadikan jaminan terhadap debt. Dapat dilihat terjadi penurunan nilai 7,53% hal ini disebabkan karena Long term debt dan Total Equity meningkat dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2015 Long-Term Debt To Equity Rasio adalah sebesar 123,52% berarti 1,2352 equity dapat dijadikan jaminan terhadap debt. Dapat dilihat terjadi penurunan nilai 18,85% hal ini disebabkan karena Long term debt dan Total Equity meningkat dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2016 Long-Term Debt To Equity Rasio adalah
sebesar 61,00% berarti 0,61 equity dapat dijadikan jaminan terhadap debt. Pada tahun 2017 Long-Term Debt To Equity Rasio adalah sebesar 58,27% berarti 0,5827 equity dapat dijadikan jaminan terhadap debt. Dapat dilihat terjadi penurunan nilai 2,73% hal ini disebabkan karena Long term debt dan Total Equity meningkat dari tahun sebelumnya.
3. Analisis Rasio Profitabilitas PT Aneka Gas Industri Tbk tahun 2013-2017
a. Gross Profit Margin (GPM)
Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba kotor untuk setiap penjualan. rasio ini maka manejemen dapat memperhatikan efisiensi operasional perusahaan untuk mengasilkan laba kotor. Semakin besar rasio ini semakin baik karena dianggap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba cukup tinggi. Standar rasio Gross Profit Margin yang dikemukakan oleh (kasmir,2011:200) adalah 30%.
GPM =
X 100%
Tabel 4. 10 Gross Profit Margin PT Aneka Gas Indutri Tbk
Tahun 2013-2017 (ribuan rupiah)
Tahun Keterangan
Gross profit Sales Gross profit ratio 2013 419.701.237 972.104.865 43,17% 2014 489.650.000 1.098.905.000 44,55% 2015 620.340.000 1.426.411.000 43,48% 2016 763.563.000 1.651.136.000 46,24% 2017 841.596.000 1.838.417.000 45,77% Sumber:Laporan Keuangan PT.Aneka Gas Industri Tbk.
Berdasarkan tabel 4.11 diatas dapat dilihat bahwa pada tahun 2013 PT Aneka Gas Industri Tbk gross profit margin pada tahun 2013 sampai tahun 2107 diatas, maka dapat dikatakan bahwa presentase gross profit margin berfluktuasi. Pada tahun 2013 PT Aneka Gas Industri Tbk memproleh gross profit margin adalh sebesar 43,17% kemampuan PT Aneka Gas Industri Tbk untuk menghasilkan Gross profit dari setiap Sales yang dilakukan pada tahun 2014 adalah sebesar 43,17%. Pada tahun 2013 PT Aneka Gas Indutri Tbk memproleh gross profit margin yang peningkatan dari tahun sebelumnya sebesar 44,55% artinya kemampuan PT Aneka Gas Industri Tbk untuk menghasilkan gross profit dari setiap sales yang dilakukan adalah sebesar 44,55%. Hal ini disebabkan karena sales mengalami peningkatan pada tahun 2013 Rp 972.104.865.000,- menjadi sebesar Rp 1.098.905.000.000,- pada tahun 2013.
Pada tahun 2014 PT Aneka Gas Industri Tbk memperoleh gross profit margin adalah sebesar 43,48% artinya kemampuan PT Aneka Gas Industri Tbk untuk menghasilkan gross profit dari setiap sales yang dilakukan adalah sebesar 43,48%. Pada tahun 2015 PT Aneka Gas Industri Tbk memproleh gross profit margin adalah sebesar 46,24% artinya kemampuan PT Aneka Gas Industri Tbk untuk menghasilkan gross profit dari setiap sales yang dilakukan adalah sebesar 46,24% dan peningkatan rasio ini terjadi karena gross profit yang dihasilkan dari tahun sebelumnya pada tahun 2014 dari Rp 1.426.411.000.000,- menjadi sebesar Rp 1.651.136.000.000,- pada tahun 2014.pada tahun 2017 PT Aneka Gas Industri Tbk memperoleh gross profit margin adalah sebesar 45,77% artinya kemampuan PT Aneka Gas Industri Tbk untuk mengasilkan goss profit dari setiap sales yang dilakukan adalah sebesar 45,77%.
Dari penjelasan gross profit margin pada tahun 2013 sampai tahun 2017 PT Aneka Gas Industri Tbk kondisi berada dalam kondisi kurang baik karena berada di bawah standar rasio adalah sebesar 30%.
b. Operating profit margin (OPM)
Operating profit margin merupakan rasio laba operasi terhadap penjualan yaitu untuk melihat bagian laba operasi yang diperoleh dari penjualan yang telah dilakukan. Sehingga dengan demikian dapat diperoleh bagaimana gambaran efiensi dari pengeluaran operasional untuk memperoleh output (penjualan).
Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba yang akan menutupi biaya-biaya tetap atau biaya operasi lainnya. Dengan pengetahuan atas rasio ini dapat mengontrol pengeluaran untuk biaya tetap atau biaya operasi sehingga perusahan dapat menikmati laba. Dalam praktiknya Standar rasio Operating profit margin adalah 10,80%.
OPM =
X 100%
Tabel 4. 11
Operating profit margin PT Aneka Gas Indutri Tbk
Tahun 2013-2017 (ribuan rupiah)
Tahun Keterangan
operating profit Sales Operating Ratio 2013 104.777.556 972.104.865 10,77% 2014 85.276.000 1.098.905.000 7,76% 2015 70.314.000 1.426.411.000 4,92% 2016 87.915.000 1.651.136.000 5,32% 2017 133.820.000 1.838.417.000 7,27% Sumber:Laporan Keuangan PT.Aneka Gas Industri Tbk.
Berdasarkan tabel 4.12 di atas dapat dilihat bahwa pada PT Aneka Gas Industri Tbk operating profit margin pada tahun 2012 sampai tahun 2017 di atas, maka dapat diketahui bahwa presentase operating profit margin berfluktuasi. Pada tahun 2013 PT Aneka